Media Dinamika Global

Selasa, 16 September 2025

Danpos Ramil Raba Peltu Safruddin, Gelar Patroli Siskamling Bersama 15 Anggotanya


Kota Bima. Media Dinamika Global.id. Bertempat di Mako Ramil 1608-01/Rasanae, telah berlangsung kegiatan apel pengecekan Personil dalam rangka melaksanakan Siskamling di wilayah teritorial Koramil 1608-01/Rasanae wilayah Kota Bima yang di pimpin oleh Danpos Ramil Raba Peltu Safruddin dengan jumlah personil 15 orang. Selasa , (16/09/25)


Hadir dalam kegiatan tersebut Danpos Ramil Raba Peltu Safruddin dengan 5 orang anggotanya, Ketua Brigadir Mesjid Bima Burhanudin Bin Abdul Majid beserta 1 orang anggota, Ketua Pemuda Panca Marga Kota Bima beserta 4 orang anggota, Anggota Komcad 2 orang 


Sasaran Siskamling di Wilayah Kota Bima sbb :


a.  Kel. Dara

b.  Kel. Tanjung

c.  Kel. Paruga

d.  Kel. Sarae


Sebelum melaksanakan Siskamling para Personil mengikuti kegiatan Apel pengecekan Personil Siskamling di Makoramil 1608-01/Rasanae di pimpin oleh pada Pukul 21.30 Wita,


Danpos Ramil Raba Pelda Safruddin saat Apel menyampaikan, Kegiatan Siskamling yang di laksanakan malam ini dalam rangka Mengajak seluruh elemen masyarakat pentingnya menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah masing-masing demi terciptanya situasi kamtibmas yang kondusif untuk memberikan keamanan dan kenyamanan kepada Masyarakat Kota Bima, ujarnya 


Sasaran Siskamling kita adalah mengajak seluruh elemen masyarakat agar pentingnya menjaga keamanan baik dari hal-hal yang negatif sehingga warga masyarakat yang sedang melaksanakan istirahat di malam hari di wilayah Kota Bima. dengan tenang dan nyaman.


Dalam setiap memberikan edukasi maupun himbauan terhadap masyarakat agar tetap di laksanakan secara humanis untuk menghindari gesekan terhadap masyarakat yang sedang melaksanakan nongkrong maupun melaksanakan aktivitas di malam hari, pungkasnya.


Apabila dalam pelaksanaan kegiatan Siskamling maupun himbauan terhadap masyarakat yang nongkrong maupun begadang,  mendapatkan kendala jangan mengambil langkah tindakan sendiri-sendiri dan selalu melakukan koordinasi dan komunikasi meminta petunjuk kepada yang tertua, tutupnya.


Pada Pukul 21.45 Wita, Apel Pengecekan selesai personil Siskamling langsung menuju sasaran yang sudah ditentukan. 


Pukul 21.55 Wita, Personil Siskamling berangkat dari Makoramil menuju Batas Kota, memberikan himbauan kepada anak-anak muda yang sedang nongkrong di sepanjang jalan agar tetap sama-sama menjaga kamtibmas, tidak mengkonsumsi miras.


Pukul 22.10 Wita, Personil Siskamling melanjutkan patroli di Kel. Tanjung dan memberikan himbauan dan edukasi kepada masyarakat pedagang kaki lima agar tidak menjual miras atau sejenis nya.


Pukul 22.20 Wita Personil Siskamling tiba di Kel. Sarae dan langsung memberikan himbauan dan edukasi kepada warga masyarakat agar sama-sama menjaga keamanan dengan tidak melakukan tindakan yang melanggar hukum


Pukul 22.30 Wita Personil Siskamling tiba di Kel. Paruga dan langsung memberikan himbauan dan edukasi kepada warga masyarakat apabila terjadi permasalahan agar segera melaporkan kepada pihak yang berwajib dan jangan bertindak main hakim sendiri


Pukul 22.40 Wita Personil Siskamling tiba di Kel. Dara dan langsung memberikan himbauan dan edukasi kepada warga masyarakat.


Dan Pukul 22.50 Wita, Personil Siskamling kembali menuju Mako Koramil 1608-01/Rasanae untuk melaksanakan apel pengecekan, pada Pukul 22.55 Wita, Personil Siskamling melaksanakan apel pengecekan akhir dan kembali ke tempat masing-masing.


Pada  Pukul 23.00 Wita, Seluruh rangkaian kegiatan Siskamling selesai dan berjalan dengan tertib dan aman. (Koramil/Tim MDG)

Kegiatan Siskamling Koramil 1608-05/Donggo di Wilayah Desa Mbawa Kecamatan Donggo Kab. Bima


Bima NTB, Media Dinamika Global.id.--Pada hari selasa tanggal 16 September 2025 Pukul 20.00 Wita s.d Pukul 22.10 Wita, Bertempat di desa mbawa kecamatan Donggo 1608-05/Donggo, Jln. Lintas Sangadi desa mbawa  Kec. Donggo Kab. Bima, telah berlangsung  pengecekan personil dalam rangka kegiatan Siskamling Koramil 1608-05/Donggo dan sat polpp beserta  melibatkan masyarakat Wilayah desa mbawa Kec. Donggo Kab. Bima yang di Pimpin oleh Danramil 1608-05/Donggo Lettu Inf. Safrudin, S. Sos dengan jumlah personil orang.

2.  Hadir dalam kegiatan :

a.  Danramil 1608-05/Donggo Lettu Inf. Safrudin, S. Sos

  Pelibatan personil siskamling sebagai berikut :

a.  Koramil 1608-05/Donggo : 7 Orang.

b.  Unit Inteldim 1608/Bima  : 1 Orang.

c.  Sat Pol-PP                             : 2 orang.

a. Pukul 20.00 Wita, Apel pengecekan personil di mulai yang pimpin oleh Danramil 1608-05/Donggo Lettu Inf Safrudin S. Sos, dengan penyampaian yang intinya :

1). Tingkatkan kewaspadaan dan kepedulian terhadap lingkungan sekitar dengan melakukan patroli siskamling secara rutin dan efektif dan laporkan setiap kegiatan yang mencurigakan di lingkungan kita kepada pihak berwajib untuk mencegah terjadinya tindak kejahatan.

2). Bertindaklah secara tegas namun humanis terhadap setiap pelanggaran hukum yang berpotensi menimbulkan gangguan kamtibmas.

3). Optimalkan sinergitas dan tingkatkan kerjasama yang baik dengan masyarakat  dan lembaga terkait untuk menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman bagi seluruh warga.

4). Jaga komunikasi yang baik antar warga dan pihak keamanan untuk memastikan kegiatan patroli siskamling berjalan efektif.

5). Selama kegiatan Siskamling tetap utamakan faktor keamanan dan laksanakan tugas dengan ikhlas dan penuh rasa tanggung jawab.

 pengecekan selesai, anggota siskamling menuju sasaran yang sudah di tentukan.

c. Pukul 20.20 Wita, Anggota Siskamling mulai dari ujung timor desa mbawa sampai di perbatasan desa desa mbawa bagian barat danramil 1608-05/Donggo 

 memberikan penekanan serta himbauan kepada warga yang sedang duduk nongkrong di pinggir jalan agar tidak melakukan tindakan yang melanggar hukum dilanjutkan anggota siskamling menuju  di setiap dusun 

Desa mbawa langsung menemui pos kamling dan berwibawa warga menghimbau agar tidak mengonsumsi miras dan barang-barang terlarang dan melaporkan kepada pihak hbkeamanan apabila ada hal-hal yang menonjol, anggota siskamling menuju langsung memberikan himbauan kepada warga yang masih nongkrong agar tidak membuat keributan dan bergadang larut malam ini dengan  Memberikan penekanan agar menjauhi Narkoba karena bisa merusak masa depan selanjutnya anggota siskamling menuju Makoramil 1608-05/Donggo untuk melakukan apel pengecekan kembali personil.

