Media Dinamika Global

Sabtu, 27 Juni 2026

DPR RI Komisi X Sebut Ada Itikad Baik Pemerintah di APBN 2027, Guru Layak di Gaji Minimal RP5 Juta


DPR RI Lihat Sinyal Positif di APBN 2027, Guru Diusulkan Bergaji Minimal Rp5 Juta

Jakarta, Media Dinamika Global.id.-- Kabar baik bagi para guru. Komisi X DPR RI menyebut terdapat sinyal positif dalam postur APBN 2027 terkait rencana peningkatan kesejahteraan guru.

Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Lalu Hadrian Irfani, mengatakan pemerintah telah menyiapkan ruang anggaran untuk kenaikan gaji dan tunjangan guru, baik bagi guru ASN maupun non-ASN.

DPR mengusulkan gaji guru minimal Rp5 juta per bulan sebagai angka yang dinilai layak untuk meningkatkan kesejahteraan tenaga pendidik.

Meski demikian, usulan tersebut masih akan dibahas lebih lanjut dalam proses penyusunan hingga penetapan APBN 2027.

Menurut Anda, apakah gaji minimal Rp5 juta per bulan sudah cukup untuk meningkatkan kesejahteraan guru di Indonesia.(Sekjend MDG)

Komisi X DPR RI Gelar Pertemuan di Universitas Sumatera Utara Medan


Medan, Media Dinamika Global.id.-- Siapa nih yang sudah jadi Mahasiswa Baru, Komisi X DPR RI melanjutkan rangkaian kerja Panitia Kerja (Panja) Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru (SPMB) dengan menggelar pertemuan di Universitas Sumatera Utara, Medan, Jumat (26/06/2026). Kunjungan ini menjadi wadah untuk menyerap aspirasi dari berbagai perguruan tinggi negeri (PTN), perguruan tinggi swasta (PTS), asosiasi perguruan tinggi, serta para pemangku kepentingan di bidang pendidikan terkait dinamika pelaksanaan SPMB.

Wakil Ketua Komisi X DPR RI Kurniasih Mufidayati mengungkapkan, salah satu persoalan yang menjadi perhatian adalah masih belum terpenuhinya daya serap mahasiswa baru di sejumlah PTN karena tidak seluruh calon mahasiswa yang telah diterima melakukan daftar ulang. Selain itu, PTS juga menyampaikan berbagai masukan mengenai mekanisme dan masa penerimaan mahasiswa baru agar tercipta keadilan, kesetaraan, serta ekosistem pendidikan tinggi yang lebih baik bagi PTN, PTS, PTLK, maupun Universitas Terbuka.

Melalui kunjungan kerja, rapat dengar pendapat umum (RDPU), serta dialog dengan akademisi, pakar, dan berbagai pemangku kepentingan, Komisi X DPR RI berkomitmen menghimpun sebanyak mungkin data dan masukan sebagai bahan penyempurnaan kebijakan SPMB. Harapannya, sistem penerimaan mahasiswa baru ke depan dapat berlangsung lebih adil, transparan, dan memberikan kesempatan yang setara bagi seluruh calon mahasiswa Indonesia.(Sekjend MDG)



MBG Tetap Berjalan di Tengah Pemangkasan Anggaran, Efisiensi Atau Revisi Perhitungan Anggaran


Jakarta, Media Dinamika Global.id.-- Pemerintah memastikan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tetap dilaksanakan meski alokasi anggarannya mengalami penyesuaian. Pemerintah menjelaskan bahwa pengurangan anggaran dilakukan melalui langkah-langkah efisiensi dan optimalisasi pelaksanaan program, tanpa mengubah tujuan utama untuk menyediakan makanan bergizi bagi penerima manfaat.

Namun, perubahan besaran anggaran memunculkan pertanyaan dari sejumlah kalangan mengenai dasar perhitungan kebutuhan dana sejak awal. Sejumlah anggota DPR dan pengamat mendorong pemerintah memberikan penjelasan secara terbuka mengenai asumsi biaya, jumlah penerima manfaat, serta komponen anggaran yang mengalami penyesuaian agar tidak menimbulkan spekulasi di tengah masyarakat.

