Media Dinamika Global

Senin, 04 Mei 2026

Babinsa Desa Sari Sape Gelar Patroli Siskamling, Situasi Wilayah Terpantau Aman dan Kondusif


Sape.Bima.NTB.Media Dinamika Global.id Dalam upaya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, Babinsa Desa Sari, Serda Junaidi bersama satu orang anggota Koramil 1608-03/Sape melaksanakan kegiatan patroli siskamling pada Senin malam (5/5/2026) sekitar pukul 20.10 WITA. Kegiatan ini dilakukan untuk memantau situasi wilayah serta mengantisipasi potensi gangguan keamanan di Kecamatan Sape dan Kecamatan Lambu, Kabupaten Bima.

Patroli tersebut turut melibatkan unsur aparat desa dan masyarakat setempat. Tercatat, sebanyak dua anggota Koramil, dua aparat desa, serta enam warga ikut berpartisipasi dalam kegiatan ini.

Adapun sasaran patroli meliputi pemukiman warga dan sejumlah titik yang kerap menjadi tempat berkumpulnya anak muda. Hal ini dilakukan sebagai langkah preventif untuk mencegah terjadinya gangguan keamanan, terutama yang melibatkan kalangan remaja.

Rangkaian kegiatan dimulai pada pukul 20.20 WITA saat anggota Koramil bergerak menuju Desa Sari. Setibanya di lokasi pada pukul 20.30 WITA, tim langsung melakukan pemantauan situasi wilayah. Sepuluh menit kemudian, petugas memberikan imbauan kepada masyarakat agar senantiasa menjaga ketertiban lingkungan.



Dalam imbauannya, petugas menekankan pentingnya menghindari perselisihan yang dapat berujung pada perkelahian, khususnya akibat pengaruh minuman keras di kalangan remaja. Selain itu, masyarakat juga diingatkan untuk tidak ugal-ugalan saat berkendara di jalan raya demi keselamatan bersama.

Setelah itu, patroli dilanjutkan ke wilayah desa binaan lainnya hingga akhirnya seluruh rangkaian kegiatan selesai pada pukul 21.20 WITA.

Secara keseluruhan, kegiatan patroli siskamling berlangsung dengan aman, tertib, dan kondusif. Upaya ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menjaga keamanan lingkungan secara bersama-sama.(Team.MDG.03)

Sosialisasi Nyamuk Demam Berdarah (DBD) Oleh Dokter Oki


Kota Bima-Media Dinamika Global- Senin, 4 Mei 2026, dokter Oki melakukan sosialisasi di Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Bima terkait Demam Berdarah (DBD) kepada masyarakat yang sedang berobat atau berkunjung menemani pasien. 

Adapun Nyamuk DBD (Aedes aegypti) berciri fisik tubuh kecil berwarna hitam dengan belang-belang dua garis warna putih di kaki dan tubuhnya. Mereka aktif menggigit pada pagi hingga sore hari, terutama 2 jam setelah matahari terbit dan beberapa jam sebelum matahari terbenam. 

Nyamuk tersebut jarang beraktifitas di malam hari, berbeda dengan nyamuk biasa pada umumnya yang beraktifitas di malam hari. 

"Tanda-tanda gejala ketika digigit nyamuk DBD ialah terjadi demam tinggi, terasa nyeri pada kepala, bisa muncul kemerahan di kulit bahkan muntah darah". 

Yang perlu diperhatikan untuk menghindari nyamuk tersebut kata dr. Oki adalah melakukan (3M Plus); 

1. Menguras semua genangan air 

2. Menutup bak mandi, agar nyamuk tidak berkembang biak

3. Mengubur benda-benda yang tidak di pake

4. Plus, mengunakan kelambu, obat nyamuk serta menanam bunga yang mengusir nyamuk 

Selain hal tersebut di atas dr. Oki membahkan yaitu fentilasi rumah harus di tutup, jangan gantung pakaian supaya nyamuk DBD tidak berkembang biak, membersihkan selokan, dll. 

Saran dokter kepada pasien maupun pengunjung adalah "Lebih baik mencegah daripada mengobati". Abd Khalik Syam.

