Media Dinamika Global

Kamis, 05 Maret 2026

Guru di Kejutkan Temukan Se Ekor Tikus Yang Masih Hidup dalam Makanan Bergizi Gratis (MBG) di SDN 1 Wawo Kambilo Kab, Bima


Bima, Media Dinamika Global.id.-- Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang disalurkan melalui Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Wawo di Desa Kambilo, Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB), menuai sorotan. Pasalnya, dalam sajian makanan untuk siswa ditemukan seekor tikus hidup serta roti yang telah berjamur. Temuan tersebut terjadi di SDN 1 Kambilo pada Jumat lalu saat para guru membuka kantong plastik berisi menu MBG yang akan dibagikan kepada siswa. Di dalam salah satu kantong plastik berwarna merah, guru dikejutkan dengan keberadaan seekor tikus yang masih hidup. Selain itu, beberapa hari setelah kejadian tersebut, muncul lagi temuan makanan yang tidak layak konsumsi. Pada Senin, 2 Maret 2026, guru di sekolah yang sama kembali menemukan kue dalam paket MBG yang sudah berjamur.

Salah satu pemuda Wawo Kambilo, Ramadan, mengkritik keras kejadian tersebut. Ia menilai pelaksanaan program MBG di wilayah itu perlu segera dievaluasi karena dinilai tidak memenuhi standar keamanan pangan.

Menurut pria yang akrab disapa Negeri Langit itu, program yang digagas Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto seharusnya dijalankan dengan penuh tanggung jawab karena menggunakan anggaran negara. “Ini tidak amanah. MBG itu menggunakan anggaran negara, bukan anggaran pribadi,” kata dia kepada media, Kamis (5/3/2026).

Ia menjelaskan, kejadian bermula ketika guru membuka kantong plastik menu MBG dan menemukan tikus di dalamnya. Beberapa hari kemudian, masalah baru muncul saat paket makanan kembali ditemukan dalam kondisi tidak layak konsumsi karena sudah berjamur.(Jurnalis MDG)

Berbagi di Bulan Suci Ramadhan, Koramil 1608-06/Wawo Bersama Ketua Persit Ranting 7 Bagikan Paket Kepada Masyarakat

Bima, Mediadinamikaglobal.id - Dalam rangka menyemarakkan bulan suci Ramadhan 1447 H/2026 M, personel Koramil 1608-06/Wawo DPP Peltu Sahlan Bati Tuud bersama Ibu-ibu Persit ranting 7 melaksanakan Bhakti sosial dalam rangka bulan suci ramadhan dengan tema "Berbagi Kepedulian Menebar Kebahagian", kegiatan berbagi paket kepada masyarakat di Wilayah binaan Koramil 1608-06/Wawo, Kecamatan Langgudu, Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB). Kamis (05/03/2026), pukul 08.30 Wita. 

Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Bati Tuud Koramil 1608-06/Wawo, Dpp Peltu Sahlan, didampingi Ibu Ketua Persit Ranting 7 Koramil 1608-06/Wawo. Dengan penuh semangat kebersamaan, anggota Koramil dan Persit turun langsung membagikan puluhan paket takjil kepada masyarakat yang layak membutuhkan.

Koramil 1608-06/Wawo, Dpp Peltu Sahlan menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan wujud kepedulian TNI bersama Persit kepada masyarakat, sekaligus sarana mempererat tali silaturahmi.

“Momentum Ramadhan ini menjadi kesempatan bagi kami untuk berbagi dan semakin mendekatkan diri dengan masyarakat. Semoga apa yang kami berikan membawa manfaat dan keberkahan,” ujarnya.

Ia menambahkan, di Wilayah binaan Koramil 1608-06/Wawo Khususnya di Kecamatan Langgudu telah melaksanakan kegiatan di berbagai titik yakni : Desa Rompo, Desa Sambane, Desa Dumu, dan Desa Doro O'o. 

Sementara itu, kehadiran Ibu-ibu Persit menambah suasana kebersamaan dan kekeluargaan dalam kegiatan tersebut. Warga yang menerima paket tampak antusias dan menyampaikan apresiasi atas kepedulian Koramil dan Persit.

Kegiatan berlangsung dengan tertib, aman dan lancar, serta tetap memperhatikan faktor keselamatan di jalan raya. Melalui kegiatan sosial ini, diharapkan sinergitas antara TNI, Persit dan masyarakat semakin kuat dalam menjaga kebersamaan di wilayah binaan.(MDG)  

TMMD Ke-127 Kodim 1608/Bima Kembali Menunjukkan Progres Pembangunan Rumah Tidak Layak Huni (RTH) Desa Waro Kec, Monta


Bima NTB, Media Dinamika Global.id.-- Program TMMD ke-127 Kodim 1608/Bima kembali menunjukkan progres menggembirakan. Pembangunan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) di Desa Waro, Kecamatan Monta kini telah rampung pada tahap utama dan memasuki proses finishing.