Pemerintah menegaskan evaluasi anggaran merupakan bagian dari proses penyempurnaan pelaksanaan program. Sementara itu, DPR menyatakan akan terus mengawasi implementasi MBG agar efisiensi yang dilakukan tidak berdampak pada kualitas layanan maupun pencapaian sasaran program. Transparansi dalam pengelolaan anggaran dinilai menjadi kunci untuk menjaga kepercayaan publik terhadap pelaksanaan MBG.(Sekjend MDG)

GAKADA BIDOM Bangkit! Wadah Perjuangan Pemuda untuk Mengawal Aspirasi Rakyat dan Masa Depan NTB

Pengurus GAKADA BIDOM Pulau Lombok, (Ist/Surya)

Mataram, Media Dinamika Global – Semangat baru lahir dari kalangan pemuda. Gabungan Kawula Muda Bima Dompu (GAKADA BIDOM) Pulau Lombok menggelar rapat pemantapan menjelang pelantikan kepengurusan di Sekretariat GAKADA BIDOM, Sabtu (27/6/26).

Rapat tersebut menjadi momentum konsolidasi organisasi sekaligus penegasan komitmen GAKADA BIDOM untuk hadir sebagai wadah perjuangan, pengabdian, dan penyalur aspirasi masyarakat. Organisasi ini menegaskan siap mengawal berbagai kebijakan pemerintah agar berpihak pada kepentingan rakyat serta berkontribusi dalam pembangunan bangsa.

Ketua Umum GAKADA BIDOM, Arif Kurniadin, mengatakan bahwa generasi muda tidak boleh hanya menjadi penonton di tengah berbagai persoalan bangsa. Menurutnya, pemuda harus tampil sebagai motor perubahan yang membawa gagasan, solusi, dan semangat kolaborasi.

"GAKADA BIDOM hadir sebagai rumah besar bagi pemuda yang ingin berkontribusi untuk masyarakat. Kami ingin melahirkan generasi yang kritis, berintegritas, dan mampu mengawal kebijakan pemerintah demi kepentingan rakyat, dengan tetap menjunjung tinggi norma sosial, adat, budaya, dan nilai-nilai demokrasi," ujarnya.

Arif menambahkan, NTB merupakan daerah yang memiliki potensi luar biasa. Kekayaan sumber daya alam di sektor pertambangan, pertanian, kehutanan, perikanan, hingga pariwisata menjadi modal besar untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat apabila dikelola secara transparan, berkeadilan, dan berkelanjutan.

Ia menegaskan, sudah saatnya pemuda menjadi garda terdepan dalam mengawal pengelolaan kekayaan daerah agar manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat, bukan hanya segelintir pihak.

Pelantikan kepengurusan GAKADA BIDOM diharapkan menjadi titik awal lahirnya gerakan kepemudaan yang lebih progresif, inklusif, dan berdampak nyata. Organisasi ini juga mengajak seluruh pemuda, khususnya generasi Bima dan Dompu di Pulau Lombok, untuk bersatu membangun daerah melalui pemikiran, karya, dan aksi nyata.

"Jangan hanya menjadi penonton perubahan. Jadilah pelaku yang menciptakan masa depan. Ketika pemuda bersatu, daerah akan maju, dan Indonesia akan semakin kuat," tutup Arif.

Redaksi |

Selamat Siswa SDN 21 Tolomundu Kota Bima, yang Lolos OSN-K Untuk Lanjut Ke Olimpiade Sains Nasional Tingkat OSN-P SD, MI Sederajat tahun 2026


Kota Bima, Media Dinamika Global.id.-- Selamat kepada siswa Mawarduasatu Kota bima yang telah lolos OSN-K untuk lanjut ke Olimpiade Sains Nasional Tingkat Provinsi (OSN-P) SD/MI/Sederajat Tahun 2026.

