Media Dinamika Global

Kamis, 22 Januari 2026

Tiga Kepada Daerah NTB Memastikan TPA Regional Kebon Kongok Tetap Mampu Melayani Sekaligus Menyiapkan Sistem Pengelolaan Berkelanjutan


Mataram NTB, Media Dinamika Global.id.// Ada satu persoalan yang setiap hari dihadapi, tetapi sering baru terasa genting ketika gunungannya mulai terlihat: sampah. Di NTB, persoalan ini tidak lagi bisa disikapi dengan cara biasa. Ia harus ditangani dengan langkah yang terukur, lintas daerah, dan berpikir jauh ke depan.

Di Ruang Kerja Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal duduk bersama Wali Kota Mataram H. Mohan Roliskana dan Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini. Pembicaraan mengerucut pada satu titik: bagaimana memastikan TPA Regional Kebon Kongok tetap mampu melayani, sekaligus menyiapkan sistem pengelolaan yang lebih berkelanjutan.

Untuk jangka pendek, pilihan yang paling realistis adalah memperluas landfill. Bukan keputusan yang ideal, tetapi perlu agar layanan persampahan tidak kembali berada di ambang krisis. Perluasan ini dirancang bertahap, memanfaatkan lahan yang secara teknis sudah siap, sehingga daya tampung bisa bertahan sekitar dua tahun ke depan.

Namun persoalan sampah tidak bisa berhenti di urusan menambah ruang buang. Karena itu, pembicaraan juga diarahkan ke langkah jangka panjang: penerapan teknologi waste to energy. Sejumlah proposal dari perusahaan telah masuk, dan koordinasi dengan Kementerian Lingkungan Hidup serta Kementerian PUPR terus dilakukan, mengingat Kebon Kongok melayani dua wilayah sekaligus—Kota Mataram dan Kabupaten Lombok Barat.

Dalam pertemuan itu, disepakati pula pembagian peran dan tanggung jawab. Skema pendanaan jangka pendek ditata bersama: 40 persen oleh Pemerintah Provinsi NTB, 40 persen oleh Pemerintah Kota Mataram, dan 20 persen oleh Pemerintah Kabupaten Lombok Barat. Pembebasan lahan pendukung juga dipastikan masuk dalam agenda percepatan.

Arah yang ingin dituju jelas: persoalan sampah tidak lagi ditangani dengan langkah darurat, tetapi dengan perencanaan yang rapi, kolaborasi yang kuat, dan pandangan jangka panjang. Agar ke depan, isu kebersihan dan lingkungan tidak selalu muncul sebagai krisis, melainkan sebagai bagian dari sistem yang tertata dan berkelanjutan.(Sekjend MDG)

AP4K4H INI AKHIR DARI PENGABDIAN SAYA PAK PRABOWO"


Kepada Yth. Bapak Presiden Prabowo Subianto,

Jambi, Media Dinamika Global.id.//Bapak Prabowo Subianto presiden RI, saya adalah seorang guru honorer. Upah saya tidak seberapa, namun rasa bangga saya melihat anak didik disiplin adalah segalanya. Hari ini, kebanggaan itu berubah menjadi ketakutan yang luar biasa.

Saya ditetapkan sebagai TERS4NGKA. Hanya karena saya memotong rambut siswa yang panjang dan pirang demi menegakkan aturan sekolah. Saya tidak berniat jahat, saya hanya ingin mendidik agar mereka tahu arti kerapihan dan kepatuhan.

Pak Prabowo, jika mendisiplinkan siswa dianggap kriminal, siapa lagi yang berani mengajar dengan jujur di negeri ini. Saya mohon perlindungan Bapak. Jangan biarkan seragam guru saya berganti menjadi baju tahanan hanya karena saya menjalankan tugas, Mohon keadilan untuk saya, pak. Saya hanya ingin kembali ke kelas, bukan ke penjara.(Tim MDG)

Relawan Muhammadiyah NTB Hadir Pulihkan Hunian dan Trauma Warga Banjir Aceh Timur

Relawan MDMC NTB Saat Pendampingan psikososial bagi
anak-anak di Desa Blang Seunong, (Ist/Surya)

Aceh Timur, Media Dinamika Global.Id – Relawan Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) Nusa Tenggara Barat (NTB) terus menunjukkan komitmen kuat dalam proses pemulihan pascabencana banjir di Kabupaten Aceh Timur. Pada Kamis (22/02/2026), relawan MDMC kembali memusatkan aktivitas kemanusiaan di wilayah terdampak, khususnya Desa Blang Seunong, Kecamatan Pantai Bidari.