Babinsa Desa Waro Sertu Saturnino Amaral bersama anggota Babinsa wilayah teritorial Koramil 1608-07/Monta terus bahu-membahu membantu pengerjaan di lapangan. Kebersamaan antara TNI dan masyarakat terlihat jelas dalam proses penyelesaian rumah tersebut.

Kegiatan ini juga dipantau langsung oleh Perwira Penghubung (Pabung) Kodim 1608/Bima Mayor Cpl Rusdi Mail selaku Wakil Komandan Satuan Tugas (Wadansatgas) TMMD ke-127. Dalam peninjauannya, ia memastikan seluruh pekerjaan berjalan sesuai rencana dan dapat segera diselesaikan.

Dengan rampungnya pembangunan RTLH ini, diharapkan dapat memberikan hunian yang lebih layak, aman, dan nyaman bagi penerima manfaat. Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) sendiri menjadi wujud nyata sinergi antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam meningkatkan kesejahteraan warga di wilayah pedesaan.(Jurnalis MDG)

Wujudkan Pemerataan, Pemprov NTB Siapkan Investasi Pendidikan bagi SMK di Wilayah Pelosok


Lombok Tengah, Media Dinamika Global.Id.- ​Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (Pemprov NTB) berkomitmen penuh untuk menghapus stigma Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) sebagai penyumbang angka pengangguran. Dalam kunjungannya di SMKN 1 Kopang, pada Rabu (4/3/2026).

Gubernur menekankan, pentingnya sertifikasi keahlian sebagai kunci utama lulusan SMK terserap di dunia kerja.

​"SMK tidak boleh lagi menjadi penyumbang pengangguran. Salah satu kendala selama ini adalah masalah sertifikasi LSP-P (Lembaga Sertifikasi Profesi). Oleh karena itu, semester ini pemerintah provinsi menyiapkan subsidi untuk sekitar 420 hingga 430 sertifikasi," ujarnya.

​Langkah ini diambil agar para siswa tidak hanya mengantongi ijazah saat lulus, tetapi juga memiliki sertifikat kompetensi yang diakui secara nasional maupun internasional. Hal ini diharapkan mempermudah lulusan masuk ke dunia kerja, baik di dalam negeri maupun luar negeri. Jika program ini terbukti efektif, Pemprov NTB berencana menjadikannya sebagai anggaran rutin setiap tahun.

Selain masalah sertifikasi, Gubernur juga menyoroti adanya kesenjangan perkembangan antara SMK di wilayah perkotaan dan pedesaan. SMK di kota dinilai lebih cepat berkembang karena jumlah murid yang banyak, sehingga dana Biaya Penyelenggaraan Pendidikan (BPP) yang terkumpul lebih besar.

​Sebaliknya, SMK di wilayah pedesaan seperti Kopang seringkali menghadapi kendala finansial karena mayoritas siswanya berada pada status ekonomi desil 1 dan 2 (kurang mampu), sehingga tidak mampu membayar Biaya Penyelenggaraan Pendidikan (BPP).

​Untuk mengatasi hal tersebut, Pemprov NTB tengah menghitung skema investasi melalui dana BOSDA (Bantuan Operasional Sekolah Daerah).

"Insya Allah kami akan investasi BOSDA untuk daerah-daerah yang siswanya banyak dari kategori ekonomi rendah. Kami ingin level perkembangan SMK di kota dan desa bisa bersaing secara adil," tegasnya.

​Di akhir kunjungannya, Gubernur memberikan motivasi kepada para siswa agar tetap semangat mengejar prestasi. Ia menegaskan bahwa siswa yang tinggal di kampung tetap memiliki akses dan kesempatan yang sama untuk maju dan berkembang layaknya siswa di kota.

Sementara itu, Kepala Sekolah SMKN 1 Kopang, Lalu Subhanudin, M. Pd., mengungkapkan bahwa sekolah yang dipimpinnya telah melakukan langkah progresif melalui kerja sama dengan Pertamina Pusat (Enduro). Kerja sama ini mencakup berbagai aspek pengembangan kualitas siswa dan guru.

​"Alhamdulillah, melalui kerja sama dengan Pertamina, kami telah menghadirkan dua pembalap MotoGP untuk memberikan motivasi langsung kepada siswa. Kami juga telah menyepakati kemitraan di mana setiap tahun siswa kami akan mendapatkan pelatihan langsung dari mekanik nasional di Jakarta," ungkapnya.

