Media Dinamika Global

Minggu, 05 April 2026

Keluarga Fikri Asal Tambora Buka Donasi untuk Operasi Penyelamatan


Mataram. Media Dinamika Global.Id.– Seorang pasien bernama Fikri, warga Kecamatan Tambora Kabupaten Bima, tengah berjuang melawan kondisi medis serius akibat komplikasi usus buntu yang berujung pada perleketan usus (adhesi). Saat ini, Fikri masih menjalani perawatan intensif di ruang perawatan sambil menunggu tindakan operasi lanjutan. Seperti dikutip dari Media Tambora Info.com

Berdasarkan informasi dari pihak keluarga, Fikri sebelumnya telah menjalani operasi usus buntu. Namun, kondisi kesehatannya justru mengalami penurunan akibat terjadinya perleketan usus, yaitu kondisi di mana bagian usus saling menempel sehingga berpotensi menyebabkan sumbatan berbahaya.

“Setelah operasi pertama, kondisinya belum membaik. Dokter menyarankan operasi ulang secepatnya untuk mencegah komplikasi yang lebih parah,” ungkap Awan Tambora. 

Perleketan usus merupakan kondisi serius yang dapat menghambat sistem pencernaan dan berisiko mengancam nyawa jika tidak segera ditangani. Oleh karena itu, tindakan operasi lanjutan menjadi harapan utama bagi kesembuhan Fikri.

Namun, keterbatasan biaya menjadi kendala besar bagi keluarga dalam melanjutkan pengobatan. Untuk itu, keluarga membuka donasi dan mengajak masyarakat luas untuk turut membantu meringankan beban biaya medis yang harus ditanggung.

“Kami sangat berharap bantuan dari para dermawan. Sekecil apapun bantuan yang diberikan sangat berarti bagi kesembuhan Fikri,” tambahnya.

Bagi masyarakat yang ingin membantu, donasi dapat disalurkan melalui: Bank BRI: 464401033546535 a.n. M. Rusdin

atau menghubungi nomor 0813-5365-3395.

Dukungan doa dan bantuan dari berbagai pihak diharapkan dapat menjadi kekuatan bagi Fikri untuk melewati masa kritis ini dan kembali pulih seperti sedia kala. (Red)

Brimob Polda NTB Kawal Ketat Dewa 19 dan NDX A.K.A di Dompu


Mataram-NTB, Media Dinamika Global – Personel Subden Gegana BKO Polres Dompu dari Polda NTB melaksanakan pengamanan dan pengawalan ketat terhadap rombongan artis nasional Dewa 19 dan NDX A.K.A dalam ajang Mw-Soundwave Festival 2026 yang digelar di Kabupaten Dompu, Sabtu (04/04/26).

Pengamanan dilakukan secara menyeluruh sejak kedatangan rombongan di Bandara Sultan Muhammad Salahuddin hingga menuju lokasi penginapan dan tempat konser, serta pengawalan kembali saat keberangkatan menuju Jakarta.

Kabid Humas Polda NTB, Kombes Pol. Mohammad Kholid, menjelaskan bahwa pengamanan ini dilakukan untuk menjamin keselamatan seluruh kru dan artis yang terlibat dalam festival musik tersebut.

“Untuk memastikan keamanan rombongan artis nasional, Polda NTB melalui Sat Brimob melaksanakan BKO di Polres Dompu guna membantu pengamanan dan pengawalan selama kegiatan berlangsung,” ujarnya.

Selain personel Brimob, pengamanan juga melibatkan jajaran Polres Dompu bersama berbagai stakeholder terkait guna memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman dan lancar.

Kehadiran personel Brimob ini merupakan bagian dari dukungan terhadap pengamanan yang telah dipersiapkan sebelumnya oleh Polres Dompu, sekaligus bentuk pelayanan Polri kepada masyarakat.

“Ini merupakan bagian dari pelayanan Polri, khususnya dalam memberikan jaminan keamanan kepada masyarakat dan seluruh pihak yang terlibat dalam kegiatan,” tambahnya.

Dengan pengamanan terpadu tersebut, pelaksanaan festival musik yang menghadirkan artis papan atas nasional ini diharapkan dapat berlangsung aman, tertib, dan memberikan hiburan berkualitas bagi masyarakat Dompu dan sekitarnya.

