Media Dinamika Global

Kamis, 02 April 2026

Integrasikan Nilai Agama dan Pendidikan, SMAN 1 Wawo Adakan Kegiatan Khataman Al-Qur'an, Halal Bihalal dan Do'a Menyambut Ujian

Bima,Mediadinamikaglobal.id – SMAN 1 Wawo menggelar kegiatan do'a menyambut ujian, halal bihalal dan khataman Al-Qur'an sebagai bagian dari upaya mengintegrasikan nilai agama dalam proses pendidikan di sekolah. Kegiatan yang berlangsung pada hari Kamis (2/4/2026) di halaman utama sekolah diikuti oleh sekitar 127 siswa. 

Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Kepala Cabang Dikpora Wilayah VI (Kota/Kabupaten Bima) Provinsi NTB Fahmi Hatib,S.Pd., M. Pd, Camat Wawo Syarifudin Bahsyar, S. Sos, Kapolsek Wawo Iptu Ikhsan, SH, Danramil 1608-06/Wawo diwakili Bati Bhakti TNI Pelda Sahlan, Korwil Dikbudpora Kecamatan Wawo diwakili Sumardin, S. Pd.,M.Si, Kepsek SMAN 1 Wawo Irwan, S. Pd, Ketua MUI Kec. Wawo Muhdar,S.Ag.,M.Pd, Ketua Lebe Na'e Kec. Wawo H. Natsir, ustad Akbar, Ketua PKK Kecamatan Wawo Syamsuryati, A. Md. Keb, Ketua Komite SMAN 1 Wawo Zunaiddin, para guru, para orangtua dan sejumlah siswa SMAN 1 Wawo.

Sambutan Kepsek SMAN 1 Wawo
Irwan, S. Pd
Kepala SMAN 1 Wawo, Irwan, S. Pd, menjelaskan bahwa kegiatan ini tidak hanya bertujuan untuk menyelesaikan pembacaan Al-Qur'an, tetapi juga untuk menanamkan rasa cinta terhadap kitab suci dan memperkuat karakter religius siswa. 

"Pendidikan bukan hanya soal nilai akademik, tetapi juga pembentukan pribadi yang baik dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Melalui khataman Al-Qur'an, kami harap siswa dapat memahami dan mengamalkan ajaran yang terkandung di dalamnya," ujarnya.

Ia juga menambahkan, SMAN 1 Wawo meraih prestasi membanggakan setelah beberapa siswanya dinyatakan lulus melalui Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) Tahun 2026. Hasil ini menjadi bukti nyata dari kerja keras siswa, dukungan keluarga, dan dedikasi para pendidik di sekolah tersebut.

Sebagaimana diketahui, SNBP 2026 merupakan jalur utama masuk Perguruan Tinggi Negeri (PTN) yang berbasis prestasi akademik selama masa studi SMA. Tahun ini, sebanyak 11 siswa yang berhasil lolos dibandingkan tahun lalu sebanyak 18 siswa dikarenakan faktor ekonomi saat ini yang berkurang. Para siswa yang lolos seleksi semuanya memilih PTN Unram sesuai dengan minat dan bakatnya masing-masing. 

Kepala Sekolah SMAN 1 Wawo, Irwan,S.Pd menyampaikan rasa bangga dan syukur atas pencapaian ini. 

"Kami sangat bersyukur karena prestasi ini menunjukkan bahwa upaya bersama dalam mendidik dan mengembangkan potensi siswa telah memberikan hasil yang memuaskan. Semoga ini dapat menjadi inspirasi bagi teman-teman sekelas lainnya untuk terus berprestasi," ungkapnya.

Kepala Cabang Dikpora Wilayah VI (Kota/Kabupaten Bima) Provinsi NTB
Fahmi Hatib,S.Pd., M. Pd,

Sementara itu, Kepala Cabang Dikpora Wilayah VI (Kota/Kabupaten Bima) Provinsi NTB Fahmi Hatib,S.Pd., M. Pd,menyampaikan kegiatan ini bisa dijadikan acuan dalam kehidupan ditengah masyarakat dan besar harapannya kepada Kepala sekolah dan para guru bisa terus membimbing anak-anak kearah yang lebih baik lagi. Program literasi ini merupakan program pembentukan dan peningkatan karakter yang tentunya akan berdampak kepada bagaimana lulusan atau alumni SMAN 1 Wawo kedepannya. 

"Dimohon kepada Bapak/ibu guru untuk selalu bersabar dan ikhlas. Semoga bapak/ibu guru yang mendampingi anak-anak selama 3 tahun ini selalu diberikan pahala yang sebesar-besarnya. Kami selaku Dikpora Cabang Wilayah VI tingkat Provinsi NTB mengucapkan terimakasih kepada seluruh keluarga besar SMAN 1 Wawo dan terkhusus kepada hadirin semuanya," ucapnya. 

