Media Dinamika Global

Jumat, 05 September 2025

Pemain voli putra putri Manggena'e Desa Doridungga Menampilkan Latihan



Donggo NTB, Media Dinamika Global.id.— Tim bola voli putra 6 orang dan putri 6 orang tampil memukau dalam kegiatan belajar melatih ekstrakurikuler untuk olahraga sore yang digelar di lapangan mangana'e Desa doridungga pada Jumat sore 5 September 2025. Mereka membuka penampilan dengan penuh percaya diri, sambil membawa deretan kejuaraan yang pernah diraih sebagai simbol prestasi dan semangat juang.

Tampil mengenakan kebanggaan masing-masing, para pemain menunjukkan penghargaan yang telah mereka menangkan, baik di tingkat kabupaten, nasional maupun ajang persahabatan antar teman kampungnya untuk sama sama berlatih pemain voli. Hal ini menjadi bukti nyata bahwa tim voli tidak hanya aktif berlatih, tapi juga berprestasi.

Tak hanya memamerkan tapi inisiatif untuk berlatih, beberapa anggota tim juga melakukan demonstrasi teknik dasar permainan, seperti passing bawah dan passing atas, yang disambut antusias oleh para penonton. Aksi mereka memperlihatkan kekompakan, ketangkasan, serta semangat kerja sama tim yang kuat.

“Senang bisa tampil dan membagikan semangat olahraga ke adik-adik. Semoga banyak yang tertarik masuk voli dan makin banyak prestasi yang bisa kita raih bersama,” ungkap fadil, salah satu pemain voli putra yang turut tampil hari itu.

Melalui ini, ekskul bola voli mengajak para penonton baru untuk mengembangkan minat dan bakat di bidang olahraga, sekaligus membangun semangat sportivitas dan solidaritas di lingkungan manggena'e desa doridungga kecamatan Donggo.(Sekjend MDG)

Bejat, Seorang Paman di Dompu Cabuli Ponaannya Berkali-kali


Dompu, Media Dinamika Global.Id ||  Kasus dugaan pencabulan anak di bawah umur menghebohkan warga Kecamatan Hu’u, Kabupaten Dompu, pada Rabu (3/9/2025) siang. 

Seorang pria berinisial HA (49) diduga berulang kali mencabuli anak asuhnya sendiri (korban). Terduga pelaku merupakan ayah angkat sekaligus paman korban telah ringkus polisi.

Peristiwa ini memicu kemarahan warga hingga rumah permanen milik terduga pelaku hancur dirusak massa.

Korban, (14 tahun), sebutkan saja Bunga, nama samarannya, merupakan seorang pelajar, mengaku melalui pesan WhatsApp kepada bibinya bahwa dirinya telah berulang kali menjadi korban pencabulan, terakhir pada Senin (1/9/2025). Ketika rumah dalam keadaan sepi. Informasi tersebut kemudian disampaikan keluarga kepada warga sehingga emosi massa tak terbendung.

Kapolsek Hu’u, IPDA Samsul Rizal, melalui Kasi Humas Polres Dompu IPTU Nyoman Suardika, menjelaskan langkah cepat yang diambil kepolisian begitu menerima laporan. “Sekitar pukul 14.00 Wita, Kapolsek bersama anggota turun ke lokasi untuk mengamankan tempat kejadian dan menghimbau warga agar tidak melakukan aksi main hakim sendiri,” jelas IPTU Nyoman.

Tidak lama kemudian, sekitar pukul 14.30 Wita, terduga pelaku berhasil diamankan saat berada di kebun tembakau miliknya. Ia langsung dibawa ke Mapolres Dompu untuk diproses sesuai hukum. Meski begitu, massa yang semakin banyak berdatangan melampiaskan amarah dengan merobohkan tembok, memecahkan kaca, dan merusak perabot rumah pelaku hingga rusak berat.

