Media Dinamika Global

Minggu, 19 April 2026

Menu B3 SPPG Uma Lengge Wawo Kab, Bima Dirancang Sebagai Bagian dari (MBG) Makan Bergizi Gratis Untuk Meningkatkan Nutrisi




Bima, Media Dinamika Global.id.-- Menu B3 SPPG Uma Lengge Wawo di Kabupaten Bima (20 April 2026) difokuskan pada gizi seimbang, mencakup nasi kuning, telur rendang, tahu, sayuran, serta variasi keringan seperti roti, abon sapi, dan susu UHT. Menu ini dirancang sebagai bagian dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk meningkatkan nutrisi. 

Rincian Menu B3 SPPG Uma Lengge Wawo:

Menu Utama: Nasi Kuning

Protein Hewani: Telur Rendang

Protein Nabati: Tahu

Sayuran: Variasi Sayur

Tambahan/Keringan: Roti, Abon Sapi, dan Susu UHT.

Menu ini adalah contoh variasi menu yang diterapkan untuk memastikan kebutuhan gizi terpenuhi bagi penerima manfaat di wilayah Wawo, Bima. 

Untuk informasi lebih lanjut, saya bisa membantu:

Mencarikan jadwal menu mingguan lainnya.

Detail gizi dari menu tersebut.



Informasi penerima manfaat (ibu hamil, ibu menyusui, balita /SDN hingga SMA).

         Penulis : Sekjend MDG 

Rakor Haji 2026 NTB Tuntas, Polisi Siapkan Skema Zero Accident


Mataram, Media Dinamika Global — Persiapan pengamanan haji 1447 H/2026 M di NTB makin matang. Rapat koordinasi yang digelar di Aula Bir Ali 2, Asrama Haji Embarkasi NTB, Sabtu (18/4/2026), mengunci kesiapan lintas instansi jelang operasional penuh.

Seluruh unsur terlibat mulai PPIH, Dinas Kesehatan, hingga Dinas Perhubungan sudah satu frekuensi. Status kesiapan kini masuk tahap ready to deploy dengan indikator kesiapan personel dan sistem pengamanan.

Fokus utama mengarah pada sterilisasi area Asrama Haji. Alur keluar masuk diperketat, guna menghindari penumpukan pengantar. Langkah tersebut sekaligus menjaga kenyamanan jemaah saat proses keberangkatan.

Simulasi alur juga telah diuji lewat gladi bersih. Pemeriksaan dokumen hingga kondisi kesehatan jemaah disiapkan, dalam skema cepat tanpa mengurangi ketelitian. Jalur dari Asrama Haji Embarkasi NTB, Jalan Lingkar Selatan menuju Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid ikut dipetakan, untuk mengantisipasi titik rawan hambatan.

Operasi pengawalan dijadwalkan mulai 21 April 2026. Kloter pertama bergerak dari Lombok Timur pukul 03.00 Wita menuju Asrama Haji dan tiba sekitar pukul 06.00 Wita. Skema pengawalan dilakukan secara estafet melibatkan Satuan PJR Ditlantas Polda NTB.

Target besar langsung dipatok, perjalanan aman tanpa kecelakaan serta tanpa keterlambatan, hingga jadwal penerbangan di bandara pada 22 April 2026 pukul 02.05 Wita.

Penguatan personel dilakukan di sejumlah titik penting. Penempatan difokuskan pada ring 1, 2, dan 3 guna memastikan seluruh rangkaian berjalan lancar. Dukungan komunikasi juga diperkuat lewat aktivasi Satgas Banops, termasuk tim teknologi informasi dan kesehatan.

Kabid Humas Polda NTB Kombes Pol. Mohammad Kholid, S.IK., M.M. melalui siaran pers, menegaskan kesiapan aparat dalam mengawal seluruh proses keberangkatan jemaah.

