Media Dinamika Global

Kamis, 02 April 2026

Di Ujung Anggaran: Kisah Daerah yang Kehilangan Nafas Keuangan


Oleh M.Fakhrur Rodzi, M.IP (Akademisi, Lingkar Pinggir Bima)

Bima-NTB, Media Dinamika Global.Id - Di tengah semangat pembangunan yang terus digaungkan, banyak daerah justru berdiri di ujung napas keuangan yang kian menipis. Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) yang semestinya menjadi instrumen utama pelayanan publik, kini menghadapi tekanan serius. Salah satu penyebab yang tak bisa diabaikan adalah pemotongan Transfer ke Daerah (TKD) dengan dalih efisiensi, yang kemudian dialihkan untuk berbagai program strategis nasional seperti Makan Bergizi Gratis (MBG), penguatan koperasi desa (Kopdes), dan program lainnya.

Di atas kertas, kebijakan ini tampak mulia. Siapa yang menolak peningkatan gizi masyarakat? Siapa yang tidak sepakat bahwa koperasi desa perlu diperkuat? Namun, persoalan menjadi kompleks ketika kebijakan tersebut tidak diiringi dengan perhitungan matang terhadap kapasitas fiskal daerah. Pemotongan TKD, yang selama ini menjadi tulang punggung pembiayaan daerah, justru membuat banyak pemerintah daerah kehilangan ruang geraknya.

Daerah kini seperti dipaksa berlari dengan kaki yang terikat. Di satu sisi, mereka dituntut untuk tetap memberikan pelayanan optimal—mulai dari pendidikan, kesehatan, hingga infrastruktur dasar. Di sisi lain, sumber daya keuangan yang tersedia semakin terbatas. Akibatnya, banyak program prioritas daerah terpaksa ditunda, bahkan dibatalkan.

Lebih jauh, kondisi ini berpotensi menciptakan ketimpangan baru. Daerah yang memiliki Pendapatan Asli Daerah (PAD) kuat mungkin masih bisa bertahan. Namun, bagi daerah yang sangat bergantung pada TKD, pemotongan ini ibarat mencabut sumber oksigen terakhir. Pembangunan melambat, kualitas layanan menurun, dan kepercayaan publik pun ikut tergerus.

Efisiensi anggaran memang penting, tetapi efisiensi yang tidak sensitif terhadap kondisi riil daerah justru bisa menjadi bumerang. Alih-alih memperkuat fondasi pembangunan, kebijakan ini berisiko melemahkan sendi-sendi pemerintahan daerah. Program nasional seharusnya tidak berjalan dengan mengorbankan stabilitas fiskal daerah, melainkan melalui sinergi yang adil dan proporsional.

Di titik ini, pemerintah pusat perlu membuka ruang dialog yang lebih luas dengan pemerintah daerah. Pendekatan satu arah dalam pengelolaan fiskal hanya akan melahirkan kebijakan yang timpang. Daerah bukan sekadar pelaksana, melainkan mitra strategis dalam pembangunan nasional.

Sudah saatnya kita bertanya: apakah efisiensi yang dilakukan benar-benar menghasilkan dampak optimal, atau justru memindahkan beban ke pundak daerah? Sebab jika daerah terus dipaksa bertahan di ujung anggaran, maka yang terancam bukan hanya angka-angka dalam laporan keuangan, tetapi juga masa depan pelayanan publik dan kesejahteraan masyarakat.

Pada akhirnya, menjaga napas keuangan daerah bukan sekadar soal angka, melainkan soal keberlanjutan pembangunan itu sendiri. Jika napas itu terhenti, maka harapan masyarakat di daerah pun perlahan ikut meredup. (Waketum MDG)

Babinsa Desa Rato Koramil 1608-03/Sape Hadiri Bimbingan Teknis Brigade Pangan di Kecamatan Lambu


Lambu.Bima.NTB.Media Dinamika Global.id Dalam rangka mendukung program Ketahanan Pangan Nasional, Babinsa Desa Rato, Sertu Wahyudin, anggota Posramil Lambu Koramil 1608-03/Sape, menghadiri kegiatan Bimbingan Teknis Brigade Pangan BP Flora Gemilang. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Kamis (2/4) pukul 08.40 WITA, bertempat di aula Kantor Desa Rato, Kecamatan Lambu, Kabupaten Bima.



Acara ini dihadiri oleh sejumlah pihak terkait, antara lain Kepala UPT Pertanian Kecamatan Lambu, Kepala BPP Pertanian Kecamatan Lambu, perwakilan Kepala Desa Rato yang diwakili oleh Sekretaris Desa, Babinsa Desa Rato, para Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) se-Kecamatan Lambu, serta Ketua dan anggota Kelompok Brigade Pangan BP Flora Gemilang.

Kegiatan bimbingan teknis ini bertujuan untuk memberikan penyuluhan serta meningkatkan pemahaman para peserta terkait penguatan sektor pangan, sebagai bagian dari upaya mendukung ketahanan pangan nasional di tingkat daerah.

Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dengan tertib, aman, dan lancar hingga selesai pada pukul 11.00 WITA.( Team.MDG.03)

Babinsa Desa Oi Maci Koramil 1608-03/Sape Gelar Sosialisasi dan Pemasangan Bendera Merah Putih


Sape.Bima.NTB.Media Dinamika Global.id Dalam upaya menumbuhkan semangat nasionalisme dan kecintaan terhadap tanah air, Serka Sahrul selaku Babinsa Desa Oi Maci melaksanakan kegiatan sosialisasi dan pemasangan Bendera Merah Putih bersama warga binaan.



Kegiatan tersebut berlangsung pada Kamis (2/4) pukul 09.00 WITA di Dusun Sumpi, Desa Oi Maci, Kecamatan Sape, Kabupaten Bima. Sosialisasi ini bertujuan untuk memupuk jiwa patriotisme serta memperkuat rasa cinta masyarakat terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Warga setempat terlihat antusias mengikuti kegiatan, yang juga diisi dengan pemasangan Bendera Merah Putih sebagai simbol persatuan dan kebanggaan nasional.

Selama kegiatan berlangsung, situasi terpantau aman, tertib, dan lancar tanpa kendala berarti. (Team.MDG.03)

Rabu, 01 April 2026

Serda Abdul Hafid Koramil 1608-03/Sape Gelar Sosialisasi dan Pemasangan Bendera Merah Putih di Desa Rasabou


Sape.Bima.NTB.Media Dinamika Global.id Dalam upaya menumbuhkan semangat nasionalisme dan cinta tanah air, Serda Abdul Hafid melaksanakan kegiatan sosialisasi sekaligus pemasangan Bendera Merah Putih bersama warga binaan. Kegiatan ini berlangsung pada Kamis (2/4) pukul 08.00 WITA di RT 12 RW 006, Dusun Rasabou, Desa Rasabou, Kecamatan Sape, Kabupaten Bima.



Kegiatan tersebut bertujuan untuk memupuk jiwa patriotisme serta memperkuat rasa cinta kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) di kalangan masyarakat setempat. Warga tampak antusias mengikuti rangkaian kegiatan yang dilaksanakan secara bersama-sama.

Selain sosialisasi, pemasangan Bendera Merah Putih di lingkungan warga juga menjadi simbol nyata dalam mengingatkan pentingnya menjaga persatuan dan kesatuan bangsa.

Selama kegiatan berlangsung, situasi terpantau aman, tertib, dan lancar tanpa adanya kendala berarti.

(Team.MDG.03)

Cekcok WNA Pakistan dengan Seorang Wanita di Mataram Berakhir Damai di Kantor Polisi


Mataram, Media Dinamika Global - Unit Reskrim Polsek Mataram turun tangan memediasi perselisihan antara seorang Warga Negara Asing (WNA) asal Pakistan berinisial IM dengan seorang wanita berinisial SZM. Keributan yang terjadi di sebuah rumah kos di wilayah Pagutan, Selasa (31/03/2026) sore itu dipicu persoalan ponsel iPhone 15 Pro Max.

Kapolsek Mataram, AKP Mulyadi, S.H., menjelaskan bahwa insiden bermula ketika IM mendatangi kos SZM untuk mengambil kembali ponsel yang sebelumnya ia berikan. Namun situasi memanas setelah SZM mengaku telah menggadaikan ponsel tersebut senilai Rp2 juta untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

“Dari keterangan yang kami himpun, keduanya sempat menjalin hubungan selama kurang lebih satu bulan. Perselisihan muncul karena adanya kecemburuan dari pihak IM yang kemudian berujung pada permintaan pengembalian barang,” jelas AKP Mulyadi.

Ketegangan di lokasi sempat meningkat hingga terjadi dugaan kontak fisik ringan. Petugas yang menerima laporan langsung mengamankan situasi dan membawa kedua pihak ke Mapolsek Mataram untuk dilakukan mediasi.

Dalam proses tersebut, polisi bahkan menggunakan bantuan aplikasi penerjemah agar komunikasi antara kedua belah pihak dapat berjalan lancar. IM tetap bersikeras meminta ponselnya dikembalikan saat itu juga, sementara SZM meminta waktu hingga 2 April untuk menebus ponsel dari pihak ketiga di wilayah Cakranegara.

“Kami sudah berupaya menjembatani, termasuk meminta pihak SZM menghubungi orang yang menerima gadai, namun nomor yang bersangkutan tidak aktif. Kami juga menawarkan jalur laporan resmi, namun IM memilih tidak melapor,” tambah Kapolsek.

Hingga mediasi berakhir sekitar pukul 17.30 WITA, kesepakatan belum tercapai. IM memilih meninggalkan kantor polisi dengan rencana melaporkan persoalan tersebut ke pihak kedutaannya.

Diketahui, IM telah tinggal di Kota Mataram selama kurang lebih tiga bulan dan menetap di kawasan Perumahan Griya Udayana.

Pihak kepolisian memastikan akan terus memantau perkembangan kasus ini guna mengantisipasi potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah hukum Polsek Mataram.

Redaksi |

SDN 12 Sarae Kota Bima Gelar Sholat Dzuhur Secara Berjamaah


Kota Bima, Media Dinamika Global.id.-- Pelaksanaan Sholat Dzuhur berjamaah di SDN 12 Sarae Kota Bima menjadi salah satu kegiatan rutin yang dilaksanakan setiap hari sebelum siswa pulang sekolah. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh murid dan guru dengan penuh kesadaran dan kedisiplinan. Suasana khusyuk tampak saat seluruh warga sekolah berkumpul untuk menunaikan ibadah, menciptakan lingkungan yang religius dan penuh ketenangan di tengah aktivitas belajar mengajar.

Kepala sekolah bersama para guru berperan aktif dalam membimbing dan mengarahkan siswa agar dapat melaksanakan sholat dengan baik dan benar. Selain sebagai kewajiban ibadah, kegiatan ini juga menjadi sarana pembelajaran langsung dalam menanamkan nilai-nilai keimanan dan ketaqwaan kepada Allah SWT. Melalui pembiasaan ini, siswa diajarkan pentingnya menjaga hubungan dengan Tuhan sekaligus membentuk sikap disiplin dan tanggung jawab.

Dengan adanya kegiatan sholat Dzuhur berjamaah secara rutin, SDN 12 Sarae Kota Bima terus berkomitmen dalam membentuk karakter peserta didik sejak dini. Nilai-nilai religius yang ditanamkan diharapkan dapat menjadi bekal bagi siswa dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan sekolah maupun di masyarakat. Kegiatan ini menjadi wujud nyata upaya sekolah dalam menciptakan generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki akhlak yang mulia.(Sekjend MDG)

Kuasa Hukum Korban Mochamad Yahdi, SH., MH. Dkk, dan Keluarga Desak Polisi Tangkap Pelaku Penculikan Mahasiswa Tamsis


Bima NTB. Media Dinamika Global.Id.- Kuasa hukum Mochamad Yahdi, SH., MH. dan keluarga korban Arif Hendrawan, mendesak pihak kepolisian untuk mengungkap dalang di balik aksi penculikan selama sepuluh hari TKP Desa Cenggu Belo penyiraman air keras.

Hal itu ia sampaikan saat hendak menjenguk korban yang masih dirawat di Puskesmas Langgudu, Rabu (1/4/2026), bersama kuasa Hukum dan keluarga korban.

Kuasa hukum menuding bahwa penculikan terhadap Arif Hendrawan tindak kriminal biasa, melainkan kejahatan serius yang terencana.

Ia menambahkan, siapapun pelakunya harus diproses hukum dan ditempatkan di tempat yang semestinya.

Menurut Kuasa Hukum Mochammad Yahdi, SH., MH, penculikan selama sebelas hari di Desa Cenggu Kecamatan Belo dan Penganiayaan tersebut bukan tindakan spontan, melainkan ada motif tertentu di baliknya.

Sementara itu, berdasarkan pantauan media dinamika Global di Puskesmas Langgudu tempat korban dirawat, Kuasa Hukum Mochammad Yahdi SH MH dan Keluarga sudah berhasil bertemu dengan korban hingga pukul 13.00 WITA.

Keduanya akhirnya berbincang dengan keluarga untuk menyampaikan dukungan moral.

Saat itu, Arif Hendrawan sedang duduk di jalan ketika pelaku berboncengan membawa di Desa Cenggu Kecamatan Belo dari Rupe Langgudu.

Sementara pelaku lebih  dari dua orang, Salah satu pelaku kemudian memukul gunakan besi dan batu ke tubuh Arif hingga mengenai kepala, tangan, dada, dan mata luka memar.

Akibat Penculikan dan Penganiayaan itu, Arif Hendrawan mengalami luka sobek kepala serius dan langsung dilarikan ke rumah sakit. Saksi memastikan tidak ada barang korban yang hilang dalam kejadian tersebut.(IHS MDG).

Literasi Budaya SDN 12 Sarae Kota Bima : Tanao Sama Rimpu Mantika


Kota Bima, Media Dinamika Global.id.— SDN 12 Sarae Kota Bima melaksanakan kegiatan Literasi Budaya bertajuk “Tanao Sama Rimpu Mantika” yang berlangsung dengan penuh semangat dan nuansa kearifan lokal. Dalam kegiatan ini, murid perempuan mengenakan Rimpu Mantika, sementara murid laki-laki memakai Katente Tembe sebagai bentuk pengenalan dan pelestarian budaya daerah sejak usia dini. Seluruh rangkaian kegiatan dipandu oleh guru-guru hebat SDN 12 Sarae yang dengan penuh dedikasi membimbing siswa dalam memahami nilai-nilai budaya Bima, kamis 2 April 2026.

Kepala SDN 12 Sarae Kota Bima, Asikin, S.Pd.SD, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya persiapan serta dukungan dalam mensukseskan Festival Rimpu Mantika yang akan dilaksanakan pada tanggal 25 hingga 27 April 2026. Melalui kegiatan literasi budaya ini, diharapkan siswa tidak hanya mengenal busana tradisional, tetapi juga memahami filosofi, makna, dan pentingnya menjaga warisan budaya sebagai identitas daerah.

Festival Rimpu Mantika yang kembali menjadi bagian dari Karisma Event Nusantara mengusung tema “Preserving Culture and History”. Momentum ini menjadi ajakan bagi seluruh masyarakat untuk bersama-sama melestarikan budaya Rimpu, sekaligus mengangkat citra budaya dan produk lokal. Dengan semangat kebersamaan, diharapkan budaya daerah semakin berkembang dan mampu menjadi bagian dari kekayaan budaya Nusantara yang kreatif dan berdaya saing.(Sekjend MDG)

Koramil 1608-01/Rasana'e dan Babinsa Memberikan Edukasi Kebersihan Terhadap Anak anak di SDN 19


Kota Bima. Media Dinamika Global.id. Danramil 1608-01/Rasana'e Kapten Inf. Bambang Irawan beserta Anggota Koramil 1608-01/Rasanae pimpin langsung Kegiatan Safari Mobil Maung yang bertempat di SDN 19 Kota Bima Jalan Sukarno Hatta Kel. Rabangodu Utara Kec. Raba Kota Bima. Kamis, (02/04/26)

Hadir dalam kegiatan tersebut 2, Kepala Sekolah SDN 19 Kota Bima Hj. Suriyati S.Pd.SD, Anggota Koramil 1608-01/Rasanae, Seluruh Guru dan Siswa /Siswi SDN 19 Kota Bima, Babinsa kel. Rabangodu Utara 

Pada Pukul 07.00 Wita, Mobil Maung tiba di halaman SDN 19 Kota Bima, kemudian dilanjutkan dengan sambutan Danramil 1608-01/Rasana'e.

Dalam sambutannya Danramil 1608-01/Rasana'e., menyampaikan Puji syukur terhadap Tuhan Yang Maha Esa, karena atas rahmat-Nya kita dapat berkumpul dalam keadaan sehat untuk melaksanakan kegiatan sosialisasi kebersihan yang dipadukan dengan program Kota Bima Bersih, Indah, Sehat, dan Asri (BISA), ujarnya.

Lanjutnya, Anak-anakku sekalian, kebersihan adalah bagian dari Iman. Lingkungan yang bersih akan menciptakan suasana belajar yang nyaman, sehat, dan menyenangkan. Oleh karena itu, saya mengajak seluruh siswa untuk membiasakan hidup bersih, seperti membuang sampah pada tempatnya, menjaga kebersihan kelas, serta merawat lingkungan sekolah.

Program Kota Bima (BISA) merupakan upaya bersama untuk menjadikan Kota Bima sebagai kota yang Bersih, Indah, Sehat, dan Asri. Kalian sebagai generasi muda memiliki peran penting dalam mewujudkan hal tersebut. Maka mulailah dari hal kecil, dari diri sendiri, dan dari lingkungan sekolah hingga kalian akan terbiasa dengan hal-hal yang lebih besar kedepannya, terangnya dengan penuh semangat.

Lebih lanjut disampaikannya, Kami dari Koramil 01-Rasanae Kodim 1608/Bima siap mendukung kegiatan positif seperti ini, karena kebersihan lingkungan juga merupakan bagian dari pembinaan karakter dan kedisiplinan sejak dini.

Saya berharap, setelah kegiatan ini, anak-anakku sekalian dapat menjadi pelopor kebersihan, baik di sekolah, di rumah, maupun di lingkungan masyarakat, harapnya.

Usai dilakukan sambutan Dandim, pada kegiatan Safari Mobil Maung, kegiatan dilanjutkan dengan pembersihan sekitar halaman SDN 19 hingga selesai. Setelah itu para Guru dan Siswa SDN 19 Kota Bima melaksanakan foto bersama dihalaman Sekolah.

Pada momentum tersebut, terdapat hal yang begitu luar biasa dilakukan oleh Danramil 1608- 01/ Rasana'e Kapten Inf. Bambang Irawan yaitu memberikan kesempatan terhadap Guru dan Siswa menaiki dan merasakan langsung duduk di dalam kabin Mobil Maung yang menjadi Ikon Alutsista modern Indonesia tersebut, dengan mengelilingi Kelurahan Rabangodu Utara secara bergantian.

Tentunya kesempatan ini merupakan momentum yang begitu menarik bagi masyarakat lebih khusus para Guru dan Siswa SDN 19 Kota Bima, yang berkesempatan menaiki Mobil Maung hasil Karya Anak Bangsa tersebut.

Sepanjang perjalanan mereka terlihat begitu bersemangat dan nyaman dalam menaiki Mobil Maung tersebut.

Dalam program ini, tentunya terdapat beberapa hal penting yang perlu dipahami oleh masyarakat pada umumnya, bahwa kegiatan Safari Mobil Maung ini diselenggarakan oleh Kodim-1608/Bima, dalam rangka memperkenalkan kepada Kepala Sekolah,Guru-guru dan Seluruh Siswa-siswi SDN 19 Kota Bima.


Selain itu kegiatan ini memperkenalkan bahwa Mobil Maung tersebut adalah hasil karya/buatan Anak bangsa Indonesia yang diberikan oleh TNI-AD kepada Kodim 1608/Bima.

Disisi lain kehadiran Danramil 1608-01/Rasana'e Kapten Inf. Bambang Irawan beserta Anggota Koramil 1608-01/Rasanae dalam hal ini merupakan bentuk Sosialisasi tentang kebersihan, agar bagaimana kesadaran pihak sekolah, mulai dari Kepala Sekolah, Guru pembimbing, sampai dengan para  Siswa-siswi membiasakan diri untuk menerapkan cara hidup sehat itu sendiri.

Dan yang tak kalah pentingnya dalam kegiatan ini adalah, bagaimana kehadiran Koramil dan Babinsa memberikan edukasi kebersihan terhadap anak anak di SDN 19 Kota Bima.

Juga menanamkan rasa Kepedulian terhadap pihak sekolah agar memiliki rasa kepedulian terhadap kebersihan lingkungan, dengan menyediakan tempat pembuangan sampah, karena dengan kurangnya ketersediaan tempat sampah, sehingga anak anak membuang sampah sembarangan.

Maka dengan kehadiran Danramil 1608-01/Rasana'e Kapten Inf. Bambang Irawan beserta Anggota Koramil 1608-01/Rasanae, selain memperkenalkan Mobil Maung Karya anak Bangsa, juga dimanfaatkan untuk melakukan Sosialisasi terkait kebersihan, sehingga  Anak-anak akan tertanam rasa peduli terhadap kenyamanan dan kebersihan lingkungan. (Koramil-01/Tim MDG)

PERTEMUAN L-KPK DENGAN YAYASAN ISLAM KABUPATEN BIMA: BERSINERGI UNTUK MEWUJUDKAN MADRASAH YANG LEBIH BAIK


Bima NTB, Media Dinamika Global.id. – Pertemuan hangat antara Ketua Lembaga Komunitas Pengawas Korupsi (L-KPK) dengan Ketua Yayasan Islam Kabupaten Bima baru-baru ini mengangkat semangat optimisme bagi perkembangan Madrasah Iptidayah (MI) di wilayah tersebut, khususnya MI Desa Mpuri Kecamatan Madapangga dan MI Desa Nipa Kecamatan Ambalawi, 2 April 2026.

Dalam pertemuan yang penuh kehangatan itu, H. Muhammad AR, BA. Ketua Yayasan Islam Kabupaten Bima dengan senang hati menyambut kunjungan dan konfirmasi terkait kaitan yayasan dengan kedua madrasah tersebut. Beliau mengungkapkan komitmen yang kuat untuk segera merehab beberapa ruangan yang sudah tidak layak (rombeng) , dengan harapan dana dari pelelangan tanah yang akan dilakukan pada tahun 2026 mendatang. 

Karna Kami tidak mendapatkan bantuan khusus dari pemerintah, namun insyaallah dengan hasil pelelangan tanah nanti, kita bisa segera memperbaiki fasilitas sekolah bagi anak-anak kita," ujarnya dengan semangat.

Terkait dana bantuan operasional sekolah, Ketua Yayasan menjelaskan bahwa urusan tersebut berada di bawah wewenang Kantor Urusan Agama, sementara yayasan sendiri tidak pernah mengambil apa-apa dari sekolah. Sebaliknya, yayasan selalu memberikan motivasi kepada guru dan kepala sekolah agar tetap bersemangat dalam mendidik generasi muda.

Tak hanya itu, kedua pihak juga membahas pentingnya kejelasan struktur komite sekolah yang seharusnya dipilih setiap 5 tahun sekali, baik melalui proses pemilihan maupun aklamasi. Tujuan utama pembentukan komite yang jelas adalah untuk membantu mengurus dan mencari donatur yang dapat mendukung perkembangan madrasah-madrasah tersebut.

Semangat gotong-royong dan komitmen bersama untuk kemajuan pendidikan agama di Kabupaten Bima menjadi sorotan utama dalam pertemuan yang penuh gembira dan harapan ini. By. Biro kota bima. By. E H Penanggungjawab. (Sekjend MDG)