Media Dinamika Global

Jumat, 30 Januari 2026

Upacara SDN 35 Nungga Kota Bima


Kota Bima, Media Dinamika Global.id.// Senin 26 Januari 2026 Memupuk dan menanamkan rasa nasionalisme peserta didik, SD Negeri 35 Nungga Kota Bima setiap hari Senin mengadakan kegiatan Upacara Bendera. Upacara Bendera diikuti oleh seluruh peserta didik dan bapak/ibu guru SD Negeri 35 Nungga Kota Bima. Tema yang disampaikan dalam Upacara Bendera hari ini adalah Ikrar Pelajar Indonesia. Ada 3 hal mengenai yang disampaikan : Pertama, melaksanakan upacara bendera pada setiap hari Senin pagi. 

Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi sarana yang dapat menanamkan nila-nilai kebangsaan, kedisiplinan, sekaligus tanggung jawab, dan juga kebersamaan.Kedua, penyeragaman pembacaan teks janji siswa pada saat pelaksaan upacara bendera dengan menggunakan teks Ikrar Pelajar Indonesia, yang dibacakan setelah pembacaan teks Pancasila dan Pembukaan UUD 1945.Teks yang berisikan komitmen pelajar Indonesia, seakan memberi makna kembali mengajak dan mengingatkan seluruh pelajar Indonesia untuk belajar dengan baik, menghormati orang tua dan guru, rukun dengan sesama teman, serta cinta kepada Tanah Air Indonesia. demikian disampaikan oleh Bapak Munir, S.Pd. selaku Pengawas pembina SDN 35 Nungga Kota Bima.(Sekjend MDG)

Gubernur NTB Apresiasi Paguyuban Lombok di Labuan Bajo, Dorong Jadi Duta Budaya NTB


Manggarai Barat, Media Dinamika Global.Id , Kamis 29 Januari 2026 — Di sela padatnya agenda penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) Kerja Sama Regional Bali–NTB–NTT (Sunda Kecil), Gubernur Nusa Tenggara Barat Lalu Muhamad Iqbal meluangkan waktu untuk bersilaturahmi dengan Paguyuban Ikatan Keluarga Besar Lombok (IKBAL) Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur.

Ketua Paguyuban IKBAL Labuan Bajo, Suhaeli, menyampaikan bahwa jumlah anggota paguyuban Lombok di Labuan Bajo mencapai sekitar 500 orang, dengan latar belakang profesi yang beragam, mulai dari pedagang, anggota TNI dan Polri, hingga aparatur sipil negara (ASN). Dari jumlah tersebut, sebagian besar berprofesi sebagai pedagang.

Suhaeli juga melaporkan, Paguyuban IKBAL telah mendirikan Sekolah Islam Terpadu (IT) yang kini menampung sekitar 300 siswa. Sekolah tersebut bermula dari jumlah siswa yang sangat terbatas, yakni hanya 20 siswa saat pertama kali berdiri. Selain itu, paguyuban aktif dalam berbagai kegiatan sosial kemasyarakatan serta membaur dengan masyarakat asli Labuan Bajo.

Menanggapi hal tersebut, Gubernur NTB Miq Iqbal menyampaikan apresiasi dan dukungannya atas kontribusi positif paguyuban Lombok di Labuan Bajo. Ia mendorong agar Paguyuban IKBAL dapat berperan sebagai duta budaya NTB, dengan mentransformasikan nilai-nilai budaya Lombok secara baik dan beretika.

“Perlihatkan bahwa kita adalah bagian dari masyarakat Labuan Bajo. Jaga dan hormati nilai-nilai adat dan budaya setempat, sambil tetap memegang teguh adat dan budaya Lombok sebagai pemersatu dan penjaga marwah kesasak-an kita,” ujar Miq Iqbal.

Lebih lanjut, Gubernur NTB mendorong agar Paguyuban IKBAL segera membentuk yayasan resmi sebagai wadah gerakan sosial, ekonomi, dan keagamaan yang lebih terstruktur dan berkelanjutan.

“Saya sangat mendukung keberadaan saudara-saudara kita di Labuan Bajo. Segera bentuk yayasan resmi agar gerakan sosial, ekonomi, dan keagamaan bisa dikembangkan lebih luas dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat,” tegasnya.

