Media Dinamika Global

Minggu, 02 Agustus 2026

VARIASI SPEKTAKULER PASUKAN GERAK JALAN INDAH SMANDU MENGGEMPARKAN PANGGUNG KEHORMATAN


Kota Bima, Media Dinamika Global.id.– Langit Kota Bima seakan bergemuruh ketika Pasukan Gerak Jalan Indah SMAN 2 Kota Bima (SMANDU) menampilkan aksi variasi yang memukau di hadapan panggung kehormatan pada ajang Lomba Gerak Jalan Indah Tingkat Kota Bima dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, sabtu 1 Agustus 2026.

Sorak sorai penonton membelah udara. Tepuk tangan bergemuruh tanpa henti. Di titik paling bergengsi lintasan perlombaan, Pasukan Gerak Jalan Indah SMANDU menunjukkan bahwa mereka tidak sekadar datang untuk berjalan, tetapi hadir membawa pertunjukan penuh disiplin, keberanian, dan kebanggaan.

Dengan langkah yang kokoh, formasi yang presisi, serta kekompakan yang nyaris tanpa cela, setiap gerakan menyatu dalam irama yang menghentak. Puncaknya, variasi spektakuler yang diperagakan tepat di depan panggung kehormatan berhasil menggemparkan suasana. Harmoni gerak, ketepatan tempo, dan ledakan semangat yang dipancarkan, membuat mata seluruh tamu undangan dan masyarakat tertuju kepada pasukan kebanggaan SMANDU.

Momen membanggakan tersebut bahkan diabadikan secara langsung oleh Kepala SMAN 2 Kota Bima, Hj. Erot Sutianah, M.Pd, yang hadir sebagai tamu kehormatan di panggung utama. Dengan penuh antusias, beliau merekam penampilan variasi pasukan Gerak Jalan SMANDU Putra dan Putri menggunakan telepon genggamnya sebagai bentuk kebanggaan atas perjuangan para peserta yang telah berlatih dengan penuh dedikasi.

Usai menyaksikan penampilan tersebut, Hj. Erot Sutianah, M.Pd menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada seluruh anggota Pasukan Gerak Jalan Indah SMANDU. Menurutnya, para siswa telah menampilkan variasi dengan sangat baik, penuh semangat, disiplin, dan percaya diri sehingga mampu memberikan kebanggaan bagi sekolah.

"Anak-anak telah menunjukkan kemampuan terbaiknya. Mereka tampil luar biasa dan memberikan penampilan yang maksimal. Saya sangat bangga kepada seluruh anggota pasukan. Terima kasih juga kepada para pembina dan pelatih yang telah bekerja keras membimbing mereka hingga mampu menampilkan variasi yang begitu memukau. Kini, ikhtiar terbaik telah ditunjukkan. Kita tinggal menunggu hasil akhir dari dewan juri dengan penuh optimisme," ungkapnya.

Penampilan tersebut bukan sekadar unjuk keterampilan, melainkan simbol kerja keras yang ditempa melalui latihan panjang, kedisiplinan yang tinggi, serta semangat pantang menyerah. Setiap hentakan kaki adalah bukti pengorbanan. Setiap ayunan tangan adalah cerminan tekad untuk memberikan penampilan terbaik demi mengharumkan nama SMAN 2 Kota Bima.

Aksi spektakuler di panggung kehormatan menjadi bukti bahwa SMANDU terus melahirkan generasi yang tidak hanya unggul dalam akademik, tetapi juga tangguh dalam pembinaan karakter, seni, dan kedisiplinan. Apa pun hasil yang akan diumumkan oleh dewan juri, Pasukan Gerak Jalan Indah SMANDU telah memenangkan hati masyarakat melalui penampilan yang penuh energi, kreativitas, dan semangat juang.