Acara dimulai dengan sambutan pembukaan oleh Kepala Sekolah dan sambutan Kepala Dikpora Cabang Wilayah VI, diikuti dengan pembacaan ayat suci Al-Qur'an oleh beberapa perwakilan siswa yang didampingi langsung oleh Ketua MUI Kecamatan Wawo Muhdar, S. Ag.,M.Pd, Ketua Lebe Na'e H. Natsir dan Ustad Akbar. Selanjutnya, ada sesi pembagian sertifikat penghargaan kepada peserta yang berhasil menyelesaikan khataman, serta ceramah singkat tentang pentingnya mengamalkan ajaran Al-Qur'an dalam kehidupan sehari-hari oleh Ketua MUI Kecamatan Wawo,Muhdar,S.Ag.,M.Pd.

Pembagian sertifikat 

Kegiatan diakhiri dengan doa bersama dan foto bersama seluruh peserta. pihak sekolah menyatakan bahwa kegiatan khataman Al-Qur'an ini akan menjadi agenda tahunan untuk terus memperkuat sinergi antara pendidikan akademik dan pembinaan nilai agama di SMAN 1 Wawo. (MDG05)  

Babinsa Desa Sangia Koramil 1608-03/Sape Gelar Sosialisasi dan Pemasangan Bendera Merah Putih di Dusun Talima


Sape.Bima.NTB.Media Dinamika Global.id.Dalam upaya menumbuhkan semangat nasionalisme dan cinta tanah air, Babinsa Desa Sangia, Sertu Syaifullah, melaksanakan kegiatan sosialisasi sekaligus pemasangan Bendera Merah Putih bersama warga binaannya. Kegiatan tersebut berlangsung pada Kamis (2/4) pukul 12.00 WITA di Dusun Talima, Desa Sangia, Kecamatan Sape, Kabupaten Bima.

Kegiatan ini bertujuan untuk memupuk jiwa patriotisme serta menanamkan nilai-nilai perjuangan kepada masyarakat, khususnya dalam memperkuat rasa cinta terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).


Dalam pelaksanaannya, Sertu Syaifullah bersama warga setempat secara langsung melakukan pemasangan bendera di lingkungan dusun, disertai dengan sosialisasi mengenai pentingnya menjaga persatuan dan menghargai simbol-simbol negara.

Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dengan tertib, aman, dan lancar. Dokumentasi kegiatan turut dilampirkan sebagai bagian dari laporan.

(Team.MDG.03)

Di Ujung Anggaran: Kisah Daerah yang Kehilangan Nafas Keuangan


Oleh M.Fakhrur Rodzi, M.IP (Akademisi, Lingkar Pinggir Bima)

Bima-NTB, Media Dinamika Global.Id - Di tengah semangat pembangunan yang terus digaungkan, banyak daerah justru berdiri di ujung napas keuangan yang kian menipis. Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) yang semestinya menjadi instrumen utama pelayanan publik, kini menghadapi tekanan serius. Salah satu penyebab yang tak bisa diabaikan adalah pemotongan Transfer ke Daerah (TKD) dengan dalih efisiensi, yang kemudian dialihkan untuk berbagai program strategis nasional seperti Makan Bergizi Gratis (MBG), penguatan koperasi desa (Kopdes), dan program lainnya.

Di atas kertas, kebijakan ini tampak mulia. Siapa yang menolak peningkatan gizi masyarakat? Siapa yang tidak sepakat bahwa koperasi desa perlu diperkuat? Namun, persoalan menjadi kompleks ketika kebijakan tersebut tidak diiringi dengan perhitungan matang terhadap kapasitas fiskal daerah. Pemotongan TKD, yang selama ini menjadi tulang punggung pembiayaan daerah, justru membuat banyak pemerintah daerah kehilangan ruang geraknya.

Daerah kini seperti dipaksa berlari dengan kaki yang terikat. Di satu sisi, mereka dituntut untuk tetap memberikan pelayanan optimal—mulai dari pendidikan, kesehatan, hingga infrastruktur dasar. Di sisi lain, sumber daya keuangan yang tersedia semakin terbatas. Akibatnya, banyak program prioritas daerah terpaksa ditunda, bahkan dibatalkan.

