Media Dinamika Global

Kamis, 22 Januari 2026

Prabowo Subianto Presiden RI : Ajak Membangun Dialog Terbuka di Tengah Dinamika Geopolitik Global Yang Kompleks


Jakarta, Media Dinamika Global.id.// Sebuah kehormatan bagi saya dapat menyampaikan pandangan di World Economic Forum (WEF) 2026 di Davos, Swiss. Forum ini mengusung tema “A Spirit of Dialogue”, sebuah ajakan untuk membangun dialog yang terbuka dan kolaboratif di tengah dinamika geopolitik global yang semakin kompleks. Saya percaya bahwa dialog dan kerja sama adalah kunci untuk menghadapi tantangan dunia saat ini.

Dalam kesempatan tersebut, saya memaparkan berbagai capaian Indonesia, termasuk penguatan posisi perekonomian nasional melalui kebijakan yang dirancang dan dikalibrasi secara cermat, terukur, dan berpihak pada kepentingan rakyat. Indonesia terus bergerak maju dengan fondasi ekonomi yang semakin kuat dan inklusif.

Saya juga menyampaikan keberhasilan pemerintah dalam menjalankan program-program prioritas yang bertujuan meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Puluhan juta rakyat Indonesia telah merasakan manfaat dari program Makan Bergizi Gratis dan Cek Kesehatan Gratis. 

Di bidang pendidikan, kami memperkuat sarana pembelajaran melalui penyaluran ratusan ribu papan interaktif digital serta pendirian Sekolah Rakyat. Di tingkat desa, pembentukan puluhan ribu Koperasi Desa Merah Putih menjadi bagian dari upaya membangun ekonomi kerakyatan yang mandiri. Semua ini berjalan seiring dengan capaian Indonesia dalam mewujudkan swasembada pangan dan energi.

Kembali saya tegaskan komitmen kami untuk menjaga tata kelola pemerintahan yang bersih, kuat, dan demokratis, memutus mata rantai kemiskinan, serta memastikan kesempatan yang setara bagi seluruh rakyat Indonesia. 

Upaya ini terus kami gerakkan untuk membangun masa depan Indonesia yang berkelanjutan dan stabil, sekaligus membuka ruang investasi yang lebih luas demi mendorong kesejahteraan bangsa. Indonesia siap menjadi mitra yang dapat dipercaya dan berkontribusi aktif bagi kemajuan dunia.(Sekjend MDG)

Peristiwa Donggo : Bupati Meradang Lima Tokoh Merana tahun 1972, Sketsa Pergolakan Politik Bima Era Orde Baru


Donggo NTB, Media Dinamika Global.id.// sikap keras kepala bupati Sueharmadji, yang menolak Mentah-mentah aspirasi masyarakat donggo, menambah runyam suasana dan menyulut kobaran emosi perlawanan DOU DONGGO, Pimpinan masa demonstran kemabli merapatkan barisan melakukan aksi lebih lanjut. Masa berkosentrasi di pos komando I, rumah M. Ali Ta'amin, untuk melakukan diskusi menyikapi penolakan pihak pemerintah Bupati Sueharmadji, terhadap tuntutan masyarakat donggo. Tentu saja diskusi begitu dinamis dengan berbagai usulan, mulai dari yang radikal hingga lunak. Namun tahap awal diskusi merekomendasikan membuat petisi untuk kemudian di kirimkan kepada pemerintah daerah.

Pendanatangan Petisi 10 adalah Abas Oya BA, Jamaluddin M.yasin, M.Ali ta'amin, tuan Guru KH. Abdul Majid Bakry, H.Kako, H. M. Ali Arsyad, Ahmad Natsir, Yakub Dode, M.nor Sulaiman, Muhammad Amir Umar. Pernyataan yang berisikan desakan kepada bupati kabupaten tingkat II Bima Letkol Sueharmadji, Agar turun dari jabatan. Apabila orang nomor 1 kabupaten Bima, Enggan turun, massa donggo, akan turunkan paksa. Atau bima akan di jadikan kuburan massal bagi rakyat kabupaten Bima.

