LAPORAN MASYARAKAT: TOWER TELKOMSEL DESA TONDA, KECAMATAN MADAPANGGA
Bima Suara Bhineka 23 Agustus 2026— Kekhawatiran Keselamatan & Tidak Ada Kompensasi Selama belasan Tahun —
Sumber Laporan: Masyarakat Desa Tonda, Kecamatan Madapangga, Kabupaten Bima
Disampaikan Oleh: Media Dinamika Global
Tanggal: 23 Agustus 2026
Lokasi: RT 02/ RW 01, Desa Tonda, Kecamatan Madapangga, Kabupaten Bima, NTB
Perwakilan Warga Terdampak: Bpk Ahmad, Bpk Iwan Sofian, Bpk Herman, Bpk Sukardin, dan warga lainnya
📌 ISI LAPORAN & KELUHAN MASYARAKAT
Menara pemancar sinyal milik PT Telkomsel yang berdiri di wilayah Desa Tonda, Kecamatan Madapangga, telah beroperasi selama kurang lebih 20 tahun. Keberadaannya kini menjadi kekhawatiran mendalam bagi warga sekitar, terlebih dengan seringnya terjadi fenomena alam seperti gempa bumi dan angin kencang belakangan ini.
⚠️ 1. LOKASI BERISIKO & MENGANCAM KESELAMATAN
Warga sangat cemas karena:
- Menara berdiri sangat berdekatan dengan pemukiman warga dan lingkungan sekolah — jarak tidak memenuhi standar keamanan yang seharusnya
- Struktur menara sudah berusia puluhan tahun — dikhawatirkan kekuatan dan kestabilannya menurun, apalagi di tengah meningkatnya frekuensi gempa bumi di wilayah ini
- Jika terjadi roboh, dampaknya sangat fatal — berpotensi menimpa rumah warga serta anak-anak sekolah yang sedang belajar di sekitar lokasi
Ungkapan Bpk Iwan Sofian selaku perwakilan warga: "Sudah dua puluh tahun menara ini ada di tengah kami. Sekarang gempa sering terjadi. Kami takut, jika tiba-tiba roboh, siapa yang menjamin nyawa anak-anak di sekolah dan warga yang tinggal di sekitar sini?"
📉 2. JANJI KOMPENSASI TIDAK PERNAH DIPENUHI SELAMA 20 TAHUN
Sejak pembangunan dimulai, pihak PT Telkomsel menjanjikan bahwa warga yang berada di radius terdampar akan mendapatkan kompensasi atau imbalan atas penggunaan lahan dan dampak keberadaan menara tersebut. Namun faktanya:
- ✖️ Selama 20 tahun beroperasi, tidak ada satu pun warga yang menerima kompensasi
- ✖️ Janji yang disampaikan pada saat pembangunan tidak pernah direalisasikan sampai saat ini
- ✖️ Warga merasa hak-haknya diabaikan sementara perusahaan terus mendapatkan keuntungan
Ungkapan Bpk Herman & Bpk Sukardin: "Kami tidak pernah menerima apa-apa. Tidak ada kompensasi, tidak ada bantuan, tidak ada perhatian. Padahal menara ini ada di wilayah kami, dekat sekolah dan rumah kami. Janji saat pembangunan itu sampai sekarang tinggal janji saja."
📢 3. DESAKAN TEGAS MASYARAKAT
Bersama ini, perwakilan warga Bpk Ahmad, Bpk Iwan Sofian, Bpk Herman, Bpk Sukardin, dan seluruh warga terdampak dengan tegas mendesak:
1. 🏗️ PEMINDAHAN MENARA — PT Telkomsel wajib segera memindahkan menara ke lokasi yang lebih aman, jauh dari pemukiman dan sekolah
2. 💰 KOMPENSASI LAYAK — Memberikan kompensasi yang pantas dan layak kepada seluruh warga terdampak sebagai bentuk tanggung jawab selama 20 tahun
3. 🔍 PEMERIKSAAN STRUKTUR — Sebelum dipindahkan, wajib dilakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap keamanan struktur menara demi keselamatan warga
4. 🤝 MEDIASI PEMERINTAH — Pemerintah Desa Tonda, Kecamatan Madapangga, dan Dinas terkait segera turun tangan memediasi dan menindaklanjuti aspirasi warga
📌 PENUTUP & HARAPAN
Media Dinamika Global menyampaikan laporan ini sebagai suara aspirasi masyarakat Desa Tonda. Keselamatan nyawa warga dan anak-anak sekolah adalah hal yang tidak boleh ditunda-tunda lagi. Kami berharap PT Telkomsel Cabang Bima / NTB serta Pemerintah Daerah Kabupaten Bima segera menanggapi dan memberikan solusi yang adil dan bijaksana.
Disampaikan oleh:
Perwakilan Warga Terdampak:
(Tanda Tangan)
Bpk Ahmad
Bpk Iwan Sofian
Bpk Herman
Bpk Sukardin
Bpk Muhtar Akarim
Bpk Arifuddin Spdi
Dan warga lainnya.By. ( E H ) penanggung jawab; Media Dinamika Global — Suara Aspirasi Masyarakat —🙏 Semoga laporan ini dapat disampaikan dan ditindaklanjuti oleh pihak terkait.



.jpg)





























