Media Dinamika Global

Selasa, 30 Desember 2025

Pemateri La Ndolo Conary : "Penulisan Temporer Teknik Pemetaan Kepenulisan"


Kota Bima, Media Dinamika Global.id.// Rangkaian kegiatan (MIBA) hari ini kembali dilanjutkan dengan sesi-sesi pembelajaran yang berlangsung begitu hangat. Para peserta mengikuti setiap materi dengan perhatian penuh, menciptakan suasana belajar yang aktif dan nyaman, Selasa 30 Desember 2025.

Materi berikutnya disampaikan oleh Bang La Ndolo Conary dengan pembahasan seputar "Temporer dan Teknik Pemetaan Kepenulisan". Penyampaian materi berlangsung begitu mengalir, dan mudah dipahami. Peserta tampak larut dalam suasana belajar, menyimak setiap penjelasan dengan serius. Materi ini memberikan ruang bagi peserta untuk melihat proses kepenulisan sebagai bagian dari ekspresi berpikir dan pengolahan ide.

Kemudian dilanjutkan dengan materi "Ekspresi Produk". Dalam sesi ini, peserta diajak untuk melihat bagaimana sebuah karya dan produk dapat ditampilkan dengan baik, bernilai, dan memiliki daya tarik. Penyampaian materi sekalian praktek, dan ini membuat suasana tetap hidup hingga sesi berakhir.


Seluruh rangkaian materi berjalan dengan lancar. Antusias peserta terlihat jelas dari cara mereka mengikuti setiap kegiatan, duduk menyimak, dan hadir secara penuh dalam proses pembelajaran. Interaksi yang terbangun selama kegiatan menjadikan suasana (MIBA) hari ini semakin bermakna dan bermanfaat. Materi ini menjadi bagian penting dalam rangkaian (MIBA) yang memberikan bekal pengetahuan sekaligus pengalaman belajar yang akan terus dikembangkan oleh peserta dalam proses selanjutnya.(Sekjend MDG)

DPD PAN Peduli Sosial, Lakukan Santunan Anak Yatim di Panda


Bima NTB. Media Dinamika Global.Id.- Partai Amanat Nasional (PAN) Kabupaten Bima menggelar kegiatan penutupan akhir tahun yang dirangkaikan dengan penyambutan Tahun Baru secara sederhana namun penuh makna. Kegiatan tersebut diisi dengan pemberian santunan kepada anak yatim, sebagai wujud kepedulian sosial dan komitmen PAN untuk terus hadir di tengah masyarakat.

Acara yang berlangsung khidmat ini turut dihadiri oleh Bupati Bima beserta jajaran pengurus PAN Kabupaten Bima, tokoh masyarakat, dan kader partai, Selasa (30/12-25).

Dalam sambutannya, Bupati Bima menegaskan bahwa kegiatan akhir tahun tersebut tidak diwarnai dengan euforia berlebihan atau hura-hura, melainkan difokuskan pada nilai kebersamaan, kepedulian, dan refleksi.

"Penutupan akhir tahun ini kita laksanakan dengan sederhana, tanpa hura-hura. Yang terpenting adalah bagaimana kita berbagi dengan sesama, khususnya anak-anak yatim, serta memperkuat nilai-nilai sosial dan kemanusiaan," ujar Bupati Bima.

Bupati juga menyampaikan harapan besar kepada Partai Amanat Nasional agar terus konsisten dalam memperjuangkan aspirasi rakyat dan menjadi mitra strategis pemerintah daerah dalam pembangunan Kabupaten Bima.

Sementara itu, jajaran pengurus PAN Kabupaten Bima menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen partai untuk membangun citra politik yang santun, religius, dan dekat dengan rakyat. 

PAN tidak hanya hadir dalam momentum politik, tetapi juga dalam kegiatan sosial yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.

Ke depan, PAN Kabupaten Bima menargetkan langkah besar dalam perjalanan politiknya. Target utama yang dicanangkan adalah menjadikan PAN sebagai partai pemenang pada Pemilu Legislatif 2029 mendatang, sekaligus membangun posisi PAN sebagai partai yang disegani dan diperhitungkan oleh partai-partai lain di Kabupaten Bima.