Pernyataan 10 tokoh tersebut di ketik oleh M.Amin Umar, ketika itu masih berstatus pegawai honorarium Dinas kesehatan di kantor kecamatan Donggo, di Sekretariat donggo, 72 desa O'0. Selanjutnya, pada tanggal 25 juni 1972 , pernyataan petisi sepuluh tersebut di serahkan kepada utusan pemerintah untuk disampaikan kepada bupati Sueharmadji. Perihal bupati mau Terima atau tidak, itu urusan yang bersangkutan. Namun masyarakat donggo, sudah melayangkan sebuah pernyataan supaya bupati Sueharmadji, segera angkat kaki dari bima, sebagai jawaban penolakan Bupati terhadap tuntutan masyarakat donggo.

Membaca petisi kiriman masyarakat donggo, bupati Sueharmadji meradang dan menantang dua hari kemudian (27/6-1972) sang bupati menjawab Petisi sepuluh dou donggo, dengan mengirim ratusan pasukan ABRI untuk menumpas demonstran. Sebelum itu sempat diisukan Gerakan donggo sebagai upaya pemberontakan. Sehingga masyarakat donggo, di imbau supaya bersiaga penuh mengantisipasi serangan tiba tiba membabi buta anggota gabungan ABRI/POLRI. Di samping itu, M. Ali Ta'amin mengirim spion mata mata Usman Dete Alias Usman Miu, Jamaluddin goya dan kawan kawan yang berpura pura mencari kuda untuk memata matai kedatangan rombongan ABRI ke donggo, di perbatasan desa bajo dengan dusun ndanondere. Sekaligus mengkover kegiatan ABRI di desa bajo, sarita, Dan Punti.

Intuisi penciuman intelijen ABRI lebih tajam daripada masyarakat Awam sehingga tak ayal lagi, Spion masyarakat donggo, Usman Dete di tangkap, di Introgasi dan di siksa oleh team operasi sadar donggo (TOSD) yang tengah lakukan Patroli penyisiran sepanjang pantai bajo--lewintana, bajo, Sarita, dan punti sekitar. Spion lain yang belum sempat tertangkap TOSD , Jamaluddin goya kembali kepos komando di desa O'o, kediaman M.Ali Ta'amin, melaporkan perihal penangkapan Usman Dete.

Setelah mendapat laporan tertangkap usman dete dan kawan kawan, pemuka masyarakat donggo mengadakan rapat kilat mencari solusi mengatasi masalah penangkapan tersebut. Rapat memutuskan mengirim bala bantuan pembebasan Usman Dete Cs di tangan TOSD. Sekitar 100-san orang massa Star dari O'o di kawal beberapa tokoh lapisan kedua Yakni:

1. Ahmad Natsir (Ama Gumba)

2. H. Yusuf (H. Bosa)

3. Busu Zain

4. Damo

5. Hama Agu

6. Jamaluddin goya

Mempersenjatai diri dengan senjata tajam berupa keris, pedang, tombak, dan parang. Entah bagaimana sampai muncul ide dari rombongan itu untuk singgah di kediaman Abbas Oya, dan memboyongnya Ikut ke Bajo, bersama sama melaksanakan Misi pembebasan Usman Dete.(Sekjend MDG)

Gubernur NTB Tinjau Lokasi Banjir Rob di Ampenan, Enam Rumah Warga Rusak Parah


Mataram, Media Dinamika Global.Id - Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Dr. Lalu Muhamad Iqbal, bersama rombongan meninjau langsung kondisi ombak tinggi serta kerusakan rumah warga yang terdampak Banjir Rob di Lingkungan Bugis, Kelurahan Bintaro, Kecamatan Ampenan (22/1/2026). Kunjungan tersebut, dilakukan sepulang Gubernur Iqbal menjalani kunjungan kerja dari Pulau Sumbawa. Belum sempat ke Pendopo, Gubernur Iqbal langsung datang ke lokasi Banjir Rob sebagai bentuk respons cepat Pemerintah Provinsi (Pemprov) terhadap bencana yang melanda kawasan pesisir.

