Media Dinamika Global

Rabu, 29 Oktober 2025

Penguatan Kapasitas Karang Taruna Jatibaru Timur Hadirkan Dinsos sebagai Narasumber


Kota Bima, Media Dinamika Global.id.--- Dinas Sosial Kota Bima melalui Bidang PFM-PKS Sub Bidang Pemberdayaan Kelembagaan Sosial memenuhi undangan Kelurahan Jatibaru Timur sebagai narasumber pada kegiatan Penguatan Kapasitas Karang Taruna "Ihyah Hikmah" Jatibaru Timur (29/10).

Dalam kesempatan tersebut hadir Ainun Jariah, S.Ag. Penyuluh Sosial Ahli Muda sebagai pembicara pertama dan Dr. Wahyu A. Bakar, S.Ag., M.Si., Analis Kebijakan pada Dinas Sosial Kota Bima sebagai pembicara kedua yang memberikan gambaran umum mengenai Karang Taruna berdasarkan Permensos Nomor 9 Tahun 2025. Keduanya juga memberikan motivasi dan pembinaan sebaiknya langkah apa yang harus dilakukan oleh Karang Taruna Kelurahan.

Pada sesi diskusi, salah satu peserta yang hadir menyampaikan keresahan bahwa Karang Taruna Kelurahan hari-hari ini tidak dapat berkembang karena Pemerintah hanya memperhatikan Karang Taruna Kota, dan akses bagi Karang Taruna Kelurahan selalu dihalangi dan ditutup oleh Karang Taruna Kota Bima.

Ainun menjawab keresahan tersebut, bahwa Karang Taruna Kelurahan tidak perlu merasa terancam dengan keberadaan Karang Taruna Kota Bima. Bentuk perhatian pemerintah pada dasarnya setara terhadap Karang Taruna Kota, Karang Taruna Kecamatan, dan Karang Taruna Kelurahan, hanya saja Karang Taruna Kota Bima diberikan hibah rutin setiap tahun sebagaimana diatur dalam Perwali Nomor 43 Tahun 2022 tentang Pedoman Pemberian Hibah dan Bantuan Sosial yang Bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah di Kota Bima. Tidak jauh berbeda dengan KT Kelurahan yang juga mendapat Anggaran rutin dari pemerintah Kelurahan setiap tahunnya.

Dinas Sosial menyadari bahwa pengawasan terhadap Karang Taruna Kota Bima memang masih belum optimal. Dinas Sosial akan melakukan perbaikan proses pengawasan terhadap Karang Taruna Kota agar melakukan pembinaan, berkomunikasi, dan berkoordinasi dengan baik bersama Karang Taruna Kelurahan. Dinas Sosial juga akan memperbaiki komunikasi dan koordinasi dengan Karang Taruna Kelurahan karena Dinas Sosial juga menjadi Pembina dari Karang Taruna Kelurahan, Kecamatan, dan Kota.

Berdasarkan Permensos No. 9 Tahun 2025 Karang Taruna adalah wadah bagi sumber daya manusia dari kelompok generasi muda yang melaksanakan kegiatan penyelenggaraan di bidang sosial. Sempat disampaikan juga tugas karang taruna ada 2 (dua), yaitu; mengembangkan potensi generasi muda dan masyarakat; dan berperan aktif dalam pencegahan dan penanggulangan permasalahan sosial melalui rehabilitasi sosial, jaminan sosial, pemberdayaan sosial, dan perlindungan sosial serta program prioritas nasional.(Sekjend MDG)

Dinsos Laksanakan Kegiatan Bimbingan Fisik, Mental, Spiritual, dan Sosial bagi Lanjut Usia Terlantar Kota Bima Tahun 2025


Kota Bima, Media Dinamika Global.id.--- Dinas Sosial Kota Bima melalui Bidang Rehabilitasi Sosial melaksanakan kegiatan Bimbingan Fisik, Mental, Spiritual, dan Sosial bagi Lanjut Usia Terlantar, Rabu (29/10). 

Kegiatan yang diikuti oleh 35 orang Lanjut Usia ini bertujuan untuk meningkatkan semangat hidup, memperkuat nilai spiritual, serta mendorong kemandirian dan kebahagiaan para lanjut usia di Kota Bima.

Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Kepala Dinas Sosial Kota Bima, H. Lalu Sukarsana, S.I.P. yang juga bertindak sebagai narasumber, didampingi oleh Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial, Muhammad Wildan, S.E., serta para Pejabat Fungsional lingkup Dinas Sosial Kota Bima.

Dalam arahannya, H. Lalu Sukarsana, S.I.P. menekankan pentingnya menjaga kesehatan, kemandirian, dan kebahagiaan bagi para lanjut usia. Beliau mengajak seluruh peserta untuk senantiasa mengisi hari-harinya dengan shalawat dan zikir agar hati tetap tenang dan pikiran damai.

 “Lansia harus hidup sehat, mandiri, dan bahagia. Mengisi waktu dengan hal-hal yang positif seperti bershalawat dan berzikir akan membawa ketenangan batin. Hiburan juga penting untuk menghilangkan ketegangan, karena lansia yang tangguh adalah lansia yang mampu menikmati hidup dengan ikhlas dan penuh semangat,” ujar Kepala Dinas Sosial.

Kegiatan berlangsung penuh keakraban dan kekeluargaan. Di akhir acara, seluruh peserta bersama Kepala Dinas dan jajaran melantunkan shalawat bersama, menciptakan suasana haru dan kebersamaan yang hangat.

Melalui kegiatan ini, Dinas Sosial Kota Bima berharap para lanjut usia terlantar dapat terus memperoleh perhatian, motivasi, serta dukungan moral dan spiritual untuk menjalani kehidupan yang lebih baik, mandiri, dan bermartabat.(Sekjend MDG)

Sinergi Pordam, TKSK, Tagana: Penyaluran Sembako Kemensos di Kec. Wawo untuk Korban Kekeringan

BIMA,Mediadinamikaglobal.id – Kementerian Sosial (Kemensos) melalui Lumbung Sosial menyalurkan bantuan sembako kepada masyarakat di Kecamatan Wawo, Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB), untuk mengatasi extream yang terdampak kekeringan dan kelaparan. Penyaluran ini merupakan sinergi antara Pordam (Forum Koordinasi Data dan Informasi Masyarakat), TKSK (Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan), dan Tagana (Taruna Siaga Bencana) untuk memastikan bantuan tepat sasaran dan cepat sampai kepada yang membutuhkan.

Kekeringan panjang yang melanda beberapa desa di Kecamatan Wawo telah menyebabkan gagal panen dan kesulitan ekonomi yang signifikan bagi warga. Kondisi ini memicu kemiskinan ekstrem dan ancaman kelaparan, terutama bagi keluarga rentan.

Bantuan sembako yang disalurkan meliputi beras, minyak goreng, gula, mie instan, pakaian layak pakai, dan kebutuhan pokok lainnya. Proses penyaluran dilakukan secara Door to door oleh tim gabungan Pordam, TKSK, dan Tagana, dengan prioritas diberikan kepada keluarga miskin dan rentan yang terdata dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS).

Koordinator TKSK Kecamatan Wawo, Titi Nurwahidah,SA.k, menjelaskan bahwa sinergi antara berbagai elemen masyarakat sangat penting dalam penanganan bencana dan kemiskinan. 

"Kami berupaya semaksimal mungkin untuk memastikan bantuan ini sampai kepada mereka yang benar-benar membutuhkan. Koordinasi dengan Pordam dan Tagana sangat membantu kami dalam memetakan kebutuhan dan mendistribusikan bantuan secara efektif," ujarnya.

Perwakilan dari Tagana, Muntaha, S. Pd, menambahkan bahwa timnya siap siaga membantu proses penyaluran dan memberikan dukungan psikososial kepada masyarakat terdampak. 

"Kami tidak hanya menyalurkan bantuan fisik, tetapi juga memberikan pendampingan dan motivasi agar masyarakat tetap kuat menghadapi cobaan ini," katanya.

Perwakilan Forum Koordinasi Data dan Informasi Masyarakat (Pordam) Kecamatan Wawo, Nurpatriatis, S. Sos, dalam penyaluran bantuan sembako dari Kementerian Sosial (Kemensos). Pordam menekankan peran penting data dan informasi yang akurat dalam memastikan bantuan tepat sasaran.

"Kontribusi kami adalah menyediakan data yang akurat dan terpercaya. Kami membantu TKSK dan Tagana dalam memetakan wilayah yang paling terdampak kekeringan dan mengidentifikasi keluarga yang paling membutuhkan bantuan. Data ini menjadi dasar bagi penyaluran yang efektif dan efisien,"ungkapnya saat diwawancarai awak media ini, Kamis (30/10/2025) Pukul 12.00 Wita. 

