Media Dinamika Global

Selasa, 14 April 2026

Gubernur Rahmat Mirzani Djausal Tegaskan Komitmen Provinsi Lampung Eliminasi TBC Menperkuat Sinergi Pusat Dan Daerah, Saat Kunjungan Wamendagri Akhmad Wiyagus dan Wamen Kesehatan Benjamin Paulus Octavianus.


Lampung – Mediadinamikaglobal.Id || Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Lampung dalam mempercepat penanganan dan eliminasi tuberkulosis (TBC).

Hal itu disampaikan dalam acara Komitmen Percepatan Eliminasi Tuberkulosis yang dihadiri Wakil Menteri Dalam Negeri Akhmad Wiyagus dan Wakil Menteri Kesehatan Benjamin Paulus Octavianus, yang berlangsung di Aula Semergo, Pemkot Bandar Lampung, Selasa 14 April 2026.

Dalam sambutannya, Gubernur Mirza mengatakan kehadiran pemerintah pusat menjadi penguatan bagi daerah untuk melakukan aksi nyata dalam penemuan serta penatalaksanaan kasus TBC secara berkelanjutan.

“Kunjungan ini merupakan bentuk dukungan bagi kami di daerah, khususnya Pemerintah Kota Bandar Lampung, untuk memperkuat komitmen dalam percepatan eliminasi TBC, terutama dalam penemuan kasus baru di tengah masyarakat,” ujarnya.

Gubernur Mirza menekankan bahwa TBC bukan hanya persoalan kesehatan, tetapi juga berdampak pada aspek sosial dan ekonomi. Penyakit menular ini dinilai dapat menurunkan produktivitas masyarakat dan menghambat pencapaian target pembangunan daerah. 

Ia juga mengapresiasi program Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang dicanangkan pemerintah pusat sebagai langkah strategis deteksi dini berbagai penyakit, seperti hipertensi dan diabetes. Program tersebut dinilai mampu mengurangi beban layanan rujukan di rumah sakit besar, termasuk RSUD Abdul Moeloek.

Menurutnya, saat ini RSUD Abdul Moeloek menerima hingga 700 rujukan per hari. Dengan optimalisasi layanan kesehatan di tingkat puskesmas, masyarakat diharapkan dapat tertangani lebih dini tanpa harus dirujuk ke rumah sakit provinsi.

Dari sisi kinerja, capaian Standar Pelayanan Minimal (SPM) kesehatan di Provinsi Lampung menunjukkan tren positif. Pada 2024, capaian SPM mencapai 103 persen dan meningkat menjadi 131 persen pada 2025. Sementara pada triwulan pertama 2026, capaian telah mencapai 19 persen.

Adapun tingkat keberhasilan pengobatan TBC sensitif obat di Lampung tercatat 95 persen pada 2024 dan meningkat menjadi 98 persen pada 2025. Hingga triwulan pertama 2026, capaian pengobatan telah mencapai 81 persen.

Untuk itu, Gubernur Mirza mengajak seluruh elemen masyarakat, mulai dari kader kesehatan, komunitas, hingga organisasi kemasyarakatan, untuk berkolaborasi dalam upaya eliminasi TBC.

“Syarat utama menuju Indonesia Emas 2045 adalah masyarakat yang sehat. Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri, diperlukan sinergi semua pihak dalam meningkatkan kesadaran dan pemanfaatan layanan kesehatan,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Menteri Kesehatan RI, dr. Benyamin Paulus Octavianus, menegaskan komitmen pemerintah pusat dalam mempercepat penanggulangan TBC, khususnya di Provinsi Lampung. Kementerian Kesehatan telah menyiapkan anggaran tambahan sebesar Rp4,1 triliun untuk memperkuat infrastruktur medis dan mendukung kerja kader kesehatan.

Ia menyebutkan, penanganan TBC menjadi salah satu prioritas dalam program unggulan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. 
“Indonesia masih berada di peringkat kedua kasus TBC tertinggi di dunia. Karena itu, penanganannya tidak hanya kuratif, tetapi juga harus diperkuat dari sisi pencegahan,” ujarnya.

Di Kota Bandar Lampung, tercatat sekitar 4.300 kasus TBC pada tahun lalu. Untuk itu, pemerintah akan menerapkan strategi penemuan kasus secara aktif melalui program CKG yang menyasar anggota keluarga pasien.