Pukul 22.05 Wita, Anggota Siskamling tiba di Makoramil 1608-05/Donggo langsung apel pengecekan kembali personil.

h. Pukul 22.10 Wita, Seluruh rangkaian kegiatan Siskamling selesai berjalan dengan tertib, aman dan lancar.(Sekjend MDG)

Ketua TP PKK Herlinawati Qudrotul Dampangi Ketua TP PKK Provinsi Lampung Dalam Kegiatan Pembinaan Desa Tapis Provinsi Lampung Tahun 2025 .


Tulang Bawang - Mediadinamikaglobal.id || Ketua TP PKK Tulang Bawang Herlinawati Qudrotul menerima kunjungan dan Mendampingi Ketua TP-PKK Provinsi Lampung Purnama Wulan Sari, dalam rangka kegiatan pembinaan Desa Tapis Provinsi Lampung Tahun 2025 berlokasi di Kampung catur karya buana Jaya, kabupaten tulang bawang, Selasa 16 September 2025.

Kegiatan diawali dengan peninjauan pelayanan administrasi kependudukan, PAUD,posyandu,Pojok Baca, dan UP2K. 

Selanjutnya dilakukan penyerahan berbagai bantuan dari TP-PKK dan OPD Provinsi Lampung, antara lain paket sembako, kursi roda, alat bantu dengar, mesin jahit, bibit cabai, serta bingkisan untuk anak-anak PAUD.

Dalam sambutannya Bupati Tulang Bawang Drs. Qudrotul Ikhwan yang dalam Hal ini dibacakan oleh Asisten Bidang Administrasi Umum Dra. Lusiana, M.Ap, Bupati Tulang Bawang Drs. Qudrotul Ikhwan, MM menyampaikan , 
“Kami sangat menyambut baik kunjungan TP-PKK Provinsi Lampung Ibu Purnama Wulan Sari beserta Rombongan. 

Hal Sinergi ini merupakan bukti nyata perhatian pemerintah dalam mendukung pemberdayaan masyarakat, peningkatan kualitas keluarga, dan upaya menekan angka stunting di Kabupaten Tulang Bawang. Upaya positif yang dilakukan oleh Ketua TP PKK Provinsi Lampung ini sejalan dengan salah satu Visi misi Pemerintah Kabupaten Tulang Bawang yakni membentuk generasi Penerus yang Unggul, Mandiri, Agamis, Inovatif yang pada akhirnya mampu memenangkan era Bonus Demografi di masa yang akan datang. 

Rangkaian kegiatan ditutup dengan kunjungan ke Kelompok Wanita Tani (KWT) Kampung Catur Karya Buana Jaya yang ditandai dengan panen cabai, terong, dan sayuran bersama masyarakat.

Kunjungan ini menjadi wujud nyata sinergi antara Pemerintah Provinsi Lampung dan Pemerintah Kabupaten Tulang Bawang dalam meningkatkan kualitas hidup keluarga, pemberdayaan masyarakat, serta mendukung program prioritas Desa Tapis.
( Fs/Red)

Dugaan Korupsi Rp. 100 Miliyar Smart Board dan Meubilair, PERMAK Desak Kajatisu Turun Tangan


Medan. Media Dinamika Global.id. Penegakan hukum terhadap kasus dugaan tindak pidana korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN) di Sumatera Utara kembali menuai sorotan. Kali ini, perhatian publik tertuju pada pengadaan Smart Board dan meubilair di Dinas Pendidikan Kabupaten Langkat dengan nilai proyek mencapai Rp100 miliar.

Koordinator Aksi Pergerakan Mahasiswa Anti Korupsi (PERMAK) Sumut, Yunus Dalimunthe, dalam aksi demonstrasi di depan Kejaksaan Tinggi Sumut (Kejatisu) dan Kantor Gubernur Sumut, Selasa (16/9/2025), mendesak agar Kejati Sumut segera mengambil alih kasus tersebut. Menurut Yunus, penanganan perkara ini di Kejari Langkat dinilai jalan di tempat.

Yunus menyebut, dugaan kasus ini bermula dari adanya perubahan anggaran yang disebut-sebut diprakarsai oleh Faisal Hasrimy, mantan Pj. Bupati Langkat yang kini menjabat Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumut. Faisal diduga memerintahkan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk melakukan pergeseran anggaran menjadi kegiatan pengadaan Smart Board dan meubilair. Meskipun sempat ditolak karena alasan teknis, perubahan tersebut tetap dipaksakan.

Tak hanya itu, Faisal juga dituding terkait dengan aliran dana miliaran rupiah dari proyek tersebut, bahkan dikaitkan dengan pembiayaan politik salah satu calon gubernur pada Pilkada Sumut 2024. Proyek serupa juga disebut terjadi di sejumlah daerah lain seperti Dinas Pendidikan Tebing Tinggi, Serdang Bedagai, hingga Dinas Pendidikan Provinsi Sumut.

“Proses tender diduga direkayasa, sementara serah terima barang dilakukan secara tergesa hanya dalam hitungan hari. Ini bukan lagi korupsi biasa, tapi sebuah skenario yang disusun rapi demi kepentingan pribadi dan politik,” tegas Yunus dalam orasinya.


Tuntutan PERMAK :

1. Kejati Sumut diminta mengambil alih penanganan kasus dugaan korupsi Smart Board Langkat yang dinilai macet di Kejari Langkat.

2. Memeriksa pimpinan dan Badan Anggaran DPRD Langkat yang diduga menerima “uang ketok”.

3. Menangkap serta memeriksa pejabat Dinas Pendidikan Langkat, termasuk Sekretaris Disdik Robert Hendra Ginting dan Kabid SD Fajar.

4. Mendesak Gubernur Sumut untuk segera mencopot Faisal Hasrimy dari jabatan Kepala Dinas Kesehatan Sumut.

Hingga kini, penyidikan dugaan korupsi pengadaan Smart Board senilai Rp50 miliar di Dinas Pendidikan Langkat Tahun Anggaran 2024 masih berjalan. Namun, mantan Pj. Bupati Faisal Hasrimy belum juga diperiksa oleh Kejari Langkat, sehingga desakan agar Kejati Sumut mengambil alih penanganan kasus ini semakin menguat. (Tim)

Menulis Itu Bukan Cuma Hobi, Tapi Senjata Transformasi Gagasan dan Penyatu Ilmu!


Media Dinamika Global.Id.-
Eh, kamu tahu nggak sih? Di balik setiap tulisan itu, ada kekuatan yang luar biasa banget. Yup, kekuatan yang bisa mengubah cara kita berpikir, membuka wawasan lebih luas, bahkan menyatukan berbagai ilmu yang selama ini kelihatan terpisah-pisah. Menulis bukan sekadar menggoreskan tinta di atas kertas atau mengetik di layar, tetapi lebih dari itu, menulis adalah sebuah seni yang mampu menjembatani perbedaan, menggugah emosi, dan menyebarkan ide-ide yang bisa menginspirasi banyak orang.