Pengawasan LKP-RI DPD Lakukan Terkait Prosedur Pinjaman Klaim Ansuransi nasabah DIKCAB BSI MTARAM




 Media Dinamika Global, 3 Mei 2026 — Dalam komitmen berkelanjutan untuk mengawal hak-hak konsumen di sektor perbankan, jajaran pengurus Lembaga Perlindungan Konsumen Republik Indonesia (LPK RI) Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Nusa Tenggara Barat (NTB) bersama sekretaris beserta ketua DPC Mataram kembali menyambangi Kantor Cabang Pembantu (KACAB) Bank Syariah Indonesia (BSI) Mataram pada 4 Mei 2026. 

Kunjungan ini merupakan langkah strategis guna memperoleh klarifikasi komprehensif terkait prosedur dan realisasi asuransi bagi nasabah yang telah meninggal dunia.Delegasi yang dipimpin langsung oleh

Ketua DPD LPK RI NTB, Ahmad Dimiati Hamzar, S.H., menekankan pentingnya transparansi dan akuntabilitas dalam proses penyelesaian kewajiban asuransi. 

Langkah ini diambil guna memastikan bahwa ahli waris nasabah mendapatkan haknya sesuai dengan ketentuan polis dan regulasi perbankan syariah yang berlaku, tanpa hambatan administratif yang berkepanjangan.

"Kehadiran kami hari ini adalah bentuk tanggung jawab moral dan organisasi untuk memastikan bahwa sistem perlindungan konsumen berjalan sebagaimana mestinya. 

Kami memfokuskan pada sinkronisasi data dan kepastian klaim asuransi jiwa nasabah, agar pihak keluarga tidak dibebani oleh persoalan yang seharusnya sudah terproteksi oleh sistem asuransi perbankan," ujar Ahmad Dimiati Hamzar, S.H. dalam keterangannya. 


( Red ).

Rakyat Bersuara, Camat Diam: Polemik Alfamart di Sanggar Kian Memanas

Polisi, Pemuda Desa Taloko, Endri bersama Danu, (Ist/Surya)

Mataram, Media Dinamika Global - Sanggar – Gelombang penolakan terhadap rencana kehadiran gerai ritel modern Alfamart di Kecamatan Sanggar kian membesar dan tak lagi terbendung. Desakan publik kini mengarah langsung kepada Camat Sanggar yang dinilai belum menunjukkan sikap tegas di tengah konflik yang terus memanas.

Sejumlah elemen masyarakat, mulai dari pemuda hingga pelaku usaha kecil, secara terbuka mempertanyakan keberpihakan pemerintah kecamatan. Mereka menilai, masuknya ritel modern berpotensi menjadi ancaman serius bagi kelangsungan usaha mikro yang selama ini menjadi tulang punggung ekonomi warga.

Penolakan ini tidak berdiri di ruang kosong. Warga menyoroti dugaan minimnya transparansi dalam proses sosialisasi serta indikasi pengabaian terhadap aspirasi masyarakat lokal. Situasi ini memicu kecurigaan bahwa keputusan yang diambil tidak sepenuhnya berpihak pada kepentingan publik.

Bung Endri, pemuda asal Desa Taloko, secara lugas menyampaikan kritiknya. Ia menilai sikap diam Camat Sanggar justru memperkeruh keadaan.

“Ini bukan sekadar soal Alfamart. Ini soal keberpihakan. Camat harus jelas, berdiri bersama rakyat atau memberi ruang bagi korporasi yang berpotensi menyingkirkan ekonomi lokal,” tegasnya.

Menurutnya, masyarakat tidak anti terhadap pembangunan. Namun, setiap kebijakan harus berpijak pada realitas sosial dan ekonomi warga. Ia menekankan pentingnya perlindungan terhadap pelaku UMKM yang selama ini bertahan tanpa dukungan besar.

Gelombang tekanan semakin menguat setelah berbagai diskusi dan konsolidasi dilakukan oleh kelompok masyarakat sipil. Tuntutan mereka jelas: transparansi, keterbukaan informasi, serta evaluasi menyeluruh terhadap rencana pendirian gerai ritel tersebut.

“Jangan ada keputusan sepihak. Kalau suara rakyat terus diabaikan, aksi yang lebih besar bukan hal yang mustahil,” tambah Endri.

Hingga berita ini diturunkan, Camat Sanggar belum memberikan pernyataan resmi. Sikap bungkam ini justru memicu spekulasi liar di tengah masyarakat dan memperkuat persepsi bahwa pemerintah kecamatan sedang berada di zona nyaman—atau justru terjebak dalam tarik-menarik kepentingan.