Diharapkan, bantuan sembako ini dapat meringankan beban masyarakat Kecamatan Wawo yang terdampak kekeringan dan kelaparan. Kemensos dan pemerintah daerah terus berupaya mencari solusi jangka panjang untuk mengatasi masalah kekeringan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Sementara itu, Camat Wawo Syarifudin Bahsyar,S.Sos menekankan pentingnya sinergi antara berbagai elemen masyarakat, termasuk Pordam, TKSK, dan Tagana, dalam memastikan bantuan sampai tepat sasaran kepada korban kekeringan.

"Saya sangat mengapresiasi bantuan dari Kemensos ini. Kekeringan yang melanda wilayah kami telah menyebabkan dampak yang signifikan bagi masyarakat, terutama dalam hal ketersediaan pangan. Bantuan sembako ini sangat membantu meringankan beban mereka," ucapnya. 

Peran Pemerintah Kecamatan bertugas mengkoordinasikan seluruh proses penyaluran. Kami memastikan data penerima bantuan valid dan sesuai dengan kondisi di lapangan. Selain itu, kami juga memfasilitasi koordinasi antara Pordam, TKSK, dan Tagana agar penyaluran berjalan lancar dan efisien

"Sinergi ini sangat krusial. Pordam membantu dalam mengumpulkan dan memvalidasi data penerima bantuan. TKSK memiliki jaringan yang luas di tingkat desa, sehingga mereka dapat memastikan bantuan sampai kepada keluarga yang benar-benar membutuhkan. Sementara Tagana, dengan kemampuan logistik dan penanganan bencana, membantu dalam proses distribusi dan memberikan dukungan psikososial kepada masyarakat," imbuhnya. 

Beliau menambahkan, kami berharap bantuan ini dapat berkelanjutan, tidak hanya bersifat sementara. Selain itu, kami juga berharap ada solusi jangka panjang untuk mengatasi masalah kekeringan, seperti pembangunan infrastruktur pengairan dan pelatihan pertanian yang adaptif terhadap perubahan iklim. Kami juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama bergotong royong membantu saudara-saudara kita yang terdampak kekeringan. (Mdg05)  

Kapolri Pimpin Sertijab, Kapolda Lampung Irjen Pol Helmy Santika Serahkan Tongkat Komando Kepada Irjen Pol Helfi Assegaf.


Jakarta - Mediadinamikaglobal.id || Bertempat di Ruang Rupatama Mabes Polri, Jakarta, telah dilaksanakan upacara Serah Terima Jabatan (Sertijab) Kapolda Lampung dari Irjen Pol Helmy Santika kepada Irjen Pol Helfi Assegaf. Rabu 29 October 2025.

Sertijab yang digelar ini dipimpin langsung oleh Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo dan dihadiri oleh seluruh Pejabat Utama Mabes Polri.

Sertijab ini merupakan bagian dari rangkaian rotasi dan mutasi sejumlah perwira tinggi Polri, yang meliputi beberapa Kapolda dan pejabat utama lainnya. Prosesi berlangsung dengan khidmat, menandai peralihan kepemimpinan di Polda Lampung.

Dalam pernyataannya, Kabid Humas Polda Lampung Kombes Pol Yuni Iswandari menyampaikan,

"Seluruh jajaran Polda Lampung menyambut baik dan siap mendukung penuh kepemimpinan Irjen Pol Helfi Assegaf sebagai Kapolda Lampung yang baru. Di sisi lain, kami juga mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Irjen Pol Helmy Santika atas segala kepemimpinan, pembinaan, dan dedikasinya selama ini untuk Polda Lampung,”

“Kami berkomitmen untuk terus melanjutkan program-program yang telah berjalan dengan baik, sekaligus berinovasi di bawah komando yang baru untuk mendukung penuh kebijakan dan program demi menjaga kamtibmas di Provinsi Lampung." Ucapnya 

Irjen Pol Helfi Assegaf sebelumnya menjabat sebagai DirTipideksus Bareskrim Polri. Sementara Irjen Pol Helmy Santika bergeser ke Irwasum Mabes Polri. 