Sebagai bentuk dukungan terhadap pelestarian budaya, Miq Iqbal juga menyatakan komitmennya untuk membantu pengadaan Gendang Beleq bagi Paguyuban IKBAL setelah yayasan resmi terbentuk. Bantuan tersebut diharapkan menjadi sarana memperkenalkan seni dan budaya Lombok kepada masyarakat Labuan Bajo.

“Ini sekaligus untuk memperkenalkan budaya dan kesenian Lombok sebagai bagian dari kekayaan budaya Nusantara,” pungkasnya.

Redaksi ||

Siswa SMAN 1 Donggo Gelar Jum'at Taklim di Sekolahnya


Donggo NTB, Media Dinamika Global.id.// Muslim S.pd Guru SMAN 1 Donggo, menyebut Jum’at taklim dan majelis taklim menjadi sarana yang efektif untuk menanamkan akhlak yang baik kepada para siwa SMAN 1 Donggo. Pasalnya, shalat Jum’at dengan materi khutbah di dalamnya memberikan banyak pengetahuan keagamaan. Sedangkan majelis taklim merupakan media pembelajaran ilmu keagamaan dengan beragam kajian di dalamnya.

“Setiap pekan seluruh siswa mengikuti Jum’at Taklim, sedangkan siswa SMAN 1 Donggo kami menghadiri majelis taklim di ruang sekolahnya. Dua kegiatan itu merupakan sarana pembentukan akhlak siswa,” kata pak Muslim


Sementara dalam khutbahnya di sebuah Taklim Jum’at beberapa waktu lalu, Pak muslimin guru SMAN 1 Donggo, mengingatkan bahwa penggunaan narkoba, apapun namanya, jenisnya, baik yang memabukan ataupun tidak memabukan dan bukan sesuatu yang darurat, maka hukumnya haram dikonsumsi, sebab di dalamnya ada unsur mematikan rasa dan melemahkan. Muslim S, pd pun mengajak warga SMAN 1 Donggo, setempat untuk memerangi narkoba.

“Kita awasi lingkungan kita dari narkoba, nyatakan pada diri kita sekali tidak pada narkoba maka katakan tidak,” tegasnya Muslimin.(Sekjend MDG)

Ketua DPRD NTB: Polri di Bawah Presiden Jaga Stabilitas Nasional


Mataram, Media Dinamika Global.Id — DPRD Provinsi Nusa Tenggara Barat menyatakan sikap tegas, mendukung keberadaan Kepolisian Negara Republik Indonesia tetap berada di bawah Presiden Republik Indonesia. Dukungan ini disampaikan langsung Ketua DPRD NTB Hj. Baiq Isvie Rupaeda, mewakili pimpinan dan seluruh anggota dewan.

Isvie menilai posisi Polri di bawah Presiden menjadi kunci menjaga stabilitas keamanan nasional, sekaligus memastikan pelayanan publik berjalan optimal. Pola ini dinilai mampu menjaga garis komando tetap jelas, serta selaras dengan sistem ketatanegaraan.

Menurut perempuan pertama yang menduduki Ketua DPRD NTB itu, peran Polri tidak hanya sebatas penegakan hukum, namun juga menjaga ketertiban sosial, melindungi masyarakat, serta mendukung agenda pembangunan nasional hingga daerah. Karena itu, dukungan politik dan kelembagaan perlu terus diperkuat.

“DPRD Provinsi NTB mendukung Polri tetap berada di bawah Presiden demi menjaga stabilitas keamanan, netralitas institusi, serta pelayanan terbaik kepada masyarakat,” ujar Hj. Baiq Isvie Rupaeda.

Ia menambahkan, sinergi Polri bersama pemerintah daerah selama ini berjalan baik, termasuk dalam menjaga kondusivitas wilayah NTB, pengamanan agenda strategis, hingga pengawalan program sosial dan ekonomi.

DPRD NTB juga mengajak seluruh elemen masyarakat menjaga kepercayaan terhadap Polri, sebagai institusi negara yang bekerja profesional dan berorientasi pada kepentingan rakyat.