“Kami memastikan seluruh rangkaian pengamanan berjalan optimal. Sinergi antarinstansi sudah solid, sehingga pelaksanaan pengamanan haji tahun ini bisa berlangsung aman dan lancar,” ungkapnya.

Ia menambahkan, koordinasi dengan jajaran di lapangan terus diperkuat, untuk menjaga situasi tetap kondusif.

“Pengamanan rute, pengawalan jemaah, hingga pengaturan lalu lintas kami siapkan secara maksimal, demi kenyamanan dan keselamatan para jemaah,” katanya.

Situasi secara umum terpantau aman dan terkendali. Sistem pengamanan siap dijalankan penuh mulai pekan depan, seiring dimulainya pergerakan kloter pertama dari NTB.

Redaksi |

LMND‎ Siap Turun Audensi, Aksi Kebijakan Mutasi 16 Orang Kepsek Oleh Pemkot Bima Pada Februari 2026 Menuai Polemik Serius


Audensi Hingga Rencana Turun Aksi

Kota Bima, Media Dinamika Global.id.– Kebijakan mutasi dan pemberhentian kepala sekolah (Kepsek) oleh Pemerintah Kota Bima pada Februari 2026 menuai polemik serius. Tak sekadar rotasi jabatan, keputusan ini kini disorot sebagai dugaan bentuk ketidakadilan administratif hingga indikasi intervensi dalam sistem penilaian kinerja ASN.

‎Berdasarkan Keputusan Wali Kota Bima Nomor 800.1.3.3/4/BKPSDM/II/2026, sedikitnya 8 kepala SD resmi diberhentikan dari jabatan struktural dan dialihkan menjadi guru ahli muda per 12 Februari 2026. 

‎Namun perkembangan terbaru menyebutkan jumlah total mencapai 16 orang, termasuk kepala sekolah tingkat SMP.

Nama-nama yang terdampak di antaranya: Yuliansyah, S.Pd; Tuti Haryati, S.Pd; Sri Wahyuni, S.Pd; Siti Suryani, S.Pd; Satrullah, S.Pd; Nasarulhadi, S.Pd; Junaidin, S.Pd; Emi Suriani, S.Pd.

Sementara itu, terdapat pula Kepsek definitif bersertifikat Cakep yang ikut “diturunkan”, seperti: Sri Wahyunungsih, S.Pd; Emy Suryani, S.Pd; Yuliyansyah, S.Pd; Junaidin, S.Pd; Suhardin, S.Pd., MM; Muhtar, S.Pd; Muh. Ali, S.Pd; Maria Ulfah, ST.

1. ‎Indikator Kinerja Dipertanyakan

Secara resmi, pemerintah berdalih bahwa kebijakan ini didasarkan pada hasil evaluasi kinerja dan kebutuhan penataan manajemen pendidikan. Namun, publik menilai alasan tersebut tidak cukup transparan.

Sumber internal pendidikan mengungkap adanya kejanggalan serius. Penilaian kinerja para Kepsek diduga “diatur” agar berada di bawah ekspektasi sebagai dasar administratif penurunan jabatan.

“Ada pengakuan dari pengawas pembina senior, penilaian itu diarahkan agar bisa jadi dasar penurunan,” ungkap ketua LMND mahasiswa Unmbo itu.

Yang lebih mencolok, terjadi ketidaksinkronan antara dua sistem penilaian:

PMM (Platform Merdeka Mengajar): dinilai di bawah ekspektasi

e-Kinerja (SKP ASN): justru tercatat sangat baik

Perbedaan ini menimbulkan pertanyaan besar terkait validitas dan integritas sistem penilaian ASN di daerah.

2. ‎Diduga Sarat Muatan Non-Teknis

Isu lain yang menguat adalah dugaan bahwa penurunan jabatan berkaitan dengan label “tidak loyal” hingga faktor kedekatan politik. Beberapa Kepsek disebut menjadi target karena dianggap tidak sejalan dengan pihak tertentu.

