Media Dinamika Global

Sabtu, 21 Februari 2026

Dulu Terkenal dengan Jargon "Pusing!", Kini Peggy Melati Sukma Jadi Istri Imam Besar


Hiburan. Media Dinamika Global.Id.- Dulu Terkenal dengan Jargon "Pusing!", Kini Peggy Melati Sukma Jadi Istri Imam Besar di Selandia Baru. Intip Perjalanan Hijrahnya yang Bikin Merinding!

Bagi generasi 90-an, wajah cantik Peggy Melati Sukma pasti sangat melekat di ingatan. Lewat sinetron hits Gerhana, ia sukses mempopulerkan jargon "Pusing!" yang menjadi tren nasional kala itu. Namun, siapa sangka, bintang yang dulu bersinar di gemerlapnya dunia hiburan kini telah memilih jalan hidup yang jauh berbeda.

Meninggalkan segala kemewahan selebriti, Peggy bertransformasi menjadi sosok pendakwah yang gigih. Kini, ia memulai babak baru sebagai istri dari seorang Imam Besar di Selandia Baru. Bagaimana lika-liku perjalanannya? Simak kisahnya yang sungguh menyentuh hati.

1. Ratu Sinetron yang Pernah Berada di Puncak Dunia

Peggy Melati Sukma bukan sekadar artis biasa. Kariernya dimulai sejak usia belia lewat peran-peran ikonik seperti Iteung di Si Kabayan. Ia adalah artis multitalenta—mulai dari akting komedi, menyanyi, hingga menjadi presenter papan atas. Namanya berkali-kali masuk nominasi bergengsi seperti Panasonic Awards, membuktikan betapa kuat pengaruhnya di industri hiburan tanah air.

2. Panggilan Hati: Menemukan Kedamaian dalam Hijrah

Setelah melewati berbagai pasang surut kehidupan, termasuk kegagalan dalam pernikahan pertamanya, Peggy mulai menarik diri dari panggung hiburan. Ia memutuskan untuk berhijrah total. Penampilannya berubah drastis, dari gaya modis selebriti menjadi sangat tertutup dengan niqab.

Peggy mengaku bahwa semua ketenaran yang ia miliki dulu tidak memberinya ketenangan batin. Ia pun memilih menjadi "pelayan" umat, aktif dalam berbagai aksi kemanusiaan di wilayah konflik hingga ke pelosok dunia.

3. Jodoh Takkan Tertukar: Taaruf Singkat dengan Syekh Reza Abdul Jabbar

Setelah 11 tahun menjanda dan fokus pada dakwah, takdir mempertemukannya dengan Syekh Reza Abdul Jabbar. Pertemuan mereka terbilang ajaib dan bikin merinding. Melalui proses taaruf yang singkat dan tanpa interaksi berlebih, keduanya merasa cocok karena visi dakwah yang sama.

Syekh Reza bukan orang sembarangan. Ia adalah saudagar kaya, ilmuwan, sekaligus Imam Besar asal Indonesia yang sangat dihormati di Selandia Baru. Keduanya resmi menikah pada awal 2023, sebuah kabar yang sempat menghebohkan publik karena prosesnya yang begitu tenang namun pasti.

4. Menjadi "Ustadzah" di Negeri Orang

Kini, Peggy menetap di Selandia Baru mendampingi sang suami. Tak lagi sibuk mengejar rating sinetron, aktivitas sehari-harinya kini diisi dengan mengelola peternakan besar dan terus menyebarkan syiar Islam di mancanegara.

Kisah Peggy Melati Sukma menjadi pengingat bagi kita semua bahwa sejauh apa pun seseorang melangkah, hidayah akan selalu menemukan jalannya. Dari panggung hiburan menuju panggung dakwah dunia, Peggy membuktikan bahwa kebahagiaan sejati ada pada ketenangan iman.

"Dulu pusing mengejar dunia, kini tenang dalam dekapan agama."