Pada saat di lokasi, Gubernur Iqbal berdialog dengan warga terdampak, termasuk Ibu Sukma, warga RT 03 Lingkungan Bugis. Warga berharap adanya respons cepat dari Pemprov NTB untuk penanganan rumah-rumah yang rusak akibat terjangan gelombang, sekaligus solusi jangka pendek dan jangka panjang bagi masyarakat terdampak. Warga tampak senang dan terharu dengan kedatangan orang nomor satu di NTB tersebut. 

Kepala Lingkungan Bugis Suherman, mengatakan gelombang tinggi mulai terjadi sejak malam hari, sekitar pukul 20.00 hingga 01.00 dini hari. Tinggi gelombang diperkirakan mencapai sekitar 1,5 meter. Jauh lebih besar dibandingkan hari-hari sebelumnya, sehingga menimbulkan hempasan kuat dan abrasi yang menghantam permukiman warga di kawasan pesisir.

“Malam-malam kami berjaga, dari jam delapan malam sampai jam satu. Gelombangnya besar sekali, tidak seperti hari-hari sebelumnya”, ujarnya.

Dirinya menambahkan, kerusakan terparah dialami oleh enam rumah warga. Dari jumlah tersebut, tiga rumah dilaporkan hanyut sepenuhnya. Sementara tiga rumah lainnya mengalami kerusakan berat dan tidak lagi dapat ditempati. Adapun rumah-rumah lain turut terdampak, namun sebagian masih dapat digunakan secara terbatas.

“Tiga rumah sudah hanyut sama sekali, tiga lainnya rusak parah. Rumah lain terdampak, tapi masih bisa digunakan. Rumah penduduk yang paling parah itu enam rumah”, imbuhnya.

Warga terdampak berharap adanya kepastian penanganan dari pemerintah, khususnya terkait tempat evakuasi. Sejatinya, penempatan warga telah direncanakan melalui relokasi ke rumah susun, namun keterbatasan kapasitas rusun membuat rencana tersebut belum sepenuhnya terealisasi.

Sebagai langkah sementara, Pemprov NTB bersama Pemerintah Kota Mataram menyiapkan tenda darurat untuk menampung warga terdampak. Penanganan lanjutan telah direncanakan, dengan relokasi bersifat sementara sambil menunggu solusi yang lebih permanen.

Sementara itu, Gubernur Iqbal menegaskan pentingnya mitigasi bencana yang terencana dan terukur, serta kerja sama seluruh pihak untuk mengantisipasi risiko bencana pesisir di masa mendatang. Tampak pula Tim Reaksi Cepat dari BPBD Kota Mataram dan BPBD Provinsi NTB, Dinas Sosial, Baznas NTB, unsur TNI-Polri beserta relawan kemanusiaan dan warga setempat. 

Gubernur NTB menyempatkan pula berbincang-bincang sejenak dengan warga sembari minum kopi, setelah melihat langsung areal rumah terdampak dan ombak pesisir pantai. Warga sekitar pantai diimbau berhati-hati dan waspada. Catatan prediksi BMKG, cuaca hujan dan angin kencang diperkirakan hingga tanggal 26 Januari 2026. Kita jaga alam, alam jaga kita.

Redaksi ||

Gubernur NTB Resmikan Jalan Pototano, Jalur Logistik Sumbawa-Lombok Berfungsi Optimal


Sumbawa Barat, Media Dinamika Global.Id - Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (Pemprov NTB) meresmikan selesainya proyek pembangunan dan revitalisasi Jalan Simpang Pototano di Desa Potoano, Kabupaten Sumbawa Barat (KSB). Ruas jalan lurus sepanjang 4 kilometer tersebut kini kembali berfungsi optimal, setelah sebelumnya kerap rusak akibat genangan dan banjir. Jum'at, (23/01/26).

Jalan tersebut, sejak tahun 2017 sistem drainasenya kurang memadai menyebabkan jalan sering tergenang air setiap kali hujan. Kondisi tersebut, berdampak langsung pada kualitas aspal, mengingat air merupakan salah satu faktor utama penyebab kerusakan jalan.