Redaksi ||

Kamis, 29 Januari 2026

Kapan Inspektorat, Bupati Bima Segera Lakukan Monev Administrasi dan Realisasi Anggaran 2023/2024 di Doridungga Terkait Ambruk gedung Serbaguna Rata dengan Tanah


Donggo NTB, Media Dinamika Global.id. – Inspektorat Kabupaten Bima belum melakukan monitoring dan evaluasi (Monev) dalam hal bupati Bima secara mendalam terhadap administrasi dan realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) tahun 2023/ 2024 di Desa doridungga terkait Ambruk gedung serbaguna rata dengan tanah Kegiatan ini bertujuan untuk memastikan transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan anggaran desa serta memeriksa pelaksanaan program pembangunan yang didanai dari anggaran tersebut.

tim Inspektorat belum memeriksa berbagai aspek administrasi, cara pengelolaan anggaran ADD mulai dari perencanaan hingga pelaksanaan program pembangunan gedung serbaguna desa doridungga. Mereka menelaah Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (RAPBDes) untuk tahun 2023/ 2024, mencocokkannya dengan realisasi di lapangan, serta harus memverifikasi bukti-bukti fisik pelaksanaan program, seperti pembangunan infrastruktur desa dan program pemberdayaan masyarakat. Pemeriksaan administrasi Belum ada dipusatkan di aula kantor Desa kantor desa doridungga setempat.

Ketua Irban 2 Inspektorat, bupati Bima belum ada menegaskan bahwa pemeriksaan gedung serbaguna desa doridungga belum dilakukan untuk memastikan setiap rupiah yang dikeluarkan oleh desa dikelola secara efektif dan efisien. “Monev ini penting untuk meminimalisir risiko penyelewengan dana dan memastikan bahwa anggaran pembangunan gedung serbaguna tersebut yang disalurkan benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat desa doridungga kecamatan Donggo. Kami masyarakat doridungga ingin memastikan bahwa program-program yang telah direncanakan berjalan sesuai target,” ujarnya.

Kepala Desa doridungga Jubair Awahab, harus hadirkan inspektorat untuk kesiapannya dalam menjalani proses evaluasi ini. Ia menjelaskan bahwa pengelolaan keuangan desa dilakukan dengan penuh transparansi dan melibatkan berbagai pihak, termasuk masyarakat, dalam pengawasan. "Kami selalu mengutamakan keterbukaan dalam setiap pengambilan keputusan terkait anggaran desa, serta berupaya agar program-program pembangunan berjalan sesuai rencana," kata Kepala Desa.

Selama proses Monev, Inspektorat menemukan beberapa catatan yang perlu diperbaiki, terutama terkait laporan administrasi yang perlu lebih detail dan akurat. Meski demikian, secara umum, Inspektorat mengapresiasi langkah transparan yang diambil oleh pemerintah desa doridungga dalam mengelola anggaran 2023/2024.


Tim Inspektorat kapan mengambil tindakan merumuskan hasil dari kegiatan Monev gedung serbaguna desa doridungga kecamatan Donggo yang ambruk rata dengan tanah di terjang angin kencang pada Jumat, 23 Januari 2026 kemarin. Seharusnya Inspektorat hasil monev menyerahkannya kepada pemerintah kabupaten bima, dalam hal Bupati sebagai bahan evaluasi. Diharapkan dengan adanya Monev gedung serbaguna itu, pengelolaan keuangan desa di Kabupaten semakin baik dan manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat desa doridungga kecamatan Donggo.(Tim MDG)

Patroli Cipikon, Anggota Koramil 1608-01/Rasanae Himbauan Tertib Berkendara


Kota Bima. Media Dinamika Global.id. Babinsa Kelurahan Nitu Serka Toto pimpin kegiatan apel pengecekan Personil dalam rangka melaksanakan Patroli Cipta Kondisi di wilayah Teritorial Koramil 1608-01/Rasanae yang bertempat di Posramil Rasanae Timur Kelurahan Kumbe Kecamatan Rasanae' Timur Kota Bima. Selasa, (29/01/26)

Babinsa Kelurahan Kumbe Sertu Kosnadin, kegiatan tersebut juga dihadiri oleh Anggota Koramil 1608-01/Rasanae sebanyak 6 orang  

Kegiatan ini, selain memberikan rasa aman terhadap warga masyarakat Kota Bima, juga dilakukan agar setiap tindakan kriminal, seperti pencurian, tindakan seksual, hingga kekerasan seperti perkelahian dan lain-lainnya bisa terdeteksi.

