Media Dinamika Global

Jumat, 27 Februari 2026

Menjahit Puzzle Kemiskinan dengan Strategi Orkestrasi dan Kolaborasi


Lombok Barat, Media Dinamika Global.Id.- Desa Taman Ayu di Kecamatan Gerung kini menjadi sorotan utama dalam program "Desa Berdaya" Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB). Desa yang memiliki karakteristik geografis unik ini menyimpan potensi wisata besar, namun sekaligus berhadapan dengan tantangan lingkungan dan ekonomi yang kompleks.

​Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal, dalam kunjungannya pada Kamis (26/2/2026), menegaskan bahwa penanganan kemiskinan di Desa Taman Ayu tidak bisa dilakukan secara parsial. Ia memperkenalkan strategi "Orkestrasi dan Kolaborasi" untuk menyatukan berbagai program yang selama ini berjalan sendiri-sendiri.

​"Kemiskinan adalah fenomena dengan banyak wajah. Kita tidak bisa hanya menyelesaikan satu aspek, seperti sampah saja atau bencana saja, lalu berharap kemiskinan selesai. Semua elemen—Provinsi, Kabupaten, Desa, hingga swasta—harus bergerak bersama dalam satu irama," tegasnya.

Gubernur Iqbal menjelaskan bahwa langkah awal yang telah dilakukan adalah validasi data kemiskinan ekstrem. Dari estimasi awal 7.000 jiwa, hasil verifikasi tim pendamping menunjukkan angka riil berada di angka 4.000 jiwa.

​Untuk mengintervensi hal ini, Pemprov NTB menyiapkan dua skema:

• ​Level Desa: Kucuran dana sekitar Rp 500 juta untuk penguatan infrastruktur dan potensi desa.

• ​Level Keluarga: Intervensi langsung pada kebutuhan rumah tangga sasaran.

​"Fokus kita adalah Ketahanan Pangan dan Pariwisata. Saya minta pendamping desa tidak mulai dari nol, tapi kumpulkan puzzle yang sudah ada dari PKH atau program desa sebelumnya," tambahnya.

​Sementara itu, Kepala Desa Taman Ayu, Muhammad Tajudin, memaparkan kondisi desanya yang diapit oleh dua sungai besar, Sungai Babak dan Sungai Dodokan, serta berbatasan langsung dengan laut di sisi barat dan pegunungan di sisi timur. Selain keindahan alam, hampir setiap dusun di Taman Ayu memiliki kekayaan seni, mulai dari Wayang, Gamelan, Gendang Beleq, hingga Tenun.

​Namun, di balik potensi tersebut, Tajudin mengungkapkan keprihatinan mendalam terkait abrasi pantai yang telah melenyapkan sekitar 70 hektare lahan pantai, termasuk 10 hingga 20 hektare tanah milik warga.

​"Abrasi ini sangat parah, hingga membentuk pola seperti sabit jika dilihat dari peta Lombok. Kami sudah berkomunikasi dengan Provinsi, namun biaya pembangunan breakwater memang sangat besar. Bahkan tanaman cemara dan bangunan groin yang ada sebelumnya pun hanyut diterjang laut," ungkapnya.

​Selain abrasi, masalah polusi udara dari aktivitas truk material dan debu batu bara di sekitar kawasan PLTU serta bau sampah juga menjadi tantangan yang mengurangi kenyamanan desa yang sejatinya sangat cantik ini.

​Sejalan dengan visi Gubernur, Kades Tajudin menyatakan bahwa pihaknya juga tengah fokus mengurai kemiskinan pada kelompok paling rentan. Saat ini, Desa Taman Ayu telah memiliki struktur formal berupa Forum Disabilitas dan Forum Sekolah Setara untuk perempuan guna memastikan kelompok ini tetap berdaya dan tidak tertinggal dalam proses pembangunan.

​Kunjungan ini diakhiri dengan diskusi hangat dengan Gubernur, jajaran OPD Provinsi, Pemerintah Kabupaten Lombok Barat, dan warga desa untuk merumuskan langkah konkret mengatasi abrasi dan mengoptimalkan potensi wisata Taman Ayu sebagai motor penggerak ekonomi warga.

Redaksi ||

Pemprov NTB Sampaikan Perkembangan Penanganan PMI di Libya, Seluruhnya Dalam Perlindungan KBRI Tripoli


Mataram, Media Dinamika Global.Id.— Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) menyampaikan klarifikasi dan perkembangan terbaru terkait beredarnya video viral di media sosial TikTok mengenai Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal NTB yang berada di Libya.

Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik NTB sekaligus Juru Bicara Pemprov NTB, Ahsanul Khalik, menjelaskan bahwa berdasarkan laporan resmi dari KBRI Tripoli, saat ini terdapat empat PMI asal NTB yang berasal dari Kabupaten Sumbawa Barat, Sumbawa, dan Dompu.

