Media Dinamika Global

Senin, 22 September 2025

9.466 PPPK Paruh Waktu Pemprov NTB akan Digaji Sesuai UMP


Bima.NTB.Media Dinamika Global.id Di Kutip dari (suarantb.com) Mataram Sebanyak 9.466 Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Paruh Waktu di lingkungan Pemprov NTB akan digaji sesuai dengan Upah Minimum Provinsi (UMP) yaitu Rp2,6 juta. Gaji PPPK Paruh Waktu dipastikan tidak akan di bawah UMP. Mengacu pada standar gaji pegawai di NTB.

“Itu UMP standarnya. Tidak boleh kita menggaji di bawah UMP. Itu untuk PPPK Paruh Waktu,” ujar Kepala Badan Pengelola Aset dan Keuangan Daerah (BPKAD) NTB, Dr. Nursalim, Senin, 22 September 2025.

Walau ada tambahan pegawai sekitar 9.000 orang. Nursalim memastikan hal itu tidak akan mengganggu kondisi fiskal daerah. Menurutnya, gaji pegawai tidak akan membengkak, karena setiap tahun ada ratusan pegawai yang pensiun.

“Tidak otomatis membengkak tapi ada pensiun setiap tahun. Jadi ada 400-500 orang pensiun setiap tahun,” tambahnya.

Dia menilai, adanya ribuan PPPK Paruh Waktu yang akan digaji UMP itu justru bisa menjadi pemicu perputaran ekonomi daerah. Dengan jumlah pegawai mencapai sekitar 9.000 orang lebih dan rata-rata gaji Rp2,6 juta per bulan, alokasi belanja memang cukup besar. Namun, kondisi tersebut diyakini memberi manfaat nyata bagi perekonomian daerah.

“Paling cepat membentuk perputaran pertumbuhan ekonomi itu lewat gaji pegawai. Banyak gaji berarti banyak belanja dan upah pekerja. Uang berputar di masyarakat, ketimbang tidak keluar sama sekali,” ujarnya.

Penurunan proporsi belanja pegawai juga didukung formula baru dari Kementerian Dalam Negeri. Jasa pelayanan (Jaspel) rumah sakit yang sebelumnya masuk belanja pegawai kini dialihkan ke pos belanja barang dan jasa.

“Jumlahnya lumayan besar, maksimal 40 persen dari total pendapatan rumah sakit. Dengan aturan baru, itu tidak lagi membebani belanja pegawai,” terangnya

Menyinggung soal jam kerja PPPK Paruh Waktu yang berbeda dengan PPPK Penuh Waktu dan Pegawai Negeri Sipil (PNS), Nursalim mengaku BPKAD hanya menyiapkan anggaran untuk penggajian.

“Bisa ditanya ke Disnakertrans, karena yang punya otoritas. Kalau kami hanya juru bayar. Dianggarkan atas kajian dan usul dinas teknis, yakni Dinas Tenaga Kerja,” jelasnya.

Adapun dengan kondisi kelebihan belanja pegawai hingga 33 persen yang dialami Pemprov NTB saat ini. Mantan Kepala Biro Organisasi NTB itu memastikan di tahun 2026 nanti, Pemprov bisa menekan jumlah tersebut. Hal itu beriringan dengan adanya kebijakan pengalihan belanja Jaspel yang mulanya masuk belanja pegawai, beralih ke belanja barang dan jasa. “Kita 2026 ini InsyaAllah kita di bawah 30 persen,” ucapnya. (Team.MDG.03)

Ciptakan Suasana Aman,Koramil 1608-03/Sape Gelar Patroli Siskamling Di Wilayah Desa Buncu


Sape.Bima.NTB.Media Dinamika Global.id Untuk menciptakan lingkungan yang aman,nyaman dan kondusif Anggota Koramil 1608-03/Sape Sertu Syarif Hidayat Babinsa Naru beserta 1 orang anggota, aparat pemerintah Desa Kowo,Tokoh Agama, Toda dan Masyarakat bersama-sama melakukan Patroli Siskamling di wilayah Desa Buncu yang menjadi tanggung jawab nya.

Pada Pukul 20.00 wita anggota Koramil 1608-03/Sape menuju Desa Buncu Kec,Sape

di lanjutkan dengan Pemantauan Situasi Wilayah Sambil memberikan Himbauan kepada warga Desa Buncu Kec,Sape agar tidak melakukan Hal2 yang Negatif seperti Penjualan Miras, transaksi Narkoba, dan tidak boleh membawa Senjata Tajam maupun barang-barang yang di larang.




Patroli Siskamling yang dilakukan oleh Anggota Koramil 1608-03/Sape dan Aparat pemerintah Desa Buncu, Tokoh agama,Toda dan masyarakat dalam menjaga ketertiban yang ada khusus nya di waktu malam hari.

Kegiatan Patroli dilaksanakan  di tempat-tempat yang di anggap rawan terjadinya tindak kejahatan, seperti Fasilitas umum dan tempat-tempat yang biasa dijadikan tongrongan anak-anak muda serta pemukiman warga yang padat penduduk dan patroli tersebut di laksanakan secara bergantian ataur bergiliran dimana warga juga turut hadir.