Redaksi |

SDN 19 Kota Bima Lalai: Enam Siswa Gagal Ikut TKA, Dugaan Pembiaran Mencuat


KOTA BIMA, Media Dinamika Global.id.— Dugaan kelalaian serius terjadi di SDN 19 Rabangodu Utara, Kota Bima. Enam siswa dilaporkan tidak terdaftar dalam sistem Dapodik, sehingga kehilangan hak mengikuti Tes Kompetensi Akademik (TKA).

Peristiwa ini menuai sorotan tajam. Pasalnya, persoalan tersebut diduga telah diketahui sejak awal, namun tidak segera ditindaklanjuti oleh pihak sekolah. 

Akibatnya, siswa menjadi pihak yang paling dirugikan.

Lebih mengejutkan, kasus ini tidak pandang bulu. Informasi yang beredar menyebutkan bahwa anak dari anggota TNI dan Polri turut menjadi korban, menandakan bahwa persoalan ini bersifat menyeluruh dan bukan kasus individual.

Sejumlah pihak menilai, kejadian ini bukan sekadar kelalaian administratif biasa. Minimnya transparansi dan lambannya respons dari pihak sekolah memperkuat dugaan adanya pembiaran terhadap masalah yang seharusnya bisa dicegah sejak dini.

“Ini bukan lagi soal salah input data. Ini menyangkut hak dasar siswa yang diabaikan,” ujar Cakrawala Budiman di Sosmed, Minggu, 5 April 2026.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada penjelasan resmi yang komprehensif dari pihak sekolah terkait penyebab pasti tidak terdaftarnya siswa dalam Dapodik.

Kasus ini memicu desakan agar Dinas Pendidikan setempat segera turun tangan melakukan investigasi menyeluruh serta memastikan kejadian serupa tidak kembali terulang. (Team MDG)


Smelter Mandek, Emas NTB Terbang, PW SEMMI Bongkar Dugaan Pelanggaran UU Minerba

Ketua PW SEMMI NTB Rizal dengan Background PT. AMNT
Sumbawa Barat, (Ist/Surya).

Mataram, Media Dinamika Global – Kinerja hilirisasi tambang di Nusa Tenggara Barat kembali menjadi sorotan tajam. Pengurus Wilayah Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia (PW SEMMI) NTB melontarkan kritik keras terhadap mandeknya pembangunan dan optimalisasi smelter oleh PT Amman Mineral Nusa Tenggara.

Kondisi ini dinilai bukan sekadar persoalan teknis, melainkan berpotensi mengarah pada pelanggaran serius terhadap Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara yang secara tegas mewajibkan hilirisasi melalui pengolahan dan pemurnian mineral di dalam negeri.

Ketua PW SEMMI NTB, Rizal, menegaskan bahwa stagnasi smelter adalah alarm keras bagi masa depan ekonomi daerah yang selama ini bergantung pada sektor tambang emas dan tembaga.

“Pasal 102 sampai 109 jelas mengamanatkan hilirisasi. Kalau smelter tidak berjalan maksimal, maka patut diduga ada pelanggaran. Ini bukan lagi soal keterlambatan, tapi soal kepatuhan hukum,” tegas Rizal pada Media Ginamika Global. (5/4/26).

Menurutnya, praktik eksploitasi tanpa hilirisasi ibarat “menguras isi bumi tanpa memberi isi kembali” kepada daerah. Emas dan tembaga terus diangkut keluar, sementara nilai tambah yang seharusnya dinikmati masyarakat lokal justru menguap.

PW SEMMI NTB menilai situasi ini berpotensi menciptakan ketimpangan struktural yang serius. Di satu sisi, perusahaan terus beroperasi dan mengambil sumber daya, namun di sisi lain masyarakat lokal belum merasakan dampak signifikan dari kekayaan alam tersebut.

“Jangan sampai NTB hanya jadi ladang eksploitasi. Kekayaan alam diambil, tapi yang tertinggal hanya kerusakan lingkungan dan ketimpangan ekonomi. Ini tidak adil,” lanjutnya dengan nada tajam.

Lebih jauh, mereka menyoroti bahwa hilirisasi bukan sekadar kewajiban administratif di atas kertas. Smelter seharusnya menjadi pintu masuk industrialisasi daerah—menciptakan lapangan kerja, meningkatkan nilai tambah, dan memperkuat ekonomi lokal.