Gemuruh tepuk tangan yang mengiringi variasi tersebut menjadi saksi bahwa semangat SMANDU tidak pernah surut. Mereka telah memberikan yang terbaik, mengharumkan nama sekolah, dan membuktikan bahwa kerja keras, kekompakan, serta doa adalah fondasi utama menuju sebuah prestasi. (Sekjend MDG)

Ekspedisi Merah Putih Presisi Hadir di Okura, Jejak Kehadiran Negara dari Tepian Sungai Siak

Pekanbaru - Pagi di Kelurahan Tebing Tinggi Okura, Kecamatan Rumbai Timur, Kota Pekanbaru, Sabtu (1/8), berjalan tidak seperti biasanya. Di tepian Sungai Siak, anak-anak berdiri berjajar sambil menggenggam bendera kecil Merah Putih. 

Di sudut halaman kantor kelurahan, tenda pelayanan kesehatan mulai dipadati warga. Ribuan paket sembako tersusun rapi, sementara bibit pohon alpukat dan durian menanti untuk dibagikan. 

Hari itu, Okura menjadi titik awal perjalanan Ekspedisi Merah Putih Presisi 2026 Polda Riau, sebuah ikhtiar menghadirkan negara hingga ke wilayah-wilayah yang membutuhkan sentuhan pelayanan.

Rombongan yang dipimpin Dansat Brimob Polda Riau, Kombes Pol I Ketut Gede Adi Wibawa membuka rangkaian pelayanan bagi masyarakat Okura. Layanan yang diberikan meliputi pemeriksaan kesehatan gratis, pembagian 1.000 paket sembako, 1.000 bendera Merah Putih, bantuan peralatan olahraga, serta bibit pohon alpukat dan durian kepada warga.

Kegiatan tersebut sebelumnya dilepas dari Mapolda Riau oleh Kapolda Riau Irjen Pol. Dr. Herry Heryawan di Mapolda Riau. 

Namun, ekspedisi itu tidak hanya membawa bantuan. Di sela-sela kegiatan, tim juga duduk bersama masyarakat dalam sebuah dialog terbuka. Tokoh adat, pemuka agama, perwakilan pemuda, hingga perangkat desa menyampaikan berbagai aspirasi, mulai dari persoalan keamanan, kebutuhan layanan kesehatan, hingga harapan terhadap pengembangan pendidikan anak usia dini (PAUD).

Dansat Brimob Kombes Pol I Ketut Gede Adi Wibawa mengatakan ekspedisi ini merupakan tindak lanjut arahan Presiden RI Prabowo Subianto.

“Polda Riau melaksanakan kegiatan Ekspedisi Merah Putih Presisi 2026 karena Bapak Presiden saat kunjungan kerja di Miangas pada 9 Mei 2026 berpesan bahwa negara harus hadir sampai ke titik terluar di seluruh Indonesia. Kegiatan ini adalah implementasi dari arahan tersebut," ujar Dansat. 

Ia menegaskan bahwa perjalanan tersebut bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan bentuk pelayanan yang langsung menyentuh masyarakat.

“Ekspedisi ini bukan sekadar perjalanan seremonial. Di seluruh daerah yang dikunjungi, kami melakukan bakti sosial, penanaman mangrove di wilayah pesisir, penanaman pohon, pelayanan kesehatan, hingga menyerap aspirasi masyarakat sehingga kami bisa lebih memahami kondisi sosial hingga kebutuhan masyarakat di tempat-tempat yang kami kunjungi. Negara harus hadir di tengah-tengah masyarakat dan ini kami lakukan sesuai dengan tupoksi," katanya. 

Kehadiran Ekspedisi Merah Putih Presisi juga mendapat apresiasi dari Pemerintah Kota Pekanbaru. Pelaksana Harian Sekretaris Daerah Kota Pekanbaru, Masykur Tarmizi, menilai kegiatan tersebut membawa manfaat nyata bagi masyarakat Okura.

“Ini adalah kegiatan yang cukup bermanfaat bagi masyarakat kami. Ekspedisi ini sangat inovatif dan menjadi inspirasi bagi kami di pemerintahan Kota Pekanbaru untuk terus menggalakkan dan mencontoh kegiatan-kegiatan yang menyentuh masyarakat seperti ini,” ujar Masykur. 

Ekspedisi Merah Putih Presisi 2026 merupakan program Polda Riau dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81. Selama 1–17 Agustus 2026, sebanyak 17 desa di berbagai wilayah Provinsi Riau akan dikunjungi oleh delapan tim gabungan personel kepolisian dan relawan mahasiswa yang didukung 45 kendaraan pengangkut bantuan. 