Meski masih bisa dilalui, kondisi jalan terus mengalami penurunan. Pada tahun 2025, Pemprov NTB melakukan penanganan dengan anggaran sebesar Rp32 miliar yang dikerjakan selama tiga setengah bulan dan rampung pada 31 Desember 2025.

Selain memperbaiki badan jalan, proyek mencakup pembenahan sistem drainase dan pemasangan penerangan jalan umum. Hasilnya, ruas jalan yang berada di Desa Pototano kini lebih aman, nyaman, dan mampu memperlancar arus transportasi masyarakat.

Gubernur NTB Dr. Lalu Muhamad Iqbal, mengatakan peresmian dilakukan dalam perjalanan dari Pulau Sumbawa menuju Pulau Lombok melalui Pototano. Dirinya menyebutkan jalan tersebut, sebelumnya berada dalam kondisi rusak dan bahkan tidak dapat digunakan secara optimal.

“Alhamdulillah, hari ini jalan Simpang Pototano sepanjang kurang lebih 4 kilometer sudah sepenuhnya bisa dimanfaatkan oleh masyarakat. Tidak hanya badan jalan yang diperbaiki, tetapi fasilitas pendukung seperti lampu penerangan juga sudah berfungsi”, ujar Gubernur Iqbal.

Dirinya menjelaskan, secara teknis pekerjaan telah diselesaikan sesuai perencanaan dan standar yang ditetapkan. Namun demikian, terdapat tantangan kondisi geologis pada salah satu titik yang sempat beberapa kali mengalami ambruk. Titik tersebut, telah ditangani kontraktor dan terus diawasi selama masa pemeliharaan enam bulan ke depan.

“Selama masa pemeliharaan, apabila terjadi gangguan atau kerusakan, itu masih menjadi tanggung jawab kontraktor untuk diperbaiki”, tegasnya.

Gubernur Iqbal juga menekankan pentingnya peran masyarakat dan pemerintah desa dalam menjaga fungsi drainase. Menurutnya, drainase jalan tidak akan berfungsi optimal apabila drainase di lingkungan sekitar tidak dibersihkan dari sedimentasi dan sampah.

“Kalau drainase lingkungan tidak dibereskan, air bisa tertahan di saluran utama dan berpotensi menggenangi permukiman. Karena itu perlu kerja bersama”, tandasnya saat turun langsung mengecek drainase jalan (22/1/2026).

Lebih lanjut, Gubernur Iqbal menyampaikan bahwa total panjang jalan di Pulau Sumbawa mencapai sekitar 965 kilometer, sementara perlu adanya prioritas anggaran pemerintah. Oleh sebab itu, Pemprov NTB memprioritaskan penanganan jalan-jalan yang sudah tidak dapat dilalui, terutama yang memiliki fungsi strategis dahulu.

Pototano menjadi salah satu prioritas karena merupakan jalur logistik utama yang menghubungkan Pulau Sumbawa dengan Pelabuhan Pototano dan Pulau Lombok. Jalur ini dinilai vital dalam mendukung keamanan, ketahanan pangan, dan distribusi barang (logistik). Penanganan serupa dilakukan pula di Dasan Geres Lombok Timur serta sejumlah titik lain yang memiliki fungsi logistik penting.

Ke depan, Pemprov NTB mulai memfokuskan penanganan pada jalur-jalur pariwisata setelah jalur logistik utama tertangani. Hal ini dilakukan untuk mendukung peningkatan ketahanan pangan sekaligus penguatan sektor pariwisata melalui infrastruktur publik yang memadai.

“Kita berharap penanganan jalan ini benar-benar permanen agar permasalahan yang sama tidak terulang. Dengan do'a dan dukungan semua pihak, semoga jalan ini memberi manfaat jangka panjang bagi masyarakat Kabupaten Sumbawa Barat dan mendukung akses ke kawasan wisata”, pungkasnya menyampaikan ketika menginspeksi jalan yang diresmikan.