Danramil 1608-03/Sape Lettu Inf Ruslin saat dikonfirmasi Patroli Siskamling ini akan terus dilakukan guna untuk memastikan situasi di wilayah tetap aman dan nyaman sehingga masyarakat dapat beristirahat dengan tenang, Ucapnya.

Keterlibatan Unsur terkait sangat diharapkan dalam kegiatan Patroli Siskamling ini disamping menjaga Kamtibmas di wilayah agar tercipta akan menciptakan hubungan Emosinal yang sangat erat antara TNI dengan masyarakat dan antara masyarakat dengan masyarakat itu sendiri.

Salah Satu warga yang mengikuti Patroli Siskamling menyatakan Kami sangat senang dengan ada nya kegiatan Patroli Siskamling yang di laksanakan oleh Kodim 1608/Bima melalui Koramil 1608-03/Sape khusus nya malam hari Kami merasa aman dan harapan Kami sebagai masyarakat dengan kegiatan ini tindak kejahatan seperti, pencurian, perkelahian dll dapat kita cegah sedini mungkin.

(Team.MDG.03)

PULAU NAGAMADOTO ATAU DISAPA PULAU DOBU-DOBU DISANJUNG-SANJUNG SEBAGAI TEMPAT WISATA FAVORIT MASYARAKAT OBI SELATAN TELAH PUTUS Supriman D. Siki (Kaoem Muda Maluku Utara)

 Peta. Pulau Nagamadoto

Mediadinamikaglobal.id|Pulau Nagamadoto merupakan salah satu pulau yang terletak di Desa Mano Kecamatan Obi Selatan, Kabupaten Halmahera Selatan, Provinsi Maluku Utara, pulau ini juga memiliki hamparan pasir putih yang indah sepanjang bibir pantai, selain itu juga pulau ini dikelilingi air yang jernih dengan berwarna hijau muda dan hamparan terumbuh karang yang eksotis dengan farina ciri khas habit laut dan daratan yang hijau pula dengan keindahannya

Pulau ini juga merupakan pulau favorit sebagai destinasi wisata yang di sanjung-sanjung oleh masyarakat obi selatan ketika bertamasya atau berlibur, karena masyarakat ketika sampai dipulau ini pastinya merasakan bahagia dengan menikmati keindahannya. Masyarakat setempat mengatakan pulau Nagamadoto ini lebih familiar dengan menyebutkan sebagai tempat wisata pulau dobu-dobu.


Beberapa tahun belakangan ini mulai dari tahun 2021-2025 masyarakat berbondong-bondong berlibur dipulau ini mencapai ribuan dengan menggunakan pentura (longbot), spit boot, katinting dan perahu nelayan lainnya. mereka datang bersama keluarga cemara, bersama sobat karib, maupun para pekerja tambang nikel yang ada di obi untuk bersantai-santai menghilangkan gunda gulana atau masyarakat setempat menyebutnya refresing dipulau ini. 



Foto. Upit Mahuseng


Biasanya para wisata berlibur kepulau ini memiliki dua jalur tempat persinggahan, pertama melalui jalur luar pulau dari Desa Mano dengan menikmati hamparan pulau-pulau kecil dari kejauhan dengan berlatar pulau-pulau yang hijau, laut yang biru beratapkan langit yang biru ceriah. Sedangkan melalui jalur dalam yang dihimpit oleh pulau peti, pulau paniki dan pulau-pulau kecil yang lainya, para wisata melintas dan melihat jelas kekayaan alam di hampasan gugusan pulau, karena wisatawan bisa melihat secara langsung burung kelilawar bergantungan dipohon bakau, ikan-ikan bermain dipermukaan air maupun didasar laut dihiasi terumbuh karang yang menjulang kepermukan dengan indah, air laut yang jernih sebening kaca, yang menarik para wisatawan untuk berdatangan.


Foto. Upit Mahuseng


Pulau Nagamadoto juga terletak di unjung tenggara pulau Gamumu, pulau ini juga disebelah timur dan selatan berbatasan dengan lautan bebas, sebelah barat berbatasan dengan pulau Gamumu dan sebelah Utara berbatasan dengan Pulau Obi. 

Pulau Nagamadoto ini atau disapa pulau dobu-dobu dengan hamparan pasir putih yang indah ini telah mengalami tamparan keras mengenai isu pesisir tanpa disadari oleh masyarakat setempat dan masyarakat secara umum yang belum mengetahuinya, sebab pulau ini telah putus pada 12 Agustus tahun 2025 yang diposting salah satu akun tiktok @welko3535 dan informasi dari masyrakat setempat pada 12 September 2025 benrnam Dauf ketika dihubungi membenarkan informasi itu. 