Program tersebut mengusung dua bentuk pengabdian utama Polda Riau. Pertama, kepedulian terhadap masyarakat melalui penyaluran bantuan sosial, pelayanan kesehatan, serta dukungan bagi pelaku UMKM lokal. Kedua, kepedulian terhadap lingkungan melalui restorasi mangrove di kawasan pesisir dan penanaman berbagai jenis pohon sebagai upaya menjaga kelestarian alam. 

Menjelang siang, ketika matahari mulai meninggi, rombongan bersiap melanjutkan perjalanan ke lokasi berikutnya. Di antara keramaian yang mulai berangsur reda, seorang nenek menggenggam erat paket sembako yang baru diterimanya. Di sampingnya, sang cucu masih mengibarkan bendera Merah Putih kecil dengan senyum yang tak lepas dari wajahnya. 

Tak ada panggung megah, tak ada prasasti yang diresmikan di Okura hari itu. Namun, bagi masyarakat di tepian Sungai Siak, kehadiran Ekspedisi Merah Putih Presisi menghadirkan makna yang lebih dalam. 

Lewat pelayanan, bantuan, dan ruang untuk menyampaikan aspirasi, mereka merasakan satu pesan sederhana bahwa negara masih hadir, mendengar, dan memberi perhatian hingga ke pelosok.

Ratusan Warga Teken Petisi 81 Meter di Amahami, Serukan Bima Bebas Narkoba dan LGBTQ


Kota Bima, Media Dinamika Global.id.-- Ratusan warga membubuhkan tanda tangan di atas kain petisi sepanjang 81 meter yang dibentangkan di kawasan Taman Amahami, Kota Bima, Minggu (2/8/2026). Aksi yang digelar Aliansi Bima Beradab itu menjadi deklarasi moral dalam menyambut HUT ke-81 Kemerdekaan RI sekaligus menyerukan penolakan terhadap LGBTQ dan peredaran narkoba.

Bentangan kain putih tersebut menarik perhatian masyarakat. Warga dari berbagai kalangan, mulai dari pemuda, orang tua hingga wisatawan mancanegara yang berada di lokasi, ikut menandatangani petisi sebagai bentuk dukungan simbolis terhadap gerakan tersebut.

Koordinator aksi mengatakan petisi sepanjang 81 meter itu merupakan wujud aspirasi masyarakat untuk membentengi generasi muda dari ancaman narkoba serta perilaku yang dinilai bertentangan dengan nilai sosial dan keagamaan.

"Petisi 81 meter ini adalah persembahan aspirasi warga Bima menyongsong 81 tahun Kemerdekaan Indonesia. Kami ingin Bima benar-benar merdeka dari ancaman narkoba dan perilaku yang bertentangan dengan nilai sosial serta keagamaan," ujar salah satu orator.

Aksi yang berlangsung tertib di ruang terbuka hijau Amahami mendapat pengawalan aparat kepolisian. Aliansi Bima Beradab berharap gerakan tersebut dapat memperkuat sinergi masyarakat dan pemerintah dalam menjaga kondusivitas serta nilai-nilai budaya lokal.(Sekjend MDG)

Sabtu, 01 Agustus 2026

Safari Mobil Maung Selain Ajang Silaturrahmi Juga Sarana Mempererat Sinergitas Antara TNI dan Masyarakat


Kota Bima. Media Dinamika Global.id. Dalam rangka memperkenalkan karya anak Bangsa, Kodim 1608/Bima menggelar kegiatan Safari Mobil Maung, yang di pimpin oleh Batituud Serma Rizaluddin, (02/08/26).

Hadir dalam kegiatan tersebut, Serma Rizaluddin, Anggota Koramil 1608-01/Rasanae, juga di ikuti sekitar 50 orang Masyarakat pengunjung Taman amahami

Kegiatan diawali dengan penyambutan Mobil Maung yang tiba di lokasi pada Pukul 06.30 Wita, kedatangan Mobil Maung tersebut disambut dengan penuh antusias oleh masyarakat yang sempat mengikuti kegiatan yang diselenggarakan di Taman Amahami.

