Media Dinamika Global

Minggu, 21 September 2025

Babinsa Rabangodu Selatan Hadiri Kegiatan Maulid Nabi Di Musholla Hamzah Bin Abdullah


Kota Bima. Media Dinamika Global.id. Kopda Imansyah Babinsa Kel. Rabangodu Selatan menghadiri Acara Memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW Rabiul Awal 1447 H/2025 M yang bertempat di Musholla Hamzah Bin Abdullah RT.08 Kel. Rabangodu Selatan Kec. Raba Kota Bima. Sabtu, (20/09/25)

Adapun yang hadir dalam acara Maulid Nabi tersebut, Lurah Rabangodu Selatan, Tokoh Agama, Imam Mushallah Ustad.H. Ahmad S.Ag MM, Babinsa Kel. Rabangodu Selatan, Bhabinkamtibmas Kel. Rabangodu Selatan,

Pengurus Musholla Aipda Musim SH, beserta Masyarakat Kel. Rabangodu Selatan

Rangkai Kegiatan 

Sekitar Pukul 20.15 Wita dilakukan Pembukaan oleh Ketua RT 08 kemudian Pukul 20.30 Wita Pembacaan Qallam Ilahi Oleh Ust. Syahrul Rhamadhan, S.Pd

Dalam sambutannya Lurah Rabangodu Selatan menjelaskan, saya ingin menyampaikan terimakasih banyak atas kehadiran bapak/Ibu sekalian untuk memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW Rabiul Awal 1447 H/2025 M, ujarnya.

Pada kesempatan ini pula saya ingin menyampaikan terkait musholla baru untuk menerbitkan pemberitahuan kepada Pemerintah untuk membuatkan SK pengurus Musholla Hamzah Bin Abdullah.

Terakhir disampaikannya, semoga apa yang kita niatkan ini dapat berjalan dengan baik, tutupnya.

Selain Lurah Rabangodu Selatan, sambutan juga dilakukan oleh Pengurus Musholla sekitar Pukul 21.00 Wita, dan dilanjutkan dengan Ceramah Agama dan ditutup dengan Do,a Oleh Ust. H. Ahmad S.Ag MM

Acara Memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW Rabiul Awal 1447 H/2025 selesai pada Pukul 22.00 Wita, dengan tertib dan aman. (Koramil/Tim MDG)

Wakili Dandim-1608/Bima, Danramil-01 Rasanae Lettu Inf. Bambang Irawan Hadiri Pelantikan Pengurus dan Rapat Kerja HMI Cabang Bima


Kota Bima. Media Dinamika Global.id. Dandim-1608/Bima di wakili Danramil-01 Rasanae Lettu Inf. Bambang Irawan hadiri Pelantikan Pengurus dan Rapat Kerja Himpunan Mahasiswa Islam Cabang Bima Periode 2025-2026 dengan tema "Aktualisasi Perjuangan HMI, Ikhtiar Kolektif Dalam Membangun Bima Berkemajuan". Sabtu, (20/09/25).

 Kegiatan tersebut di hadiri sekitar 100 orang tamu undangan, dalam hal ini Walikota Bima di wakili PJ sekda ibu Hj. Maryamah, SH, Dandim 1608/bima di wakili Danramil 01 Rasanae Lettu Inf. Bambang Irawan, Kaban Kesbangpol Kota Bima Bpk M. Natsir,M.Pd, Ketua umum PB HMI Handi Muharram, Ketua HMI Badko Bali-Nusra Abdul Halik, Formatur Ketua Umum Cabang Bima Muzakir, Anggota BEM HMI cabang Bima beserta Seluruh undangan.

Acara tersebut diawali dengan Pembukaan, kemudian dilanjutkan dengan Pembacaan Ayat-ayat Suci Al-Qur'an oleh Sdr. Amirullah, Menyanyikan lagu Kebangsaan Indonesia Raya dan mars HMI .

Pada kegiatan tersebut juga menampilkan tarian tradisional Bima "Mbere Afi".

Setelah diselingi dengan tarian tradisional, dilanjutkan dengan laporan Ketua Panitia Pelaksana oleh Abdul Basir, juga sambutan Ketua BEM HMI terpilih 2025-2026, Muzakir, sambutan Ketua BEM HMI 2023-2024, Arif Rahman .

Tak hanya itu saja sambutan juga dilakukan oleh Wali Kota Bima di bacakan oleh PJ Sekda Ibu Hj. Maryamah, SH, Sambutan ketua HMI Badko Bali-Nusra Abdul Halik.

Usai dilakukan beberapa sambutan acara tersebut dilanjutkan dengan Ikrar pelantikan pengurus HMI Cabang Bima dan pengukuhan pejabat baru.