"PAN harus tumbuh besar bersama rakyat, solid secara internal, dan kuat secara elektoral. Kami optimistis, dengan kerja nyata dan kedekatan dengan masyarakat, PAN Kabupaten Bima mampu meraih kemenangan pada 2029," tegas salah satu pengurus PAN.

Melalui kegiatan penutupan akhir tahun ini, PAN Kabupaten Bima menegaskan arah perjuangannya: politik yang beretika, peduli sosial, dan berorientasi pada kepentingan rakyat serta kemajuan daerah.(Team).

Dialog Publik UM Bima : Kasus Kematian Seorang Anak Muda, Pemburu Rusa di Gunung Sangiang Bima


Bima, Media Dinamika Global.id.// Meski pihak polres Bima kota masih menunggu hasil otopsi, dugaan kuat mengarah pada adanya praktik eksploitasi anak dan indikasi tindak pidana perdagangan orang.

Kriminolog Universitas muhamadiyah bima, Ketua BEM UM bima, dalam dialog, menilai kematian korban Adiknya kifen tidak bisa hanya dilihat dari sisi biologis atau fisik, melainkan juga dari aspek sosial dan struktural.

Kematian, Keheningan, dan kekuasaan. Rektor UM bima juga menjelaskan salah satu contoh bahwa korban kifen misalnya diduga terjebak dalam sistem kerja yang menindas, di mana ia memiliki hutang hingga jutaan rupiah kepada pihak tempatnya bekerja.

Mengungkap Realita Kriminologi Atas Kehilangan kifen tersebut juga menilai bahwa pola perekrutan dan penempatan korban menunjukkan indikasi perdagangan orang.

Hingga kini, sebanyak 3 orang saksi, termasuk pemilik spa, telah diperiksa oleh pihak Kepolisian polres Bima kota. Rektor UM bima menilai penyidikan perlu diperluas hingga ke pihak perekrut dan pengelola lembaga, bahkan instansi yang lalai melakukan pengawasan.

Rektor UM bima juga menegaskan bahwa kondisi ekonomi dan tekanan sistem kerja dapat menjerat korban hingga tidak memiliki pilihan selain menyerah pada situasi ekstrem.

Menanggapi dugaan lain bahwa korban mungkin dalam kondisi hamil, Ridwan rektor Universitas muhamadiyah bima menilai langkah KPAI untuk memeriksa arah dugaan tersebut sudah tepat.

Ia menambahkan, korban menghindari tangkapan kamera yang beredar sebelum meninggal, dapat disimpulkan bahwa korban si Adiknda Kifen kemungkinan tengah mencari cara untuk melarikan diri dari tekanan yang dialaminya.

Rektor universitas Muhammadiyah Bima menegaskan, apa pun hasil penyelidikan nantinya, korban tetap merupakan korban dari sistem yang menjerat dan menindas anak di bawah umur.

MUI Deli Serdang Nyatakan Relokasi Masjid Al Ikhlas Dibenarkan, Musyawarah Jadi Jalan Utama Menjaga Ukhuwah


Sumatra Utara. Media Dinamika Global.id. Rapat Pertemuan terkait polemik perpindahan Masjid Al Ikhlas Dusun VIII Desa Medan Estate berlangsung dengan suasana sejuk dan kondusif. Pertemuan yang digelar pada Senin, (29/12/2025) dan dipimpin langsung oleh Camat Percut Sei Tuan, A. Ftriyan Sukri, menjadi wujud kehadiran negara dalam merawat ketenangan umat serta memastikan persoalan diselesaikan melalui musyawarah mufakat.

Dalam arahannya, Camat A. Ftriyan Sukri, S.STP, M.Si menegaskan bahwa pihak kecamatan sejak awal telah memonitor kondisi Masjid Al Ikhlas serta mengawal setiap kebijakan yang lahir dari hasil kesepakatan Badan Kemakmuran Masjid (BKM), warga, dan masyarakat sekitar. Pemerintah kecamatan hadir sebagai fasilitator agar persoalan tidak berkembang menjadi polemik berkepanjangan yang dapat mengganggu keharmonisan sosial dan ukhuwah umat.