#PeggyMelatiSukma #InspirasiHijrah #KisahInspiratif #MuslimahInspiratif #SelandiaBaru #Taaruf #HijrahArtis

Keluarga Besar SMKN 3 Kota Bima Gelar Isra' Mi'raj Nabi Muhammad SAW


Kota Bima, Media Dinamika Global.id.– Keluarga besar SMKN 3 Kota Bima menggelar peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW yang berlangsung dengan penuh khidmat di Aula SMKN 3 Kota Bima, Jumat (23/01/2026). Kegiatan ini dihadiri oleh para guru, pegawai, serta seluruh murid SMKN 3 Kota Bima, 23 Januari 2026

Acara terselenggara atas kerja sama panitia OSIS dan Rohis SMKN 3 Kota Bima di bawah bimbingan Bapak dan Ibu Guru selaku pembina. Suasana religius sudah terasa sejak sebelum acara dimulai, yang diisi dengan lantunan salawat oleh anggota Rohis SMKN 3 Kota Bima, dan kembali dilantunkan setelah kegiatan berakhir.

Kegiatan diawali dengan pembukaan, kemudian dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an dan saritilawah oleh murid yang tergabung dalam Rohis SMKN 3 Kota Bima. Lantunan ayat suci tersebut menambah kekhusyukan suasana di dalam aula.

Selanjutnya, Kepala SMKN 3 Kota Bima, Jainuddin, S.Pd., MM, menyampaikan sambutan. Dalam sambutannya, beliau mengajak seluruh warga sekolah untuk menjadikan peringatan Isra Mi’raj sebagai momentum meningkatkan keimanan, kedisiplinan, serta akhlak mulia, terutama dalam menjalankan kewajiban salat lima waktu.

Acara inti diisi dengan ceramah agama sekaligus doa yang disampaikan oleh Ustadz H. Dedy Wahyuddin, S.Kep., M.Ked.Trop. Dalam ceramahnya, beliau menjelaskan tentang peristiwa Isra Mi’raj, perjalanan agung Nabi Muhammad SAW dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa hingga Sidratul Muntaha. Ustadz Dedy juga menekankan bahwa dalam peristiwa tersebut Allah SWT memberikan perintah salat lima waktu secara langsung kepada Rasulullah SAW.

Beliau mengingatkan pentingnya salat sebagai tiang agama dan sebagai sarana mendekatkan diri kepada Allah SWT. Para siswa diajak untuk menjaga salat tepat waktu, memahami maknanya, serta menjadikannya sebagai kebutuhan, bukan sekadar kewajiban.

Acara ditutup dengan doa bersama yang dipimpin oleh penceramah, memohon keberkahan, keselamatan, serta kemudahan dalam menuntut ilmu bagi seluruh keluarga besar SMKN 3 Kota Bima.

Peringatan Isra Mi’raj ini diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran spiritual serta memperkuat karakter religius para siswa dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan sekolah maupun di masyarakat.(Sekjend MDG)

APH dan Muspika Sape Tertibkan Suara Petasan di Jalur Kaki Gunung Kabuju, Enam Meriam Kaleng Dimusnahkan


Sape.Bima.NTB.Media Dinamika Global.id, 22 Februari 2026 — Memasuki hari keempat bulan suci Ramadan, Aparat Penegak Hukum (APH) bersama Muspika Kecamatan Sape menggelar patroli dan penertiban petasan serta meriam kaleng pada Minggu (22/2/2026).

Langkah ini diambil menyusul laporan masyarakat yang merasa resah akibat maraknya suara petasan dalam beberapa hari terakhir.



Penertiban difokuskan di sepanjang Jalan Raya kaki Gunung Kabuju, wilayah Desa Naru Barat hingga Desa Na’e, Kecamatan Sape, Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat. 

Suara petasan dan meriam kaleng dinilai mengganggu kekhusyukan warga dalam menjalankan ibadah Ramadan, khususnya saat salat Subuh dan kegiatan keagamaan lainnya.

Selain mengganggu ibadah, bunyi ledakan juga dikeluhkan oleh warga lanjut usia yang rutin berolahraga atau berjalan pagi selepas sholat Subuh. Kondisi tersebut mendorong aparat untuk bertindak cepat demi menjaga ketertiban dan kenyamanan lingkungan.