Nama Siswa:

1. Muhammad Al Zabar (Matematika)

2. Ahmad Akramul Asyhfiyai (IPS)

Bapak/Ibu Guru Pembina:

1. Wasnita,S.Pd

2. Yati Kurniati, S.Pd

3. Nurlaili, S.Pd

4. Khusnul khatimah, S.Pd

Keberhasilan ini merupakan buah dari kerja keras, ketekunan, semangat belajar, serta doa yang tidak pernah putus. Semoga menjadi motivasi untuk terus berprestasi dan memberikan hasil terbaik pada tingkat provinsi.

Kami juga menyampaikan terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Bapak/Ibu Guru Pembina atas dedikasi, kesabaran, kerja keras, serta bimbingan yang telah diberikan kepada para siswa. Semoga segala usaha dan pengabdian yang telah dilakukan menjadi amal kebaikan serta terus menginspirasi lahirnya generasi-generasi berprestasi.

Selamat berjuang kepada para peserta OSN-P Tahun 2026. Semoga diberikan kelancaran, kesehatan, dan meraih prestasi terbaik untuk mengharumkan nama sekolah, daerah, dan Indonesia.(Sekjend MDG)

STRUKTUR PENGURUS HIMPUNAN ADVOKAT INDONESIA/HAI

 


STRUKTUR PENGURUS HAI

Total: 17 Orang Periode: 2026 - 2031


1. DEWAN KEHORMATAN : 3 Orang

Badan pengawas. Isinya pendiri/senior yang disegani.

1.  Ketua Dewan Kehormatan

2.  Sekretaris Dewan Kehormatan

3.  Anggota Dewan Kehormatan

Tugas: Jaga etika, Kode Etik, dan jadi hakim etik kalau ada pelanggaran.

2. DEWAN PIMPINAN PUSAT / DPP HAI : 14 Orang

A. Pimpinan Inti : 4 Orang - Wajib ada di Akta

1.  Ketua Umum

2.  Sekretaris Jenderal 

3.  Bendahara Umum

4.  Wakil Ketua Umum

B. Bidang-Bidang Fungsional : 10 Orang - Dirangkap biar ramping

5. Kepala Bidang Pendidikan, Ujian & Litbang : Urus PKPA + riset hukum + teknologi. `Wajib UU`

6. Kepala Bidang Organisasi, Keanggotaan & Kaderisasi : Urus KTA, DPC/DPD, advokat muda. `Ciri Khas HAI`

7. Kepala Bidang Bantuan Hukum & Advokasi: Urus pro bono, posbakum. `Wajib UU`

8. Kepala Bidang Hukum, Etik & Disiplin : Eksekutor Dewan Kehormatan. `Wajib UU`

9. Kepala Bidang Hubungan Antar Lembaga & Humas: Urus ke MA, Kemenkumham, media. `Penting untuk pengakuan`

10. Staf Ahli/Sekretariat Bidang : 5 orang. Jadi tangan kanan tiap Kepala Bidang. Bisa diisi advokat muda.

Kenapa struktur ini cocok buat HAI merintis?

Masalah Organisasi Baru Solusi di Struktur Ini

Gak cukup orang 1 Kepala Bidang pegang 2 fungsi yang nyambung. Misal: Pendidikan + Litbang

Butuh cepat urus pengakuan : Ada Bidang 9 khusus buat lobi ke MA & Kemenkumham

Visi HAI = "Rumah & Berdaya"Bidang 6 dikuatkan. Fokus ke advokat daerah & pemula

Syarat Notaris/Kemenkumham : Sudah ada Ketua, Sekjen, Bendahara + struktur bidang lengkap

Catatan buat Akta Notaris:

1. Yang dicantumkan di Akta cukup: Ketua Umum, Sekjen, Bendahara, dan "Susunan Pengurus Lengkap" dilampirkan.

2. Nama Bidang di AD/ART: Tulis 5 nama bidang di atas. Jangan cuma "Bidang I, II, III" biar keliatan profesional.

3. Fleksibel: Tambahkan pasal: "DPP berwenang membentuk dan membubarkan departemen/departemen di bawah bidang sesuai kebutuhan."

Langkah selanjutnya: Struktur ini tinggal kamu isi nama orangnya. Usahakan tiap provinsi/daerah ada 1 orang biar HAI langsung berasa nasional.