Redaksi ||

Jalur Strategis Taliwang–Tano Rampung, Gubernur Pastikan Manfaat bagi Warga


Sumbawa Barat, Media Dinamika Global.Id - Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal meresmikan jalur lintas Taliwang–Tano yang telah rampung diperbaiki, Kamis (22/1). Ruas jalan tersebut merupakan salah satu jalur strategis penghubung sekaligus jalur logistik utama di wilayah Sumbawa Barat.

“Alhamdulillah sudah selesai pengerjaan proyeknya. Memang ada kekurangan sana-sini dan ini masih masa pemeliharaan enam bulan. Insyaallah ini akan disempurnakan supaya tidak ada keluhan lagi,” ujar Gubernur.

Gubernur berharap jalan yang telah diperbaiki dapat memberi manfaat nyata bagi masyarakat.

“Saya mohon doa dari semuanya, mudah-mudahan jalan yang sudah diperbaiki ini betul-betul bermanfaat untuk masyarakat di NTB pada umumnya dan di Sumbawa Barat pada khususnya,” ujarnya.

Ia menegaskan, Pemerintah Provinsi NTB memprioritaskan perbaikan jalan yang tidak dapat difungsikan secara optimal, terutama yang berperan sebagai jalur logistik.

“Karena ini jalur logistik, kita ngomong tentang ketahanan pangan. Ketahanan pangan itu salah satu unsur pentingnya adalah jalur logistik harus tersedia. Itu sebabnya kenapa kita prioritaskan,” tegasnya.

Setelah perbaikan jalur logistik, Pemprov NTB akan mulai memfokuskan pembangunan infrastruktur pendukung sektor pariwisata. Menurut Gubernur, ketahanan pangan dan penguatan pariwisata hanya dapat dicapai jika didukung infrastruktur yang memadai.

“Tidak mungkin kita bisa selesaikan semua dalam waktu lima tahun ke depan, tetapi insyaallah paling tidak kita pastikan semuanya bisa terkunci minimum bisa berfungsi, khususnya di jalur logistik dan pariwisata dalam kondisi baik,” pungkasnya.

Redaksi ||

Open Turnamen Pencak Silat "RAUF Cup 2026", saat Menampilkan Laga Jawara Atlet Silat Internasional


Bima NTB, Media Dinamika Global.id.// Hesti Mahasiswa terbaik STIKES Yahya Bima, atlet pencak silat juara 1 Asian Games tanun 2018 dan kontingen PSBT. selamat bertanding Mahasiswa terbaik BEM STIKyabi,  atlet juara 1 Asean University Games Indonesia tahun 2022, menjadi tamu spesial pada pembukaan open turnamen "RAUF Cup" Pencak Silat Sejak mulai Tanggal 23-25 Januari 2026.

  "Sukseskan PPPS 2025(Revisi Aturan)"

Menariknya, atlet pencak silat internasional ini turut menjadi inspirasi Usia Dini II, Pra Remaja, Remaja, Dewasa, (Full Prestasi) peserta lomba, saat mereka tampil dalam laga jawara pada pembukaan open turnamen yang berlangsung di Gelanggang Olahraga sport Hall Gor Panda Kabupaten Bima itu.

Tidak hanya itu saja, open turnamen pencak silat yang harus didukung penuh oleh Bupati dan wakil Bupati Bima, DPRD Provinsi NTB Abdul Rauf Fraksi Partai Demokrat, dihadiri langsung Wakil Sekretaris Jenderap PB IPSI (Ikatan Pencak Silat Indonesia) Pusat,  Sport Hall Gor Panda Kabupaten Bima.

“Pencak silat bukan hanya olahraga. Pencak silat adalah warisan budaya, ilmu kedewasaan, dan jalan untuk melatih budi pekerti. Seorang pesilat sejati tidak diukur dari kerasnya pukulan, tetapi dari jernihnya pikiran, tenangnya sikap, dan hormatnya kepada lawan,” ujar Abdul Rauf dalam sambutannya.