Fokus utama kegiatan relawan meliputi penguatan fungsi hunian warga, pendampingan psikososial bagi anak-anak, serta assessment lanjutan terhadap dampak kerusakan dan kondisi sosial-ekonomi masyarakat pascabanjir.

Di tengah keterbatasan dan kerusakan yang masih tampak nyata, relawan MDMC hadir tidak sekadar sebagai tim pendata, tetapi juga sebagai pendamping yang bekerja langsung bersama warga. Bahkan, sebagian relawan memilih tinggal di tengah masyarakat untuk memastikan proses pemulihan berjalan lebih efektif dan berkelanjutan.

Sejak pagi hari, relawan bahu-membahu bersama warga membangun kembali rumah-rumah yang rusak maupun hanyut terseret banjir. Proses pemulihan hunian dimulai dari mengumpulkan sisa material yang masih bisa dimanfaatkan, memperkuat rangka bangunan, hingga pemasangan atap agar rumah kembali layak dan aman untuk ditempati.

“Fungsi relawan di fase ini adalah memastikan warga tidak berjalan sendiri dalam proses pemulihan. Kami ikut bekerja, mendampingi, dan memastikan hunian kembali aman untuk ditinggali,” ujar Koordinator Relawan MDMC NTB, Yudi Lestanata.

Salah satu penerima manfaat adalah Bapak Yusuf, warga Desa Blang Seunong, yang rumahnya hanyut tersapu banjir. Dengan pendampingan relawan, proses pembangunan rumahnya dilakukan secara bertahap, mulai dari pendirian tiang hingga pemasangan atap agar keluarga dapat kembali memiliki tempat tinggal yang layak.

“Kalau tidak dibantu, kami tidak tahu harus mulai dari mana. Relawan datang bukan hanya membawa bantuan, tapi juga tenaga dan semangat,” ungkap Bapak Yusuf dengan haru.

Selain pemulihan hunian, relawan MDMC NTB juga memberikan perhatian serius terhadap pemulihan psikososial, terutama bagi anak-anak yang menjadi kelompok paling rentan mengalami trauma akibat bencana. Melalui kegiatan bermain, bercerita, serta edukasi sederhana, relawan berupaya mengembalikan rasa aman, keceriaan, dan kepercayaan diri anak-anak.

Sebanyak 146 anak tercatat sebagai penerima manfaat layanan psikososial yang dilaksanakan di lokasi terdampak. Kegiatan ini menjadi ruang aman bagi anak-anak untuk mengekspresikan perasaan sekaligus membantu mereka kembali siap menjalani aktivitas sehari-hari.

“Psikososial bukan sekadar hiburan, tetapi bagian penting dari pemulihan mental anak-anak agar mereka siap kembali bersekolah dan beraktivitas seperti biasa,” jelas Naufal, Koordinator Kegiatan Psikososial Tim Relawan Muhammadiyah NTB.

Sebagai bentuk dukungan terhadap keberlanjutan pendidikan, MDMC NTB juga menyalurkan bantuan school kit kepada anak-anak terdampak banjir. Berdasarkan hasil pendataan, sebanyak 240 siswa menerima perlengkapan sekolah berupa buku tulis dan alat tulis.

“Banyak perlengkapan sekolah yang rusak atau hanyut akibat banjir. Dengan school kit ini, kami berharap anak-anak dapat kembali belajar tanpa beban,” tambahnya.

Untuk memastikan proses pemulihan berjalan berkelanjutan, Muhammadiyah melalui LazisMu Kabupaten Bima membuka open donasi guna mendukung perbaikan hunian dan pemulihan anak pascabencana. Adapun kebutuhan mendesak yang masih diperlukan antara lain:

Kebutuhan Pemulihan Hunian:

- Paku berbagai ukuran

- Seng atap

- Kayu dan papan

- Alat pertukangan (palu, gergaji, tang, obeng, dan lainnya)

Kebutuhan Pendidikan:

- Tas sekolah

- Buku tulis

- Alat tulis lengkap

- Seragam sekolah

Donasi dapat disalurkan melalui LazisMu Kabupaten Bima, yang selanjutnya akan digunakan untuk mendukung kerja-kerja kemanusiaan relawan MDMC serta memenuhi kebutuhan masyarakat terdampak banjir di Aceh dan wilayah Sumatera lainnya.