“Video yang beredar dibuat ketika para PMI tersebut sudah berada dalam perlindungan KBRI Tripoli. Kondisi mereka saat ini aman, sehat, dan berada di bawah pengawasan serta pendampingan pihak KBRI,” jelasnya. Jum'at (27/2/26).

*Perlindungan dan Upaya Diplomasi*

Ahsanul Khalik yang biasa disapa Aka, menerangkan bahwa KBRI Tripoli tengah melakukan langkah negosiasi intensif dengan pihak agensi dan majikan di Libya. Fokus utama diplomasi tersebut adalah pengembalian paspor dan dokumen perjalanan, penyelesaian administrasi izin tinggal dan exit permit, serta upaya pengurangan atau penghapusan tuntutan denda maupun ganti rugi.

“Pengembalian paspor menjadi prioritas utama karena sangat menentukan percepatan proses pemulangan ke Indonesia,” jelas Aka.

Dalam kasus ini, pihak agensi dilaporkan meminta ganti rugi sebesar USD 7.000 per orang sebagai syarat pengembalian paspor. Permintaan tersebut dinilai sangat memberatkan PMI dan keluarganya, sehingga saat ini masih dalam proses negosiasi oleh KBRI Tripoli melalui pendekatan diplomatik.

*Kronologis Permasalahan*

Berdasarkan keterangan para PMI, mereka bekerja di sektor domestik dan belum menyelesaikan masa kontrak kerja dua tahun, dengan masa kerja antara dua hingga delapan bulan.

Selama bekerja, mereka mengaku mengalami kekerasan fisik dan/atau verbal, perlakuan tidak manusiawi, tekanan kerja berlebihan, serta penahanan dokumen oleh pihak majikan atau agensi. Karena kondisi tersebut, para PMI memutuskan melarikan diri dan meminta perlindungan kepada KBRI Tripoli.

Sebagaimana pola umum kasus PMI nonprosedural di Libya, tantangan pemulangan meliputi penahanan paspor, tuntutan ganti rugi akibat pemutusan kontrak sepihak, serta persoalan administrasi izin keluar dan denda keimigrasian.

*Klarifikasi untuk Publik*

Pemprov NTB menegaskan bahwa video yang beredar tidak menggambarkan kondisi terkini para PMI. Saat video dibuat, mereka telah berada di lingkungan aman KBRI Tripoli.

“Tidak benar jika diasumsikan para PMI masih berada dalam situasi ancaman langsung. Pemerintah melalui KBRI Tripoli telah memberikan perlindungan maksimal dan pendampingan sesuai ketentuan hukum yang berlaku,” tegas Aka.

*Penguatan Edukasi dan Pencegahan*

Kasus ini, lanjutnya, menjadi pengingat penting bahwa Libya termasuk negara dengan risiko tinggi bagi PMI sektor domestik, khususnya bagi mereka yang berangkat secara nonprosedural. Praktik penempatan tidak resmi sangat rentan terhadap penipuan, eksploitasi, serta persoalan hukum di negara tujuan.

Karena itu, Pemprov NTB mendorong penguatan edukasi, pengawasan, serta sosialisasi kepada calon PMI mulai dari tingkat desa hingga kabupaten agar masyarakat tidak mudah tergiur janji kerja ke luar negeri tanpa prosedur resmi.

“Pemerintah Provinsi NTB akan terus memantau perkembangan kasus ini dan berkoordinasi dengan kementerian serta perwakilan RI di luar negeri. Informasi lanjutan akan kami sampaikan secara berkala sesuai laporan resmi KBRI Tripoli,” pungkas Ahsanul Khalik.

Redaksi ||

Kamis, 26 Februari 2026

Optimalkan Dana KUR Rp30 Miliar, Koperasi di NTB Didorong Suplai Program Makan Bergizi Gratis


Mataram, Media Dinamika Global.Id.- Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat mendorong koperasi-koperasi lokal untuk bertransformasi menjadi institusi bisnis yang kuat. Salah satunya dengan menangkap peluang besar dari program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG) yang mulai berjalan di wilayah NTB.

Dalam sambutan Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal di hadapan anggota Koperasi Merah Putih Jembatan Kembar, ditekankan bahwa koperasi bukanlah lembaga sosial, melainkan lembaga bisnis milik bersama. Anggota diminta untuk mengubah pola pikir bahwa kemajuan koperasi bergantung pada keaktifan anggotanya dalam bertransaksi dan mengembangkan unit usaha.