Sasaran Patroli Cipta Kondisi di wilayah Teritorial Koramil 1608-01/Rasanae kali ini dilaksanakan di beberapa Kelurahan seperti.

1. Kelurahan Kumbe

2. Rabadompu Timur 

3. Kelurahan Rabangodu Utara 

4. Kelurahan Paruga

5. Kelurahan Penatoi 

6. Kelurahan Dara

Sesuai dengan jadwal yang ditentukan, pelaksanaan kegiatan dimulai pada Pukul 20.30 Wita, personil patroli melaksanakan Apel pengecekan, dan tepat pada Pukul 21.15 Wita personil patroli melaksanakan patroli keliling, Star dari Kelurahan Oi Mbo menuju sepanjang Jln. Sukarno Hatta dengan menggunakan Roda dua"

Pukul 20.15 Wita' Anggota patroli memberikan imbauan kepada masyarakat, dalam himbauanya dijelaskan bahwa masyarakat agar selalu menjaga ketertiban, tidak melakukan tindakan yang melanggar hukum, serta bersama-sama menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif.

Selain itu, ditegaskan juga agar masyarakat selalu menjaga ketertiban, dengan tidak melakukan tindakan yang dapat mengganggu keamanan, dan tidak berkumpul hingga larut malam tanpa tujuan yang jelas.

Dan yang paling penting adalah tidak mengkonsumsi minuman keras, narkoba, serta menjauhi tindakan-tindakan kriminal.

Menggunakan kendaraan dengan tertib dan tidak memakai knalpot bising (Resing), dan segera melapor kepada aparat jika melihat hal-hal yang mencurigakan, agar bisa secepatnya di lakukan tindakan pencegahan, sekali lagi diharapkan kerjasama yang baik, agar bisa menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif.

Pukul 21.40 Wita Anggota patroli melaksanakan pemeriksaan salah Satu warga yg menggunakan sepeda motor knalpot resing sekaligus menegur dan mengingatkan agar knalpot resing di copot, diharapkan kepada masyarakat agar dapat mematuhi aturan lalu lintas' 


Dengan memeriksa salah satu warga ini diharapkan ini bisa menjadi contoh bagi warga masyarakat lainnya agar tidak menggunakan knalpot racing apabila berkendara, juga diharapkan kepada masyarakat agar dapat mematuhi aturan lalu lintas.

Sebelum kegiatan berakhir personil juga menjelaskan bahwa kegiatan yang dilaksanakan ini bertujuan untuk menciptakan situasi yang aman, nyaman, dan kondusif di wilayah Koramil 01/Rasanae, demi terciptanya situasi Kamtibmas yang aman, tertib, dan kondusif di wilayah Kota Bima.

Pukul 21,50 wita, Anggota patroli tiba di kantor Koramil 01 Rasanae, dan Pukul 22.00 Wita' kegiatan patroli Cipta Kondisi selesai dalam keadaan aman, tertib dan lancar. (Koramil-01/Tim MDG)

Laporan Sudah P-19, Penanganan Kasus Dugaan Penganiayaan di Polsek TKT Dinilai Janggal Jadi Sorotan Publik.

Bandar Lampung - Mediadinamikaglobal.Id || Penanganan kasus dugaan penganiayaan yang melibatkan seorang konsultan pajak bernama Handy kembali menuai sorotan. Meski laporan perkara telah memasuki tahap P-19 di Polsek Tanjung Karang Timur (TKT), sejumlah kejanggalan dalam proses penanganan perkara dinilai memunculkan tanda tanya di tengah publik.

Dalam perkara tersebut, Verrel tercatat sebagai korban dugaan penganiayaan. Barang bukti (BB) milik korban telah diserahkan dan diamankan di Polsek Tanjung Karang Timur.

Namun, pada saat yang sama, barang bukti milik terlapor Handy justru diamankan oleh Polda Lampung, meskipun perkara dugaan penganiayaan tersebut telah ditangani Polsek hingga tahap P-19.