“Jika ada 4.300 kasus, maka seluruh anggota keluarga di rumah tersebut harus diperiksa. Ini penting untuk memutus rantai penularan,” jelasnya.

Selain itu, pemerintah juga mendorong pemberian Terapi Pencegahan Tuberkulosis (TPT) bagi masyarakat yang tinggal serumah dengan pasien TBC, meski belum menunjukkan gejala.

Sebagai bentuk dukungan terhadap tenaga lapangan, pemerintah akan memberikan insentif bulanan kepada 5.200 kader TBC di seluruh desa di Provinsi Lampung. Langkah ini diharapkan dapat memperkuat penemuan kasus di tingkat akar rumput.

“Anggaran tambahan ini juga akan digunakan untuk pengadaan alat rontgen modern serta memastikan para kader mendapatkan dukungan yang memadai,” tambahnya.

Selain TBC, pemerintah pusat juga terus mengakselerasi penanganan stunting sebagai bagian dari upaya mewujudkan visi Indonesia Emas 2045 melalui peningkatan derajat kesehatan masyarakat secara menyeluruh.

Sementara itu, Wakil Menteri Dalam Negeri Akhmad Wiyagus menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam mendukung percepatan eliminasi penyakit menular secara berkelanjutan.

Dalam kesempatan yang sama, Walikota Bandar Lampung Eva Dwiana juga menegaskan kesiapan daerah menjalankan arahan pemerintah pusat dalam menekan angka TBC.

“Kami terus aktif melakukan sosialisasi kesehatan, termasuk TBC.

Insyaallah angka TBC bisa ditekan, dan kami siap melaksanakan arahan pusat,” ujarnya.

Saat ini, Kota Bandar Lampung didukung 31 puskesmas, terdiri dari 15 puskesmas rawat jalan dan 16 rawat inap, ditambah 50 puskesmas pembantu serta 126 pos layanan kesehatan. (Fs/Red)

Made Hiroki Hadirkan Mesin Pemusnah Sampah Tanpa Asap, Solusi Ramah Lingkungan untuk Bali

Pengusaha Property Muda asal Gianyar dan Anggota DPD RI, Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya
Wedakarna Mahendradatta Wedasteraputra Suyasa, (Ist/Surya)

Bali, Media Dinamika Global - Pengusaha Property Muda asal Gianyar, Bali Made Hiroki Hadirkan Alat Pemusnah Mesin Sampah Tanpa Asap. Mesin pemusnah sampah yang dirancang dengan sistem pembakaran tertutup dan pengaturan alur udara yang optimal. Hal ini nantinya akan menjadi solusi terhadap permasalahan yang terjadi di Bali terkait tentang Sampah.

Made Hiroki menyampaikan gagasannya terkait permasalahan sampah tersebut, kami nanti akan hadirkan Alat Pemusnah Mesin Sampah tanpa asap. Mesin ini fokus pada pemusnahan sampah tanpa menghasilkan asap dan memberikan solusi pengelolaan sampah yang efektif. Sampah Habis, tanpa Polisi udara," ungkap Made Hirok. Senin (13/04/2026).

"Masalah sampah yang terjadi di Bali saat ini berada dalam kondisi siaga/darurat, yang dipicu oleh penutupan TPA Suwung (tempat pembuangan akhir terbesar di Bali) yang direncanakan selesai pada Maret 2026.  "Masalah ini telah menjadi sorotan nasional, bahkan mendapatkan perhatian langsung dari Presiden Prabowo Subianto," tambahnya.

Made Hiroki seorang pengusaha dengan Bendera Usaha Aksara Cristy Legal menawarkan Mesin pengolah sampah asal Jepang yang dikenal memiliki teknologi canggih yang fokus pada efisiensi tinggi, ramah lingkungan, dan konsep ekonomi sirkular. 

Volume Sampah di Pulau Bali memproduksi sekitar 4.281 ton sampah per hari.

Sekitar 50% sampah berasal dari wilayah sarbagita (Denpasar, Badung, Gianyar, dan Tabanan).

"Kami akan undang stakeholder atau para pemimpin daerah Bali serta PHRI (Pengusaha Hotel Restauran Indonesia), dan tokoh masyarakat dalam pemaparan alat pemusnah mesin sampah panpa asap tersebut, yang akan dilaksanakan pada hari Jum'at, 17 April 2026 di Pamela Restaurant, Bali dan ikut dimeriahkan artis/selegram Bali," tuturnya.