​Lebih jauh lagi, kolaborasi ini akan diwujudkan dalam bentuk fisik berupa pembangunan bengkel dengan branding bersama antara SMK dan Pertamina Enduro. Langkah ini diharapkan menjadi laboratorium nyata bagi siswa dari tujuh jurusan yang ada, mulai dari Teknologi Kendaraan Ringan hingga Desain Komunikasi Visual.

Redaksi ||

Gubernur NTB Ajak Warga Tanam Pohon Cegah Banjir


Praya, Media Dinamika Global.Id.- Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Lalu Muhamad Iqbal, mengajak masyarakat untuk mulai melakukan gerakan menanam pohon sebagai upaya menjaga keseimbangan alam dan mencegah bencana banjir.

Ajakan tersebut disampaikan saat bersilaturahmi dengan masyarakat dalam rangka Safari Ramadan Pemerintah Provinsi NTB di Masjid Agung Praya, Kabupaten Lombok Tengah, Kamis (5/3).

Dalam sambutannya, Gubernur Iqbal menyampaikan bahwa dirinya baru saja melakukan kunjungan kerja ke berbagai wilayah di NTB, mulai dari Pulau Lombok hingga Pulau Sumbawa, termasuk Kota Bima dan Kabupaten Bima. Dari hasil kunjungan tersebut, dirinya mencermati bahwa dalam dua bulan terakhir sejumlah daerah mengalami bencana, terutama banjir bandang yang sebelumnya jarang terjadi.

“Dalam dua bulan terakhir ini hampir semua tempat mengalami bencana, dan yang paling banyak kita hadapi adalah banjir bandang yang dulu tidak pernah ada, sekarang mulai terjadi,” ujarnya.

Menurutnya, meningkatnya frekuensi bencana tersebut tidak terlepas dari terganggunya keseimbangan alam, salah satunya akibat kerusakan hutan.

Dirinya menjelaskan bahwa penggundulan hutan untuk pembukaan lahan tanpa memperhatikan kelestarian lingkungan menyebabkan tanah mudah terbawa aliran air saat hujan deras. Kondisi tersebut memicu banjir bandang dan merusak berbagai infrastruktur.

“Ketika hutan gundul, air tidak lagi terserap dengan baik. Akibatnya, lumpur dan air mengalir deras ke wilayah pemukiman dan merusak berbagai fasilitas,” jelasnya.

Melalui momentum Safari Ramadan, Gubernur Iqbal mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga kelestarian lingkungan dengan menanam pohon serta tidak merusak kawasan hutan.

“Mari kita mulai menanam pohon, pohon apa saja. Pohon keras, pohon buah, apa saja yang bisa kita tanam untuk menjaga keseimbangan alam,” ajaknya.

Sebagai bentuk dukungan, Pemerintah Provinsi NTB akan menyiapkan ratusan bibit pohon yang dapat diambil masyarakat secara gratis untuk ditanam di lingkungan masing-masing.

“Nanti mulai hari Senin saya siapkan di Kauman beberapa ratus bibit pohon, mulai dari durian, alpukat, kopi, dan lainnya. Silakan masyarakat mengambil dan menanamnya,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Iqbal juga mengajak masyarakat untuk mendoakan keselamatan umat Islam di berbagai negara di kawasan Timur Tengah yang tengah menghadapi situasi sulit, mengingat banyak warga Indonesia, termasuk dari NTB, yang bekerja di kawasan tersebut.

“Mari kita doakan saudara-saudara kita kaum muslimin dan muslimat agar diberikan keselamatan, kemudahan, dan solusi atas persoalan yang mereka hadapi,” ujarnya.

Di akhir sambutannya, Gubernur Iqbal juga membuka ruang komunikasi bagi masyarakat yang ingin menyampaikan aspirasi secara langsung kepada Pemerintah Provinsi NTB.

Redaksi ||

Gubernur NTB Dorong Penanganan Stunting di Batukliang Utara


Lombok Tengah, Media Dinamika Global.Id- Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Lalu Muhamad Iqbal, bersama Ketua TP-PKK Provinsi NTB Sinta M. Iqbal, mengunjungi Posyandu Dusun Lantan Duren, Desa Lantan, Kecamatan Batukliang Utara, Kabupaten Lombok Tengah, Kamis (5/3). Kunjungan tersebut dilakukan untuk meninjau langsung pelayanan kesehatan ibu dan anak di tingkat desa sekaligus memastikan penanganan stunting berjalan optimal.

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Iqbal menyoroti adanya empat anak di Dusun Lantan Duren yang tercatat dalam data stunting. Dirinya meminta agar kondisi tersebut segera ditangani secara serius dengan melibatkan tenaga kesehatan, termasuk dokter anak, agar penyebab utama dapat diketahui dan ditangani secara tepat.