Setelah semua rangkaian kegiatan dilaksanakan acara ditutup dengan pembacaan Plpembacaan Doa, dan sekitar Pukul 22.10 wita smua rangkaian kegiatan berakhir dan berjalan dengan tertib dan lancar. (Koramil/Tim MDG)

Kualisi Rakyat NTB Demo Polda NTB Tuntut Sejumlah Persoalan di NTB


Mataram, Media Dinamika Global.Id || Koalisi Rakyat NTB Aksi Damai dan Mimbar Keadilan di Mapolda NTB, Tuntut Polisi Ungkap Fakta Utuh Mataram (Koalisi Rakyat NTB untuk Demokrasi menggelar demontrasi bertajuk “Aksi Damai dan Mimbar Keadilan” di Markas Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Barat (Mapolda NTB) pada Sabtu (20/09/25).

Koalisi Rakyat NTB yang hadir merupakam elemen dari unsur mahasiswa, LSM, dan masyarakat umum. Aksi berlangsung dari pukul 09.30 hingga 12.00 WITA, yang terdiri dari orasi, penyampaian tuntutan dan tanggapan perwakilan Polda NTB.

Koordinator Umum aksi damai ini adalah Supriadin (Tim LPW NTB) serta Bintang dan Galang (unsur organisasi mahasiswa) sebagai Koordinator Lapangan. Hadir pula dalam aksi tersebut, Taufan (Direktur LPW NTB) yang menyamapaikan orasi ilmiah bertajuk “Mimbar Keadilan”.

Koalisi menyoroti pembakaran Kantor DPRD Provinsi NTB pada aksi 30 Agustus 2025, dan penetapan tersangka masa aksi oleh Polresta Mataram maupun Polda NTB.

Taufan, dalam wawancara pasca aksi dengan media ini mengatakan Koalisi menuntut pihak Kepolisian untuk menyampaikan kejelasan fakta pembakaran Kantor DPRD Provinsi NTB. Di samping itu, juga menekankan pada fakta berimbang.

"Jika polisi benar-benar mau menegakan hukum, maka polisi terlebih dahulu perlu mengungkap kepada publik fakta yang terjadi, bukan hanya menonjolkan narasi pengrusakan dan penjarahan, yang itu juga belum disampaikan secara memadai kepada publik,” ungkap Taufan.

Taufan dan Koalisi berharap, jangan sampai upaya Kepolisian justru memberikan kesan bahwa semua masa aksi berperilaku demikian. 

“Kami meyakini, Sebagian besar demonstran adalah manusia yang beradab. Jadi hentikan menyudutkan demonstran. Tegakan hukum, seadil-adilnya, sampaikan kepada publik secara utuh, jika memang ada penjahat sampaikan fakta dengan terang benderang, polisi menetapkan tersangka hanya dari video rekaman pendek, ada banyak rangkaian perbuatan yang harus dipertimbangkan sebagai satu kesatuan unsur pasal”, katanya.

Koalisi juga menuntut kejelasan status tersangka yang sudah ditetapkan, seperti peran maupun pasal yang dilanggar. Koalisi menilai, penetapan tersangka adalah hal yang tidak perlu, masih ada mekanisme penyelesaian lain yang lebih pantas, karena demostran bukan penjahat.

“Yang harus ditangkap adalah penyusup, provokator dan masyarakat umum yang memanfaatkan situasi. Demonstran bukan penjahat, mereka berjuang untuk Konstitusi, demi tegaknya hukum dinegeri ini”, ungkap Taufan.

Untuk itulah, Koalisi menuntut pembebasan masa aksi. Bintang sebagai Kordinator Lapangan, menyampaikan dalam narasi orasi yang diterima media ini, bahwa peristiwa pembakaran Kantor DPRD NTB merupakan kejadian serius yang harus diusut tuntas dan menekankan agar kepolisian bersikap profesional, independen, dan tidak tebang pilih dalam proses hukum serta mengusut tuntas dan terbuka siapa dalang-dalang dalam pembakaran tersebut. serta menuntut pembebasan masa aksi.

“Peristiwa pembakaran Kantor DPRD NTB bukan dilakukan oleh masa aksi melainkan ada oknum lain yang melakukan hal tersebut mengingat fakta dilapangan bahwa gedung DPRD sudah terbakar terlebih dahulu sebelum masa aksi datang”, urainya.

Menurutnya, hal ini adalah kejadian serius yang melukai hati dan mencederai demokrasi Rakyat. Maka, aparat kepolisian perlu mengusut kasus ini sampai tuntas.

Aspirasi disampaikan secara bergantian oleh sejumlah orator yang mewakili Koalisi Rakyat NTB. Galang (Perwakilan Mahasiwa), menegaskan bahwa selain tuntutan utama terkait kasus pembakaran kantor DPRD, pembebasan masa aksi.

Koalisi Rakyat NTB juga menyoroti beberapa isu penting lain. Di antaranya adalah peningkatan transparansi kinerja Kepolisian, Pergantian Kapolri dan Reformasi Polri Serta pembentukan tim indepen dalam mengusut tuntas dalam aksi demontrasi Agustus 2025. Banyak kejanggalan fakta pembakaran kantor DPRD Provinsi NTB, termasuk pengrusakan maupun penjarahan.

Hal ini juga dipertegas oleh Yunita (Tim LPW NTB) bahwa pembentukan TGPF (Tim Gabungan Pencari Fakta) di tingkat Daerah oleh Gubernur NTB sebagai bentuk keseriusan dalam mengusut tuntas demo Agustus 2025. 

“Kita menuntut pembentukan Tim Gabungan Pencari Fakta untuk mengungkap aksi demo pada Agustus 2025”, tegasnya.

Sementara itu, Taufan (Direktur LPW NTB) juga menyampaikan orasi akademis bahwa perlunya reformasi kelembagaan yang serius di tubuh kepolisian. Reformasi ini mencakup perbaikan sistem dari internal Kepolisian, peningkatan kualitas dalam menjawab berbagai permasalahan seperti usut tuntas kasus-kasus yang belum terselesaikan diantaranya kasus kematian Brigadir Nurhadi, Kematian Muardin (Kasus Pilkades Ricuh), serta penguatan mekanisme pengawasan internal maupun eksternal lebih baik lagi untuk memberikan pelayanan terhadap masyarakat.

“Perlu tegas dalam usut tuntas kasus dibalik pembakaran kantor DPRD Provinsi, agar fakta terang benderang, tidak ada anggapan, desas-desus yang mengaburkan kebenaran yang terjadi. Kepolisian harus transparan, berimbang dan tidak menyudutkan demonstran. Mereka berjuang untuk kemajuan bangsa ini.” Tegasnya.

Sebagai penutup, Supriadin sebagai Koordinator Umum pada aksi Koalisi Rakyat NTB Jilid 1 ini juga menggarisbawahi pentingnya penegakan hukum yang setara tanpa diskriminasi. Aspirasi ini disampaikan sebagai bentuk kepedulian terhadap arah demokrasi dan pembangunan di NTB agar lebih adil dan berpihak kepada rakyat.

Dalam uraian penutup orasinya, Supriadian menyampaikan, menuntut: 

1) Pihak Kepolisian merilis tentang cacatan aksi demontrasi dan pembakaran kantor DPRD Provinsi secara berimbang dan menghentikan narasi yang menonjolkan penjarahan dan pengrusakan; 

2) Mendesak Gubernur membentuk tim independen gabungan pencari fakta dalam aksi demontrasi NTB;

3) Usut tuntas penyebab kebakaran kantor DPRD Provinsi NTB;

4) Evaluasi gaji/tunjangan DPRD Provinsi hingga kabupaten; 

5) Menyelesaikan kasus mandek di wilayah hukum Polda NTB, antaranya kematian Muardian Pilkades Ricuh di Bima dan kematian Brigadir Nurhadi; 

6) Mengedepankan penyelesaian yang menekankan pada pemulihan keadaan dengan pembebasan masa aksi yang dijadikan tersangka dalam "Aksi Agustus”; 

7) Reformasi Kelembagaan: Legislatif, Sistem Pemilu & Kepartaian, Ganti Kapolri dan Reformasi POLRI. (*).

Pemuda Muhammadiyah NTB Ajak Pemuda Dukung Kamtibmas MotoGP Mandalika


Mataram, Media Dinamika Global.Id || Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah Nusa Tenggara Barat (PWPM NTB) menyatakan dukungan terhadap pelaksanaan ajang balap internasional MotoGP Mandalika 2025.

"Kami mendukung pelaksanaan MotoGP," ujar Ketua Pemuda Muhammadiyah NTB, Ilham, melalui saluran ponsel pada Minggu 21 September 2025.

Menurut Ilham, kehadiran MotoGP di Mandalika merupakan peluang strategis yang harus dimanfaatkan dengan baik untuk mendorong NTB tampil di panggung internasional, mempercepat pembangunan infrastruktur, serta membuka lapangan kerja dan peluang usaha bagi generasi muda maupun pelaku UMKM lokal.

Ia menyebutkan, ada tiga alasan utama Pemuda Muhammadiyah NTB mendukung event MotoGP Mandalika. Pertama, adanya dampak ekonomi nyata yang bisa dirasakan masyarakat. Kedua, event ini menjadi sarana promosi pariwisata jangka panjang bagi NTB.