Usai penyambutan Mobil Maung, sekitar Pukul 06.35 Wita, Kegiatan Safari Mobil maung dilanjutkan dengan sesi Foto-foto dengan masyarakat pengunjung Taman Amahami, selain itu juga momentum tersebut dapat diabadikan oleh masyarakat yang datang berkunjung di Taman Amahami 

Setelah melaksanakan beberapa sesi kegiatan, sekitar Pukul 09.50 Wita, Safari Mobil Maung selesai dalam keadaan aman.

Catatan :

Kegiatan Safari Mobil maung ini diselenggarakan oleh Kodim 1608/Bima. dalam rangka memperkenalkan kepada masyarakat Kota dan Kabupaten Bima. bahwa mobil maung tersebut adalah hasil karya/Buatan Anak bangsa Indonesia yang diberikan oleh TNI-AD kepada Kodim 1608/Bima. (Tim MDG/Koramil-01)

HUT ASDOM Suasana Langsung Meriah di GOR Kandai II


Dompu, Media Dinamika Global.id.-- Suasana malam di GOR Kandai II, Kabupaten Dompu, berubah menjadi lautan penonton pada Sabtu (1/8/2026). Konser Kemerdekaan yang digelar dalam rangka HUT ASDOM berlangsung meriah dengan penampilan bintang tamu utama, Charly Van Houten bersama band.

Berdasarkan informasi dari panitia, antusiasme masyarakat terlihat dari sekitar 12.000 lembar tiket yang sudah beredar sejak April lalu. Ribuan penonton dari Dompu dan berbagai daerah memadati area konser untuk menyaksikan penampilan mantan vokalis ST12 tersebut.

Atmosfer semakin semarak saat Charly membawakan salah satu lagu andalannya, "Asmara". Penampilannya semakin spesial karena diiringi putranya, Restu, yang memainkan gitar di atas panggung. Perpaduan vokal khas Charly dan permainan gitar Restu sukses mengajak ribuan penonton bernyanyi bersama sepanjang lagu.(Sekjend MDG)

Babinsa Koramil 1608-03/Sape Intensifkan Komsos, Ajak Warga Jaga Keamanan dan Waspada Kebakaran


Bima.NTB.Media Dinamika Global.id, 2 Agustus 2026 – Personel Babinsa Koramil 1608-03/Sape melaksanakan kegiatan Komunikasi Sosial (Komsos) di desa binaan masing-masing, Minggu (2/8). Kegiatan tersebut bertujuan mempererat hubungan dengan masyarakat sekaligus memberikan edukasi mengenai keamanan lingkungan, ketertiban masyarakat (kamtibmas), serta kewaspadaan terhadap potensi kebakaran di musim kemarau.

Di Desa Lanta, Kecamatan Lambu, Serka Khairuddin melaksanakan Komsos bersama warga pada pukul 08.30 Wita. Dalam kesempatan itu, ia mengimbau masyarakat agar senantiasa menjaga kebersihan dan keamanan lingkungan, terutama meningkatkan kewaspadaan terhadap bahaya kebakaran. Warga diminta memastikan kompor dalam keadaan mati sebelum meninggalkan rumah guna mencegah terjadinya kebakaran.


Sementara itu, di Desa Sari, Kecamatan Sape, Serda Junaidin menggelar Komsos pada pukul 09.00 Wita. Ia mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga situasi kamtibmas serta tidak mengambil tindakan main hakim sendiri apabila terjadi persoalan. Menurutnya, setiap permasalahan sebaiknya segera dilaporkan kepada aparat yang berwenang agar dapat diselesaikan sesuai ketentuan hukum.


Pada waktu yang sama, Koptu Makmun melaksanakan Komsos di Desa Mangge, Kecamatan Lambu. Dalam arahannya, ia menekankan pentingnya menjaga hubungan dan komunikasi yang baik antarwarga, menghindari perbuatan yang melanggar hukum, serta mengedepankan penyelesaian masalah melalui musyawarah dan koordinasi dengan pihak terkait guna mencegah timbulnya konflik yang berkepanjangan.


