Media Dinamika Global

Sabtu, 04 Juli 2026

Walikota Bima Sukses Membuka STQ Penana'e Kota Bima


Kota Bima, Media Dinamika Global.id.-- Dana Minim Bukan Halangan, STQ Penana’e 2026 Sukses Dibuka, Walikota Bima Acungkan Jempol untuk Semangat Gotong Royong Warga Wenggo

Ada yang berbeda di Lingkungan Wenggo, Kelurahan Penana’e, pada Sabtu malam (4/7/2026). Sejak pukul 20.00 WITA, suasana tampak begitu hidup dan sakral. Ratusan warga tumpah ruah menghadiri pembukaan Seleksi Tilawatil Qur'an (STQ) tingkat Kelurahan Penana’e tahun 2026 yang dijadwalkan akan berlangsung selama tiga hari ke depan.

Kemeriahan Pra-Acara dan Pidato Berapi-api

Kemeriahan acara sudah terasa sejak awal lewat penampilan pra-acara yang memukau dari tim Kasidah Rebana TPQ Baburahman. Di bawah bimbingan telaten dari Bibi Sei, lantunan selawat dan tabuhan rebana anak-anak TPQ berhasil menghipnotis warga yang hadir, sekaligus menyuntikkan nuansa religius yang kental sebelum acara inti dimulai.

Namun, yang paling mencuri perhatian adalah pidato dari sang Ketua Panitia yang juga merupakan Ketua RW setempat. Dengan suara lantang dan penuh semangat yang berapi-api, ia membakar motivasi seluruh warga yang hadir.

Kesuksesan acara malam itu tak lepas dari kerja keras panitia yang dikawal ketat oleh para mahasiswa KKN Universitas Muhammadiyah Bima (UM Bima) serta dukungan penuh dari seluruh masyarakat Wenggo dan Kelurahan Penana’e secara keseluruhan. 

Sinergi ini membuat seluruh rangkaian acara pembukaan berjalan dengan sangat khidmat dan tertib.

Respon Walikota Bima: Dana Sedikit Itu Luar Biasa!

Hadir langsung untuk meresmikan acara, Walikota Bima, H. Arahman H. Abidin S.E, tidak bisa menyembunyikan rasa kagumnya. Di hadapan warga, pria yang akrab disapa Aji Man ini memberikan reaksi yang sangat positif atas terselenggaranya STQ ini.

"Good aja! STQ ini kenapa luar biasa? Karena biasanya dengan anggaran sekitar 30 juta itu terhitung sedikit, tapi semangat gotong royong warga di sini yang perlu kita acungin jempol, ujar H. Arahman dengan raut wajah bangga.

Walikota menekankan bahwa esensi utama dari kesuksesan acara ini bukanlah kemewahan anggaran, melainkan besarnya komitmen dan kolaborasi tingkat rumput akar.

"Semangat Pak RW-nya, semangat tokoh-tokohnya, semangat Pak Lurahnya. Dengan semangat itulah sehingga ini bisa terlaksana dengan baik. Kalau dana banyak (lalu acara sukses) itu biasa. Tapi kalau dana sedikit itu baru luar biasa! Dengan semangat seperti inilah kita bisa membangun Kota Bima ini ke depan," tambah Walikota.

Di akhir sambutannya, H. Arahman menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya dan ucapan terima kasih kepada Pak Lurah Penana'e Adhar Hajhairin S.Pd, Ketua Panitia (Pak RW), mahasiswa KKN UM Bima, serta seluruh lapisan masyarakat yang telah membuktikan bahwa keterbatasan dana tidak menjadi penghalang untuk menggaungkan syiar Al-Qur'an di Kota Bima.


Acara kemudian dilanjutkan dengan pengetukan gong/simbolis pembukaan STQ oleh Walikota, menandai dimulainya kompetisi mulia tersebut selama tiga hari ke depan.

Penulis: Oriza Sativa Nabatiyah Amiruddin~Wartawati MDG

PMI Gelar Donor Darah, Wujudkan Kepedulian Sosial bagi Sesama di Mesjid Terapung Kota Bima


Kota Bima Media Dinamika Global.id.– Semangat kepedulian terhadap sesama terus diwujudkan melalui kolaborasi lintas lembaga. bersama Palang Merah Indonesia (PMI) Kota bima menggelar aksi donor darah dihalaman mesjid terapung Kota bima, Minggu (5/7/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat nilai kemanusiaan sekaligus membantu memenuhi kebutuhan stok darah bagi masyarakat.

