Hadiah Umrah Untuk Mereka yang Setia Melayani: Sebuah Doa Untuk NTB - Media Dinamika Global

Kamis, 22 Januari 2026

Hadiah Umrah Untuk Mereka yang Setia Melayani: Sebuah Doa Untuk NTB


Mataram, Media Dinamika Global.id. — Di tengah kesibukan dan berbagai ujian yang dihadapi daerah, Gubernur Nusa Tenggara Barat, Lalu Muhamad Iqbal, memilih merayakan Hari Ulang Tahun NTB ke-67 dengan cara yang sangat sederhana, namun sarat makna: memberangkatkan 33 warga untuk menunaikan ibadah umrah.

Mereka bukan tokoh yang sering berdiri di mimbar kehormatan. Mereka adalah orang-orang yang bekerja dalam diam: sopir, petugas kebersihan, pembuat kopi di kantor, kader posyandu, polisi hutan, jurnalis, dan para pekerja lapangan lainnya. Tangan-tangan yang jarang disorot kamera, tetapi tanpanya roda pelayanan dan kemanusiaan tidak pernah benar-benar berjalan.

Di Ruang Tengah Pendopo Gubernur NTB, suasana haru mengiringi pelepasan para jamaah. Bagi sebagian dari mereka, umrah ini bukan sekadar perjalanan, melainkan kejutan cinta dari Allah SWT, yang datang melalui jalan yang tak pernah mereka bayangkan. Sebuah penghargaan sunyi atas pengabdian yang juga dilakukan dalam sunyi.

Dalam sambutannya, Gubernur Miq Iqbal menegaskan bahwa dirinya bukan pemberi, melainkan perantara. “Yang memanggil ke Baitullah itu Allah. Saya hanya wasilah. Bapak dan Ibu semua sudah dipilih, saya hanya mengantarkan,” ucapnya dengan nada penuh ketundukan.

Ia mengaku, kebahagiaan terbesar baginya bukanlah berdiri di panggung, melainkan melihat wajah-wajah yang akan memenuhi panggilan suci. Niatnya untuk ikut berangkat bersama keluarga pun ia urungkan, karena memilih tetap berada di daerah di tengah berbagai musibah yang sedang dihadapi masyarakat.

Dengan suara yang sarat harap, ia menitipkan satu permohonan: agar di hadapan Ka’bah, para jamaah terlebih dahulu mendoakan NTB. Mendoakan agar rakyat keluar dari kemiskinan, agar para pemimpin diberi kekuatan dan kejujuran untuk menunaikan amanah, serta agar semua ikhtiar yang sedang ditempuh mendapat pertolongan Allah.

Ia juga berpesan agar seluruh pekerja yang mengabdi bagi daerah turut didoakan—para petugas lapangan, relawan, kader kesehatan, hingga mereka yang setiap hari bekerja tanpa banyak dikenal. Di akhir, ia menitipkan salam rindu kepada Rasulullah SAW, sebagai lambang bahwa perjalanan ini bukan hanya fisik, tetapi juga perjalanan hati.

Keberangkatan 33 jamaah umrah ini bukan sekadar peristiwa seremonial. Ia adalah pelajaran tentang makna kepemimpinan yang memuliakan pengabdian, menguatkan harapan, dan menyatukan doa. Sebuah ikhtiar kecil yang meninggalkan jejak besar: bahwa kerja dalam sunyi pun layak dihargai, dan bahwa keberkahan sebuah daerah bertumbuh dari hati-hati yang tulus.(Sekjend MDG)

Comments


EmoticonEmoticon