Media Dinamika Global

Kamis, 31 Juli 2025

Thomas Trikasih Lembong / Tom Lembong Seluruh Proses Hukum_Nya Dihentikan 

Media Dinamika Global.Id.-

Sebelum Agustus 2025, Kamis 31 Juli 2025 Menteri Hukum Supratman Andi Agtas mengatakan dalam konferensi pers di Gedung DPR RI, Kamis (31/7/2025) Bahwa;

"Konsekuensi hukum pemberian abolisi terhadap Thomas Trikasih Lembong alias Tom Lembong seluruh proses hukum terhadap Tom Lembong dihentikan". 

Pemberian abolisi tersebut berdasarkan usulan dari Presiden Prabowo Subianto yang dimintakan persetujuan ke DPR RI. 

Dalam konteks kasus tersebut bisa dikatakan bahwa "hukum merupakan produk politik" siapa yang dapat membantah bahwa hukum dalam arti undang-undang merupakan produk dari pergulatan politik? 

Itulah sebabnya von Kirchman mengatakan bahwa karena hukum merupakan produk politik maka kepustakaan hukum yang ribuan jumlahnya bisa menjadi sampah yang tak berguna jika lembaga legislatif mengetokkan palu pencabutan atau pembatalannya. (Baca Politik Hukum Moh. Mahfud MD)

Belajar dari kasus yang ada, maka jika kita sudah menjadi penguasa di muka bumi hendaklah kita menyuruh/menegakan yang baik amar makruf dan mencegah yang mungkar kepada seluruh mahluk serta beriman kepada Allah, itulah tugas kita sebagai khalifah.




AMHTN-SI Gelar Diskusi Publik Terkait RUU KUHAP yang Potensial Banyak Pelanggaran HAM.


Bandar Lampung - Mediadinamikaglobal.id || Asosiasi Mahasiswa Hukum Tata Negara Se-Indonesia (AMHTN-SI) gelar diskusi Tema "Mencegah Kekerasan dan Pelanggaran HAM oleh Aparat Penegak Hukum", pada hari kamis 31 Juli 2025.

Adapun maksud dari tema yang diangkat adalah sebelum adanya RUU kuhap kita sering kali bertumburan dengan aparat penegak hukum, yang dimana itu seharusnya kita memiliki hak pribadi sebagai individu untuk berbicara.

Kendati demikian kenyataan apa yang dikatakan pemerintah, bahwasannya selalu melanggar kita untuk memiliki hak untuk berbicara.

Para mahasiswa dan aktivis sedang melakukan perbincangan terkait adanya kejanggalan dalam RUU KUHAP salah satu contohnya adalah ketentuan buku rekening atau ATM ketika 3 bulan tidak melakukan transaksi apakah itu bisa dilakukan dan apakah tidak melanggar HAM?.

Kegiatan ini merupakan salah satu kegelisahan kawan kawan AMHTN - SI sehingga terbentuk forum diskusi.

AMHTN-SI mengundang Kontras, Akademisi, dan Praktisi dalam diskusi ini.

"Bicara soal sering kali berbenturan dengan aparat penegak hukum khususnya polisi dikarnakan ia yang paling dekat dan bercengkrama langsung degan masyarakat bukan hakim atau jaksa,"Ungkap narasumber 

Banyak masukan dan pembahasan soal peran mahasiswa untuk melakukan pencegahan tindak kekerasan maupun pelanggaran HAM dimulai dari kampus dan juga organisasi dikarnakan tidak juga efisiensi menggunakan lembaga yang di buat pemerintah. Lanjut salah satu narasumber.

"Bahwa perlu ditemukan cara untuk mengontrol demokrasi dalam memproteksi hak asasi manusia dan mencegah kesewenang-wenangan aparat penegak hukum. Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP) dirancang untuk melindungi hak asasi manusia dan membatasi tindakan sewenang-wenang". Kata Tri Rahmadona 

bahwa sistem peradilan pidana merupakan salah satu upaya untuk mencegah pelanggaran hak asasi manusia (HAM), dan jika pelanggaran tersebut terjadi, harus ada mekanisme hukum yang mengaturnya. Saat ini, AMHTNSI banyak melihat laporan terkait proses penegakan hukum, khususnya dalam proses peradilan pidana masih terjadi kasus penyiksaan, di mana pelaku penyiksaan tidak dikenakan sanksi pidana, melainkan hanya sanksi etik.