Zaman sekarang, nulis tuh bukan cuma sekadar tugas kuliah, laporan kerja, atau sekadar status di medsos doang. Menulis itu udah jadi alat untuk mengubah gagasan — cara paling jitu buat mengubah ide-ide yang ada di kepala kita jadi sesuatu yang nyata, yang bisa dipahami orang lain, dan bahkan bisa menginspirasi perubahan yang lebih besar. Misalnya, ketika seseorang menulis tentang pengalaman pribadinya, itu bisa membuat orang lain merasa terhubung dan mungkin terinspirasi untuk mengambil langkah positif dalam hidup mereka.

Coba bayangkan, ada seorang ilmuwan, seorang seniman, dan seorang aktivis sosial yang duduk bareng di satu meja. Mereka semua punya ilmu yang beda-beda, kan? Nah, gimana caranya mereka bisa saling ngerti satu sama lain? Jawabannya adalah lewat tulisan. Bayangkan jika si ilmuwan menulis tentang penemuannya dalam bahasa yang bisa dipahami oleh si seniman dan si aktivis. Mereka bisa berdiskusi lebih dalam, saling memberikan perspektif yang baru, dan siapa tahu, dari diskusi tersebut bisa muncul kolaborasi yang bermanfaat untuk masyarakat.

Tulisan yang baik tak hanya menyampaikan informasi, tetapi juga bisa membangun hubungan emosional dengan pembaca. Misalnya, dalam sebuah karya sastra, penulis bisa menggambarkan perasaan seseorang dengan begitu mendalam sehingga pembaca merasa seolah-olah mereka sendiri yang mengalami hal tersebut. Ini adalah kekuatan menulis yang tidak bisa dipandang sebelah mata.

Tulisan juga memiliki kemampuan untuk membentuk opini publik. Dalam era informasi saat ini, kita sering kali menemukan berbagai tulisan yang mempengaruhi cara pandang kita terhadap suatu isu. Misalnya, artikel tentang perubahan iklim bisa meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga lingkungan. Sebuah tulisan yang ditujukan untuk mengedukasi bisa menjadi pemicu untuk tindakan nyata, seperti pengurangan penggunaan plastik atau peningkatan penggunaan energi terbarukan.

Dengan menulis, kita juga bisa berbagi pemikiran dan ide-ide kita, sehingga orang lain bisa melihat dari sudut pandang yang berbeda. Menulis bukan cuma alat untuk menyampaikan pesan, tapi juga cara untuk membangun koneksi dengan orang-orang di sekitar kita. Ini adalah medium yang ideal untuk menciptakan diskusi yang konstruktif dan saling menghargai.

Kita bisa mengambil contoh dari berbagai penulis besar yang telah mengubah dunia lewat tulisan mereka. Seperti halnya Maya Angelou, yang melalui puisi dan esainya, mampu merangkum pengalaman hidupnya sebagai seorang wanita kulit hitam di Amerika dan menginspirasi jutaan orang dengan pesan tentang kebebasan dan hak asasi manusia. Atau, Nelson Mandela yang menulis "Long Walk to Freedom," yang tidak hanya menceritakan perjuangannya melawan apartheid, tetapi juga memberikan harapan bagi generasi mendatang.

Begitu banyak contoh nyata yang menunjukkan bagaimana tulisan bisa membawa perubahan. Di Indonesia sendiri, kita memiliki banyak penulis yang memberikan kontribusi positif melalui literasi. Buku-buku, jurnal-jurnal dan artikel-artikel lepas yang ditulis oleh M. Jamil, misalnya, tidak hanya berbicara tentang hukum dan etika, tetapi juga mendorong pembaca untuk berpikir kritis tentang isu-isu sosial yang relevan. Dengan memahami tulisan-tulisan ini, kita bisa lebih mengerti dan menghargai kompleksitas yang ada di masyarakat.

Maka dari itu, mari kita manfaatkan kekuatan menulis ini untuk saling memahami dan berkolaborasi. Siapa tahu, dari tulisan yang kita buat, bisa muncul ide-ide cemerlang yang bisa mengubah dunia! Menulis bukan hanya tentang diri sendiri; ini adalah tentang membagikan cerita kita kepada orang lain dan menciptakan ruang untuk dialog yang lebih luas. Dengan setiap huruf yang kita tulis, kita sedang membangun jembatan yang menghubungkan berbagai pemikiran dan perspektif, yang pada akhirnya bisa menciptakan komunitas yang lebih inklusif dan harmonis.

Menulis adalah alat yang sangat kuat, dan kita semua memiliki kemampuan untuk menggunakannya. Jadi, yuk mulai menulis! Mulailah dengan hal-hal kecil, seperti membuat catatan harian, menulis blog, atau bahkan berbagi ide di media sosial. Setiap tulisan yang kita buat adalah langkah menuju perubahan, baik untuk diri kita sendiri maupun untuk masyarakat. Ingatlah, setiap kata yang kita tulis memiliki potensi untuk menggugah, menginspirasi, dan mengubah dunia. Dengan menulis, kita tidak hanya berbagi informasi, tetapi juga membangun koneksi yang dapat menjembatani perbedaan dan menciptakan kolaborasi.

Menulis sebagai Transformasi: Menyelami Makna dan Dampaknya

Menulis itu lebih dari sekedar rangkaian huruf yang disusun menjadi kalimat. Ia adalah sebuah proses transformasi yang membawa banyak dampak, baik bagi penulis maupun pembacanya. Mari kita telusuri lebih dalam mengapa menulis bisa menjadi sarana transformasi yang kuat.

Pertama-tama, mari kita bicara tentang bagaimana menulis membantu kita merapikan pikiran. Bayangkan sejenak, dalam benak kita terdapat berbagai ide yang berseliweran, kadang berantakan dan sulit untuk dipahami. Ketika kita mulai menulis, kita seolah memberi ruang bagi pikiran-pikiran tersebut untuk bernafas. Proses ini mirip dengan merapikan sebuah ruangan yang penuh dengan barang-barang tidak teratur. Ketika kita mulai mengelompokkan barang-barang tersebut, kita menemukan apa yang sebenarnya kita miliki.

Misalnya, seorang mahasiswa yang sedang menyusun skripsi. Dia mungkin memiliki banyak ide mengenai topik yang akan ditulis, namun semuanya terasa kacau. Dengan menulis, ia mulai menyusun ide-ide tersebut menjadi kerangka, dan dalam proses itu, ia menemukan pola dan hubungan antar ide yang sebelumnya tidak terlihat. Hal ini tidak hanya menjadikan tulisan lebih terstruktur, tetapi juga membantu penulis memahami topik yang dibahas dengan lebih mendala

Selain itu, tulisan memiliki kekuatan untuk mengubah cara pandang orang lain. Pernahkah kamu membaca sebuah artikel atau buku yang membuatmu berpikir ulang tentang sesuatu? Satu kalimat bisa menciptakan perubahan besar dalam perspektif seseorang. Misalnya, sebuah artikel tentang perlunya menjaga lingkungan hidup dengan menekankan dampak positif bagi kesehatan manusia dapat membuat pembaca yang sebelumnya acuh tak acuh menjadi lebih peduli. Ini adalah contoh nyata bagaimana menulis mampu bertransformasi tidak hanya dalam pikiran penulis, tetapi juga dalam pikiran pembaca.

Tulisan yang baik bisa menjadi jembatan yang menghubungkan ide-ide yang berbeda. Di dunia yang semakin kompleks ini, seringkali kita menemukan bahwa berbagai disiplin ilmu saling terkait. Misalnya, banyak penulis yang berhasil mengaitkan ilmu sains dengan seni, atau psikologi dengan teknologi. Ini memberikan pemahaman yang lebih holistik bagi pembaca. Sebuah buku yang menjelaskan teori fisika kuantum dengan cara yang mudah dimengerti melalui seni visual dapat membuat konsep yang sulit dijangkau menjadi lebih dekat dan dapat diterima.