“Relawan hadir bukan hanya saat tanggap darurat, tetapi juga dalam proses membangun kembali kehidupan warga. Dukungan masyarakat luas menjadi kekuatan utama agar pemulihan ini dapat berjalan lebih cepat dan berkelanjutan,” pungkas Yudi Lestanata.

Redaksi: Surya Gempar

𝗦𝗨𝗥𝗔𝗧 𝗧𝗘𝗥𝗕𝗨𝗞𝗔 𝗨𝗡𝗧𝗨𝗞 𝗕𝗔𝗣𝗔𝗞 𝗣𝗥𝗘𝗦𝗜𝗗𝗘𝗡 𝗥𝗘𝗣𝗨𝗕𝗟𝗜𝗞 𝗜𝗡𝗗𝗢𝗡𝗘𝗦𝗜𝗔, 𝗕𝗔𝗣𝗔𝗞 𝗣𝗥𝗔𝗕𝗢𝗪𝗢 𝗦𝗨𝗕𝗜𝗔𝗡𝗧𝗢


Perihal: Mohon Keadilan untuk Ibu Tri Wulansari, Guru Honorer yang Menjadi Tersangka Hanya Karena Menegakkan Disiplin

​Kepada Yth,

Bapak Presiden Prabowo Subianto

Di Jakarta

​Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,

Salam Sejahtera bagi kita semua,

​Bapak Presiden yang kami hormati,

Muaro Jambi, Media Dinamika Global.id.// ​Kami menulis surat ini dengan hati yang tersayat melihat kenyataan pahit yang menimpa dunia pendidikan kita saat ini. Di tengah semangat Bapak untuk membangun karakter bangsa dan memperkuat jati diri nasional, salah satu "prajurit" terdepan kita di medan pendidikan, seorang guru honorer bernama Ibu Tri Wulansari dari Muaro Jambi, kini tengah terpuruk mencari keadilan.

​Hanya gara-gara menggunting rambut siswa yang pirang, Ibu Tri Wulansari kini harus menyandang status sebagai tersangka.

​Bapak Presiden, perlu kami sampaikan bahwa tindakan Ibu Tri bukanlah tindakan kesewenang-wenangan. Beliau telah berulang kali mengingatkan siswanya agar mengembalikan warna rambut menjadi hitam sesuai aturan sekolah. 

Namun, ketika peringatan itu diabaikan, Ibu Tri memilih untuk tidak membiarkan siswanya terlihat seperti berandal yang tidak tahu aturan di dalam lingkungan sekolah. Beliau memilih untuk tetap mendidik dan menjaga martabat institusi pendidikan.

​Namun, niat mulia untuk menegakkan disiplin itu justru berujung pada laporan polisi. Kini, seorang guru yang hidupnya sudah sulit dengan upah honorer yang tak seberapa, harus menjalani wajib lapor dan terancam hukuman penjara. Kami merasa dunia pendidikan kita sedang dalam bahaya besar jika setiap guru yang mencoba mendisiplinkan muridnya justru dikriminalisasi.

​Jika hal ini dibiarkan, kami sangat khawatir para guru di seluruh Indonesia akan memilih untuk "masa bodoh" dan membiarkan moral anak bangsa hancur karena takut dipidana. Sekolah akan berubah menjadi tempat yang tanpa aturan, dan guru tidak lagi memiliki wibawa di depan muridnya.

​Bapak Presiden Prabowo yang kami banggakan,

​Kami memohon campur tangan Bapak. Kami memohon keadilan agar status tersangka Ibu Tri Wulansari segera dicabut. Jangan biarkan pengabdian tulus beliau berakhir di balik jeruji besi hanya karena sebuah gunting yang ia gunakan untuk meluruskan akhlak anak didik.

