Media Dinamika Global: Media Dinamika Global.Id
Tampilkan postingan dengan label Media Dinamika Global.Id. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Media Dinamika Global.Id. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 01 Agustus 2026

Sri Wahyuni Hadiri Turnamen Olahraga KKN UMMAT di Kalimango, Ajak Generasi Muda Isi Kemerdekaan dengan Prestasi dan Persaudaraan

Anggota DPRD Sumbawa saat sambutan dan Foto bersama, (Ist/Surya)

SUMBAWA, Media Dinamika Global – Semangat kebersamaan dan kecintaan terhadap tanah air mulai terasa di Desa Kalimango, Kecamatan Alas, Kabupaten Sumbawa. Menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT) Kelompok 01 menggelar turnamen olahraga yang disambut antusias oleh masyarakat, Sabtu (1/8/2026).

Sejak sore, lapangan Desa Kalimango dipenuhi ratusan warga yang datang memberikan dukungan kepada para peserta. Sorak sorai penonton, tawa anak-anak, hingga semangat para pemuda yang bertanding menciptakan suasana penuh kehangatan dan kebersamaan, mencerminkan nilai-nilai persatuan yang diwariskan para pahlawan bangsa.

Pembukaan turnamen dihadiri Kepala Desa Kalimango Hery Darfan, S.P., Camat Alas Dr. Usman, S.E., M.E., Anggota DPRD Kabupaten Sumbawa Fraksi PKB Dapil V Sri Wahyuni, perangkat desa, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, serta berbagai elemen masyarakat.

Mengusung tema "Wujudkan Generasi Muda yang Kreatif, Kolaboratif, dan Berkarakter", kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi olahraga, tetapi juga menjadi ruang silaturahmi yang mempererat hubungan antarmasyarakat sekaligus membangkitkan semangat gotong royong dalam menyambut bulan kemerdekaan.

Dalam sambutannya, Sri Wahyuni memberikan apresiasi kepada Mahasiswa KKN UMMAT yang dinilai mampu menghadirkan kegiatan positif dan bermanfaat bagi masyarakat desa.

"Turnamen ini bukan sekadar ajang kompetisi, tetapi menjadi momentum mempererat persaudaraan, membangun semangat gotong royong, dan menumbuhkan karakter generasi muda yang sehat, disiplin, serta menjunjung tinggi sportivitas. Saya berharap kegiatan seperti ini terus dilaksanakan sebagai bagian dari pembinaan pemuda di desa," ujarnya.

Ketua Fraksi PKB DPRD Sumbawa itu juga mengingatkan bahwa makna sebuah pertandingan tidak hanya diukur dari kemenangan, tetapi dari persaudaraan yang tetap terjaga setelah pertandingan usai.

"Menjelang peringatan 17 Agustus, mari kita isi kemerdekaan dengan kegiatan yang bermanfaat. Menang ataupun kalah adalah hal biasa, namun menjaga persaudaraan dan kekompakan adalah kemenangan yang sesungguhnya," tuturnya disambut tepuk tangan masyarakat.

Saat ditanya mengenai persiapan peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI, Sri Wahyuni menyampaikan optimismenya bahwa seluruh rangkaian kegiatan telah dipersiapkan melalui kolaborasi yang baik antara pemerintah kecamatan, pemerintah desa, dan seluruh unsur masyarakat.

"Alhamdulillah, dari dulu hingga sekarang Kalimango selalu menjadi salah satu pusat kemeriahan peringatan 17 Agustus. Semangat kebersamaan masyarakat menjadi kekuatan utama dalam menyukseskan setiap kegiatan," katanya.

Ia menegaskan, Pemerintah Desa Kalimango bersama Pemerintah Kecamatan Alas telah siap menyambut peringatan Hari Kemerdekaan dengan berbagai kegiatan yang membawa manfaat bagi masyarakat.

"Insya Allah kami akan terus memberikan yang terbaik bagi masyarakat, daerah, bangsa, dan negara. Semoga semangat kemerdekaan semakin memperkuat persatuan dan menjadi motivasi untuk terus membangun desa yang maju, harmonis, dan sejahtera," pungkasnya.

Turnamen olahraga yang digagas Mahasiswa KKN UMMAT Kelompok 01 tersebut menjadi bukti bahwa semangat kemerdekaan tidak hanya diwujudkan melalui seremoni, tetapi juga melalui aksi nyata yang menyatukan masyarakat, membangun karakter generasi muda, serta menanamkan nilai persaudaraan yang menjadi fondasi kemajuan bangsa.