Mari kita ambil contoh konkret: buku-buku populer yang mengaitkan sains dan kehidupan sehari-hari, seperti karya Carl Sagan dalam "Cosmos". Melalui tulisan yang lugas dan menarik, Sagan berhasil membawa sains ke dalam jangkauan pembaca awam, membuat mereka tidak hanya memahami tetapi juga merasakan keajaiban dari penemuan ilmiah. Ini adalah bukti bahwa penulis berperan penting dalam menyederhanakan ilmu pengetahuan sehingga dapat dinikmati oleh semua kalangan.

Di sisi lain, kita juga dapat melihat bagaimana tulisan menghubungkan psikologi dengan seni. Banyak penulis yang menganalisis film atau musik dari sudut pandang psikologis, menjelaskan bagaimana elemen-elemen tersebut mempengaruhi emosi dan perilaku kita. Misalnya, seorang kritikus film yang menjelaskan bagaimana penggunaan warna dan komposisi dalam sebuah film dapat mempengaruhi suasana hati penonton. Ini tidak hanya memberikan pemahaman yang lebih dalam tentang seni, tetapi juga mengajak pembaca untuk merenungkan bagaimana seni mempengaruhi kehidupan mereka sehari-hari.

Tentu saja, semua ini tidak akan terjadi tanpa keberanian penulis untuk mengekspresikan ide-ide mereka. Menulis adalah sebuah usaha, sebuah perjalanan yang membutuhkan komitmen untuk terus belajar dan berkembang. Setiap kalimat yang ditulis adalah langkah menuju pemahaman yang lebih dalam, baik tentang diri sendiri maupun dunia di sekitar kita. Proses ini bisa jadi penuh tantangan, tetapi di sinilah letak keindahan dari menulis: dalam setiap kesulitan, kita menemukan pelajaran berharga yang membentuk karakter kita sebagai penulis.

Menulis adalah sebuah transformasi yang tidak hanya mempengaruhi penulis tetapi juga pembaca. Dari merapikan pikiran hingga mengubah cara pandang dan menghubungkan berbagai disiplin ilmu, menulis adalah proses yang kaya akan makna. Seperti yang digambarkan oleh M. Jamil dalam berbagai tulisannya, menulis adalah alat yang ampuh untuk menyebarkan pengetahuan, mendorong pemikiran kritis, dan menciptakan jembatan antar berbagai ide. Dalam dunia yang semakin kompleks ini, keberanian untuk menulis dan berbagi dapat menjadi katalisator perubahan yang positif. Jadi, mari kita terus menulis, berbagi, dan bertransformasi!

Menulis = Integrasi Ilmu

Kita pasti sering mendengar istilah "integrasi keilmuan", kalau Prof. Amin Abdullah mencetuskannya dengan istilah “Integrasi-Interkoneksi”, tetapi mungkin terasa cukup rumit jika kita tidak membedahnya lebih dalam. Sebenarnya, integrasi keilmuan adalah sebuah konsep yang sederhana namun sangat penting dalam memahami kompleksitas kehidupan dan dunia di sekitar kita. Ini bukan hanya tentang menggabungkan berbagai pandangan dari berbagai disiplin ilmu, tetapi juga tentang menciptakan jembatan pemahaman yang lebih baik antara pengetahuan yang terpisah. Mari kita eksplorasi lebih jauh.

Ketika kita berbicara tentang integrasi keilmuan, kita berbicara tentang kemampuan untuk melihat sesuatu dari berbagai perspektif. Bayangkan kita sedang melihat sebuah lukisan. Jika kita hanya berdiri di satu sudut, kita hanya akan melihat satu sisi dari karya seni tersebut. Namun, jika kita bergerak dan melihat dari sudut yang berbeda, kita akan mendapatkan gambaran yang lebih lengkap dan mendalam tentang apa yang dihadirkan oleh lukisan tersebut. Begitu pula dalam ilmu pengetahuan, dengan menggabungkan perspektif dari sains, seni, sosial, dan spiritualitas, kita dapat memahami kenyataan secara lebih utuh.

Contohnya, mari kita tengok isu perubahan iklim. Ini adalah topik yang hangat diperbincangkan di seluruh dunia. Jika kita hanya melihat dari sudut pandang lingkungan, kita mungkin hanya akan fokus pada peningkatan suhu, pencairan es, dan kerusakan habitat. Namun, jika kita mengintegrasikan ilmu ekonomi, kita bisa menilai bagaimana perubahan iklim mempengaruhi industri, pekerjaan, dan perekonomian global. Selain itu, dengan memasukkan perspektif budaya, kita dapat memahami bagaimana perubahan iklim mempengaruhi tradisi dan cara hidup masyarakat di berbagai belahan dunia. Ini adalah contoh bagaimana integrasi keilmuan dapat membantu kita memahami dampak perubahan iklim tidak hanya secara ekologis, tetapi juga sosial dan ekonomi.

Lebih jauh lagi, mari kita beralih ke isu kesehatan mental di era teknologi. Dalam tulisan yang menghubungkan kesehatan mental dengan perkembangan teknologi, kita bisa melihat sisi positif dan negatif dari kemajuan teknologi. Di satu sisi, teknologi menyediakan alat yang dapat membantu kita berkomunikasi dan terhubung dengan orang lain, bahkan di jarak yang jauh. Namun, di sisi lain, teknologi juga dapat menjadi sumber stres, kecemasan, dan masalah kesehatan mental lainnya. Dengan mengintegrasikan ilmu psikologi dan teknologi, kita dapat mendorong kesadaran akan pentingnya menjaga kesehatan mental di tengah kemajuan teknologi yang terus melaju.

Tentunya, kita semua ingin hidup dalam masyarakat yang lebih baik, bukan? Dengan mengajak masyarakat untuk memahami politik dari sudut pandang psikologi, kita bisa membuka dialog yang lebih konstruktif. Misalnya, dengan memahami motif dan perilaku manusia dalam konteks politik, kita dapat mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi keputusan pemilih. Dengan demikian, masyarakat dapat lebih kritis dan paham terhadap kebijakan yang diambil oleh para pemimpin mereka, serta berkontribusi dalam proses demokrasi yang lebih sehat.

Integrasi keilmuan tidak hanya memberikan kita gambaran yang lebih utuh, tetapi juga mendorong pencarian solusi yang lebih lengkap untuk masalah-masalah yang dihadapi di dunia nyata. Ketika kita menghadapi tantangan seperti kemiskinan, ketidakadilan sosial, atau konflik, solusi yang dihasilkan dari satu disiplin ilmu saja sering kali tidak cukup. Justru, dengan mengajak berbagai disiplin ilmu untuk berkolaborasi, kita dapat merumuskan strategi yang lebih efektif dan berkelanjutan.

Sebagai contoh, dalam menangani isu kemiskinan, kita butuh pendekatan yang melibatkan ekonomi, pendidikan, dan kesehatan. Ekonomi dapat membantu kita melihat cara menciptakan lapangan kerja dan peluang bisnis, sementara pendidikan memberikan pengetahuan dan keterampilan kepada masyarakat untuk memperbaiki nasib mereka. Di sisi lain, kesehatan sangat penting untuk memastikan bahwa mereka yang hidup dalam kemiskinan mendapatkan akses ke layanan kesehatan yang memadai, sehingga mereka dapat berfungsi dengan baik dalam masyarakat.