Made Hiroki dalam hal ini sangat berterima kasih kepada Anggota DPD RI  Dapil Bali Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna Mahendradatta Wedasteraputra Suyasa alias AWK yang sangat Humble bijak menerima saat bertandang kerumah aspirasi masyarakat Bali untuk mengatarkan undangan mencari solusi sampah di Bali dan berdoa semoga AWK sehat dan bisa memimpin Bali kedepan.

Redaksi |

Dente Teladas Membara, Polsek Dente Teladas Gulung Koboi Jalanan Pemilik Revolver Dan Amunisi Tajam.


Tulang Bawang, Lampung – Mediadinamikaglobal.Id || Tim Unit Reskrim Polsek Dente Teladas, Polres Tulang Bawang, berhasil mematahkan nyali seorang pria yang diduga kuat kerap menebar teror dengan senjata api ilegal Serta sering melakukan tindak.pidana pencurian di wilayah rumbia lampung tengah Tersangka berinisial AS alias Saroji (34), warga Bumi Nabung Ilir, tak berkutik saat aparat meringkusnya beserta sederet barang bukti mematikan pada Minggu 13 April 2026.

Penangkapan ini bak film aksi. Bermula dari laporan istri siri pelaku yang merasa terancam nyawanya akibat penganiayaan, terungkaplah fakta mengerikan bahwa Saroji bukan sekadar suami temperamental, melainkan pria yang selalu membekali diri dengan senjata api rakitan jenis revolver dan amunisi aktif.

Kejadian bermula saat pelaku dengan percaya diri mendatangi Mapolsek Dente Teladas untuk menanyakan laporan istrinya. Namun, insting tajam personel Reskrim di bawah komando Ipda Nurkholik, S.H., mencium gelagat mencurigakan. Saat digeledah, sebuah pisau jenis garpu terselip di pinggangnya.

Tak berhenti di situ, pengembangan dilakukan hingga ke mobil Toyota Avanza milik pelaku yang terjebak di jalan. Hasilnya mengejutkan: polisi menemukan tumpukan senjata tajam berupa golok dan garpu. Puncaknya, pelaku mengakui menyembunyikan "senjata pamungkas" berupa pistol rakitan di dapur rumah kerabatnya.

Barang Bukti yang Diamankan:
 1 Pucuk Senjata Api Rakitan (Revolver)
5 Butir Amunisi Aktif
2 Bilah Senjata Tajam Jenis Garpu. 
1 Bilah Golok Tajam. 

Menanggapi keberhasilan ungkap kasus ini, pihak kepolisian memberikan pernyataan tegas terkait komitmen menjaga kamtibmas di wilayah hukum Polres Tulang Bawang.

"Kami menegaskan bahwa tidak ada ruang bagi premanisme maupun kepemilikan senjata api ilegal di wilayah ini. Penangkapan tersangka AS merupakan bukti respons cepat jajaran Polsek Dente Teladas dalam menindaklanjuti laporan masyarakat demi mencegah terjadinya tindak pidana yang lebih fatal."

"Tersangka saat ini telah kami amankan di Mako Polsek Dente Teladas guna pemeriksaan lebih lanjut. Atas perbuatannya, tersangka dijerat dengan Pasal 1 Ayat 1 dan Pasal 2 Ayat 1 Undang-Undang Darurat Nomor 12 Tahun 1951, dengan ancaman hukuman berat yang menanti," ujar perwakilan Humas mewakili Kapolsek Dente Teladas, Ipda Nurkholik, S.H. (Fs/Red) 

Aditya Ardin Ketua DPD PAN : Saya Berdiri di Tempat Ini dengan Hati yang Penuh Haru


Bima NTB, Media Dinamika Global.id.-- Dulu, dari kejauhan, saya hanya bisa berdiri di belakang—menatap seorang ayah yang berdiri di podium ini. Dengan suara yang tegas, dengan keyakinan yang begitu kuat… saya hanya menjadi saksi, tanpa pernah membayangkan akan berada di posisi yang sama.