“Kapolsek Hu’u bersama Kepala Desa terus melakukan pendekatan persuasif agar warga menahan diri. Situasi berhasil dikendalikan dan kini Desa Adu sudah kondusif,” tambah IPTU Nyoman.

Korban saat ini tengah didampingi keluarga dan telah membuat laporan resmi di Unit PPA Satreskrim Polres Dompu. Kepolisian menegaskan kasus ini akan ditangani secara profesional sesuai prosedur hukum, serta mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan tindakan main hakim sendiri. (Surya Ghempar).

Kamis, 04 September 2025

Dari Warisan ke Ekonomi: Sinergi Teknologi, Pengelolaan Limbah, dan Manajemen untuk Pengembangan Tenun Bima


Bima NTB. Media Dinamika Global.Id.- Setelah sukses menyelenggarakan serangkaian Team Universitas Nggusuwaru terus melakukan kegiatan pemberdayaan masyarakat pada tahun 2024, Tim Pemberdayaan Wilayah kembali melanjutkan komitmennya untuk mengembangkan pariwisata dan ekonomi kreatif berbasis tenun Bima di Kelurahan Ntobo, Kota Bima. 

Pada tahun kedua ini, program yang mengusung judul “Pengembangan Tenun Bima Dalam Upaya Peningkatan Ekonomi Kreatif Untuk Mendukung Pariwisata Kota Bima” difokuskan pada pendalaman aspek teknologi, manajemen, dan keberlanjutan lingkungan.

Kegiatan tahun 2025 ini secara resmi dibuka melalui Sosialisasi Pelaksanaan Kelanjutan Program, yang bertujuan untuk menyamakan persepsi dan membangun sinergi yang lebih kuat dengan seluruh pemangku kepentingan, termasuk para perajin tenun, pelaku UMKM, tokoh masyarakat, serta mitra strategis dari pemerintah daerah.

Salah satu terobosan baru tahun ini adalah penyelenggaraan Seminar Pemanfaatan Teknologi Nano pada Kain Tenun Bima. Seminar ini menghadirkan para ahli untuk memperkenalkan inovasi teknologi nano yang dapat meningkatkan kualitas, ketahanan, dan nilai jual kain tenun, sekaligus membuka peluang baru bagi produk tenun Bima di pasar yang lebih modern dan kompetitif.

Memperhatikan pentingnya kelestarian lingkungan, program ini juga menyelenggarakan Penyuluhan Pengolahan Limbah Rumah Tangga. Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka mendukung kebersihan lingkungan yang menjadi daya tarik wisata dan dilakukan dalam sinergi dengan DLH (Dinas Lingkungan Hidup) Kota Bima.

Untuk memperkuat kapasitas usaha, dua pelatihan utama diberikan kepada para pelaku usaha: Pelatihan Manajemen Operasional UMKM Tenun dan Pelatihan Analisis Keuangan Usaha Tenun. 

Pelatihan ini dirancang untuk meningkatkan efisiensi produksi, pengelolaan usaha yang profesional, serta pemahaman dalam mengelola keuangan usaha agar lebih sehat dan berkelanjutan, yang didukung penuh oleh Koperindag (Dinas Koperasi, Industri, dan Perdagangan) Kota Bima sebagai mitra strategis.

“Melalui kesempatan ini Wahyuni selaku Ketua Tim Universitas Nggusuwaru Bima Pelaksana menyampaikan terimakasih kepada DPPM Kemdiktisaintek, karena berkat dukungan kesempatan dan pendanaan pada tahun 2025 kegiatan ini dapat terus berlanjut. Kolaborasi yang erat dengan Koperindag dan DLH Kota Bima menjadi kunci utama dalam menjalankan program yang lebih komprehensif dan berdampak luas bagi masyarakat,” ujar Wahyuni.