Selanjutnya, Sertu Syarif Hidayat melaksanakan Komsos di Desa Naru, Kecamatan Sape, pada pukul 09.50 Wita. Ia mengajak masyarakat untuk meningkatkan kepedulian terhadap keamanan lingkungan, mempererat hubungan antarwarga, serta memberikan pengawasan dan pembinaan kepada anak-anak agar terhindar dari tindakan yang melanggar hukum dan dapat merugikan diri sendiri maupun orang lain.

Melalui kegiatan komunikasi sosial ini, Koramil 1608-03/Sape berharap kesadaran masyarakat dalam menjaga keamanan, ketertiban, serta keselamatan lingkungan semakin meningkat. Sinergi antara TNI dan masyarakat dinilai menjadi salah satu kunci dalam menciptakan lingkungan yang aman, tertib, dan kondusif.(Team.MDG.03)

100 Orang Mahasiswa STIPAR Soromandi Bima Resmi di Kukuhkan Sebagai Lulusan Sarjana Strata S1 dalam Rapat Senat Terbuka Wisuda


Bima, Media Dinamika Global.id. – Sebanyak 100 orang mahasiswa Sekolah Tinggi Pariwisata (STIPAR) Soromandi Bima resmi dikukuhkan sebagai lulusan Program Sarjana Strata Satu (S1) dalam Rapat Senat Terbuka Wisuda yang berlangsung di Dusun Sarita, Desa Punti, Kecamatan Soromandi, Kabupaten Bima, Sabtu (1/8/2026). Kegiatan tersebut turut dihadiri Bati Tuud Koramil 1608-05/Donggo, Pelda Andang, yang mewakili Danramil 1608-05/Donggo Kapten Inf. Safrudin, S.Sos., bersama unsur pemerintah, akademisi, dan tokoh masyarakat.

Acara wisuda berlangsung khidmat diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, doa, penampilan Tari Bongi Monca, pembukaan sidang senat terbuka, orasi ilmiah, hingga sambutan dari Ketua STIPAR Soromandi Bima dan perwakilan Pemerintah Kabupaten Bima. Prosesi kemudian dilanjutkan dengan pengukuhan para wisudawan dan wisudawati sebagai tanda berakhirnya masa studi di perguruan tinggi tersebut.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Ketua LLDikti Wilayah VIII Bali dan NTB Ir. I Gusti Lanang, M.M.M.Si., Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Bima Ruslin, S.Sos., M.Si., Ketua STIPAR Soromandi Bima Abustam, S.Sos., S.H., M.H., Camat Soromandi, unsur TNI-Polri, pimpinan perguruan tinggi se-Kabupaten Bima dan Dompu, pemerintah desa, perwakilan perbankan, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh pemuda, serta sekitar 200 tamu undangan.

Seluruh rangkaian kegiatan berakhir pada pukul 17.15 Wita dalam suasana tertib, aman, dan lancar. Kehadiran Koramil 1608-05/Donggo dalam kegiatan tersebut merupakan bentuk dukungan TNI terhadap dunia pendidikan, khususnya dalam mendorong lahirnya sumber daya manusia yang profesional, berdaya saing, dan mampu berkontribusi bagi kemajuan sektor pariwisata serta pembangunan daerah.(Sekjend MDG)

Mahasiswa KKN UMMat Kelompok 03 Dorong Daya Saing Madu Desa Piong Melalui Rebranding Produk dan Pembentukan Koperasi


BIMA, Media Dinamika Global - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT) Kelompok 03 menggelar sosialisasi bertajuk "Rebranding Identitas Produk Madu" di Aula Kantor Desa Piong, Kabupaten Bima. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui penguatan identitas, legalitas, dan kelembagaan usaha madu lokal.

Sosialisasi diikuti oleh para petani madu, Pemerintah Desa Piong, serta masyarakat setempat. Program ini merupakan salah satu agenda kerja KKN UMMAT yang berfokus pada pengembangan usaha mikro berbasis potensi desa agar mampu meningkatkan nilai tambah produk unggulan daerah.

Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa memberikan edukasi mengenai pentingnya membangun identitas produk melalui penentuan merek (branding), desain kemasan yang menarik, pembuatan label produk, hingga strategi pemasaran yang efektif. Langkah tersebut dinilai penting agar madu khas Desa Piong memiliki daya saing yang lebih kuat dan mampu menjangkau pasar yang lebih luas.