Redaksi |

Jumat, 31 Juli 2026

Pelatihan Wasit Bola Voli Tingkat NTB Resmi Dibuka, Camat Alas Tekankan Profesionalisme dan Integritas

Foto bersama, (Ist/Surya)

SUMBAWA, Media Dinamika Global - Camat Alas, Dr. Usman, S.E., M.E., secara resmi membuka Pelatihan Wasit Bola Voli Tingkat Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) yang digelar di Aula Kantor Camat Alas, Kabupaten Sumbawa, Jumat (31/7/2026).

Pelatihan tersebut mengusung tema "Menjadikan Sumber Daya Manusia yang Berkompetensi, Amanah, dan Berintegritas Menuju Prestasi Bola Voli yang Optimal." Kegiatan ini menjadi salah satu upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia di bidang perwasitan sekaligus memperkuat profesionalisme wasit dalam mendukung kemajuan olahraga bola voli di Nusa Tenggara Barat.

Camat Alas Dr. Usman, S.E., M.E., menyampaikan apresiasi kepada panitia, pengurus organisasi bola voli, para instruktur, serta seluruh peserta yang telah berpartisipasi dalam pelatihan tersebut. Menurutnya, peningkatan kualitas wasit merupakan investasi penting bagi kemajuan olahraga karena seorang wasit memiliki peran strategis dalam menjaga sportivitas dan menegakkan aturan permainan.

"Pelatihan ini bukan hanya untuk meningkatkan kemampuan teknis memimpin pertandingan, tetapi juga membentuk karakter wasit yang amanah, jujur, disiplin, profesional, dan berintegritas. Seorang wasit harus mampu mengambil keputusan secara objektif sesuai aturan yang berlaku demi menjaga marwah olahraga," ujar Dr. Usman saat temui di ruangan kerjanya. Jum'at, (31/7/26).

Ia menegaskan bahwa tema pelatihan sejalan dengan kebutuhan dunia olahraga saat ini, yakni melahirkan sumber daya manusia yang tidak hanya memiliki kompetensi, tetapi juga menjunjung tinggi nilai-nilai etika dan tanggung jawab dalam menjalankan tugas.

"Kompetensi tanpa integritas tidak akan menghasilkan kepercayaan. Karena itu, saya berharap seluruh peserta mengikuti pelatihan ini dengan sungguh-sungguh agar mampu menjadi wasit yang berkualitas, dipercaya, dan siap memimpin pertandingan di berbagai jenjang kompetisi," tambahnya.

Dr. Usman juga berharap pelatihan ini dapat menjadi momentum untuk melahirkan wasit-wasit bola voli asal NTB yang mampu bersaing di tingkat regional, nasional, hingga internasional. Menurutnya, kualitas perwasitan yang baik akan berdampak positif terhadap peningkatan mutu kompetisi dan prestasi atlet bola voli di daerah.

"Selama pelatihan, peserta mendapatkan pembekalan mengenai peraturan permainan terbaru, mekanisme perwasitan, etika profesi, serta praktik memimpin pertandingan yang dipandu oleh instruktur berpengalaman," terangnya.

Melalui kegiatan tersebut, dapat melahirkan wasit-wasit bola voli yang profesional, berkompetensi, amanah, dan berintegritas sehingga mampu mendukung terwujudnya prestasi bola voli NTB yang semakin optimal di masa mendatang, pungkasnya.

Redaksi |

Sri Wahyuni Anggota DPRD Sumbawa Dapil V Hadiri Pembukaan Turnamen Sepak Bola di Desa Baru

Foto Anggota DPRD, Sri Wahyuni, Kades, Bhabinkamtibmas,
Babinsa, dan Para pemain, (Ist/Surya)

SUMBAWA, Media Dinamika Global - Gemuruh tepuk tangan dan sorak-sorai masyarakat menggema di Lapangan Sepak Bola Desa Baru, Kecamatan Alas, Jumat (31/7/2026), saat Turnamen Sepak Bola resmi dibuka. Sejak sore hari, masyarakat dari berbagai dusun telah memadati lapangan. Anak-anak, remaja hingga orang tua tampak duduk di pinggir lapangan, membawa semangat yang sama, menyaksikan pesta olahraga rakyat yang telah lama dinantikan.

Pembukaan turnamen berlangsung meriah. Kehadiran Anggota DPRD Kabupaten Sumbawa Daerah Pemilihan V dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Sri Wahyuni, disambut hangat oleh masyarakat dan jajaran Pemerintah Desa Baru. Turut hadir Kepala Desa Baru Syafruddin, S.Sos., Ketua TP PKK Desa Baru, Babinsa, Bhabinkamtibmas, perangkat desa, tokoh masyarakat, Karang Taruna, Mahasiswa KKN Kelompok 55 Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT), serta ratusan warga.