Kondisi tersebut diperumit dengan adanya saling lapor antara kedua belah pihak. Saat Polsek TKT telah menetapkan tersangka dalam laporan dugaan penganiayaan, Polda Lampung justru memproses laporan balik yang diajukan oleh Handy, sehingga memunculkan kesan perbedaan langkah penanganan dalam satu rangkaian peristiwa yang sama.

Upaya konfirmasi kepada Kasubdit Jatanras Polda Lampung hingga berita ini diterbitkan belum membuahkan hasil. Baik dihubungi melalui pesan WhatsApp maupun saat didatangi langsung ke kantor, yang bersangkutan tidak memberikan tanggapan dan disebut kerap tidak berada di ruangannya.

Sementara itu, Kapolsek Tanjung Karang Timur, Kurmen Rubiyanto, menegaskan bahwa perbedaan pengamanan barang bukti tersebut tidak menjadi persoalan dalam proses penyidikan.

“Tidak masalah, saling melengkapi. Penetapan izin sita kendaraan roda empat (R4) nanti dilampirkan di berkas TKT, demikian juga sebaliknya, karena peristiwanya satu rangkaian,” ujar Kurmen Rubiyanto.

Namun, pernyataan tersebut mendapat tanggapan kritis dari Ketua Serikat Media Siber Indonesia (SMSI). Doni menilai langkah penanganan perkara antara Polsek TKT dan Polda Lampung terkesan tidak sejalan.

“Aneh juga. Ketika TKT sudah menetapkan tersangka, Polda justru memproses laporan Handy. TKT dan Polda terkesan beda SOP. Apakah memang seperti ini standar di Polri?” tegas Doni.

Menurutnya, kondisi tersebut berpotensi menimbulkan kebingungan publik serta merusak kepercayaan masyarakat terhadap proses penegakan hukum, khususnya dalam perkara pidana yang melibatkan saling lapor.

Hingga saat ini, publik masih menanti klarifikasi resmi dari Polda Lampung untuk memastikan bahwa penanganan perkara dilakukan secara transparan, profesional, dan sesuai prosedur hukum yang berlaku.(Fs/Red) 

UKM Biru 09 STIE Bima Live Acounstic di Taman Dae La Kosa Kota Bima


Kota Bima, Media Dinamika Global.id.// Dunia kampus STIE Bima adalah lahan diskusi bagi mahasiswa dan LIVE ACOUNSTIC, pemanfaatan potensi kampus sebagai aseet deduktif untuk memperkaya ilmu tentunya lebih berharga ketimbang nongkrong gak jelas di pinggiran kota sambil gossip live Acounstic. Dunia kampus tidak bisa terus permanen dengan hukum kevakuman, apabila dunia kampus statis dengan kondisi seperti itu maka jangan heran bahwa nanti nya malah akan melahirkan kader-kader yang hedon dan berpikir pragmatis. Salah satu upaya untuk mencegah potensi-potensi negative seperti itu tentunya kampus harus lebih peka dalam menanggapi dinamika yang hadir dalam lingkup internal, salah satunya yaitu dengan mengadakan kajian-kajian diluar perkuliahan, diskusi umum, kegiatan ekstrakulikuler kemahaiswaan, seminar dll. Upaya-upaya positif seperti itu tentunya akan melahirkan paradigma yang objektif dalam menganalisis penempatan diri, bahwa sesungguhnya kahidupan mahasiswa adalah berada pada dunia live Acounstic diskusi bahkan dunia rekreasi.

Kehadiran unit kegiatan mahasiswa pun dianggap perlu sebagai batu loncatan untuk mengarahkan pola pikir agar lebih tersentralistis dan terlepas dari pada hukum kevakuman, selain dari pada fungsi mendasar tersebut unit kegiatan mahasiswa dibentuk sebagai wadah untuk menampung hoby, minat dan bakat mahasiwa agar mampu berprestasi dalam segala lini. Namun terlepas dari pada itu, unit kegiatan mahasiswa lebih utama nya yaitu mengajarkan kepada mahasiswa tentang sebuah nilai kerja dari hasil teoritis langsung kepada pengimplementasian melalui kegiatan-kegiatan yang produktif, dan juga melatih diri untuk mampu keluar dari batasan dan mulai melangkah untuk menciptakan sebuah inovasi berpikir,dan bertindak yang lebih progress.