Rapat tersebut turut dihadiri unsur lintas lembaga dan tokoh strategis, di antaranya Ketua MUI Kabupaten Deli Serdang Ustaz Kaya Hasibuan, Ketua Badan Wakaf Indonesia (BWI) Kabupaten Deli Serdang,

Ketua DMI Kabupaten Deli Serdang H. Sulaiman Hasibuan, Ketua BKM Masjid Al Ikhlas Ir. Surachman, Danramil 13 Percut Sei Tuan Mayor Fitriadi, Kepala Desa Medan Estate Anwar Sadat, Kepala Desa Sampali Ruslan, Ketua BPD Medan Estate, tokoh masyarakat dan tokoh agama Dusun VIII Medan Estate, Anggota DPRD Deli Serdang H. Rakhmadsyah, SH, unsur aparat keamanan, serta dari Aliansi Kelaskaran Islam. Hadir Ketua Umum BP FORMI Azhari, Panglima FUI Sumut Saiin, dan Panglima LPI/FPI Sumut A. Effendi Bangun.

Seluruh unsur yang hadir diberikan kesempatan yang sama untuk menyampaikan pandangan, masukan, dan pendapat terkait polemik relokasi Masjid Al Ikhlas. Seluruh pendapat tersebut dicatat secara resmi dan dituangkan dalam notulen rapat sebagai bagian dari dokumen hasil mediasi.

Ketua BKM Masjid Al Ikhlas, Ir. Surachman, yang telah memimpin kurang lebih 15 tahun, memaparkan kondisi faktual masjid lama yang menjadi dasar keputusan perpindahan. Ia menyampaikan bahwa masjid lama sudah tidak lagi difungsikan sebagaimana mestinya.

“Jamaah sudah tidak ada, operasional masjid tidak berjalan, tidak memiliki alas hak yang jelas, tidak terdaftar di Badan Wakaf, serta terkendala pembiayaan operasional. Kondisi ini menyebabkan masjid lama tidak lagi optimal sebagai tempat ibadah,” jelasnya di hadapan peserta rapat.

Sementara itu, Tokoh Masyarakat Percut Sei Tuan, Anggota DPRD Deli Serdang H. Rakhmadsyah, sekaligus Penasehat Ormas Islam BP FORMI, menyampaikan bahwa keterlibatannya berangkat dari ikatan emosional dan sejarah dengan Masjid Al Ikhlas sejak masa kecilnya. Ia mengenang almarhum ayahnya yang pernah bekerja di Kantor Camat dan turut terlibat dalam pembangunan awal masjid.

“Kehadiran saya di sini adalah bentuk tanggung jawab moral sebagai anggota DPRD Deli Serdang di daerah pemilihan saya, Kecamatan Percut Sei Tuan, agar persoalan ini diselesaikan secara bijak dan bermartabat, tanpa kegaduhan di tengah masyarakat,” ujarnya.

Dalam forum tersebut, Ketua Umum BP FORMI, Azhari, yang mewakili Aliansi Ormas-Ormas Islam Kelaskaran Sumatera Utara, mengajak seluruh elemen umat untuk tetap menjaga ukhuwah Islamiyah, menghindari provokasi, serta tidak membangun narasi yang tidak utuh. Perbedaan pandangan, menurutnya, harus disikapi dengan tabayun dan dialog yang santun.

Azhari juga menegaskan bahwa sejak awal perjuangan pada April 2025 di Masjid Al Ikhlas, pihaknya tidak memiliki kepentingan apa pun selain mempertahankan masjid dari upaya penggusuran saat itu.

Ia menekankan bahwa perjuangan tersebut murni lahir dari kepedulian terhadap rumah ibadah dan ketenangan umat.

Seiring perkembangan situasi dan lahirnya kesepakatan bersama yang ditandatangani oleh BKM Masjid Al Ikhlas, jamaah dan warga Dusun VIII, unsur Muspika Percut Sei Tuan, Kepala Desa Medan Estate, Kepala Desa Sampali, MUI serta KUA Percut Sei Tuan, yang prosesnya saat itu dipimpin langsung oleh Anggota DPRD Deli Serdang H. Rakhmadsyah pada Juli 2025, pihaknya menyatakan menghormati dan menerima keputusan tersebut sebagai hasil musyawarah bersama.