Kita juga bisa melihat bagaimana kelompok-kelompok masyarakat dapat berkolaborasi untuk mencapai tujuan bersama. Misalnya, organisasi non-pemerintah, pemerintah, dan sektor swasta bisa bekerja sama untuk mengatasi masalah sosial. Dengan mengintegrasikan tujuan dan sumber daya mereka, mereka dapat menciptakan dampak yang lebih besar dan positif bagi masyarakat.

Dalam konteks pendidikan, integrasi keilmuan juga sangat penting. Di sekolah-sekolah, kita sering kali menemukan pemisahan yang ketat antara mata pelajaran. Namun, jika kita mengajarkan siswa untuk melihat hubungan antara matematika dan seni, atau antara sejarah dan ilmu sosial, kita dapat membantu mereka memahami bahwa semua ilmu saling terkait. Dengan cara ini, siswa akan lebih mudah mengingat dan menerapkan pengetahuan yang mereka pelajari.

Selain itu, pengalaman belajar yang terintegrasi juga akan membuat siswa lebih bersemangat. Misalnya, ketika mereka belajar tentang perubahan iklim, mereka tidak hanya belajar tentang data ilmiah, tetapi juga menggali cerita dari orang-orang yang terkena dampak. Ini akan membuat pelajaran menjadi lebih hidup dan berarti bagi mereka.

Mengaitkan ilmu pengetahuan dengan pengalaman nyata juga dapat menjadi cara yang efektif untuk meningkatkan kesadaran masyarakat. Misalnya, melalui kampanye publik yang mengedukasi masyarakat tentang pentingnya menjaga lingkungan, kita dapat membuat mereka lebih peduli dan berkontribusi dalam aksi-aksi pelestarian lingkungan.

Namun, tantangan tetap ada. Terkadang, integrasi keilmuan bisa terhambat oleh batasan-batasan yang ditetapkan oleh institusi pendidikan atau kebijakan pemerintah. Ini bisa menciptakan silo pengetahuan yang menghalangi kolaborasi antar disiplin. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk mendorong kebijakan yang mendukung integrasi keilmuan, baik di tingkat pendidikan maupun di masyarakat luas.

Integrasi keilmuan adalah kunci untuk memahami dunia secara lebih menyeluruh. Dengan menggabungkan perspektif dari berbagai disiplin ilmu, kita tidak hanya mendapatkan gambaran yang lebih utuh, tetapi juga menciptakan peluang untuk dialog, kolaborasi, dan solusi yang lebih efektif. Di tengah tantangan yang dihadapi oleh dunia saat ini, integrasi keilmuan dapat menjadi peta yang membantu kita menavigasi kompleksitas kehidupan dengan lebih baik. Mari kita berkomitmen untuk terus belajar, berbagi, dan berinovasi, demi masa depan yang lebih baik.

Mulailah Menulis, Mulailah Mengubah Dunia

Jangan nunggu sampai kamu jadi profesor atau penulis buku yang laris manis. Setiap orang itu punya ide, pengalaman, atau pengetahuan yang bisa dibagikan. Dengan menulis, kita bisa mengubah cara pandang orang lain, menggabungkan ilmu yang terpisah-pisah, dan menginspirasi lahirnya inovasi dari berbagai bidang. Ingat ya, menulis itu kayak menanam biji ide. Siapa tahu, tulisan sederhana kamu hari ini bisa jadi awal dari perubahan besar di masa depan!

Menulis adalah satu aktivitas yang sering kali diremehkan, padahal dampaknya bisa sangat besar. Ketika kita menulis, kita tidak hanya menuangkan pikiran kita, tetapi juga membuka ruang dialog dengan orang lain. Misalnya, ketika seseorang menulis tentang pengalaman hidupnya, orang lain yang membacanya mungkin merasa terhubung atau terinspirasi. Ini bisa mengubah cara pandang orang tersebut terhadap situasi yang sama.

Mari kita ambil contoh sederhana. Bayangkan seorang mahasiswa yang berjuang dengan tekanan akademik. Jika dia menulis tentang pengalamannya, bisa jadi banyak pembaca yang merasakan hal yang sama. Tulisan tersebut bisa menjadi jembatan, menghubungkan orang-orang dengan pengalaman serupa, dan menciptakan komunitas yang saling mendukung. Ini adalah contoh konkret bagaimana satu tulisan bisa mengubah cara pandang orang lain.

Selanjutnya, menulis juga merupakan cara yang hebat untuk menggabungkan ilmu yang terpisah-pisah. Kita hidup di dunia yang kompleks, di mana berbagai disiplin ilmu sering kali tampak terpisah. Namun, saat kita menulis, kita berkesempatan untuk menjembatani jurang tersebut. Misalnya, seorang penulis yang memiliki latar belakang di bidang psikologi dan teknologi bisa menulis tentang dampak teknologi terhadap kesehatan mental. Dengan demikian, tulisan tersebut tidak hanya menyatukan dua bidang ilmu, tetapi juga memberikan wawasan baru kepada pembaca.

Di sisi lain, menulis bisa menjadi pemicu lahirnya inovasi. Banyak ide-ide besar bermula dari tulisan sederhana. Sejarah mencatat bahwa banyak penemuan dan inovasi lahir dari pemikiran yang dituangkan dalam bentuk tulisan. Misalnya, ketika seorang ilmuwan menulis tentang teorinya, bisa jadi ada pembaca lain yang terinspirasi untuk mengembangkan ide tersebut lebih lanjut. Ini menunjukkan betapa kuatnya tulisan dalam menciptakan gelombang perubahan.

Jadi, mari kita kembali ke pernyataan awal: "Mulailah menulis, mulailah mengubah dunia." Tidak perlu menunggu momen yang sempurna. Setiap ide kecil yang kita miliki bisa menjadi benih yang tumbuh menjadi sesuatu yang besar. Jangan ragu untuk berbagi pengalamanmu, pengetahuanmu, atau bahkan pandanganmu tentang hal-hal yang terjadi di sekitarmu. Dengan menulis, kita bisa memberikan kontribusi nyata untuk perubahan yang lebih baik.

Kita mungkin tidak pernah tahu seberapa jauh tulisan kita bisa menjangkau. Mungkin saja, dengan satu tulisan, kita bisa menginspirasi orang lain untuk bertindak, berinovasi, atau bahkan melakukan perubahan yang signifikan. Oleh karena itu, mari kita ambil langkah kecil ini. Ambil pena, buka laptop, atau bahkan gunakan ponselmu. Mulailah menulis dengan nada santai, karena tulisan yang mudah dibaca dan dimengerti akan lebih mudah diterima oleh berbagai kalangan.

Terakhir, ingatlah bahwa perjalanan menulis adalah proses. Tidak ada yang langsung sempurna. Seperti halnya menanam pohon, butuh waktu untuk tumbuh dan berbuah. Satu langkah kecil hari ini bisa jadi awal dari perjalanan panjang yang penuh makna. Jadi, apakah kamu siap untuk mulai menulis dan mengubah dunia?

Penutup 

Jangan anggap remeh tulisanmu, ya! Dalam genggaman yang tepat, kata-kata bisa jadi jembatan yang menghubungkan pengetahuan, menyatukan perbedaan, dan bahkan bisa jadi pemicu perubahan yang luar biasa. Setiap kata yang kita tulis memiliki kekuatan untuk memengaruhi orang lain, untuk menggugah pikiran, dan bahkan untuk mengubah pandangan seseorang terhadap dunia. Bayangkan, sebuah tulisan sederhana bisa membuat orang tertawa, menangis, atau bahkan terinspirasi untuk bertindak.