“Nanti kita komunikasi dengan dokter anak untuk melihat apa masalah utama dari empat anak yang masuk data stunting ini. Mudah-mudahan ada solusi sehingga mereka bisa keluar dari daftar stunting,” ujar Gubernur Iqbal.

Selain meninjau pelayanan kesehatan, Gubernur Iqbal juga menekankan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan di kawasan Desa Lantan yang memiliki peran penting sebagai wilayah penyangga ekosistem di Pulau Lombok. Kawasan tersebut memiliki hutan lindung, wilayah konservasi, serta menjadi daerah tangkapan air bagi sejumlah wilayah di sekitarnya.

“Daerah ini adalah jantungnya NTB. Mungkin masyarakat di sini tidak terlalu merasakan, tetapi mereka yang tinggal di wilayah bawah seperti Batukliang, Praya hingga pesisir sangat bergantung pada kawasan ini,” jelasnya.

Dirinya mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga kelestarian hutan. Pemerintah Provinsi NTB, lanjutnya, tengah menyiapkan berbagai upaya pemberdayaan masyarakat di sekitar kawasan hutan agar kesejahteraan masyarakat dapat meningkat tanpa merusak lingkungan.

“Kita sedang membenahi dan mencari solusi bagaimana memberdayakan masyarakat sekitar hutan agar hutan tetap lestari dan tidak terganggu,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua TP PKK Provinsi NTB Sinta M. Iqbal, mengajak para ibu untuk lebih aktif memanfaatkan layanan posyandu serta mendukung para kader dalam menyosialisasikan pentingnya kesehatan ibu dan anak.

Dirinya juga mengingatkan pentingnya membiasakan anak-anak menjaga kebersihan lingkungan sejak dini, termasuk membuang sampah pada tempatnya.

“Anak-anak harus diajarkan sejak kecil untuk menjaga kebersihan. Kalau desa kita bersih, tentu akan semakin indah dan sehat,” katanya.

Kepala Desa Lantan Lalu Irwan, menjelaskan bahwa Posyandu Lantan Duren merupakan salah satu posyandu lama yang dibangun melalui Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM). Namun saat ini bangunan posyandu mengalami kerusakan setelah atapnya roboh akibat hujan dan angin kencang.

Dirinya mengatakan pemerintah desa sebenarnya telah merencanakan perbaikan melalui musyawarah desa. Namun keterbatasan anggaran membuat rencana tersebut belum dapat direalisasikan.

Dalam rangkaian kegiatan tersebut, Gubernur Iqbal juga melakukan penanaman pohon di Dusun Pemasir, Desa Lantan melalui kegiatan bertema “Tanam Pohon Hidupkan Ramadan” sebagai bagian dari dukungan terhadap gerakan pelestarian lingkungan di daerah. 

Redaksi ||

Kodim 1608/Bima Dampingi Gubernur NTB Tanam Pohon di Kantor Desa Talabiu Kecamatan Woha


Bima, Media Dinamika Global.id.-- Komandan Kodim 1608/Bima Letkol Arh. Samuel Asdianto Limbongan mendampingi Gubernur Nusa Tenggara Barat dalam kegiatan penanaman pohon secara simbolis di halaman Kantor Desa Talabiu, Kecamatan Woha, Kabupaten Bima, Selasa (3/3/2026).

Kegiatan penghijauan tersebut merupakan bagian dari program pelestarian lingkungan yang bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga kelestarian alam sekaligus memperbaiki kualitas lingkungan di wilayah Kabupaten Bima.

Acara ini juga dihadiri oleh unsur Forkopimda, Camat Woha, serta sejumlah pejabat daerah dan tamu undangan lainnya yang menunjukkan dukungan terhadap gerakan penghijauan di daerah tersebut.

Penanaman pohon secara simbolis tersebut menjadi wujud sinergi antara pemerintah daerah, TNI, dan masyarakat dalam menjaga kelestarian lingkungan serta mendorong gerakan penghijauan di wilayah Kabupaten Bima.

Kegiatan berlangsung dengan aman dan lancar serta diharapkan mampu menumbuhkan kesadaran masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan demi keberlanjutan alam di masa depan. (Sekjend MDG)

Gubernur NTB Minta Pendamping Desa Berdaya 'Orkestrasi' Penanganan Kemiskinan di Lombok Tengah


Lombok Tengah, Media Dinamika Global.Id- Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Lalu Muhamad Iqbal, menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam mengentaskan kemiskinan ekstrem dan stunting. Hal tersebut disampaikan saat mengawali Safari Ramadhan melalui pertemuan bersama Pendamping Desa Berdaya di aula kantor Desa Barebali, Kecamatan Batukliang, Lombok Tengah, Rabu (4/3/2026).