Seluruh jajaran Polda Lampung siap mendukung penuh kebijakan dan program kerja Kapolda yang baru untuk mewujudkan Lampung yang aman dan sejahtera. ( Fs/Red) 

Ketua DPD Hanura NTB Ahmad Dahlan, S.Sos Tuntaskan Muscab di 7 Kabupaten/Kota


Mataram, Media Dinamika Global.Id - Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) telah menuntaskan Musyawarah Cabang (Muscab) untuk pemilihan ketua di tujuh kabupaten/kota.

Daerah yang telah melaksanakan Muscab antara lain Kota Mataram, Lombok Tengah, Lombok Timur, Kabupaten Lombok Utara, Dompu, Kota Bima, dan Kabupaten Bima.

Masih tersisa tiga kabupaten yang belum melaksanakan Musyawarah Cabang (Muscab), yakni Kabupaten Lombok Barat, Sumbawa, dan Sumbawa Barat, yang akan segera dijadwalkan dalam waktu dekat.

Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Ketua DPD Hanura NTB, Ahmad Dahlan, S.Sos, yang akrab disapa Dae Leo. Dalam arahannya, anggota DPRD NTB dua periode itu menegaskan pentingnya soliditas, disiplin organisasi, dan semangat kebersamaan seluruh kader dalam membesarkan Partai Hanura menjelang kontestasi politik mendatang.

“Muscab ini bukan sekedar agenda rutin organisasi, tetapi momentum konsolidasi untuk memperkuat struktur partai hingga ke tingkat akar rumput. Kita ingin Hanura benar-benar hadir sebagai rumah aspirasi rakyat,” tegas Dae Leo, Rabu (29/10/2025).

Ia juga menekankan agar para ketua DPC terpilih segera melakukan langkah-langkah strategis, mulai dari penguatan kaderisasi, pembangunan komunikasi lintas elemen, hingga pembentukan struktur partai yang solid di setiap Kecamatan dan Desa.

Lebih lanjut, Ahmad Dahlan, S.Sos. menyampaikan bahwa seluruh tahapan konsolidasi tersebut merupakan bagian dari persiapan besar Hanura NTB dalam menghadapi Pemilihan Legislatif (Pileg) dan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) tahun 2029.

“Kita tidak boleh menunggu momentum datang. Dari sekarang, Hanura NTB harus mulai menyiapkan infrastruktur politik yang kuat, kader yang militan, dan strategi yang matang untuk menghadapi Pileg dan Pilkada 2029,” ujar Dae Leo.

Ia optimistis, dengan semangat kolektif dan komitmen bersama seluruh pengurus dan kader di semua tingkatan, Hanura NTB akan mampu tampil sebagai kekuatan politik yang diperhitungkan di masa mendatang. (Surya Ghempar).

DLH Kota Bima Imbau Pelaku Usaha dan Pedagang untuk Menjaga Kebersihan Lingkungan


Media Dinamika Global.id.--DLH Kota Bima, 20 Oktober 2025 Dalam upaya menjaga keindahan dan kebersihan kawasan kota, Pemerintah Kota Bima melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) mengeluarkan himbauan kepada seluruh pemilik toko, pedagang lapak Serasuba, serta pelaku usaha di sekitar kawasan Hotel Komodo agar senantiasa menjaga kebersihan di lingkungan sekitar tempat usahanya.

Kawasan perdagangan dan kuliner menjadi salah satu titik padat aktivitas masyarakat yang berpotensi menimbulkan timbulan sampah setiap harinya. Oleh karena itu, DLH mengingatkan pentingnya kesadaran dan tanggung jawab bersama dalam menjaga kebersihan lingkungan, khususnya di area publik yang menjadi wajah kota.

Kepala DLH Kota Bima menyampaikan bahwa kebersihan lingkungan bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga kewajiban moral seluruh lapisan masyarakat.

“Kami mengimbau agar para pedagang dan pemilik usaha dapat ikut berperan aktif menjaga kebersihan di area usahanya masing-masing. Kota yang bersih tidak bisa terwujud tanpa partisipasi semua pihak,” ujarnya.

DLH juga menegaskan bahwa setiap pedagang dan pelaku usaha bertanggung jawab terhadap kebersihan radius area usahanya masing-masing, termasuk pengelolaan sampah harian yang dihasilkan. Bagi yang tidak mematuhi ketentuan tersebut, akan diberikan peringatan dan sanksi sesuai aturan yang berlaku dalam rangka menegakkan disiplin kebersihan lingkungan.