​Besar harapan kami agar Bapak Presiden dapat memberikan perlindungan hukum yang nyata bagi para guru, agar mereka bisa mengajar dengan tenang tanpa rasa takut akan bayang-bayang kriminalisasi yang tidak masuk akal.

​Terima kasih atas perhatian dan perlindungan yang Bapak berikan kepada rakyat kecil seperti kami, Edisi meneruskan (copas) suara masyarakat yang peduli nasib guru

​Hormat kami, ​Masyarakat yang Peduli Nasib Guru dan Masa Depan Bangsa.(Tim MDG)

Dituduh Menipu Rp. 354 Juta, Akhirnya BS Berikan Klarifikasi dan Beberkan Fakta Sebenarnya

Pekanbaru - Terkait banyaknya pemberitaan yang telah beredar luas di media sosial maupun media online beberapa hari terakhir ini, maka Bobi S (Aipda BS) angkat suara.


Kepada awak media, BS yang menyebutkan bahwa pemberitaan-pemberitaan tersebut dianggapnya tidak berimbang dan tendensius. Kamis (22/1/2026)


"Semua yang dikatakan oleh MD yang mengaku korban penipuan senilai Rp.354 Juta, itu tidak benar, dan saya membantah seluruh peryataan dia di beberapa media online", ujar BS


Semua itu berawal sewaktu MD meminta tolong kepada Saya untuk mengurus perpanjangan pajak kendaraan bermotor.


Kemudian, MD sering kali menghubungi saya (curhat) tentang hubungan rumah tangganya, akan tetapi saya tidak merespon curhatan MD, karena saya memiliki istri.


"Karena komunikasi kami baik, maka pada waktu itu saya meminjam uang kepada MD, singkatnya, uang yang saya pinjam tersebut telah saya kembalikan dengan cara diangsur".


Jadi, apa yang dikatakan oleh MD, di beberapa media sosial maupun media online itu tidak benar dan tidak sesuai dengan fakta yang sebenarnya, imbuh BS 


Untuk itu, saya meminta kepada rekan-rekan media online yang telah menerbitkan pemberitaan tentang diri saya, agar sebelum menerbitkan pemberitaan supaya melakukan konfirmasi terlebih dahulu. Agar pemberitaan yang terbit lebih berimbang dan tidak memojokkan saya, pungkas BS.


Karna dampak dari pemberitaan pemberitaan yang telah beredar luas di masyarakat, membuat nama baik saya dan keluarga besar saya malu, dan tentunya akan berdampak juga bagi psikologis anak dan istri terganggu, kata BS


Dengan adanya Klarifikasi ini, maka Saya meminta kepada rekan-rekan media ataupun masyarakat untuk dapat memahami cerita yang sebenar-benarnya terjadi. Klarifikasi ini saya buat agar masyarakat jangan mudah percaya dengan isu isu yang tidak bertanggung jawab.


Kita menyakini bahwa negara kita negara hukum, dan bagi yang merasa dirugikan oleh saya, silahkan saja mengambil langkah langkah hukum, dan saya siap koperatif memberikan klarifikasi, tutup BS



(Tim)

Hadiah Umrah Untuk Mereka yang Setia Melayani: Sebuah Doa Untuk NTB


Mataram, Media Dinamika Global.id. — Di tengah kesibukan dan berbagai ujian yang dihadapi daerah, Gubernur Nusa Tenggara Barat, Lalu Muhamad Iqbal, memilih merayakan Hari Ulang Tahun NTB ke-67 dengan cara yang sangat sederhana, namun sarat makna: memberangkatkan 33 warga untuk menunaikan ibadah umrah.

Mereka bukan tokoh yang sering berdiri di mimbar kehormatan. Mereka adalah orang-orang yang bekerja dalam diam: sopir, petugas kebersihan, pembuat kopi di kantor, kader posyandu, polisi hutan, jurnalis, dan para pekerja lapangan lainnya. Tangan-tangan yang jarang disorot kamera, tetapi tanpanya roda pelayanan dan kemanusiaan tidak pernah benar-benar berjalan.

Di Ruang Tengah Pendopo Gubernur NTB, suasana haru mengiringi pelepasan para jamaah. Bagi sebagian dari mereka, umrah ini bukan sekadar perjalanan, melainkan kejutan cinta dari Allah SWT, yang datang melalui jalan yang tak pernah mereka bayangkan. Sebuah penghargaan sunyi atas pengabdian yang juga dilakukan dalam sunyi.