Dengan rangkaian kegiatan yang lebih terpadu dan inovatif ini, diharapkan dapat tercipta ekosistem ekonomi kreatif yang tangguh di Kota Bima. Pengembangan tenun Bima tidak hanya sekadar melestarikan warisan budaya, tetapi juga menjadi penggerak ekonomi utama yang berkelanjutan serta memperkuat posisi Kota Bima sebagai destinasi pariwisata budaya unggulan di Indonesia.

Jum'at Menyapa, Sat Lantas Polres Bima Sambangi Ponpes Al-Maliki, Bagikan Al-Qur'an dan Alat Tulis


Kabupaten Bima, Media Dinamika Global.Id || Satuan Lalulintas (Satlantas) Polres Bima Polda NTB Sambangi Pondok Pesantren Al-Maliki dalam rangka Program "Jum,at  Menyapa". Satlantas Polres Bima 

Kegiatan yang dipimpin langsung oleh Kasatnya Iptu Putu Agus Mas Purnomo SH itu juga dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad S.A.W.1447 H tahun 2025 M. Kamis 4 September 2025 pagi tadi.

Peringatan Maulid Nabi Muhammad S.A.W. tahun ini Polri mengangkat tema Dengan Meneladani Akhlak Rasullulah S.A.W., Kita  Wujudkan Polri Presisi Guna Mendukung Asta Cita".

Kunjungan ini bertujuan untuk melakukan sosialisasi tertib berlalu lintas, program sosial, atau menjalin kemitraan dan sinergitas dengan masyarakat di lingkungan pondok pesantren. Hal itu diungkapkan oleh Kapolres Bima AKBP Eko Sutomo S.I.K.,M.I.K., melalui Kasatlantas Iptu Putu Agus Mas Purnomo SH.

Lanjutnya, kehadiran personel Satlantas itu disambut langsung oleh pengasuh Pondok Pesantren Al-Maliki serta para santri dan santriwati.

Kegiatan peringatan Maulid Nabi Muhammad S.A.W itu berlangsung khidmat dengan diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur'an serta dilanjutkan dengan ceramah agama.

Dalam kesempatan itu juga, Kasat lantas menyalurkan Al-Qur'an dan alat tulis bagi santri dan santriwati Ponpes Al-Maliki.

Seluruh rangkaian kegiatan berjalan dengan lancar dan penuh keakraban antara Polri dan para Santri dan Santriwati Ponpes Al-Maliki. (Surya Ghempar).

DPRD NTB H. Yasin Bantah Keterlibatan dalam Penggelapan Iuran Fraksi Gerinda

DPRD Provinsi NTB Fraksi Gerindra, H. Yasin, S. Pdi.,M.M.Inov

BIMA,Mediadinamikaglobal.id - Anggota DPRD Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) dari Fraksi Gerindra, H. Yasin, S.Pdi., M.M.Inov, dengan tegas membantah tuduhan yang menyebut dirinya terlibat dalam penggelapan iuran partai. Bantahan ini disampaikan menyusul adanya isu yang beredar di media sosial terkait dugaan penyalahgunaan dana iuran anggota.

"Saya sangat terkejut dan merasa difitnah dengan adanya tuduhan ini. Saya tidak pernah melakukan penggelapan iuran partai, dan saya siap memberikan klarifikasi serta membuktikan bahwa tuduhan ini tidak benar," ujar H. Yasin kepada awak media ini, Kamis (4/9/2025).

H. Yasin menjelaskan bahwa selama ini dirinya selalu menjalankan tugas dan amanah yang diberikan partai dengan penuh tanggung jawab dan integritas. Ia juga menegaskan bahwa semua pengelolaan keuangan yang berkaitan dengan dirinya selalu dilakukan secara transparan dan akuntabel serta ditanganin langsung oleh bendahara Fraksi. 