"Diskusi ini sebagai bentuk nyata dari kawan-kawan AMHTN-SI mengawal RUU KUHAP dan ketimpangan nya dan jangan sampai ada yang dikambing hitamkan kedepan nya,"Tutup Tri Rahmadona. ( Fs/Red) 

Pesta Rakyat Jadi Konser Closing Ceremony FORNAS VIII 2025


Mataram, Media Dinamika Global.Id | | Festival Olahraga Masyarakat Nasional (FORNAS) VIII 2025 akan ditutup dengan sebuah pesta rakyat yang digelar terbuka untuk umum di eks Bandara Selaparang, Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat pada 1 Agustus 2025.

Acara penutupan ini rencananya akan turut dihadiri oleh Wakil Presiden Republik Indonesia, Gibran Rakabuming Raka, sebagai bentuk apresiasi pemerintah terhadap keberhasilan pelaksanaan FORNAS VIII di NTB yang telah berlangsung sejak 26 Juli 2025.

Konsep pesta rakyat bertujuan untuk membuat perayaan penutupan berlangsung meriah dan inklusif, dengan dihadiri oleh pegiat olahraga masyarakat, pelaku UMKM, tamu dari seluruh Indonesia, serta warga lokal yang diharapkan dapat memenuhi area berkapasitas 30 ribu orang.

Sejumlah musisi papan atas juga akan turut tampil memeriahkan pesta penutupan FORNAS VIII 2025, antara lain adalah Island Vibes Reggae Party yang terdiri atas Coconuttreez, Richard The Gillies, Conrad Good Vibration, dan S2B. Band kebanggaan tuan rumah, Amtenar, juga akan menjadi salah satu penampil andalan, kemudian band legendaris tanah air, Slank disiapkan sebagai penampil pamungkas.

Closing Ceremony FORNAS nanti menjadi puncak selebrasi semangat "Kalah Menang Semua Senang" yang diusung sepanjang gelaran. Panggung penutupan tak hanya menjadi ruang hiburan, namun juga perayaan atas persatuan, kebersamaan, dan potensi luar biasa dari olahraga masyarakat Indonesia.

"FORNAS bukan sekadar festival olahraga, ini adalah panggung persatuan dan kebangkitan ekonomi lokal. NTB sangat bangga menjadi tuan rumah dari event bersejarah ini," ujar Gubernur NTB, Dr. H. Lalu Muhammad Iqbal, S.H., M.H..

"Kesempurnaan tentunya mustahil dicapai, satu dua kekurangan pastinya ada, tapi secara keseluruhan penyelenggaraan, kita bisa menyatakan bahwa FORNAS VIII 2025 adalah sebuah sukses besar."

Keberhasilan penyelenggaraan FORNAS VIII ini juga menjadi bagian penting dari ikhtiar strategis Pemerintah Provinsi NTB dalam menunjukkan kepada pemerintah pusat bahwa daerah ini layak mendapat dukungan penuh untuk menjadi tuan rumah berbagai multi event nasional maupun internasional.

"Dengan berakhirnya FORNAS VIII NTB 2025, kita telah membuktikan bahwa olahraga masyarakat bukan hanya alat pemersatu, tapi juga motor penggerak budaya, pariwisata, dan ekonomi lokal. Dan bagi NTB, ini adalah langkah penting menuju panggung yang lebih besar," terang Gubernur.

"FORNAS adalah ajang pembuktian kesiapan kita semua warga Nusa Tenggara Barat, dari sisi partisipasi publik, hingga tata kelola event skala nasional dan internasional."

FORNAS VIII 2025 mempertemukan lebih dari 18.000 peserta dari 38 provinsi, yang bertanding dan berpartisipasi dalam 74 induk olahraga (Inorga) di 36 venue, tersebar di lima kabupaten/kota di Pulau Lombok. Ini menjadikannya sebagai penyelenggaraan FORNAS paling luas dan inklusif sepanjang sejarah.