Sejarah organisasi

Biru 09 yang awal nya bernama Teater Biru berdiri pada tanggal 16 maret 2012 di Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Bima. Awalnya di STIE Bima hanya terdapat dua UKM yaitu live Acounstic (mahasiswa pencinta musik) dan FOKEM (forum kajian ekonomi) , FOKEM sendiri adalah UKM Biru 09 STIE Bima, yang lahir berbarengan dengan lahirnya Biru, namun kehadiran Teater Biru pada masa itu tidak mendapat perhatian yang lebih dari pihak Kelembagaan STIE Bima, karena FOKEM dinilai sebagi organisasi yang memiliki kualitas dan perpanjangan tangan dari knowledge background ekonomi yang bersifat edukatif, terlebih lagi kader-kader FOKEM pasca itu merupakan anak-anak emas yang sebagian besar memiliki prestasi baik dalam pergulatan kampus, begitupun dengan live Acounstic UKM Biru 09 STIE Bima yang merupakan organisasi tertua dan pastinya memiliki kontribusi yang jelas bagi Lembaga STIE Bima.

Sekitar akhir tahun 2011 pasca penerimaan mahasiswa baru di kampus STIE Bima, kehidupan kampus dirasa monotun dan tak bermanuver, apalagi pada konteks dunia kampus, yang dimana mahasiswa dituntut untuk lebih aktif berkegiatan dan melakukan diskusi kecil-kecilan, namun faktanya kehidupan kampus di STIE pasca itu dirasa sangat membosankan, sehabis kuliah kembali kerumah/kos, untuk menanti jam perkuliahan beganti mahasiswa sibuk ngerumpi, selfie-selfian dan lain sebagainya, yang dimana kegiatan-kegiatan hedon seperti itu tidak mencerminkan hakekat sejatinya mahasiswa, dan potret-potret semacam itu hanya dirasakan oleh segelintir mahasiswa yang sadar akan sebuah disposisi negative pola pikir mahasiswa, keresahan itu dirsakan oleh sebagian kecil mahasiswa baru yang merasa perlu adanya sebuah perubahan pola pikir dan lebih utama untuk menciptakan dinamisasi kehidupan kampus.

Keenam orang mahasiswa baru yang kebetulan sekelas itu, membahas semua kevakuman yang terjadi saat itu dalam sebuah diskusi kecil-kecilan di ruang sinar jaya, keenam mahasiswa itu adalah Much.Yamin yang akrap di sapa Pak bos, Andriawan yang sampai pada detik ini biasa di kenal dengan panggilan amantua, Farhan Hidayat atau Mas han, Mizan, bony, dan Muhammad. Pada diskusi tersebut keenam dari mereka sepakat akan sebuah kondisi vakum yang harus dirubah kearah yang leboh revolusioner, pak bos berkata “ persahabatan itu jangan sampai berakhir hanya karena naiknya kita kesemester yang lebih tinggi nantinya, tapi persahabatan itu harus terus berkesinambungan, dan untuk mewujudkan itu, perlu adanya sebuah wadah yang menyatukan kita sampai tuhan menghendakinya berakhir” pernyataan itu kemudian menjadi kekuatan untuk mereka dalam menyatukan sebuah komitmen bahwa perlu adanya sebuah wadah kemahasiswan yang akan terus berkesinambungan yaitu Unit Kegiatan Mahasiswa di persembahkan oleh dinas pariwisata dan dinas kebudayaan kota Bima.

Wacana pembahasan terkait agenda pembentukan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) itu pun masih belum mendapat deskripsi yang jelas hingga berlangsung selama 2-3 hari. Pasca itu mahasiswa senior bernama Hendry yang juga pada saat itu adalah senior dari UKM Biru 09 STIE Bima , tidak segaja bergabung dalam diskusi selanjutnya. Saat itu anggota yang sepakat dengan komitmen bahwa ingin dibentuknya sebuah UKM semakin bertambah, saat itu ada Muhammad Ridho yang akrab di sapa Abi Met, abi met ini adalah seorang mahasiswa pindahan dari ST-PLN Jakarta yang kebetulan kenal dengan mizan dan bony, kemudian akhirnya sepakat untuk bersama-sama membentuk sebuah UKM, dari Abi met inilah kemudian hadir mahasiswa yang bernama Arif Rhman yang biasa di panggil dengan sebutan bang ayi. Selain itu seorang wanita pun terut mengambil bagian dalam proses ini, Dian, ya.. dia adalah satu-satunya wanita saat itu yang kemudian menularkan doktrinisasi kepada kawan-kawan mahasiswa wanita lainnya, karena kebetulan saat itu dian adalah teman dari Pak bos dkk di kelas A4. Berawal dari dian inilah kemudian hadir wanita-wanita lainnya yatu, yanti, dwi, winda, dan sari.