"Saya yakin kebenaran akan terungkap, dan nama baik saya akan dipulihkan. Saya pertegas sekali lagi bahwa saya tidak merasa melakukan hal tersebut seperti yang dituduhkan dan untuk lebih jelasnya, bisa langsung pertanyakan kepada saat itu yang dijabat oleh saudara Ruslan sebagai bendahara Fraksi periode 2014-2019. Dan saya sudah datang di Polres Bima Kota untuk beri keterangan itu," tambahnya.

Sementara itu, ditempat yang berbeda, saat dikonfirmasi oleh awak media via whatsapp, Ruslan, S. Pd yang saat itu menjabat sebagai bendahara Fraksi Gerindra Periode 2014-2019, menerangkan bahwa terkait issu yang beredar di media sosial (Facebook) terkait tuduhan penggelapan iuran partai terhadap H. Yasin selaku DPRD Provinsi NTB semua itu tidak benar dan fitnah. 

"Iuran fraksi itu terhitung sejak pada bulan oktober-Desember Tahun 2014 saya yang terima sendiri selaku bendahara fraksi. Dan pada bulan Januari dan seterusnya iuran tersebut diterima duluan oleh Ketua Fraksi dan diserahkan kepada bendahara fraksi dengan tanda serah terima oleh saya dan H. Yasin melalui kwitansi, saya bersaksi bahwa issu tersebut tidak benar dan hanya fitnah, yang ingin menjatuhkan H. Yasin," ucapnya. 

Ia menambahkan, permasalahan ini sudah lama sekali bahkan dulu sudah sempat dilaporkan. Entah kenapa masalah ini muncul kembali terungkap, diduga hal ini sengaja dimainkan oleh oknum untuk menjatuhkan dan menjelekan citra baik H. Yasin yang jelas tidak terlibat dalam penggelapan iuran fraksi. 

"Saya paham betul terkait iuran Fraksi itu, karena saat itu saya sebagai bendahara Fraksi periode 2014-2019. Tidak mungkin H. Yasin seperti yang dituduhkan menggelapkan iuran feaksi, karena beliau orang yang sangat integritas dan orang yang begitu patuh juga paham betul pada aturan partai. Ini masalah sudah terjadi sejak 6 tahun yang lalu, bahkan tanda bukti dan penerimaan iuran Fraksi masih ada dan saya sudah menyerahkan anggaran tersebut langsung kepada pimpinan partai saat itu, "jelasnya. (MDG 05).

Indonesia: Di Persimpangan Jalan Demokrasi


Mediadinamikaglobal.com|Indonesia sedang berada dalam masa yang penuh gejolak. Ketika para elit politik—baik di pusat maupun daerah—lebih sibuk mengurus kepentingan kelompoknya daripada mendengarkan suara rakyat, maka demokrasi kehilangan maknanya. Rakyat yang seharusnya menjadi pusat dari setiap kebijakan, justru dikorbankan. Mereka dihadapkan pada tekanan ekonomi, ketidakpastian hukum, dan bahkan intimidasi dari aparat yang seharusnya melindungi, bukan menakut-nakuti.


Gelombang demonstrasi yang terjadi sejak Agustus 2025, dipicu oleh kebijakan tunjangan DPR yang dianggap tidak masuk akal, telah menelan korban jiwa⁽¹⁾. Mahasiswa, aktivis, dan masyarakat sipil bersatu menyuarakan 17+8 Tuntutan Rakyat, namun respons dari pemerintah dan parlemen masih jauh dari harapan⁽¹⁾. Bahkan, ruang demokrasi terasa semakin menyempit, dengan kritik yang dibalas propaganda dan represi⁽¹⁾⁽²⁾.


Pertanyaannya: sampai kapan Indonesia akan begini?


Tanda-tanda perlawanan sudah muncul.