Namun jika proyek tersebut mandek atau tidak optimal, maka yang terjadi justru sebaliknya: potensi ekonomi hilang, kesempatan kerja menyusut, dan ketergantungan terhadap ekspor bahan mentah terus berlanjut.

PW SEMMI NTB pun mendesak pemerintah pusat dan daerah untuk tidak bersikap pasif. Evaluasi menyeluruh terhadap kinerja PT AMNT dinilai mendesak dilakukan, termasuk membuka secara transparan progres pembangunan smelter kepada publik.

“Negara tidak boleh kalah oleh korporasi. Jika ada kewajiban yang tidak dijalankan, harus ada sanksi tegas. Jangan sampai hukum hanya tajam ke bawah, tapi tumpul ke atas,” tegas Rizal.

Di akhir pernyataannya, PW SEMMI NTB mengingatkan bahwa persoalan ini bukan sekadar isu tambang, melainkan menyangkut masa depan daerah dan keadilan bagi masyarakat.

“Ini soal arah pembangunan NTB. Kekayaan alam harus dikelola untuk kemakmuran rakyat, bukan sekadar dieksploitasi tanpa jejak kesejahteraan,” tutupnya.

Sementara salah satu pihak PT AMNT saat dikonfirmasi belum memberikan tanggapan, sehingga berita ini diterbitkan.

Redaksi |

Babinsa Desa Sangia Koramil 1608-03/Sape Dampingi Pembelian Gabah oleh Bulog, Hampir 6 Ton Terserap


Sape.Bima.NTB.Media Dinamika Global.id , Babinsa Desa Sangia, Sertu Syaifullah, melaksanakan kegiatan pengawalan dan pendampingan pembelian gabah di Kelompok Tani (Poktan) So Wowu, Desa Sangia, Kecamatan Sape, Kabupaten Bima, pada Minggu (5/4/2026) pukul 13.45 WITA.

Dalam kegiatan tersebut, gabah milik petani dibeli dengan harga Rp6.500 per kilogram. Total gabah yang berhasil diserap mencapai 5.995,12 kilogram atau hampir 6 ton.



Kegiatan ini turut dihadiri oleh staf gudang Bulog, Babinsa Desa Sangia, Petugas Penyuluh Lapangan (PPL) Desa Sangia, serta anggota Poktan So Wowu.

Pendampingan yang dilakukan Babinsa bertujuan untuk memastikan proses pembelian berjalan tertib, aman, serta sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Selain itu, kehadiran aparat di lapangan juga memberikan rasa aman dan kepercayaan bagi para petani dalam menjual hasil panennya.

Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dengan lancar dan dalam situasi yang aman dan kondusif.(Team.MDG.03)

Tim Inovasi BRIDA Gelar Inovasi Perpustakaan dan Kearsipan Kota Bima


Kota Bima, Media Dinamika Global.id.-- Selasa, 10 Maret 2026, Tim Inovasi BRIDA melakukan pendampingan awal untuk inovasi Dinas perpustakaan dan Arsip Daerah Kota Bima, diskusi dan Konsultasi menjadi perbincangan Hangat tentang inovasi Tahun 2026

Pendampingan awal dalam inovasi perpustakaan adalah langkah krusial untuk memastikan perubahan yang dilakukan bukan sekadar mengikuti tren, melainkan menjawab kebutuhan nyata pemustaka (pengguna).

Inovasi perpustakaan saat ini bukan lagi sekadar digitalisasi buku, melainkan transformasi peran perpustakaan dari "gudang buku" menjadi "pusat komunitas dan kreativitas".

Pendampingan oleh Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) merupakan langkah strategis untuk memvalidasi inovasi perpustakaan agar memiliki dasar ilmiah, dampak terukur, dan potensi untuk direplikasi atau dilombakan

Pada Kesempatan ini Dinas perpustakaan dan Arsip daerah Kota Bima Menyusun 4 Inovasi Layanan Yaitu:

1. JELITA ( Jempput Literasi wisata edukasi)

2. KA'A LILIN ( Perpustakaan Keliling)

3. SI YAN ( Silang Layang)

4. TUNGGU AKU ( Sabtu Minggu Baca Buku)

Tim MDG 

Layanan Perpustakaan Digital iBimakota Selama Work From Anywhere (WFA) di Berlakukan


Kota Bima, Media Dinamika Global.id.-- Pemerintah resmi memberlakukan kebijakan kerja fleksibel atau Work From Anywhere (WFA) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) mulai Rabu (25/3) hingga Jumat (27/3/2026). Langkah ini diambil untuk mengurai kepadatan lalu lintas pada puncak arus balik Lebaran 1447 Hijriah sekaligus meningkatkan efisiensi anggaran negara. Kebijakan ini merujuk pada Surat Edaran Menteri PANRB No. 2/2026. Dalam keterangannya, Kementerian PANRB menegaskan bahwa penyesuaian tugas kedinasan ini bertujuan menjaga kesinambungan penyelenggaraan pemerintahan pasca-libur nasional.