"Koperasi adalah institusi bisnis dengan prinsip dari, oleh, dan untuk anggota. Saya mengapresiasi Koperasi Merah Putih yang sudah mulai bergerak menyalurkan komoditas pokok. Ini adalah awal yang baik untuk menjadi institusi bisnis yang lebih besar," ujarnya saat melakukan kunjungan ke KDMP Jembatan Kembar Timur Lembar pada Kamis (26/2/2026).

Untuk mendukung penguatan modal, diungkapkan bahwa saat ini tersedia dana Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebesar Rp30 Miliar di Bank NTB yang diperuntukkan bagi koperasi dan UMKM. Dana dengan bunga rendah ini diharapkan dapat menjadi stimulan bagi koperasi untuk melakukan lompatan bisnis melalui penyusunan proposal usaha yang terukur.

Lebih lanjut, ia menyoroti urgensi keterlibatan koperasi dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG). Saat ini, jumlah dapur MBG di NTB telah mencapai lebih dari 800 unit. Namun, pemenuhan kebutuhan pangan seperti telur baru mencapai 30 persen dari peternak lokal, sementara sisanya masih bergantung pada pasokan dari luar daerah.

"Ini peluang emas. Koperasi bisa menjadi pengepul hasil peternakan rumah tangga anggota untuk disuplai ke dapur-dapur MBG. Permintaannya sudah ada dan pasti, tinggal bagaimana koperasi mengatur manajemen suplainya," jelasnya.

Selain telur, komoditas lain seperti ayam, susu, dan roti juga menjadi peluang terbuka dalam skema ketahanan pangan yang menjadi fokus pemerintah pusat maupun provinsi.

Di akhir arahannya, ia mengajak seluruh anggota untuk menumbuhkan rasa memiliki terhadap koperasi dengan cara mengutamakan berbelanja di koperasi sendiri dibandingkan ke ritel modern. Hal ini bertujuan agar perputaran ekonomi tetap berada di lingkungan anggota dan kembali kepada mereka dalam bentuk Sisa Hasil Usaha (SHU).

Sementara itu, Kepala Desa Jembatan Kembar Timur, H. Ismail Darwan dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas kunjungan tersebut. Ia menyebut kehadiran Pj Gubernur merupakan penawar rindu bagi masyarakat sekaligus bentuk perhatian nyata pemerintah provinsi terhadap pembangunan di tingkat desa.

"Alhamdulillah, inak-inak (ibu-ibu) kami sangat sabar menunggu saking rindunya kepada Bapak Gubernur. Kami mewakili masyarakat mengucapkan selamat datang dan terima kasih atas kesediaan Bapak melihat langsung kondisi kami di desa," ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua KDMP Jembatan Kembar Timur, Rustam Thamrin, melaporkan perkembangan koperasi yang ia pimpin. Ia menjelaskan bahwa KDMP ini dibentuk sebagai respons cepat atas instruksi Presiden terkait kemandirian pangan.

"Sejak bulan Mei, kami langsung gerak cepat merekrut anggota yang kini berjumlah 96 orang. Meski awalnya hanya mengandalkan simpanan pokok sebesar Rp10 juta, kami sudah mulai berbisnis sejak September. Pengurus tidak kenal panas dan hujan untuk mengambil barang dari Bulog demi melayani anggota," lapor Rustam.

Rustam menambahkan, pada Januari lalu, pihaknya telah menandatangani akad pinjaman modal sebesar Rp25 juta dari Bank NTB untuk memperbesar skala usaha. "Begitu modal besar, keuntungan mulai terlihat. Kami sangat termotivasi untuk terus maju," tegasnya.

Redaksi ||

Piala Kapolri 2026 Siap Digelar di Tangerang, Karateka Nasional Berebut Podium


Jakarta, Media Dinamika Global.Id.– Aroma persaingan panas bakal terasa di atas tatami, saat Kejuaraan Nasional Karate Piala Kapolri 2026 digelar pada 18–21 Juni 2026 mendatang. GOR Nambo Sport Center, Kota Tangerang-Banten, siap jadi saksi lahirnya juara-juara baru.

Ajang bergengsi itu masuk kalender penting pembinaan atlet nasional. Atmosfer kompetisi dipastikan ketat, penuh teknik, strategi, serta mental baja dari para karateka terbaik Tanah Air.

Ketua Karate Bhayangkara Presisi, Prof. (Ris) Hermawan Sulistyo, M.A., Ph.D., APU., mengajak seluruh atlet memanfaatkan momentum itu untuk unjuk kualitas.

"Piala Kapolri 2026 bukan sekadar kejuaraan rutin. Ini panggung pembuktian diri bagi atlet yang ingin naik level, dan menatap jenjang lebih tinggi," ungkapnya.

