Bima, Media Dinamika Global.id.-- RSUD Sondosia kembali membuktikan diri sebagai pusat pembelajaran kesehatan yang progresif dan berdampak. Pada 15–17 April lalu, rumah sakit ini sukses menyelenggarakan Workshop Integratif PONED–PONEK Angkatan I, sebuah pelatihan nasional yang berfokus pada peningkatan mutu pelayanan maternal dan neonatal. Tidak hanya berjalan lancar, kegiatan ini bahkan “banjir pujian” dari para peserta. Linimasa media sosial peserta dipenuhi unggahan story dan testimoni yang menggambarkan rasa bangga, antusiasme, hingga syukur karena dapat mengikuti pelatihan berkualitas tinggi, terlebih dengan capaian 30 SKP yang menjadi nilai tambah signifikan bagi pengembangan profesional mereka.
Keberhasilan ini tidak lepas dari kekuatan substansi yang dihadirkan. Workshop ini menghadirkan deretan narasumber yang luar biasa: dua guru besar (profesor), empat doktor (S3), tiga dokter spesialis konsultan, serta lebih dari sepuluh bidan senior berpengalaman. Kombinasi ini menjadikan materi yang disampaikan tidak hanya berbasis teori mutakhir, tetapi juga sangat aplikatif di lapangan. Para peserta, mulai dari tenaga kesehatan puskesmas hingga rumah sakit (bidan, perawat, dokter hingga dokter spesialis), merasakan langsung manfaat pembelajaran yang komprehensif dan relevan dengan praktik sehari-hari, khususnya dalam mengatasi kegawatdaruratan maternal neonatal.
Kesuksesan penyelenggaraan ini juga merupakan hasil dari proses pembelajaran panjang RSUD Sondosia sejak rutin menggelar pelatihan sejak tahun 2023. Potensi internal dimaksimalkan secara optimal seperti dari sisi sumber daya manusia yang terlibat sebagai panitia, maupun fasilitas aula yang didesain nyaman dan representatif untuk kegiatan ilmiah berskala nasional. Hasilnya terlihat nyata: penilaian resmi melalui platform LMS “Plataran Sehat” Kementerian Kesehatan menunjukkan peningkatan signifikan, dari rata-rata rating 4,7 pada kegiatan sebelumnya menjadi hampir sempurna, yakni 4,9.
Apresiasi peserta pun mengalir deras dan penuh warna. Ada yang menyebut workshop ini sebagai “yang terbaik yang pernah diadakan di Bima,” dengan narasumber hebat dan ilmu yang luar biasa luas hingga melampaui ekspektasi. Ada pula yang menyoroti suasana belajar yang interaktif dan menyenangkan—lengkap dengan kuis, hadiah, moderator yang komunikatif, hingga rundown yang tertata rapi dan tepat waktu. Bahkan hal-hal kecil namun bermakna seperti konsumsi yang lezat, snack melimpah, hingga perhatian panitia terhadap detail kebutuhan peserta turut menjadi sorotan positif. Bagi banyak peserta, biaya workshop sebesar Rp1,5 juta dinilai sangat sepadan, bahkan lebih dari yang mereka bayangkan.
Menanggapi antusiasme tersebut, Direktur RSUD Sondosia, Dr. Firman, MPH, menyampaikan bahwa keberhasilan ini bukanlah akhir, melainkan bagian dari proses pembelajaran untuk terus berkembang.
“Mudah-mudahan semakin banyak pelatihan atau workshop yang bisa kita selenggarakan. Selain memberikan nilai tambah bagi rumah sakit, yang lebih penting adalah memberikan manfaat luas bagi tenaga kesehatan di berbagai fasilitas pelayanan kesehatan,” ujarnya.
Dengan semangat ini, RSUD Sondosia tidak hanya menjadi penyelenggara kegiatan, tetapi juga motor penggerak peningkatan kapasitas Sumber Daya Manusia ( SDM ) kesehatan menuju pelayanan yang lebih berkualitas bagi masyarakat. ( Redaksi Sekjend MDG)