Aksi donor darah tersebut melibatkan seperti aparatur sipil negara (ASN), tokoh agama, masyarakat umum, serta sejumlah instansi terkait. Pada kegiatan itu, PMI Kota bima menargetkan penghimpunan sebanyak banyaknya kantong darah.

Sebelum melakukan donor, seluruh peserta menjalani pemeriksaan kesehatan yang meliputi pengecekan tekanan darah, kadar hemoglobin, serta konsultasi singkat dengan tim medis. Peserta yang memenuhi syarat juga memperoleh pemeriksaan golongan darah, pemeriksaan kesehatan dasar, serta paket sembako.

PMI mengatakan bahwa kegiatan donor darah merupakan bentuk nyata pengamalan nilai-nilai keagamaan yang diwujudkan melalui aksi kemanusiaan. Menurutnya, kepedulian terhadap sesama perlu terus ditumbuhkan melalui kolaborasi berbagai pihak agar manfaatnya dapat dirasakan secara luas oleh masyarakat.

“Donor darah bukan sekadar kegiatan sosial, tetapi juga wujud ibadah dan kepedulian terhadap sesama. Setiap tetes darah yang disumbangkan memiliki arti yang sangat besar karena dapat membantu menyelamatkan nyawa orang lain. Kami berharap sinergi antara masyarakat umum dan PMI dapat terus berlanjut sehingga semakin banyak masyarakat yang terdorong untuk berpartisipasi dalam aksi kemanusiaan seperti ini,” ujar PMI.

Sementara itu, perwakilan PMI Kota bima menyampaikan bahwa ketersediaan stok darah merupakan kebutuhan yang harus terus dijaga untuk mendukung pelayanan kesehatan. Oleh karena itu, PMI berharap kegiatan donor darah bersama masyarakat Bima NTB dapat dilaksanakan secara rutin sebagai bentuk kepedulian bersama terhadap kebutuhan masyarakat.

Kegiatan donor darah ini mencerminkan sinergi yang kuat antara masyarakat bima NTB dan PMI dalam membangun budaya gotong royong serta kepedulian sosial. Kolaborasi tersebut diharapkan mampu menginspirasi lebih banyak elemen masyarakat untuk berpartisipasi dalam aksi kemanusiaan yang memberikan manfaat nyata bagi sesama.(Sekjend MDG)

Babinsa Desa Kale'o Koramil 1608-03/Sape Gelar Patroli Siskamling, Ajak Warga Jaga Kamtibmas


Bima.NTB.Media Dinamika Global.id Dalam upaya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), Babinsa Desa Kale'o, Serda Sanusi bersama satu anggota Koramil 1608-03/Sape melaksanakan kegiatan Patroli Sistem Keamanan Lingkungan (Siskamling) pada Sabtu (4/7/2026) malam.

Kegiatan yang dimulai pukul 20.10 Wita tersebut melibatkan dua personel Koramil, dua aparat desa, serta lima warga masyarakat. Patroli dilakukan untuk memantau situasi keamanan wilayah Kecamatan Sape dan Kecamatan Lambu sekaligus mengantisipasi potensi gangguan keamanan.

Adapun sasaran patroli meliputi kawasan permukiman warga serta lokasi yang kerap menjadi tempat berkumpulnya para pemuda pada malam hari.

Rangkaian kegiatan diawali pada pukul 20.15 Wita dengan keberangkatan personel Koramil 1608-03/Sape menuju Desa Kale'o, Kecamatan Lambu, Kabupaten Bima. Lima menit kemudian, tim tiba di lokasi dan langsung melakukan pemantauan situasi wilayah.

Dalam patroli tersebut, Babinsa juga memberikan imbauan kepada masyarakat agar senantiasa menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan. Warga diminta menghindari perselisihan yang dapat memicu perkelahian, terutama di kalangan anak muda yang dipengaruhi konsumsi minuman keras sehingga sulit mengendalikan emosi.



Selain itu, masyarakat juga diingatkan untuk selalu tertib berlalu lintas dan tidak mengendarai kendaraan secara ugal-ugalan di jalan raya karena dapat membahayakan diri sendiri maupun pengguna jalan lainnya.

Sekitar pukul 21.20 Wita, personel Koramil melanjutkan pemantauan di wilayah desa binaan. Seluruh rangkaian kegiatan Patroli Siskamling berakhir pada pukul 21.25 Wita dan berlangsung dalam keadaan aman, tertib, serta kondusif.