Kejuaraan itu juga masuk dalam kurasi Pusat Prestasi Nasional (PUSPRESNAS). Setiap capaian atlet bakal masuk sistem pembinaan dan pendataan prestasi nasional. Jalur menuju kompetisi elite terbuka lebar bagi mereka yang tampil konsisten.

"Kami ingin melihat teknik terbaik, mental juara, dan sportivitas tinggi. Siapkan diri, karena kesempatan tidak datang dua kali," tegas Prof. Hermawan.

Sementara itu, Ketua Panitia Kejurnas Karate Piala Kapolri 2026, Kombes Pol. Dr. Dewa Wijaya, M.H., memastikan seluruh persiapan teknis terus dimatangkan. Panitia menyiapkan sistem pertandingan profesional, perangkat wasit bersertifikasi, serta pengamanan terpadu demi kelancaran event.

"Kami berkomitmen menghadirkan kejuaraan yang tertib, sportif, dan berstandar nasional. Semua aspek teknis hingga pelayanan peserta kami siapkan maksimal," ujar Dewa Wijaya.

Ia juga mengajak seluruh perguruan dan kontingen daerah, segera melakukan pendaftaran serta persiapan intensif.

"Ini momentum emas bagi atlet muda untuk mencuri perhatian. Tunjukkan performa terbaik dan jaga nama baik daerah masing-masing," tandasnya.

Selama empat hari pelaksanaan, GOR Nambo diprediksi dipadati atlet, pelatih, serta pendukung dari berbagai daerah. Energi tribun bakal menyatu dengan dentuman kiai di atas tatami.

Piala Kapolri 2026 tak cuma soal medali. Ini panggung lahirnya generasi baru karate Indonesia yang siap mengharumkan Merah Putih di level internasional.

Redaksi ||

Kapolda NTB Tuntaskan Sejumlah Agenda di Loteng, Bansos dan Sinergi Jadi Agenda Utama


Lombok Tengah, Media Dinamika Global.Id— Usai memimpin konferensi pers dan pemusnahan barang bukti narkotika, hasil pengungkapan Ditresnarkoba serta Satresnarkoba jajaran di Tribun Bhara Daksa, Kamis (26/2/2026), Kapolda NTB Irjen Pol. Edy Murbowo, S.I.K., M.Si. langsung melanjutkan rangkaian agenda di wilayah Lombok Tengah.

Sekitar pukul 15.00 Wita, Kapolda NTB meresmikan SPPG Polres Lombok Tengah di Polsek Kopang. Peresmian terebut diharapkan mendorong peningkatan pelayanan dan kesiapan operasional di tingkat kewilayahan.

“Fasilitas ini kami dorong untuk mendukung kinerja anggota, agar semakin optimal saat melayani masyarakat,” ungkap Irjen Pol. Edy Murbowo.

Satu jam berselang, Perwira Tinggi (Pati) Polri kelahiran Rembang itu menyerahkan bantuan sosial, kepada warga penerima manfaat di wilayah hukum Polres Lombok Tengah. Suasana akrab terlihat saat Jenderal bintang dua itu menyapa warga dan berdialog singkat.

Menjelang sore, Kapolda NTB menerima jajar kehormatan dari Kapolres Lombok Tengah. Agenda berlanjut dengan silaturahmi bersama Forkopimda Lombok Tengah pada pukul 16.30 Wita. Pertemuan berlangsung hangat dengan pembahasan sinergi menjaga stabilitas keamanan daerah.

Rangkaian kegiatan ditutup dengan arahan Kapolda NTB, kepada seluruh personel Polres Lombok Tengah pukul 17.00 Wita. Ia menekankan disiplin, kekompakan, serta pelayanan humanis kepada masyarakat.

“Jaga integritas, tingkatkan profesionalisme, dan terus hadir memberi rasa aman di tengah masyarakat,” tegas Kapolda NTB.

Sehari penuh agenda ini memperlihatkan komitmen Polda NTB, dalam pemberantasan narkotika sekaligus penguatan pelayanan serta kolaborasi di tingkat daerah.

Redaksi ||

Kapolda NTB Pimpin Pemusnahan 1,5 Kg Sabu dan Puluhan Ribu Pil, Bukti Komitmen Berantas Narkoba


Mataram, Media Dinamika Global.Id.- Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Barat kembali menunjukkan komitmennya dalam memberantas peredaran gelap narkotika. Polda NTB melaksanakan pemusnahan barang bukti narkotika hasil pengungkapan Direktorat Reserse Narkoba periode Januari hingga Februari 2026 di Tribun Bhara Daksa Polda NTB, Kamis (26/02/2026).

Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Edy Murbowo, dan dihadiri sejumlah pejabat utama Polda NTB, di antaranya Kabid Humas, Direktur Resnarkoba, para Kasubdit Ditresnarkoba, serta perwakilan Kejaksaan, Pengadilan, Dinas Kesehatan Provinsi NTB, BNN NTB, BPOM NTB, hingga para tersangka dan kuasa hukumnya.

Pemusnahan dilakukan secara terbuka di hadapan para tersangka dan instansi terkait sebagai bentuk transparansi serta pelaksanaan amanat undang-undang dalam penanganan barang bukti tindak pidana narkotika.

Adapun barang bukti yang dimusnahkan meliputi: Sabu seberat 1,5 kilogram, Ganja seberat 82,50 gram, Ekstasi sebanyak 62 butir dan Tramadol sebanyak 158 butir. 

Kabid Humas Polda NTB Kombes Pol. Mohammad Kholid SIK., menegaskan bahwa pemusnahan ini bukan sekadar prosedur hukum, melainkan juga langkah preventif untuk mengantisipasi potensi penyalahgunaan barang bukti.

“Pemusnahan ini merupakan amanat undang-undang sekaligus upaya mengantisipasi penyalahgunaan barang bukti narkotika. Ini juga menjadi bukti keseriusan Polda NTB dalam memberantas peredaran dan penyalahgunaan narkoba di wilayah Nusa Tenggara Barat,” tegasnya.

Menurutnya, seluruh barang bukti yang dimusnahkan merupakan hasil pengungkapan Direktorat Resnarkoba Polda NTB dalam dua bulan terakhir. Capaian tersebut menunjukkan intensitas penindakan yang terus dilakukan untuk menekan peredaran narkotika di NTB.

Langkah tegas ini diharapkan tidak hanya memberi efek jera kepada para pelaku, tetapi juga menjadi pesan kuat bahwa aparat penegak hukum tidak memberi ruang bagi peredaran narkoba di wilayah Nusa Tenggara Barat. 

Redaksi ||

Akhirnya, Koko Erwin Ditangkap Polisi Saat Kabur Ke Malaysia


Nasional. Media Dinamika Global.Id.-Akhirnya, Koko Erwin Ditangkap Polisi Saat Kabur Ke Malaysia. Pengungkapan dan Pencegahan Pelarian Tersangka Perkara Narkotika atas nama ERWIN BIN ISKANDAR alias KOKO ERWIN melalui jalur laut ilegal menuju Malaysia oleh Tim Subdit IV Dittipidnarkoba Bareskrim Polri bersama Satgas NIC, dengan uraian sebagai berikut:

Laporan Polisi Nomor : Lp/A/22/2026/Spkt.Ditnarkoba/Polda Ntb, Tanggal 29 Januari 2026. Surat Perintah Tugas Nomor : SP.Gas/B8-113.A/II/RES.4.2/2026/Dittipidnarkoba, tanggal 13 Februari 2026; Surat Ketetapan tentang Penetapan Tersangka Nomor : S.Tap.Tsk/31/II/RES.4.2/2026/Dittipnarkoba/Bareskrim Polri tanggal 4 Februari 2026 atas nama saudara Erwin Iskandar Bin Iskandar. Daftar Pencarian Orang Nomor : DPO/23/II/RES.4.2./2026/Dittipidnarkoba

Hari/Tanggal : Kamis, 26 Februari 2026

Waktu : Sekira pukul 13.30 WIB 

Tempat : Pematang Silo, Kecamatan Silo Laut Kabupaten Asahan, Sumatera Utara. 

Uang tunai Rp 4.800.000 (empat juta delapan ratus ribu rupiah)

Uang tunai RM 20.000 (dua puluh ribu ringgit Malaysia)

1(satu) unit jam tangan merek TAG Heuer

1 (satu) unit HP Samsung

Nama : ERWIN BIN ISKANDAR alias KOKO ERWIN

Jenis Kelamin : Laki-laki

Usia : 57 tahun

Kewarganegaraan : Indonesia

Peran : Diduga sebagai b4ndar dalam j4ringan per3daran n4rkotika serta berupaya melarikan diri ke luar negeri untuk menghindari proses hukum.

Saksi-saksi 

1. Nama : Irfan 

Pekerjaan : Buruh Harian Lepas

2. Nama : Julfirawati Panjaitan 

Pekerjaan : Mengurus Rumah Tangga

3. Nama : Alfin Fadhilah

Pekerjaan : Swasta

KRONOLOGIS :

Perkara ini bermula dari pengembangan penyidikan terhadap *AKP Malaungi* dalam kasus penyalahgunaan dan per3daran n4rkotika di wilayah hukum Polda NTB. Dalam proses pemeriksaan, muncul dugaan keterlibatan pihak lain dalam jaringan per3daran n4rkotika.