Menulis bukan hanya sekadar menuangkan ide ke dalam kertas; ini adalah seni dan ilmu yang membutuhkan kepekaan serta keberanian untuk berbagi. Ketika kita menulis, kita tidak hanya berkomunikasi, tetapi juga membangun jembatan antara diri kita dan pembaca. Misalnya, saat kita menulis tentang isu sosial, kita mungkin saja mengangkat suara mereka yang terpinggirkan, memberikan ruang bagi perspektif baru yang sebelumnya tidak terdengar. Hal ini bisa menjadi katalisator perubahan, mendorong orang lain untuk lebih peduli dan ikut berkontribusi dalam menciptakan solusi.

Kita juga perlu ingat bahwa tulisan yang baik bisa menjembatani perbedaan. Dalam masyarakat yang beragam seperti Indonesia, di mana setiap suku, agama, dan budaya memiliki warna dan suara masing-masing, tulisan bisa menjadi sarana untuk menjalin pemahaman. Dengan menulis, kita bisa memperkenalkan budaya kita kepada orang lain, menunjukkan sisi positif dari keberagaman, dan menyebarkan toleransi. Misalnya, ketika kita menulis tentang tradisi lokal, kita tidak hanya mengenalkan keunikan budaya, tetapi juga menciptakan rasa saling menghargai antar sesama.

Selain itu, menulis juga bisa menjadi alat untuk refleksi diri. Saat kita menulis tentang pengalaman pribadi, kita tidak hanya membagikan cerita, tetapi juga menjalani proses pemahaman diri. Melalui tulisan, kita bisa mengeksplorasi emosi, menggali makna dari pengalaman yang telah dilalui, dan menemukan cara untuk bangkit dari kesulitan. Ini adalah langkah penting dalam perjalanan hidup kita yang dapat menginspirasi orang lain untuk melakukan hal yang sama.

Jadi, jangan ragu untuk mulai menulis dari sekarang! Setiap ide yang muncul di pikiranmu layak untuk ditulis. Mulai dari catatan harian, blog, hingga karya sastra, semua bisa menjadi medium untuk mengekspresikan diri dan memberikan dampak positif. Ingatlah, kata-kata dalam tulisanmu bisa menjadi cahaya dalam kegelapan, jembatan di antara perbedaan, dan suara bagi mereka yang tak terdengar. Mari kita ciptakan dunia yang lebih baik dengan tulisan kita!

Penulis: M. JAMIL, S.H.,M.Kn. Pembina Yayasan Alghani Nusantara Utama (Yayasan AGNU)



304 Siswa SMP N 1 Wawo Nikmati Makan Bergizi Gratis dari Dapur SPPG Harumi

BIMA,Mediadinamikaglobal.id – Sebanyak 304 siswa Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 1 Wawo, Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB), menerima program makan bergizi gratis dari Dapur SPPG Harumi. Program ini telah berjalan selama dua minggu dan bertujuan untuk meningkatkan kesehatan serta gizi para siswa. Selasa (16/09/2025) Pukul 10.19 Wita. 

Inisiatif ini merupakan bagian dari program tanggung jawab sosial yang diinisiasi oleh Dapur SPPG Harumi Desa Maria, sebuah usaha kuliner lokal yang peduli terhadap kesehatan generasi muda. Setiap hari, para siswa mendapatkan makanan yang terdiri dari nasi, lauk pauk bergizi seperti : Telur, tahu, wortel, sayuran segar, buah pepaya dan susu 

Kepala Sekolah SMP N 1 Wawo
Sri Hartati, S. Pd

Kepala Sekolah SMPN 1 Wawo, Sri Hartati,S.Pd, menyampaikan apresiasi yang mendalam atas dukungan dari Dapur SPPG Harumi. "Kami sangat berterima kasih atas bantuan yang diberikan oleh Dapur SPPG Harumi. Program ini sangat membantu siswa-siswa kami, terutama mereka yang berasal dari keluarga kurang mampu. Dengan adanya makan bergizi gratis ini, kami berharap siswa-siswa dapat lebih fokus belajar dan meraih prestasi yang lebih baik," ujarnya.

Ia menambahkan, dampaknya sangat positif dan signifikan. Dari segi peningkatan yang jelas pada tingkat konsentrasi siswa di kelas. Mereka tampak lebih berenergi dan tidak mudah mengantuk. Angka kehadiran siswa juga cenderung meningkat, karena salah satu alasan siswa kadang tidak masuk adalah karena merasa lapar atau tidak memiliki bekal. Selain itu, kami juga mengamati adanya peningkatan interaksi sosial antar siswa saat makan bersama, menciptakan suasana kebersamaan yang hangat. Kesehatan siswa secara umum juga membaik, dengan penurunan kasus sakit ringan seperti pusing atau lemas. Ini menunjukkan bahwa program ini tidak hanya mengisi perut, tetapi juga menumbuhkan motivasi belajar dan kebahagiaan mereka.

"Harapan kami adalah program ini dapat terus berkelanjutan dan bahkan bisa diperluas cakupannya, sehingga lebih banyak siswa yang merasakan manfaatnya. Pesan saya, selalu menjaga makanan yang disajikan kehati-hatian terhadap menu yang akan dikelola karena kesehatan dan gizi siswa adalah investasi jangka panjang bagi masa depan bangsa, dan fokus pada tujuan utama: menciptakan generasi penerus yang sehat, cerdas, dan berkarakter,"ungkap Sri Hartati, S. Pd pada media ini. 

Sementara itu, pengelola Dapur SPPG Harumi, Haris, menjelaskan bahwa program ini merupakan wujud kepedulian terhadap pendidikan dan kesehatan anak-anak di Wawo. 

"Kami percaya bahwa anak-anak adalah aset masa depan bangsa. Dengan memberikan mereka makanan bergizi, kami berharap dapat membantu mereka tumbuh menjadi generasi yang sehat, cerdas, dan berprestasi," katanya.

Program makan bergizi gratis ini direncanakan akan terus berlanjut dengan harapan dapat memberikan dampak positif yang berkelanjutan bagi para siswa SMPN 1 Wawo maupun di sekolah lingkup Kecamatan Wawo. (Mdg05)  

Jauhari Tantowi dan Sekolah Pesisi Juang Masuk Nominasi Penghargaan Bergengsi di Indonesia


Mataram, Media Dinamika Global.Id || Pemuda asal Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat Jauhari Tantowi melalui kegiatan Sekolah Pesisi Juang masuk nominasi 20 besar ajang 16 tahun Satu Indonesia Award, ajang paling bergengsi di Indonesia yang diikuti lebih dari 8000 orang dari seluruh Indonesia.

Ini menunjukan kemajuan dalam gerakan anak muda yang konsisten membangun pendidikan dimasyarakat terutama masyarakat pesisir. Jauhari Tantowi Pendiri Sekokah Pesisi Juang adalah anak muda yang konsisten dan peduli, "Pencapaian ini menjadi bukti, jika gerakan kolektif mampu membangun masyarakat pesisir yang kuat dan cerdas melalui Sekolah Gratis Anak Nelayan Kota." Ungkap Jauhari.

Nominasi ini juga sebagai bentuk apresiasi bahwa anak muda daerah mampu berdampak hingga nasional, mengingat nominasi 20 besar 16th Satu Indonesia Award dari Indonesia Timur hanya provinsi NTB yaitu Jauhari melalui program Sekolah Gratis Anak Nelayan Kota. 