Dauf selaku anak pemilik kebun dipulau Nagamadoto itu mengatakan, Obi selatan sendiri tepatnya di bulan 7 dan bula 8 disetiap tahunnya terdapat suatu musim yaitu, musim ombak dengan gelombang air laut sangat tinggi yang mengakibatkan gelombak itu naik kedaratan sehingga terjadinya abrasi pantai dan mengakibatkan terjadinya putusnya pulau Nagamadoto itu sendiri. Dauf Juga mengatakan biasanya hamparan pasir putih yang ada disepanjang pulau Nagamadoto pada musim barat pasir putih itu berpindah di posisi hamparan pulau sebelah utara dengan cantiknya, sedangkan pada musim selatan hamparan pasir putih itu berpindah di unjung selatan pulau dengan pecahan ombak dari kejauhan menghampas bibir pantai putih itu dengan indah sampai-sampai setiap mata yang memandangnya akan terpesona. Namun sekarang pulau telah putus dan bagian keindahan itu telah hilang ditelan zaman.


Foto. Welko3535


Sedangkan Amruzil ketua Ikatan Pelajar Mahasiswa Mano (IPMM) mengatakan, ketika berkunjung untuk melepaskan penatnya ketika selesai kegiatan 17 Agustus tahun ini di Desa Mano sebagaimana masyarakat berlibur menikmati suasana yang indah itu telah hilang tidak seperti biasanya, dia mengatakan juga bahwa pulau itu telah putus kurang lebih sepanjang 70 meter telah digenangi air laut yang memisahkan pulau menjadi 2 bagian, padahal dulunya itu hamparan pasir putih bercampur tanah dan banyak pepohonan tumbuh diatasnya. Mau dan bagaimana lagi pulau itu telah putus ujarnya. Konfirmasi 13 September 2025.


Adapun Pulau Nagamadoto putus disebabkan ada beberapa factor:

Pertama; disebabkan oleh masyrakat mengambil pasir dipulau itu untuk kebutuhan pembangunan rumah dan pembangunan yang lain-lain. Kedua; disebakan eksploitasi pohon di sepanjang bibir pantai pulau Nagamadoto tanpa memikirkan dampak yang akan terjadi terhadap putusnya pulau. Ketiga; Kenaikan permukaan air laut akibat perubahan iklim yang mengakibatkan terjadinya abrasi pantai. Kelima; Kerusakan ekosistem terumbu karang dan lamun yang menyebabkan fungsi peredam energi gelombang dari kedua ekosistem itu. Keempat; Energi gelombang besar dengan intensitas tinggi menghantam pesisir pantai di setiap tahun.       


Putusnya pulau Nagamadoto ini bukan hanya sekedar hal yang biasa terjadi melainkan hal yang serius ditanggapi oleh kita semua, dikarenakan pulau putus adalah fenomena alam yang terjadi sangat langkah dari gugusan pulau-pulau kecil yang ada di Indonesia bahkan dimuka bumi ini. Kenapa demikian Karena setiap pulau yang ada menciri khaskan suatu wilayah dan daerah setempat dengan eksotisnya yang selalu dikenal. 


Foto. Welko3535

Putusnya atau hilanya sebuah pulau dampak lainya adalah akibat efek pemanasan global yang memberi ancaman serius pada pulau-pulau kecil di Indonesia. Dampak yang paling ditakutkan dari pemanasan global adalah tenggelamnya pulau-pulau kecil di Indonesia. Indonesia memiliki 17.380 pulau berdasarkan data terbaru dari Badan Informasi Geospasial (BIG) per Desember 2024. sebagian besar diantaranya merupakan pulau-pulau kecil, dan salah satunya pulau Nagamadoto yang saat sekarang sudah putus  bahkan bisa saja tenggelam dikemudian hari.


Pemanasan global atau global warming adalah meningkatnya suhu rata-rata atmosfer, bumi, dan lautan. Pemanasan ini diakibatkan oleh peningkatan konsentrasi gas-gas rumah kaca akibat kegiatan manusia seperti pembakaran bahan bakar fosil dan penggundulan hutan (lajunya deforestasi). 


Salah satu dampak dari pemanasan global adalah mencairnya es abadi di kutub. Mencairnya es di kutub ini berakibat pada naiknya permukaan air laut. Muka laut yang menjadi lebih tinggi dapat menenggelamkan pulau-pulau kecil di Indonesia. Sealain itu pemanasan global pun memberi dampak pada kerusakan terumbu karang. Ini mengingat terumbu karang sangat rentan akan perubahan suhu di laut. Rusaknya terumbu karang pun memberikan dampak yang serius bagi pulau-pulau di Indonesia.


Terumbu karang mempunyai banyak manfaat, yang salah satunya sebagai pelindung pantai dari erosi dan abrasi. Terumbu karang membentengi pantai dan pulau dari gerusan gelombang dan arus laut. Sehingga jika terumbu karang rusak, salah satunya akibat pemanasan global, maka hilang lah pelindung pantai dan pengikisan pantai akan lebih cepat terjadi. Karena proses itu tidak tertutup kemungkinan pulau-pulau kecil akan jadi tenggelam dan habis terkikis gelombang dan arus laut.