Berdasarkan pantauan awak media, kegiatan patroli ini dihadiri langsung oleh Camat Sape, anggota Koramil 1608-03/Sape, Danki Brimob Kompi 3 Batalyon C Pelopor Sape beserta jajaran, personel Polsek Sape, Satpol PP, serta para kepala desa, di antaranya Kepala Desa Naru, Naru Barat, Na’e, dan Rasabou. Kegiatan tersebut juga mendapat dukungan dari tokoh masyarakat dan organisasi kemasyarakatan setempat.



Dalam operasi tersebut, petugas berhasil mengamankan sejumlah barang bukti berupa petasan dan enam unit meriam kaleng. Seluruh barang bukti langsung dimusnahkan di lokasi guna mencegah penggunaan kembali.

Saat mendapati sejumlah warga membawa petasan, Babinsa langsung menanyakan sumber pembelian. Setelah dilakukan pemusnahan, petugas mendatangi kios-kios yang diketahui menjual petasan tersebut. Para penjual diberikan peringatan dan imbauan tegas agar tidak lagi memperjualbelikan barang yang berpotensi mengganggu ketertiban umum.

Dengan adanya penertiban ini, situasi di wilayah Kecamatan Sape dilaporkan kembali kondusif dan tertib. Aparat mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menghormati dan menjaga kesucian bulan Ramadan demi terciptanya suasana yang aman dan nyaman bagi semua pihak.

(Team.MDG.03)

Bela Pemkab Lobar di Medsos, Feryal MP: Akses Informasi Bukan Hadiah, Itu Kewajiban Negara


Lombok Barat, Media Dinamika Global.Id– Polemik dugaan diskriminasi wartawan oleh Pemerintah Kabupaten Lombok Barat (Lobar) rupanya belum mereda. Setelah sebelumnya ada pemberitaan soal pembatasan undangan dan akses liputan terhadap sejumlah media, kini muncul status media sosial yang justru membela Pemkab Lobar dan menyebut tidak ada diskriminasi karena adanya program “Jumat Wartawan”.

Status tersebut memantik respons dari kalangan organisasi pers. Ketua MIO NTB, Feryal MP, menegaskan bahwa substansi persoalan bukan pada ada atau tidaknya forum diskusi informal, melainkan pada prinsip kesetaraan akses dalam kegiatan resmi pemerintahan.

“Jangan digeser seolah-olah ini cuma soal bisa ngopi atau tidak. Ini soal hak konstitusional pers. Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers jelas menjamin hak wartawan memperoleh informasi. Informasi publik itu bukan hadiah dari pejabat, melainkan kewajiban negara kepada rakyat,” tegas Feryal.

Menurutnya, jika memang semua media memiliki akses yang sama, maka tidak mungkin muncul keluhan dari berbagai organisasi wartawan. Ia menilai persoalan ini harus dijawab secara sistemik, bukan dengan narasi pembelaan di media sosial.

“Kalau ada media yang sudah bertahun-tahun meliput Pemkab, lalu tiba-tiba tidak lagi mendapat undangan agenda resmi, atau akses wawancaranya dipersulit, itu bukan persepsi. Itu fakta yang perlu dijelaskan secara terbuka,” ujarnya.

Feryal juga menekankan bahwa prinsip keterbukaan informasi publik telah diatur dalam Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik. Pemerintah daerah, kata dia, tidak boleh memilah akses berdasarkan kedekatan, afiliasi, atau sikap kritis media.

“Transparansi tidak boleh selektif. Pemerintah tidak boleh memilih media yang dianggap ramah, lalu menutup ruang bagi yang kritis. Pers punya fungsi kontrol sosial. Kalau akses dibatasi, itu preseden buruk bagi demokrasi lokal,” katanya.

Ia mengajak semua pihak untuk tidak membelokkan isu menjadi konflik personal di media sosial seperti status di Facebook yang beredar. 

Menurutnya, yang diperjuangkan adalah sistem yang adil dan setara bagi seluruh media yang memenuhi standar jurnalistik.