Di akhir rapat Pertemuan, Ketua MUI Kabupaten Deli Serdang, Ustaz Kaya Hasibuan, menegaskan bahwa hasil mediasi tetap mengacu pada Fatwa MUI Nomor 54 Tahun 2014 tentang Status Tanah yang di atasnya Berdiri Bangunan Masjid. Ia menyatakan bahwa sepanjang perpindahan masjid dilakukan atas dasar kemaslahatan umat dan tidak menyalahi ketentuan syariat, maka relokasi masjid dibenarkan secara agama.

Berdasarkan pembahasan bersama, forum mediasi menyepakati bahwa relokasi Masjid Al Ikhlas Dusun VIII Desa Medan Estate tetap dilaksanakan. Keputusan tersebut diambil dengan mempertimbangkan kemaslahatan yang lebih besar, mengingat masjid lama tidak memiliki alas hak yang jelas, tidak terdaftar sebagai tanah wakaf, tidak lagi memiliki jamaah aktif, serta mengalami kendala operasional dan pembiayaan.

Sebaliknya, masjid baru yang dibangun oleh pihak pengembang telah mencapai sekitar 95 persen progres pembangunan dan siap dioperasionalkan.

Masjid tersebut dilengkapi sarana pendidikan madrasah, dibangun dengan nilai investasi miliaran rupiah—dari rencana awal 2,1 miliar rupiah menjadi sekitar 3,1 miliar rupiah serta memiliki alas hak tanah yang jelas dan akan diproses sertifikasi wakafnya secara resmi oleh BKM.

Dalam rapat tersebut juga dicatat bahwa pihak-pihak yang menyatakan keberatan tidak hadir dalam forum mediasi, meskipun undangan telah disampaikan.

Melalui mediasi ini, seluruh unsur Forkopimcam Percut Sei Tuan, MUI, BWI, DMI, pemerintah desa, tokoh masyarakat, tokoh agama, serta aliansi ormas Islam Sumatera Utara berharap persoalan perpindahan Masjid Al Ikhlas dapat disudahi secara arif dan bijaksana demi menjaga persatuan, ketenteraman, dan keharmonisan umat. (Tim)

Senin, 29 Desember 2025

Hari Kedua Mentari, Santri Hammasah Dalami Mitigasi Bencana Bersama Dinas Sosial Kota Bima


Kota Bima, Media Dinamika Global.id.– Program Mengasah Nalar dan Talenta Santri (Mentari) yang diselenggarakan oleh Hammasah Islamic Education Program Kota Bima memasuki hari kedua dengan menghadirkan materi edukatif tentang mitigasi bencana, Selasa (30/12/2025). Kegiatan ini diikuti secara aktif oleh para santri yang terlibat dalam diskusi dan tanya jawab bersama narasumber.

Narasumber pada sesi tersebut adalah Dr. Wahyu A. Bakar, M.Si., perwakilan dari Dinas Sosial Kota Bima, yang mengajak peserta memahami mitigasi bencana dari perspektif sosial dan budaya. Ia menekankan bahwa kesiapsiagaan bencana tidak hanya bergantung pada infrastruktur, tetapi juga pada kesadaran, solidaritas, dan partisipasi masyarakat.

Dalam penyampaiannya, Dr. Wahyu menguraikan peran kearifan lokal masyarakat Bima yang selama ini dikenal memiliki nilai kebersamaan dan gotong royong yang kuat. Menurutnya, nilai-nilai tersebut merupakan modal sosial yang sangat penting dalam menghadapi situasi darurat, mulai dari tahap pencegahan hingga penanganan pascabencana.