"Ketiga pembangunan infrastruktur. Investasi pada akses jalan, bandara, fasilitas publik, dan layanan pariwisata memberi manfaat yang meluas bila dikelola dengan baik." tuturnya. 

Namun, ia menegaskan dukungan tersebut disertai dengan catatan. PWPM NTB berharap MotoGP Mandalika tidak hanya memberikan keuntungan bagi sektor pariwisata dan ekonomi, tetapi juga menghadirkan manfaat yang adil bagi masyarakat lokal, tanpa mengabaikan aspek sosial maupun lingkungan.

"Sebagai Ketua Pemuda Muhammadiyah NTB tanggapan kami bersifat positif dengan catatan." Tegasnya.

Ilham juga menegaskan bahwa event MotoGP yang diselenggarakan di Sirkuit Internasional Mandalika Kabupaten Lombok Tengah bukan hanya milik pemerintah atau investor, melainkan momentum bersama. Karena itu, Pemuda Muhammadiyah NTB mengajak:

1. Pemuda lintas organisasi bergandengan tangan menjaga stabilitas daerah.

2. Masyarakat lokal dilibatkan dalam menyambut tamu dan mempromosikan budaya Sasak dengan penuh kebanggaan.

3. Sinergi pemuda–aparat–pemerintah daerah untuk menjaga keamanan, kebersihan, dan kenyamanan wisatawan.

4. Gerakan kreatif pemuda melalui UMKM, seni, dan layanan pariwisata agar event ini benar-benar menjadi panggung produktivitas pemuda NTB.

"Dengan semangat kebersamaan ini, MotoGP Mandalika tidak hanya menjadi tontonan dunia, tetapi juga bukti bahwa pemuda NTB mampu menjadi garda depan penjaga kedamaian dan penggerak kemajuan daerah." Pungkasnya. (*).

Plt Imran Pimpin Patroli Mandiri Koramil 1608-01/Rasanae Dalam Rangka Cipta Kondisi Wilayah Kota Bima.


Kota Bima. Media Dinamika Global.id. Bertempat di Kantor Koramil 01/Rasanae telah berlangsung Kegiatan Patroli Mandiri Koramil 1608-01/Rasanae dalam rangka Cipta Kondisi Wilayah Kota Bima yang di Pimpin Plt Imran. Sabtu, (20/09/25)

Dalam kegiatan tersebut Plt Imran bersama dengan 6 orang Personil TNI, Tokoh Agama 2 orang, Ormas PPM 4 orang, Komcad 2 orang.

Adapun Sasaran patroli kali ini adalah

a. Taman Kodo

b. Lapangan Pahlawan

c. Terminal Kumbe

d. Depan Kantor Walikota Bima

Rangkaian kegiatan :

Pukul 21.30 Wita tim patroli melaksanakan apel pengecekan di Kantor Koramil 01/Rasanae dan melanjutkan Patroli menuju Taman Amahami Kel. Dara Kec. Rasanae Barat Kota Bima langsung memberikan himbauan kepada warga dan anak-anak muda yang sedang nongkrong agar sama sama menjaga keamanan dan ketertiban di Kota Bima, selanjutnya tim Patroli menuju Jalur dua Kel. Tanjung Kec. Rasanae Barat Kota Bima.

Pukul 22.00 Wita tim patroli menuju Taman Kodo Kota Bima  

Selanjutnya sekitar Pukul 22.25 Wita tim patroli tiba di Terminal Kumbe Kota Bima dan memberikan himbauan kepada warga agar tetap menjaga keamanan dan ketertiban disekitaran pelabuhan kota Bima 

Pukul 22. 35 Wita tim patroli meninggalkan Terminal Kumbe Kota Bima menuju Lapangan Pahlawan kota Bima. 

Pukul 22.45 Wita tiba di Lapangan Pahlawan kota Bima memberikan himbauan kepada warga agar tetap menjaga keamanan dan ketertiban disekitaran Taman Kodo kota Bima 

Pukul 23.10 Wita tim patroli meninggalk Lapangan Pahlawan kota Bima Menuju Kantor wali Kota Bima

Pukul 23.17 Wita tim patroli tiba di depan Kantor Walikota Bima langsung memberikan himbauan kepada warga dan anak-anak muda yang sedang nongkrong agar sama sama menjaga keamanan dan ketertiban di Kota Bima

Pukul 23.45 Wita Tim Patroli meninggalkan Depan Walikota Bima menuju Kantor Koramil. 