Generasi muda, terutama Gen Z, mulai menunjukkan sikap kritis terhadap kekuasaan dan aktif menyuarakan aspirasi melalui media sosial⁽³⁾. Mahasiswa dari berbagai kampus menggelar aksi damai, doa bersama, dan pembacaan maklumat sebagai bentuk keprihatinan


Namun, perubahan tidak akan datang hanya dari satu arah. Diperlukan keberanian kolektif untuk menuntut akuntabilitas, transparansi, dan keadilan. Pemerintah harus berhenti melihat kritik sebagai ancaman, dan mulai melihatnya sebagai cermin untuk berbenah


Indonesia tidak akan berubah jika rakyatnya berhenti berharap dan berhenti bersuara.* Demokrasi bukan hanya soal pemilu, tapi soal partisipasi aktif setiap hari. Jika suara rakyat terus dibungkam, maka yang tersisa hanyalah kekuasaan tanpa legitimasi.


Lik/////

*SPPD Ketua DPRD Deli Serdang 1,1 M, Mobil Dinas 4 M ( AMPK ) Gruduk Kantor DPRD Ketua Zakky Menghilang*


*Teks Foto: Massa AMPK lakukan unjukrasa ke Kantor DPRD Deliserdang dan meminta Kejari Delisedang memeriksa uang perjalanan dinas pimpinan dewan, Kamis (4/9/25).*

Deliserdang. Media Dinamika Global.id. Ratusan masyarakat yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Peduli Keadilan (AMPK) melakukan unjuk rasa ke Kantor DPRD Deliserdang Ketua DPRD Zakky Sharry Menghilang tak ada kabar, Kamis (4/9/25) sekira pukul 09.30 Wib 

unjuk rasa tersebut mendapat pengawalan ketat dari Polresta Deli Serdang dan pihak Satpol PP ,dengan membawa dua mobil pick-up dan soundsistim serta sejumlah angkutan umum (angkot) mereka meminta anggaran ketua DPRD Kabupaten Deli Serdang dan anggota DPRD Deliserdang mengembalikan uang perjalanan dinas mulai dari bulan Januari sampai Agustus 2025 sebesar Rp 10, 2 miliar.

Muhari (43) salah seorang pengunjukrasa dalam orasinya mengatakan, kedatangan mereka karena panggilan jiwa. Sebab, DPR-RI dan DPRD Deliserdang tidak berpihak kepada rakyat.

"Apalagi Ketua DPRD dan pimpinan dewan lainnya telah mecederai hati rakyat. Buktinya, uang perjalanan dinas dewan cukup pantastis. Bahkan, uang perjalanan dinas Ketua DPRD Deliserdang, Zakky Sahri sebesar Rp 1,1 miliar. Ini harua kita lawan," teriak Muhari yang disambut " Betul, harus kita lawan,"sambut massa.

Muhari juga menyoroti anggota DPR-RI sebesar Rp 3 juta perhari, belum lagi uang sewa rumah dan tunjangan lainnya. Sementara gaji buruh sangat kecil dan masih banyak rakyat Indonesia dibawah garis kemiskinan, serta tak punya rumah.

 Untuk itu, ia meminta Kejaksaan Negeri Deliserdang agar mengusut anggaran perjalanan dinas DPRD Deliserdang. Termasuk laporan harta kekayaan pejabat negara (LHKPN).

Begitu juga yang disampaikan Fatimah Sinaga dalam orasinya juga menyoroti besarnya anggaran untuk anggota dewan Deliserdang 

Sementara Ketua Umum AMPK, Rahman JP. Hutabarat menyoroti anggota DPRD yang sudah berkelompok-kelompok. Sehingga banyak program dewan dan Pemkab Deliserdang yang terkendala.

"Kalian itu wakil rakyat dari sejumlah partai, tapi kenapa justru tidak berpihak kepada rakyat. Bahkan, ketua DPRD sulit menyatu dengan anggota. Ini akan berdampak buruk bagi Kabupaten Deliserdang," tegas Hutabarat.

Hutabarat juga menyoroti mobil dinas Ford ketua DPRD Deliserdang yang termewah untuk DPRD se-Sumatera Utara, karenanya mencapai Rp 4 miliar.

