Media Dinamika Global: Media Dinamika Global.Id
Tampilkan postingan dengan label Media Dinamika Global.Id. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Media Dinamika Global.Id. Tampilkan semua postingan

Rabu, 01 Juli 2026

Enam Pesan Presiden Prabowo kepada Polri: Jaga Kepercayaan Rakyat hingga Tegakkan Hukum dengan Adil


Bogor, Media Dinamika Global - Presiden Prabowo Subianto menyampaikan enam pesan utama kepada seluruh jajaran Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) saat memimpin Upacara Peringatan Ke-80 Hari Bhayangkara Tahun 2026 di Lapangan Satuan Latihan Korps Brimob, Cikeas, Kabupaten Bogor, pada Rabu, 1 Juli 2026. Kepala Negara menegaskan bahwa kepercayaan rakyat merupakan modal utama yang harus terus dijaga oleh setiap anggota Polri.

Dalam amanatnya, Presiden Prabowo mengingatkan bahwa kedekatan dengan masyarakat harus menjadi jati diri seorang polisi. Menurut Presiden, setiap anggota Polri harus hadir saat masyarakat membutuhkan, memberikan pelayanan terbaik, serta menjalankan tugas untuk melindungi rakyat.

“Pertama, jagalah kepercayaan rakyat. Karena kepercayaan adalah senjata terkuat seorang polisi. 

Kedua, jadilah polisi yang dekat dengan rakyat. Datanglah ketika rakyat membutuhkan. Dengarkan rakyat, layani rakyat, lindungi rakyat. Jangan justru menyusahkan rakyat. Ingat, gaji kita sebagai alat negara adalah dari rakyat. Semua perlengkapan kita dari rakyat. Karena itu, kita harus benar-benar menjaga dan melindungi rakyat kita,” ujar Presiden.

Selain itu, Presiden Prabowo menekankan pentingnya penegakan hukum yang berkeadilan. Kepala Negara meminta seluruh personel Polri untuk berani membela kebenaran, melindungi masyarakat yang lemah, serta tidak gentar menghadapi tekanan apa pun dalam menjalankan tugas.

“Ketiga, tegakkan hukum dengan adil. Beranilah membela yang benar. Beranilah melindungi yang lemah. Jangan pernah takut kepada siapa pun. Kita hanya takut kepada Tuhan Yang Maha Esa,” tegas Presiden.

Menghadapi tantangan keamanan yang terus berkembang, Presiden Prabowo juga mengingatkan Polri agar terus meningkatkan profesionalisme dengan menguasai ilmu pengetahuan, teknologi, dan kecerdasan buatan. Menurut Presiden, kemampuan tersebut menjadi kunci dalam menghadapi berbagai bentuk kejahatan di masa kini maupun masa depan.

“Keempat, terus tingkatkan profesionalisme saudara. Kuasai ilmu pengetahuan. Kuasai teknologi. Kuasai kecerdasan buatan. Kejahatan masa kini dan masa depan hanya bisa dikalahkan oleh aparat yang selalu belajar, yang cerdas, dan yang andal,” ucap Presiden.

Lebih lanjut, