Media Dinamika Global

Selasa, 24 Maret 2026

Babinsa Soro Koramil 1608-03/Sape Gelar Patroli Siskamling, Situasi Wilayah Terpantau Aman dan Kondusif


Lambu.Bima.NTB.Media Dinamika Global.id, Dalam rangka menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, Babinsa Desa Soro, Serka Maskur bersama satu orang anggota Koramil 1608-03/Sape melaksanakan kegiatan patroli siskamling pada Selasa (24/3/2026) malam.

Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 19.30 WITA tersebut bertujuan untuk memantau situasi wilayah serta mengantisipasi potensi gangguan keamanan di Kecamatan Sape dan Kecamatan Lambu, Kabupaten Bima.

Patroli ini turut melibatkan berbagai unsur masyarakat, di antaranya dua anggota Koramil, dua aparat desa, lima warga masyarakat, dua tokoh pemuda, serta satu tokoh agama. Kehadiran berbagai elemen ini diharapkan mampu memperkuat sinergi dalam menjaga keamanan lingkungan.

Adapun sasaran patroli meliputi pemukiman warga dan lokasi yang kerap dijadikan tempat berkumpulnya anak muda.



Rangkaian kegiatan dimulai pada pukul 20.00 WITA, saat anggota Koramil 1608-03/Sape bergerak menuju Desa Soro. Sekitar pukul 20.30 WITA, rombongan tiba di lokasi dan langsung melaksanakan pemantauan situasi wilayah.

Selanjutnya, pada pukul 20.45 WITA, petugas memberikan imbauan kepada masyarakat, khususnya para pemuda. Dalam imbauannya, Babinsa menekankan pentingnya mengendalikan emosi serta menghindari konsumsi minuman keras yang kerap menjadi pemicu perkelahian. Selain itu, masyarakat juga diingatkan untuk menjauhi narkoba dan berbagai bentuk kegiatan negatif lainnya yang dapat merugikan diri sendiri maupun keluarga.

Petugas juga mengajak masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap perkembangan situasi serta menjaga ketertiban, khususnya pada malam hari, guna mencegah terjadinya keributan maupun bentrokan antarindividu atau kelompok.

Kegiatan patroli kemudian dilanjutkan dengan pemantauan di wilayah desa binaan hingga pukul 21.30 WITA. Seluruh rangkaian kegiatan berjalan dengan aman, tertib, dan kondusif.

Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya TNI dalam mendukung terciptanya stabilitas keamanan wilayah melalui pendekatan persuasif dan keterlibatan aktif masyarakat.

(Team.MDG.03)

Anggota DPRD Provinsi NTB Fraksi Partai PAN, M. Aminurlah Membagikan Ribuan Paket Sembako Kepada Masyarakat Kelurahan Santi Kota Bima


Kota Bima, Media Dinamika Global.id.-- Targetnya adalah masyarakat miskin yang benar-benar membutuhkan bantuan uluran tangan kita semua.

M. Aminurlah, sapaan akrabnya bang maman mengatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan kegiatan yang dilakukan di setiap tahunnya.

Melalui kegiatan tersebut pula, dirinya dapat berbagi di bulan yang suci serta turun dan menyapa konstituennya, bukan hanya saat menjelang even pemilu saja.

“Ini bagaimana kami, sebagai kader Partai PAN untuk terus turun dan menyapa masyarakat kelurahan Santi kota bima, sesuai apa yang diuntruksikan oleh ketua umum partai PAN, Zulkifli Hasan” paparnya, Selasa (24/3/2026).

M. Aminurlah anggota DPRD provinsi NTB mengatakan bahwa seluruh umat manusia berkewajiban untuk melakukan kebaikan, walaupun kebaikan-kebaikan kecil.

M. Aminurlah berharap paket sembako yang dirinya berikan bisa bermanfaat bagi penerima.

“Jangan dinilai besarnya dari apa yang saya berikan, tapi mohon lihatlah keikhlasan dan ketulusan dari saya untuk berbagi kepada masyarakat Santi Kota bima,” tambahnya.

Tak hanya dirinya saja, anggota DPRD provinsi NTB itu menegaskan bahwa seluruh kader partai PAN Perjuangan se provinsi NTB serentak membagikan paket sembako kepada masyarakat kelurahan santi kota bima di wilayah masing-masing.(Sekjend MDG)

Senin, 23 Maret 2026

Guru SMPN 2 Soromandi Gugat Gaji Daerah Terpencil Ke Pemerintah Pusat


Bima NTB, Media Dinamika Global.Id.-- Kepada Media ini, Beberapa Guru SMPN 2 Soromandi Gugat Gaji Daerah Terpencil Ke Pemerintah Pusat. Pasalnya Beberapa hari yang lalu Para Guru SDN Se Desa Sai Kecamatan Soromandi telah menerima Tunjangan Daerah Terpencil tetapi tidak untuk Sekolah Menengah Pertama. Hal ini yang menjadi Pemicu dan Pertanyaan dari Beberapa Guru karena Gaji tersebut tidak kunjung datang padahal SK hampir setiap ada tetapi Uangnya tidak dicairkan oleh Pemerintah.

Melalui Wawancara Khusus Media ini kepada Beberapa Guru SMPN 2 Soromandi yang berdomisili di Desa Sai Kecamatan Soromandi itu mengaku bahwa selama beberapa Tahun terakhir ini, Tunjangan Daerah Terpencil ini kerap kali menjadi masalah, dimana setiap Tahun ada SK dari Pemerintah Pusat tetapi tidak pernah menerima Uangnya. Lalu Pertanyaannya adalah Kemanakah Uang tersebut, apakah di Makan Tikus Berdasi atau di makan Hewan Peliharaan??

Dalam Wawancara tersebut, dijelaskan bahwa semua Guru PNS, PPPK Penuh Waktu dan Satu Operator dan Guru Sukarela telah menerima Tunjangan Daerah Terpencil itu, tetapi bagi Kami yang Guru PPPK Paruh Waktu, dan Sukarela yang lainnya hingga saat ini tidak mendapatkan Tunjangan tersebut sehingga memicu Kontroversi dimana, kok Beberapa orang Guru dan Operator mendapatkan Tunjangan itu sedangkan kami tidak mendapatkan apa-apa.

Coba lah bayangkan, selama beberapa Tahun ini SK dari Pusat ada, tapi Uangnya tidak pernah di terima oleh kami, ini yang membuat kami bingung untuk bertanya. Jika memang demikian adanya maka patut diduga bahwa semuanya ada Kongkalikong antara Kepala Sekolah dan Operator yang tidak memasukan Jam mengajar kami kedalam Dapodik kami.

Wajar jika kami bertanya "kenapa yang lainnya di anak emaskan sementara kami dikucilkan". Ya, peristiwa terus menjadi sorotan dimana Kepala Sekolah tersebut saat melakukan Pembagian Jam, sebagian ada mendapatkan Jam mengajar tetapi sebagian lainnya tidak mendapatkan Jam mengajar. Ini pemicunya. Terangnya.

"Di sisi lain, kami sangat menyayangkan sikap Pemerintah Pusat hingga Daerah yang enggan memberikan penjelasan terkait dengan Peristiwa yang di alami Guru yang ada di sekitar itu".

Karenanya, kami berharap agar Pemerintah membuka Mata kepada Sekolah kami, padahal Sekolah SDN sekitar telah mendapatkan Anggaran dari Daerah Terpencil itu, sementara di SMPN 2 Soromandi sampai saat ini belum ada penjelasan secara resmi. 

Coba bayangkan kami sebagai Guru tidak pernah meninggalkan Jam Mengajar dengan sengaja, jika pun terjadi, ya kami harus ada ijin resmi sehingga bisa meninggalkan Jam Mengajar. Begitu ketatnya untuk kami Guru yang ada di SMPN 2 Soromandi ini.

Sementara itu, Pihak Pemerintah Pusat melalui Kementerian Pendidikan Menengah saat dikonfirmasi oleh Media ini enggan memberikan Komentar banyak yang pasti Mereka sudah memberikan kewenangan kepada Pemerintah Daerah atau Sekolahnya masing-masing.(Team).

Respon Cepat Pos Pam Menggala Tangani Laka Lantas Di Jalur Strategis Lintas Timur.

Tulang Bawang - Mediadinamikaglobal.Id || Respons cepat dan sigap kembali ditunjukkan oleh jajaran Pos Pengamanan (Pos Pam) Menggala dalam menangani insiden kecelakaan lalu lintas yang terjadi di Jalan Lintas Timur, Kecamatan Menggala Tengah, Kabupaten Tulang Bawang.Senin 23 Maret 2026.

Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 10.30 WIB tersebut langsung ditangani oleh personel Pos Pam Menggala di bawah komando IPDA Duansyah Tambunan, S.H., M.H. bersama empat personel lainnya. Tanpa menunggu waktu lama, petugas langsung bergerak melakukan pengecekan Tempat Kejadian Perkara (TKP), evakuasi korban, hingga pengamanan lokasi guna memastikan situasi tetap kondusif.

Dalam pelaksanaan tugas kemanusiaan tersebut, tim juga bersinergi dengan tenaga kesehatan sebanyak dua personel serta didukung oleh tiga personel PMI untuk memberikan penanganan medis awal kepada korban sebelum dirujuk untuk penanganan lebih lanjut.

“Ini merupakan bentuk komitmen kami dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Setiap kejadian kami respon dengan cepat, tepat, dan humanis guna meminimalisir dampak yang ditimbulkan,” ujar IPDA Duansyah Tambunan di sela kegiatan.

Petugas juga melaksanakan olah TKP secara profesional guna mengetahui penyebab pasti kecelakaan, sekaligus memastikan tidak ada potensi gangguan lalu lintas lanjutan di jalur vital tersebut.

Dengan kesigapan aparat di lapangan, situasi berhasil dikendalikan dan korban segera mendapatkan pertolongan pertama secara optimal.

“Polri hadir tidak hanya sebagai penegak hukum, tetapi juga sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat. Keselamatan masyarakat adalah prioritas utama kami,” tegasnya.

Kegiatan berjalan aman, lancar, dan terkendali.(Fs/Red) 

Bupati dan Wakil Bupati Bima Mengucapkan Selamat Dies Natalis GMNI Ke-72


Kabupaten Bima, Media Dinamika Global - Bupati dan Wakil Bupati Bima Mengucapkan Selamat Dies Natalis Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Ke-72 tahun 2026.


Redaksi |

Insentif Tunjangan Daerah Terpencil : Dugaan Pungli di SMPN 2 Soromandi di Desa Sai Kecamatan Soromandi Kab Bima


Soromandi NTB, Media Dinamika Global.Id – Dugaan praktik pungutan liar (pungli) kembali mencoreng dunia pendidikan di Kabupaten SMPN 2 Soromandi di Sai Kecamatan Soromandi Kab. Bima, Provinsi NTB. Setelah terungkap dugaan pemotongan dana Dacil, kini sorotan tertuju pada pengelolaan dana insentif Daerah Terpencil SMPN 2 sai kecamatan Soromandi kabupaten bima (Dacil) yang sejatinya diberikan untuk meringankan beban guru di wilayah terpencil.

Seorang guru di salah satu SMPN 2 Soromandi di Desa Sai di pelosok mengaku harus menyetor Rp4 juta setiap kali menerima insentif Dacil. Dana tersebut, menurut pengakuannya, diserahkan ke Kepala Sekolah dan selanjutnya disebut disetorkan ke salah satu staf Bidang Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten bima.

“Tolong ditelusuri. Setiap terima insentif Dacil, kami diminta setor Rp4 juta ke Kepala Sekolah. Katanya untuk staf di bidang GTK,” ungkap guru tersebut kepada tim media, dengan nada prihatin, belum lama ini.

Saat dikonfirmasi, staf Bidang GTK Dikbud Kabupaten bima, membantah keras adanya instruksi atau penerimaan dana setoran dari Kepala Sekolah atau guru.

“Tidak ada yang namanya setoran. Insentif Dacil langsung masuk ke rekening guru masing-masing. Kalau pun ada, paling hanya ucapan terima kasih dari guru, itupun tidak semua dan tidak dipaksa,” jelasnya saat ditemui sebagaimana dikutip media Dinamika global.

Dana Dacil: Hak Guru, Bukan Alat Pungutan

Insentif Dacil merupakan tunjangan yang diberikan kepada guru PNS daerah yang mengabdi di wilayah-wilayah SMP negeri 2 Soromandi di Desa sai Kecamatan Soromandi Kab. Bima dengan kondisi geografis sulit. Dana ini adalah bentuk penghargaan dan kompensasi atas tantangan besar yang mereka hadapi di lapangan.

Namun, bila benar terjadi pemotongan atau pungutan tanpa dasar hukum yang jelas, maka hal ini berpotensi masuk kategori pungli, bahkan bisa menyeret pelakunya ke ranah pidana.

Di sisi lain, bahwa ia sering mengumpul dana dari setiap guru yang menerima tunjangan khusus di sekolahnya. Dana tersebut disetorkan ke Dikbud namun ia tidak menyebutkan sama siapa yang menerima dana tersebut.

Oknum yang enggan disebutkan namanya ini juga menjelaskan setiap guru biasanya menyetor sebanyak Rp2.000.000. Namun ada juga beberapa oknum Kepala Sekolah yang menaikan tarif setoran sebanyak Rp4.000.000 setiap guru di SMPN 2 Soromandi di Desa sai kecamatan Soromandi kabupaten bima.

“Kalau sama saya yang biasa mereka setor paling Rp2.000.000 per orang, tapi ada beberapa Kepala Sekolah biasa mereka minta sampai Rp4.000.000,” jelasnya.

Diduga SMPN 2 Soromandi di Desa sai kecamatan Soromandi kabupaten bima, menjadi korban pungli oknum Dikbud Kabupaten bima, dengan alasan uang ucapan terima kasih karena sudah diurus untuk mendapatkan tunjangan khusus daerah terpencil.

Jika benar dana tersebut di setor ke salah satu oknum Dikbud Kabupaten bima, mengalir kemana dana tersebut?

Kepala Dinas (Kadis) Dikbud kabupaten bima Syahrul saat dikonfirmasi Redaksi media ini mengatakan, kasus dugaan pungli Dana Insentif Guru Daerah Terpencil saat ini tengah bergulir di Inspektorat Kabupaten bima.

Penjabat Bupati Bima Sambut 33 Kontingen PGRI Peserta Porseni Kolaboratif

“Sementara bergulir belum di periksaan oleh Inspektorat kabupaten bima. Kami masih menunggu hasilnya,” ungkap Suryadi saat dikonfirmasi via telpon selulernya, selasa 24 Maret 2026.

Catatan Redaksi:

Guru di daerah terpencil SMPN 2 Soromandi di Desa sai kecamatan Soromandi kabupaten bima sudah menghadapi tantangan berat, dari akses yang sulit hingga keterbatasan fasilitas. Ketika hak mereka ikut “dipungut” oleh sistem yang seharusnya melindungi, maka bukan hanya moralitas yang runtuh—tetapi juga kepercayaan publik terhadap dunia pendidikan.(Team MDG)

Praktisi Hukum Desak Kapolsek Obi Segera Tangkap Pelaku Pengeroyokan di Desa Sambiki


Mediadinamikaglobal.id|HALMAHERA SELATAN – Aksi pengeroyokan brutal dilaporkan kembali terjadi di wilayah hukum Polsek Obi, tepatnya di Desa Sambiki pada Selasa malam sekitar pukul 22.30 WIT.

 Insiden ini mengakibatkan dua pemuda asal Desa Anggai, Wahyu dan Ikmal, mengalami luka-luka serius dan pembengkakan parah di bagian wajah.

Menurut keterangan yang dihimpun, terduga pelaku utama berinisial K (Kasman) beserta rekan-rekannya diduga secara bersama-sama melakukan kekerasan fisik terhadap kedua korban tanpa alasan yang jelas. Hingga saat ini, kondisi korban masih dalam perawatan untuk memulihkan luka lebam dan trauma yang dialami.

Desakan Penegakan Hukum Merespons kejadian tersebut, praktisi hukum Halek munui Am.T.SH angkat bicara dan mendesak jajaran Polsek Obi untuk bertindak cepat. Mereka meminta pihak kepolisian segera melakukan penangkapan terhadap Kasman dkk guna mencegah adanya potensi konflik antar-desa yang lebih luas.

"Kami meminta Kapolsek Obi tidak menunda-nunda proses hukum ini. Identitas pelaku sudah jelas, bukti luka fisik pada korban Wahyu dan Ikmal juga sangat nyata. Penangkapan harus segera dilakukan demi keadilan bagi korban dan menjaga kondusivitas di Desa Sambiki maupun Desa Anggai," ujar perwakilan praktisi hukum dalam keterangannya.

Ancaman Pidana Secara hukum, tindakan pengeroyokan ini dapat dijerat dengan Pasal 170 KUHP tentang kekerasan di muka umum secara bersama-sama terhadap orang atau barang, dengan ancaman pidana penjara di atas 5 tahun.

Masyarakat berharap pihak kepolisian segera memberikan kepastian hukum dan mengamankan para pelaku agar mempertanggungjawabkan perbuatannya di hadapan hukum. Hingga berita ini diturunkan, pihak keluarga korban sedang berupaya melengkapi hasil visum sebagai alat bukti tambahan untuk memperkuat laporan polisi.dan sudah mengantongi vidio kejadian

Tim///////

Momen Haru Ketua MIO NTB Feryal MP Nikahkan Adiknya, Lanjutkan Persahabatan Dua Ayah yang Telah Tiada


Dompu-NTB, Media Dinamika Global – Suasana haru dan kebahagiaan menyelimuti prosesi pernikahan Adela Fitratunnisa dengan Muhammad Akbarur Rizal yang digelar di Gedung Samakai, Dompu, Senin (23/3/26).

Pernikahan ini bukan sekadar penyatuan dua insan, tetapi juga menjadi simbol kelanjutan persahabatan erat dua keluarga yang telah terjalin sejak lama.

Adela Fitratunnisa merupakan putri ketiga dari Abdul Azis (Almarhum), sementara Muhammad Akbarur Rizal adalah putra kedua dari Haerul Zaman (almarhum). Semasa hidup, kedua orang tua mempelai diketahui merupakan sahabat dekat yang kerap menghabiskan waktu bersama, termasuk pergi memancing. 

Meski kini keduanya telah tiada, ikatan persahabatan itu seolah tetap hidup melalui pernikahan anak-anak mereka.

Prosesi akad nikah berlangsung khidmat dan lancar. Ketua DPW Media Independen Online (MIO) Indonesia Provinsi NTB, Feryal MP, yang juga kakak kandung mempelai perempuan, bertindak sebagai wali nikah menggantikan sosok sang ayah. 

Dengan penuh tanggung jawab, ia menjalankan amanah tersebut dengan baik. Lafal ijab kabul pun terucap sekali, tegas, dan tanpa hambatan.

Namun, momen sakral itu tak kuasa menahan haru. Tangis pecah, baik dari Feryal MP maupun mempelai pria. Perasaan bahagia dan sedih bercampur menjadi satu. 

"Ya, bahagia karena prosesi pernikahan berjalan sukses, sekaligus sedih karena kedua orang tua yang seharusnya mendampingi di pelaminan kini telah tiada," ujar Feryal. 

Acara pernikahan ini turut dihadiri sejumlah pejabat Pemerintah Daerah Dompu, Kepala ULP PLN Dompu, Sekda Dompu, serta keluarga besar dari kedua mempelai. 

Keluarga mempelai perempuan hadir dari berbagai daerah di NTB, mulai dari Ampenan Lombok hingga Sape, Kabupaten Bima. Begitu pula keluarga besar mempelai laki-laki yang turut memeriahkan acara.

Doa dan harapan mengalir dari para tamu undangan, mengiringi langkah baru pasangan yang akrab disapa Dela dan Rizal tersebut. Pernikahan ini menjadi bukti bahwa cinta tidak hanya menyatukan dua hati, tetapi juga mampu menjaga dan melanjutkan kisah persahabatan yang telah terjalin lintas generasi.

Redaksi ||

Waspada Gangguan Kamtibmas, Personil Babinsa Koramil 1608-01/Rasanae Gelar Patroli Cipkon


Kota Bima. Media Dinamika Global.id. Personil Babinsa Koramil 1608-01/Rasanae Jajaran Kodim1608-01/Rasana'e melaksanakan Patroli Cipta Kondisi bersama dalam rangka menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif di Wilayah Teritorial Koramil-01 Rasanae Kota Bima. Senin, (23/03/26)

Patroli yang dipimpin oleh Babinsa Kelurahan Ntobo Serka Abdul Manan bersama 5 orang Personil Babinsa lainnya berjalan mulai pukul Pukul 21.05 Wita yang di awali dengan kegiatan apel pengecekan bertempat di Posramil Rasanae Timur Kelurahan Kumbe Kecamatan Rasanae Timur Kota Bima.

Kegiatan ini merupakan upaya untuk mencegah terjadinya gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) serta meningkatkan kewaspadaan terhadap timbulnya berbagai tindakan dinilai melanggar hukum.

Adapun sejumlah Wilayah yang menjadi sasaran kegiatan Anggota Koramil 1608-01/Rasanae kali ini adalah.

1. Kelurahan Kumbe

2. Kelurahan Rabangodu utara

3. Kelurahan Penaraga

4. Kelurahan Pena toi

5. Kelurahan Manggemaci 

6. Kelurahan Dara


Usia pelaksanaan kegiatan Apel pengecekan Personil Patroli melaksanakan patroli keliling Star dari Kel Kumbe menuju sepanjang jalan Sukarno Hatta dengan menggunakan kendaraan Roda dua

Pukul 21.15 Wita' Anggota patroli menghingbau kepada masyarakat terutama anak anak remaja untuk bersama-sama menjaga ketertiban dan kenyamanan lingkungan. Salah satu bentuknya adalah tidak menggunakan atau memasang knalpot racing/Brong pada kendaraan bermotor, karena dapat menimbulkan kebisingan, mengganggu kenyamanan warga, serta berpotensi membahayakan keselamatan pengguna jalan lainnya.

Selain himbauan juga melaksanakan pemeriksaan salah Satu warga yang menggunakan sepeda motor knalpot resing sekaligus menegur dan mengingatkan agar knalpot resing di copot, serta menghimbau agar tetap mematuhi aturan lalu lintas yang berlaku dan mendukung terciptanya situasi kamtibmas yang aman, tertib, dan kondusif di wilayah Kota Bima.

Usai melaksanakan Patroli pada Pukul 21,45 wita, Anggota patroli tiba di kantor Koramil 01/ Rasanae', dan kegiatan patroli Cipta Kondisi selesai dalam keadaan aman,tertib dan lancar. (Koramil-01/Tim MDG)

Kericuhan Antar Warga Pecah di Pagutan, Polresta Mataram Bergerak Cepat Redam Situasi


Mataram-NTB, Media Dinamika Global – Gerak cepat jajaran Polresta Mataram dan Polsek Mataram berhasil meredam kericuhan antarwarga yang sempat terjadi di wilayah Pagutan, Kecamatan Mataram, Kota Mataram, Minggu malam (22/03/2026).

Insiden tersebut bermula dari kesalahpahaman di jalan raya yang kemudian berkembang menjadi konflik antar kelompok warga dari dua lingkungan berbeda.

Kapolresta Mataram, Kombes Pol. Hendro Purwoko, SIK.,MH., didampingi Para Kasatnya turut berada di lokasi menjelaskan bahwa peristiwa berawal sekitar pukul 17.50 WITA, saat seorang warga Lingkungan Petemon tengah mengendarai sepeda motor bersama istrinya di Jalan Bung Karno, Kelurahan Pagutan Timur.

Dalam perjalanan, pasangan tersebut diduga dipepet oleh dua orang pemuda. Tidak terima dengan kejadian itu, pengendara kemudian menghentikan laju kendaraannya dan menegur pemuda tersebut. Adu mulut pun tak terhindarkan hingga berujung pemukulan menggunakan helm.

“Peristiwa awal dipicu kesalahpahaman di jalan. Terjadi cekcok hingga pemukulan. Namun persoalan tidak berhenti di situ,” ujar Kapolresta.

Situasi memanas saat pemuda yang merasa tidak terima kemudian menghadang korban sekitar pukul 19.00 WITA di perbatasan Lingkungan Presak dan Petemon. Di lokasi tersebut, korban diduga menjadi sasaran pengeroyokan oleh beberapa orang.

Kejadian ini memicu reaksi dari warga kedua lingkungan hingga berpotensi menimbulkan kericuhan lebih luas.

Baca juga: https://www.mediadinamikaglobal.id/2026/03/wujud-kepedulian-brimob-polda-ntb.html

Mendapat laporan, Polresta Mataram dan Polsek Mataram langsung bergerak ke lokasi dan berhasil mengamankan enam orang yang diduga terlibat dalam aksi pengeroyokan tersebut.

“Begitu menerima informasi, anggota langsung turun ke lapangan. 6 orang yang diduga terlibat berhasil kami amankan untuk mencegah situasi semakin meluas,” tegas Kapolresta.

Tak hanya melakukan pengamanan, polisi juga berkoordinasi dengan tokoh masyarakat dari kedua lingkungan guna meredam emosi warga. Upaya mediasi kemudian difasilitasi di Mapolsek Mataram dengan menghadirkan perwakilan kedua belah pihak.

“Kami mengedepankan penyelesaian secara mediasi agar persoalan tidak berkepanjangan. Ini murni kesalahpahaman yang seharusnya bisa diselesaikan dengan komunikasi,” jelasnya.

Namun demikian Kapolresta juga mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak mudah terprovokasi, termasuk tidak menyebarkan informasi yang belum tentu benar. Ia meminta masyarakat untuk memberikan kesempatan Kepolisian untuk menangani permasalahan tersebut. 

“Kami minta masyarakat menahan diri dan tidak terpancing emosi. Jangan menyebarkan informasi yang belum jelas kebenarannya karena bisa memicu gangguan kamtibmas,”tambahnya.

Untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan, Ke-enam terduga selanjutnya dibawa ke Unit Jatanras Sat Reskrim Polresta Mataram untuk di tangani lebih lanjut. 

“Jika korban nantinya tetap ingin melanjutkan ke Proses Hukum, maka kita akan lakukan proses sesuai aturan berlaku, “tegasnya.

Untuk mengantisipasi kemungkinan konflik susulan, sejumlah personel kepolisian masih disiagakan di lokasi kejadian. Langkah- langkah persuasif dan komunikasi terus dilakukan untuk menghimbau masyarakat. 

“Kami pastikan situasi tetap aman. Personel akan terus berjaga untuk mencegah terjadinya kericuhan lanjutan, terlebih dalam suasana Idul Fitri yang harusnya penuh kedamaian,” pungkasnya. 

Berkat respons cepat aparat kepolisian dan sinergi dengan tokoh masyarakat, situasi di wilayah Pagutan kini berangsur kondusif dan terkendali.

Redaksi |