Turnamen ini merupakan hasil kolaborasi Pemerintah Desa Baru bersama Mahasiswa KKN Kelompok 55 UMMAT sebagai upaya menghadirkan ruang kebersamaan sekaligus membangkitkan semangat olahraga di tengah masyarakat.

Anggota DPRD Sumbawa, Sri Wahyuni mengapresiasi inisiatif Pemerintah Desa Baru dan mahasiswa KKN yang mampu menghadirkan kegiatan positif bagi masyarakat.

"Turnamen seperti ini bukan hanya tentang siapa yang menjadi juara. Yang lebih penting adalah bagaimana olahraga mampu mempererat silaturahmi, membangun persatuan, dan memberikan ruang bagi generasi muda untuk menyalurkan bakatnya secara positif," ujar Sri Wahyuni sekaligus Ketua Fraksi Partai PKB.

Ia berharap kegiatan serupa terus dilaksanakan secara berkelanjutan sehingga dapat melahirkan atlet-atlet muda yang mampu mengharumkan nama Desa Baru di tingkat yang lebih tinggi.

Sementara itu, Kepala Desa Baru, Syafruddin, S.Sos., menyampaikan rasa syukur atas antusiasme masyarakat yang begitu besar dalam menyambut turnamen tersebut.

"Saya mengucapkan terima kasih kepada Ibu Sri Wahyuni selaku Anggota DPRD Kabupaten Sumbawa, Mahasiswa KKN Kelompok 55 UMMAT, panitia, Karang Taruna, para pemuda, tokoh masyarakat, dan seluruh warga yang telah bergotong royong menyukseskan kegiatan ini," katanya.

Menurutnya, turnamen sepak bola menjadi momentum memperkuat persaudaraan antarwarga sekaligus membangun karakter generasi muda melalui sportivitas dan kerja sama.

"Saya berharap seluruh peserta bertanding dengan menjunjung tinggi fair play, saling menghormati, dan menjaga keamanan sehingga turnamen ini dapat berlangsung lancar hingga partai final," ujarnya.

Pantauan Media Dinamika Global di lokasi, usai seremoni pembukaan, masyarakat langsung memenuhi sisi lapangan untuk menyaksikan pertandingan perdana. Sorak dukungan dari para penonton terus terdengar setiap kali pemain menunjukkan aksi-aksi terbaiknya. Di sudut lapangan, anak-anak tampak berlarian mengenakan jersey tim favorit mereka, sementara para orang tua menikmati pertandingan sambil bercengkerama.

Redaksi |

Pemdes Baru Bersama Mahasiswa KKN UMMat Kelompok 55 Gelar Turnamen Sepak Bola Antar-RW, Meriahkan Semangat Persatuan dan Sportivitas

Foto bersama Kades, Anggota DPRD, Bhabinkamtibmas, Babinsa, (Ist/Surya)

SUMBAWA, Media Dinamika Global - Suasana penuh semangat dan antusiasme mewarnai Lapangan Desa Baru, Kecamatan Alas, Kabupaten Sumbawa, saat Pemerintah Desa Baru bersama Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 55 Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT) resmi membuka Turnamen Sepak Bola Antar-RW se-Desa Baru, Jumat (31/7/2026).

Ratusan warga memadati lapangan untuk menyaksikan pembukaan turnamen yang menjadi ajang silaturahmi sekaligus pesta olahraga masyarakat desa. Sorak sorai para pendukung dan semangat para pemain semakin menyemarakkan suasana sejak awal acara.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Desa Baru Syafruddin, S.Sos., Ketua TP PKK Desa Baru, anggota DPRD Kabupaten Sumbawa Daerah Pemilihan V Sri Wahyuni, Sekretaris Desa beserta jajaran Pemerintah Desa, Babinsa, Bhabinkamtibmas, pengurus Karang Taruna, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, serta masyarakat Desa Baru.

Turnamen ini diselenggarakan sebagai upaya mempererat tali silaturahmi antarwarga, menumbuhkan semangat persatuan, sportivitas, dan kebersamaan, sekaligus menjadi wadah bagi generasi muda untuk menyalurkan bakat di bidang olahraga, khususnya sepak bola.

Dalam sambutannya, Kepala Desa Baru Syafruddin, S.Sos., menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam menyukseskan kegiatan tersebut.

"Saya atas nama Pemerintah Desa Baru menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada anggota DPRD Kabupaten Sumbawa Ibu Sri Wahyuni, Mahasiswa KKN Kelompok 55 Universitas Muhammadiyah Mataram, panitia pelaksana, Karang Taruna, para pemuda, tokoh masyarakat, serta seluruh pihak yang telah bekerja sama sehingga turnamen ini dapat terlaksana dengan baik," ujarnya.