NTB dinilai sebagai tuan rumah yang sangat tepat karena memiliki bentang alam indah dan budaya lokal yang kuat. Kolaborasi antara olahraga rekreasi dan kekayaan budaya menjadikan FORNAS di NTB terasa sangat otentik dan membumi.

Tak heran bila kemudian ketua Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI) Nasional, H. Adil Hakim, S.Sos., menegaskan bahwa FORNAS tahun ini mencatat sejarah sebagai salah satu penyelenggaraan terbaik.

"Kami menyaksikan langsung bagaimana NTB tidak hanya mampu menjadi tuan rumah yang ramah dan tertib, tetapi juga mampu mengangkat nilai-nilai budaya dalam semangat sport for all," ungkap Adil Hakim.

Sebagai tuan rumah lokal, Ketua KORMI NTB, Nauvar Furqony Farinduan, S.E., juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh elemen yang telah bekerja keras selama persiapan dan pelaksanaan. "FORNAS adalah gambaran masyarakat sehat, bahagia, dan guyub. Kami bersyukur seluruh rangkaian berjalan dengan lancar dan memberikan dampak ekonomi serta kebanggaan tersendiri bagi masyarakat NTB," katanya.

Sorotan nasional terhadap penyelenggaraan FORNAS pun begitu kuat. Salah satu buktinya adalah dipanggilnya koreografer kebanggaan NTB, Lalu Suryadi Mulawarman, ke Istana Negara. Pria yang akrab disapa Miq Surya ini adalah sosok yang sukses menangani pertunjukan kolosal pada pembukaan FORNAS VIII 26 Juli 2025.

Istana Negara menanggil Miq Surya untuk merancang segmen budaya dalam peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia 17 Agustus mendatang. Ini sangat jelas adalah pengakuan atas kemampuan dan kualitas putra daerah Nusa Tenggara Barat.

Redaksi : Surya Ghempar.

Gubernur Lampung Mirza, Dengan MBG Anak-Anak Diharapkan Sehat dan Cerdas adalah Fondasi Indonesia Maju.


Lampung Tengah - Mediadinamikaglobal.id || Kunci untuk menjadikan Indonesia lebih maju lebih makmur, lebih kaya, lebih berdaulat, salah satunya adalah melalui upaya pemberian makanan yang bergizi bagi anak-anak.

Hal tersebut disampaikan Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal saat melaunching program Makan Bergizi Gratis (MBG) di kecamatan Seputih Raman, Kabupaten Lampung Tengah,Rabu 31 Juli 2025.

Gubernur Mirza mengatakan, sekaya apapun suatu daerah atau suatu bangsa, jika SDM masyarakatnya tidak cerdas maka tidak akan memberikan manfaat apapun bagi masyarakatnya, bahkan hanya akan dikuasai pihak luar. Namun sebaliknya jika SDM nya cerdas maka kekayaan alam yang dimiliki daerah tersebut akan memberikan manfaat yang besar bagi daerahnya.

Lebih lanjut, Gubernur Mirza menegaskan bahwa konsep MBG ini sudah menjadi konsep Presiden Prabowo Subianto sejak 2009, 15 tahun sebelum beliau menjabat sebagai presiden. Gubernur Mirza menjelaskan bahwa konsep MBG ini murni tujuan mulia Presiden Prabowo untuk menjadikan anak-anak Indonesia pintar dan berkualitas.

Konsep MBG ini, lanjut Mirza, tidak hanya tentang pembangunan sumber daya manusia saja, akan tetapi lebih jauh dari itu, Konsep MBG harus mampu menggeliatkan pertumbuhan ekonomi di daerah-daerah.

Gubernur Mirza menegaskan, agar rekrutmen perugas Dapur MBG diprioritaskan bagi masyarakat asal daerah tersebut dan masuk dalam kategori desil 1, ini akan meningkatkan pendapatan masyarakat sekaligus mengurangi tingkat pengangguran di daerah tersebut.

Selanjutnya bahan-bahan yang digunakan untuk membuat makanan harus berasal dari daerah tersebut, jika tidak ada bisa berkoordinasi dengan daerah terdekatnya dan ini akan berdampak pada perputaran ekonomi di daerah tersebut.