​Dalam arahannya, Lalu Iqbal menyoroti status NTB yang masih bertahan dalam daftar 12 provinsi termiskin di Indonesia. Menurutnya, kegagalan selama ini disebabkan oleh ego sektoral atau kurangnya "orkestrasi" dalam bekerja.

​"Kenapa kemiskinan kita sulit turun? Karena kita sering jalan sendiri-sendiri atau lampak mesak-mesak. Tidak ada kolaborasi yang solid. Saya minta teman-teman pendamping jangan mulai dari nol, rangkul kader Posyandu, PKH, hingga Karang Taruna yang sudah ada di lapangan," tegasnya.

​Ia menginstruksikan para pendamping untuk melakukan pendekatan personal dengan memahami kondisi warga dari pintu ke pintu (KK per KK). Strategi ini bertujuan untuk memetakan akar masalah, apakah bersumber dari hunian yang tidak layak, rendahnya pendidikan, atau masalah gizi.

​Lebih lanjut, Gubernur menjelaskan bahwa intervensi harus dibagi menjadi dua tahap: perlindungan sosial untuk memenuhi standar hidup layak, kemudian dilanjutkan dengan pemberdayaan ekonomi. Targetnya, setiap keluarga miskin ekstrem harus mampu mencapai pendapatan minimal Rp1.250.000 per bulan.

​"Sekarang logikanya dibalik. Kita punya pasar besar melalui program Makan Bergizi Gratis (MBG). Kebutuhan telur kita saja masih impor 87% dari luar daerah. Ini peluang bagi warga desa untuk berdaya secara ekonomi," tambahnya.

​Kegiatan tersebut diakhiri dengan peninjauan langsung dan pemberian bantuan kepada anak stunting dan warga yang tergolong kemiskinan ekstrem di Desa Barebali sebagai langkah nyata intervensi pemerintah provinsi NTB, termasuk melakukan rehab perbaikan rumah melalui BAZNAS NTB.

Sementara itu, Plt. Kepala Desa Barabali, Salbi, memaparkan tantangan besar yang dihadapi desanya dengan jumlah penduduk yang mencapai 15.519 jiwa. Ia melaporkan adanya 84 kasus stunting dan 250 KK tergolong kemiskinan ekstrim di wilayahnya dan mengusulkan pemekaran wilayah sebagai solusi untuk meningkatkan kesejahteraan dan kualitas pelayanan publik.

"Kami mengusulkan pemekaran menjadi tiga desa persiapan: Barabali Timur, Barabali Barat, dan Wira Surya. Berkas saat ini sedang diverifikasi di tingkat provinsi, dan kami memohon dukungan Bapak Gubernur agar prosesnya dimudahkan," ujarnya.

Redaksi ||

Safari Ramadan di Kabupaten Bima, Wagub Ajak Warga Perkuat Solidaritas dan Kepedulian Sosial


Kabupaten Bima, Media Dinamika Global.Id. Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat, Indah Dhamayanti Putri, menyerahkan bantuan sebesar Rp40 juta untuk mendukung pembangunan Masjid Bahrur Khairat di Desa Bugis, Kecamatan Sape, Kabupaten Bima, Selasa (3/3). Bantuan tersebut diserahkan dalam rangkaian Safari Ramadan Pemerintah Provinsi NTB.

Dalam sambutannya, Wagub menyampaikan bahwa pembangunan masjid tidak hanya ditentukan oleh kapasitas pendanaan, tetapi juga oleh kepedulian dan semangat gotong royong masyarakat. Menurutnya, masjid yang nyaman dan representatif mencerminkan komitmen umat dalam menjaga nilai-nilai keagamaan serta memperkuat kohesi sosial.

“Kami percaya apa yang diberikan hari ini mungkin belum mencukupi seluruh kebutuhan pembangunan, tetapi keikhlasan dan kebersamaan akan membuka jalan bagi dukungan yang lebih luas,” ujarnya.

Ia menjelaskan, bantuan Rp40 juta tersebut merupakan kontribusi pribadi atas nama keluarga besar almarhum Ferry Zulkarnaen. Selain itu, dukungan juga diberikan oleh Ketua DPRD Kabupaten Bima Diah Citra Pravitasari sebesar Rp10 juta, serta bantuan dari Baznas Provinsi NTB sebesar Rp15 juta sebagai bagian dari kolaborasi pendanaan pembangunan sarana ibadah.

Wagub turut mengajak masyarakat memanfaatkan bulan suci Ramadan untuk meningkatkan kualitas ibadah, mempererat kebersamaan keluarga, serta menunaikan zakat, infak, dan sedekah melalui lembaga resmi agar penyalurannya tepat sasaran dan memberikan dampak nyata bagi penerima manfaat.