Melalui kegiatan patroli rutin ini, diharapkan sinergi antara TNI, pemerintah desa, dan masyarakat dalam menjaga stabilitas keamanan wilayah dapat terus terjalin dengan baik. :::(Team.MDG.03)

Wapres Dorong JCI Indonesia Cetak Pemimpin Muda yang Siap Bersaing di Tingkat Dunia


Jakarta Media Dinamika Global.id.-- Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming menerima Junior Chamber International (JCI) Indonesia di Istana Wakil Presiden, Jakarta Pusat, Jumat (03/07/2026). Pertemuan ini sejalan dengan komitmen Presiden Prabowo Subianto dalam memperkuat kualitas sumber daya manusia Indonesia, termasuk melalui pengembangan kepemimpinan generasi muda yang mampu berkiprah di tingkat global.

2026 National President JCI Indonesia Siegfried Listijosuputro menjelaskan bahwa dalam pertemuan tersebut JCI Indonesia memperkenalkan organisasinya sebagai wadah pengembangan kepemimpinan bagi anak muda berusia 18 hingga 40 tahun.

Siegfried menambahkan, JCI Indonesia juga menyampaikan apresiasi kepada Wapres sebagai salah satu pemimpin muda yang dinilai dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda.

Menanggapi hal tersebut, Wapres mendorong JCI Indonesia untuk terus aktif mengambil peran, khususnya dalam berbagai forum dan kegiatan internasional, sebagai bagian dari upaya mencetak lebih banyak pemimpin muda Indonesia yang memiliki daya saing global.(Sekjend MDG)


Babinsa Koramil 1608-03/Sape Intensifkan Patroli Kongkow-Kongkow, Ajak Warga Jaga Kamtibmas


Bima.NTB.Media Dinamika Global.id Dalam rangka menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas), para Bintara Pembina Desa (Babinsa) Koramil 1608-03/Sape melaksanakan kegiatan patroli dan komunikasi sosial (Kongkow-Kongkow) di wilayah desa binaan masing-masing pada Sabtu (4/7) malam.

Kegiatan tersebut bertujuan mempererat hubungan antara TNI dan masyarakat sekaligus memberikan edukasi kepada warga agar bersama-sama menjaga keamanan lingkungan serta meningkatkan kepedulian terhadap berbagai potensi gangguan Kamtibmas.




Di Desa Boke, Kecamatan Sape, sekitar pukul 19.30 Wita, Babinsa Serda Asnaidin mengajak masyarakat untuk terus menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan masing-masing. Ia juga memberikan perhatian khusus kepada kalangan pemuda agar menghindari pergaulan yang dapat mengarah pada tindakan melanggar hukum, penyalahgunaan narkoba, maupun minuman keras. Warga juga diimbau segera melaporkan setiap permasalahan kepada aparat berwenang agar dapat ditangani secara cepat.

Sementara itu, di Desa Hidirasa, Kecamatan Lambu, pada pukul 19.45 Wita, Babinsa Serka Abdul Hafit mengingatkan masyarakat agar memastikan kondisi rumah dalam keadaan aman sebelum ditinggalkan bepergian, seperti mengunci pintu dan jendela untuk mengantisipasi tindak pencurian. Ia juga mengimbau masyarakat agar tidak menyelesaikan persoalan secara sendiri-sendiri, melainkan segera melaporkannya kepada pihak terkait guna mencegah timbulnya konflik yang lebih besar.

Selanjutnya, pada pukul 20.00 Wita di Desa Sumi, Kecamatan Lambu, Babinsa Serka Ridwan melaksanakan patroli Kongkow-Kongkow bersama para pemuda desa binaan. Dalam kesempatan tersebut, ia mengajak generasi muda untuk menjaga keamanan lingkungan, mempererat hubungan sosial antarwarga, serta menghindari konsumsi minuman keras dan penyalahgunaan obat-obatan terlarang yang dapat merugikan kesehatan maupun masa depan.

Di Desa Parangina, Kecamatan Sape, sekitar pukul 20.30 Wita, Babinsa Serda Aladin melaksanakan patroli bersama warga guna mengantisipasi tindak kejahatan pada malam hari. Ia mengajak masyarakat agar lebih peduli terhadap keamanan lingkungan serta segera melaporkan kepada kepala dusun maupun kepala desa apabila menemukan hal-hal yang berpotensi mengganggu stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat.