"Jika ini dilakukan disetiap Dapur MBG di Provinsi Lampung, akan mengangkat pertumbuhan ekonomi lampung dan menurunkan angka kemiskinan di provinsi Lampung," kata Gubernur Mirza.

Program ini merupakan bagian dari upaya strategis menyambut Bonus Demografi Indonesia Emas 2045, di mana kualitas sumber daya manusia menjadi penentu kemajuan bangsa. 

Gubernur Rahmat Mirzani Djausal menegaskan bahwa program MBG bukan sekadar kegiatan sosial, tetapi investasi jangka panjang bagi tumbuh kembang anak-anak sebagai generasi penerus bangsa.

“Anak-anak yang sehat dan bergizi akan tumbuh menjadi generasi yang cerdas, produktif, dan kompetitif. Ini adalah pondasi menuju Indonesia Emas 2045 dan Lampung Maju,” ujar Gubernur.

Diakhir, Gubernur Mirza menekankan agar seluruh perangkat desa menjalin kolaborasi dan sinergi antara Koperasi Merah Putih, Bumdes dan Dapur MBG. Kolaborasi dan koordinasi ini, Menurut Gubernur Mirza akan mampu menghidupkan perekonomian di desa.

Program MBG juga diharapkan dapat berkontribusi dalam peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Lampung, terutama pada dimensi kesehatan dan pendidikan. Asupan gizi yang cukup berpengaruh langsung terhadap tingkat partisipasi sekolah, prestasi belajar, dan penurunan angka stunting.

Kegiatan ini sekaligus menjadi implementasi dari salah satu pilar utama Visi “Lampung Maju, Inklusif, dan Berkelanjutan”. Program MBG menjadi refleksi nyata bahwa pembangunan manusia dilakukan secara menyeluruh mulai dari desa, tanpa meninggalkan kelompok rentan.

Dalam kegiatan tersebut, Gubernur Mirza melakukan pengguntingan pita yang menandai secara resmi beroperasinya Dapur Makan Bergizi Gratis Yayasan Sai Bumei Berjaya. Gubernur meninjau langsung kondisi Dapur MBG, bahkan memonitor langsung pembagian MBG di SDN 2 Rama Indra Seputih Raman.

Gubernur menyaksikan anak-anak SDN 2 Rama Indra menikmati MBG saat jam makan siang. Gubernur Mirza berkesempatan bercengkrama dengan anak-anak dan memantau langsung menu MBG yang disajikan.

Apriyani, Guru pengajar sekaligus wali kelas siswa Kelas 3 SDN 2 Rama Indera sangat mendukung Program MBG bagi siswa-siswi di sekolahnya.

"kadang-kadang anak-anak jajan sembarangan, bahkan sekalipun sudah sarapan mereka masih jajan yang kurang bermanfaat, MBG ini lebih baik dan mengurangi jajan anak-anak dan menunya lengkap, ikan, sayuran, susu, jadi lebih bergizi buat anak-anak," kata Apriyani.(Fs/Red)

Momentum FORNAS VIII NTB, Pelaku UMKM Cecep Pendapatan Kami Meningkat


Mataram, Media Dinamika Global.Id || FORNAS VIII NTB menjadi momentum penting bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang ada di Nusa Tenggara Barat. Salah satu pelaku UMKM Cecep jualannya laris manis tentu meningkatkan pendapatan kami  berkat kedatangan para peserta/Atlet, pelatihan, official, dan para penonton dalam mengikuti pertandingan di cabang olahraga di Festival Olahraga Rekreasi Nasional (FORNAS) VIII 2025 di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB). 

Sejak pertandingan digelar dalam rangkaian kegiatan Asosiasi Persatuan Sepak Bola Berjalan Seluruh Indonesia (PERSEJASI), omzet penjualan pakaian milik salah satu pedagang, Pak Cecep, melonjak tajam.

“Alhamdulillah, sejak saya buka lapak di sini, baju-baju yang saya jual laris manis. Ramai sekali yang beli, apalagi saat pertandingan sedang berlangsung,” ujar Cecep saat di wawancara di Lapangan Bharadaksa Polda NTB, Kamis (31/7/25).