Ancaman serius pemanasan global terhadap keberlangsungan pulau-pulau kecil ini telah menjadi perhatian serius berbagai pihak. Bahkan UNEP (United Nations Environment Programme; Badan Lingkungan Hidup Dunia) mengangkatnya menjadi tema Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2014. Tema tersebut adalah “Raise your voice, not the sea level” yang disesuaikan di Indonesia menjadi “Satukan Langkah, Lindungi Ekosistem Pesisir dari Dampak Perubahan Iklim”.



Lik/////

Progres Drainase Dusun Pela Dipantau Ketat oleh Ketua BPD Pesa dan Tim

Bima, Mediadinamikaglobal.id – Proyek pembangunan saluran drainase cor tutup di Dusun Pela, Desa Pesa, Kecamatan Wawo, Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB), terus menjadi perhatian utama Badan Permusyawaratan Desa (BPD). Senin (22/09/2025). 

Ketua BPD Pesa
Syahrul Fath

Ketua BPD Pesa, bersama timnya, melakukan pengawasan langsung terhadap progres pekerjaan fisik di lapangan pada hari ini. Pengawasan ini dilakukan untuk memastikan bahwa proyek berjalan sesuai rencana dan memenuhi standar kualitas yang telah ditetapkan. 

Ketua BPD Pesa, Syahrul Fath, menyatakan bahwa kegiatan ini dilaksanakan sebagai bentuk tanggung jawab dan transparansi penggunaan Anggaran Dana Desa (ADD) Tahun 2025. Pengawasan ini bertujuan memastikan kualitas pembangunan sesuai dengan perencanaan, spesifikasi teknis dan kebutuhan warga juga drainase yang baik sangat penting untuk mencegah banjir dan menjaga kesehatan lingkungan di Dusun Pela.

"Kami dari BPD memiliki tanggung jawab untuk mengawasi setiap pembangunan di desa ini. Drainase adalah infrastruktur vital, jadi kami pastikan pengerjaannya sesuai dengan spesifikasi dan memberikan manfaat maksimal bagi warga," ujar Ketua BPD Pesa di sela-sela peninjauan.

Tim BPD juga berinteraksi dengan para pekerja dan perangkat desa untuk mendapatkan informasi lebih detail mengenai kendala yang dihadapi selama proses pembangunan. Hal ini dilakukan agar setiap masalah dapat segera diatasi dan tidak menghambat penyelesaian proyek.

Proyek drainase cor tutup ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas hidup warga Dusun Pela dengan mengurangi risiko banjir saat musim hujan dan menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan sehat. BPD Pesa berkomitmen untuk terus mengawal setiap program pembangunan desa ini hingga selesai, berjalan sesuai petunjuk teknis dan tepat sasaran serta memberikan yang terbaik bagi masyarakat. (Mdg05)  

Yayasan Peduli Umat Mbojo Mulai Distribusikan Makanan Bergizi Gratis (MBG)


Kabupaten Bima. Media Dinamika Global.id. Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Yayasan Peduli Umat Mbojo mulai mendistribusikan Makanan Bergizi Gratis (MBG) pada ribuan penerima manfaat diwilayah Kecamatan Wawo, Senin (22/09/25).

Ketua Yayasan Peduli Umat Mbojo, H. Kasnun Ahmad menyampaikan, program perdana Makan Bergizi Gratis melalui Dapur SPPG telah dibagikan ke- 25 Sekolah dan 3 Posyandu di Kecamatan Wawo.

Sasarannya dibagikan ke- penerima manfaat sebanyak 2921 orang. Adapun penerima manfaat MBG yang berjumlah 2921 orang tersebut, terdiri dari siswa-siswi mulai TK, PAUD, SD, MI, SMP dan SMA sebanyak 2492 orang, Balita 197, Ibu Menyusui 197 dan Ibu Hamil hanya 35 orang. Kata H. Kasnun pada media Senin (22/09/25).

H. Kasnun menjelaskan, "Pola pendistribusian makan siang gratis tersebut langsung diantar pada tiap Sekolah. Sementara jatah MBG untuk ibu hamil, ibu menyusui dan para balita atas nama Posyandu diantar melalui Kantor Desa masing-masing. Dan selanjutnya, pihak Pemerintah Desa dan para Kader Posyandu yang membagikan makanan kepada seluruh penerima manfaat dimaksud,".

"Untuk kelancaran distribusi MBG pada tiap sekolah dan Kantor Desa ini, kami sudah menyiapkan dua unit mobil box bersama karyawan yang mengantar makanan,". Jelasnya

Dirinya menambahkan, menu yang disajikan khusus pada hari pertama ini sesuai dengan arahan tim ahli gizi dari Badan Gizi Nasional (BGN) yang memastikan makanan sudah aman dikonsumsi oleh para penerima manfaat.

"Alhamdulillah, mulai hari ini ribuan siswa, balita, ibu hamil dan menyusui di Kecamatan Wawo sudah diberikan Makan Bergizi Gratis melalui Dapur SPPG kami. Program ini sebagai komitmen Pemerintah untuk mencukupi gizi dan mencerdaskan anak bangsa," pungkasnya. 