Melalui kegiatan Kongkow-Kongkow ini, Koramil 1608-03/Sape berharap sinergi antara Babinsa dan masyarakat terus terjalin dengan baik sehingga situasi keamanan di wilayah Kecamatan Sape dan Kecamatan Lambu tetap aman, kondusif, serta tercipta lingkungan yang nyaman bagi seluruh warga.(Team.MDG.03)

WALI KOTA BIMA LURUSKAN ISU NEPOTISME: “KEADILAN DI ATAS KEDEKATAN”


Kota Bima, Media Dinamika Global.id.-- Wali Kota Bima H. A. Rahman atau yang akrab disapa Aji Man menanggapi isu yang viral di media sosial terkait dugaan bagi-bagi jabatan strategis untuk istri dan iparnya di lingkup Pemkot Bima. Klarifikasi disampaikan setelah menerima pesan WhatsApp dari temannya yang menanyakan kebenaran kabar tersebut.

Dilantik Februari 2025, Wali Kota menegaskan dirinya disumpah untuk taat aturan dan menjaga amanah rakyat. Meski memiliki keluarga besar dengan 21 bersaudara dari 3 ibu, ia menyebut kedekatan keluarga tidak boleh dipertentangkan dengan aturan.

“Di meja kerja saya, tidak ada keluarga atau bukan keluarga. Ukurannya cuma satu: benar atau salah. Yang melanggar saya proses. Yang berprestasi saya apresiasi, siapa pun orangnya,” tegasnya.

Terkait PNS, ia menekankan profesionalitas sebagai satu-satunya standar. Kompetensi, integritas, dan hasil kerja menjadi penilaian, bukan latar belakang keluarga. Kepada keluarganya yang berstatus ASN, ia justru meminta bekerja dua kali lebih keras untuk membuktikan diri.

Menjawab isu soal ipar, Wali Kota menjelaskan dari 10 saudari perempuannya, hanya 3 yang suaminya ASN dan ketiganya sudah pensiun. Tujuh lainnya bukan ASN. “Itu berarti tidak ada lagi ipar saya yang ASN, apalagi jadi pejabat,” jelasnya.

Soal istrinya, Bdn. Badrah Ekawati, SE, Str.Keb, ia memaparkan fakta pengabdian selama 33 tahun sejak diangkat PNS tahun 1993, jauh sebelum dirinya terjun ke politik. Karier istrinya dimulai dari staf biasa selama 20 tahun, lalu menjabat Kasi Promkes 2013, Kabid Promkes Agustus 2016, dan mencapai golongan IVa sejak April 2017. Seluruhnya dilalui lewat uji kompetensi dan penilaian kinerja.

Jenjang pendidikan istrinya juga berlapis: SPK, D1, D3, D4 Kebidanan, Profesi Bidan, hingga Sarjana Ekonomi. “Saya bertanya: apakah 33 tahun pengabdian dan jabatan yang dirintis dari nol itu gugur nilainya hanya karena hari ini dia istri saya? Jawaban saya: tidak. Yang menilai ASN adalah SKP-nya, hasil kerjanya, absensinya, integritasnya. Bukan status perkawinannya dengan saya,” ujarnya.

Wali Kota menambahkan, seluruh proses pelantikan ASN di Pemkot Bima telah melalui Baperjakat, menggunakan sistem merit, dan mengantongi Persetujuan Teknis dari BKN. Ia menyadari tidak semua pihak akan puas, namun menyebut ketidakpuasan adalah bagian dari demokrasi yang dijawab dengan kerja, bukan janji.

Ia berharap Kota Bima membuka ruang selebar-lebarnya untuk putra-putri terbaik daerah. “Jangan tanya dia anak siapa. Tanya apa yang bisa dia perbuat untuk kota ini,” katanya.

Dengan berpegang pada prinsip "Maja Labo Dahu" malu berbuat salah, takut melanggar aturan, ia menuntut seluruh ASN, termasuk keluarganya, menjadi contoh. Ia yakin birokrasi yang humanis, profesional, objektif, dan taat aturan akan melayani masyarakat Kota Bima dengan cara yang memanusiakan.(Sekjend MDG)

ELITE BANGSA BERULAH LAGI


Jakarta Media Dinamika Global.id.-- Seiring berjalannya waktu kenaikan harga BBM berimbas pula terhadap kenaikan Batubara.dengan kondisi keuangan PLN yang menipis akibat subsidi yang terus menerus diam diam pemerintah melalui mentri ESDM Bahlil Lahadalia akan menaikan harga token listrik secara berkala di seluruh Indonesia.hal ini disebabkan pemerintah mulai mencanangkan untuk penghematan energi dan gas bumi agar bisa menekankan biaya oprasional yang selama ini dinilai kurang efisien. 