Menurut Abdul Rauf mantan DPRD kabupaten bima Dua Periode itu, setiap jurus mengajarkan keseimbangan, setiap langkah mengajarkan kehati-hatian, dan setiap pertarungan mengajarkan kerendahan hati. Inilah yang membuat pencak silat tetap hidup dan diterima dunia, karena ia adalah seni yang membentuk manusia menjadi lebih baik.

“Saya berharap adik-adik atlet dari kabupaten Bima dan seluruh daerah dapat menyerap semangat, teknik, dan etos bertanding dari dua pesilat dunia tersebut. Kepada seluruh atlet yang akan bertanding, saya titip pesan. Bertandinglah dengan tenang, berusahalah dengan sungguh-sungguh, dan hormatilah lawanmu. Ingatlah bahwa gelanggang ini adalah tempat dimana kekuatan diuji, tetapi karakterlah yang menentukan siapa yang benar-benar menjadi juara. Pesilat sejati tidak meninggikan diri saat menang, dan tidak merendah saat kalah. Yang dijaga adalah kehormatan dan etika bertanding,” ungkap Abdul Rauf.


Terakhir Abdul Rauf DPRD Provinsi NTB Fraksi Partai Demokrat, berpesan kepada wasit dan juri tentang penegakkan keadilan selama pertindingan berlangsung. 

“Keputusan anda akan menentukan marwah turnamen ini. Biarkan atlet bertanding dengan bebas, dan pastikan setiap hasil ditentukan oleh kemampuan, bukan oleh keberpihakan. Open turnamen ini menggerakkan energi Bima NTB pada umumnya, menghidupkan umkm, memperkuat sektor jasa, dan menghidupkan semangat sportivitas di tengah masyarakat. Kabupaten Bima tidak hanya menjadi tuan rumah, tetapi juga menjadi ruang bertemunya budaya, olahraga, dan persaudaraan,” pungkas Abdul Rauf. (Sekjend MDG).

Sejarah Kakek ku Yakub Dode di Pukuli dan di Bugili pada Petisi Peristiwa Donggo Tahun 1972


Donggo NTB, Media Dinamika Global.id.// Kendati peran tidak sebesar tokoh lain, Yakub Dode termasuk penggerak masa Aktif yang turut mengerahkan massa demonstran menurunkan bupati Soeharmadji. Dia juga penandatangan Petisi 10, pendukung setia yang senantiasa berada di belakang H. Kako, KH. Abdul Majid Bakry, H. M. Ali Ta'amin, Jamaluddin H. Yasin, H.Abas H. Oya, BA, H.M. Amin Umar, M. Nor Sulaiman, H.M. Ali Arsyad, dan Ahmad Natsir.

Yakub Dode pun di tangkap setelah beberapa hari melarikan diri dari Rumahnya di Desa Doridungga Kecamatan Donggo. Ia kemudian di Giring pasukan polisi menuju Markas polres Bima Untuk di Introgasi dan di Bugili. 

Selama masa introgasi termasuk saksi yang mengalami penyiksaan di Luar Batas Peri Kemanusiaan, di Telanjangi, di Pukul dengan berbagai macam benda Keras dan di Tahan Selama Tiga Bulan Bersama Rekan-Rekannya, Semoga Arwah dan Amal Ibadahnya Yakub Dode, di terima di sisinya Allah SWT Amin ya rabbal alamin.


Serka Jamaluddin Babinsa Sangga Koramil 1608-03/Sape Laksanakan Patroli Siskamling

Bima.NTB.Media Dinamika Global.id — Babinsa Desa Sangga Koramil 1608-03/Sape, Serka Jamaluddin, bersama satu orang anggota melaksanakan kegiatan Patroli Sistem Keamanan Lingkungan (Siskamling) pada Kamis malam, 22 Januari 2026, pukul 20.00 WITA. Kegiatan ini bertujuan untuk memantau situasi keamanan wilayah serta mengantisipasi perkembangan situasi di Kecamatan Sape dan Kecamatan Lambu, Kabupaten Bima.