Lebih lanjut, pemerintah melalui DLH berkomitmen untuk terus melakukan pengawasan dan pendampingan, sekaligus menyediakan fasilitas pendukung seperti tempat sampah terpilah serta armada pengangkut sampah di kawasan padat aktivitas masyarakat.

Dengan adanya himbauan ini, diharapkan tercipta lingkungan usaha yang bersih, tertib, dan nyaman, sehingga mampu memberikan kesan positif bagi pengunjung serta mendukung terwujudnya visi Kota Bima BISA – Bersih, Indah, Sehat, dan Aman.(Sekjend MDG)

Taman Ria Acoustic Resmi Diluncurkan, Wujudkan Ruang Publik yang Bersih dan Penuh Harmoni


DLH Kota Bima, Media Dinamika Global.id. – Pemerintah Kota Bima melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) bersama sejumlah komunitas muda dan pelaku seni lokal secara resmi meluncurkan kegiatan “Taman Ria Acoustic”, Sabtu malam (25/10/2025). Kegiatan ini menjadi langkah nyata dalam menghidupkan kembali ruang publik sebagai tempat rekreasi, hiburan, dan interaksi masyarakat yang positif.

Kegiatan yang digelar di Taman Ria Kota Bima ini berlangsung meriah dengan nuansa santai dan penuh keakraban. Sejumlah musisi lokal tampil membawakan lagu-lagu akustik yang menambah semarak suasana malam minggu warga Kota Bima.

Selain sebagai hiburan, kegiatan Taman Ria Acoustic juga menjadi bagian dari upaya DLH Kota Bima untuk mengedukasi masyarakat agar terus menjaga kebersihan, keindahan, dan ketertiban di ruang publik.

“Melalui kegiatan seperti ini, kita ingin menumbuhkan kesadaran bahwa taman bukan hanya tempat bersantai, tetapi juga simbol kepedulian bersama terhadap lingkungan kota yang bersih dan indah,” ujar Kepala DLH Kota Bima.

Pemerintah berharap, inisiatif ini tidak hanya menjadi hiburan mingguan, tetapi juga wadah bagi kreativitas generasi muda serta sarana mempererat hubungan sosial antarwarga.

DLH Kota Bima juga mengajak seluruh pengunjung untuk selalu menjaga kebersihan taman, tidak membuang sampah sembarangan, serta menjadikan ruang publik sebagai area yang nyaman, aman, dan ramah lingkungan.

“Mari jadikan Taman Ria Acoustic sebagai ruang ekspresi yang hidup, tempat kita berbagi cerita, tawa, dan musik — tanpa meninggalkan jejak sampah,” tambahnya.

Dengan hadirnya Taman Ria Acoustic, Pemerintah Kota Bima berharap kawasan Taman Ria semakin ramai dikunjungi dan menjadi destinasi rekreasi malam yang menyenangkan, bersih, dan penuh warna.(Sekjend MDG)

Dansat Brimob Polda Lampung Hadiri Kunjungan Kerja Menteri Pertanian dan Menteri Pertahanan RI di Lampung Utara.


Lampung - Mediadinamikaglobal.id || Komandan Satuan Brimob Polda Lampung, Kombes Pol. Yustanto Mujiharso, S.I.K., M.Si., menghadiri kegiatan Panen Raya Kedelai Kimal Lampung di Desa Madukoro, Kecamatan Kotabumi Utara, Kabupaten Lampung Utara, mewakili Kapolda Lampung, Rabu 29 Oktober 2025.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh sejumlah pejabat tinggi negara, antara lain:

Menteri Pertahanan RI: Sjafrie Sjamsoeddin

Menteri Pertanian RI: Dr. Ir. H. Andi Amran Sulaiman, M.P.

Panglima TNI: Jenderal TNI Agus Subiyanto

KSAL: Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali

Gubernur Lampung: Rahmat Mirzani Djausal

Panen raya ini menjadi bagian dari upaya nasional memperkuat ketahanan pangan serta mendukung program swadaya kedelai nasional.