MASYARAKAT 

Menyoroti ironi mengenai posisi Indonesia sebagai salah satu eksportir batu bara terbesar, namun masih menghadapi tantangan pasokan Batu bara untuk kebutuhan listrik dalam negeri.

Pemerintah sedang mengupayakan peningkatan pemenuhan kebutuhan batu bara dalam negeri (Domestic Market Obligation/DMO) oleh perusahaan tambang untuk memastikan stabilitas pasokan listrik.

Netizen : Ko bisa ya PLN kesulitan pasokan Batubara di negri terbesar penghasil batu bara yang kemarin di banggakan prabowo, Kemanakah batu bara kita yang di gadang gadang negri exportir batubara terbesar di dunia. kemana batu bara kita untuk kebutuhan pasokan Listrik untuk PLN.(Sekjend MDG)

Agus Jabo Minta Kader Partai PRIMA Kawal Program Kerakyatan Pemerintahan Prabowo


Jakarta, Media Dinamika Global - Ketua Umum Partai Rakyat Adil Makmur (PRIMA) Agus Jabo Priyono meminta seluruh kader partainya mengawal program-program kerakyatan yang dijalankan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Menurut dia, sejumlah kebijakan pemerintah saat ini sejalan dengan arah perjuangan politik PRIMA.

Hal itu disampaikan Agus Jabo saat membuka Rapat Koordinasi bersama 38 Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) dan 385 Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PRIMA yang digelar secara daring, Sabtu (4/7/2026).

Dalam arahannya, Agus Jabo kembali mengingatkan identitas PRIMA sebagai partai yang lahir dari rakyat biasa. Karena itu, ia meminta seluruh kader tetap menjadikan kepentingan masyarakat sebagai orientasi utama perjuangan politik partai.

"Partai kita adalah partai rakyat biasa yang lahir dari ruh rakyat biasa. Hati kita bersama rakyat biasa dan semangat kita adalah memperjuangkan rakyat biasa," ujar Agus Jabo.

Ia menjelaskan, PRIMA memiliki sembilan agenda perjuangan, yaitu reformasi perpajakan yang berkeadilan, industrialisasi nasional, penguatan kedaulatan pangan, pemberdayaan UMKM dan koperasi, pemerintahan yang bersih dan efisien, demokrasi yang melibatkan partisipasi rakyat, kesetaraan gender, keadilan ekologis, serta pengembangan sumber daya manusia.

Menurut Agus Jabo, sejumlah agenda tersebut mulai tercermin dalam berbagai program pemerintah, antara lain Makan Bergizi Gratis, Sekolah Rakyat, Koperasi Desa Merah Putih, hilirisasi industri, serta upaya memperkuat ketahanan pangan nasional.

"Program politik kita saat ini sedang dikerjakan dan diperjuangkan oleh Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Karena itu, tugas kita adalah mengawal dan memenangkan perjuangan tersebut," katanya.

Dalam kesempatan itu, Agus Jabo juga menyampaikan pandangannya mengenai arah perubahan yang sedang berlangsung di bawah pemerintahan Prabowo. Ia menyebut perubahan tersebut sebagai sebuah revolusi yang bertujuan mengembalikan kebijakan negara agar berpihak kepada rakyat dan berlandaskan amanat Pasal 33 Undang-Undang Dasar 1945.

Ia menilai perubahan tersebut akan menghadapi tantangan dari berbagai kelompok yang selama ini diuntungkan oleh sistem ekonomi yang berlaku. Oleh sebab itu, Agus Jabo meminta kader PRIMA memperkuat konsolidasi organisasi sekaligus aktif menyampaikan gagasan partai melalui berbagai saluran komunikasi, termasuk media sosial.

Menjelang Pemilu 2029, Agus Jabo menegaskan PRIMA harus tetap mempertahankan karakter sebagai partai pergerakan yang bekerja untuk kepentingan masyarakat.

"Kalau nanti diberi kesempatan memimpin, bukan untuk mencari jabatan, mencari uang, atau mencari proyek, tetapi untuk membebaskan rakyat Indonesia dari segala bentuk penindasan agar bangsa ini menjadi bangsa yang berdikari, adil, dan makmur," ujarnya.