Ironisnya, sejumlah kepala sekolah yang diturunkan:

- Baru menjabat sekitar 5 tahun

-‎ Ada yang masih berstatus Plt di awal masa jabatan

- ‎Telah mengantongi sertifikat Cakep (Calon Kepala Sekolah)

Padahal, sesuai aturan:

‎Penurunan jabatan seharusnya berdasarkan dua tahun berturut-turut kinerja di bawah ekspektasi, bukan satu periode

Regulasi seperti Permendikbud Nomor 6 Tahun 2018 dan Perdirjen GTK Nomor 26017 Tahun 2023 menegaskan pentingnya kompetensi dan sertifikasi dalam pengangkatan kepala sekolah.

3. Ancaman Sertifikasi dan Nasib Guru

‎Masalah tak berhenti pada penurunan jabatan. ‎Keadaan guru yang sebelumnya Kepsek kini dipindahkan ke sekolah lain dengan kekurangan jam mengajar, sehingga berpotensi:

Tidak memenuhi syarat 24 jam mengajar. Tentu akan ‎terancam kehilangan sertifikasi ke depan

“Ini bukan sekadar mutasi. Ini sudah pendzoliman,” tegas sumber.

4. LMND Siap Turun Aksi

Menanggapi polemik ini, LMND Kota Bima menyatakan akan:

- Menggelar audiensi dengan Dinas Dikpora dan BKPSDM maupun pihak terkait dalam kasus ini

- Mendorong Rapat Dengar Pendapat di DPRD Kota Bima

- Bahkan aksi turun ke jalan jika tuntutan transparansi tidak diindahkan

5. LMND‎ Nilai Bukan Mutasi Biasa

‎Ketua Eksekutif LMND Kota Bima Rahmat Ardiansyah menilai, persoalan ini telah melampaui sekadar kebijakan rotasi. Ini menyangkut:

‎- Integritas sistem penilaian ASN

‎- Netralitas birokrasi pendidikan

‎- Prinsip meritokrasi dalam tata kelola pemerintahan.

Jika dugaan intervensi, manipulasi penilaian, hingga ketidaksinkronan sistem benar terjadi, maka ini berpotensi menjadi preseden buruk bagi dunia pendidikan di daerah.

‎"Kami nanti ingin mendengar klarifikasi resmi dan terbuka dari Dinas Dikpora dan BKPSDM Kota Bima," terang Rahmat, Minggu, 19 April 2026.

‎"Transparansi 

bukan pilihan. Ini kewajiban," tutup mahasiswa Unmbo Bima itu. ‎(Tim MDG)

Bupati dan Wakil Bupati Bima Turut Mengucapkan


Kabupaten Bima. Media Dinamika Global.id. Semoga berfokus pada kemajuan wilayah, kesejahteraan masyarakat, pelayanan publik yang lebih baik, serta sinergi antara pemerintah dan masyarakat selalu terjalin. (Tim)

Ratusan Calon Mahasiswa Melakukan Tes Tertulis dan Wawancara di Politeknik AMA


Kota Bima, Media Dinamika Global.id.-- Momen ujian akhir sekolah menengah atas (SMA) baru saja usai, kini memasuki perhelatan tes seleksi masuk perguruan tinggi atau kampus. Sejumlah kampus negeri telah selesai seleksi nasional berdasarkan prestasi.

‎Kini salah satu kampus swasta di Bima telah melakukan tes tertulis dan wawancara calon mahasiswa baru (CaMaba), Sabtu (18 April 2026) Politeknik AMA melaksanakan ujian tertulis bagi calon mahasiswa yang telah daftar gelombang pertama.

‎Ketua Panitia Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) tahun 2026, Edi Kurniawan, M.Pd menyatakan ujian gelombang pertama sesuai dengan rencana yang telah disusun oleh kampus.

‎"Politeknik AMA menyiapkan Tiga gelombang seleksi Mahasiswa Baru, kami telah pun telah sosialisasi ke sekolah dan masyarakat beberapa bulan yang lalu," jelasnya.