Menurut Kades, turnamen ini bukan sekadar ajang mencari juara, tetapi menjadi sarana mempererat tali silaturahmi, memperkuat persatuan masyarakat, serta menumbuhkan semangat sportivitas di kalangan generasi muda. Saya berharap seluruh peserta dapat bertanding dengan menjunjung tinggi nilai-nilai fair play, saling menghormati, serta menjaga keamanan dan ketertiban selama pertandingan berlangsung," ungkapnya.

Ia berharap seluruh rangkaian pertandingan dapat berjalan lancar hingga partai final dan mampu melahirkan pemain-pemain berbakat yang nantinya dapat mengharumkan nama Desa Baru di tingkat kecamatan, kabupaten, bahkan hingga tingkat yang lebih tinggi.

"Saya juga mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama mendukung dan menyukseskan turnamen ini dengan menjaga kebersamaan, ketertiban, dan semangat persaudaraan," tambahnya.

Usai menyampaikan sambutan, Kepala Desa Baru secara resmi membuka Turnamen Sepak Bola Antar-RW se-Desa Baru yang ditandai dengan tendangan pertama sebagai simbol dimulainya kompetisi.

Sementara itu, Ketua KKN UMMAT Kelompok 55 Desa Baru, Nova Pauzan Amri, mengatakan bahwa turnamen sepak bola ini merupakan salah satu program kerja mahasiswa KKN yang dirancang untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dalam kegiatan sosial, olahraga, dan pemberdayaan pemuda.

"Kami berharap kegiatan ini tidak hanya menjadi hiburan bagi masyarakat, tetapi juga mampu menumbuhkan semangat kebersamaan, sportivitas, serta memperkuat hubungan antara mahasiswa KKN dengan masyarakat Desa Baru. Semoga turnamen ini dapat menjadi agenda positif yang terus berlanjut pada tahun-tahun mendatang," katanya.

Dengan terselenggaranya turnamen ini, Pemerintah Desa Baru bersama Mahasiswa KKN UMMAT berharap olahraga dapat menjadi media pemersatu masyarakat sekaligus mendorong lahirnya bibit-bibit atlet sepak bola yang mampu membawa nama baik Desa Baru di berbagai ajang kompetisi.

Redaksi |

Rabu, 29 Juli 2026

Mahasiswa KKN UMMAT Kelompok 14 Desa Nusa Jaya Gelar Pelatihan Pembuatan Emping dari Biji Asam

Mahasiswa KKN UMMat Kelompok 14 saat melaksanakan
pelatihan pembuatan emping dari biji asam, (Ist/Surya)

Dompu, Media Dinamika Global - Komitmen mahasiswa dalam memberikan manfaat langsung kepada masyarakat kembali ditunjukkan oleh Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMat) Kelompok 14 melalui kegiatan sosialisasi dan pelatihan pembuatan emping dari biji asam yang dilaksanakan di Aula Kantor Desa Nusa Jaya, Kecamatan Manggelewa, Kabupaten Dompu, pada Senin (29/7/2026).

Kegiatan ini merupakan program KKN dan bentuk pengabdian nyata mahasiswa kepada masyarakat dengan memanfaatkan potensi sumber daya lokal yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal. Melalui pelatihan tersebut, mahasiswa berupaya memberikan solusi inovatif dalam mengolah biji asam yang umumnya dianggap sebagai limbah menjadi produk pangan bernilai ekonomi.

Sejak kegiatan dimulai, masyarakat Desa Nusa Jaya tampak antusias mengikuti setiap rangkaian pelatihan. Para peserta tidak hanya memperoleh pengetahuan mengenai kandungan gizi biji asam, tetapi juga mendapatkan keterampilan praktis dalam proses pengolahan hingga menjadi emping yang siap dikonsumsi maupun dipasarkan.

Ketua Kelompok KKN UMMAT 14 menyampaikan bahwa program ini dirancang untuk mendorong pemberdayaan masyarakat melalui pemanfaatan bahan baku lokal yang mudah diperoleh. Menurutnya, pengolahan biji asam menjadi emping dapat menjadi peluang usaha baru bagi masyarakat sekaligus mengurangi limbah yang selama ini belum memiliki nilai guna.

Sementara itu, pemateri pelatihan, Widia, menjelaskan bahwa biji asam memiliki kandungan karbohidrat, protein, serat, mineral, serta berbagai senyawa bioaktif yang berpotensi dikembangkan menjadi produk pangan inovatif. Dengan metode pengolahan yang sederhana dan dapat diterapkan di tingkat rumah tangga maupun usaha mikro, emping biji asam memiliki peluang untuk menjadi produk unggulan desa.

Dalam sesi praktik, peserta diajarkan secara langsung tahapan pembuatan emping, mulai dari perebusan biji asam, pengupasan kulit, penumbukan, pencetakan, penjemuran, hingga penggorengan. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa emping biji asam memiliki tekstur renyah, cita rasa gurih dengan sentuhan asam yang khas, serta tampilan yang menarik.

Kehadiran program ini mendapat sambutan positif dari masyarakat. Banyak peserta mengaku baru mengetahui bahwa biji asam yang selama ini dibuang ternyata dapat diolah menjadi produk makanan ringan yang memiliki nilai jual. Mereka menilai pelatihan tersebut tidak hanya menambah wawasan, tetapi juga membuka peluang usaha yang dapat meningkatkan pendapatan keluarga.

Kepala Desa Nusa Jaya memberikan apresiasi kepada Mahasiswa KKN UMMAT Kelompok 14 yang telah menghadirkan inovasi sederhana namun bermanfaat bagi masyarakat. Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilakukan dan dikembangkan sehingga mampu melahirkan produk-produk unggulan berbasis potensi lokal desa.

Melalui program ini, Mahasiswa KKN UMMAT Kelompok 14 berharap masyarakat dapat terus mengembangkan keterampilan yang telah diperoleh. Selain itu, dukungan dari pemerintah desa dan berbagai pihak terkait diharapkan dapat memperkuat aspek pengemasan, pemasaran, dan pengembangan usaha sehingga emping biji asam mampu bersaing di pasar yang lebih luas.

Pelatihan pembuatan emping dari biji asam ini menjadi bukti bahwa kehadiran mahasiswa di tengah masyarakat tidak hanya sebatas menjalankan program akademik, tetapi juga menghadirkan solusi nyata yang mampu mendorong kemandirian ekonomi, kreativitas, serta pemanfaatan potensi lokal secara berkelanjutan.

Redaksi |

Selasa, 28 Juli 2026

EW-LMND NTB Tagih Janji Gubernur, Desak Evaluasi Total KONI: Jangan Biarkan Marwah Olahraga Jadi Korban Retorika

Pengurus EW-LMND NTB, Mujihat Nuryakin, (Ist/Surya)

Mataram, Media Dinamika Global -  Komitmen Gubernur Nusa Tenggara Barat untuk memanggil dan mengevaluasi jajaran pengurus KONI NTB pasca pelaksanaan PORPROV XII NTB 2026 kini mulai ditagih secara terbuka. Eksekutif Wilayah Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (EW-LMND) NTB menilai janji tersebut tidak boleh berhenti sebagai pernyataan politik yang sekadar menghiasi pemberitaan media.

Menurut EW-LMND NTB, berbagai polemik yang mencuat sepanjang pelaksanaan PORPROV XII telah memperlihatkan persoalan yang lebih serius daripada sekadar dinamika pertandingan. Rentetan kontroversi yang terjadi dinilai menjadi cermin lemahnya tata kelola, pengawasan, serta akuntabilitas penyelenggaraan olahraga di daerah.

Pengurus EW-LMND NTB, Mujihat Nuryakin, menegaskan bahwa publik saat ini tidak membutuhkan narasi pembelaan maupun pernyataan normatif dari para pemangku kepentingan. Yang dibutuhkan adalah tindakan nyata dan keberanian politik untuk melakukan pembenahan menyeluruh.

“Kami tidak sedang menagih ucapan, tetapi menagih konsekuensi dari sebuah janji politik. Gubernur sudah menyampaikan komitmen evaluasi terhadap KONI NTB. Sekarang publik berhak mengetahui kapan evaluasi itu dilakukan, siapa yang terlibat, apa hasilnya, dan sejauh mana rekomendasinya akan dijalankan. Jangan sampai janji itu berakhir sebagai arsip pemberitaan tanpa tindak lanjut,” tegas Mujihat. Selasa (28/7/26).

EW-LMND NTB menilai, apabila berbagai persoalan yang mencuat selama PORPROV hanya dijawab dengan komunikasi simbolik dan rapat-rapat tertutup, maka hal tersebut justru berpotensi memperdalam krisis kepercayaan publik terhadap pengelolaan olahraga daerah.

Organisasi mahasiswa tersebut mengingatkan bahwa evaluasi tidak boleh menjadi formalitas yang hanya berfungsi meredam kritik. Menurut mereka, pemanggilan pengurus KONI tanpa langkah korektif yang jelas hanya akan melahirkan kesan bahwa pemerintah sedang melakukan manuver pencitraan, bukan menyelesaikan akar persoalan.