Waktu berjalan, dan takdir membawa saya sampai di titik ini. Bukan tanpa air mata, bukan tanpa perjuangan. Ada doa yang tak pernah putus, ada harapan yang terus dijaga, dan ada jejak langkah yang kini saya lanjutkan.

Hari ini bukan tentang saya. Ini tentang seorang anak yang mencoba menjaga amanah, meneruskan nilai, dan membalas kepercayaan.

Untuk ayah… izinkan saya berdiri di sini dengan satu janji: saya akan menjaga nama baik ini, saya akan melanjutkan perjuangan ini, dengan segenap hati.

Bismillah… langkah ini saya titipkan pada doa dan ridha-Nya.(Redaksi Sekjend MDG)

GUGATAN PTUN MENGEMUKA, PELANTIKAN KETUA KONI KABUPATEN BIMA DIMINTA DITUNDA


BIMA, Media Dinamika Global.id.-- Polemik rangkap jabatan Wakil Bupati Bima sebagai Ketua KONI Kabupaten Bima kian memanas. Dalam lanjutan sikapnya, Aliansi Gerakan Nol Rupiah (GNR) Sakti menegaskan bahwa gugatan ke Pengadilan Tata Usaha Negara akan resmi diajukan jika pelantikan Ketua KONI tetap dilaksanakan.

Pernyataan ini disampaikan sebagai hasil penguatan sikap pasca Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi I DPRD Kabupaten Bima, Senin, 13 April 2026.

1. Gugatan Jadi Langkah Tegas

GNR menegaskan bahwa langkah hukum bukan sekadar wacana, melainkan opsi konkret yang akan ditempuh apabila tidak ada penghentian terhadap proses pelantikan Ketua KONI Kabupaten Bima.

“Kami tegaskan, jika pelantikan tetap dilakukan, maka gugatan ke PTUN akan langsung kami ajukan. Ini bentuk komitmen kami menjaga hukum dan mencegah konflik kepentingan,” tegas Abu Yani Jenggot, Kordinator GNR Sakti yang juga Ketua Pemenangan Calon Sudirman.

2. Desak Ketua KONI NTB Tidak Melantik

Selain ancaman gugatan, Gerakan Rakyat Nol Rupiah juga secara terbuka meminta kepada Ketua KONI Provinsi NTB untuk tidak mengakomodir proses pelantikan Ketua KONI Kabupaten Bima yang sebelumnya dipilih secara aklamasi.

Permintaan ini didasarkan pada kekhawatiran bahwa proses pelantikan akan melegitimasi kondisi yang dinilai bermasalah secara hukum dan etika.

“Kami meminta Ketua KONI NTB untuk tidak melantik. Jangan sampai proses yang cacat secara prinsip justru dilegalkan,” lanjut Yani.

3. Aklamasi Dipersoalkan

Proses pemilihan Ketua KONI Kabupaten Bima secara aklamasi turut menjadi sorotan. Meski sah secara organisasi, aliansi menilai hasil tersebut menjadi bermasalah ketika dipegang oleh pejabat publik yang masih aktif menjabat sebagai Wakil Bupati.

Hal ini kembali dikaitkan dengan potensi konflik kepentingan dalam pengelolaan kebijakan dan anggaran olahraga daerah.

4. RDP Jadi Dasar Legitimasi Gerakan

Dalam forum RDP bersama Komisi I DPRD Kabupaten Bima, seluruh aspirasi telah disampaikan secara resmi. DPRD melalui Ketua Komisi I, Supardi, menyatakan akan menindaklanjuti masukan tersebut ke pimpinan.

Namun, hingga saat ini belum ada keputusan atau sikap tegas dari pihak terkait, sehingga membuka ruang bagi eskalasi ke jalur hukum.

5. Publik Menanti Sikap Tegas

Situasi ini kini berada di titik krusial. Keputusan untuk tetap melantik atau menunda pelantikan akan menjadi penentu arah penyelesaian konflik—apakah berakhir secara administratif atau berlanjut ke meja hijau di PTUN.

6. Kesimpulan

Gerakan Rakyat Nol Rupiah menunjukkan konsistensi sikap dengan menempuh jalur konstitusional. Tekanan kini tidak hanya tertuju pada Wakil Bupati Bima, tetapi juga kepada KONI NTB sebagai pihak yang memiliki kewenangan pelantikan.