Kepala Puskesmas Soromandi Ners. Nasaruddin M.Kes Menghimbau SPPG Segera Periksa Ulang Kesehatan Relawan Fokuskan Skrining Penyakit Hepatitis dan Tuberkulosis


Soromandi, Media Dinamika Global.id.-- Kepala Puskesmas (PKM) Soromandi Kabupaten Bima, Ners. Nasaruddin, M.Kes., mengimbau seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayah setempat segera memeriksakan ulang kesehatan para relawan yang terlibat dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Nasaruddin memjelaskan, pemeriksaan kesehatan difokuskan skrining penyakit Hepatitis dan Tuberkulosis (TB).

Menurut Nasaruddin, langkah tersebut penting karena para relawan SPPG berinteraksi langsung dengan kelompok penerima manfaat, seperti anak-anak, ibu hamil, dan balita yang rentan terhadap penyakit menular.

“Relawan SPPG berinteraksi langsung dengan penerima manfaat. Karena Hepatitis dan TB termasuk penyakit menular, kami meminta pihak SPPG segera berkoordinasi dengan puskesmas terdekat untuk melakukan skrining,” ujar Nasaruddin di Puskesmas Soromandi, Kamis (25/6/2026). Screning penting guna mencegah potensi penularan kepada anak-anak, ibu hamil, maupun balita yang memiliki daya tahan tubuh lebih rendah. Ia menegaskan bahwa pemeriksaan kesehatan berkala merupakan bagian dari upaya menjaga keamanan dan kualitas layanan pemenuhan gizi yang diberikan kepada masyarakat.

Puskesmas Soromandi, lanjut Nasaruddin, siap memfasilitasi pemeriksaan kesehatan serta memberikan edukasi terkait pencegahan penyakit menular bagi para relawan maupun pengelola SPPG. Karena itu, seluruh SPPG di wilayah Soromandi diharapkan segera menindaklanjuti imbauan tersebut dan melaporkan hasil pemeriksaan kesehatan para relawan sebagai bentuk perlindungan terhadap penerima manfaat program.(Sekjend MDG)


VISI & MISI HIMPUNAN ADVOKAT INDONESIA / HAI


VISI & MISI 

HIMPUNAN ADVOKAT INDONESIA / HAI

VISI

Menjadi Himpunan Advokat Indonesia yang berintegritas, profesional, dan berdaya, sebagai rumah bersama advokat dalam menegakkan hukum, keadilan, dan martabat profesi di seluruh Indonesia.`

MISI

1. Menguatkan Kompetensi Advokat: Menyelenggarakan Pendidikan Khusus Profesi Advokat, pelatihan berkelanjutan, dan ujian advokat yang berkualitas, transparan, dan berkeadilan.

2. Menjaga Marwah dan Etika Profesi: Menegakkan Kode Etik Advokat Indonesia secara konsisten dan berwibawa melalui sistem pengawasan serta penegakan disiplin yang akuntabel.

3. Memberdayakan dan Melindungi Anggota: Membangun ekosistem organisasi yang kolaboratif, memberikan perlindungan profesi, serta menjadi wadah penguatan bagi advokat pemula dan advokat di daerah.

4. Mewujudkan Akses Keadilan bagi Masyarakat : Berperan aktif dan berkelanjutan dalam penyelenggaraan bantuan hukum secara cuma-cuma bagi masyarakat yang tidak mampu.

5.  Mewujudkan Tata Kelola Organisasi yang Modern dan Kredibel: Mengelola HAI dengan prinsip transparansi dan akuntabilitas, serta mengupayakan pengakuan sah dari negara sesuai amanat Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2003 tentang Advokat.

Langkah selanjutnya biar bisa dipakai Notaris:

1. Copy-Paste ke AD/ART: Bagian "Maksud dan Tujuan" organisasi. Notaris biasanya minta Visi-Misi ini dulu sebelum bikin akta.

2. Sahkan di Rapat Pendiri: Tanda tangani berita acara rapat pendiri yang isinya menyetujui Visi-Misi ini. Ini lampiran penting saat urus SK Kemenkumham.