"Walaupun kami bergerak dengan swadaya tanpa sokongan pemerintah, tapi kami mampu menunjukan sebuah kemajuan pendidikan dan juga mampu membawa nama NTB dibidang pendidikan sebagai kebanggaan bersama, ini tentu tidak terlepas dari dukungan semua donatur dan pengurus Sekolah Pesisi Juang." Kata Jauhari 

Dengan masuknya Jauhari Tantowi sebagai nominasi 16 tahun Satu Indonesia Award dan perwakilan dari Indonesia Timur, menjadikan anak bukti bahwa kemajuan akan pendidikan sudah terlihat dan sudah selayaknya menjadi atensi pemerintah. Namun Jauhari Tantowi tidak sekedar bergerak, ia membangun peradaban untuk generasi NTB yang lebih baik. (Surya Ghempar).

INOVASI LITERASI BERBASIS KOMUNITAS: GAZEBO PUSTAKA LANGIT LITERASI KELUARGA (LLK) KOLONG SUTET HADIR DI KAMPUNG BARU BERSAMA KARANG TARUNA UNIT 12 GROGOL LIMO DEPOK


Gambar 1
Gazebo sebagai Wahana Literasi Terbuka 

Depok, 2025. Media Dinamika Global.Id.- Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Universitas Pamulang berhasil melaksanakan program pemberdayaan berbasis literasi melalui pembangunan Gazebo Pustaka “Langit Literasi Keluarga (LLK)” Kolong Sutet. Kegiatan ini merupakan implementasi dari Program Hibah Bima Kemdiktisaintek 2025, Kelompok Skema Pemberdayaan Berbasis Masyarakat, dengan ruang lingkup pemberdayaan kemitraan masyarakat dan fokus pada bidang sosial, humaniora, serta lingkungan hidup.

Program yang berlangsung selama satu tahun ini diusulkan mulai 2025 dengan melibatkan tim dosen Universitas Pamulang, yakni Jamaludin, S.E.I., M. Ec. Dev. (Ketua Tim, kepakaran Ekonomi Pembangunan), Dr. Thamrin, S.Pd., M.Pd. (kepakaran Penelitian dan Evaluasi Pendidikan), serta Nahoras Bona Simarmata, S.S., M.Hum. (kepakaran Sastra Inggris & Linguistik Penerjemahan). Dua mahasiswa program studi Manajemen juga turut serta, yaitu Intan Ali Septiana Zain (konsentrasi Manajemen Keuangan) dan Saudi Ega Putra (konsentrasi Manajemen SDM). Mitra utama kegiatan ini adalah Karang Taruna Unit 12 Kelurahan Grogol, Limo, Depok.

Observasi awal menunjukkan sejumlah permasalahan yang dihadapi mitra, antara lain belum adanya wahana literasi terbuka, kurangnya pengalaman dalam mengelola program literasi berbasis komunitas, minimnya akses terhadap sumber daya edukatif, ketiadaan sistem pendampingan dan pelatihan berkelanjutan, serta lemahnya kepemimpinan dan koordinasi.
Sumber: Dokumentasi Tim PkM Hibah Bima Kemdiktisaintek 2025

Gambar 2
Dokumentasi Kegiatan Kampaye Literasi dan Lapak Baca Bersama Sebelum dibangun Gazebo
Sumber: Dokumentasi Tim PkM Hibah Bima Kemdiktisaintek 2025
Sumber: Dokumentasi Tim PkM Hibah Bima Kemdiktisaintek 2025

Gambar 3
Suasana Saat Kampaye Literasi dan Lapak Baca Bersama Setelah dibangun Gazebo Pustaka LANGIT LITERASI KELUARGA (LLK) Kolong Sutet

Sebelum adanya gazebo, kegiatan kampanye literasi dan lapak baca bersama berlangsung di lapangan tenis RT002/RW012. Meski suasananya ramai dan penuh semangat, para peserta, yang sebagian besar anak-anak sekolah dasar, harus beradaptasi dengan ruang terbuka tanpa tempat khusus membaca. Setelah gazebo didirikan, kegiatan literasi menjadi lebih nyaman dan terfokus. Ruang teduh tersebut kini dimanfaatkan tidak hanya sebagai tempat baca, tetapi juga ruang belajar, diskusi, rapat, hingga aktivitas warga lainnya. Fasilitas baru ini diharapkan dapat mendorong tumbuhnya budaya baca, terbentuknya komunitas belajar aktif, serta lahirnya karya kolaboratif masyarakat.
Sumber: Dokumentasi Tim PkM Hibah Bima Kemdiktisaintek 2025

Gambar 4
Dokumentasi saat melakukan studi banding ke Taman Baca Masyarakat Kolong Ciputat

Tidak hanya menghadirkan fasilitas, tim juga berupaya memperkuat pengelolaan program literasi berbasis komunitas. Untuk itu, dilakukan studi banding ke Taman Baca Masyarakat Kolong Ciputat yang sudah berpengalaman sejak 2016. Dari diskusi tersebut, tim memperoleh wawasan penting terkait pengelolaan ruang baca yang konsisten, inovatif, dan adaptif. Selain itu, gazebo juga kini menyediakan 50 buku bacaan beragam, mulai dari komik, dongeng, ensiklopedia, hingga buku motivasi. Koleksi ini ditujukan untuk semua kalangan, dari anak-anak hingga orang tua, agar kebiasaan membaca dalam keluarga semakin tumbuh.
Sumber: Dokumentasi Tim PkM Hibah Bima Kemdiktisaintek 2025

Gambar 5
Koleksi Buku Gazebo Pustaka LANGIT LITERASI KELUARGA (LLK) Kolong Sutet

Sebagai bentuk keberlanjutan, tim menyelenggarakan pelatihan Leadership for Literacy dengan melibatkan narasumber dari Ketua TBM Kolong Ciputat, akademisi UNINDRA, dan Ketua Tim Pengabdi Universitas Pamulang. Materi yang diberikan mencakup pengelolaan tempat literasi berkelanjutan, kepemimpinan komunitas, hingga manajemen konflik. Hasilnya, kapasitas kepemimpinan anggota Karang Taruna meningkat, strategi pengelolaan lebih terstruktur, serta lahir program literasi yang inovatif sesuai kebutuhan masyarakat.
Sumber : Dokumentasi Tim PkM Hibah Bima (2025)

Gambar 6
Suasana Saat Pelatihan Leadership for Literacy Pengeloaan Gazebo Pustaka LANGIT LITERASI KELUARGA (LLK) Kolong Sutet

Untuk memastikan kegiatan literasi berjalan efektif, dibentuk pula struktur organisasi Gazebo Pustaka LLK Kolong Sutet. Struktur ini bertujuan memperjelas peran dan tanggung jawab pengurus, memperkuat koordinasi, serta meningkatkan akuntabilitas program. Dengan begitu, gazebo tidak hanya hadir sebagai fasilitas fisik, tetapi juga pusat literasi terbuka yang dikelola secara profesional dan berdampak nyata bagi masyarakat sekitar.
Sumber : Dokumentasi Tim PkM Hibah Bima (2025)

Gambar 7
Struktur Organisasi Gazebo Pustaka LANGIT LITERASI KELUARGA (LLK) Kolong Sutet

Hadirnya Gazebo Literasi ini menjadi bukti nyata bahwa sinergi antara akademisi, mahasiswa, dan komunitas dapat menjawab persoalan minimnya akses literasi di masyarakat sekaligus menghadirkan ruang belajar bersama yang berkelanjutan.