Jika tidak direspons secara bijak, polemik ini berpotensi berkembang menjadi sengketa hukum terbuka yang menyita perhatian publik lebih luas. (Redaksi Sekjend MDG)

Luar Biasa..‼️ Susilawati, ASN Wanita Pertama Di Instansi Pemkab Tulang Bawang Raih Gelar Doktor Ilmu Pemerintahan di IPDN Kemendagri.


Tulang Bawang, Lampung - Mediadinamikaglobal.Id || Susilawati, Kepala Bidang Sumber Daya Perpustakaan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Tulang Bawang berhasil meraih gelar Doktor Ilmu Pemerintahan pada sekolah Pascasarjana IPDN. Disertasinya berjudul. 

"Implementasi Kebijakan Identitas Kependudukan Digital Dalam Meningkatkan Efisiensi dan Efektivitas Pelayanan Masyarakat di Kabupaten Tulang Bawang Provinsi Lampung" sukses dipertahankan pada sidang promosi doktor di Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Cilandak, Jakarta, 14 Maret 2026, dengan nilai IPK 3,79 dan predikat sangat memuaskan. 

Sidang promosi doktor tersebut diketuai oleh Rektor IPDN dalam hal ini diwakilkan oleh Wakil Rektor Bidang Akademik Prof. Dr. Hyronimus Rowa, M.Si., Tim Promotor yaitu Prof. Dr. Drs. Kusworo, M. Si., Dr. Mulyadi, SP., M.Si., Dr. Dra. Gatiningsih, M. Si. serta Tim Oponen Ahli yaitu Prof. Dr. Muhadam Labolo, M.Si., Prof. Dr. Mansyur Achmad, M.Si., Dr. Ika Sartika, MT., Dr. Ir. Etin Indrayani, MT., Dr. Megandaru W. Kawuryan, S. IP., M. Si. dan Dr. Arsalim, SE., SH., M.Si., nama terakhir merupakan Oponen Ahli Eksternal Dosen Kebijakan Publik dari Universitas Sulawesi Tenggara.

Susilawati yang menjadi lulusan Doktor ke-364 IPDN mengatakan bahwa, pendidikan menjadi kunci penting dalam memberikan pengetahuan, keterampilan dan karakter yang diperlukan untuk berkontribusi pada masyarakat dalam menghadapi tantangan pembangunan kedepan.

Selanjutnya Susilawati juga menyampaikan ucapan terimakasih kepada Rektor IPDN, Tim Promotor, para Oponen Ahli, Bupati Tulang Bawang, Wakil Bupati Tulang Bawang, Sekda Kabupaten Tulang Bawang dan seluruh jajaran serta semua pihak yang telah memberikan dukungan dalam menyelesaikan pendidikan ini. 

"Semoga hasil Studi Program Doktor Ilmu Pemerintahan ini dapat memberikan kemanfaatan bagi diri saya, Pemerintah, dan Masyarakat" tambah ASN Wanita yang berpangkat Pembina Tk. I/(IV/b) ini. 

Riwayat Pendidikan sebagai berikut, TK Pratama Bandar Lampung lulus Tahun 1990; SDN 4 Sawah Brebes lulus Tahun 1996; SLTPN 1 Bandar Lampung lulus Tahun 1999; SMUN 10 Bandar Lampung lulus Tahun 2002; Diploma IV (D-IV) STPDN Jatinangor lulus Tahun 2006; Magister (S-2) Ilmu Hukum Universitas Bandar Lampung lulus Tahun 2009; Doktor (S-3) Ilmu Pemerintahan IPDN lulus Tahun 2026.

Riwayat Pekerjaan, Staf Depdagri Tahun 2002 sd. 2006; Staf Pelaksana Pemkab Tulang Bawang Tahun 2006 sd. 2009; Kasubbag Kemasyarakatan Bagian Kesra Setdakab Tulang Bawang Tahun 2009 sampai dengan. 2014; Kasi Penetapan dan Perhitungan Dispenda Tulang Bawang Tahun 2014 sd. 2017; Kasubbid Pelaporan Pendapatan Bapenda Tulang Bawang Tahun 2017; Kabid Verifikasi dan Pelaporan Bapenda Tulang Bawang Tahun 2017 sampai dengan 2020.