Lebih jauh, kondisi ini berpotensi menciptakan ketimpangan baru. Daerah yang memiliki Pendapatan Asli Daerah (PAD) kuat mungkin masih bisa bertahan. Namun, bagi daerah yang sangat bergantung pada TKD, pemotongan ini ibarat mencabut sumber oksigen terakhir. Pembangunan melambat, kualitas layanan menurun, dan kepercayaan publik pun ikut tergerus.

Efisiensi anggaran memang penting, tetapi efisiensi yang tidak sensitif terhadap kondisi riil daerah justru bisa menjadi bumerang. Alih-alih memperkuat fondasi pembangunan, kebijakan ini berisiko melemahkan sendi-sendi pemerintahan daerah. Program nasional seharusnya tidak berjalan dengan mengorbankan stabilitas fiskal daerah, melainkan melalui sinergi yang adil dan proporsional.

Di titik ini, pemerintah pusat perlu membuka ruang dialog yang lebih luas dengan pemerintah daerah. Pendekatan satu arah dalam pengelolaan fiskal hanya akan melahirkan kebijakan yang timpang. Daerah bukan sekadar pelaksana, melainkan mitra strategis dalam pembangunan nasional.

Sudah saatnya kita bertanya: apakah efisiensi yang dilakukan benar-benar menghasilkan dampak optimal, atau justru memindahkan beban ke pundak daerah? Sebab jika daerah terus dipaksa bertahan di ujung anggaran, maka yang terancam bukan hanya angka-angka dalam laporan keuangan, tetapi juga masa depan pelayanan publik dan kesejahteraan masyarakat.

Pada akhirnya, menjaga napas keuangan daerah bukan sekadar soal angka, melainkan soal keberlanjutan pembangunan itu sendiri. Jika napas itu terhenti, maka harapan masyarakat di daerah pun perlahan ikut meredup. (Waketum MDG)

Babinsa Desa Rato Koramil 1608-03/Sape Hadiri Bimbingan Teknis Brigade Pangan di Kecamatan Lambu


Lambu.Bima.NTB.Media Dinamika Global.id Dalam rangka mendukung program Ketahanan Pangan Nasional, Babinsa Desa Rato, Sertu Wahyudin, anggota Posramil Lambu Koramil 1608-03/Sape, menghadiri kegiatan Bimbingan Teknis Brigade Pangan BP Flora Gemilang. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Kamis (2/4) pukul 08.40 WITA, bertempat di aula Kantor Desa Rato, Kecamatan Lambu, Kabupaten Bima.



Acara ini dihadiri oleh sejumlah pihak terkait, antara lain Kepala UPT Pertanian Kecamatan Lambu, Kepala BPP Pertanian Kecamatan Lambu, perwakilan Kepala Desa Rato yang diwakili oleh Sekretaris Desa, Babinsa Desa Rato, para Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) se-Kecamatan Lambu, serta Ketua dan anggota Kelompok Brigade Pangan BP Flora Gemilang.

Kegiatan bimbingan teknis ini bertujuan untuk memberikan penyuluhan serta meningkatkan pemahaman para peserta terkait penguatan sektor pangan, sebagai bagian dari upaya mendukung ketahanan pangan nasional di tingkat daerah.

Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dengan tertib, aman, dan lancar hingga selesai pada pukul 11.00 WITA.( Team.MDG.03)

Babinsa Desa Oi Maci Koramil 1608-03/Sape Gelar Sosialisasi dan Pemasangan Bendera Merah Putih


Sape.Bima.NTB.Media Dinamika Global.id Dalam upaya menumbuhkan semangat nasionalisme dan kecintaan terhadap tanah air, Serka Sahrul selaku Babinsa Desa Oi Maci melaksanakan kegiatan sosialisasi dan pemasangan Bendera Merah Putih bersama warga binaan.



Kegiatan tersebut berlangsung pada Kamis (2/4) pukul 09.00 WITA di Dusun Sumpi, Desa Oi Maci, Kecamatan Sape, Kabupaten Bima. Sosialisasi ini bertujuan untuk memupuk jiwa patriotisme serta memperkuat rasa cinta masyarakat terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Warga setempat terlihat antusias mengikuti kegiatan, yang juga diisi dengan pemasangan Bendera Merah Putih sebagai simbol persatuan dan kebanggaan nasional.

Selama kegiatan berlangsung, situasi terpantau aman, tertib, dan lancar tanpa kendala berarti. (Team.MDG.03)

Rabu, 01 April 2026

Serda Abdul Hafid Koramil 1608-03/Sape Gelar Sosialisasi dan Pemasangan Bendera Merah Putih di Desa Rasabou


Sape.Bima.NTB.Media Dinamika Global.id Dalam upaya menumbuhkan semangat nasionalisme dan cinta tanah air, Serda Abdul Hafid melaksanakan kegiatan sosialisasi sekaligus pemasangan Bendera Merah Putih bersama warga binaan. Kegiatan ini berlangsung pada Kamis (2/4) pukul 08.00 WITA di RT 12 RW 006, Dusun Rasabou, Desa Rasabou, Kecamatan Sape, Kabupaten Bima.