“Kita ini bukan minta perlakuan khusus. Kita minta perlakuan yang sama. Kalau memang tidak ada diskriminasi, mari duduk bersama, buka data undangan kegiatan resmi, dan buat mekanisme yang transparan. Selesai,” tegas Feryal.

Polemik ini dinilai penting untuk segera diselesaikan agar tidak merusak iklim jurnalisme di Lombok Barat. Sebab pada akhirnya, yang dipertaruhkan bukan hanya relasi pemerintah dan media, melainkan hak masyarakat untuk memperoleh informasi yang utuh dan tanpa filter.

“Pers bukan lawan pemerintah. Tapi pers juga bukan alat pemerintah. Demokrasi sehat lahir dari keterbukaan yang adil, bukan dari akses yang disaring,” tutup Feryal MP.

Redaksi ||

Siswa SMKN 3 Kota Bima Vega Ikbal Berhasil Meraih Juara 2 Nasional Dalam Ajang Lomba Fotografi


Kota Bima, Media Dinamika Global.id.— Prestasi membanggakan kembali diraih siswa SMK Negeri 3 Kota Bima. Vega Ikbal, siswa kelas XII Program Studi PSPT, berhasil meraih Juara 2 Nasional dalam Lomba Fotografi pada ajang “The 11th Chemical Engineering Week 2026” yang diselenggarakan oleh Universitas Internasional Semen Indonesia.

Vega Ikbal tampil unggul melalui karya fotografi berjudul “Harapan Bertumbuh.” Karya tersebut dinilai dewan juri mampu menyampaikan pesan visual yang kuat tentang optimisme dan keberlanjutan, dengan komposisi artistik serta makna sosial yang relevan dengan tema kegiatan.

Kompetisi ini diikuti oleh peserta dari berbagai daerah di Indonesia dan menjadi bagian dari rangkaian kegiatan akademik dan kreativitas mahasiswa serta pelajar tingkat nasional. Keberhasilan Vega Ikbal menunjukkan bahwa siswa SMK mampu bersaing dan berprestasi di tingkat nasional, khususnya di bidang seni dan kreativitas visual.

Jainuddin, S.Pd, MM Kepala SMK Negeri 3 Kota Bima menyampaikan apresiasi atas capaian tersebut dan berharap prestasi ini dapat menjadi motivasi bagi siswa lainnya untuk terus mengembangkan bakat dan potensi di berbagai bidang.(Sekjend MDG)

SMKN 3 Kota Bima Gelar Uji Kompetensi Keahlian (UKK) tahun 2026


Kota Bima, Media Dinamika Global.id.– Menjelang puncak penilaian kompetensi siswa, SMKN 3 Kota Bima sukses menjalani proses verifikasi Tempat Uji Kompetensi (TUK) untuk Uji Kompetensi Keahlian (UKK) tahun pelajaran 2025/2026. Kegiatan verifikasi ini dilaksanakan tepat pada hari ini, Sabtu, 7 Februari 2026

Proses verifikasi dilakukan secara mendalam oleh tim dari Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dikpora) Provinsi Nusa Tenggara Barat, yang diwakili oleh Pengawas Pembina SMK Dikpora NTB Wilayah VI. Tim verifikator yang bertugas terdiri dari:

Drs. H. Usman Syam

Fatussakir, S.T., M.Pd.

Pemeriksaan Langsung di Lapangan

Tim Verifikator melakukan peninjauan langsung (on-the-spot) ke setiap ruang praktik dan studio yang akan dijadikan lokasi ujian. Fokus pemeriksaan meliputi kelayakan mesin, ketersediaan alat pendukung, standar keamanan (K3), hingga ketersediaan bahan praktik yang sesuai dengan skema ujian nasional.