Kabag Administrasi Pembangunan Setdakab Tulang Bawang Tahun 2020 sd 2021; Kabag Organisasi Setdakab Tulang Bawang Tahun 2021 sd 2022; Sekretaris Dinas Kependudukan dan Capil Tahun 2022 sd 2024; Kabid Sumber Daya Perpustakaan dan Deposit Daerah Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Tulang Bawang Tahun 2024 sd sekarang.( Fs/Red)

Reses di Donggo Desa Doridungga Anggota DPRD NTB M. Amirnulah Janji Perjuangkan Aspirasi Warga


Aji Maman Saat Reses di Desa doridungga, Kecamatan Donggo Kabupaten Bima

Donggo NTB, Media Dinamika Global.id.-- Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), Maman Aminurlah, menggelar kegiatan reses di Desa doridungga, Kecamatan Donggo, Kabupaten Bima, Selasa (10/2/2026).

Kegiatan serap aspirasi yang berlangsung di Kantor Desa Doridungga tersebut dihadiri seluruh unsur Pemerintah Desa (Pemdes) serta puluhan warga yang tampak antusias mengikuti jalannya reses.

Kepala Desa doridungga, Jubair Awahab S.pd, menyampaikan apresiasi atas kehadiran legislator NTB dari Fraksi PAN yang akrab disapa Aji Maman itu. Menurutnya, kegiatan reses menjadi ruang penting untuk merawat keakraban sekaligus memperkuat komunikasi antara wakil rakyat dan masyarakat.

Di hadapan Aji Maman, Jubair menyampaikan sejumlah aspirasi pembangunan yang selama ini kerap dikeluhkan warga, di antaranya bantuan pembangunan rabat beton gang permukiman.

Menurutnya, reses merupakan momentum strategis bagi anggota dewan untuk menyerap aspirasi masyarakat secara langsung sekaligus memperkuat hubungan antara wakil rakyat dan konstituen.

Insyaallah seluruh aspirasi masyarakat desa Doridungga akan saya catat dan perjuangkan sesuai kewenangan saya di DPRD NTB, tegasnya Maman.

Ia juga menekankan bahwa jabatan politik harus dimanfaatkan sebagai sarana untuk menebar manfaat dan membantu masyarakat baik melalui program pembangunan maupun kepedulian sosial selama kita bisa perjuangkan tentu kita akan bantu ujarnya.

Salah seorang warga desa Doridungga mengucapkan terima kasih kehadiran anggota DPRD NTB dari dapil VI tersebut ia berharap kegiatan reses dapat memberikan dampak positif bagi pembangunan desa. Semoga reses ini benar-benar membawa manfaat desa Doridungga, katanya.

Anggota DPRD Provinsi NTB, H. Muhammad Aminurlah (Aji Maman), menggelar reses di Desa Doridungga, Kecamatan Donggo, Kabupaten Bima, pada Februari 2026. Reses ini bertujuan menyerap aspirasi warga secara langsung dan berjanji memperjuangkannya di parlemen Udayana, khususnya untuk kebutuhan pembangunan di lima desa di kawasan tersebut. 

Berikut poin penting dari reses tersebut:

Fokus Lokasi: Kegiatan berlangsung di Kantor Desa doridungga, dihadiri pemerintah desa dan tokoh masyarakat setempat.

Tujuan: Memperkuat komunikasi dan merawat keakraban antara wakil rakyat (fraksi PAN) dengan konstituen.

Aspirasi Warga: Warga menyampaikan berbagai kebutuhan pembangunan infrastruktur dan pemberdayaan masyarakat.

Komitmen Wakil Rakyat: H. Muhammad Aminurlah berjanji akan membawa dan memperjuangkan aspirasi dari Kecamatan Donggo pada sidang di DPRD Provinsi NTB. 

Sebagai informasi H. Maman melaksanakan reses di lima desa di kecamatan donggo yakni: desa Doridungga, desa mpili, desa O'O, dan desa kala.(Redaksi Sekjend MDG)

Gubernur NTB Tinjau Kecamatan Donggo, Salurkan Bantuan dan Soroti Akses Air Bersih


Bima, Media Dinamika Global.id.-- Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Lalu Muhamad Iqbal, melakukan kunjungan kerja ke Desa Donggo, Kabupaten Bima. Kunjungan ini menjadi momentum penting untuk melihat langsung kondisi masyarakat sekaligus menyerahkan sejumlah bantuan. Turut mendampingi dalam kegiatan tersebut Kepala Dinas Desa NTB Lalu Hamdi, Kepala Dinas Sosial NTB Masyuri, serta Ketua Baznas NTB, Selasa (3/3/2026).