Sementara itu, Camat Sape Muhammad Akbar menyampaikan apresiasi atas kunjungan Wakil Gubernur dan jajaran. Ia juga menyampaikan aspirasi masyarakat terkait kondisi infrastruktur jalan di wilayah pesisir Sape yang kerap terdampak pasang air laut sehingga mempercepat kerusakan. Selain itu, ruas jalan nasional di kawasan tersebut dinilai rawan longsor dan berpotensi mengganggu mobilitas warga serta aktivitas ekonomi.

Redaksi ||

Safari Ramadhan NTB: Rihlah Ukhuwah Menyatukan Ibadah dan Pembangunan


Mataram, Media Dinamika Global.Id.- Bagi Gubernur Nusa Tenggara Barat H. Lalu Muhamad Iqbal dan Wakil Gubernur Hj. Indah Dhamayanti Putri, kepemimpinan bukan sekedar kewenangan yang dijalankan dari ruang kantor dan meja birokrasi. Kepemimpinan, bagi keduanya, adalah kehadiran di tengah masyarakat, mendengar langsung denyut kehidupan rakyat, dan bekerja memastikan bahwa setiap kebijakan benar-benar menyentuh kehidupan mereka. Dalam pandangan mereka, pemimpin harus berjalan bersama rakyat, melihat langsung persoalan yang dihadapi, dan menghadirkan solusi yang nyata.

Semangat itulah yang mewarnai rangkaian Safari Ramadhan 1447 Hijriah Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat. 

Safari ini tidak sekedar agenda tahunan, tetapi sebuah rihlah ukhuwah, yaitu perjalanan kebersamaan yang menyatukan ibadah, kepedulian sosial, dan kerja nyata pembangunan.

Ramadhan selalu menghadirkan ruang perjumpaan antara iman, kemanusiaan, dan kepemimpinan. Di bulan yang sarat berkah ini, ibadah tidak berhenti pada ritual personal, tetapi menjelma menjadi energi sosial yang menggerakkan kepedulian dan kebersamaan. 

Pemerintah Provinsi NTB menjadikan momentum ini sebagai jalan untuk memperkuat ukhuwah sekaligus memastikan pembangunan hadir sebagai kehadiran nyata di tengah masyarakat.

Perjalanan Safari Ramadan dimulai pada Ahad, 1 Maret 2026 di Kabupaten Dompu. Dipimpin oleh Wakil Gubernur NTB Hj. Indah Dhamayanti Putri, rombongan pemerintah provinsi mengawali kegiatan dengan meninjau pelaksanaan program Desa Berdaya di Desa Saneo, Kecamatan Woja.

Di desa ini, Wakil Gubernur melihat langsung kondisi rumah warga yang masuk dalam kategori tidak layak huni. Ia berbincang dengan masyarakat, mendengar cerita kehidupan mereka, sekaligus memastikan bahwa program pemerintah benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat desa.

Menurutnya, Desa Berdaya bukan sekedar program bantuan sosial, tetapi sebuah upaya untuk membangun kemandirian masyarakat dari tingkat paling dasar.

“Kami ingin memastikan bahwa kehadiran pemerintah benar-benar dirasakan masyarakat. Program Desa Berdaya bukan hanya soal bantuan, tetapi bagaimana kita mendorong kemandirian ekonomi warga, memperbaiki kualitas hidup, dan memperkuat daya tahan masyarakat desa secara berkelanjutan,” ujarnya.

Safari Ramadan di Dompu juga diisi dengan penyaluran berbagai bantuan sosial melalui Baznas NTB, termasuk bantuan untuk lansia, penyandang disabilitas, serta dukungan renovasi mushola warga. Kegiatan ini kemudian dilanjutkan dengan penanaman pohon sebagai simbol komitmen menjaga lingkungan dan masa depan generasi mendatang.

Malam harinya, kegiatan Safari Ramadan dipusatkan di Masjid Qushurul Jannah, Desa Kandai Dua. Ratusan paket bantuan disalurkan kepada masyarakat, menghadirkan suasana kebersamaan yang hangat antara pemerintah dan warga.

Dalam kesempatan tersebut, Wakil Gubernur mengajak masyarakat menjadikan Ramadhan sebagai momentum memperkuat solidaritas sosial.

“Ramadhan adalah waktu terbaik untuk memperkuat kepedulian dan gotong royong. Melalui Safari Ramadhan ini kami ingin mendengar langsung aspirasi masyarakat sekaligus memastikan program pemerintah berjalan tepat sasaran,” ungkapnya.