Dalam kesempatan tersebut, Dansat Brimob Polda Lampung menegaskan komitmen sinergi Polri, TNI, dan Pemerintah Daerah dalam mendukung ketahanan pangan sekaligus memastikan seluruh rangkaian kegiatan VVIP berlangsung aman, lancar, dan kondusif. 
( Fs/Red) 

LMND Menggugat Gelar Pahlawan Nasional Soeharto


Jakarta, Media Dinamika Global.Id - 

Opini

LMND & Soeharto 

Bayangkan suasana paruh kedua tahun 1998. Indonesia bagai kuali raksasa yang mendidih. Orde Baru yang berkuasa lebih dari tiga dekade dengan tangan besi akhirnya tumbang. Soeharto lengser, meninggalkan negeri dalam kekacauan: ekonomi runtuh, kepercayaan publik hancur, dan trauma politik menyelimuti rakyat. Tapi dari reruntuhan rezim itulah embun harapan mulai menetes — lahirlah era Reformasi, dengan janji kebebasan, demokrasi, dan keterbukaan.

Di tengah euforia dan kekacauan itulah, pada 9–12 Juli 1999 di Bogor, sebuah organisasi mahasiswa menghirup napas pertamanya: Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND). Ia bukan lahir dari rahim yang sunyi, melainkan dari rahim perlawanan yang menumbangkan Soeharto. LMND adalah anak kandung Reformasi — darahnya mengalir dari semangat para aktivis yang diculik, disiksa, dan dihilangkan paksa oleh rezim Orde Baru.

Menggugat Gelar Pahlawan Nasional Soeharto

Wacana pemberian gelar Pahlawan Nasional kepada Soeharto, seperti diberitakan Detik.com pada 21 Oktober 2025 dengan judul “Gus Dur, Soeharto hingga Marsinah Diusulkan Jadi Pahlawan Nasional”, telah melukai ingatan kolektif bangsa. Dalam laporan itu disebutkan, ada 40 nama tokoh yang diusulkan kepada Menteri Kebudayaan, dan satu di antaranya adalah Soeharto.

Ini bukan sekadar urusan administratif. Gelar Pahlawan Nasional adalah tindakan sakral dalam memori bangsa — menuliskan nama seseorang dengan tinta emas sejarah, sebagai suri teladan yang patut dikenang dan dibanggakan lintas generasi. Ia adalah penghormatan terhadap mereka yang mengangkat martabat kemanusiaan dan bangsa.

Namun, menaikkan nama Soeharto ke panggung para pahlawan justru adalah bentuk pengkhianatan terhadap sejarah dan jiwa Reformasi. Itu bukan penghormatan, melainkan upaya memutihkan dosa-dosa rezim yang dibangunnya di atas darah dan penderitaan rakyat. Mengangkat Soeharto berarti membalsem sejarah dengan formalin kebohongan.

Dari tahun 1965 hingga kejatuhannya pada 1998, jutaan korban berjatuhan — termasuk para aktivis yang hilang tanpa jejak seperti Wiji Thukul, Suyat, dan Bima Petrus Anugerah. Mereka bukan sekadar nama, tapi saksi bisu dari kekejaman negara yang kini coba dihapus lewat narasi “kepahlawanan.”

Suara Kritis LMND terhadap Soeharto

Reformasi adalah rahim yang melahirkan LMND. Maka dosa-dosa Orde Baru adalah trauma genetik yang membentuk DNA perjuangannya. Untuk memahami semangat LMND, kita harus membuka kembali lembaran kelam kekuasaan Soeharto — sebuah orde yang bukan sekadar pemerintahan, tapi struktur dosa yang terorganisir dan menindas.

1. Dosa terhadap Kemanusiaan dan Hak Asasi Manusia

Kekuasaan Soeharto berdiri di atas kuburan massal. Tragedi 1965–1966 menjadi fondasi berdirinya Orde Baru — ratusan ribu nyawa melayang, jutaan lainnya dikurung, dibuang, dan dicap sebagai musuh negara. Lalu muncul operasi-operasi militer yang represif: Petrus (1980-an), Tanjung Priok (1984), dan penindasan di Aceh, Papua, serta Timor Timur. Kekerasan dijadikan bahasa resmi negara. Soeharto mengajarkan bahwa kekuasaan bisa lestari dengan menormalisasi pembunuhan.