Patroli tersebut melibatkan dua orang anggota Koramil, tiga orang aparat desa, enam orang masyarakat, serta unsur tokoh pemuda dan tokoh agama. Kehadiran berbagai elemen masyarakat ini diharapkan dapat memperkuat sinergi dalam menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan.

Adapun sasaran patroli meliputi pemukiman warga dan sejumlah tempat tongkrongan anak muda yang dinilai rawan terjadinya gangguan keamanan.



Rangkaian kegiatan dimulai pada pukul 20.15 WITA, saat anggota Koramil 1608-03/Sape bergerak menuju Desa Sangga, Kecamatan Lambu. Sekitar pukul 20.30 WITA, tim tiba di lokasi dan langsung melakukan pemantauan situasi wilayah.

Pada pukul 21.00 WITA, Babinsa memberikan himbauan kepada warga Desa Sangga agar menghindari berbagai aktivitas negatif, khususnya yang berkaitan dengan konsumsi minuman keras dan penyalahgunaan narkoba. Ia menekankan bahwa ketidakmampuan mengontrol emosi akibat minuman keras sering memicu permasalahan di kalangan anak muda. Selain itu, warga juga diimbau untuk tetap waspada terhadap kondisi cuaca, mengingat curah hujan yang berpotensi menyebabkan banjir.

Selanjutnya, pada pukul 21.10 WITA, patroli dilanjutkan dengan pemantauan di wilayah desa binaan. Seluruh rangkaian kegiatan Patroli Siskamling berakhir pada pukul 21.30 WITA dan berlangsung dalam keadaan aman, tertib, dan kondusif.

Kegiatan ini merupakan bentuk komitmen TNI bersama masyarakat dalam menciptakan rasa aman serta menjaga stabilitas keamanan di wilayah Kabupaten Bima.(Team.MDG.03)

Pemprov NTB Siaga Cuaca Ekstrem, BPBD Pimpin Komando Terpadu


Mataram, Media Dinamika Global.Id - Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) mengaktifkan komando terpadu lintas organisasi perangkat daerah (OPD) sebagai langkah kesiapsiagaan menghadapi potensi cuaca ekstrem pada dasarian III Januari 2026, yakni periode 21–31 Januari.

Langkah ini merupakan tindak lanjut atas informasi dan analisis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang memprakirakan potensi hujan lebat hingga sangat lebat di sejumlah wilayah NTB, khususnya di kawasan lereng Gunung Rinjani dan Gunung Tambora.

Juru Bicara Pemerintah Provinsi NTB, Ahsanul Khalik, menegaskan bahwa pemerintah daerah melakukan antisipasi sejak dini melalui penguatan koordinasi lintas sektor dan mekanisme komando terpadu yang dipimpin oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi NTB sebagai leading sector kebencanaan.

“Pemerintah Provinsi NTB tidak menunggu kejadian. Kesiapsiagaan dibangun berbasis prakiraan cuaca dan upaya pencegahan untuk meminimalkan risiko serta menjaga keselamatan masyarakat”, ujar Ahsanul Khalik di Mataram, Kamis (22/01/2026). 

Berdasarkan analisis BMKG, potensi hujan dengan intensitas lebih dari 150 milimeter per dasarian diperkirakan mencapai 70 hingga lebih dari 90 persen di wilayah Sembalun, Bayan, Labuhan Badas, Pekat, dan Tambora. Wilayah tersebut merupakan kawasan strategis karena berfungsi sebagai sentra pertanian dan perkebunan, sekaligus memiliki tingkat kerawanan tinggi terhadap bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, dan pohon tumbang.

Sebagai langkah antisipasi, sejumlah perangkat daerah telah digerakkan sesuai dengan tugas dan fungsinya. BPBD Provinsi NTB melakukan pemantauan intensif di wilayah rawan, menyiapkan personel dan logistik kebencanaan, serta memperkuat sistem peringatan dini dan respons cepat.

Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) memastikan kesiapan infrastruktur pendukung, seperti drainase, gorong-gorong, saluran irigasi, serta melakukan pemantauan dan penanganan titik-titik rawan banjir dan longsor, termasuk kesiapan penanganan darurat akses jalan.