Dampak pengembangan perkara tersebut berimplikasi pada pemeriksaan internal hingga tingkat pimpinan Polres Bima Kota, yang selanjutnya berujung pada penonaktifan dan pemberhentian terhadap Kapolres Bima Kota dalam rangka proses pemeriksaan lebih lanjut oleh Divisi Propam Mabes Polri. 

Dalam rangkaian pengembangan tersebut, nama ERWIN BIN ISKANDAR alias KOKO ERWIN muncul sebagai salah satu pihak yang diduga memiliki peran dalam sindik4t j4ringan perd4gangan dan per3daran n4rkotika serta dikaitkan dengan dugaan alir4n dana dalam jumlah besar yang berhubungan dengan pemberian uang kepada oknum, yang diduga bertujuan untuk memberikan perlindungan sehingga per3daran n4rkotika dapat berjalan tanpa hambatan di wilayah Bima Kota. 

Seiring mencuatnya perkara tersebut dan masuknya nama ERWIN BIN ISKANDAR dalam pengembangan penyidikan, diperoleh informasi bahwa yang bersangkutan berupaya melarikan diri ke luar negeri guna menghindari proses hukum.

 Menindaklanjuti perkembangan tersebut, Tim Gabungan Subdit IV Dittipidnarkoba Bareskrim Polri yang dipimpin oleh Kombes Pol Handik Zusen, S.H., S.I.K., M.Si., M.T.I., bersama Satgas NIC yang dipimpin oleh Kombes Pol Kevin Leleury, S.I.K., M.Si., melaksanakan penyelidikan dan pemantauan intensif terhadap pihak-pihak yang diduga membantu pelarian ERWIN BIN ISKANDAR termasuk melakukan pendalaman terhadap istri ERWIN BIN ISKANDAR guna mencari dan mengetahui keberadaan ERWIN BIN ISKANDAR.

Berdasarkan hasil analisa IT dan informasi di lapangan, tim memperoleh informasi bahwa ERWIN BIN ISKANDAR dibantu oleh AKHSAN AL FADHLI alias GENDA untuk memfasilitasi pergerakan menuju wilayah Tanjung Balai sebagai titik keberangkatan.

Tim kemudian melakukan pengejaran terhadap AKHSAN AL FADHLI alias GENDA yang diketahui melakukan perjalanan dari Jakarta menuju Tanjung Balai untuk menyusul ERWIN BIN ISKANDAR. 

Berdasarkan hasil interogasi terhadap AKHSAN AL FADHLI alias GENDA, diperoleh keterangan bahwa ERWIN BIN ISKANDAR telah merencanakan penyeberangan ke Malaysia melalui jalur laut ilegal dan telah berkoordinasi dengan pihak yang menyiapkan kapal. 

Selanjutnya tim melakukan pengembangan terhadap pihak yang menyiapkan sarana pelarian dan mengarah kepada RUSDIANTO alias KUMIS yang berperan sebagai fasilitator penyeberangan. Berdasarkan hasil interogasi terhadap RUSDIANTO alias KUMIS, diperoleh keterangan bahwa :

1. RUSDIANTO dihubungi oleh seseorang yang dikenal dengan sebutan “THE DOCTER” untuk membantu menyiapkan kapal penyeberangan ke Malaysia.

2. RUSDIANTO mengetahui bahwa ERWIN BIN ISKANDAR sedang dicari aparat penegak hukum terkait kasus narkotika.

3. Meskipun mengetahui hal tersebut, RUSDIANTO tetap menghubungi RAHMAT (diduga penyedia kapal) untuk mempercepat keberangkatan.

4. Pada tanggal 24 Februari 2026 sekitar pukul 20.00 WIB, RUSDIANTO mengantarkan ERWIN BIN ISKANDAR ke titik keberangkatan di wilayah Tanjung Balai serta melakukan pembayaran biaya kapal sebesar Rp7.000.000 kepada RAHMAT.

Berdasarkan informasi tersebut, ERWIN BIN ISKANDAR kemudian diberangkatkan menggunakan kapal tradisional melalui jalur laut ilegal menuju Malaysia. Tim segera melakukan pengejaran setelah mengetahui bahwa kapal telah berangkat dan ERWIN BIN ISKANDAR sudah berada dalam perjalanan menuju wilayah perairan Malaysia. 

Berdasarkan hasil pemantauan dan identifikasi posisi di lapangan, diketahui bahwa ERWIN BIN ISKANDAR telah hampir mencapai wilayah perairan Malaysia dan segera keluar dari yurisdiksi hukum Negara Republik Indonesia. Melalui tindakan cepat dan terukur, tim berhasil mengidentifikasi dan mencegah keberhasilan pelarian tersebut sehingga ERWIN BIN ISKANDAR berhasil diamankan sebelum sepenuhnya memasuki wilayah hukum Malaysia. Pada saat diamankan, ERWIN BIN ISKANDAR tidak melakukan perlawanan dan selanjutnya dibawa untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut serta pengembangan terhadap pihak-pihak yang membantu proses pelarian.