Pasca itu terjadi beberapa perbedaan pendapat di antara mereka, di kubu Hendry mengusulkan untuk membentuk UKM ROHIS (rohani islam), di kubu Abi Met dkk mengusulkan UKM music, sedangkan di kubu Pak bos lebih cenderung kearah seni secara umum, kemudian lahirlah usulan nama (COSMETIS) Comunitas Seni. Rohani islam dianggap terllalu berat untuk diemban oleh mahasiswa pasca itu karena dinilai sacral untuk pemuda-pemudi awam seperti mereka untuk mengedepankan nilai-nilai akidah. Akhirnya berdasarkan Historis di STIE bahwa diceritakan dulu beberapa tahun lalu pernah ada sebuah UKM bernama Teater Cinta yang kemudian mati ditinggal pergi oleh pengurusnya, dan inilah cikal bakal nama Teater Biru yang dimana biru merupakan symbol dari pada kampus Biru STIE Bima.

Sabtu malam nggak punya rencana? Dari pada bengong, mending kita vibe check bareng di Pentas Akustik UKM Biru09 STIE Bima.

Nikmati syahdunya malam di Taman Ria sambil dengerin live music yang pastinya bikin adem. Plus, cuma modal 5K buat Kupon Harmoni, kamu bisa bawa pulang Hadiah Misteri yang bikin penasaran.

Lapangan Dae La Kosa (Taman Ria)

Sabtu, 31 Januari 2026

20.00 WITA - Selesai

Gratis masuk, ajak geng kamu sekarang

Setelah perdebatan yang panjang akhirnya mereka sepakat untuk membentuk sebuah UKM bernama Teater Biru yang dimana pada awal pemikirannya UKM ini hadir dari sebuah pertanyaan besar akan keresahan mahasiswa yang merasa hukum kevakuman semakin manjalar pada sendi-sendi kehidupan mahasiswa STIE Bima, Pak bos tidak berhenti sampai di situ, dengan langkah nya yang gesit tak terbaca, ia kemudian mendapatkan informasi bahwa ada seorang yang bernama sigit yang dulunya pernah menjadi bagian dari pada teater cinta, pertemuan dengan sigit pun akhirnya terwujud, amantua, pak bos bersama sigit berdiskusi panjang lebar terkait teater dan lainnya, karena disadari bahwa sebagian besar dari kawan-kawan yang awalnya tadi berniat membentuk Teater Biru tidak paham sama sekali dengan yang namanya dunia teater. Setelah diskusi panjang dengan sigit, ia pun kemudian mengenalkan pak bos dan andry dengan seorang lulusan yogjakarta, asli sape bernama Maruf An Nabar, atau biasa di sapa bang maruf. Berawal dari bang maruf inilah Ruh teater biru kemudian lahir sebagai sebuah idealisme yang fitrah. Pertemuan pun berlangsung di yuank café samping gunung dua bersama-sama dengan sigit dan bang maruf, setelah banyak memberikan arahan dan motivasi akhirnya bang maruf bersedia untuk menjadi Pembina Teater Biru tanpa meminta bayaran sepeser pun, keinginan itu tentunya bukan lahir dari unsur politik atau pemanfaatan atau bahkan Eksploitasi, tetapi keinginan live Acounstic itu lahir akibat dari cintanya terhadap dunia seni terlebih lagi live Acounstic, dan rasa bangga nya terhadap kegigihan kawan-kawan yang mau untuk membentuk sebuah wadah ini, Teater Biru. Setelah pertemuan malam itu, bang maruf kemudian berkunjung ke STIE dan berkenalan dengan kawan-kawan yang siap untuk membangan sebuah wadah seni ini dan memberikan materi tentang dasar—dasar live Acounstic. Disisi lain pihak lembaga STIE bima tidak terlalu merespon apa yang menjadi keinginan mereka untuk membentuk UKM Teater Biru, sementara BEM pasca itu tidak memberikan tanggapan yang jelas terkait dengan canangan itu. namun dukungan-dukung