2. Dosa Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (KKN) yang Sistematis

Korupsi di era Soeharto bukan penyimpangan — ia adalah sistem itu sendiri. Melalui monopoli, yayasan-yayasan seperti Yayasan Dakab, dan proyek-proyek mercusuar, kekayaan negara dialirkan ke keluarga Cendana dan kroni bisnisnya. Mereka menguasai hampir seluruh sektor strategis — dari minyak, kayu, hingga tepung terigu. Inilah akar lahirnya jurang kesenjangan sosial-ekonomi yang masih kita rasakan hingga hari ini.

3. Dosa Pembungkaman dan Depolitisasi Rakyat

Soeharto membangun kekuasaan dengan membungkam rakyat. Partai politik dipaksa melebur, Golkar menjadi mesin kekuasaan, dan asas tunggal Pancasila dijadikan alat penyeragaman. Pers dikontrol, seni dibelenggu, kampus dibungkam. Kritik dianggap ancaman, perbedaan pikiran dilabeli “anti-Pancasila.” Rakyat dijauhkan dari politik, dijadikan massa pasif yang mudah dikendalikan.

4. Dosa Eksploitasi Sumber Daya Alam

Atas nama pembangunan, kekayaan alam Indonesia dijarah habis-habisan. Hutan digunduli, tambang dikuasai korporasi asing dan kroni, masyarakat adat terusir dari tanahnya. Soeharto menjual sumber daya bangsa demi menopang kekuasaan dan memperkaya segelintir elit. Warisannya adalah kerusakan ekologis yang masih menghantui hingga kini.

5. Dosa yang Menghancurkan Ekonomi Rakyat

Kebijakan ekonomi yang sentralistis dan koruptif menjerumuskan bangsa ke krisis 1998. Hutang menumpuk, sektor riil hancur, perbankan dijadikan sapi perahan. Ketika krisis datang, rakyat kecil jadi korban paling awal — harga melonjak, pengangguran meningkat, dan kepercayaan publik runtuh total.

Soeharto Bukan Pahlawan, Tapi Pengingat Pahlawan Nasional seharusnya diberikan kepada mereka yang menegakkan panji-panji kemanusiaan, bukan kepada mereka yang merobeknya. Sejarah tidak boleh dibengkokkan demi romantisme kekuasaan. Biarkan nama Soeharto tercatat dalam sejarah — bukan sebagai pahlawan, tapi sebagai peringatan: bahwa kekuasaan absolut tanpa kontrol hanya melahirkan penderitaan.

Itulah pelajaran terbesar yang ditinggalkannya. Dan pelajaran itu pula yang menjadi alasan mengapa LMND akan terus bersuara — menolak pengkhianatan terhadap sejarah, demi menjaga api Reformasi agar tak padam. 

Penulis : Riski Oktara Putra Sekretaris Jenderal Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND).

Pemdes Simpasai Sukses Salurkan BLT-DD Periode Juni Hingga Desember 2025, Ini Harapan Kades!


Bima NTB. Media Dinamika Global.id. Pemerintah Desa Simpasai sukses menyalurkan Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT-DD) kepada 30 Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Kamis, (30/10/25)

Penyaluran ini dilaksanakan untuk Tahap II Periode Juni hingga Desember 2025, dengan anggaran tentunya bersumber dari Dana Desa (DD).

Dalam penyaluran ini setiap KPM menerima bantuan sebesar Rp 300.000 per bulan, sehingga total yang diterima selama 6 bulan Rp. 1800. 000

Penyaluran (BLT-DD) ini dilaksanakan di Kantor Desa Simpasai Kecamatan Monta Kabupaten Bima.

Drs. Irfan Hasan selaku Kepala Desa Simpasai menyampaikan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh penerima manfaat BLT yang telah hadir langsung di Kantor Desa untuk menerima bantuan tersebut.

Semoga bantuan ini dapat dipergunakan dengan sebaik-baiknya, terutama untuk membeli bahan pokok sebagai kebutuhan sehari-hari, ujarnya.


Kegiatan BLT ini merupakan salah satu program prioritas penggunaan Dana Desa Tahun 2025 sesuai amanat Permendes Nomor 2 Tahun 2024 tentang Petunjuk Operasional atas Fokus Penggunaan Dana Desa Tahun 2025.

Dalam penyaluran ini kami upayakan lebih terarah, dengan menjaga ketertiban dan keamanan, sehingga dalam pembagian BLT tahap terakhir ini berjalan sukses, seluruh penerima manfaat diwajibkan menandatangani daftar hadir dan tanda terima sesuai nama yang dipanggil oleh petugas. (Tim MDG)