Redaksi  |

Satwa Liar Jenis Siamang Berhasil Dievakuasi Tim KSDA di Way Panas

 


4 Mei 2026 Tanggamus Lampung MediaDinamikaGlobal.id.

Satwa Liar Jenis Siamang Berhasil Dievakuasi Tim KSDA di Way Panas

Petugas KSDA bersama aparat dan warga mengevakuasi satwa liar jenis siamang menggunakan kendaraan operasional di Pekon Way Panas, Kecamatan Wonosobo, Kabupaten Tanggamus, Senin (4/5/2026). 

 Tim Seksi KSDA Wilayah III Lampung dari BKSDA Bengkulu berhasil mengevakuasi seekor satwa liar jenis siamang di Dusun 4, Pekon Way Panas, Kecamatan Wonosobo, Kabupaten Tanggamus, Senin (4/5/2026).

Proses evakuasi berlangsung mulai pukul 08.30 WIB hingga 10.00 WIB. Tim menggunakan kombinasi metode penanganan berupa restraint fisik (manual) dan pembiusan (kimia) guna memastikan keselamatan satwa serta warga di sekitar lokasi.

Kegiatan ini melibatkan tim KSDA yang terdiri dari Irhamuddin, S.P., Sujadi, Ujang Suryadi, S.E., dan Fredy Rahmandani, S.Hut. Proses evakuasi juga didampingi oleh dokter hewan dari Balai Besar Taman Nasional Bukit Barisan Selatan, drh. Erni Suyanti, S.K.H., M.Ling.

Dalam pelaksanaannya, tim turut dibantu oleh aparat setempat, yakni Babinsa Sertu Iryadi dan Bhabinkamtibmas Wonosobo Bripka Akbar Tanjung, serta partisipasi aktif masyarakat Pekon Way Panas.

Diketahui, lokasi evakuasi merupakan bagian dari kawasan hutan lindung Register 30 Gunung Tanggamus yang berada di bawah pengelolaan UPTD KPH Kotaagung Utara.

Irhamuddin mengimbau masyarakat agar tidak melakukan interaksi langsung dengan satwa liar yang masuk ke area permukiman. Ia menekankan pentingnya pelaporan cepat kepada aparat setempat agar penanganan dapat dilakukan secara tepat.

“Jika ada satwa liar, jangan dipermainkan atau didekati. Segera laporkan kepada kepala pekon, Babinsa, atau Bhabinkamtibmas agar bisa ditindaklanjuti oleh pihak berwenang,” ujarnya.

Ia juga menjelaskan bahwa perilaku agresif satwa dapat disebabkan oleh kondisi stres, kepanikan, atau faktor alami seperti mencari pasangan maupun terganggunya habitat asli.

“Satwa liar bisa menjadi agresif karena panik atau mencari pasangan. Itu hal yang wajar di alam,” tambahnya.

Selanjutnya, siamang tersebut akan dibawa ke lokasi yang aman untuk penanganan lebih lanjut sebelum dilepasliarkan kembali ke habitatnya (Umar.MDG)

Gubernur Laporkan Rakyat, LMND NTB: Ini Bukan Privasi, Ini Kriminalisasi Kritik

Moderator, Yuni Narasumber I, Taufan Narasumber II, dan Ketua EW LMND NTB, (Ist/Surya)

Mataram, Media Dinamika Global – Langkah Lalu Muhammad Iqbal melaporkan aktivis sosial Yuni Bourhany ke Polda NTB menuai gelombang kritik tajam. Eksekusi Wilayah Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (EW LMND) provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) menggelar dialog publik bertema “Mengurai Motif Dibalik Laporan Gubernur NTB Terhadapnya: Perlindungan Privasi atau Kriminalisasi?” di Caffe Cornet, Kota Mataram, Minggu (3/05/2026).

Forum ini menjadi panggung kritik terbuka terhadap sikap pejabat publik yang dinilai lebih memilih jalur pidana ketimbang menjawab substansi kritik rakyat. Pertanyaan besar pun mencuat, apakah ini benar perlindungan privasi, atau justru bentuk kriminalisasi terhadap suara kritis masyarakat?

Dialog menghadirkan dua narasumber, akademisi hukum pidana Taufan, SH., MH,  yang juga Direktur LPW NTB, Yuni Bourhany sebagai terlapor, dan sejumlah Pemimpin Redaksi Media Online, sejumlah aktivis di NTB.