, antusiasme penonton dan peserta yang datang dari berbagai daerah di Indonesia membuat lapaknya tidak pernah sepi pembeli. Ia mengaku penjualan hariannya bisa meningkat lebih dari dua kali lipat dibanding hari biasa.

“Kalau biasanya paling laku 20–30 potong per hari, di sini bisa sampai 70-an. Bahkan kadang kehabisan stok,” tambahnya.

Pak Cecep pun menyampaikan rasa terima kasihnya kepada Pemerintah Provinsi NTB, khususnya Gubernur NTB, yang telah memberikan ruang dan kesempatan bagi pelaku usaha kecil untuk turut merasakan dampak positif dari perhelatan nasional ini.

“Saya sangat berterima kasih kepada Bapak Gubernur dan panitia FORNAS. Kami pedagang kecil jadi ikut merasakan manfaatnya. Ini bukti kalau acara besar seperti ini bisa bantu ekonomi rakyat kecil,” ungkapnya.

Ia juga mendukung penuh bila NTB kembali dipercaya menjadi tuan rumah ajang olahraga berskala nasional lainnya, seperti Pekan Olahraga Nasional (PON) di masa mendatang.

“Kalau bisa, NTB jadi tuan rumah PON juga. Biar ekonomi masyarakat terus bergerak dan kami para pedagang bisa terus berjualan dengan baik,” pungkasnya.

Pewarta : Surya Ghempar.

Panah Indonesia Hadirkan Pegiat-pegiat Akurasi di FORNAS VIII NTB 2025


Mataram, Media Dinamika Global.Id - Festival Olahraga Masyarakat Nasional (FORNAS) ke-VIII tahun 2025 telah resmi dibuka pada 26 Juli 2025. Tahun ini INORGA Pecinta Panahan Indonesia Bersatu yang dikenal dengan PANAH INDONESIA hadir di Nusa Tenggara Barat dan melaksanakan perlombaan di venue lapangan alun-alun kantor Bupati Lombok Barat pada tanggal 26 - 27 Juli 2025.

276 Pegiat dari 11 Provinsi hadir dan berpartisipasi dalam 15 ronde perlombaan dan memperebutkan 15 medali emas.

"Dari data poin babak kualifikasi yang kami terima, tercatat rata-rata perolehan poin peringkat 3 besar di masing-masing ronde perlombaan diatas 95% dari perfect poin-nya. Bahkan di ronde perlombaan SD 1-3 putera, peringkat pertama dan kedua mencapai 98% dari perfect poin-nya. Hal ini menjadi indikasi bahwa Pembinaan Prestasi Panah Indonesia kepada pegiatnya sangat baik dan sangat fokus khususnya kepada pegiat pelajar di usia dini. Dan hal ini pula yang menjadi komitmen Bidang Pembinaan Prestasi Panah Indonesia bahwa kita tidak hanya sekedar mencetak juara, tapi juga para juara yang memiliki kualitas kemampuan mendekati sempurna dan mental kompetitif yang tangguh." Ujar Ahmad 

Solihin selaku Kabid Binpres Pengurus Pusat PANAH INDONESIA.

Perlombaan pun dibuka langsung oleh Bapak Adil Hakim, Ketum KORMINAS. Pembukaan dilakukan secara simbolis dengan Menembakan anak panah secara serentak. Dalam prosesi pembukaan bapak Adil Hakim didampingi oleh Bapak Dasril, MM., Ketum Pengurus Pusat PANAH INDONESIA dan Bapak Andi Andriansyah Kapengprov PANAH INDONESIA Provinsi NTB serta 5 putra dan 5 putri terbaik pegiat Panahan tradisional yang hadir.

Dalam pembukaan nya bapak Adil Hakim pun memberikan semangat berjuang ke pada semua Pegiat yang berpartisipasi. "Terima kasih teman2 dari PANAH INDONESIA yang sudah partisipasi dalam FORNAS ke-VIII di NTB, KORMINAS sangat mengapresiasi partisipasi nya bapak-bapak, ibu-ibu, adik-adik ke FORNAS ke VIII ini. Komitmen kami dari KORMINAS adalah melihat kegiatan perlombaan yg di selenggarakan oleh  inorga dan mudah-mudahan semua peserta bahagia dengan semua fasilitas yanh sudah di siapkan oleh NTB ,

Oleh karna itu dari inorga dapat memberikan masukan-masukan kepada KORMINAS agar acara KORMINAS ke depan bisa kita lakukan untuk lebih baik lagi, guna lebih mempopulerkan olahraga masyarakat." ujarnya.