Di sektor ketahanan pangan, Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi NTB melakukan pendampingan kepada petani untuk mengantisipasi potensi gagal panen, mendorong penyesuaian pola tanam, serta memperkuat perlindungan lahan pertanian di kawasan rawan bencana.

Sementara itu, Dinas Sosial menyiapkan layanan kedaruratan sosial, termasuk dapur umum dan dukungan logistik bagi masyarakat terdampak apabila diperlukan evakuasi.

Pemprov NTB juga melibatkan unsur TNI/Polri, Basarnas, Taruna Siaga Bencana (Tagana), relawan kebencanaan, pemerintah kabupaten/kota, hingga pemerintah desa guna memperkuat respons dan koordinasi di lapangan.

“Koordinasi ini dibangun sejak awal agar risiko dapat ditekan semaksimal mungkin, keselamatan masyarakat terjaga, dan aktivitas ekonomi, khususnya di kawasan sentra pangan, dapat tetap berlangsung”, pungkas Ahsanul Khalik.

Redaksi ||

Cuaca Ekstrem Diprakirakan, Pemprov NTB Amankan Sentra Pangan Rinjani-Tambora


Mataram, Media Dinamika Global.Id - 22 Januari 2026, Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) menyiapkan lima langkah strategis untuk meredam potensi dampak cuaca ekstrem yang diprakirakan terjadi di kawasan sentra produksi pangan, khususnya di wilayah lereng Gunung Rinjani dan Gunung Tambora.

Juru Bicara Pemerintah Provinsi NTB, Ahsanul Khalik, mengatakan langkah tersebut merupakan bagian dari kesiapsiagaan dini berbasis informasi prakiraan cuaca Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), guna melindungi keselamatan masyarakat sekaligus menjaga keberlanjutan produksi pangan daerah.

“Lima langkah ini meliputi penguatan sistem peringatan dini, pemetaan dan pengamanan titik rawan bencana, perlindungan sektor pertanian, kesiapan evakuasi dan logistik, serta edukasi kewaspadaan kepada masyarakat”, ujar Ahsanul Khalik di Mataram, Kamis (22/01/2026).

Dirinya menjelaskan, penguatan peringatan dini dilakukan dengan memastikan informasi BMKG disampaikan secara cepat dan masif melalui kanal resmi pemerintah serta jejaring hingga tingkat daerah dan desa, agar masyarakat dapat melakukan langkah antisipasi sejak awal.

Dalam upaya mitigasi risiko, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi NTB terus melakukan pemetaan lokasi rawan banjir bandang, longsor, luapan sungai, serta jalur-jalur vital yang berpotensi terdampak bencana, sehingga penanganan darurat dapat dilakukan secara cepat dan terkoordinasi.

Pemprov NTB juga memberikan perhatian khusus pada perlindungan sektor pertanian dan perkebunan, mengingat kawasan lereng Rinjani dan Tambora merupakan sentra produksi pangan strategis bagi daerah.

“Kami mendorong penyesuaian jadwal tanam, penguatan sistem pembuangan air di lahan pertanian, mitigasi risiko erosi, serta pendampingan teknis kepada petani agar produktivitas tetap terjaga meskipun menghadapi kondisi cuaca ekstrem”, jelas Ahsanul.

Pada aspek kesiapan evakuasi, pemerintah daerah memastikan ketersediaan logistik dasar dan skema respons cepat apabila diperlukan evakuasi warga akibat bencana hidrometeorologi. Dinas Sosial, BPBD, serta unsur terkait lainnya disiagakan untuk mendukung kebutuhan masyarakat terdampak.

Pemprov NTB juga mengimbau masyarakat untuk terus meningkatkan kewaspadaan, terutama bagi warga yang tinggal di sekitar tebing, bantaran sungai, serta wilayah yang memiliki riwayat longsor dan banjir.

“Prinsip utama kami adalah kesiapsiagaan dan pencegahan. Dengan koordinasi dan kesiapan sejak dini, risiko dapat ditekan dan keselamatan masyarakat tetap menjadi prioritas”, pungkasnya.

Redaksi ||