Dan pada Pukul 23.55 Wita tim Patroli tiba di Kantor Koramil dan melaksanakan pengecekan. dan patroli selesai dalam keadaan aman kondusif. (Koramil/Tim MDG)

Sesuaikan Kondisi, Aksi Pejuang Aliansi PPS KS Ditunda Dulu

Korlap Aksi Aliansi PPS Kab. Sumbawa Jahuddin Denis, (Ist/Surya).

Kabupaten Sumbawa, Media Dinamika Global.Id || Terkait dengan aksi unjuk rasa Pejuang Aliansi Pemekaran Pulau Sumbawa kabupaten Sumbawa (PPS KS) pada tanggal, Senin, 22 September 2025 bertempat di Simpang Boak Kabupaten Sumbawa.

Dalam upaya memperjuangkan aspirasi masyarakat untuk pemekaran Pulau Sumbawa, Pejuang Aliansi Pemekaran Pulau Sumbawa (PPS) telah merencanakan aksi besar. Namun, dengan pertimbangan matang, mereka memutuskan untuk "Menunda aksi unjuk rasa" yang telah direncanakan.

Korlap Aksi Aliansi PPS Kab. Sumbawa Jahuddin Denis mengatakan, keputusan ini diambil setelah melihat kondisi terkini, baik dari segi sosial maupun politik. Aliansi merasa penting untuk menjaga stabilitas dan mencegah potensi konflik yang dapat merugikan masyarakat. Penundaan ini juga memberikan kesempatan untuk melakukan dialog lebih lanjut dengan pihak-pihak terkait.

"Aliansi PPS berkomitmen untuk tetap transparan dengan masyarakat," ucapnya. Minggu, (21/09/25).

Dalam waktu dekat, lanjutnya, akan mengadakan pertemuan dan mendengarkan pendapat serta aspirasi masyarakat. "Dengan cara ini, kami berharap masyarakat tetap terlibat dan merasa memiliki bagian dalam perjuangan ini," tuturnya.

Rencana Ke Depan, Korlap aksi menjelaskan, meskipun aksi ditunda, semangat untuk memperjuangkan pemekaran Pulau Sumbawa tidak akan pudar. Aliansi akan fokus pada penguatan jaringan, edukasi masyarakat, dan penggalangan dukungan yang lebih luas.

"Kami bertekad untuk mempersiapkan aksi yang lebih terencana dan efektif di masa depan dengan tetap mengedepankan Keamanan dan Ketertiban masyarakat," jelasnya.

"Aksi unras boleh dan dilindungi Undang-Undang tetapi komitmen untuk menjaga Keamanan harus terus kita gaungkan demi kenyamanan masyarakat," terangnya.

Dengan penundaan ini, Jahuddin berharap, masyarakat tetap bersatu dan terus mendukung upaya pemekaran demi kesejahteraan Pulau Sumbawa. Aliansi PPS percaya bahwa setiap langkah yang diambil dengan hati-hati akan membawa dampak positif bagi masyarakat dan memperkuat perjuangan mereka ke depan. 

"Semoga penundaan ini menjadi momen untuk refleksi dan penguatan, sehingga ketika aksi dilanjutkan, itu akan menjadi langkah yang lebih kuat," pungkasnya. (*).

Aksi Nyata Harita Nickel dan Warga Kawasi: Sampah 4,5 Ton Jadi Bukti Komitmen Jaga Lingkungan

 


Mediadinamikaglobal.id|Kawasi, 21 September 2025 – Dalam rangka memperingatiWorld Cleanup Day 2025, puluhan karyawan Harita Nickel berkolaborasi dengan masyarakat Desa Kawasi, KecamatanObi, Halmahera Selatan, menyatukan langkah dalam aksibersih sampah dan lingkungan. Kegiatan yang berlangsungpada Sabtu (20/9) ini merupakan wujud komitmen perusahaandalam menjaga kelestarian alam dan lingkungan sekitar.

 

Kegiatan dimulai dengan aksi para karyawan dari berbagaiunit bisnis Harita Nickel, bersama mitra dari TNI dan Polriserta masyarakat, menyusuri jalan utama yang menghubungkan area perusahaan dengan permukiman DesaKawasi. Mereka bersama-sama memunguti sampah yang berserakan, khususnya sampah plastik, dan memasukkannyake dalam kantong-kantong sampah. 

 

Kepala Urusan (Kaur) Umum Pemerintah Desa Kawasi, Ledrik Langkodi, yang turut berpartisipasi dalam kegiatan, mengatakan bahwa kolaborasi antara perusahaan danmasyarakat dalam menjaga kebersihan sangat penting danperlu dilakukan secara rutin.

 

“Dengan mengagendakan kegiatan seperti ini secaraberkelanjutan, kesadaran masyarakat akan tumbuh, danpartisipasi dalam menjaga lingkungan pun semakin meluas,” kata Ledrik.

 


Senada, disampaikan Nurja (50 tahun), warga Desa Kawasiyang ikut serta dalam kegiatan bersih sampah hari ini. Menurutnya aksi yang dilakukan oleh karyawan bersamamasyarakat ini merupakan langkah nyata dari perusahaandalam mendorong kesadaran masyarakat akan pentingnyakebersihan lingkungan. 

 

“Kami juga sangat berterima kasih karena perusahaan sudahkasih penyuluhan dan pemeriksaan kesehatan untuk ibu dananak-anak. Kesehatan itu anugerah yang paling berhargakarena itu perlu dijaga,” ungkapnya.

 

Secara terpisah, Dindin Makinudin, Community Affairs General Manager Harita Nickel, menyatakan bahwa aksibersih sampah dan lingkungan merupakan bagian darirangkaian kegiatan World Cleanup Day dengan tema “MenujuIndonesia Bersih 2029” yang digelar sejak 10 September 2025.

 

Kegiatan mencakup lomba kebersihan lingkungan untukmasyarakat di permukiman lama dan baru Desa Kawasi, pembagian sembako, penyuluhan dan pemeriksaan kesehatanibu dan anak, dan ditutup dengan aksi bersih sampah yang melibatkan karyawan dan masyarakat. 

 

“Melalui momentum World Cleanup Day ini, kami mengajakmasyarakat untuk terus menjaga kebersihan lingkungan, tidakhanya hari ini saja, tetapi juga secara berkelanjutan,” jelasDindin.

 

Dari aksi bersih-bersih di permukiman lama dan baru DesaKawasi tersebut berhasil terkumpul 4,5 ton sampah. Sampahdomestik yang sebagian besar berupa plastik ini telahdiangkut menuju area yang dikelola perusahaan.

 

Dindin menambahkan, Harita Nickel secara proaktif jugamelakukan sosialisasi terkait pengelolaan sampah denganmetode 3R (Reduce, Reuse, Recycle) bagi siswa-siswi sekolahdi Desa Kawasi, untuk memanfaatkan sampah plastik sebagaiwadah tanam. 

 

“Bahkan kami sudah menerapkan prinsip ekonomi sirkulardalam pengelolaan sampah plastik. Seperti memanfaatkanbotol plastik bekas untuk media biofilter pada IPAL danmengolah sampah plastik jadi bahan bakar cair untukoperasional,” terangnya. 

 

Selain bersih-bersih, Harita Nickel juga mengadakan kegiatanlain sebagai bagian dari program Pengembangan danPemberdayaan Masyarakat (PPM), termasuk pembagian 380 paket sembako, serta penyuluhan dan pemeriksaan kesehatanyang diikuti oleh 38 orang tua dan 49 siswa. 

Berbagai inisiatif yang diadakan dalam rangka memperingatiWorld Cleanup Day ini menegaskan komitmen Harita Nickel dalam mendukung kesehatan dan kebersihan lingkungan, yang merupakan salah satu aspek penting dalam program PPM perusahaan. Harita Nickel juga mengantongi angka 89 untuk Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) 2024, dengan rata-rata Social Return on Investment (SROI) sebesar 2,62.

***

Tentang Harita Nickel

 

PT Trimegah Bangun Persada Tbk (NCKL) atau Harita Nickel merupakan bagian dari Harita Group yang mengoperasikanpertambangan dan pemrosesan nikel terintegrasi berkelanjutandi Pulau Obi, Halmahera Selatan, Maluku Utara. Selain IUP Pertambangan, perusahaan sejak 2017 telah memiliki pabrikpeleburan (smelter) nikel saprolit dengan teknologi Rotary Kiln Electric Furnace (RKEF) dan sejak 2021 juga memilikifasilitas pengolahan dan pemurnian (refinery) nikel limonitdengan teknologi High Pressure Acid Leaching (HPAL) di wilayah operasional yang sama. Kedua fasilitas tersebut hadiruntuk mendukung amanat hilirisasi dari pemerintah Indonesia.

 

Harita Nickel menjadi pionir di Indonesia dalam pengolahandan pemurnian nikel limonit (kadar rendah) dengan teknologiHPAL. Teknologi ini mampu mengolah nikel limonit yang sebelumnya tidak dimanfaatkan, menjadi produk bernilaistrategis berupa Mixed Hydroxide Precipitate (MHP). Denganteknologi yang sama, MHP sebagai intermediate product telahberhasil diolah menjadi produk akhir berupa Nikel Sulfat(NiSo4) yang merupakan material inti pembuatan katodasumber energi baru, yaitu baterai kendaraan listrik.