“Marwah olahraga tidak bisa dipulihkan melalui konferensi pers atau pernyataan yang terdengar indah. Marwah olahraga hanya bisa dipulihkan melalui keberanian memperbaiki sistem yang bermasalah. Jika evaluasi hanya menjadi seremonial, maka publik akan melihatnya sebagai bentuk penghindaran tanggung jawab,” ujar Mujihat.

Desakan tersebut menjadi semakin relevan mengingat NTB tengah bersiap menghadapi agenda besar menuju PON 2028. EW-LMND NTB menilai momentum tersebut seharusnya dimanfaatkan untuk membangun sistem olahraga yang profesional, transparan, dan akuntabel, bukan mempertahankan pola tata kelola yang menuai kontroversi.

Mereka menegaskan bahwa pemerintah daerah memiliki tanggung jawab moral dan politik untuk memastikan setiap lembaga yang mengelola kepentingan publik bekerja berdasarkan prinsip keterbukaan, efisiensi, dan akuntabilitas.

Karena itu, EW-LMND NTB secara terbuka mendesak Gubernur NTB segera merealisasikan janjinya melalui evaluasi menyeluruh terhadap KONI NTB, mempublikasikan hasil evaluasi kepada masyarakat, serta memastikan seluruh rekomendasi dijalankan secara konsisten.

“Rakyat NTB tidak sedang menunggu pidato yang lebih keras. Rakyat sedang menunggu bukti bahwa setiap janji yang diucapkan pemerintah memiliki keberanian untuk diwujudkan. Sebab ketika janji hanya menjadi konsumsi media tanpa realisasi, yang runtuh bukan hanya kepercayaan publik, tetapi juga kehormatan olahraga NTB itu sendiri,” tutupnya.

Pihak terkait belum bisa dikonfirmasi, hingga berita diterbitkan.

Redaksi |

Direktur PUKAD Desak Polisi Tangkap Pelaku Dugaan Penganiayaan dan Penjarahan di Dompu: Jangan Biarkan Hukum Kalah oleh Aksi Brutal Massa

Direktur PUKAD NTB, Firmansyah, (Ist/Surya)

MATARAM, Media Dinamika Global - Direktur PUKAD NTB mendesak Polres Dompu dan Polda NTB bergerak cepat mengusut serta menangkap pihak-pihak yang diduga terlibat dalam kasus penganiayaan, pengeroyokan, pembakaran, dan penjarahan yang terjadi di wilayah Desa Soriutu, Kecamatan Manggelewa, Kabupaten Dompu.

Direktur PUKAD NTB, Firmansyah, menilai peristiwa tersebut merupakan tindakan yang tidak dapat ditoleransi dalam negara hukum. Ia menegaskan bahwa Indonesia adalah negara hukum sebagaimana diatur dalam Pasal 1 Ayat (3) UUD 1945, sehingga setiap dugaan tindak pidana harus diselesaikan melalui mekanisme hukum, bukan melalui aksi kekerasan atau main hakim sendiri.

“Tidak boleh ada kelompok atau individu yang merasa berhak menjadi hakim, jaksa, sekaligus eksekutor di luar proses hukum. Jika ada dugaan pelanggaran, laporkan kepada aparat penegak hukum. Bukan dengan melakukan kekerasan, perusakan, atau penjarahan,” tegas Firmansyah.

Menurut informasi yang diterima Direktur PUKAD NTB, H. Hamdiah menjadi korban dalam peristiwa tersebut. Korban dilaporkan mengalami dugaan penganiayaan dan pengeroyokan serta kehilangan sejumlah harta benda yang diduga diambil secara melawan hukum. Selain kerugian materiil, korban juga disebut mengalami dampak fisik dan psikologis akibat kejadian itu.

Direktur PUKAD NTB menilai aparat penegak hukum tidak boleh membiarkan kasus ini berlarut-larut. Kepolisian diminta segera mengidentifikasi para terduga pelaku, memeriksa saksi-saksi, mengamankan barang bukti, dan mengungkap fakta secara transparan.

“Jangan sampai masyarakat melihat negara kalah oleh aksi brutal sekelompok orang. Ketika hukum tidak bergerak cepat, kepercayaan publik terhadap institusi penegak hukum bisa tergerus,” ujar Firmansyah.

Firmansyah juga mengingatkan bahwa asas praduga tak bersalah harus dihormati. Setiap orang berhak dianggap tidak bersalah sampai ada putusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap. Karena itu, segala bentuk penghukuman sepihak dan tindakan main hakim sendiri merupakan pelanggaran terhadap prinsip negara hukum.

Selain mendesak Polres Dompu meningkatkan upaya pengejaran terhadap pihak-pihak yang diduga terlibat, PUKAD NTB meminta Kapolda NTB turun tangan memberikan perhatian khusus terhadap kasus tersebut. Menurut mereka, langkah cepat dan tegas diperlukan untuk mencegah berkembangnya keresahan di tengah masyarakat.