Tersangka ERWIN BIN ISKANDAR dibawa ke Kantor Dittipidnarkoba Bareskrim Polri untuk dilakukan pemeriksaan intensif. Melaksanakan gelar perkara guna penetapan konstruksi hukum secara komprehensif. Melakukan pengembangan terhadap jaringan peredaran narkotika dan pihak-pihak yang membantu proses pelarian. 

Melakukan pemeriksaan digital forensik terhadap alat komunikasi yang diamankan. Melakukan penelusuran aliran dana dan potensi tindak pidana pencucian uang (TPPU). Berkoordinasi dengan Divisi Propam dalam rangka pendalaman dugaan keterlibatan pihak lain. Melakukan pemberkasan perkara

Demikian laporan singkat dan perkembangan akan kami laporkan.

#bongkarbandar #badaintb

BPKP Lampung Pemeriksaan Koperasi Desa Merah Putih Di Jatiagung.

Lampung Selatan - Mediadinamikaglobal.Id || Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Provinsi Lampung melakukan pemeriksaan terhadap Koperasi Desa Merah Putih (KDKMP) di wilayah Jatiagung, Kabupaten Lampung Selatan, Kamis 26 Februari 2026.

Pemeriksaan ini bertujuan memastikan koperasi desa dikelola sesuai regulasi dan prinsip tata kelola yang baik.
Kegiatan tersebut menyasar sejumlah koperasi, di antaranya KDMP Desa Rejomulyo, Kopdes Desa Margakaya, dan Kopdes Desa Marga Agung. Tim BPKP hadir bersama jajaran terkait untuk meninjau langsung kondisi administrasi dan kelembagaan koperasi.

Rombongan BPKP didampingi Kabid Pengembangan dan Pemberdayaan dari Dinas Koperasi dan UMKM Lampung Selatan, Yeni Tristiana. Turut hadir Danramil 421-09/Tjb Kapten Inf Tarekat, para pengurus koperasi, kepala desa, Babinsa, serta konsultan pendamping.

Fokus Administrasi dan Ketersediaan Lahan
Danramil menjelaskan, pemeriksaan mencakup struktur kelembagaan koperasi serta kelengkapan administrasi. Selain itu, tim juga meninjau kesiapan lahan dan keberadaan gerai koperasi.

“Pemeriksaan ini terkait struktur kelembagaan Kopdes itu sendiri serta peninjauan gerai koperasi,” ujarnya.

Program Kopdes Merah Putih merupakan inisiatif nasional untuk mendorong pertumbuhan ekonomi desa berbasis koperasi. Provinsi Lampung bahkan tercatat sebagai daerah dengan pembentukan Kopdes Merah Putih tertinggi secara nasional.

Dukungan untuk Sektor Pertanian dan Peternakan
Ketua Kopdes Merah Putih Desa Margakaya, Maria Deta, menyebut pihaknya akan memprioritaskan gerai koperasi sebagai penyedia pupuk bagi petani. Selain itu, koperasi juga akan menyediakan pakan ternak guna mendukung potensi desa.

“Sesuai potensi desa, kami akan mengembangkan sektor peternakan dan pertanian. Ini juga mendapat dukungan dari tim BPKP Provinsi Lampung,” jelasnya.

Pemeriksaan ini diharapkan mampu memperkuat transparansi dan akuntabilitas pengelolaan koperasi desa. Dengan tata kelola yang baik, Kopdes Merah Putih diharapkan benar-benar menjadi motor penggerak ekonomi masyarakat desa ke depan. (Fs/Red) 

‎Safari Ramadhan dirangkaikan Haflah Al Qur'an, Pemkab Bima Perkuat Semangat “Bima Religius” di Kecamatan Bolo ‎


Kabupaten Bima. Media Dinamika Global.id. ‎Pemerintah Kabupaten Bima melaksanakan kegiatan Safari Ramadhan 1447 Hijriah yang dipusatkan di Masjid Besar Al-Amin, Desa Rato, Kecamatan Bolo, Kamis malam (26/2). Kegiatan yang berlangsung khidmat tersebut dipimpin langsung oleh Bupati Bima, Ady Mahyudi, bserta Wakil Bupati Bima, dr. H. Irfan Zubaidy. 

Rangkaian Safari Ramadhan diawali dengan buka puasa bersama di Kantor Camat Bolo yang dihadiri para Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lingkup Pemerintah Kabupaten Bima, Camat Bolo, serta unsur Muspika Kecamatan Bolo. 