Harusnya, tambah Hutabarat, dana perjalanan dinas pimpinan dan anggota dewan Deliserdang sebesar Rp10, sangat bermanfaat jika diberikan kepada rakyat Deliserdang. Sebab, masih ada jalan didaerah STM Hulu maupun daerah lainnya yang teraspal.

"Untuk itu, kami meminta uang perjalanan dinas anggota DPRD kembalikan kepada rakyat," pintanya.

Hutabarat menambahkan, BPJS Kesehatan penerima bantuan iuran (PBI) bagi warga miskin menjadi skala prioritas, tapi pimpinan dewan mengabaikan. Sehingga, Pemkab Deliserdang sempat mengurangi penerima BPJS PBI.

"Ini bukan keresahan kami, tapi keresahan masyrakat Deliserdang," ungakapnya, seraya menyebutkan pendidikan gratis bagi warga miskin juga harus menjadi prioritas.

Sekitar 30 menit melakukan aksi, anggota dewan yang terdiri dari M.Dhanil Ginting, H.Purwa Ningrum, Adami Sulaiman, Merry Alfrida Sitepu, Gendro Judo Buwono, Misdianto dan Sekretaris Dewan (Sekwan) Iwan Salewa menemui pengunjukrasa.

Tapi saat Dhanil Ginting ingin menyahuti aspirasi massa, Rahman JP Hutabarat sempat bersitegang dengan Dhanil Ginting. Pasalnya, maasa meminta Ketua DPRD Zakky Shari turut menemui pengunjukrasa.

"Masa kalian anggota dewan kalah dengan satu orang. Kami ini rakyat, masa ketua dewan tidak mau menemui kami. Padahal, surat aksi hari ini sudah kami sampaikan beberapa hari lalu. Maka kami minta, jika ketua dewan tidak hadir, minimal satu orang pimpinan dewan bisa hadir disini," papar Hutabarat.

"Ada empat pimpinan dewan, masa satu orang pimpinan pun tak ada yang menemui kami. Mana ketua dewan dan pimpinan lainnya. Kami ini rakyat, bukan bandit," ujar Hutabarat dengan nada keras.

Setelah melakukan negoisasi, akhirnya 10 perwakilan massa diterima diruang rapat anggota DPRD Deliserdang.

10 perwakilan massa juga diterima H.Purwa Ningrum, Adami Sulaiman, Dhanil Ginting, Merry Alfrida Sitepu, Gendro Judo Buwono, Misdianto dan Sekwan Iwan Salewa.

Namun, karena tak satupun pimpinan dewan yang hadir, Rahman JP Hitabarat dan anggotanya meninggalkan ruang rapat. Sebab, dalam pertemuan itu tak satupun pimpinan dewan yang hadir.

"Gak perlu pertemuan ini kita lanjutkan karena tak satupun pimpinan dewan yang hadir. Kami tau, meski aspirasi kami sampaikan, anggota dewan jawabannya akan menyampaikan kepada pimpinan. Artinya anggota dewan tidak bisa mengambil keputusan. Maka bagus kami keluar," teriak Hutabarat sembari meninggalkan ruangan yang diikuti anggotanya.

Terpisah, M. Dhanil Ginting, H Purwa Ningrum dan Merry Sitepu, Gendro Judo Buono, kepada awak media mengatakan, sebagai wakil rakyat mereka sudah menerima aspirasi massa. Mereka juga tidak bisa menjawab kenapa pimpinan dewan tidak hadir. *(Tim)*

*Tani Merdeka Indonesia Deli Serdang Ubah Lahan Kosong Jadi Lumbung Pangan Produktif*


Deli Serdang. Media Dinamika Global.id. Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Deli Serdang, di bawah kepemimpinan H. Khoirun Rijal, menunjukkan komitmen nyata dalam mendukung ketahanan pangan lokal melalui pemanfaatan lahan kosong menjadi areal produktif.