Sementara itu ditempat terpisah, sejumlah Kepala Sekolah, guru-guru dan siswa yang dimintai komentarnya, mengaku sangat senang dan gembira dengan hadirnya program makan bergizi gratis (MBG) untuk pertama kali di sekolahnya. Oleh karena itu, mereka mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Pemerintah dan pihak SPPG Yayasan Peduli Umat Mbojo yang mulai memberikan makan siang gratis di sekolahnya masing-masing.

Anak-anak RA Perwanida Raba, "Terima kasih yang tulus kami sampaikan kepada bapak Presiden Prabowo dan juga bapak Aji Kasnun yang telah memberi makan anak-anak kami melalui program MBG ini," tandas sejumlah Kepsek dan guru di Kecamatan Wawo. (Tim)

BLT Dana Desa Rp900.000 Cair Lagi, Ini Cara Cek dan Syarat Penerima Terbaru


Opini, Media Dinamika Global.id.-- Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa kembali disalurkan hingga September 2025 dengan nominal sebesar Rp900.000 untuk setiap Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Program ini bertujuan membantu masyarakat kurang mampu di pedesaan agar dapat memenuhi kebutuhan dasar di tengah kondisi ekonomi yang menantang.

BLT Dana Desa adalah bantuan dari pemerintah yang bersumber dari dana desa, diberikan secara rutin kepada KPM sesuai ketentuan yang berlaku. Tujuan utamanya adalah menjaga daya beli masyarakat desa sekaligus menekan angka kemiskinan.

Penyaluran BLT dilakukan oleh perangkat desa atau melalui lokasi resmi yang ditunjuk. Jadwal pencairan bisa berbeda-beda tergantung wilayah, sehingga penting bagi penerima untuk mengikuti informasi dari pemerintah desa setempat

Syarat Penerima BLT Dana Desa:

Terdaftar dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) atau data resmi desa sebagai keluarga miskin.

Tidak menerima bantuan sosial lain yang serupa dalam jumlah besar.

Memiliki identitas resmi seperti KTP dan berdomisili di desa penerima.

Terdampak kondisi ekonomi, seperti kehilangan pekerjaan atau penurunan penghasilan.

Cara Mengecek Status Penerima:

KPM dapat mengunjungi kantor desa untuk memastikan nama terdaftar dalam daftar penerima. Pastikan membawa KTP atau identitas lain untuk proses verifikasi. Selain itu, perangkat desa dapat memberikan informasi terkait jadwal dan mekanisme pencairan.

BLT Dana Desa sebesar Rp900.000 ini menjadi bantuan signifikan bagi keluarga kurang mampu di pedesaan untuk menjaga kestabilan ekonomi rumah tangga. Penting bagi KPM untuk memantau informasi resmi agar proses pencairan berjalan lancar dan bantuan dapat dimanfaatkan secara optimal.(Sekjend MDG)

Personel Polres Tanggamus Diterjunkan Gabung Tim Ekspedisi Perbaikan Jembatan Gantung di Pematang Sawa


TANGGAMUS – Media Dinamika Global.id Tim ekspedisi kolaborasi Relawan Vertical Rescue Indonesia (VRI) bersama Pemerintah Kabupaten Tanggamus resmi diberangkatkan untuk melaksanakan perbaikan jembatan gantung di Pekon Tampang Muda, Kecamatan Pematang Sawa, Senin (22/9/2025). 

Jembatan tersebut merupakan akses vital masyarakat, termasuk jalur utama menuju SMPN 2 Pematang Sawa dan SMAN 1 Pematang Sawa.

Pelepasan tim dilakukan dari Dermaga TPI Kotaagung pada pukul 10.00 WIB, dilepas langsung oleh unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Tanggamus. 

Hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Bupati Tanggamus, Agus Suranto, Dandim 0424 Tanggamus, Letkol Inf Dwi Djunaidi Mulyono, S.E., M.IP., Kapolres Tanggamus, AKBP Rahmad Sujatmiko, S.I.K., M.H., Kajari Tanggamus yang diwakili Kasi Intel, Wakil Ketua II DPRD Tanggamus, Plt. Kadishub, Plt Kadis PU, Camat Kotaagung, Camat Pematang Sawa, serta sejumlah pejabat terkait.

Tim kolaborasi terdiri dari Relawan VRI, staf Gubernur Lampung, Pramuka, Tagana, BPBD Tanggamus, generasi muda, hingga HMI.

Mereka turut didukung aparat pekon, masyarakat setempat, serta personel Polres Tanggamus melalui Polsek Pematang Sawa. 

Kapolsek Pematang Sawa, Ipda Ahmad Rais, S.H., mengatakan tim berangkat menggunakan kapal kayu dari Pantai Kotaagung pukul 14.00 WIB dengan membawa material perbaikan berupa besi, 165 keping papan berukuran 160x25x4 cm, serta 11 keping papan panjang 400 cm. 

"Perjalanan laut tersebut diperkirakan memakan waktu sekitar empat jam sebelum tiba di Pekon Tampang Muda," kata Ipda Ahmad Rais mewakili Kapolres Tanggamus AKBP Rahmad Sujatmiko, S.I.K.