Dalam dialog bersama warga, Gubernur Iqbal menerima laporan terkait persoalan air bersih. Di atas desa terdapat tampungan air, namun belum dapat disalurkan ke rumah-rumah warga karena belum tersedia jaringan pipa. Selain itu, air menjadi keruh saat musim hujan.

Menanggapi hal tersebut, Gubernur Iqbal menegaskan komitmennya untuk segera memasangkan pipa untuk pengaliran air.

“Air adalah kebutuhan dasar. Tidak boleh ada tampungan air yang tidak bisa dimanfaatkan hanya karena tidak ada pipa”, tegas Gubernur Iqbal.

Pada kesempatan itu, Gubernur Iqbal juga menyerahkan bantuan berupa paket sembako, bantuan uang tunai, 50 sak semen untuk perbaikan jalan desa dan mushola serta 1.000 bibit pohon untuk penghijauan di kawasan yang gundul.

“Bantuan ini mungkin tidak besar, tetapi ini adalah bentuk kehadiran pemerintah. Kita ingin memastikan masyarakat Donggo merasakan perhatian dan dukungan nyata”, ujarnya.

Berdasarkan data pendamping desa, terdapat 150 kepala keluarga (KK) di Desa Mbawa yang terdampak kemiskinan ekstrem dan menjadi fokus penanganan pemerintah. Gubernur Iqbal menegaskan bahwa pengentasan kemiskinan ekstrem menjadi prioritas utama.

“Kita tidak boleh membiarkan saudara-saudara kita hidup dalam kemiskinan ekstrem. Intervensi harus tepat sasaran dan kita akan kawal bersama agar program benar-benar dirasakan masyarakat,” katanya.

Di tengah berbagai keterbatasan, Donggo juga menunjukkan potensi dan kebanggaan tersendiri. Tercatat hampir sekitar 700 warga Donggo menjadi anggota TNI serta sejumlah putra-putri daerah berhasil menempuh pendidikan tinggi di Pulau Jawa dan Sulawesi.

“Saya bangga dengan masyarakat Donggo. Dengan segala keterbatasan, banyak yang berhasil menjadi prajurit TNI dan sarjana. Ini bukti bahwa semangat dan tekad masyarakat Donggo luar biasa”, ungkap Gubernur Iqbal.

Sementara itu, Kepala Dusun Sori Fo’o, Nasrudin, menyampaikan terima kasih atas kunjungan dan bantuan yang diberikan. Dirinya menyebut kunjungan ini sebagai sejarah bagi masyarakat Donggo.

“Kami sangat berterima kasih atas segala sumbangan dan perhatian yang diberikan. Ini adalah kunjungan gubernur pertama ke Donggo, dan masyarakat merasa sangat diperhatikan”, ujarnya.

Kunjungan ini diharapkan menjadi langkah awal percepatan pembangunan infrastruktur dasar, khususnya akses air bersih serta penguatan program penanganan kemiskinan dan pemberdayaan masyarakat di wilayah Donggo, Kabupaten Bima. (Redaksi Sekjend MDG)

Senin, 13 April 2026

Kualitas Menu Terjaga, Orang Tua Murid Puji Layanan MBG di SPPG Uma Lengge Wawo

BIMA,Mediadinamikaglobal.id – Kualitas penyajian makanan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dikelola di Dapur SPPG Uma Lengge, Kecamatan Wawo, Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB), mendapatkan apresiasi positif dari orang tua murid.

Para orang tua menyatakan puas melihat variasi menu yang disajikan setiap hari dinilai sehat, bersih, dan bergizi seimbang. Hal ini dianggap sangat mendukung pertumbuhan fisik dan konsentrasi belajar anak-anak di sekolah. Menu hari ini yang diterima oleh anaknya yakni : Nasi putih 

Telur ceplok saos asam manis

Prekedel tempe 

Sayur wortel dan sawi putih 

Buah jeruk sunkist

Daun selada (lalapan). 