Pernyataan ini di sampaikan pak Khoirun saat melakukan panen raya bersama pengurus Tani merdeka Indonesia Deli Serdang di Jl . Arteri Bandara Kualanamu, Desa Sena , Kabupaten Deli Serdang , Rabu 02/09/2025 

Inisiatif ini diwujudkan melalui program Demplot Tani Merdeka Indonesia yang berfokus pada optimalisasi lahan tidur untuk pertanian.

H. Khoirun Rijal menyatakan, "Kami sangat antusias dengan program ini. Lahan yang sebelumnya tidak produktif, kini bisa menghasilkan berbagai macam tanaman yang bermanfaat bagi masyarakat. Ini adalah langkah konkret Tani Merdeka Indonesia Deli Serdang dalam mendukung program pemerintah untuk ketahanan pangan, " ujarnya .

Demplot Tani Merdeka Indonesia ini tidak hanya berfokus pada peningkatan produksi pertanian, tetapi juga pada penerapan teknologi pertanian modern dan berkelanjutan. Para petani diberikan pelatihan dan pendampingan intensif untuk meningkatkan kualitas hasil panen.

"Kami berharap, keberhasilan Demplot Tani Merdeka ini dapat menjadi inspirasi bagi masyarakat luas, khususnya para petani di Deli Serdang, untuk lebih aktif memanfaatkan lahan yang ada di sekitar mereka. Dengan begitu, kita bisa bersama-sama mewujudkan kemandirian pangan di daerah kita," tambah Sekretaris Tani merdeka Indonesia Deli Serdang Junafiah , SP .

Tanggapan Positif dari Berbagai Pihak

Inisiatif Tani Merdeka Deli Serdang ini mendapat sambutan positif dari berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah, tokoh masyarakat, dan akademisi. Mereka mengapresiasi langkah konkret Tani Merdeka dalam mendukung ketahanan pangan dan meningkatkan kesejahteraan petani.

Sebagai tokoh masyarakat Deli Serdang Bapak Herman Sagita sapaan akrabnya pak CW mengatakan, "Kami sangat mendukung program Tani Merdeka ini. Ini adalah contoh nyata bagaimana masyarakat sipil dapat berperan aktif dalam pembangunan daerah. Kami berharap, program ini dapat terus berkembang dan memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat Deli Serdang."

Dengan adanya program Demplot Tani Merdeka ini, diharapkan Kabupaten Deli Serdang dapat menjadi contoh bagi daerah lain dalam upaya mewujudkan ketahanan pangan yang berkelanjutan.

Tani Merdeka Indonesia Deli Serdang adalah organisasi petani yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan petani dan mendukung ketahanan pangan lokal. Organisasi ini aktif dalam berbagai kegiatan pelatihan, pendampingan, dan pengembangan pertanian berkelanjutan. *(Tim)*

Polisi Sahabat Anak: Sat Lantas Polres Tulang Bawang beri Edukasi Lalu Lintas di SDN 1 Kagungan Dalam.


Tulang Bawang - Mediadinamikaglobal.id || Ada suasana berbeda di SDN 1 Kagungan Dalam Tulang Bawang, Kamis (04/09/2025) pagi. Suara riang siswa terdengar saat Sat Lantas Polres Tulang Bawang hadir melalui program Polisi Sahabat Anak (POLSANA).

Kegiatan yang berlangsung pukul 08.00 s.d 10.00 WIB itu diikuti 49 siswa (25 putra dan 24 putri) dengan 5 Guru pendamping. Hadir sebagai pembina kegiatan, Aiptu Deny Ertanto, S.Pd. dan Bripda Hevan Argia. Melalui cara yang sederhana dan menyenangkan, personel Sat Lantas memberikan Sosialisasi rambu-rambu lalu lintas serta Himbauan untuk tertib berkendara bagaimana pentingnya menaati aturan lalu lintas sejak dini.