Kebijakan Work From Anywhere (WFA) dalam suasana cuti bersama Hari Raya Nyepi dan Idul Fitri tidak menyurutkan roda pelayanan di lingkungan Pemerintah Kota Bima dalam Hal ini Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah. Pada Rabu (25/3/2026), seluruh jajaran tetap menjalankan tugas pokok dan fungsinya secara optimal, membuktikan bahwa fleksibilitas sistem kerja dapat berjalan beriringan dengan produktivitas tinggi.

Kepala Bidang Pengelolaan Layanan Perpustakaan, menegaskan bahwa penerapan WFA justru menjadi momentum untuk membuktikan ketangguhan dan profesionalisme aparatur negara.

“Pelaksanaan WFA tidak mengurangi komitmen kami dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Seluruh jajaran tetap bekerja secara profesional dan terukur sesuai tugas dan fungsi masing-masing,”

Selama Masa di Berlakukan WFA, Layanan Perpustakaan tetap berjalan dengan Program Ibimakota dan Spot Baca Digital. di mana Kedua aplikasi ini Memberikan Pelayanan Digital kepada Pemustaka yang ingin berkunjung secara Daring untuk Koleksi Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah Kota Bima. 

iBimaKota adalah aplikasi perpustakaan digital persembahan Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah Kota Bima. iBimaKota merupakan aplikasi perpustakaan digital berbasis media sosial yang dilengkapi dengan eReader untuk membaca ebook. Dengan fitur-fitur media sosial Anda dapat terhubung dan berinteraksi dengan pengguna yang lain. Anda dapat memberikan rekomendasi buku yang sedang Anda baca, menyampaikan ulasan buku serta mendapatkan teman baru. Membaca ebook di iBimaKota jadi lebih menyenangkan karena Anda dapat membaca ebook secara online maupun offline.(Sekjend MDG)

Persiapan Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah Kota Bima dalam Mewujudkan Kota Bima Bisa dan Indonesia ASRI melalui lomba OPD Bersih


Kota Bima, Media Dinamika Global.id.-- Lingkungan Hidup merupakan karunia Tuhan Yang Maha Esa yang memberikan manfaat untuk kesejahteraan manusia sehingga perlu dilindungi dan dikelola dengan baik. Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup merupakan upaya terpadu

untuk melestarikan fungsi lingkungan hidup dan merupakan tanggungjawab bersama seluruh pihak tanpa terkecuali. Namun tentunya diperlukan berbagai upaya yang efektif dan efisien untuk menumbuhkembangkan kesadaran akan pentingnya melindungi dan mengelola lingkungan hidup agar selalu sehat, layak dan nyaman untuk kita tinggali. Hal ini mendorong kita untuk menemukan kegiatan sebagai solusi yang bisa dilakukan. Kegiatan penerapan Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup adalah salah

satu kegiatan alternatif yang bisa dilakukan. Dalam rangka meningkatkan kepedulian terhadap perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup di Kota Bima serta memeriahkan HUT Kota Bima yang ke 24 Tahun 2026, Pemerintah Kota Bima

melaksanakan Lomba Lingkungan Bersih, Indah, Sehat, Dan Asri (Bisa) Antar Organisasi Perangkat Daerah dan/atau Unit Kerja Tingkat Kota Bima.