Adapun enam kompetensi keahlian yang diverifikasi adalah:

Kriya Kreatif Kayu dan Rotan

Kriya Kreatif Batik dan Tekstil

Desain Komunikasi Visual (DKV)

Teknik Grafika

Tata Kecantikan Kulit dan Rambut

Produksi dan Siaran Program Televisi (PSPT)

Hasil: 100% Layak untuk UKK 2026

Berdasarkan hasil pengecekan lapangan, tim verifikator menyatakan bahwa seluruh TUK di SMKN 3 Kota Bima Layak dan Memenuhi Syarat untuk menyelenggarakan Uji Kompetensi Keahlian. Dengan hasil ini, sekolah secara resmi siap melaksanakan UKK yang dijadwalkan akan berlangsung pada tanggal 9 hingga 13 Februari 2026.

Apresiasi Kepala Sekolah

Kepala SMKN 3 Kota Bima, Jainuddin, S.Pd., MM., menyampaikan rasa syukur dan apresiasinya atas kerja keras seluruh Ketua Kompetensi Keahlian beserta timnya.

“Kami berterima kasih atas arahan dari Tim Verifikator Dikpora NTB. Hasil ‘Layak’ ini merupakan bukti komitmen SMKN 3 Kota Bima dalam menyediakan fasilitas pendidikan sesuai standar industri. Kami berharap para siswa dapat memanfaatkan fasilitas yang sudah siap ini untuk meraih hasil maksimal pada ujian pekan depan,” ujar beliau.

Dengan selesainya verifikasi ini, seluruh civitas akademika SMKN 3 Kota Bima kini fokus pada persiapan mental siswa agar mampu menunjukkan keahlian terbaik mereka di hadapan penguji internal maupun eksternal nantinya.(Sekjend MDG)

Kementerian PUPR- Pemkab Bima Bahas Transformasi PDAM dan Penguatan SPAM

Wakil Bupati Bima
dr. H. Irfan Zubaydi

Bima,Mediadinamikaglobal.id - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat melalui Direktorat Jenderal Cipta Karya Kamis, (19/02/26) menggelar Rapat Monitoring dan Evaluasi (Monev) sektor Air Minum, Sanitasi, serta Pengembangan Kawasan Strategis di wilayah Kabupaten Bima, dengan fokus utama pada pengelolaan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) bersama perangkat daerah terkait lingkup Pemerintah Kabupaten Bima di Ruang Rapat Wakil Bupati Bima.

Pertemuan tersebut dipimpin Kepala Balai Penataan Bangunan, Prasarana dan Kawasan (BPPW) Nusa Tenggara Barat, Dedes Prinandes dan dihadiri Wakil Bupati Bima, dr. H. Irfan Zubaidy.

‎Dalam pembahasan operasional, PDAM Bima masih mengacu pada Perda Nomor 6 Tahun 1985 yang merujuk pada Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1962. Berdasarkan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah serta Peraturan Pemerintah Nomor 54 Tahun 2017 tentang Badan Usaha Milik Daerah, PDAM diwajibkan bertransformasi menjadi Perusahaan Umum Daerah (Perumda) atau Perusahaan Perseroan Daerah (Perseroda).

Wakil Bupati Bima, dr. H. Irfan Zubaidy, menekankan pentingnya pembenahan pengelolaan aset, manajemen keuangan, serta kelembagaan PDAM agar sesuai dengan dasar hukum yang jelas.

‎“Pembentukan Perseroan Daerah (Perseroda) diharapkan dapat mendorong PDAM bertransformasi namun terlebih dahulu PDAM harus berada dalam kondisi sehat, mengingat masih terdapat berbagai kendala yang dialami,” Ungkapnya.

‎Wabub juga berharap kehadiran Kepala Balai BPPW NTB dapat memberikan solusi nyata atas berbagai persoalan yang dihadapi PDAM, sehingga penyaluran air bersih di Kabupaten Bima dapat berjalan tanpa hambatan.

‎Sementara itu, Plt. Kepala Bappeda Kabupaten Bima, Taufik, ST., M.T., menyampaikan bahwa penyehatan PDAM pada tahap awal wajib diawali dengan penyusunan Peraturan Daerah tentang pembentukan Perumda PDAM, meskipun target jangka panjangnya adalah pembentukan Perseroda.