‎Ada seratusan calon mahasiswa baru yang datang ujian, terdiri dari tiga program studi yang ada di politeknik AMA.

‎"Peserta yang ikut tes tertulis dan wawancara sebanyak seratus lebih orang. Dan masih ada yang belum hadir tes dari keseluruhan pendaftaran," tambahnya.

‎Selanjutnya Direktur Politeknik AMA, Kharismafullah, M Pt, mengapresiasi kinerja Panitia Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB), terus berharap dukungan masyarakat untuk kemajuan kampus.

‎"Saya sangat bangga terhadap kinerja Panitia PMB. Semoga gelombang kedua dan ketiga dukungan masyarakat untuk memiliki Politeknik AMA sebagai kampus tujuannya makin meningkat," harapnya.

‎Fullah sapaan, menyampaikan harapannya, bahwa kedepannya dukungan masyarakat sangat penting, kolaborasi dari berbagai pihak dapat memajukan kampus.

‎"kami berterima kepada masyarakat pulau Sumbawa, khusus Bima dan Dompu, atas kepercayaan kepala politeknik AMA," ungkapnya.

‎Kampus Politeknik AMA merupakan kampus baru di Bima. Tahun 2026 ini baru angkatan kedua penerimaan mahasiswa.(Redaksi Sekjend MDG)

Ibu Hamil Asal Sape Bima Alami Kondisi Serius, Terkendala Biaya Rujukan


Bima.NTB.Media Dinamika Global.id– Seorang ibu hamil asal Desa Sangia, Kecamatan Sape, Kabupaten Bima, dilaporkan mengalami kondisi kesehatan serius dan membutuhkan penanganan medis lanjutan. Namun, keterbatasan biaya menjadi kendala utama dalam proses rujukan ke rumah sakit yang memiliki fasilitas lebih lengkap.(Minggu.19/04/2026)

Pasien bernama Astuti, istri dari Sudirman, yang tinggal di RT 07 RW 04 Dusun Sangaji, Desa Sangia, saat ini menjalani perawatan intensif di RSUD Bima. Berdasarkan hasil pemeriksaan tim medis, Astuti didiagnosis mengalami preeklamsia berat (PEB) yang disertai gangguan jantung.

Secara medis, kondisi tersebut memerlukan penanganan lebih lanjut di rumah sakit tingkat provinsi dengan fasilitas yang lebih memadai. Akan tetapi, hingga kini rencana rujukan belum dapat dilakukan.

Pihak keluarga menyampaikan bahwa keterbatasan ekonomi menjadi penghambat utama, terutama untuk memenuhi kebutuhan hidup selama mendampingi pasien di luar daerah. Astuti diketahui telah menjalani perawatan selama empat hari di RSUD Bima, dan kondisinya dilaporkan terus memburuk.

Sebagai keluarga dengan kondisi ekonomi kurang mampu, mereka berharap adanya perhatian dan bantuan dari pemerintah maupun masyarakat luas. Dukungan tersebut sangat dibutuhkan, khususnya untuk biaya makan dan kebutuhan sehari-hari selama proses pengobatan di rumah sakit rujukan.

Keluarga berharap bantuan dapat segera terealisasi agar proses rujukan bisa dilakukan secepatnya, demi keselamatan ibu dan bayi yang tengah dikandung.(Team.MDG.03)

Bupati dan Wakil Bupati Bima Turut Mengucapkan


Bupati dan Wakil Bupati Bima Beserta Seluruh Jajaran Forkopimda Mengucapkan


Bupati dan Wakil Bupati Bima Turut Mengucapkan

 


RSUD Sondosia Kembali Buktikan Diri Sebagai Pusat Pembelajaran Kesehatan Yang Progresif dan Berdampak