Kegiatan tersebut bertujuan untuk memupuk jiwa patriotisme serta memperkuat rasa cinta kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) di kalangan masyarakat setempat. Warga tampak antusias mengikuti rangkaian kegiatan yang dilaksanakan secara bersama-sama.

Selain sosialisasi, pemasangan Bendera Merah Putih di lingkungan warga juga menjadi simbol nyata dalam mengingatkan pentingnya menjaga persatuan dan kesatuan bangsa.

Selama kegiatan berlangsung, situasi terpantau aman, tertib, dan lancar tanpa adanya kendala berarti.

(Team.MDG.03)

Cekcok WNA Pakistan dengan Seorang Wanita di Mataram Berakhir Damai di Kantor Polisi


Mataram, Media Dinamika Global - Unit Reskrim Polsek Mataram turun tangan memediasi perselisihan antara seorang Warga Negara Asing (WNA) asal Pakistan berinisial IM dengan seorang wanita berinisial SZM. Keributan yang terjadi di sebuah rumah kos di wilayah Pagutan, Selasa (31/03/2026) sore itu dipicu persoalan ponsel iPhone 15 Pro Max.

Kapolsek Mataram, AKP Mulyadi, S.H., menjelaskan bahwa insiden bermula ketika IM mendatangi kos SZM untuk mengambil kembali ponsel yang sebelumnya ia berikan. Namun situasi memanas setelah SZM mengaku telah menggadaikan ponsel tersebut senilai Rp2 juta untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

“Dari keterangan yang kami himpun, keduanya sempat menjalin hubungan selama kurang lebih satu bulan. Perselisihan muncul karena adanya kecemburuan dari pihak IM yang kemudian berujung pada permintaan pengembalian barang,” jelas AKP Mulyadi.

Ketegangan di lokasi sempat meningkat hingga terjadi dugaan kontak fisik ringan. Petugas yang menerima laporan langsung mengamankan situasi dan membawa kedua pihak ke Mapolsek Mataram untuk dilakukan mediasi.

Dalam proses tersebut, polisi bahkan menggunakan bantuan aplikasi penerjemah agar komunikasi antara kedua belah pihak dapat berjalan lancar. IM tetap bersikeras meminta ponselnya dikembalikan saat itu juga, sementara SZM meminta waktu hingga 2 April untuk menebus ponsel dari pihak ketiga di wilayah Cakranegara.

“Kami sudah berupaya menjembatani, termasuk meminta pihak SZM menghubungi orang yang menerima gadai, namun nomor yang bersangkutan tidak aktif. Kami juga menawarkan jalur laporan resmi, namun IM memilih tidak melapor,” tambah Kapolsek.

Hingga mediasi berakhir sekitar pukul 17.30 WITA, kesepakatan belum tercapai. IM memilih meninggalkan kantor polisi dengan rencana melaporkan persoalan tersebut ke pihak kedutaannya.

Diketahui, IM telah tinggal di Kota Mataram selama kurang lebih tiga bulan dan menetap di kawasan Perumahan Griya Udayana.

Pihak kepolisian memastikan akan terus memantau perkembangan kasus ini guna mengantisipasi potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah hukum Polsek Mataram.

Redaksi |

SDN 12 Sarae Kota Bima Gelar Sholat Dzuhur Secara Berjamaah


Kota Bima, Media Dinamika Global.id.-- Pelaksanaan Sholat Dzuhur berjamaah di SDN 12 Sarae Kota Bima menjadi salah satu kegiatan rutin yang dilaksanakan setiap hari sebelum siswa pulang sekolah. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh murid dan guru dengan penuh kesadaran dan kedisiplinan. Suasana khusyuk tampak saat seluruh warga sekolah berkumpul untuk menunaikan ibadah, menciptakan lingkungan yang religius dan penuh ketenangan di tengah aktivitas belajar mengajar.

Kepala sekolah bersama para guru berperan aktif dalam membimbing dan mengarahkan siswa agar dapat melaksanakan sholat dengan baik dan benar. Selain sebagai kewajiban ibadah, kegiatan ini juga menjadi sarana pembelajaran langsung dalam menanamkan nilai-nilai keimanan dan ketaqwaan kepada Allah SWT. Melalui pembiasaan ini, siswa diajarkan pentingnya menjaga hubungan dengan Tuhan sekaligus membentuk sikap disiplin dan tanggung jawab.