Dalam sambutannya, Gubernur Miq Iqbal menegaskan bahwa dirinya bukan pemberi, melainkan perantara. “Yang memanggil ke Baitullah itu Allah. Saya hanya wasilah. Bapak dan Ibu semua sudah dipilih, saya hanya mengantarkan,” ucapnya dengan nada penuh ketundukan.

Ia mengaku, kebahagiaan terbesar baginya bukanlah berdiri di panggung, melainkan melihat wajah-wajah yang akan memenuhi panggilan suci. Niatnya untuk ikut berangkat bersama keluarga pun ia urungkan, karena memilih tetap berada di daerah di tengah berbagai musibah yang sedang dihadapi masyarakat.

Dengan suara yang sarat harap, ia menitipkan satu permohonan: agar di hadapan Ka’bah, para jamaah terlebih dahulu mendoakan NTB. Mendoakan agar rakyat keluar dari kemiskinan, agar para pemimpin diberi kekuatan dan kejujuran untuk menunaikan amanah, serta agar semua ikhtiar yang sedang ditempuh mendapat pertolongan Allah.

Ia juga berpesan agar seluruh pekerja yang mengabdi bagi daerah turut didoakan—para petugas lapangan, relawan, kader kesehatan, hingga mereka yang setiap hari bekerja tanpa banyak dikenal. Di akhir, ia menitipkan salam rindu kepada Rasulullah SAW, sebagai lambang bahwa perjalanan ini bukan hanya fisik, tetapi juga perjalanan hati.

Keberangkatan 33 jamaah umrah ini bukan sekadar peristiwa seremonial. Ia adalah pelajaran tentang makna kepemimpinan yang memuliakan pengabdian, menguatkan harapan, dan menyatukan doa. Sebuah ikhtiar kecil yang meninggalkan jejak besar: bahwa kerja dalam sunyi pun layak dihargai, dan bahwa keberkahan sebuah daerah bertumbuh dari hati-hati yang tulus.(Sekjend MDG)

Pemdes Sarae Ruma Bersama BPD Lakukan Penataan Bangunan Gerai Kopdes

Pj Kades Sarae Ruma, Radiman, S.Sos, (Ist/Surya)

Bima, Media Dinamika Global.Id — Pemerintah Desa (Pemdes) Sarae Ruma  kecamatan Langgudu kabupaten Bima bersama Badan Permusyawaratan Desa (BPD) melaksanakan penataan lokasi pembangunan Gerai Koperasi Desa Merah Putih (Kopdes) Sarae Ruma, Kamis (22/01/2026). Kegiatan ini berlangsung tertib dan kondusif dengan melibatkan perangkat desa, BPD, pengurus koperasi, masyarakat, serta unsur pemuda desa.

Penataan lokasi dilakukan sebagai langkah awal pembangunan Gerai Koperasi Desa Merah Putih yang direncanakan berdiri di kebun Desa Sarae Ruma, tepatnya di atas tanah milik desa yang telah dihibahkan secara resmi untuk kepentingan koperasi. Lokasi tersebut dinilai strategis dan representatif untuk mendukung aktivitas pelayanan koperasi kepada masyarakat.

Dalam kegiatan tersebut, Pemdes bersama pengurus koperasi sepakat menata dan mengatur lokasi pembangunan secara matang agar ke depan gerai koperasi dapat berfungsi optimal sebagai pusat layanan ekonomi desa. Kesepakatan ini mencerminkan sinergitas antara pemerintah desa, BPD, dan masyarakat dalam mendukung penguatan kelembagaan ekonomi lokal.

Diketahui, Koperasi Desa Merah Putih telah resmi terbentuk di Desa Sarae Ruma pada Rabu, 28 Mei 2025. Koperasi ini hadir sebagai lembaga ekonomi masyarakat yang bertujuan memperkuat kegiatan usaha warga, meningkatkan kesejahteraan, serta mendorong kemandirian dan ketahanan ekonomi desa.