Dari Dompu, perjalanan Wakil Gubernur berlanjut menuju Kota Bima pada Senin, 2 Maret 2026. Di kota yang menjadi gerbang timur Nusa Tenggara Barat itu, rangkaian Safari Ramadhan dimulai sejak pagi hari dengan menyentuh langsung denyut kehidupan masyarakat.

Agenda pertama diarahkan ke Pasar Amahami, salah satu pusat perdagangan utama di Kota Bima. Di tengah aktivitas para pedagang dan pembeli, Wakil Gubernur melakukan inspeksi langsung untuk memantau stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok selama bulan Ramadhan.

“Alhamdulillah, harga kebutuhan pokok masih relatif stabil. Kalau pun ada kenaikan, masih dalam batas wajar. Pemerintah akan terus memantau agar masyarakat tetap tenang dan kebutuhan pangan tersedia hingga akhir Ramadhan,” ujarnya.

Dari pasar rakyat, agenda berlanjut ke Kantor Wali Kota Bima dalam Apel Siaga Program Indonesia Asri dan NTB Asri Berkelanjutan. Dalam amanatnya, Wakil Gubernur menegaskan bahwa pengelolaan lingkungan tidak lagi dapat dilakukan dengan pola lama.

“Pengelolaan sampah tidak boleh hanya kumpul, angkut, buang. Kita harus mulai dari sumbernya. Ini adalah gerakan bersama untuk menjaga bumi yang kita wariskan kepada generasi mendatang,” tegasnya.

Sebagai simbol komitmen tersebut, dilakukan penanaman pohon pule di halaman kantor pemerintah kota.

Rangkaian kegiatan Wakil Gubernur kemudian berlanjut ke SMK Negeri 3 Kota Bima. Di sekolah tersebut, ia berdialog dengan guru dan siswa, menyaksikan berbagai karya kreativitas pelajar, sekaligus mendorong tumbuhnya jiwa kewirausahaan generasi muda.

“Sekolah harus menjadi tempat yang dirindukan oleh siswa, tempat mereka tumbuh, belajar, dan membangun masa depan dengan rasa aman dan percaya diri,” ujarnya.

Sementara itu, pada hari yang sama Gubernur NTB H. Lalu Muhamad Iqbal tiba di Kota Bima untuk melanjutkan rangkaian Safari Ramadhan.

Sebelum menghadiri kegiatan Lentera Ramadan, Gubernur meninjau langsung program penanganan stunting melalui intervensi keluarga berisiko stunting dalam program KDKPM (Keluarga Dampak Kemiskinan Prioritas Masyarakat). Dalam kegiatan ini, Gubernur melihat langsung kondisi keluarga sasaran dan memastikan bahwa intervensi pemerintah berjalan tepat sasaran.

Dalam kegiatan tersebut, Gubernur didampingi Ketua TP-PKK Provinsi NTB Hj. Sinta Aghatia yang memberikan perhatian khusus pada program kesehatan keluarga dan tumbuh kembang anak.

“Stunting tidak hanya soal gizi. Ia berkaitan dengan sanitasi, kondisi rumah, pola asuh, hingga kondisi ekonomi keluarga. Karena itu pendekatannya harus komprehensif dan melibatkan semua pihak,” jelas Gubernur.

Rangkaian kegiatan di Kota Bima kemudian dilanjutkan dengan program Lentera Ramadan di Masjid Agung Al-Muwahidin.

Program ini menjadi inovasi baru pemerintah provinsi yang untuk pertama kalinya diselenggarakan secara bergilir di berbagai kabupaten dan kota di NTB.

“Selama ini kegiatan Ramadhan banyak terpusat di satu tempat. Sekarang kita ingin menyebarkannya ke seluruh daerah. Pembangunan tidak boleh hanya berputar di satu kota, tetapi harus dirasakan dari Ampenan sampai Sape,” ujar Gubernur.

Perjalanan Safari Ramadan kemudian berlanjut ke Kabupaten Bima pada Selasa, 3 Maret 2026. Di Desa Nggembe, Gubernur meninjau langsung kondisi anak-anak yang menjadi sasaran program penanganan stunting.

Gubernur juga meninjau lokasi banjir bandang yang sempat melanda wilayah tersebut. Selain menyalurkan bantuan kepada masyarakat terdampak, pemerintah provinsi menyiapkan langkah penanganan jangka panjang.

“Penanganan bencana tidak boleh berhenti pada bantuan darurat. Kita harus memastikan ada solusi permanen agar masyarakat tidak terus hidup dalam kekhawatiran setiap musim hujan,” tegasnya.

Safari Ramadan juga membawa rombongan ke Desa Donggo, wilayah yang selama ini menghadapi keterbatasan akses air bersih. Dalam dialog bersama masyarakat, Gubernur menerima laporan mengenai tampungan air yang belum dapat dimanfaatkan karena belum tersedianya jaringan pipa.