Sesi materi berlangsung pada pukul 08.00–10.00 WITA dan berlangsung dinamis dengan respons positif dari para santri yang aktif berdiskusi. Kegiatan ini dipandu oleh Devi Ratnasari, mahasiswa Program Studi PAI STIT Sunan Giri Bima, yang bertindak sebagai moderator dan mengarahkan jalannya diskusi secara interaktif.(Sekjend MDG)

Dr. Wahyu A. Bakar Isi Materi Mitigasi Bencana di MIBA STIT Bima


Kota Bima, Media Dinamika Global.id. – Kegiatan Mengasah Intelektual Bersama Alam (MIBA) yang diselenggarakan oleh Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Laskar Bima Craft (LBC) STIT Sunan Giri Bima memasuki hari kedua, Selasa (30/12/2025). Pada sesi materi pertama, panitia menghadirkan Dr. Wahyu A. Bakar, M.Si., perwakilan dari Dinas Sosial Kota Bima sekaligus akademisi Universitas Nggusuwaru Bima, sebagai pemateri.

Dalam pemaparannya, Dr. Wahyu membahas mitigasi bencana dengan menekankan pentingnya solidaritas sosial dan kearifan lokal sebagai modal utama masyarakat dalam menghadapi risiko bencana. Materi ini dinilai relevan mengingat Indonesia, termasuk wilayah Bima, kerap mengalami bencana alam seperti banjir dan tanah longsor, sehingga diperlukan pemahaman mitigasi sejak dini.

Dr. Wahyu menjelaskan bahwa solidaritas sosial masyarakat Bima tumbuh dari nilai-nilai kekeluargaan dan budaya saling membantu yang telah mengakar kuat. Menurutnya, kearifan lokal tersebut perlu terus dirawat dan diintegrasikan dalam upaya mitigasi bencana agar penanganan dapat dilakukan secara cepat, tepat, dan berbasis partisipasi masyarakat.

Kegiatan ini diikuti oleh 38 peserta yang berasal dari berbagai perguruan tinggi dan lembaga, yakni 20 peserta dari STIT Sunan Giri Bima, 3 peserta dari UNSWA Bima, 1 peserta dari STKIP Taman Siswa Bima, serta 14 peserta dari Hammasah Boarding Islamic Education Program. Materi berlangsung mulai pukul 08.00 hingga 10.00 WITA dan berlangsung interaktif dengan antusiasme peserta. Adapun moderator kegiatan adalah Devi Ratnasari, mahasiswa Program Studi PAI STIT Sunan Giri Bima sekaligus pengurus UKM Laskar Bima Craft.(Sekjend MDG)

Tak Ingin Berhenti Menyelam! Marischka Prudence Terpukau Keindahan Laut Pulau Obi


Mediadinamukaglobal.id|Kawasi – Konten kreator sekaligus penyelam berpengalaman dan profesional, Marischka Prudence, baru-baru ini melakukan perjalanan eksplorasi ke Pulau Obi, Halmahera Selatan. Meski selama ini Pulau Obi lebih dikenal sebagai kawasan aktivitas pertambangan, Marischka mengungkap sisi lain pulau ini yang menyimpan keindahan alam bawah laut yang luar biasa dan masih asri.

Eksplorasi utama dimulai saat Marischka tiba di Pulau Obi. Ia menyoroti dua titik penyelaman unggulan, yaitu Pulau Telor dan lokasi Pasturi, yang memiliki kejernihan air di atas rata-rata.

"Laut di Pasturi beningnya luar biasa. Saking beningnya, saya bisa melihat bayangan coral di permukaan air yang seperti kaca di area dangkal. Sungguh pemandangan yang membuat tidak ingin berhenti menyelam," ujar Marischka.

Ia juga menambahkan bahwa kondisi terumbu karang di Pulau Telor sangat padat. "Karakternya tenang dengan pasir putih. Saya dengan mudah menemukan gugusan branch coral yang sangat rapat, ini pemandangan yang sangat 'mahal' bagi kami yang tinggal di Jakarta."


Dalam perjalanan ini, Marischka tidak hanya menikmati keindahan alam, tetapi juga terlibat langsung dalam kegiatan transplantasi karang menggunakan media reef cubes.

Marischka terlibat dalam kegiatan menanam coral di reef cube. Keterlibatan publik figur seperti Marischka sangat penting untuk edukasi lingkungan. “Struktur reef cubes digunakan sebagai media tumbuh bagi koral di dasar laut," ujarnya.