Pewarta: Surya Ghempar.

Miris..‼️ Kegiatan Bhakti Lingkungan Djarum Foundation Menimbulkan Perdebatan Antara Panitia Penyelenggara Dengan Awak Media Lokal Lampung.


Bandar Lampung - Mediadinamikaglobal.id || Sungguh miris kegiatan Acara Bakti Lingkungan Djarum Foundation (BLDF) Yang Dilaksanakan di Novotel Hotel Lampung menyisakan perdebatan dan kekecewaan antara awak media Lokal Lampung dan Panitia penyelenggara Kegiatan, Kamis 31 Juli 2024.

Perdebatan antara awak media dan Panitia yang terjadi saat Awal Registrasi kehadiran awak media sebelum masuk ke Ballroom acara sudah terjadi saat registrasi media saat pengambilan tanda registrasi id card, salah satu panitia bernama jasmine menyampaikan bahwa yang mendapatkan tanda pengenal yang hanya di undang saat ditanya di undang seperti apa, panitia bernama jasmine ini tidak bisa menyebutkan. 

Saat itu awak media menyampaikan jika tidak bisa masuk meliput artinya hal ini sama saja mendiskriminasi awak pers, lalu panitia mengatakan kembali baik boleh di liput tapi tidak mendapatkan dana liputan dan bingkisan seperti media yang diundang, ujar jasmine salah satu panitia. 

Dalam perdebatan ini lalu salah salah panitia atau pengamanan yang bertugas di situ bernama indra mengatakan kepada awak media yang protes atau berdebat menyampaikan pada awak media, bahwa boleh masuk soal hal yang dikatakan oleh panitia bernama jasmine soal uang dana liputan dan bingkisan tadi nanti kita atur atau dibicarakan, kemudian awak media masuk melakukan tugasnya. 

Namun Usai kegiatan acara dan wawancara ketika kegaitan berakhir terjadi lagi perdebatan dan saling lempar tanggung jawab oleh panitia penyelenggara ketika awak media menanyakan soal dana liputan dan bingkisan seperti yang diberikan kepada media yang lain yang diberikan secara diam diam. 

Pihak panitia mengatakan gak ada bang, cuma yang dapat yang diundang bang, kan abang sana indra kan uajr jasmine, saat di confirmasi ke indra katanya ke jasmine aja, mana yang bener ini ujar salah satu awak media, kan yang nyuruh masuk tadi indra soal dana liputan dan bingkisan ntar diatur atau dibicarakan,

"Koq sekarang malah saling lempar sana sini bahkan disuruh ke salah satu narasumber dari kementrian PU saat didatangin, saya tak tahu mbak, saya cuma undangan narasumber dari kementrian PU tanya aja ke Panitia.

Bahkan sekali lagi salah satu awak media menanyakan ke jasmine malah buru buru naik mobil terkesan kabur dari awak media yang berkoordinasi. 

Salah satu awak media yang meliput pun menyampaikan, Sungguh mengecewakan kegiatan Djarum Foundation hari ini terkesan diskriminatif kepada awak media lokal Lampung yang meliput di kegiatan ini, panitia tidak bertanggung jawab padahal awak media sebelum masuk liputan sudah registrasi atau absen kehadiran sebelum meliput kegiatan, bahkan tadi saat terjadi perdebatan, diperbolehkan masuk dan meliput soal lain nanti di bicarakan atau diatur ujarnya. 

Setelah acara selesai malah panitia penyelenggara maupun indra lepas tanggung jawab atau main kabur aja dari awak media, ini jelas mempermainkan dan menecewakan beberapa kawan kawan media lokal Lampung, dan hal ini perlu ada penjelasan dari pihak Djarum foundation, tutupnya. 