Dukungan moril dari dinas pariwisata dan dinas kebudayaan kota bima. kemudian lahir dari para mantan pengurus live Acounstic Cinta terdahulu yang sampai hari ini menjadi staf di STIE Bima, yaitu, Pak Abdi dan Dae Heri.(Sekjend MDG)

Bhabinkamtibmas Polsek Sape Polres Bima Kota, Sambang Duka Wujud Empati Atas Meninggalnya Warga Binaanya


Sape, Media Dinamika Global.id.// Sebagai wujud kepedulian dan kedekatan dengan warga binaan, Bhabinkamtibmas Desa Parangina Polsek Sape Polres Bima Kota Aipda Faisal, melaksanakan kegiatan Sambang Duka, atas meninggalnya Warga Binaan Almarhum Muhammad Ata Alwalid Bin Sihabudin Arif, di RT 001 RW 001 Dusun Bou, Desa Parangina, Kecamatan Sape, Kabupaten Bima, yang meninggal di RSUD BIMA karena Sakit, dan di Makamkan di TPU Rade Na'e Desa Parangina, Kecamatan Sape, Kabupaten Bima, Kamis (29/1/2026)

Kegiatan Sambang Duka ini menjadi salah satu wujud nyata peran humanis Polri dalam membina hubungan baik dengan masyarakat, tidak hanya dalam kondisi suka tetapi juga dalam duka,sekaligus bentuk nyata kehadiran Polri di tengah-tengah masyarakat, khususnya dalam memberikan dukungan moral kepada keluarga yang sedang berduka.

Kapolsek Sape AKP Sirajudin, S.H., dan Jajaran Polsek Sape juga menyampaikan belasungkawa yang mendalam atas meninggalnya Almarhum H. MUSA BIN ABA, semoga Almarhum Husnul Khatimah, mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT, serta keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan, kekuatan, dan keikhlasan, Aamiin Ya Rabbal Alamiin 🤲🤲🤲 (***)

Babinsa Koramil 1608-03/Sape Peduli Terhadap Masa Depan Generasi Pelajar


Sape.Bima.NTB.Media Dinamika Global.id  30 Januari 2026 — Kepedulian terhadap masa depan generasi pelajar kembali ditunjukkan oleh Bintara Pembina Desa (Babinsa) Rasabou, Serda Abdul Hafid, anggota Koramil 1608-03/Sape. Pada Jumat pagi (30/1/2026), Babinsa mengamankan tiga orang siswa SMP yang kedapatan berada di luar sekolah saat jam kegiatan belajar mengajar masih berlangsung.


Ketiga siswa tersebut ditemukan sedang nongkrong di taman Lapangan Semangka, Desa Naru, Kecamatan Sape, sekitar pukul 08.30 WITA. Mereka terlihat duduk dan berbincang di atas sepeda motor, meskipun masih dalam jam sekolah.

Guna mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan serta sebagai bentuk pembinaan dan penegakan disiplin terhadap pelajar, Serda Abdul Hafid membawa ketiga siswa tersebut ke Markas Koramil 1608-03/Sape untuk dilakukan pendataan dan pembinaan awal.

Sekitar pukul 08.50 WITA, pihak sekolah datang ke Koramil untuk menjemput para siswa. Selanjutnya, ketiga siswa tersebut diserahkan kembali kepada pihak sekolah untuk mendapatkan pembinaan lebih lanjut dan diarahkan agar kembali mengikuti proses belajar mengajar sebagaimana mestinya.

Seluruh rangkaian kegiatan berakhir pada pukul 09.00 WITA dan berlangsung dengan aman, tertib, serta lancar. Kegiatan ini merupakan bagian dari pembinaan teritorial Babinsa sekaligus bentuk kepedulian TNI terhadap kedisiplinan dan masa depan generasi muda di wilayah binaannya.