Oleh: TIM PKM Pemenang HIBAH BIMA KEMDIKTISAINTEK 2025, Universitas Pamulang

 


Kejaksaan Negeri Bandar Lampung Menyetorkan Pembayaran Uang Pengganti Kerugian Negara Dalam Perkara Tindak Pidana Korupsi.

Lampung - Mediadinamikaglobal.id || Kejaksaan Negeri Bandar Lampung, kembali menyetorkan pembayaran uang pengganti kerugian negara dalam perkara Tindak Pidana Korupsi Jl. Ir Sutami tahun anggaran 2018-2019, Rabu 16 September 2025.

Uang yang disetorkan tersebut sejumlah Rp.1.500.000.000 (satu miliyar lima ratus juta rupiah) dari terpidana a.n Hengki Widodo alias Engsit sebagai pelaksanaan Putusan Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri Tanjung karang Nomor : 7/Pid.Sus-TPK/PN.Tjk/2023.

Penyetoran uang pengganti kerugian negara tersebut disetorkan oleh Bidang Tindak Pidana Khusus Kejari Bandar Lampung melalui Bendahara Penerima Kejari Bandar Lampung ke kas negara sebagai PNBP (Penerimaan Negara Bukan Pajak).

Sehingga saat ini total Uang Pengganti Kerugian Negara yg berhasil dipulihkan sebesar RP. 13.550.000.000 (tiga belas miliyar lima ratus lima puluh juta rupiah). 
( Fs/Red) 

Perjuangan Bupati Bima dan Wakil Bupati Bima, Untuk Guru Guru Paruh Waktu Mari Kita Doakan Bersama


Bima NTB, Media Dinamika Global.id.--Saat ini banyak tenaga honorer yang dirumahkan, itu membuat resah dan kegalauan bagi Bapak, Ibu, apakah saya memberhentikan Bapak dan Ibu? dan buat apa Bapak Ibu mencari saya, Insya Allah kita akan berjuang dan sudah beberapa hari ini kita pemerintah daerah sudah mengusulkan nama Bapak Ibu ke pusat supaya Bapak Ibu bisa menjadi PPPK Paruh Waktu. ucapnya tegas.

Bupati bima juga sampaikan, akan memperjuangkan tenaga honorer ini untuk diangkat menjadi PPPK Paruh Waktu dan saat ini pengusulan ke pusat atau ke provinsi NTB masih terus diproses hingga batas waktu dan diberjuang bersama.

“Saya minta kepada Bapak Ibu jangan mudah terpengaruh dengan informas-informasi yang berseliweran saat ini di berbagai platform digital, terkait tenaga honorer banyak yang diberhentikan, justru kita akan terus berusaha memperjuangkannya,” ucap Bupati bima.

“Biarkan kami bekerja jangan sampai terprofokasi kata bupati Bima dengan hal-hal yang akan membuat terganggunya Bapak Ibu kita di OPD bekerja, karena saya sudah perintahkan tidak ada tenaga honorer yang diberhentikan di Kabupaten Bima, artinya kami sedang memperjuangkan Bapak dan Ibu, karena yang menerima itu pusat dan pemerintah provinsi NTB, kami mengusulkan, mari kita doakan bersama jadi jangan datang ke sana-sini cukup ke Masjid dan Tahajjud,”tambahnya.

Bupati bima juga sampaikan honorer yang dikumpulkan hari ini agar tetap fokus bekerja, selagi datanya lengkap akan diusulkan jadi PPPK Paruh Waktu.

Sebelumnya, Kepala BKD kabupaten Bima Drs.Sahrul menyampaikan jika pertemuan tersebut digagas langsung Bupati Bima Ady Mahyudi, dimana tujuannya selain bersilaturrahmi juga untuk memberikan informasi tentang kebijakan pemerintah terkait rencana pengusulan PPPK Paruh Waktu.

Dikatakan ady mahayudi bupati Bima calon PPPK Paruh Waktu dilaksanakan bagi pegawai Non ASN yang terdaftar dalam pangkalan data (Database) pegawai dan non ASN Badan Kepegawaian Negara (BKN).

“Sesuai dengan yang tercantum dalam Sistem Informasi Aparatur Sipil Negara (SIASN) Non ASN Kabupaten Bima yang telah mengikuti tahapan seleksi PPPK namun tidak bisa mengisi formasi disediakan adalah sebanyak 14.077 orang, yang tersebar di rumah sakit, puskesmas, sekolah dan lainnya,” ucap bupati Bima.

Terkait data non ASN yang sudah masuk database setelah verifikasi yang dilakukan perangkat daerah maka jumlah calon PPPK Paruh Waktu yang akan diusulkan ini menjadi 14.077 orang, ini berkurang yang disebabkan ada yang meninggal dunia, tidak aktif lagi, bekerja dan kemampuan keuangan.

"Alhamdulillah NIP Menanti..." 

Akhirnya Harap² cemas dari teman²  honorer kini terjawab, Fix Honorer Kabupaten Bima sesuai rekomendasi Bupati Bima dengan total = 14.077 orang telah disetujui oleh BKN ditingkatkan statusnya menjadi P3K Paruh Waktu, berdasarkan kategori sbb :

1. Data Base = 9809 orang, dan 

2. Non Data Base = 4268 orang 

Dalam hal ini berdasarkan rapat koordinasi KOMISI 1 DPRD KABUPATEN BIMA bersama Kepala BKD beberapa waktu lalu kita sepakati honorer dengan jumlah = 14.077 orang diajukan semua untuk ditingkatkan statusnya menjadi P3K Paruh Waktu ke BKN-RI.

Berikutnya besok, Senin - 15 - September - 2025 akan diumumkan secara resmi oleh Pemda. Pada akun masing-masing Honorer akan masuk pemberitahuan disertai permintaan untuk melakukan pengisian DRH, upload Surat Keterangan Sehat, SKCK dan seterusnya.

Apresiasi kepada Bupati Bima, dan Kepala BKD atas kinerjanya menjawab harapan teman² Honorer. Semoga di Tahun 2026 Kabupaten Bima mendapatkan formasi P3K Penuh Waktu dari MenPan-RB meskipun secara bertahap untuk menyelesaikan semua total P3K Paruh Waktu kita (14.077 orang). Jumlah ini Kabupaten Bima adalah rangking tertinggi pertama se-NTB, dan tertinggi ke-3 seluruh Indonesia. Dan kami berkomitmen tidak akan membiarkan teman² berjuang sendiri.

Mari jaga kondusifitas Negara dan Daerah, "Perbaiki kinerja, sebab yang akan ditingkatkan statusnya secara bertahap menjadi P3K Penuh Waktu adalah berdasarkan penilaian kinerja."

Selamat...👍🙏☺️

KOMISI 1 DPRD KABUPATEN BIMA.

Tak tanggung-tanggung Bupati Bima yang baru menjabat seumur jagung, mengusulkan data sebanyak 14.077 Tenaga Non Asn yang diakomodir BKN menjadi PPPK Paruh Waktu, Actionnya patut diapresiasi. Serentak Tenaga Non Asn baik yang mengabdi pulahan tahun maupun yang baru mengabdi menangis terharu dengan kabar baik ini. Era Baru, Sejarah Baru!

Yang perlu kita ketahui bersama bahwa Berdasarkan Keputusan Menteri PANRB Nomor 16 Tahun 2025, PPPK Paruh Waktu memiliki status resmi sebagai pegawai

Turut hadir saat pertemuan dan audiensi tersebut Wakil Bupati Bima Dr.H.Irfan jubaidy, Sekretaris Daerah, Asisten Setda, Kepala OPD dan pejabat daerah lainnya. (Sekjend MDG)