Bima, Media Dinamika Global.id.--Beredar sebuah video di media sosial yang menampilkan Wakil Bupati Bima Irfan Zubaidy saat berdialog dengan beberapa pihak di lapangan. Dalam video tersebut, terdengar pernyataan Wakil Bupati yang mengatakan:
“Saya bukan Bupati Bima, saya Wakil Bupati Bima. Silakan langsung sampaikan saja ke Bupati Bima.”
Pernyataan tersebut kemudian menjadi perhatian publik dan memunculkan berbagai tafsiran. Namun, jika dilihat dari konteks kejadian, ucapan tersebut disampaikan bukan tanpa alasan.
Diketahui, saat itu terdapat pihak dari lembaga BKPPBBP yang mengajukan sebuah surat kepada Wakil Bupati Bima dr. Irfan Zubaidy. Surat tersebut diduga merupakan dokumen penting yang berkaitan dengan kebijakan atau keputusan strategis di tingkat pemerintah daerah.
Menanggapi hal tersebut, Wakil Bupati Bima menyampaikan bahwa dirinya bukan pengambil keputusan utama dalam hal tersebut. Oleh karena itu, ia mengarahkan agar surat tersebut disampaikan langsung kepada Bupati Bima Ady Mahyudi sebagai pimpinan tertinggi di daerah.
Sikap tersebut dapat dipahami sebagai bentuk kehati-hatian dalam tata kelola pemerintahan, di mana dokumen penting memang seharusnya diketahui dan ditindaklanjuti langsung oleh Bupati Ady Mahyudi.
Denga demikian, pernyataan Wakil Bupati Bima tersebut bukan bentuk penolakan, melainkan penegasan mengenai kewenangan dan prosedur yang berlaku dalam pemerintahan daerah.
Namun, yang disayangkan, beberapa pihak menilai ucapan yang dilontarkan oleh Wakil Bupati Bima tersebut terkesan temperamen dan tidak mencerminkan sikap seorang pemimpin. Terlebih, beliau adalah Wakil Bupati Bima; walaupun bukan kewenangan beliau perihal surat tersebut, setidaknya sampaikan dengan bahasa yang bermartabat, sesuai visi-misi mereka.(Sekjend MDG)