3. Jadikan Identitas: Taruh Visi-Misi ini di kop surat, website, dan media sosial HAI biar dari awal udah punya karakter.

Kata kuncinya udah masuk semua: `Pendidikan, Ujian, Kode Etik, Pengawasan, Bantuan Hukum, Pengakuan Negara` = sesuai 7 fungsi di UU Advokat.

SDN 21 Tolomundu Kota Bima, Rapat Evaluasi Pembelajaran tahun 2025-2026 Sekaligus Rapat Pembagian Tugas Guru 2026/2027


Kota Bima, Media Dinamika Global.id.-- Dalam rangka mempersiapkan pelaksanaan pembelajaran yang lebih optimal, sekolah menyelenggarakan Rapat Evaluasi Pembelajaran Tahun Pelajaran 2025/2026 yang dilanjutkan dengan Rapat Pembagian Tugas Guru Tahun Pelajaran 2026/2027.

Rapat evaluasi menjadi wadah untuk meninjau pelaksanaan pembelajaran selama satu tahun pelajaran, mengevaluasi capaian, mengidentifikasi kendala, serta merumuskan langkah-langkah perbaikan sebagai upaya peningkatan mutu pendidikan, Jumat 26 juni 2026.

Selanjutnya, dilakukan pembagian tugas guru Tahun Pelajaran 2026/2027 sebagai bentuk persiapan awal agar seluruh tenaga pendidik memiliki tanggung jawab yang jelas sesuai dengan kompetensi dan kebutuhan sekolah. Diharapkan melalui pembagian tugas yang terencana, proses pembelajaran dapat berlangsung secara efektif, terarah, dan memberikan layanan pendidikan yang terbaik bagi peserta didik.

Semoga hasil rapat ini menjadi komitmen bersama dalam membangun budaya kerja yang profesional, kolaboratif, dan berorientasi pada peningkatan kualitas pendidikan di sekolah.(Sekjend MDG)



Peringati HANI 2026, SEMMI NTB Dorong Sinergi APH dan Pemda Berantas Narkoba

SEMMI NTB saat gelar dialog publik,(Ist/Surya)

Mataram, Media Dinamika Global – Memperingati Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) 2026, Pengurus Wilayah Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia (PW SEMMI) Nusa Tenggara Barat sukses menyelenggarakan Dialog Publik bertajuk "NTB Bersih Narkoba: Komitmen Aksi dan Evaluasi Berkala SEMMI NTB, Aparat Penegak Hukum, dan Pemerintah Daerah". Bertempat di Kedai Hangout Kota Mataram. Jumat, (26/6/26).

Turut hadir dalam dalam kegiatan tersebut, akademisi, praktisi hukum, Universitas Mataram (UNRAM), Universitas Bina Mandiri (UNBIM), UIN Mataram, Universitas Bumigora (UBG), dan Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMat), serta Ketua koalisi berani NTB, aktivis anti narkoba, Pemimpin Redaksi (Pimred NTBSatu), Organisasi Kepemudaan (OKP), HMI BADKO Bali - Nusra, serta para mahasiswa.

Dialog publik tersebut dipandu oleh Ketua Bidang Hukum dan HAM PW SEMMI NTB, Itrawadin.

Ketua PW SEMMI NTB, Muhammad Rizal Ansari, menyampaikan bahwa peringatan Hari Anti Narkotika Internasional tidak boleh berhenti sebagai kegiatan seremonial semata, tetapi harus menjadi momentum untuk memperkuat komitmen bersama dalam menyelamatkan generasi muda dari ancaman penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika.

Lanjut Ketua SEMMI NTB, persoalan narkoba merupakan ancaman serius dan membutuhkan sinergi seluruh elemen bangsa. Kendati demikian, SEMMI NTB berkomitmen menjadi bagian dari gerakan kolaboratif yang mendorong penguatan edukasi, pengawasan, pencegahan, serta evaluasi berkala terhadap upaya pemberantasan narkoba di NTB.

