Empat Siswi Dikembalikan ke Orang Tua, SMPN 1 Sape Tegakkan Disiplin - Media Dinamika Global

Rabu, 30 September 2026

Empat Siswi Dikembalikan ke Orang Tua, SMPN 1 Sape Tegakkan Disiplin


Sape.Bima.NTB.Media Dinamika Global.id Pihak Sekolah Tegaskan Sanksi Diberikan Berdasarkan Pertimbangan dan Prosedur yang Berlaku

SMP Negeri 1 Sape mengambil langkah tegas dalam menangani dugaan kasus perundungan (bullying) dan pengeroyokan yang melibatkan sejumlah siswa. Sebagai tindak lanjut, pihak sekolah menjatuhkan sejumlah sanksi, mulai dari skorsing hingga mengembalikan empat siswi kepada orang tua masing-masing.

Kepala SMPN 1 Sape, Kusherman, S.Pd, menegaskan bahwa keputusan tersebut diambil setelah pihak sekolah melakukan penanganan dan mempertimbangkan tingkat pelanggaran serta tata tertib yang berlaku di lingkungan sekolah.

Kasus tersebut terjadi beberapa hari sebelumnya. Berdasarkan informasi yang diterima, seorang siswa diduga menjadi korban tindakan kekerasan yang dilakukan oleh sejumlah siswa.

Korban kemudian dibawa ke Puskesmas Sape untuk mendapatkan penanganan medis.

Peristiwa tersebut juga disebut berdampak terhadap kondisi psikologis korban. Menyikapi kejadian itu, pihak sekolah kemudian melakukan langkah penanganan serta memberikan sanksi kepada siswa yang dinilai terlibat sesuai tingkat pelanggaran masing-masing.

Sanksi yang diberikan beragam, di antaranya skorsing selama satu minggu, skorsing selama satu bulan, hingga keputusan mengembalikan empat siswi kepada orang tua masing-masing.

Pihak sekolah menyatakan bahwa keputusan tersebut telah melalui pertimbangan dan prosedur yang berlaku. Langkah itu diambil sebagai bagian dari upaya penegakan disiplin sekaligus menciptakan lingkungan belajar yang aman dan kondusif bagi seluruh siswa.

"Keluarga Keberatan


Keputusan sekolah tersebut kemudian mendapat keberatan dari pihak keluarga siswa yang dikenai sanksi. Pada hari ini Rabu 30 September 2026 sekitar pukul 09.30 WITA, sekelompok orang mendatangi area depan pintu masuk SMPN 1 Sape untuk menyampaikan keberatan terhadap keputusan sekolah.

Aksi tersebut disebut mewakili keluarga siswa yang tidak menerima keputusan pihak sekolah mengembalikan empat siswi kepada orang tua masing-masing.

Namun, aksi tersebut tidak berlangsung lama. Saat massa hendak menyampaikan aspirasi, terjadi penolakan dari sejumlah masyarakat dan orang tua siswa yang berada di sekitar sekolah.

Penolakan tersebut disampaikan karena adanya kekhawatiran kegiatan tersebut dapat mengganggu proses belajar mengajar yang sedang berlangsung di dalam ruang kelas.

Pihak sekolah berharap persoalan tersebut dapat diselesaikan melalui mekanisme yang berlaku dengan tetap mengedepankan kepentingan pendidikan, keamanan, serta kenyamanan seluruh peserta didik.

Sekolah juga berharap kejadian tersebut menjadi pembelajaran bagi seluruh siswa agar senantiasa menaati tata tertib dan menghindari segala bentuk kekerasan maupun tindakan perundungan di lingkungan pendidikan.

(Team.MDG.03)

Comments