Narasumber I, Taufan mengatakan, bahwa dalam hukum pidana, tidak semua penyebaran data pribadi otomatis bisa dipidana. Menurutnya, harus diuji secara ketat unsur melawan hukum, niat jahat (mens rea), serta konteks dari penyebaran tersebut.

“Tidak semua orang yang menyebarkan data pribadi itu melanggar hukum. Harus dilihat konteksnya, apakah ada unsur melawan hukum dan niat jahat,” tegasnya.

Ia juga mempertanyakan apakah nomor telepon yang dipersoalkan benar-benar termasuk data pribadi yang dilindungi secara ketat, terlebih jika nomor tersebut sudah berada di ruang publik atau digunakan dalam konteks jabatan publik sebagai gubernur.

“Kalau dilihat dari narasinya, ini tidak berdiri sendiri. Ada konteks kritik terhadap kebijakan, sehingga motifnya juga harus diuji,” ujarnya.

Menurut Taufan, ketika pejabat publik langsung menggunakan jalur pidana terhadap kritik warga, hal itu menunjukkan kegagalan dalam merawat ruang demokrasi dan komunikasi publik. Ia mengingatkan bahwa hukum pidana seharusnya menjadi ultimum remedium—jalan terakhir, bukan senjata utama membungkam kritik.

“Ketika pejabat publik langsung menggunakan jalur pidana, itu bisa menunjukkan kegagalan dalam merawat sistem sosial dan ruang komunikasi publik,” katanya tajam.

Ia juga menyoroti potensi berbahaya jika Undang-Undang Perlindungan Data Pribadi dipakai sebagai alat baru membatasi kritik publik, menggantikan pasal-pasal karet yang selama ini dikritik dalam UU ITE.

Sementara itu, Yuni Bourhany mengaku laporan terhadap dirinya berawal dari kritik kerasnya terhadap sejumlah kebijakan Gubernur NTB, khususnya terkait pengadaan mobil listrik bagi birokrasi, di tengah masih buruknya pelayanan dasar masyarakat.

Menurutnya, rakyat hari ini tidak membutuhkan mobil listrik mewah bagi pejabat, melainkan pelayanan kesehatan yang layak, keadilan sosial, dan kehadiran pemerintah saat masyarakat benar-benar membutuhkan.

“Yang dibutuhkan rakyat bukan mobil rental untuk para OPD yang duduk manis menunggu pajak dari masyarakat, tetapi pelayanan dasar yang nyata,” ujarnya.

Ia mencontohkan masih banyak persoalan warga NTB yang meninggal di luar daerah seperti Bali dan Kalimantan, bahkan harus viral lebih dulu agar mendapat perhatian pemerintah.

Baginya, kondisi itu mencerminkan ketimpangan serius antara gaya hidup elite birokrasi dan kebutuhan nyata masyarakat bawah.

Yuni menilai pelaporan terhadap dirinya bukan soal perlindungan privasi, melainkan upaya sistematis untuk membungkam kritik yang selama ini ia suarakan.

“Karena postingan saya keras dan langsung mengenai substansi, akhirnya dia merasa terganggu dan berusaha membungkam suara saya dengan laporan ke Polda NTB,” tegasnya.

Ia juga menjelaskan bahwa nomor yang ia unggah bukan nomor pribadi, melainkan nomor gubernur yang menurutnya berfungsi sebagai akses informasi publik agar masyarakat bisa menyampaikan persoalan ketika jalur birokrasi di OPD tidak berjalan.

“Saya tidak punya hubungan pribadi dengan Gubernur. Saya bahkan tidak menyimpan nomor pribadi beliau. Yang saya sampaikan adalah nomor gubernur sebagai informasi publik,” jelasnya.

Dalam pemeriksaan di Polda NTB, ia mengaku mendapat sekitar 26 pertanyaan dari penyidik, termasuk soal dugaan penyebaran nomor pribadi. Namun ia tetap pada pendiriannya bahwa tidak ada unsur pidana dalam tindakannya.

“Saya tidak akan mundur satu senti pun, karena saya merasa apa yang saya lakukan tidak melanggar hukum. Niat saya bukan untuk menjatuhkan siapa pun, tetapi menyampaikan kritik dan informasi,” tegasnya.

Redaksi |

Minggu, 03 Mei 2026

SPPG Bima Sape Bugis 2 Sajikan Menu Bergizi untuk Masyarakat pada 4 Mei 2026


Sape.Bima.NTB.Media Dinamika Global.id — Program penyediaan makanan bergizi melalui SPPG Bima Sape Bugis 2 CV.Al-Habir kembali dilaksanakan pada Senin, 4 Mei 2026. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya pemenuhan kebutuhan gizi masyarakat dengan menyajikan menu yang seimbang dan sehat.