Usai penyelaman, Marischka juga mampir ke beberapa pulau cantik di area Obi, seperti Pulau Mala-Mala dan Gomumu. Mereka menikmati keindahan sore di Gomumu. “Terasa seperti berada di pulau pribadi. Hanya ada grup kami, lautan yang indah, langit biru dengan matahari yang sudah menyinari dari sisi yang miring,” sebut Marischka menggambarkan keindahan di Gomumu.

Selain keindahan alam, Marischka juga mengunjungi Desa Soligi untuk melihat langsung kearifan lokal nelayan setempat, termasuk sistem "parkir" kapal gantung yang unik untuk menghindari ombak besar.

"Sistem katrol tradisional ini sangat fungsional. Saya juga melihat bagaimana interaksi ekonomi berjalan, di mana hasil laut nelayan seperti kakap merah langsung diserap oleh perusahaan di sana. Ini menunjukkan ekosistem yang hidup," ungkap Marischka.

Menutup perjalanannya, ia berharap agar keasrian Pulau Obi tetap terjaga hingga puluhan tahun mendatang, sehingga generasi depan masih bisa merasakan keajaiban bawah laut yang sama. 



Lik////


Pekon Kuta Dalom Gelar Penyusunan Dokumen Rancangan APBDes Tahun Anggaran 2026

 


Tanggamus – MediadinamikaGlobal.id Pekon Kuta Dalom, Kecamatan Gisting, Kabupaten Tanggamus, Provinsi Lampung, melaksanakan kegiatan penyusunan Dokumen Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) Tahun Anggaran 2026.

Kegiatan tersebut dilaksanakan di Kantor Pekon Kuta Dalom dan dipimpin langsung oleh Kepala Pekon Kuta Dalom, pada Senin (29/12/2025).

Acara ini dihadiri oleh Kepala Pekon beserta seluruh aparatur pekon, Badan Hippun Pemekonan (BHP), serta unsur masyarakat yang terdiri dari tokoh adat, tokoh agama, tokoh pemuda, dan tokoh masyarakat. Turut hadir pula Bhabinkamtibmas dan Babinsa setempat sebagai bentuk dukungan terhadap jalannya pemerintahan pekon.

Dalam sambutannya, Kepala Pekon Kuta Dalom menyampaikan bahwa penyusunan Dokumen Rancangan APBDes Tahun Anggaran 2026 merupakan tahapan penting dalam perencanaan pembangunan pekon. Ia menekankan pentingnya transparansi, partisipasi masyarakat, serta kesesuaian program dengan kebutuhan warga.

“Melalui penyusunan rancangan APBDes ini, kami berharap program pembangunan dan pemberdayaan masyarakat di Pekon Kuta Dalom dapat berjalan tepat sasaran dan bermanfaat bagi seluruh masyarakat,” ujarnya.

Penyusunan rancangan APBDes ini akan menjadi dasar dalam pelaksanaan kegiatan pemerintahan, pembangunan, pembinaan kemasyarakatan, dan pemberdayaan masyarakat di Pekon Kuta Dalom pada tahun anggaran 2026.

Kegiatan berlangsung dengan tertib, aman, dan penuh musyawarah, sebagai wujud komitmen bersama dalam mendukung kemajuan Pekon Kuta Dalom.


Yunt

Ketua LSM LPKB NTB Dorong Percepatan Pembangunan Infrastruktur Jalan di Kecamatan Woha

Foto : Ketua LSM-LPKB NTB, Burhan Metty saat di wawancara khusus oleh media Dinamika Global. Selasa (30/12) di kediamannya.


Bima. Media Dinamika Global.Id_Ketua LSM LPKB NTB, Burhan Metty, mendorong Pemerintah Kabupaten Bima untuk segera mempercepat pembangunan infrastruktur jalan, khususnya pada jalur protokoler segitiga di Kecamatan Woha, yang merupakan pusat pelayanan pemerintahan daerah.

Burhan menegaskan pentingnya adanya diskusi ringan namun serius antara pemangku kebijakan dan elemen masyarakat guna mempercepat realisasi pembangunan yang berdampak langsung pada kepentingan publik. Hal tersebut ia sampaikan kepada media pada Selasa (30/12).