Dengan adanya kegiatan sholat Dzuhur berjamaah secara rutin, SDN 12 Sarae Kota Bima terus berkomitmen dalam membentuk karakter peserta didik sejak dini. Nilai-nilai religius yang ditanamkan diharapkan dapat menjadi bekal bagi siswa dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan sekolah maupun di masyarakat. Kegiatan ini menjadi wujud nyata upaya sekolah dalam menciptakan generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki akhlak yang mulia.(Sekjend MDG)

Kuasa Hukum Korban Mochamad Yahdi, SH., MH. Dkk, dan Keluarga Desak Polisi Tangkap Pelaku Penculikan Mahasiswa Tamsis


Bima NTB. Media Dinamika Global.Id.- Kuasa hukum Mochamad Yahdi, SH., MH. dan keluarga korban Arif Hendrawan, mendesak pihak kepolisian untuk mengungkap dalang di balik aksi penculikan selama sepuluh hari TKP Desa Cenggu Belo penyiraman air keras.

Hal itu ia sampaikan saat hendak menjenguk korban yang masih dirawat di Puskesmas Langgudu, Rabu (1/4/2026), bersama kuasa Hukum dan keluarga korban.

Kuasa hukum menuding bahwa penculikan terhadap Arif Hendrawan tindak kriminal biasa, melainkan kejahatan serius yang terencana.

Ia menambahkan, siapapun pelakunya harus diproses hukum dan ditempatkan di tempat yang semestinya.

Menurut Kuasa Hukum Mochammad Yahdi, SH., MH, penculikan selama sebelas hari di Desa Cenggu Kecamatan Belo dan Penganiayaan tersebut bukan tindakan spontan, melainkan ada motif tertentu di baliknya.

Sementara itu, berdasarkan pantauan media dinamika Global di Puskesmas Langgudu tempat korban dirawat, Kuasa Hukum Mochammad Yahdi SH MH dan Keluarga sudah berhasil bertemu dengan korban hingga pukul 13.00 WITA.

Keduanya akhirnya berbincang dengan keluarga untuk menyampaikan dukungan moral.

Saat itu, Arif Hendrawan sedang duduk di jalan ketika pelaku berboncengan membawa di Desa Cenggu Kecamatan Belo dari Rupe Langgudu.

Sementara pelaku lebih  dari dua orang, Salah satu pelaku kemudian memukul gunakan besi dan batu ke tubuh Arif hingga mengenai kepala, tangan, dada, dan mata luka memar.

Akibat Penculikan dan Penganiayaan itu, Arif Hendrawan mengalami luka sobek kepala serius dan langsung dilarikan ke rumah sakit. Saksi memastikan tidak ada barang korban yang hilang dalam kejadian tersebut.(IHS MDG).

Literasi Budaya SDN 12 Sarae Kota Bima : Tanao Sama Rimpu Mantika


Kota Bima, Media Dinamika Global.id.— SDN 12 Sarae Kota Bima melaksanakan kegiatan Literasi Budaya bertajuk “Tanao Sama Rimpu Mantika” yang berlangsung dengan penuh semangat dan nuansa kearifan lokal. Dalam kegiatan ini, murid perempuan mengenakan Rimpu Mantika, sementara murid laki-laki memakai Katente Tembe sebagai bentuk pengenalan dan pelestarian budaya daerah sejak usia dini. Seluruh rangkaian kegiatan dipandu oleh guru-guru hebat SDN 12 Sarae yang dengan penuh dedikasi membimbing siswa dalam memahami nilai-nilai budaya Bima, kamis 2 April 2026.

Kepala SDN 12 Sarae Kota Bima, Asikin, S.Pd.SD, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya persiapan serta dukungan dalam mensukseskan Festival Rimpu Mantika yang akan dilaksanakan pada tanggal 25 hingga 27 April 2026. Melalui kegiatan literasi budaya ini, diharapkan siswa tidak hanya mengenal busana tradisional, tetapi juga memahami filosofi, makna, dan pentingnya menjaga warisan budaya sebagai identitas daerah.

Festival Rimpu Mantika yang kembali menjadi bagian dari Karisma Event Nusantara mengusung tema “Preserving Culture and History”. Momentum ini menjadi ajakan bagi seluruh masyarakat untuk bersama-sama melestarikan budaya Rimpu, sekaligus mengangkat citra budaya dan produk lokal. Dengan semangat kebersamaan, diharapkan budaya daerah semakin berkembang dan mampu menjadi bagian dari kekayaan budaya Nusantara yang kreatif dan berdaya saing.(Sekjend MDG)