Pendirian dan pembangunan koperasi tersebut memiliki dasar hukum yang jelas, di antaranya Undang-Undang Nomor 25 Tahun 1992 tentang Perkoperasian, Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 2021 tentang kemudahan dan tata cara pendirian koperasi, serta Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa yang memberikan kewenangan kepada desa dalam mengembangkan lembaga ekonomi demi kesejahteraan masyarakat.

Penjabat Kepala Desa Sarae Ruma, Radiman, S.Sos, dalam kesempatan itu menegaskan bahwa pembangunan Gerai Koperasi Merah Putih harus segera direalisasikan. Menurutnya, koperasi merupakan salah satu pilar penting yang menentukan perkembangan dan kemajuan ekonomi desa.

“Koperasi Merah Putih ini menjadi instrumen strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi desa. Karena itu, pembangunan gerai harus dipercepat agar segera dapat beroperasi,” ujarnya.

Radiman juga berharap adanya dukungan penuh dari Pemerintah Daerah (Pemda) untuk mempercepat proses pembangunan Gerai Koperasi Merah Putih. Ia menilai keberadaan gerai koperasi yang layak dan strategis sangat penting guna meningkatkan kualitas pelayanan ekonomi kepada masyarakat.

“Gerai ini bukan sekadar bangunan fisik, tetapi akan menjadi pusat kegiatan ekonomi desa,” tegasnya.

Dengan selesainya penataan lokasi pembangunan, Pemerintah Desa Sarae Ruma berharap proses pembangunan gerai koperasi dapat segera dimulai. Masyarakat pun menyambut positif kehadiran Koperasi Desa Merah Putih karena diyakini mampu mendorong kemajuan dan kemandirian ekonomi desa secara signifikan.

Pemdes Sarae Ruma berkomitmen untuk memastikan seluruh tahapan pembangunan berjalan secara transparan, partisipatif, dan tepat sasaran demi kepentingan bersama masyarakat desa.

Redaksi ||

Hadiri Upacara HUT ke-67 Kabupaten Sumbawa, Bupati Bima Sampaikan Ucapan Selamat


Sumbawa, Media Dinamika Global.id.// Puncak peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-67 Kabupaten Sumbawa yang mengusung tema "Gerak Bersama, Sumbawa Unggul Kamis (22/1) di Halaman Kantor Bupati Sumbawa Jalan Garuda Nomor 1 Sumbawa Besar berlangsung hikmad dan meriah.

Sesaat sebelum prosesi upacara dimulai, Bupati Sumbawa Ir.H. Syarafuddin Jarot, MP dan Wakil Bupati Mohamad Ansori menyambut kehadiran Gubernur NTB Dr. H. Lalu Muhammad Iqbal yang hadir bersama Ketua TP PKK Provinsi NTB Ibu Shinta Agatia Moh. Iqbal, Bupati Bima Ady Mahyudi, Bupati Dompu Bambang Firdaus yang menjadi tamu kehormatan pada prosesi tahunan tersebut

Bupati Sumbawa yang bertindak sebagai Inspektur Upacara dalam sambutannya mengatakan, "67 tahun bukan usia muda. Ini adalah usia yang menyimpan jejak perjuangan, kerja keras bahkan kegagalan yang mengajarkan kebijaksanaan. Dari masa ke masa, kabupaten Sumbawa tumbuh bukan hanya oleh kebijakan, tapi oleh daya tahan masyarakatnya". Ungkap Bupati.

Pada upacara tersebut Bupati Syarafuddin Djarot memaparkan 15 program strategis dan unggulan, baik lingkungan, perbaikan infrastruktur jalan, sekolah, pembangunan RSUD Sumbawa, pembangunan batalyon Angkatan Darat dan Angkatan Laut, penataan kota dan kebersihan.

Dirinya juga memaparkan proyek garam nasional, proyek unggas nasional, pengembangan kawasan pariwisata Samota, kampung nelayan dan pembentukan Satgas pengamanan hutan dan Satgas elpiji.

Bupati Ady Mahyudi di sela prosesi upacara mengungkapkan dirinya menyampaikan selamat dan apresiasi atas hasil positif yang dicapai oleh Pemerintah Daerah dan masyarakat Kabupaten Sumbawa dan berharap kemajuan tersebut dapat dicapa secara berkelanjutan.