Redaksi |

Rapat Paripurna DPR RI Hari Ini Membahas Sejumlah Agenda Penting Terkait APBN


Jakarta, Media Dinamika Global.id.-- Dimulai dengan laporan Badan Anggaran atas hasil pembahasan pembicaraan pendahuluan RAPBN 2027 dan RKP 2027, yang akan menjadi pedoman resmi penyusunan Rancangan APBN 2027.

Dilanjutkan dengan laporan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa atas RUU Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBN TA 2025. Selanjutnya, DPR RI akan memberikan tanggapan terkait laporan keuangan tersebut berdasarkan pandangan fraksi-fraksi.

Selain itu, Rapat Paripurna hari ini juga menyetujui hasil uji kelayakan Calon Anggota Badan Supervisi OJK.

semoga semua pejabat publik diberi petunjuk oleh Tuhan YME. Diterangi hati dan pikirannya agar menghasilkan pandangan, pikiran dan gagasan yang tepat untuk rakyat dan bangsa ini. 

Sehat selalu dan sukses menyertai menteri keuangan RI Purbaya Sadewa dalam mengelola keuangan negara dengan cara yang baik dan benar. Sehingga menghasilkan pertumbuhan dan pemerataan ekonomi yang berkeadilan, sehingga dapat dirasakan langsung perubahan dan perbaikannya bagi seluruh rakyat Indonesia.(Sekjend MDG)

PANSUS SAMPAIKAN 35 REKOMENDASI PERBAIKAN TATA KELOLA ASET DAN PAD KABUPATEN BIMA


Bima Media Dinamika Global.id.-- Kerja panjang Panitia Khusus (Pansus) DPRD Kabupaten Bima dalam mengkaji, menganalisis, dan membahas permasalahan pengelolaan aset dan PAD di Kabupaten Bima berakhir hari ini dalam forum Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Bima, Jum’at, 3 Juli 2026.

Rapat paripurna dipimpin Ketua DPRD Kabupaten Bima Diah Citra Pravitasari,S.IP yang didampingi Wakil Ketua DPRD Murni Suciyanti dan Nazaruddin,SH, serta dihadiri Anggota DPRD Kabupaten Bima, Bupati Bima, Unsur Muspida Kabupaten Bima, para pejabat lingkup Pemerintah Kabupaten Bima serta undangan lainnya.

Ketua Pansus Muhammad Aris,SH menyampaikan laporan hasil kerja Pansus setebal 26 (dua puluh enam) halaman yang berisi 35 (tiga puluh lima) Rekomendasi yang ditujukan kepada Bupati Bima dan jajaran Pemerintah Daerah sebagai bahan perbaikan tata kelola aset dan PAD,

Menurut Aris Rekomendasi Pansus ini meliputi semua aspek mulai dari aspek regulasi, manajemen / tata kelola, administrasi dan hukum, SDM, hingga Rekomendasi terkait aspek infrastruktur penunjang tata kelola Aset dan PAD.

Rekomendasi Pansus yang disampaikan dalam Rapat Paripurna ini adalah hasil integrasi / harmonisasi dari berbagai sumber dan proses kerja Pansus, meliputi :

• Konsolidasi dan harmonisasi data, dokumen dan aturan hukum terkait aset dan PAD.

• Studi komparatif ke Pemkot Malang dan Pemkot Batu.

• Konsultasi/Koordinasi ke BPK Perwakilan NTB, BPKP Perwakilan NTB, dan Pemerintah Pronvinsi NTB.

• Hasil Rapat Kerja bersama OPD terkait lingkup Pemerintah Kabupaten Bima, Camat, Kepala Puskesmas/Pustu terkait, Korwil Dikbudpora, Kades dan unsur lainnya. 

• Rapat Kerja bersama perwakilan masyarakat dan pihak-pihak yang mengaku ahli waris / atau pihak lainnya yang berkaitan dengan substansi permasalahan aset dan PAD.

• Kunjungan lapangan ke sejumlah lokasi dan obyek aset bermasalah di sejumlah wilayah kecamatan dan desa.

Berikut beberapa poin Rekomendasi Pansus Pengelolaan Aset dan PAD :

• Pemkab. Bima harus menyusun Raperda tentang Pengelolaan Barang Milik Daerah, dasarnya Pasal 105 PP Nomor 27 Tahun 2014 tentang Pengelolaan Barang Milik Negara / Daerah sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 28 Tahun 2020 yang memberi kewenangan kepada daerah untuk menetapkan Peraturan Daerah terkait pedoman pengelolaan barang milik daerah. 