Kasat Lantas Polres Tulang Bawang menegaskan, kegiatan ini bertujuan untuk Mencegah serta meminimalisir pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas yang melibatkan pelajar, Mewujudkan Kamseltibcarlantas (Keamanan, Keselamatan, Ketertiban, dan Kelancaran Lalu Lintas) di wilayah Tulang Bawang.

Dengan pendekatan ramah dan edukatif, POLSANA diharapkan menanamkan disiplin serta kesadaran berlalu lintas sejak usia sekolah. “Mereka adalah generasi penerus, dan keselamatan mereka di jalan raya adalah prioritas kami,” ujar petugas di lokasi.

Melalui Polisi Sahabat Anak (POLSANA), Sat Lantas Polres Tulang Bawang ingin memastikan bahwa tertib lalu lintas dimulai dari bangku sekolah. ( Fs/Red) 

Warga Antusias Sambut Pasar Murah PMI Lampung di Pesawahan, Harga Terjangkau.


Lampung - Mediadinamikaglobal.id || Ketua PMI Provinsi Lampung, Purnama Wulan Sari Mirza, meninjau penyelenggaraan Pasar Murah sebagai salah satu rangkaian kegiatan peringatan Hari Ulang Tahun PMI ke-80 di Halaman Parkir Gereja Katolik Ratu Damai, Kelurahan Pesawahan, Kamis 03 September 2025.

Kegiatan ini diselenggarakan oleh Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi Lampung bekerja sama dengan Badan Pangan Nasional Provinsi Lampung sebagai bentuk dukungan terhadap program pemerintah, yaitu Gerakan Pangan Murah. 

Dalam sambutannya, Ketua PMI Provinsi Lampung Purnamq Wulan Sari  menyampaikan bahwa pasar murah ini digelar sebagai bentuk kasih sayang dan dukungan PMI kepada warga sekitar. Ia bersama jajaran turut melakukan peninjauan langsung guna memastikan kegiatan berjalan lancar dan tertib.

Ketua PMI Provinsi Lampung berharap kegiatan ini menjadi wujud solidaritas untuk membantu meringankan beban masyarakat. 

"Mudah-mudahan kegiatan hari ini dapat membantu masyarakat di sekitar dan meringankan beban kebutuhan pokok, pokoknya kami berikan semua yang terbaik kepada masyarakat," ujar Ketua PMI Provinsi Lampung. 

Sementara itu, Kepala Bidang Ketersediaan dan Distribusi Pangan Dinas KPTPH Provinsi Lampung, Ely Nuratni Sari, menyiapkan bibit cabai rawit sebanyak 500 bibit untuk dibagikan kepada masyarakat yang berbelanja di Pasar Murah, sebagai salah satu upaya mendukung ketahanan pangan sekaligus menekan inflasi komoditas cabai di Provinsi Lampung.

"Kami sediakan 500 bibit cabai rawit agar masyarakat dapat menanam bibit itu sendiri, sehingga mereka bisa melakukan ketahanan pangan mereka sendiri, sehingga kedepannya tidak terjadi inflasi terutama dari komoditas cabai," ujar Ely. 

Nawiyah, Salah satu warga di Kelurahan Pesawahan, menyampaikan ucapan terima kasih kepada PMI Provinsi Lampung, karena dengan adanya Pasar Murah ini dapat membantu perekonomian warga dan dapat membeli kebutuhan pokok dengan harga terjangkau. 

"Enak dan nyaman ya berbelanja di sini, karena harganya terjangkau untuk melengkapi kebutuhan dapur, semoga PMI tambah maju dan sukses di ulang tahun yang ke-80," ujar Nawiyah. 

Adapun komoditas yang dijual dalam pasar murah meliputi :
Minyak Goreng: Rp 15.000/900ml
Beras SPHP: Rp 57.500/ 5kg
Gula Pasir: Rp 15.000/Kg
Telur: Rp 24.000/Kg. (Fs/Red)