Adapun menu yang disediakan pada hari tersebut terdiri dari nasi putih sebagai sumber karbohidrat, ayam goreng bawang putih dan tahu goreng marinasi sebagai sumber protein, serta sayur sop yang berisi sawi putih, buncis, wortel, dan kentang untuk melengkapi kebutuhan vitamin dan mineral. Selain itu, buah semangka juga disajikan sebagai pencuci mulut, serta sambal sebagai pelengkap.

Program ini diharapkan dapat membantu meningkatkan asupan gizi masyarakat serta mendukung pola makan sehat yang berkelanjutan. Kegiatan penyajian menu harian seperti ini menjadi salah satu bentuk komitmen dalam menjaga kesehatan dan kesejahteraan masyarakat di wilayah Bima. (Team.MDG.03)

Evaluasi Kinerja Sekaligus Pembagian Honorarium Aparatur Desa Naru Barat Sape Digelar


Sape.Bima.NTB.Media Dinamika Global.id Pemerintah Desa Naru Barat, Kecamatan Sape, Kabupaten Bima, menggelar kegiatan evaluasi kinerja aparatur desa yang dirangkaikan dengan pembagian honorarium. Kegiatan tersebut berlangsung pada Senin (04/05/2026) mulai pukul 10.00 WITA di Balai Desa Naru Barat.

Acara ini dihadiri langsung oleh Kepala Desa Naru Barat, Sri Mulyati, SE, serta Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Naru Barat. Kehadiran keduanya mencerminkan komitmen pemerintah desa dalam meningkatkan kinerja aparatur sekaligus menjaga transparansi dalam pengelolaan honorarium.




Selain aparatur desa, kegiatan ini juga dihadiri oleh berbagai unsur masyarakat dan pemangku kepentingan, di antaranya Babinsa, Bhabinkamtibmas, Bhabintrantibum, Pendamping Lokal Desa, Pendamping Desa Kecamatan Sape, Ketua RT/RW, kader Posyandu keluarga, imam, bilal, marbot, guru ngaji, operator SIP dan website desa, KPM, Satgas Keamanan, bidan desa, serta guru PAUD.

Dalam kegiatan tersebut, dilakukan evaluasi terhadap kinerja aparatur desa sebagai bentuk penilaian berkala guna meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Pembagian honorarium juga menjadi bentuk apresiasi atas dedikasi dan tanggung jawab para aparatur dan unsur pendukung desa dalam menjalankan tugas masing-masing.

Kepala Desa Naru Barat dalam sambutannya menekankan pentingnya profesionalisme, kedisiplinan, serta kerja sama antar seluruh elemen desa dalam memberikan pelayanan publik yang optimal. Ia berharap kegiatan ini dapat menjadi motivasi bagi seluruh pihak untuk terus meningkatkan kinerja dan kontribusi terhadap pembangunan desa.

Kegiatan berlangsung dengan tertib dan lancar hingga selesai, dan diharapkan mampu memberikan dampak positif bagi peningkatan kinerja aparatur serta pelayanan di Pemerintah Desa Naru Barat ke depannya.(Team.MDG.03)

Akses Harapan Terbuka, Satbrimob Polda Riau Rampungkan Pembangunan Jembatan di Rokan Hulu


Rohul - Pembangunan infrastruktur di wilayah pedesaan kembali menunjukkan hasil nyata melalui kerja cepat dan terukur Satgas Darurat Jembatan Merah Putih Presisi Tahap II Wilkum Polres Rokan Hulu. Senin (04/05/2026)


personel Satgas melaksanakan rangkaian kegiatan lanjutan pembangunan jembatan di Dusun Kubu Pauh, Kecamatan Rambah Samo, Kabupaten Rokan Hulu, sebagai bentuk komitmen Polri dalam mendukung keselamatan masyarakat serta memperkuat konektivitas antarwilayah.


Capaian tersebut menjadi bukti sinergi, kedisiplinan, dan semangat pengabdian personel di lapangan dalam menyelesaikan pembangunan infrastruktur yang sangat dibutuhkan masyarakat setempat.