• Pemkab. Bima harus melakukan percepatan inventarisasi aset dengan menerapkan sistem digitalisasi aset melalui penerapan aplikasi tertentu. Sebagai contoh best practices, Pemerintah Kabupaten Bima bisa meniru apa yang dilakukan Pemerintah Kota Malang dengan penerapan Sistem Informasi Manajemen Aset Daerah Terpadu seperti SIMBADA, sistem ini mendata, meregistrasi, dan membuat pelaporan secara Real-Time untuk menekan potensi kebocoran dan mempermudah pelacakan aset.

• Pemkab, Bima diharapkan segera melakukan Sertifikasi aset tanah milik Pemerintah Kabupaten Bima. Untuk hal ini, Pemkab. Bima diminta menghitung secara detail total kebutuhan biaya sertifikasi seluruh aset tanah milik Pemerintah Kabupaten Bima, kemudian diajukan ke DPRD untuk dibahas secara bersama-sama mekanisme pengalokasian anggarannya.

• Untuk mencegah kehilangan, kerusakan atau penguasaan oleh pihak yang tidak berhak terhadap aset-aset tanah milik Pemerintah Daerah, maka Pemkab. Bima harus segera melakukan pembuatan batas, dan pemasangan tanda pengenal / plang kepemilikan di semua aset-aset tanah Pemda. Untuk tahap awal pemasangan plang kepemilikan ini dipriotaskan pada aset-aset yang berpotensi bermasalah atau yang secara geografis posisinya jauh dari jangkauan pengawasan pemerintah daerah. Pemasangan plang kepemilikan ini tidak hanya dalam rangka pengamanan fisik aset tanah, tapi lebih dari itu ini adalah bagian dari upaya memberi ruang kepada masyarakat sekitar untuk bersama-sama turut mengawasi aset daerah dari penyalahgunaan oleh pihak atau oknum-oknum tertentu.

• Pemkab. Bima harus membentuk Satuan Tugas (Satgas) atau sejenisnya yang melibatkan lintas OPD dan bahkan instansi vertikal terkait, untuk melakukan identifikasi, verifikasi, klarifikasi, dan upaya penyelesaian menyeluruh semua permasalahan aset yang ada, termasuk melakukan singkronisasi data aset antara yang ada di KIB dengan kondisi riil di lapangan.

• Bupati Bima diharapkan mengirim surat resmi atau proaktif melakukan koordinasi langsung ke Gubernur dan Wakil Gubernur NTB untuk secepatnya memfasilitasi penyelesaian Hibah kembali Kantor DPRD Kabupaten Bima sesuai klausul yang tertuang dalam surat Kesepakatan Bersama antara Pemerintah Kabupaten Bima dengan Pemerintah Kota Bima tentang Penyerahan, Hibah, dan Pinjam Pakai Barang Milik Daerah, tertanggal 25 Januari 2023.

• Pemkab. Bima segera melakukan pemetaan dan klarifikasi kembali aset tanah yang sebelumnya masuk dalam kategori masalah, dengan memisahkan mana aset-aset yang secara nyata pemerintah daerah memiliki alas administratif dan hukum yang kuat, dan mana yang belum memiliki dokumen yang lengkap. Terhadap aset tanah yang sudah memiliki alas hak dan dokumen yang lengkap agar segera dilakukan pengamanan fisik, pemasangan plang, dan intens berkoordinasi dengan aparat hukum dan pihak terkait lainnya untuk memastikan tanah-tanah tersebut tidak dikuasai oleh pihak lain.

• Untuk tanah yang dokumennya hilang atau tidak lengkap, segera lakukan pencarian kembali dokumennya, dan berkoordinasi dengan pihak BPN untuk membuat surat pernyataan tanggung jawab mutlak mengenai penguasaan fisik aset tersebut sebagai dasar pengajuan sertifikat pengganti ke BPN.

• Untuk tanah-tanah bermasalah yang diklaim masyarakat, yang memiliki bukti hukum, administratif, atau bukti-bukti lainnya, maka Pemerintah Daerah harus mempercepat proses penyelesaiannya, Seperti ; tanah lokasi pembangunan Puskesmas Madapangga, Pustu Ngali, dan beberapa lokasi tanah lainnya. Sedangkan terhadap tanah-tanah Pemda yang secara hukum, administratif, dan didukung bukti-bukti lain sebagai milik Pemda yang saat ini dikuasai atau diklaim oleh pihak-pihak tertentu, pemerintah daerah harus bersikap tegas menguasai kembali tanah-tanah tersebut, Seperti ; tanah yang berlokasi di sebelah timur Pasar Sila Kecamatan Bolo, Tk. Pembina Ambalawi, dan lokasi lainnya.