Saat berita ini dinaikan pihak Djarum Foundation belum Memberikan penjelasan atau pernyataan telah terjadi perdebatan, tak bertanggung jawab serta diskriminatif pihak Panitia kepada awak media.
( Fs/Red)

Rabu, 30 Juli 2025

Desa Tarlawi Salurkan Bantuan Pangan Tahap Pertama Juni-Juli 2025

Keterangan : Kades Tarlawi Jafar, SH didampingi Bhabinkamtibmas Desa Tarlawi Bripka Jufrullah dalam menyalurkan kepada penerima bantuan pangan pada warganya. 

Bima,Mediadinamikaglobal.id – Pemerintah Desa Tarlawi, Kecamatan Wawo, Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat, telah menyalurkan bantuan pangan tahap pertama untuk bulan Juni dan Juli 2025. Penyaluran bantuan yang berupa beras ini diberikan kepada 159 Penerima Bantuan Pangan (PBP) dan diterima sebanyak 2 karung beras kisaran 10 kg/karung, yang telah terdaftar dan memenuhi kriteria. Proses penyaluran berlangsung tertib dan lancar, diawasi langsung oleh Kepala Desa Tarlawi Jafar, SH, Sekretaris Desa Tarlawi Abdul Hamid,S.Sos, Bhabinkamtibmas Bripka Jufrullah, Babinsa Sertu Iwan, perangkat Desa dan Petugas Perum.

Bantuan pangan ini merupakan bagian dari program pemerintah pusat untuk membantu masyarakat kurang mampu dalam memenuhi kebutuhan pokok. Para PBP yang menerima bantuan terlihat antusias dan menyampaikan rasa syukur atas bantuan yang diberikan. "Alhamdulillah, bantuan ini sangat membantu meringankan beban kami di tengah kondisi ekonomi yang masih sulit," ujar Yusuf, salah satu PBP di Desa Tarlawi.

Keterangan : Babinsa Desa Tarlawi Sertu Iwan bersama Bhabinkamtibmas Desa Tarlawi Bripka Jufrullah dalam melakukan pengawasan dan penyerahan bantuan pangan pada penerima bantuan pangan. 

Kepala Desa Tarlawi, Jafar,SH, menyampaikan bahwa penyaluran bantuan ini dilakukan secara transparan dan akuntabel. Daftar penerima bantuan telah diumumkan secara terbuka dan proses penyalurannya diawasi ketat untuk menghindari penyimpangan. Beliau juga berharap bantuan ini dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh para PBP untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Hal ini dilakukan sebagai upaya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Desa Tarlawi.

Proses penyaluran bantuan pangan ini diharapkan dapat berjalan dengan baik hingga tahap selanjutnya. Pemerintah Desa Tarlawi berkomitmen untuk terus berupaya memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakatnya. (Mdg05)  

UMKM Riani Bersyukur, Fornas VIII NTB Memberikan Dampak Positif Bagi Perekonomian Masyarakat


Mataram, Media Dinamika Global.Id || Riani, seorang pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang berjualan di area Venue Taman Hijau Pagutan Kota Mataram merupakan contoh nyata bagaimana dukungan terhadap acara besar seperti Festival Olahraga Nasional (Fornas) VIII 2025 diselenggarakan di Nusa Tenggara Barat (NTB) dapat memberikan dampak positif bagi perekonomian masyarakat.

Dalam suasana semangat FORNAS VIII di NTB, Riani berkomitmen untuk mendukung Fornas VIII ini dengan cara yang kreatif dan inovatif. Meningkatkan Visibilitas Produk Lokal. Dengan adanya Fornas VIII, Riani melihat kesempatan emas untuk mempromosikan produk-produk lokalnya. 

"Ia, saya stan disini, dan saya menawarkan berbagai produk khas daerah, mulai dari makanan tradisional hingga kerajinan tangan. Melalui partisipasi ini, seperti, , Ia tidak hanya meningkatkan visibilitas produknya, tetapi juga membantu memperkenalkan budaya lokal kepada para pengunjung dari sebagai provinsi se-Indonesia," ucapnya saat diwawancara sejumlah media. Selasa (09/07/25).