“Air adalah kebutuhan dasar. Tidak boleh ada sumber air yang tidak bisa dimanfaatkan hanya karena tidak ada jaringan pipa. Ini akan segera kita carikan solusi,” ujarnya.

Perjalanan Safari Ramadan itu seakan berjalan tanpa jeda. Dari Dompu, Kota Bima, hingga Kabupaten Bima, rombongan terus bergerak menyusuri Pulau Sumbawa. Tidak ada penat yang diperlihatkan, tidak ada jarak yang terasa terlalu jauh. Sebab bagi kepemimpinan Iqbal–Dinda, perjalanan itu bukan sekedar agenda kerja. Ia adalah ikhtiar untuk mendekatkan pemerintah dengan rakyat, karena masyarakat adalah alasan utama mengapa pembangunan itu dijalankan.

Tanpa jeda dan tanpa lelah, perjalanan kemudian berlanjut menuju Lombok Tengah pada Rabu, 4 Maret 2026.

Agenda pertama dimulai di Kantor Desa Barabali, Kecamatan Batukliang. Di tempat itu, Gubernur bertemu dengan para Pendamping Desa Berdaya untuk membahas strategi penanganan kemiskinan ekstrem dan stunting.

“Selama ini kita sering berjalan sendiri-sendiri. Padahal persoalan kemiskinan harus diorkestrasi bersama. Semua pihak harus bergerak dalam satu irama agar intervensi benar-benar sampai kepada keluarga yang membutuhkan,” tegas Gubernur Iqbal.

Usai pertemuan tersebut, Gubernur meninjau langsung kondisi warga yang masuk dalam kategori kemiskinan ekstrem serta keluarga dengan anak stunting.

Dari Batukliang, perjalanan berlanjut menuju kawasan wisata alam Benang Kelambu. Di kawasan yang dikelilingi rimbunnya hutan itu, Gubernur melakukan penanaman bibit pohon bersama jajaran Balai KPH Wilayah I Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi NTB.

“Lingkungan adalah fondasi kehidupan. Kalau alam rusak, maka pembangunan akan kehilangan pijakan. Karena itu menjaga hutan dan lingkungan adalah tanggung jawab kita bersama,” ujarnya.

Rangkaian Safari Ramadan kemudian ditutup di Lapangan Jelojok Kopang dengan pembukaan kegiatan Lentera Ramadan bersama masyarakat. Dalam kegiatan ini, Gubernur hadir bersama Ketua TP-PKK NTB Hj. Sinta M. Iqbal, Bupati Lombok Tengah, H. Lalu Fathul Bahri, serta jajaran pemerintah daerah.

Lapangan yang dipenuhi masyarakat dan pelaku UMKM itu menghadirkan suasana Ramadan yang hangat. Bazar ekonomi rakyat, pengajian, dan berbagai kegiatan sosial memperlihatkan bagaimana masjid dan masyarakat dapat menjadi pusat kehidupan bersama.

Di titik inilah makna Safari Ramadan sebagai rihlah ukhuwah menemukan bentuknya.

Perjalanan panjang dari Dompu, Kota Bima, Kabupaten Bima hingga Lombok Tengah memperlihatkan satu hal yang sederhana namun mendasar, bahwa bagi kepemimpinan NTB hari ini, masyarakat bukan sekedar objek pembangunan, melainkan alasan utama mengapa pembangunan itu dijalankan.

Di penghujung rangkaian Safari Ramadan tersebut, Gubernur NTB H. Lalu Muhamad Iqbal menyampaikan pesan yang menegaskan bahwa pembangunan daerah hanya dapat berhasil jika dijalankan bersama.

“Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Pembangunan hanya akan berhasil jika pemerintah dan masyarakat berjalan bersama, saling menguatkan dan saling menjaga. Ramadan mengajarkan kita tentang kepedulian, keikhlasan, dan tanggung jawab terhadap sesama. Nilai-nilai inilah yang harus menjadi ruh dalam membangun NTB,” ujarnya.

Safari Ramadan Pemprov NTB pada akhirnya menjadi lebih dari sekadar agenda tahunan. Ia menjelma menjadi perjalanan ukhuwah, perjalanan kepemimpinan yang berjalan dari desa ke desa, dari masjid ke masjid, dari hati rakyat menuju kebijakan pembangunan.

Dan di bulan yang penuh berkah ini, dari desa-desa hingga kota, dari masjid hingga pasar, perjalanan itu terus berlangsung, menguatkan ukhuwah, menyatukan ibadah dan pembangunan, serta menyalakan harapan menuju Nusa Tenggara Barat yang Makmur Mendunia.

Redaksi ||