Bima, Media Dinamika Global.id.-- RSUD Sondosia kembali membuktikan diri sebagai pusat pembelajaran kesehatan yang progresif dan berdampak. Pada 15–17 April lalu, rumah sakit ini sukses menyelenggarakan Workshop Integratif PONED–PONEK Angkatan I, sebuah pelatihan nasional yang berfokus pada peningkatan mutu pelayanan maternal dan neonatal. Tidak hanya berjalan lancar, kegiatan ini bahkan “banjir pujian” dari para peserta. Linimasa media sosial peserta dipenuhi unggahan story dan testimoni yang menggambarkan rasa bangga, antusiasme, hingga syukur karena dapat mengikuti pelatihan berkualitas tinggi, terlebih dengan capaian 30 SKP yang menjadi nilai tambah signifikan bagi pengembangan profesional mereka.

Keberhasilan ini tidak lepas dari kekuatan substansi yang dihadirkan. Workshop ini menghadirkan deretan narasumber yang luar biasa: dua guru besar (profesor), empat doktor (S3), tiga dokter spesialis konsultan, serta lebih dari sepuluh bidan senior berpengalaman. Kombinasi ini menjadikan materi yang disampaikan tidak hanya berbasis teori mutakhir, tetapi juga sangat aplikatif di lapangan. Para peserta, mulai dari tenaga kesehatan puskesmas hingga rumah sakit (bidan, perawat, dokter hingga dokter spesialis), merasakan langsung manfaat pembelajaran yang komprehensif dan relevan dengan praktik sehari-hari, khususnya dalam mengatasi kegawatdaruratan maternal neonatal.

Kesuksesan penyelenggaraan ini juga merupakan hasil dari proses pembelajaran panjang RSUD Sondosia sejak rutin menggelar pelatihan sejak tahun 2023. Potensi internal dimaksimalkan secara optimal seperti dari sisi sumber daya manusia yang terlibat sebagai panitia, maupun fasilitas aula yang didesain nyaman dan representatif untuk kegiatan ilmiah berskala nasional. Hasilnya terlihat nyata: penilaian resmi melalui platform LMS “Plataran Sehat” Kementerian Kesehatan menunjukkan peningkatan signifikan, dari rata-rata rating 4,7 pada kegiatan sebelumnya menjadi hampir sempurna, yakni 4,9.

Apresiasi peserta pun mengalir deras dan penuh warna. Ada yang menyebut workshop ini sebagai “yang terbaik yang pernah diadakan di Bima,” dengan narasumber hebat dan ilmu yang luar biasa luas hingga melampaui ekspektasi. Ada pula yang menyoroti suasana belajar yang interaktif dan menyenangkan—lengkap dengan kuis, hadiah, moderator yang komunikatif, hingga rundown yang tertata rapi dan tepat waktu. Bahkan hal-hal kecil namun bermakna seperti konsumsi yang lezat, snack melimpah, hingga perhatian panitia terhadap detail kebutuhan peserta turut menjadi sorotan positif. Bagi banyak peserta, biaya workshop sebesar Rp1,5 juta dinilai sangat sepadan, bahkan lebih dari yang mereka bayangkan.

Menanggapi antusiasme tersebut, Direktur RSUD Sondosia, Dr. Firman, MPH, menyampaikan bahwa keberhasilan ini bukanlah akhir, melainkan bagian dari proses pembelajaran untuk terus berkembang.

 “Mudah-mudahan semakin banyak pelatihan atau workshop yang bisa kita selenggarakan. Selain memberikan nilai tambah bagi rumah sakit, yang lebih penting adalah memberikan manfaat luas bagi tenaga kesehatan di berbagai fasilitas pelayanan kesehatan,” ujarnya.

 Dengan semangat ini, RSUD Sondosia tidak hanya menjadi penyelenggara kegiatan, tetapi juga motor penggerak peningkatan kapasitas Sumber Daya Manusia ( SDM ) kesehatan menuju pelayanan yang lebih berkualitas bagi masyarakat. ( Redaksi Sekjend MDG)