‎Ia menambahkan, bentuk kerja sama tahap awal yang akan diusulkan adalah Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara PDAM Kabupaten Bima dan Pemerintah Kota Bima. Skema kerja sama tersebut meliputi pengembangan sistem utama layanan penyediaan air minum di wilayah Kota Bima secara bersama, dengan PDAM bertanggung jawab atas operasional dan pemeliharaan, serta penerapan sistem berbagi investasi dan pembagian pendapatan.

‎Rapat evaluasi dan monitoring turut dihadiri Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kabupaten Bima Drs. Agus Salim, M.Si., Kepala Dinas PUPR, Perkim, para kepala bagian lingkup Setda dan Direktur PDAM Kabupaten Bima Muhammad Daud Akbar.

‎Selain membahas SPAM, Dedes Prinandes juga memaparkan rencana pengembangan kawasan strategis di kawasan Teluk Bima. Paparan tersebut mencakup pengembangan komoditas unggulan seperti pertanian, perikanan, peternakan dan kelautan, dukungan swasembada pangan dan pariwisata, serta pemantauan keberfungsian infrastruktur sanitasi bidang air limbah.

‎Secara khusus, monitoring juga menyoroti kondisi Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja (IPLT) Waduwani di Kecamatan Woha sebagai bagian dari upaya peningkatan layanan sanitasi di Kabupaten Bima.

‎Melalui rapat ini, diharapkan terbangun sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam memperkuat tata kelola air minum, sanitasi, serta pengembangan kawasan strategis demi meningkatkan pelayanan dasar bagi masyarakat demi Bima Bermartabat yang Berkemajuan, Makmur, Tangguh dan Berkelanjutan. (MDG05) 

Babinsa Desa Sumi Koramil 1608-03/Sape Gelar Patroli Siskamling, Antisipasi Gangguan Kamtibmas


Lambu.Bima.NTB.Media Dinamika Global.id 21 Februari 2026 — Dalam rangka menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), Bintara Pembina Desa (Babinsa) Desa Sumi, Serka Ridwan bersama satu orang anggota Koramil 1608-03/Sape melaksanakan kegiatan patroli siskamling pada Sabtu (21/2/2026) malam.

Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 19.30 Wita tersebut bertujuan untuk memantau situasi wilayah serta mengantisipasi perkembangan situasi keamanan di Kecamatan Sape dan Kecamatan Lambu, Kabupaten Bima.

Patroli melibatkan dua anggota Koramil, tiga aparat desa, tujuh orang masyarakat, serta turut dihadiri tokoh pemuda dan tokoh agama setempat. Kehadiran berbagai unsur ini menjadi bentuk sinergi dalam menjaga keamanan lingkungan.

Adapun sasaran patroli meliputi pemukiman warga serta lokasi yang kerap menjadi tempat berkumpulnya anak-anak muda.




Sekitar pukul 20.00 Wita, anggota Koramil bergerak menuju Desa Sumi, Kecamatan Lambu, Kabupaten Bima. Lima belas menit kemudian, rombongan tiba di lokasi dan langsung melaksanakan pemantauan situasi wilayah.

Dalam kegiatan tersebut, anggota Koramil juga memberikan imbauan kepada warga. Masyarakat diingatkan untuk menghindari konsumsi minuman keras yang kerap memicu tindakan emosional di kalangan remaja. Selain itu, warga juga diminta menjauhi segala bentuk narkoba dan barang terlarang lainnya karena dapat berdampak negatif terhadap diri sendiri maupun keluarga.

Tidak hanya itu, warga juga diimbau agar tetap waspada terhadap perkembangan cuaca saat ini. Apabila keluar rumah, masyarakat diminta berhati-hati terhadap potensi pohon tumbang di jalan maupun di sekitar lingkungan tempat tinggal.

Kegiatan patroli kemudian dilanjutkan dengan pemantauan di desa binaan hingga seluruh rangkaian kegiatan berakhir pada pukul 21.20 Wita. Secara umum, patroli siskamling berlangsung dalam keadaan aman, tertib, dan kondusif.