Kodim 1509/Labuha Gelar Donor Darah Dan Pemeriksaan Kesehatan Untuk Menyambut HUT TNI Ke-80


 Mediadinamikaglobal.id|Kodim 1509/Labuba menggelar Bhakti Kesehatan Donor Darah dalam rangka memperingati HUT Ke-80 TNI, Kegiatan berlangsung di Aula Makodim 1509/Labuha, Desa Kampung Makian, Kecamatan Bacan Selatan, Kabupaten Halmahera Selatan, Minggu (21/09/2025),


Kegiatan ini melibatkan Tenaga kesehatan umum dari Puskesmas Gandasuli, serta Unit Transfusi Darah Rumah Sakit Labuha (UTDRS). 


Tak hanya Itu, ikut Terlibat dalam menyumbangkan Darah, Personil Polres Halsel, Brimob Batalyon C, Kompi A Yonif 732/Banau, Pos TNI- AL Panamboang, Satpol PP, Subdenpom Labuha, dan Ibu Ibu Persit, Serta Badan Dinas Pemda Halsel.


Sebelum donor darah, para peserta terlebih dahulu menjalani pemeriksaan kesehatan, seperti Kolestrol, Gula, Asam Urat, pengecekan tekanan darah dan kadar hemoglobin (HB).


Dandim 1509/Labuha Letkol Inf Syamsul menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian perayaan HUT TNI.


Kami dari Kodim 1509/Labuha mengucapkan terimakasih atas Kehadiran Bapak Ibu Semuanya yang telah menyempatkan waktunya, untuk mengikuti rangkaian kegiatan yang kita laksanakan.


“Pada pagi hari ini kita melaksanakan Bhakti Sosial Kesehatan, meliputi donor darah dan pemeriksaan kesehatan gratis,” ujar Letkol Inf Syamsul.


Ia menambahkan, kegiatan ini diharapkan dapat memberi manfaat nyata bagi masyarakat.“Kami berharap donor darah ini dapat membantu mereka yang membutuhkan. Selain itu, pemeriksaan kesehatan gratis diharapkan berdampak positif bagi kesehatan masyarakat,” ungkapnya.



Lik/////

Kemampuan APBD Terbatas, Pemkab Bima Cuma Mampu Gaji PPPK Paruh Waktu Segini


Bima NTB, Media Dinamika Global.id.--Kabar tak sedap datang untuk 14.077 Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Paruh Waktu di Kabupaten Bima. Bupati Bima Ady Mahyudi memastikan mereka tidak akan digaji sesuai Upah Minimum Kota (UMK) yang sebesar Rp 2,6 juta.

Keputusan pahit ini diambil karena APBD Kabupaten Bima yang terbatas. “Kemampuan daerah kita ini terbatas,” kata Bupati Ady Mahyudi.

Meski begitu, dia belum mau merinci angka pasti besaran gaji yang akan diterima PPPK Paruh Waktu. Ady hanya membeberkan, gaji yang akan diberikan nantinya lebih tinggi dari upah mereka sebelum diangkat menjadi PPPK Paruh Waktu.

Ady menjelaskan, kebijakan ini mengacu pada regulasi dari Kemenpan-RB. Dalam Kemenpan-RB, PPPK Paruh Waktu tidak harus digaji sesuai UMK. “Yang jelas, minimal penggajian nanti tidak di bawah yang pernah mereka terima sebelumnya,” jelas dia.

Meski gaji di bawah standar UMK, Ady menyebut status kepegawaian mereka kini jelas dan diakui negara. Dia membandingkan dengan kondisi sebelumnya, dimana banyak honorer sudah mengabdi puluhan tahun namun tak lolos seleksi.

“Hari ini negara berikan kesempatan, meski gaji di bawah standar. Sabar saja dulu yang penting ada NIP dulu, siapa tahu di tahun-tahun selanjutnya nanti ada jalan,” pungkasnya. Diketahui, Kabupaten Bima mengakomodir 14.077 tenaga honorer menjadi PPPK Paruh Waktu. Rinciannya, 6.674 tenaga guru, 1.147 tenaga kesehatan, dan 6.056 tenaga teknis.

Angka ini menempatkan Kabupaten Bima di posisi ketiga daerah terbanyak se-Indonesia dalam hal mengakomodir honorer menjadi PPPK Paruh Waktu.(Sekjend MDG)

Dosen Unram Sebut Ekonomi Kreatif NTB Besar, Pemerintah Parsial di Festival Parak NTB

Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis UNRAM Nur Aida Arifah Tara, M.Si.,Ph.D, (Ist/Surya).

Mataram, Media Dinamika Global.Id || Dosen Universitas Negeri Mataram (Unram) Fakultas Ekonomi dan Bisnis menghadiri acara Festival Parak NTB dalam rangka Obrolan Ekonomi Kreatif yang digelar oleh Gekrafs NTB di kampus Universitas Negeri (UIN) Mataram, Sabtu (20/09/25) malam.

Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis UNRAM Nur Aida Arifah Tara, M.Si.,Ph.D menerapkan potensi ekonomi kreatif NTB masih besar karena penyumbang ekonomi Kreatif terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Indonesia 7,5 persen sampai 8 persen targetnya, sekarang sudah tujuh 7,5 persen, ini kontribusinya besar, dihitung dari perbandingan negara, Indonesia nomor tiga, nomor satu Amerika dengan 11 persen sekitar, kedua Korea 8 persen, jadi NTB termasuk oke, tapi NTB kok kecil banget kontribusinya masih kurang dari 1 persen.

"Potensi ekonomi kreatif masih besar, kita lihat yang unggul sekarang masih fashion kuliner sama kriya," ucapannya usai obrolan ekonomi kreatif yang diselenggarakan oleh Gekrafs NTB melalui Festival Perak NTB di Auditorium Kampus UIN Mataram. Sabtu, (20/09/25).

Di subsektor lain potensinya masih besar dan harus dikembangkan karena membuka lapangan pekerjaan, kita lihat bahwa bisnis tidak hanya kreatifnya aja, kalau enggak punya nilai ekonomisnya, tentu enggak orang tertarik dan enggak ada yang sumbangsih untuk masuk ke industri.

"Apalagi NTB sebagai salah satu destinasi pariwisata, kalau sumbangan wisatanya naik, Ekonomi Kreatif juga naik tetapi destinasinya banyak yang kurang," tuturnya.

NTB sekarang hanya fokus ke Mandalika, sedangkan Senggigi mati, seharusnya keduanya harus sama-sama hidup, jadi industri kreatif juga jadi bisa ikut ada disitu.

Kemudian kekurangan NTB, orang-orang datang kesini hanya fokus ke pantai aja,  padahal sebenarnya banyak bangat lainnya, orang pergi wisata budaya untuk mencari Event-event apasih yang bisa didapetin, oleh karena demikian event-event budaya tahunan di NTB masih kurang, tidak cukup dengan MotoGP, tidak cukup dengan ada running kemarin. NTB harus punya program-program tahunan yang konsisten.

"Misalnya kayak di festival fashion di Jember, kayak PRJ Jakarta," ujarnya.

Ketika orang mau bangun ekonomi kreatif itu, jadi orang merasa ada pasarnya, paling tidak orang merasa bahwa diberikan support-nya, diberikan ruangnya untuk promosinya kreatifnya, seandainya enggak diberikan ruang orang jadi merasa tidak masuk industri kreatif, padahal kita lagi sekarang lagi mendorong orang untuk punya wirausaha.

Orang bikin bisnis harus lihat keberlangsungan, dimana orang bikin bisnis sekarang, orang bilang ada dimannya atau peluang pasar, kita nggak pernah tahu pasarnya karena banyak bangat bisnis yang musiman, baru sebentar dia hilang, karena kita enggak menciptakan pasar, biasanya kita selalu bikin bisnis itu harus lihat pasar dulu,  industri kreatif ini sebenarnya membuat industri jadi kebutuhan orang-orang banyak.

"Misalnya orang mau bepergian, tentu mereka mengeluarkan uang,  spending "Money" karena mereka melihat ada tempat ngeluarin uang, jadi kalau dibilang apakah kita enggak punya diman-nya, Diman nya sudah besar," lanjutnya.

Banyak juga orang pergi keluar,  pertanyaannya? orang pergi keluar kenapa enggak mau disini, karena memang enggak ada yang mau di explore yang lebih, kita disini enggak ada yang lain, hanya itu-itu saja. Contoh paling mudah, Ampenan Kota Tua, kenapa enggak  bikin seperti Malioboro Yogja.  Minimal seminggu sekali, coba kita  membuat orang jadi lebih menarik secara rutin, akhirnya orang-orang bukan lagi diman yang dibikin, ada dimannya tapi kita sendiri yang menciptakan dimannya.

"Sekarang masalahnya ekonomi kreatif, belum punya dinasnya, jadi kita punya kementeriannya tidak punya Dinasnya, jadi antara pariwisata dan pendidikan masih saling lempar-lemparan," tandasnya.

Kalau sudah ada Dinas ekonomi kreatif pasti ada bajetnya, tidak mungkin pemerintah membentuk ekosistem, memang harus pemerintah yang membuat.

"Pemerintah NTB fokus parsial, merasa bahwa Mandalika sudah cukup padahal, tahunannya kita lihat Mandalika kebanyak kosong tidak ada aktivitas," tutupnya. (Surya Ghempar).