Mahasiswa KKN menjelaskan bahwa rebranding bukan hanya sebatas mengubah tampilan kemasan, tetapi merupakan strategi membangun citra produk yang profesional, meningkatkan kepercayaan konsumen, serta memperkuat posisi produk lokal di tengah persaingan pasar yang semakin kompetitif.

Tidak hanya memberikan materi, mahasiswa juga melakukan pendampingan langsung kepada para petani madu dalam mendesain ulang logo dan kemasan produk. Pendampingan ini diharapkan mampu meningkatkan nilai jual madu Desa Piong sekaligus memperkuat identitasnya sebagai salah satu produk unggulan Kabupaten Bima.

Selain aspek pemasaran, mahasiswa turut membantu proses pengurusan Nomor Induk Berusaha (NIB) sebagai langkah awal legalisasi usaha. Kepemilikan NIB menjadi fondasi penting dalam proses pengajuan sertifikasi halal dan perizinan dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), sehingga produk madu memiliki legalitas yang lebih lengkap dan peluang pemasaran yang semakin luas.

Sebagai bentuk penguatan kelembagaan ekonomi masyarakat, Mahasiswa KKN UMMAT juga memfasilitasi pembentukan Koperasi Madu Piong Lereng Tambora. Koperasi tersebut diharapkan menjadi wadah bagi para petani dalam mengelola produksi, pengemasan, pemasaran, hingga pengembangan usaha secara lebih profesional, efektif, dan berkelanjutan.

Melalui koperasi, para petani diharapkan mampu memperkuat kerja sama, meningkatkan efisiensi usaha, memperluas jaringan pemasaran, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat Desa Piong.

Kegiatan berlangsung interaktif dengan sesi diskusi dan tanya jawab. Para petani madu tampak antusias menyampaikan berbagai pengalaman serta kendala yang dihadapi dalam proses produksi maupun pemasaran. Diskusi tersebut menjadi ruang kolaborasi antara mahasiswa dan masyarakat untuk merumuskan strategi pengembangan madu Desa Piong agar semakin dikenal oleh masyarakat luas.

Mahasiswa KKN UMMAT berharap program ini mampu mendorong para petani untuk terus meningkatkan kualitas produk, memperkuat legalitas usaha, serta membangun kelembagaan ekonomi yang mandiri. Dengan identitas produk yang kuat dan tata kelola usaha yang baik, madu khas Desa Piong diharapkan mampu bersaing di pasar regional hingga nasional serta memberikan dampak nyata bagi peningkatan perekonomian masyarakat.

Kegiatan ditutup dengan foto bersama antara Mahasiswa KKN UMMAT Kelompok 03, Pemerintah Desa Piong, dan para petani madu sebagai simbol komitmen bersama dalam mengembangkan potensi unggulan Desa Piong melalui produk madu yang berkualitas, berdaya saing, dan memiliki legalitas yang memadai.

Redaksi |

Pimpin Hanura NTB, Ahmad Dahlan Ajak Kader Bangun Optimisme dan Besarkan Partai


Mataram, Media Dinamika Global - Ketua DPD Partai Hanura Nusa Tenggara Barat (NTB), Ahmad Dahlan, S.Sos., menegaskan Komitmennya untuk membawa Partai Hanura bangkit dan meraih hasil yang lebih besar pada Pemilu mendatang. Bahkan, ia mengaku siap mempertaruhkan seluruh karier Politiknya demi membesarkan Hanura di NTB.

Pernyataan itu disampaikan Ahmad Dahlan Saat Menyampaikan Sambutan usai dilantik bersama Jajaran Pengurus DPD Hanura NTB dan pengurus DPC Hanura dari 10 Kabupaten/Kota se-NTB dalam sebuah Prosesi yang berlangsung di Ballroom Rinjani Lombok Raya Hotel di Mataram, Sabtu (1/8/2026).