Kapolsek menjelaskan, perbaikan jembatan gantung direncanakan berlangsung selama lima hari, mulai Selasa 23 Agustus 2025 hingga Sabtu 27 Agustus 2025.

"Setelah rampung, tim dijadwalkan kembali ke Kota Agung untuk diterima langsung oleh Bupati Tanggamus pada Sabtu siang," jelasnya.

Ipda Ahmad Rais menegaskan, pihaknya menurunkan personel untuk mengawal sekaligus membantu kelancaran ekspedisi.

“Kehadiran personel Polsek Pematang Sawa bertujuan untuk bergabung bersama tim relawan dan memastikan kegiatan berjalan aman dan lancar," tegasnya. (Umar.MDG

Tekab 308 Polres Tulang Bawang Sikat Bandit Jalanan, Pelaku Curas Tak Berkutik Saat Dibekuk.


Tulang Bawang - Mediadinamikaglobal.id || Aksi cepat dan sigap Tim Khusus Anti Bandit (TEKAB 308) Satreskrim Polres Tulang Bawang membuahkan hasil gemilang Seorang pelaku pencurian dengan kekerasan (curas) yang sempat meresahkan masyarakat, akhirnya berhasil dibekuk tanpa perlawanan saat bersembunyi di sebuah kontrakan di wilayah Banjar Agung, Senin 22 September 2025.

Pelaku yang diketahui berinisial A (31), warga Ogan Ilir, Sumatera Selatan, ditangkap pada Minggu, (21/09/2025) sekitar pukul 12.30 WIB, setelah buron selama 11 hari pasca melakukan aksi kejahatan terhadap seorang wanita muda di wilayah Kecamatan Menggala Timur, Kabupaten Tulang Bawang.

“Penangkapan ini merupakan bentuk komitmen kami dalam memberantas aksi kriminalitas jalanan yang meresahkan masyarakat. Tidak ada ruang bagi pelaku kejahatan di wilayah hukum Polres Tulang Bawang,” tegas Kapolres Tulang Bawang, AKBP Yuliansyah, S.I.K., M.H.

Korban, Miftahul Jannah (21), warga Kelurahan Lesung Bhakti Jaya, menjadi sasaran kejahatan pada Rabu, 10 September 2025 sekitar pukul 21.00 WIB, saat hendak pulang usai bermain bulu tangkis. Saat melintasi Jalan Poros Kampung Lebuh Dalem, korban tiba-tiba dipepet oleh pelaku yang menggunakan sepeda motor jenis Honda Vario. Dengan brutal, pelaku merampas tas korban yang berisi HP Realme C35, ATM, dan dokumen pribadi. Meski sempat mempertahankan tasnya, korban kalah tenaga setelah tali tas putus dan pelaku langsung kabur ke arah berlawanan.

Berbekal laporan korban dan penyelidikan intensif, Tim Tekab 308 berhasil melacak keberadaan pelaku yang bersembunyi di sebuah kontrakan di Simpang 5, Banjar Agung. Saat digerebek, pelaku tak berkutik. Petugas pun mengamankan sejumlah barang bukti, termasuk: 1 Unit HP Realme C35 milik korban, 1 Unit sepeda motor Honda Beat hitam, 2 Buah Kartu ATM (Mandiri & BRI), 1 Lembar STNK milik korban.

“Kami mengingatkan kepada seluruh pelaku kejahatan, hukum tidak akan tidur. Sekecil apa pun jejak kejahatan, pasti akan kami kejar sampai dapat,” pungkas AKBP Yuliansyah dengan tegas.

Saat ini pelaku tengah menjalani pemeriksaan intensif di Polres Tulang Bawang dan dijerat dengan Pasal 365 KUHP tentang pencurian dengan kekerasan, dengan ancaman pidana penjara maksimal 9 tahun.

Keberhasilan ini merupakan bukti nyata keseriusan Polres Tulang Bawang dalam menciptakan rasa aman bagi seluruh warga. Masyarakat dihimbau untuk terus waspada dan segera melapor apabila menemukan tindak kriminalitas di sekitarnya. 

“Kepolisian tidak bisa bekerja sendiri, peran serta masyarakat sangat penting. Bersama kita bisa wujudkan Tulang Bawang yang aman dan kondusif,” tutup AKBP Yuliansyah. ( Fs/Red) 

Ketum GEPAK Lampung Bantah Terima Uang Damai, Klarifikasi Kronologi Penangkapan.


​Lampung - Mediadinamikaglobal.id || Ketua Umum Gerakan Pembangunan Anti Korupsi (GEPAK), Wahyudi, memberikan klarifikasi terkait kronologi penangkapan dirinya dan rekannya oleh pihak kepolisian. 

Wahyudi membantah berita yang beredar bahwa ia menerima uang damai dan berharap penjelasannya dapat meluruskan informasi yang terlanjur viral. 