"Kami sangat berterima kasih dan mengapresiasi pengelolaan di Dapur SPPG Uma Lengge ini. Makanan yang diberikan kepada anak-anak terlihat bersih, rasanya enak, dan menunya selalu berganti-ganti sehingga anak tidak bosan," ujar salah satu perwakilan orang tua murid, Selasa (14/04/2025). Pukul 11.00 Wita

Menurut mereka, kehadiran program ini sangat membantu meringankan beban orang tua sekaligus memastikan asupan gizi anak terpenuhi dengan baik. Mereka berharap standar kualitas dan kebersihan makanan ini dapat terus dijaga dan ditingkatkan ke depannya.

Sementara itu, pihak pengelola Dapur SPPG Uma Lengge H.Kasnun menyampaikan terima kasih atas dukungan dan masukan dari masyarakat. Mereka menegaskan komitmennya untuk terus memprioritaskan kebersihan, kesehatan, dan cita rasa dalam setiap penyajian menu MBG.

"Kami berusaha semaksimal mungkin agar anak-anak mendapatkan makanan terbaik. Apresiasi dari orang tua ini menjadi motivasi bagi kami untuk bekerja lebih baik lagi dan terus meningkatkan nutrisi yang berkualitas diatas rata-rata," tutur H. Kasnun. 

Program Makan Bergizi Gratis di wilayah Wawo melalui dapur sentral ini terus berjalan dan dinilai berhasil memberikan dampak positif bagi kesehatan para siswa. (MDG05) 

Dua Terduga Pengedar Sabu Dibekuk di Asakota, Tim Opsnal Sat Resnarkoba Polres Bima Kota Amankan 8 Paket Sabu


Kota Bima, Media Dinamika Global.id.-- Tim Opsnal Sat Resnarkoba Polres Bima Kota kembali berhasil mengungkap kasus peredaran narkotika jenis sabu di wilayah hukumnya. Dua orang terduga pelaku berhasil diamankan di sebuah kos-kosan di Kelurahan Ule, Kecamatan Asakota, Kota Bima.

Pengungkapan kasus tersebut terjadi pada Sabtu, (11/4/2026) sekitar pukul 18.00 Wita. Dalam operasi tersebut, petugas mengamankan dua terduga pelaku masing-masing berinisial GN (39), seorang montir, warga Kelurahan Kolo, Kecamatan Asakota, dan DN (21), seorang ibu rumah tangga, warga Kelurahan Dodu, Kecamatan Rasanae Timur, Kota Bima.

Kapolres Bima Kota AKBP Mubiarto, S.I.K., M.M melalui Kasat Narkoba AKP Jahyadi Sibawaih, S.H menjelaskan bahwa pengungkapan kasus ini berawal dari informasi masyarakat yang menyebutkan sering terjadi transaksi narkotika jenis sabu di wilayah Kelurahan Ule, Kecamatan Asakota.

Menindaklanjuti informasi tersebut, Tim Opsnal Sat Resnarkoba langsung melakukan penyelidikan hingga memperoleh informasi yang akurat (A1). Selanjutnya, tim bergerak menuju lokasi yang dimaksud dan melakukan upaya paksa di sebuah kos-kosan yang berada di RT 016 RW 006 Kelurahan Ule.

“Dalam operasi tersebut, tim berhasil mengamankan dua orang terduga pelaku berinisial GN dan DN,” jelas Kasat Narkoba.

Dalam proses penggeledahan yang disaksikan oleh warga setempat, petugas menemukan sejumlah barang bukti. Di antaranya 8 (delapan) bungkus plastik klip berisi kristal diduga narkotika jenis sabu dengan berat bruto 1,86 gram yang disimpan di atas atap pembatas kos dalam sebuah kotak rokok.

Selain itu, petugas juga menemukan barang bukti lain berupa 1 (satu) bungkus plastik klip kosong, 1 (satu) buah bong, 1 (satu) kotak rokok, 1 (satu) sendok pipet, serta 1 (satu) sumbu yang ditemukan di dalam kamar kos milik DN.

Dari hasil interogasi awal, kedua terduga pelaku memberikan keterangan yang berbelit-belit. Namun, mereka mengaku memperoleh barang haram tersebut dari seseorang yang tidak dikenal.


Saat ini, kedua terduga pelaku beserta seluruh barang bukti telah diamankan di Mako Polres Bima Kota guna proses hukum lebih lanjut.(Redaksi Sekjend MDG)