Dalam sambutannya, Ahmad Dahlan mengawali dengan menyampaikan penghormatan dan ucapan terima kasih kepada Ketua Umum DPP Partai Hanura yang diwakili Ketua Dewan Penasehat DPP Hanura Irjen Pol (Purn.) Drs. Sumarwan Faris, MDA, Sekretaris Jenderal DPP Partai Hanura Benny Rhamdani beserta rombongan, Gubernur NTB, Wakil Gubernur NTB, Pimpinan DPRD, Forkopimda, Pimpinan Partai Politik, Komisioner KPU, Bawaslu, Organisasi Kepemudaan, serta seluruh Pengurus dan Kader Hanura dari seluruh NTB yang hadir.

Ia mengatakan, pelantikan tersebut menjadi momentum penting bagi perjalanan Partai Hanura di NTB.

“Pelantikan yang baru saja kita saksikan merupakan tonggak awal perjuangan Partai Hanura untuk kita kembangkan, meningkatkan perolehan Suara pada Pemilu mendatang, sekaligus menambah jumlah Kursi di lembaga Legislatif,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Ahmad Dahlan juga mengungkapkan bahwa Partai Hanura tengah memasuki babak baru dengan penggunaan Identitas Partai yang baru. Ia menjelaskan, logo Hanura kini berubah menggunakan lambang Singa yang akan segera diterapkan secara Nasional.

“Beberapa waktu lalu kami mengikuti rakernas di Jakarta dan telah disepakati perubahan identitas Partai Hanura menjadi logo singa. Dalam beberapa bulan ke depan, DPP akan mulai menerapkan penggunaan atribut dan logo baru tersebut,” jelasnya.

Ahmad Dahlan kemudian mengajak seluruh kader Hanura di NTB untuk membangun semangat baru serta menanamkan cita-cita besar dalam membesarkan partai.

“Mari kita bangun mimpi besar di Partai Hanura. Mari kita bangun cita-cita besar bersama. Mari kita songsong masa depan Hanura dengan penuh optimisme,” tegasnya.

Ia juga mengenang perjalanan politiknya yang seluruhnya dibangun bersama Hanura. Menurutnya, sejak bergabung pada 2007, dirinya dipercaya mengemban berbagai jabatan mulai dari Ketua PAC, Sekretaris DPC Kabupaten Bima, Sekretaris DPD Hanura NTB, hingga kini dipercaya memimpin DPD Hanura NTB.

“Jujur saja, saya memiliki hutang jasa yang sangat besar kepada Partai Hanura. Karena itu saya akan mempertaruhkan keberlangsungan karier politik saya untuk membesarkan Partai Hanura sampai selesai,” ungkap Ahmad Dahlan yang disambut tepuk tangan para kader.

Ia menegaskan, target utama kepengurusan baru adalah meningkatkan suara Hanura di Pemilu legislatif mendatang sekaligus memperbanyak keterwakilan partai di DPRD Kabupaten/Kota maupun DPRD Provinsi NTB.

Menurutnya, keberhasilan tersebut hanya dapat dicapai melalui kerja keras, soliditas seluruh kader, serta semangat kebersamaan dalam membangun Organisasi hingga ke tingkat akar Rumput.

Sementara Sekretaris Jenderal DPP Partai Hanura, Benny Rhamdani, mengajak seluruh kekuatan Politik di Nusa Tenggara Barat (NTB) untuk mengedepankan semangat Kolaborasi Demi kepentingan Masyarakat, meski berbeda pilihan dalam Kontestasi Politik.

Menurut Benny, perbedaan pilihan Politik merupakan hal yang wajar dalam Sistem Demokrasi. Namun, setelah kontestasi usai, seluruh elemen Politik harus kembali bersatu membangun Daerah dan Bangsa.

“Kita boleh berbeda secara Politik, tetapi kita dipersatukan untuk kepentingan Nusa Tenggara Barat dan Indonesia. Ketua Umum sering mengatakan, dalam Demokrasi ada Kontestasi, tetapi dalam Politik ada Kolaborasi,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa Partai Politik lain bukanlah musuh, melainkan sahabat yang memiliki tujuan sama, yakni memperjuangkan kesejahteraan Rakyat.

