Mahasiswa KKN UMMat Kelompok 03 Dorong Daya Saing Madu Desa Piong Melalui Rebranding Produk dan Pembentukan Koperasi - Media Dinamika Global

Sabtu, 01 Agustus 2026

Mahasiswa KKN UMMat Kelompok 03 Dorong Daya Saing Madu Desa Piong Melalui Rebranding Produk dan Pembentukan Koperasi


BIMA, Media Dinamika Global - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT) Kelompok 03 menggelar sosialisasi bertajuk "Rebranding Identitas Produk Madu" di Aula Kantor Desa Piong, Kabupaten Bima. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui penguatan identitas, legalitas, dan kelembagaan usaha madu lokal.

Sosialisasi diikuti oleh para petani madu, Pemerintah Desa Piong, serta masyarakat setempat. Program ini merupakan salah satu agenda kerja KKN UMMAT yang berfokus pada pengembangan usaha mikro berbasis potensi desa agar mampu meningkatkan nilai tambah produk unggulan daerah.

Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa memberikan edukasi mengenai pentingnya membangun identitas produk melalui penentuan merek (branding), desain kemasan yang menarik, pembuatan label produk, hingga strategi pemasaran yang efektif. Langkah tersebut dinilai penting agar madu khas Desa Piong memiliki daya saing yang lebih kuat dan mampu menjangkau pasar yang lebih luas.

Mahasiswa KKN menjelaskan bahwa rebranding bukan hanya sebatas mengubah tampilan kemasan, tetapi merupakan strategi membangun citra produk yang profesional, meningkatkan kepercayaan konsumen, serta memperkuat posisi produk lokal di tengah persaingan pasar yang semakin kompetitif.

Tidak hanya memberikan materi, mahasiswa juga melakukan pendampingan langsung kepada para petani madu dalam mendesain ulang logo dan kemasan produk. Pendampingan ini diharapkan mampu meningkatkan nilai jual madu Desa Piong sekaligus memperkuat identitasnya sebagai salah satu produk unggulan Kabupaten Bima.

Selain aspek pemasaran, mahasiswa turut membantu proses pengurusan Nomor Induk Berusaha (NIB) sebagai langkah awal legalisasi usaha. Kepemilikan NIB menjadi fondasi penting dalam proses pengajuan sertifikasi halal dan perizinan dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), sehingga produk madu memiliki legalitas yang lebih lengkap dan peluang pemasaran yang semakin luas.

Sebagai bentuk penguatan kelembagaan ekonomi masyarakat, Mahasiswa KKN UMMAT juga memfasilitasi pembentukan Koperasi Madu Piong Lereng Tambora. Koperasi tersebut diharapkan menjadi wadah bagi para petani dalam mengelola produksi, pengemasan, pemasaran, hingga pengembangan usaha secara lebih profesional, efektif, dan berkelanjutan.

Melalui koperasi, para petani diharapkan mampu memperkuat kerja sama, meningkatkan efisiensi usaha, memperluas jaringan pemasaran, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat Desa Piong.

Kegiatan berlangsung interaktif dengan sesi diskusi dan tanya jawab. Para petani madu tampak antusias menyampaikan berbagai pengalaman serta kendala yang dihadapi dalam proses produksi maupun pemasaran. Diskusi tersebut menjadi ruang kolaborasi antara mahasiswa dan masyarakat untuk merumuskan strategi pengembangan madu Desa Piong agar semakin dikenal oleh masyarakat luas.

Mahasiswa KKN UMMAT berharap program ini mampu mendorong para petani untuk terus meningkatkan kualitas produk, memperkuat legalitas usaha, serta membangun kelembagaan ekonomi yang mandiri. Dengan identitas produk yang kuat dan tata kelola usaha yang baik, madu khas Desa Piong diharapkan mampu bersaing di pasar regional hingga nasional serta memberikan dampak nyata bagi peningkatan perekonomian masyarakat.

Kegiatan ditutup dengan foto bersama antara Mahasiswa KKN UMMAT Kelompok 03, Pemerintah Desa Piong, dan para petani madu sebagai simbol komitmen bersama dalam mengembangkan potensi unggulan Desa Piong melalui produk madu yang berkualitas, berdaya saing, dan memiliki legalitas yang memadai.

Redaksi |

Comments