Laporan kegiatan ini turut ditembuskan kepada Kasdim 1608/Bima serta para Pasi Dim 1608/Bima sebagai bentuk pertanggungjawaban dan koordinasi internal.

(Team.MDG.03)

SPPG Uma Lengge Wawo Beserta Seluruh Jajaran Karyawannya Mengucapkan


Media Dinamika Global.id.--Marhaban ya Ramadhan 1447 H. Semoga Allah melimpahkan rahmat dan ampunan kepada kita semua

Selamat menunaikan ibadah puasa. Semoga setiap langkah kita dipenuhi keberkahan

Semoga Ramadhan ini menjadi jalan menuju ampunan dan ridha Allah

Ya Allah, jadikan Ramadhan ini sebagai momentum memperbaiki iman kami

Selamat menjalankan ibadah puasa. Semoga hati kita selalu dipenuhi keikhlasan

Semoga setiap doa yang dipanjatkan di bulan Ramadhan dikabulkan Allah

Selamat datang bulan suci. Semoga kita menjadi hamba yang lebih bertakwa

Semoga Ramadhan membawa cahaya keimanan dalam kehidupan kita

Ya Allah, kuatkan kami dalam menjalani ibadah puasa Ramadhan

Semoga Ramadhan ini penuh rahmat, berkah, dan ampunan.

Pemerintah Pastikan Perpanjangan Kontrak Tambang dengan PT. Freeport Indonesia Hingga 2061


Amerika Serikat, Media Dinamika Global.id.--Pemerintah Indonesia menyetujui perpanjangan kontrak perusahaan tambang asal Amerika Serikat, Freeport-McMoRan (FCX), hingga tahun 2061. Kesepakatan tersebut menjadi kelanjutan dari kontrak yang saat ini berlaku sampai 2041.

Itu artinya, masa izin yang baru direncanakan berlangsung selama 20 tahun, yakni periode 2041–2061. Perpanjangan kerja sama ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) terkait perpanjangan Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK) untuk operasional tambang Grasberg yang terletak di Papua Tengah. 

Menteri Investasi sekaligus Kepala BKPM Rosan Roeslani menyampaikan bahwa perpanjangan izin tersebut disertai komitmen investasi besar dari Freeport dalam dua dekade mendatang. “Dalam hal ini kami mewakili atas mandat yang diberikan kepada kami sehingga pihak Freeport bisa meningkatkan investasinya kurang lebih dalam 20 tahun ke depan nilainya itu 20 miliar dollar AS," kata Rosan dalam konferensi pers daring di Washington D.C, AS, dikutip dari Antara, Jumat (20/2/2026). 

"Ini juga akan memberikan dampak yang positif, baik dari segi penerimaan pajak dan yang lain-lainnya," tambahnya. Menurut Rosan, kesepakatan awal tersebut akan segera ditindaklanjuti melalui pembahasan lanjutan agar dapat difinalisasi menjadi perjanjian definitif dalam waktu dekat.

Dalam konferensi pers yang sama, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menjelaskan bahwa perpanjangan IUPK Freeport merupakan upaya menjaga keberlanjutan produksi, peningkatan pendapatan negara, dan eksplorasi cadangan baru. Bahlil menyebutkan bahwa produksi Freeport diperkirakan mencapai titik tertinggi pada tahun 2035 sehingga diperlukan langkah antisipatif guna memastikan keberlanjutan operasional setelah periode tersebut. 

“Kita tahu bahwa konsentrat Freeport sekarang memproduksi satu tahun pada saat belum terjadi musibah itu mencapai 3,2 juta ton biji konsentrat tembaga yang menghasilkan kurang lebih sekitar 900.000 lebih tembaga dan kurang lebih sekitar 50 sampai 60 ton emas,” kata Bahlil, dikutip dari Antara, Jumat. “Oleh karena tahun 2035 adalah puncaknya (produksi), maka kita berpandangan bahwa penting untuk kita mencari solusi dalam rangka eksistensi dan keberlanjutan usaha di Timika, di Papua,” sambungnya.(Sekjend MDG)