“Mereka bukan lawan kita. Mereka adalah sahabat kita. Yang membedakan hanyalah pilihan Politik untuk mendapatkan dukungan Rakyat. Ketika kursi DPR sudah diraih, sesungguhnya cita-cita kita adalah rakyat Nusa Tenggara Barat dan Indonesia Raya,” tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Benny juga memaparkan pandangannya mengenai potensi besar yang dimiliki NTB. Menurutnya, Daerah ini merupakan salah satu anugerah terbesar yang dimiliki Indonesia karena memiliki kekayaan Alam, Budaya, dan Sumber Daya yang luar biasa.

Ia menyebut Pulau Lombok dan Pulau Sumbawa, termasuk kawasan Teluk Saleh, bukan sekadar memiliki panorama alam yang indah, tetapi merupakan modal strategis bagi pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

“Kekayaan alam yang dimiliki NTB merupakan sumber kehidupan sekaligus kekuatan besar yang mampu membawa daerah ini berdiri sejajar dengan Daerah-daerah maju di Indonesia,” katanya.

Benny juga menilai nilai-nilai Budaya masyarakat NTB menjadi kekuatan sosial yang penting dalam menghadapi tantangan zaman.

Selain kekayaan Budaya, lanjutnya, sektor pertanian, kelautan, serta sumber daya alam lainnya menjadi modal utama untuk mendorong Pertumbuhan Ekonomi Daerah Khususnya di NTB.

Atas berbagai capaian pembangunan tersebut, DPP Partai Hanura menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi NTB.

“Partai Hanura memberikan penghargaan setinggi-tingginya kepada Bapak Gubernur, Wakil Gubernur, seluruh jajaran pemerintah Daerah, Dunia usaha, dan masyarakat yang telah bersama-sama membangun Nusa Tenggara Barat,” pungkas Benny Rhamdani.

Redaksi | Surya Ghempar.


Rakyat Menjerit Hadirnya Tambak Udang Ilegal di Kiwu


Dompu, Media Dinamika Global.id.-- Dalam basis kajian Marxis kita bisa melihat kehadiran dan ekspansi tambak udang intensif/industrial bukan sekadar sebagai kemajuan teknologi akuakultur atau modernisasi ekonomi pesisir, melainkan sebagai bentuk ekspansi kapitalisme ke ruang pesisir dan laut.

Dalam kerangka teori Karl Marx (dan penerusnya seperti David Harvey serta John Bellamy Foster), fenomena tambak udang dapat dianalisis melalui beberapa konsep kunci berikut:

1. Akumulasi Melalui Perampasan (Accumulation by Dispossession)

Marx menjelaskan proses akumulasi primitif sebagai pemisahan produsen skala kecil dari alat produksinya. Dalam konteks tambak udang:

Privatisasi Commons (Ruang Bersama): Wilayah pesisir dan hutan mangrove yang tadinya merupakan ruang publik/komunal (commons) bagi nelayan tradisional diubah menjadi hak milik pribadi atau konsesi korporasi.

Pengalihfungsian Lahan: Nelayan dan petani tambak tradisional yang bergantung pada ekosistem alami terdorong keluar karena perampasan lahan (land grabbing) atau privatisasi wilayah perairan.

2. Komodifikasi Alam

Kapitalisme mengubah sesuatu yang memiliki nilai guna (use-value) menjadi sekadar nilai tukar (exchange-value):

Fungsi Ekologis vs. Profit: Ekosistem mangrove yang secara alami berfungsi menahan abrasi, menyediakan habitat biota laut, dan menyokong mata pencaharian nelayan diubah fungsinya menjadi unit produksi tunggal: udang komersial (seperti vaname) demi mengejar laba atas modal (M – C – M').

Alam dipandang semata-mata sebagai "sumber daya murah" (cheap nature) yang siap dieksploitasi hingga batas kemampuan regenerasinya.

3. Proletarisasi dan Eksploitasi Tenaga Kerja

Hadirnya industri tambak udang mengubah struktur kelas sosial di wilayah pesisir:

Perubahan Kelas Sosial: Nelayan mandiri atau petani kecil yang kehilangan akses ke laut/lahan bertransformasi menjadi buruh upahan (proletar) di industri tambak atau pabrik pengolahan udang.(Sekjend MDG)