• Untuk aset-aset Pemerintah Daerah yang selama ini masih ditempati atau dipinjam pakai oleh pihak-pihak tertentu, Pemerintah Daerah harus tegas menertibkannya, seperti; perumahan guru di Kecamatan Sape, perumahan guru di Kecamatan Belo, dan lokasi lainnya.

• Pemkab. Bima harus mengoptimalkan koordinasi lintas perangkat daerah, terutama antara BPKAD selaku pengadministrasi aset dan Dinas Perkim dengan perangkat daerah penanggungjawab atau pengguna aset, perjelas batas tugas, tanggung jawab, dan kewenangan masing-masing pihak dalam pengelolaan aset.

• Pemkab. Bima harus tegas melakukan upaya penertiban / penarikan kembali semua kendaraan dinas yang masih dikuasai oleh pihak yang tidak berhak.

• Pemkab. Bima perlu melakukan penghapusan melalui sistem penjualan terhadap kendaraan-kendaraan dinas yang sudah dalam kondisi rusak berat atau sudah tidak bisa beroperasi.

• Pemkab. Bima segera mendata semua aset-aset Pemda terutama tanah dan bangunan yang kondisinya tidak produktif, belum dimanfaatkan atau selama ini terabaikan untuk kemudian aset-aset tersebut dioptimalkan untuk menambah PAD, antara lain dengan sistem ; Sewa dalam jangka waktu tertentu, Kerjasama pemanfaatan dengan melibatkan pihak ketiga, Bangun Guna Serah, atau Sistem lain yang bisa memberi kontribusi PAD tanpa menghilangkan, mengurangi atau menurunkan nilai aset-aset tersebut.

• Pemkab. Bima harus meningkatkan pengawasan dan penegakan hukum dengan memberi sanksi tegas seperti penertiban, penyegelan, hingga pencabutan izin-izin usaha bagi wajib pajak atau perusahaan yang menunggak kewajibannya.

• Pemkab. Bima harus betul-betul menerapkan sistem cashless atau penyetoran real-time ke Kas Daerah atas penerimaan pajak dan retribusi daerah. Tidak boleh lagi ada penerimaan pajak dan retribusi yang mengendap berhari-hari ditangan petugas.

• Pemkab. Bima harus segera bertransformasi menerapkan Digitalisasi Pembayaran Pajak dan Retribusi Daerah, misalnya dengan penggunaan Q-Ris atau sejenisnya pada seluruh obyek pajak dan retribusi daerah untuk menekan tingkat kebocoran dan mempermudah pelayanan pada wajib pajak atau wajib retribusi.

• Pemkab. Bima harus mengidentifikasi / mendata kembali semua Bangunan Gedung yang belum memperoleh persetujuan untuk mengurus Persetujuan Bangunan Gedungnya, sehingga dengan demikian akan ada potensi tambahan PAD dari hal itu.

• Pemkab. Bima harus memulai proses perbaikan tata kelola Pasar dari aspek Regulasi. Sehingga Pansus merekomendasikan Pemkab. Bima untuk menyusun Raperda tentang Pengelolaan Pasar.  

• Pemkab. Bima harus meningkatkan kapasitas SDM pengelola pasar agar lebih professional dalam pelayanan.

• Pemkab. Bima harus meningkatkan standar kebersihan, pengelolaan sampah dan sirkulasi udara dalam pasar.

• Pemkab. Bima harus memastikan tersedianya fasilitas pelayanan sampah dan dukungan petugas yang cukup pada Dinas Lingkungan Hidup agar seluruh permasalahan pengelolaan sampah di pasar-pasar selama ini segera tertangani secara baik dan berkelanjutan.

• Pemkab. Bima diharapkan mengembalikan fungsi ruang Ibu Menyusui yang ada di Pasar Sape yang selama ini telah berubah fungsi menjadi kios, dan menertibkan lapak-lapak serta memanfaatkan kembali bak sampah sesuai fungsinya.

• Pemkab. Bima melalui Badan Pendapatan Daerah harus segera mengoordinasikan tumpang tindih dalam pengelolaan retribusi sampah dan parkir di pasar antara Dinas Perindag, Dinas Lingkungan Hidup, dan Dinas Perhubungan sehingga kedepan menjadi jelas batas tugas dan kewenangannya masing-masing.(Sekjend MDG)