Bima, Media Dinamika Global.id.-- Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang disalurkan melalui Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Wawo di Desa Kambilo, Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB), menuai sorotan. Pasalnya, dalam sajian makanan untuk siswa ditemukan seekor tikus hidup serta roti yang telah berjamur. Temuan tersebut terjadi di SDN 1 Kambilo pada Jumat lalu saat para guru membuka kantong plastik berisi menu MBG yang akan dibagikan kepada siswa. Di dalam salah satu kantong plastik berwarna merah, guru dikejutkan dengan keberadaan seekor tikus yang masih hidup. Selain itu, beberapa hari setelah kejadian tersebut, muncul lagi temuan makanan yang tidak layak konsumsi. Pada Senin, 2 Maret 2026, guru di sekolah yang sama kembali menemukan kue dalam paket MBG yang sudah berjamur.
Salah satu pemuda Wawo Kambilo, Ramadan, mengkritik keras kejadian tersebut. Ia menilai pelaksanaan program MBG di wilayah itu perlu segera dievaluasi karena dinilai tidak memenuhi standar keamanan pangan.
Menurut pria yang akrab disapa Negeri Langit itu, program yang digagas Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto seharusnya dijalankan dengan penuh tanggung jawab karena menggunakan anggaran negara. “Ini tidak amanah. MBG itu menggunakan anggaran negara, bukan anggaran pribadi,” kata dia kepada media, Kamis (5/3/2026).
Ia menjelaskan, kejadian bermula ketika guru membuka kantong plastik menu MBG dan menemukan tikus di dalamnya. Beberapa hari kemudian, masalah baru muncul saat paket makanan kembali ditemukan dalam kondisi tidak layak konsumsi karena sudah berjamur.(Jurnalis MDG)