"Di momentum ini, kami ingin membangun ruang kolaborasi antara akademisi, Aparat Penegak Hukum (APH), pemerintah daerah, pers, organisasi kepemudaan, dan masyarakat. Pemberantasan narkoba tidak bisa dibebankan kepada satu institusi saja, melainkan menjadi tanggung jawab bersama demi menjaga masa depan generasi muda NTB," ujar Muhammad Rizal Ansari.

Ketua Koalisi Berani NTB, Yan Mangandar, S.H., M.H., menjelaskan bahwa penyalahgunaan dan peredaran narkoba harus dipahami melalui perspektif sosial dan ekonomi politik. 

"Selama ketimpangan sosial, marginalisasi, dan persoalan ekonomi masih terjadi, maka pemberantasan narkoba tidak cukup hanya mengandalkan pendekatan represif, tetapi juga membutuhkan pemberdayaan masyarakat serta kolaborasi lintas sektor," jelasnya.

Sementara itu, akademisi dari UNBIM, Dr. Alfisahrin, M.Si., menekankan pentingnya perubahan paradigma dalam penanganan narkoba. Ia menilai bahwa pendekatan yang hanya berorientasi pada pemidanaan belum mampu menyelesaikan akar persoalan.

"Pengguna yang mengalami ketergantungan perlu mendapatkan rehabilitasi medis dan sosial, sedangkan bandar dan jaringan pengedar harus ditindak secara tegas sesuai ketentuan hukum yang berlaku," tuturnya.

Pandangan serupa juga disampaikan para akademisi dari UNRAM, UIN Mataram, Universitas Bumigora, dan Universitas Muhammadiyah Mataram yang menekankan pentingnya kepastian hukum, keadilan, rehabilitasi bagi korban penyalahgunaan, penguatan integritas aparat penegak hukum, serta partisipasi aktif masyarakat dalam mencegah peredaran narkoba.

Praktisi hukum turut menyoroti perlunya evaluasi terhadap implementasi regulasi narkotika agar tetap mampu memberikan efek jera kepada para pelaku jaringan peredaran gelap narkotika, tanpa mengabaikan hak-hak korban penyalahgunaan yang membutuhkan pembinaan dan rehabilitasi.

Dalam sesi diskusi, aktivis anti narkoba Uswatun Hasanah dikenal Badai NTB menyampaikan, pengalaman advokasinya terkait dugaan peredaran narkotika di wilayah Bima. Ia mengungkapkan telah menyampaikan laporan kepada APH serta memberikan pandangannya mengenai berbagai hambatan yang ditemui selama proses, baik saat dia turun langsung di tengah-tengah masyarakat NTB serta mengadvokasi aspirasi atas keresahan masyarakat. Pernyataan tersebut merupakan pandangan narasumber dalam forum dialog dan setiap dugaan yang disampaikan memerlukan pembuktian melalui proses hukum yang berlaku.

Kembali, PW SEMMI NTB berkomitmen untuk terus mengawal agenda pemberantasan narkoba melalui edukasi publik, advokasi kebijakan, penguatan partisipasi masyarakat, serta evaluasi berkala terhadap kinerja para pemangku kebijakan.

SEMMI NTB berharap hasil dialog ini menjadi rekomendasi bersama bagi pemerintah daerah, APH, lembaga pendidikan, pers, dan semua pihak dalam memperkuat langkah-langkah pencegahan, rehabilitasi, serta penegakan hukum yang berkeadilan.

"NTB Bersih Narkoba bukan sekadar slogan, tetapi komitmen kolektif yang harus diwujudkan melalui aksi nyata, sinergi lintas sektor, dan keberanian masyarakat untuk menjaga generasi penerus bangsa dari ancaman narkotika," tutup Rizal.

Sepuluh narasumber dari berbagai latar belakang akademisi, praktisi hukum, organisasi kemahasiswaan, hingga aktivis anti narkoba. Mereka menyampaikan berbagai pandangan bahwa persoalan narkoba merupakan persoalan multidimensi yang tidak hanya berkaitan dengan aspek hukum, tetapi juga menyangkut persoalan sosial, budaya, ekonomi, kesehatan, pendidikan, serta tata kelola pemerintahan.

Redaksi |