“Polda NTB harus memastikan seluruh proses penegakan hukum berjalan maksimal. Para pelaku yang terbukti melakukan tindak pidana harus diproses sesuai hukum yang berlaku. Negara tidak boleh tunduk terhadap intimidasi, kekerasan, maupun tindakan anarkis dalam bentuk apa pun,” pungkasnya.

Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian belum memberikan keterangan resmi terkait perkembangan penanganan kasus tersebut.

Redaksi |

Senin, 27 Juli 2026

GAKADA BIDOM dan Direktur RSUP NTB Perkuat Sinergi Pelayanan Kesehatan bagi Masyarakat Bima-Dompu

Ketua GAKADA BIDOM berserta jajaran dan Direktur RSUP NTB
serta Jajaran saat Pertemuan, (Ist/Surya)


MATARAM, Media Dinamika Global - Gabungan Kalawu Muda Bima-Dompu (GAKADA BIDOM) Pulau Lombok menjalin silaturahmi dengan Direktur Rumah Sakit Umum Provinsi Nusa Tenggara Barat (RSUP NTB) sebagai upaya memperkuat sinergi dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat, khususnya warga Bima dan Dompu yang menjalani pengobatan di rumah sakit rujukan terbesar di NTB tersebut.

Pertemuan yang berlangsung di ruang tamu RSUP NTB itu diterima langsung oleh Direktur RSUP NTB, drg. H. Asrul Sani, M.Kes, didampingi jajaran manajemen rumah sakit. Sementara dari pihak GAKADA BIDOM hadir Ketua Arif Kurniadin berserta pengurus.

Selain menjadi ajang silaturahmi dan perkenalan organisasi, pertemuan tersebut dimanfaatkan sebagai forum diskusi terkait berbagai aspek pelayanan kesehatan di RSUP NTB, termasuk pelayanan bagi pasien asal Bima dan Dompu yang dirujuk untuk mendapatkan penanganan medis lanjutan.

Ketua GAKADA BIDOM Pulau Lombok, Arif Kurniadin, menyampaikan apresiasi kepada Direktur RSUP NTB beserta jajaran atas kesediaannya menerima kunjungan GAKADA BIDOM. Menurut dia, komunikasi yang baik antara organisasi kemasyarakatan dan institusi pelayanan publik menjadi salah satu langkah penting dalam mendorong peningkatan kualitas layanan kepada masyarakat.

“Silaturahmi ini merupakan bentuk sinergi antara GAKADA BIDOM dan RSUP NTB dalam mewujudkan pelayanan kesehatan yang optimal bagi masyarakat, sekaligus mendukung pembangunan NTB Makmur Mendunia,” ujarnya.

Pada kesempatan yang sama, Sekretaris Jenderal GAKADA BIDOM, Adnan, menyampaikan rencana pelaksanaan dialog publik yang akan mengangkat tema pelayanan kesehatan. Ia berharap Direktur RSUP NTB dapat hadir sebagai narasumber guna memberikan pemahaman yang komprehensif kepada masyarakat mengenai layanan kesehatan yang tersedia di RSUP NTB.

“Kami berharap Bapak Direktur RSUP NTB berkenan menjadi pemateri dalam dialog publik yang akan kami selenggarakan. Kehadiran beliau tentu akan memberikan informasi yang bermanfaat bagi masyarakat,” katanya.

Sementara itu, Kepala Bidang Humas GAKADA BIDOM, Surya Ghempar, mengusulkan adanya layanan pemulangan jenazah secara gratis menggunakan ambulans bagi pasien asal Bima, Dompu, dan wilayah sekitarnya yang meninggal dunia saat menjalani perawatan di RSUP NTB.

Menurutnya, layanan tersebut akan sangat membantu keluarga pasien yang tengah menghadapi situasi duka, sekaligus meringankan beban biaya yang harus ditanggung.

“Kami berharap ada solusi terkait pemulangan jenazah menggunakan ambulans agar dapat membantu masyarakat yang membutuhkan,” ungkapnya.

Menanggapi berbagai masukan tersebut, Direktur RSUP NTB, drg. H. Asrul Sani, M.Kes, menyampaikan apresiasi atas inisiatif GAKADA BIDOM dalam membangun komunikasi dan kolaborasi dengan pihak rumah sakit.

Ia menegaskan bahwa hubungan baik antara lembaga pelayanan kesehatan dan organisasi masyarakat perlu terus dirawat sebagai bentuk kepedulian bersama dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Ketua dan seluruh pengurus GAKADA BIDOM yang telah datang bersilaturahmi. Komunikasi dan kerja sama seperti ini sangat penting untuk terus diperkuat demi kepentingan masyarakat,” ujarnya.