Bertempat di ruangan Jatanras Polda Lampung, ​Wahyudi menjelaskan, pada Senin, 22 September 2025, bahwa pertemuan awal dengan pihak RSUDAM terjadi pada Jumat tanggal 19 September 2025, di Mall Boemi Kedaton (MBK), Bandarlampung sekitar pukul 18.00 WIB. 

Pertemuan tersebut atas permintaan Kepala Bagian Umum RSUDAM, Sabaria Hasan.
​"Tujuan pertemuan itu untuk membicarakan rencana aksi demonstrasi terkait kasus RSUDAM," ujar Wahyudi.

​Menurutnya, aksi demo yang seharusnya digelar pada Senin, 22 September 2025, sudah mereka batalkan setelah berkoordinasi dengan Polresta Bandarlampung. "Kami sudah sampaikan bahwa demo kami tunda, dan sudah lebih dulu selesai di Polresta Bandarlampung," tambahnya.

​Berikut Kronologi Saat Penangkapan, Wahyudi melanjutkan, pihak RSUDAM melalui Sabaria Hasan menawarkan sejumlah uang atau proyek sebagai "uang perdamaian" sebagai ungkapan terima kasih. 

Namun, Wahyudi menolak membicarakan hal tersebut.
​"Pada prinsipnya, saya hanya ingin bertemu langsung dengan Direktur Utama RSUD agar komunikasi berjalan dengan baik," tegasnya.

​Setelah pertemuan pertama, Sabaria Hasan kembali menelepon dan meminta pertemuan lanjutan. Wahyudi lalu mengutus rekannya, Fadly, untuk mewakili. 

Dalam pertemuan tersebut, pihak RSUDAM kembali menawarkan "ikatan hubungan" berupa uang atau proyek, yang kemudian disetujui oleh Fadly.

​Pada hari Sabtu, 20 September 2025, Wahyudi dan Fadly kembali bertemu dengan Sabaria Hasan dan seorang pria bernama Yuda. Wahyudi menyatakan bahwa dalam pertemuan tersebut, mereka tidak membicarakan uang atau proyek, melainkan hanya obrolan biasa.

​Setelah pertemuan, saat Wahyudi dan Fadly berjalan menuju mobil mereka, Yuda mengikuti dan meletakkan sebuah kantong plastik hitam di dalam mobil, Penangkapan terjadi tidak lama setelah itu.

​"Sampai di daerah Sukabumi, saat kami berhenti, tim dari Polda Lampung langsung membawa saya dan rekan," jelas Wahyudi.

​Wahyudi membantah keras pemberitaan yang menyudutkannya sebagai pemeras Kadis BPBD Provinsi Lampung. Ia mengimbau para jurnalis untuk lebih teliti dalam memberitakan suatu peristiwa dan mengkonfirmasi langsung kepada narasumber, sesuai dengan Kode Etik Jurnalistik.

Wahyudi meminta untuk pihak kepolisian juga memeriksa pelapor, dan semua pihak yang terlibat termasuk yang memberikan uang jebakan, karena ada indikasi dirinya di incar sebagai atensi. (Fs/Red) 

Konfercab PGRI Wawo Ke XXIII : Petahana Kembali Jabat Ketua PC Secara Aklamasi

BIMA,Mediadinamikaglobal.id – Konferensi Cabang (Konfercab) Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kecamatan Wawo ke-XXIII yang digelar pada Sabtu, 20 September 2025 di halaman SMP N 1 Wawo telah menghasilkan keputusan penting. Ismail, S. Pd kembali terpilih sebagai Ketua Pengurus Cabang (PC) PGRI Kecamatan Wawo secara aklamasi untuk masa bakti 2025-2030.

Acara yang dihadiri oleh Ketua PGRI Kabupaten Bima Ico Rahmawati,M.Pd bersama pengurus, Camat Wawo Syarifudin Bahsyar,S.Sos, Kapolsek Wawo Iptu Ikhsan, SH,  Danramil 1608-06/Wawo diwakili Babinsa Desa Pesa Kopka Budiman, Korwil Dikbudpora Kecamatan Wawo selaku Ketua PC PGRI Kec. Wawo Ismail, S. Pd, Ketua Panitia Pelaksana Sumardin, S. Pd.,M.Si dan anggota PGRI Kecamatan Wawo, serta tokoh pendidikan setempat ini. 

Agenda ini sebagai ajang evaluasi dan perumusan program kerja PGRI Kecamatan Wawo ke depan. Proses pemilihan ketua PC PGRI menjadi salah satu agenda utama dalam konfercab ini.

Dalam suasana yang penuh kekeluargaan dan semangat musyawarah, seluruh peserta konfercab sepakat untuk kembali memberikan kepercayaan kepada Ismail, S. Pd, untuk memimpin PC PGRI Kecamatan Wawo. Keputusan ini diambil secara aklamasi, tanpa adanya kandidat lain yang diajukan. 

"Kami melihat kepemimpinan Bapak Ismail, S. Pd selama ini telah membawa banyak kemajuan bagi PGRI Kecamatan Wawo. Oleh karena itu, kami sepakat untuk kembali memberikan kepercayaan kepadanya," ujar salah satu peserta konfercab yang memberikan dukungan kepadanya. 