Dikatakan Bupati Bima, ada hal positif yang bisa kita pelajari dari kabupaten Sumbawa, misalnya pembentukan Satgas Pengamanan kerusakan hutan dan Satgas Elpiji". Terang Bupati yang hadir bersama Plt. Sekretaris DPRD kabupaten Bima Nurdin, S.Sos. (Sekjend MDG)



Uji Publik Calon Anggota KI NTB 2025-2029: Sampaikan Masukanmu



Sobat NTB, Media Dinamika Global.id.// transparansi dan kualitas Komisi Informasi (KI) NTB ada di tangan kita bersama.

DPRD Provinsi NTB melalui Komisi I telah menetapkan 15 nama Calon Anggota KI Provinsi NTB Periode 2025-2029 yang akan mengikuti Uji Kepatutan dan Kelayakan (Fit and Proper Test).

 KAMI BUTUH SUARA ANDA! Masyarakat dimohon untuk memberikan tanggapan dan masukan (Pendapat Publik) terhadap rekam jejak para calon tersebut. (Daftar nama calon dapat dilihat pada slide 3.



Masukan dapat disampaikan secara tertulis ke: Komisi I DPRD Provinsi NTB Jl. Udayana No. 11 Mataram

Paling lambat: 24 Januari 2026

Jangan khawatir, identitas pengirim masukan akan DIJAMIN KERAHASIAANNYA. Mari wujudkan KI NTB yang berintegritas dan profesional.



Rabu, 21 Januari 2026

Lima Puluh Tujuh Personel Polresta Bandar Lampung Terima Tanda Kehormatan Satya Lencana.


Bandar Lampung - Mediadinamikaglobal.id || Polresta Bandar Lampung menganugerahkan Tanda Kehormatan Satya Lencana kepada 57 personel, Kamis 22 Januari 2026.

Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Kapolresta Bandar Lampung, Kombes Pol Alfret Jacob Tilukay dan diikuti oleh pejabat utama serta seluruh personel di lingkungan Polresta Bandar Lampung.

Sebanyak 57 personel menerima penghargaan berdasarkan masa pengabdian, terdiri dari 8 personel Satya Lencana Pengabdian 32 tahun, 25 personel pengabdian 25 tahun, 3 personel pengabdian 16 tahun, serta 11 personel pengabdian 8 tahun. Penganugerahan ini diberikan kepada anggota yang dinilai setia, jujur, disiplin, serta tidak pernah melakukan pelanggaran selama masa dinasnya.

Dalam amanatnya, Kapolresta Bandar Lampung, Kombes Pol Alfret Jacob Tilukay menyampaikan bahwa upacara penganugerahan Satya Lencana merupakan bentuk penghargaan negara kepada anggota Polri yang telah menunjukkan loyalitas dan integritas dalam menjalankan tugas. Menurutnya, penghargaan tersebut bukanlah hak, melainkan kehormatan dan amanah yang harus dijaga dengan penuh tanggung jawab.

“Saya mengucapkan selamat dan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh personel yang hari ini menerima tanda kehormatan Satya Lencana. Semoga penghargaan ini menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kinerja, profesionalisme, dan integritas dalam pelaksanaan tugas,” tegas Kapolresta dalam amanatnya.

Kapolresta juga menekankan bahwa penghargaan ini tidak boleh membuat personel berpuas diri. Sebaliknya, harus menjadi pemacu semangat untuk terus memberikan pengabdian terbaik kepada institusi Polri, bangsa, dan negara, khususnya dalam memberikan pelayanan yang humanis, responsif, dan berkeadilan kepada masyarakat Kota Bandar Lampung.

Lebih lanjut, Kapolresta berharap kepada personel yang belum menerima tanda kehormatan agar terus bekerja dengan sungguh-sungguh, menjaga sikap dan perilaku, serta menjunjung tinggi nilai-nilai Tribrata dan Catur Prasetya, sehingga ke depan dapat meraih penghargaan yang sama.

“Marilah kita jadikan momentum penganugerahan Satya Lencana ini sebagai sarana introspeksi dan evaluasi diri guna mewujudkan Polri yang Presisi, semakin dipercaya dan dicintai masyarakat. Kita juga harus terus bergotong royong, bekerja sama, dan berkolaborasi menjaga kerukunan sebagai satu keluarga besar Polresta Bandar Lampung,” pungkasnya. (Fs/Red)