Terkait agenda dialog publik yang akan diselenggarakan GAKADA BIDOM pada 3 Agustus 2026 di Kedai Hangout, Kota Mataram, Asrul Sani menyatakan dukungannya terhadap kegiatan tersebut dan berkomitmen untuk hadir apabila tidak ada agenda lain yang bersamaan.

“Kami mendukung kegiatan GAKADA BIDOM yang bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pelayanan kesehatan. Insyaallah kami akan hadir dan berpartisipasi dalam kegiatan tersebut,” kata Direktur.

Mengenai usulan layanan pemulangan jenazah gratis menggunakan ambulance, Asrul Sani menjelaskan bahwa RSUP NTB sebelumnya telah menjalin nota kesepahaman (MoU) dengan Pemerintah Kabupaten Bima pada tahun 2025. Melalui kerja sama tersebut, layanan pemulangan jenazah bagi masyarakat Kabupaten Bima dapat difasilitasi oleh Bupati Bima.

Namun demikian, kata dia, hingga tahun 2026 kerja sama tersebut belum diperpanjang sehingga pelaksanaannya belum dapat dilanjutkan.

“Kami sebelumnya telah memiliki MoU dengan Pemerintah Kabupaten Bima terkait layanan pemulangan jenazah. Saat ini kami masih menunggu perpanjangan kerja sama dari Pemerintah Kabupaten Bima agar program tersebut dapat kembali berjalan,” jelasnya.

Asrul Sani berharap silaturahmi dan komunikasi yang telah terbangun antara RSUP NTB dan GAKADA BIDOM dapat terus berlanjut sehingga berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat, khususnya di bidang kesehatan, dapat dicarikan solusi bersama melalui semangat kolaborasi dan pelayanan yang berorientasi pada kepentingan publik.

Redaksi |

DPW TMI NTB Serahkan Mandat kepada Tiga DPD Kabupaten, Tegaskan Komitmen Serap Komoditas Unggulan dan Berpihak ke Petani

DPW TMI NTB secara resmi menyerahkan mandat ke tiga Dewan Pengurus DPD, (Ist/Surya)

Mataram, Media Dinamika Global - 27 Juli 2026 - Dewan Pimpinan Wilayah Tani Merdeka Indonesia Nusa Tenggara Barat (DPW TMI NTB) secara resmi menyerahkan mandat kepada tiga Dewan Pengurus Daerah (DPD) Tani Merdeka Indonesia, yakni Kabupaten Lombok Timur, Lombok Tengah, dan Lombok Barat.

Adapun penerima mandat tersebut adalah Ketua DPD TMI Lombok Timur H. Nasrudin, Ketua DPD TMI Lombok Tengah Roni Ansori, dan Ketua DPD TMI Lombok Barat Kasibun.

Ketua DPW TMI NTB, Haerul AR, menegaskan bahwa tugas awal yang harus segera dilaksanakan oleh DPD yang telah menerima mandat adalah membentuk kepengurusan Koordinator Kecamatan (Korcam) dan Koordinator Desa (Kordes) di wilayah masing-masing.

“Setelah menerima surat mandat, DPD kabupaten dan kota harus segera tancap gas membentuk Korcam dan Kordes agar roda organisasi dapat berjalan hingga tingkat bawah,” tegas Haerul AR.

Ia juga menekankan bahwa seluruh DPD yang telah terbentuk harus mampu berperan aktif dalam menyerap dan mengembangkan potensi daerah, khususnya pada sektor pertanian, peternakan, perikanan, serta sumber daya unggulan lainnya.

Menurutnya, keberadaan Tani Merdeka Indonesia harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya para petani. Karena itu, seluruh pengurus diminta untuk tidak hanya menjadi wadah organisasi semata, tetapi benar-benar hadir dan berpihak kepada kepentingan petani.

“Kita harus turun langsung menemui petani di setiap pelosok daerah, mendengar kebutuhan mereka, serta memperjuangkan kepentingan mereka,” ujarnya.

Pada kesempatan tersebut, DPW TMI NTB juga menyatakan dukungan penuh kepada Sudaryono atau yang akrab disapa Mas Dar dalam menjalankan tugasnya sebagai Kepala Badan Gizi Nasional.

Selain itu, DPW TMI NTB turut mendorong Ketua Umum Dewan Pengurus Nasional Tani Merdeka Indonesia, Don Muzakir, untuk dapat mengemban amanah sebagai Wakil Menteri Pertanian Republik Indonesia. (RED)