Camat Wawo, Syarifudin Bahsyar, S. Sos, memberikan tanggapan positif terkait Konferensi Cabang (Konfercab) Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kecamatan Wawo ke-XXIII yang telah sukses digelar  juga menyampaikan apresiasinya atas kelancaran acara serta terpilihnya kembali Ismail, S. Pd sebagai Ketua Pengurus Cabang (PC) PGRI Kecamatan Wawo secara aklamasi.

"Saya sangat mengapresiasi pelaksanaan Konfercab PGRI Wawo ke-XXIII yang berjalan dengan lancar dan sukses. Terpilihnya kembali beliau secara aklamasi menunjukkan bahwa beliau masih sangat dipercaya dan dihormati oleh seluruh anggota PGRI di Kecamatan Wawo," Ungkapnya. 

Camat Wawo juga menyoroti pentingnya peran PGRI dalam memajukan dunia pendidikan di Kecamatan Wawo. Ia berharap, di bawah kepemimpinannya  PGRI Kecamatan Wawo dapat terus bersinergi dengan pemerintah kecamatan dalam meningkatkan kualitas pendidikan serta kesejahteraan para guru.

"PGRI adalah mitra strategis pemerintah kecamatan dalam memajukan pendidikan. Saya berharap, PGRI Kecamatan Wawo dapat terus memberikan kontribusi positif, serta bersinergi dengan kami dalam mewujudkan pendidikan yang berkualitas dan merata di Kecamatan Wawo," lanjutnya

Selain itu, Camat Wawo juga menyampaikan harapannya agar PGRI Kecamatan Wawo dapat terus menjadi wadah bagi para guru untuk saling berbagi pengalaman, meningkatkan kompetensi, serta memperjuangkan hak-hak mereka.

"Saya berharap PGRI Kecamatan Wawo dapat terus menjadi rumah bagi para guru, tempat mereka dapat saling mendukung, belajar, dan berkembang. Pemerintah kecamatan siap mendukung PGRI dalam menjalankan program-programnya," pungkas

Ketua PC PGRI Kecamatan Wawo terpilih secara aklamasi, Ismail, S. Pd, juga menyampaikan terima kasih atas kepercayaan yang telah diberikan kepadanya. Ia berkomitmen untuk terus meningkatkan kinerja PGRI Kecamatan Wawo, serta memperjuangkan kepentingan para guru di wilayah tersebut.

"Saya sangat berterima kasih atas kepercayaan yang telah diberikan kepada saya. Amanah ini akan saya emban dengan sebaik-baiknya, demi kemajuan PGRI dan peningkatan kualitas pendidikan di Kecamatan Wawo," kata Ismail, S. Pd. 

Dengan terpilihnya kembali Ismail, S. Pd sebagai Ketua PC PGRI Kecamatan Wawo, diharapkan PGRI Kecamatan Wawo dapat terus berkontribusi dalam memajukan dunia pendidikan, serta meningkatkan kesejahteraan para guru di wilayah tersebut.

Sementara Ketua Panitia, Sumardin, S. Pd., M. Si, mengungkapkan rasa syukur dan apresiasinya atas kelancaran Konfercab serta terpilihnya kembali Bapak Ismail, S. Pd sebagai Ketua Pengurus Cabang (PC) PGRI Kecamatan Wawo secara aklamasi.

"Alhamdulillah, Konfercab PGRI Wawo ke-XXIII berjalan dengan sukses dan lancar. Kami sangat bersyukur atas partisipasi aktif dari seluruh anggota PGRI Kecamatan Wawo, serta dukungan dari berbagai pihak sehingga acara ini dapat terlaksana dengan baik," tutur Sumardin, S.Pd., M.Si. 

Menambahkan, Konfercab merupakan agenda nasional yang harus dilaksanakan setiap tahun untuk mempertanggungjawabkan kegiatan pengurus PC PGRI Kecamatan kepada anggota dan PD II PGRI Kab, bagaimana organisasi PGRI bisa  memperdayakan anggota untuk meningkatkan profesionalisme dalam mencerdaskan kehidupan bangsa agar misi nasional menuju Indonesia emas Tahun 2045 bisa terwujud, 

"Harapan kami kepada PGRI kecamatan Wawo kedepan, terus mengabdi untuk ikut andil dan kegiatan kemasyarakatan dan membantu program pemerintah Kecamatan Wawo,  bersinergi memberikan dedikasi untuk kemajuan pendidikan melahirkan generasi yang berkarakter, beradab, berpengetahuan dan trampil menghadapi masa depannya,menciptakan kembali Wawo yang aman, bebas dari bully , tawuran dan kenakalan lain yang bisa merugikan diri sendiri dan orang lain serta memberi contoh dan teladan kepada siswa dan masyarakat dalam segala bidang pembangunan juga tidak terlibat dalam hal2 lain yang merugikan masyarakat serta bijak dalam menggunakan medsos,"tutupnya saat dikonfirmasi oleh media ini via WhatsApp,Senin (22/09/2025). (Mdg05)