Menurutnya, Bupati dan Wakil Bupati  Bima harus lebih peka dan cerdas dalam menentukan arah pembangunan daerah, terlebih Kecamatan Woha berstatus sebagai ibu kota kabupaten.

“Pembangunan Kabupaten Bima harus selaras dengan motto dan visi-misi Bima Perubahan, Bima Bermartabat. Itu bukan sekadar slogan, tetapi harus diwujudkan melalui kebijakan nyata,” ujar Burhan.

Selain infrastruktur jalan, Burhan juga menyoroti perlunya penataan kawasan lingkungan kumuh di Kecamatan Woha yang dinilai sebagai ikon ibu kota Kabupaten Bima. Ia menyebut sejumlah wilayah yang perlu segera mendapat perhatian serius dan berkelanjutan, antara lain Desa Talabiu, Rabakodo, Tente, Naru, Samili, Kalampe, Dadibou, dan Penapali.

Ia menekankan bahwa penataan kawasan tersebut harus menjadi skala prioritas pembangunan daerah. Pemerintah Kabupaten Bima diminta untuk menunda sementara pembangunan yang dinilai kurang mendesak dan mengalihkan fokus anggaran pada penataan wilayah protokoler sebagai wajah utama daerah.

“Penataan wilayah protokoler akan berdampak langsung pada kenyamanan masyarakat, pertumbuhan ekonomi, serta citra Kabupaten Bima secara keseluruhan,” tutup Burhan.(Mdg/04)

Hadi Hariyanto Terpilih Jadi Kepala Pekon PAW Sinar Jawa

 

‎ 


‎Tanggamus - Mediadinamika Global.id Hadi Hariyanto resmi terpilih sebagai Kepala Pekon Pengganti Antar Waktu (PAW) Sinar Jawa, Kecamatan Air Naningan, Kabupaten Tanggamus. Keputusan tersebut diambil setelah selesainya proses pemungutan dan perhitungan suara yang berjalan secara kondusif dan tertib yang di langsungkan di aula balai pekon sinar jawa. Senin (29/12/2025). 

‎Dalam proses pemunggutan suara yang mempunyai hakpilih diantaranya Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat, BHP, kepala sekolah setempat, Ketua Kelompok Tani,Ketua KWT dan Ketua Pemuda, yang diambil dari lima dusun yaitu Dusun 1 Talang Curup, Dusun 2 Sukaharjo, Dusun 3 Sinar Jawa, Dusun 4 Bungur Jaya dan Dusun 5 Muara Bungur dengan jumlah hak pilih 56 pemilih dan tingkat kehadiran 100 % hadir semua. 

‎Dari hasil perhitungan yang dilakukan oleh Panitia Pemilihan Kepala Pekon PAW Pekon Sinar Jawa, Hadi Hariyanto no urut 01 memperoleh suara terbanyak sebesar 45 suara. Jumlah tersebut berasal dari total Daftar Pemilih Tetap (DPT) yang berjumlah 56 mata pilih. Lawannya, Sabar no urut 02, hanya mampu meraih 10 suara dan terdapat 1 suara yang dinyatakan tidak sah karena tidak memenuhi syarat.

‎Dalam Acara pemilihan tersebut dihadiri oleh berbagai tokoh penting, antara lain Camat Air Naningan, PJ Kepala Pekon Sinar Jawa sebelumnya, Kapolsek Pulau Panggung, Danramil, Babinsa, Bhabinkamtibmas, BHP, Dua Calon PAW, DPT pemilih, dan panitia pemilihan kepala pekon PAW.


‎Acara pemilihan PAW Sinar Jawa berjalan sesuai dengan aturan dan peraturan yang berlaku, tanpa ditemukan adanya gangguan atau kecurangan yang dapat mempengaruhi hasil akhir.

‎Hadi Hariyanto yang baru terpilih menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh warga pekon yang telah memberikan kepercayaan dan semoga dapat menjalankan amanah sebagai Kepala Pekon PAW dengan sebaik-baiknya, memprioritaskan kepentingan masyarakat, dan melanjutkan program pembangunan yang sedang berjalan serta mengembangkan inisiatif baru untuk kemajuan pekon. Ungkapnya

‎ 

‎yunt/ad