TUJUAN DAN SASARAN

Tujuan dari kegiatan ini adalah :

a. Menumbuhkembangkan kesadaran akan pentingnya perlindungan dan

pengelolaaan lingkungan hidup bagi keberlangsungan hidup kita;

b. Menciptakan kondisi lingkungan yang bersih, indah, sehat dan asri;

c. Meningkatkan kreatifitas dalam kegiatan 3R (Reduce, Reuse dan Recycle)

Sasaran yang ingin dicapai pada kegiatan ini adalah :

a. Memotivasi agar selalu menjaga dan melestarikan lingkungan hidupnya;

b. Meningkatkan kebersihan dan keberadaan ruang terbuka hijau serta kegiatan 3R

di lingkungan sekitar;

c. Menghasilkan inovasi dan kreatifitas yang berkaitan dengan perlindungan dan

pengelolaan lingkungan hidup.(Sekjend MDG)

Sabtu, 04 April 2026

Fokusnya Bukan Lagi Memajukan Pendidikan, Biaya Pendidikan Saja Dipangkas Demi MBG


Indonesia, Media Dinamika Global.id.-- Masalah Operasional SPPG: Ribuan SPPG sempat ditutup sementara atau mendapat teguran karena ditemukan masalah operasional, seperti menu yang tidak sesuai standar (misalnya kasus lele mentah).

Dampak pada Sekolah: Penutupan atau masalah pada dapur SPPG berakibat langsung pada sekolah. Contohnya, 300 siswa di salah satu SD di Makassar tidak menerima makan siang akibat penutupan SPPG.

Beban Tambahan Guru: Guru dan petugas sekolah sering kali ikut terdampak, seperti harus bekerja lebih lama (pulang telat) dan menghadapi ketidakpastian operasional di lapangan.

Polemik Ketidakadilan: Adanya perbandingan perlakuan antara staf SPPG yang diprioritaskan menjadi PPPK, sementara guru honorer merasa terabaikan, menimbulkan keresahan. 

Pihak Badan Gizi Nasional (BGN) bertindak tegas dengan menangguhkan (suspend) SPPG yang dinilai tidak amanah atau "nakal". (Team MDG)

Brimob Lampung Terjunkan Unit Komposit Gegana Antisipasi Gangguan Keamanan Hari Paskah.


Bandar Lampung - Mediadinamikaglobal.Id || Satuan Brimob Polda Lampung mengerahkan Unit Komposit Gegana guna mengamankan jalannya pekan suci perayaan Hari Paskah di sejumlah gereja di wilayah hukum Polresta Bandar Lampung pada Minggu (5/4/2026). Langkah strategis ini diambil sebagai upaya antisipasi terhadap potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas), sehingga umat Nasrani dapat menjalankan ibadah dengan rasa aman dan khidmat.

Unit Komposit Gegana yang diterjunkan terdiri dari personel berkemampuan khusus, mulai dari tim Anti Teror, Penjinak Bom (Jibom), hingga unit Kimia, Biologi, dan Radioaktif (KBR). Personel tersebut disebar secara efektif dan efisien untuk memperkuat pengamanan di beberapa gereja besar di Kota Bandar Lampung, di antaranya Gereja GPIB Marturia, Gereja Katedral Kristus Raja, dan Gereja Santo Yohanes. Selain melakukan penjagaan, anggota di lapangan juga melakukan dialog humanis dengan para jemaat untuk memastikan situasi tetap kondusif.

Dalam pelaksanaan tugasnya, personel Brimob mengedepankan mobilitas tinggi dan kesiapsiagaan penuh di setiap titik pengamanan. Selain memantau area peribadatan, kehadiran pasukan elit Polri ini bertujuan untuk memberikan jaminan keamanan secara intensif namun tetap humanis. Pendekatan dialogis yang dilakukan anggota Gegana diharapkan dapat menghilangkan kecemasan masyarakat terhadap perkembangan situasi keamanan saat ini.

Dansat Brimob Polda Lampung, Kombes Pol Yustanto, menekankan kepada setiap personel agar tidak meremehkan situasi dan selalu waspada dalam menyikapi segala potensi kejadian.

"Jangan *underestimate*, pastikan masyarakat dapat melaksanakan peribadatan dengan rasa aman dan nyaman. Kegiatan ini ditingkatkan secara intensif dan humanis, dengan harapan situasi tetap aman dan tidak terjadi gangguan Kamtibmas di Kota Bandar Lampung," tegasnya dalam arahannya kepada jajaran.

Melalui giat pengamanan ketat ini, Danden Gegana Kompol Yonny berharap kehadiran Brimob dapat mempersempit hingga meniadakan ruang gerak bagi para pelaku kejahatan yang berniat melancarkan aksinya. Pengamanan ini menjadi wujud nyata komitmen Brimob Lampung dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, selaras dengan semboyan "Jiwa Ragaku Demi Kemanusiaan" demi terciptanya situasi wilayah yang damai selama perayaan hari besar keagamaan. (Fs/Red)