Target kegiatan berikutnya difokuskan pada tahap penyempurnaan akhir berupa pengecatan lanjutan dan pembersihan area jembatan. Dengan selesainya pembangunan ini, diharapkan akses masyarakat Dusun Kubu Pauh menjadi lebih aman, lancar, dan mendukung aktivitas sosial maupun pendidikan.


Komandan Satuan Brimob Polda Riau Kombes Pol I Ketut Gede Adi Wibawa, S.I.K., menyampaikan apresiasi atas dedikasi personel Satgas Darurat Jembatan Merah Putih Presisi Tahap II yang telah bekerja dengan penuh tanggung jawab dan semangat pengabdian. 


Beliau menegaskan bahwa kehadiran Brimob di tengah masyarakat tidak hanya dalam konteks pengamanan, tetapi juga sebagai bagian dari solusi nyata atas kebutuhan pembangunan infrastruktur di daerah terpencil.


“Pembangunan jembatan ini adalah wujud nyata pengabdian Brimob untuk masyarakat. Kami ingin memastikan akses warga menjadi lebih baik, aman, dan mendukung aktivitas pendidikan serta perekonomian. Kehadiran Polri harus dirasakan manfaatnya secara langsung oleh masyarakat,” tegas Dansat Brimob Polda Riau.


Kehadiran Satgas Darurat Jembatan Merah Putih Presisi bukan hanya sekadar pembangunan fisik, melainkan juga simbol nyata kehadiran negara di tengah masyarakat. Melalui dedikasi dan kerja keras personel, Satbrimob Polda Riau terus membuktikan perannya sebagai pelindung, pengayom, sekaligus penggerak pembangunan demi kesejahteraan rakyat.

Babinsa Koramil 1608-01/Rasanae, Gelar Patroli Keliling, Di Wilayah Kota Bima


Kota Bima. Media Dinamika Global.id. Kegiatan pengamanan wilayah terus dilakukan oleh jajaran Koramil 1608-01/Rasanae, dalam rangka menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif. Minggu, (03/05/26)

Kali ini kegiatan Patroli Cipta Kondisi di wilayah teritorial Koramil 1608-01/Rasanae, kembali di laksanakan dan dipimpin oleh Babinsa Kel. Tanjung Serma Samsurizal

Adapun personil yang terlibat Patroli sebanyak 4 orang Anggota Koramil 1608-01/Rasanae, dengan sasaran dibeberapa Kelurahan seperti.

1. Kelurahan Kumbe

2. Kelurahan Rabadompu timur 

3. Kelurahan Rabadompu Barat 

4. Kelurahan Rabangodu Utara 

5. Kelurahan Penaraga

6. Kelurahan Dara

Sebelum melaksanakan kegiatan Patroli para personil melaksanakan apel pengecekan yang di pimpin oleh Babinsa Kel. Tanjung Serma Samsurizal bertempat di Posramil Rasanae Timur Kelurahan Kumbe Kecamatan Rasanae timur Kota Bima.

Kemudian Pukul 21.05 Wita personil patroli melaksanakan patroli keliling Star dari Kel Kumbe menuju sepanjang jalan Sukarno Hatta dengan menggunakan kendaraan Roda dua

Pukul 21.10 Wita' Anggota patroli menghingbau kepada masyarakat terutama anak anak remaja untuk bersama-sama menjaga ketertiban dan kenyamanan lingkungan. Salah satu bentuknya adalah tidak menggunakan atau memasang knalpot racing/Brong pada kendaraan bermotor, karena dapat menimbulkan kebisingan, mengganggu kenyamanan warga, serta berpotensi membahayakan keselamatan pengguna jalan lainnya.

Dalam pelaksanaan, Anggota patroli melaksanakan pemeriksaan salah Satu warga yang menggunakan sepeda motor knalpot resing sekaligus menegur dan mengingatkan agar knalpot resing di copot dan tidak menggunakannya kembali, guna terciptanya kenyamanan bagi masyarakat pada umumnya.

Dalam kegiatan rutin yang dilakukan oleh Jajaran Koramil-01 Rasanae ini, tentunya diharapkan kepada masyarakat juga agar dapat mematuhi setiap aturan yang berlaku, termasuk aturan lalu lintas, dan mendukung terciptanya situasi kamtibmas yang aman, tertib, dan kondusif di wilayah Kota Bima.

Pada pukul 21,30'' wita' Anggota patroli tiba di kantor Koramil 01 Rasanae', kegiatan patroli Cipta Kondisi selesai dalam keadaan aman, tertib dan lancar. (Koramil-01/Tim MDG)