‎Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan salat Isya dan Tarawih berjamaah yang dipimpin oleh Dr. KH. Rusli, yang juga merupakan Imam Besar Masjid Istiqlal.

‎Dalam sambutannya yang diawali penyerahan bantuan Al-Qur’an oleh Bupati Bima kepada Camat Bolo, Bupati Ady Mahyudi menegaskan bahwa momentum Ramadhan harus menjadi penguat nilai-nilai religius dalam kehidupan masyarakat.

‎“Melalui momentum ini, semangat ‘Bima yang religius’ tidak hanya menjadi slogan, tetapi mendarah daging dalam keseharian kita. Saya mengajak para orangtua di Kecamatan Bolo, mari kita dorong anak-anak kita untuk kembali ke masjid, kembali ke TPQ, dan menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup di tengah gempuran arus teknologi yang semakin deras,” ujarnya.

‎Suasana semakin religius dengan digelarnya Haflah Al-Qur’an yang menghadirkan qori internasional, yakni Ustadz H. Syamsuri Firdaus, M.Ag, serta dua qori asal Medan, Hj. Msita Lestaluhu, S.Sy., CPSM., CHC., MH, dan Farhan Muhammadi, S.Pd.

Selain itu, diserahkan pula hadiah apresiasi berupa uang tunai sebesar Rp30 juta dari Kementerian Agama Republik Indonesia kepada Muhammad Zian Fahreza, atas prestasinya meraih juara pada ajang Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Internasional di Irak.

‎Turut mendampingi pimpinan daerah dalam kegiatan tersebut, Anggota DPRD Kabupaten Bima Daerah Pemilihan (Dapil) Bolo-Madapangga, Asisten Pemerintahan dan Kesra Setda Bima, Inspektur Kabupaten Bima, jajaran pimpinan OPD, Kepala Kantor Haji dan Umrah Kabupaten Bima, para Kepala Bagian di lingkup Setda, serta Camat Bolo bersama unsur Muspika setempat.

‎Melalui Safari Ramadhan ini, Pemerintah Kabupaten Bima berharap silaturahmi antara pemerintah dan masyarakat semakin erat, guna mewujudkan Bima yang bermartabat, berkemajuan, makmur, tangguh, dan berkelanjutan. (Tim)

Pelaku Curanmor Asal Jabung, Lampung Timur Ditangkap, Satu Rekan Diburu Polisi.

Bandar Lampung - Mediadinamikaglobal.Id || Satreskrim Polresta Bandar Lampung membekuk AD (26), warga desa Jabung, Lampung Timur, lantaran diduga terlibat sejumlah aksi pencurian kendaraan bermotor di wilayah Bandar Lampung.

Pelaku ditangkap petugas pada Selasa (24/2/2026) dini hari, di wilayah Desa Jabung, Kabupaten Lampung Timur.

Kasat Reskrim Polresta Bandar Lampung, Kompol Gigih Andri Putranto mengungkapkan bahwa kawanan ini kerap melakukan hunting terlebih dahulu sebelum melakukan aksinya.

"Mereka ini jalan, memantau sitausi, kalo dikira aman situasinya, barulah beraksi," Kata Kompol Gigih, Jumat 27 Februari 2026.

Para pelaku merusak kunci kontak dengan menggunakan kunci letter T.

Dalam aksinya, pelaku berinisial A diduga berperan mengawasi situasi sekitar lokasi, sementara rekan pelaku IR alias gerandong yang kini berstatus daftar pencarian orang (DPO) bertindak sebagai eksekutor.

"Terhadap rekan pelaku, yakni IR masih terus kami dalami dan lakukan pengejaran," jelas Kompol Gigih.

Pengungkapan ini merupakan tindak lanjut dari Laporan Polisi Nomor : LP/B/245/XI/2025/SPKT/Polsek Kedaton/Polresta Bandar Lampung/Polda Lampung, tertanggal 21 November 2025.

Kasus pencurian tersebut terjadi pada Sabtu, 15 November 2025, sekitar pukul 08.15 WIB, di Perumahan Kanio Kencana, Kampung Baru, Labuhan Ratu, Kota Bandar Lampung. Korban, AD (23) kehilangan satu unit sepeda motor Honda CRF 150 warna hitam yang sebelumnya diparkir di halaman rumahnya.

Kasatreskrim Polresta Bandar Lampung, Kompol Gigih Andri Putranto menyampaikan bahwa pihaknya masih terus melakukan pendalaman guna mengungkap kemungkinan keterlibatan pelaku dalam aksi pencurian lainnya.

“Kami masih melakukan pengembangan untuk mengetahui sudah berapa kali kawanan ini melakukan aksinya,” ujar Gigih.( Fs/Red)