Mendorong Kolaborasi Antar UMKM

Riani percaya bahwa kolaborasi antar pelaku UMKM sangat penting. Ia mengajak pelaku UMKM lainnya untuk bersinergi dalam menyusun paket promosi bersama, sehingga dapat menarik lebih banyak pengunjung dan meningkatkan penjualan. Dengan bersatu, mereka dapat menciptakan pengalaman yang lebih menarik bagi pengunjung Fornas, sekaligus memperkuat jaringan antar pelaku usaha.

Membuka Lapangan Kerja

Partisipasi Riani dan UMKM lainnya dalam Fornas VIII juga berpotensi membuka lapangan kerja baru. Dengan meningkatnya permintaan selama acara berlangsung, ini tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan usaha, tetapi juga memberikan peluang bagi warga untuk mendapatkan penghasilan tambahan.

Riani apresiasi dan dukungan penuh terhadap Fornas VIII 2025 adalah contoh bagaimana acara besar dapat dijadikan momentum untuk meningkatkan ekonomi masyarakat. Melalui kolaborasi, promosi produk lokal, dan penciptaan lapangan kerja.

"Saya dan pelaku UMKM lainnya dapat berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Dengan semangat kebersamaan dan berharap Fornas VIII akan menjadi salah satu solusi bagi kemajuan ekonomi yang lebih baik," terangnya.

Sebelum Fornas atau hari biasa, setiap sore kita disini, mulai kegiatan Fornas ini kita stay mulai dari pagi hingga sampai sore. Alhamdulillah di Festival ini ramai orang-orang yang berkunjung dan belanja di UMKM kami yang ada di area Venue Taman Hijau ini.

"Kita promosikan menu makanan khas lombok, yaitu plecing, olah-olah, kerupuk mio, nasi puyung, kue mata bor, cerorot, ceriput, tareng atau goro-goro, renggi, poteng jaje tujak, kue keong, dan masih banyak yang lain-lainnya," tuturnya.

Kalau untuk pendapatan, itu tergantung dari pada orang yang beli, Alhamdulillah kalau diperkirakan pendapatan sekitar, Rp.1.000.000, (satu juta rupiah) juta. Sedangkan hari biasa sebelum Fornas, tidak seperti mendapatan sekarang.

"Semoga teman-teman di RTH lain bisa medapatkan penambahan perekonomian mereka," harapnya.

Pewarta : Surya Ghempar.

Dukung Program Ketahanan Pangan Nasional, Brimob Lampung Tanam Jagung.


Lampung - Mediadinamikaglobal.id || Jajaran Kepolisian Daerah Lampung berkomitmen untuk mendukung ketahanan pangan di wilayah Lampung. Komitmen itu ditunjukan oleh Personel Kompi 2 Batalyon A Pelopor Satuan Brimob Polda Lampung.

Mereka menanam bibit jagung di lahan kebun ketahanan pangan Mako Sub Brimob Batalyon A Pelopor, yang berlokasi di Pekon Gunung Doh, Kec. Bandar Negri Semuong, Kab. Tanggamus, Kamis 31 Juli 2025.

Dipimpin langsung oleh Danpos Aipda Dedi Z, mereka memanfaatkan lahan kosong di sekitar lahan Mako Sub Brimob Batalyon A Pelopor Kab. Tanggamus. 

Penanaman bibit jagung dilakukan dengan teknik bercocok tanam yang efisien dan tepat guna, sehingga diharapkan menghasilkan panen yang optimal serta berkelanjutan.

Komandan Satuan Brimob Polda Lampung Kombes Pol Yustanto Mujiharso, S.iK., M.Si melalui Komandan Batalyon A Pelopor Abdul Karim, S.H., M.H menegaskan bahwa program ini merupakan salah satu bentuk kepedulian nyata Polri terhadap masyarakat.

“Kami ingin memberikan kontribusi yang lebih luas kepada masyarakat, tidak hanya melalui pengamanan, tetapi juga lewat inisiatif ketahanan pangan seperti ini. sekaligus menjadi inspirasi bagi masyarakat untuk memanfaatkan potensi lahan di lingkungan mereka masing-masing,” jelasnya.

Melalui program ini, Batalyon A Pelopor terus berupaya menjadi teladan dalam menciptakan perubahan positif, sekaligus menjaga stabilitas ketahanan pangan di wilayah Lampung dan sekitarnya.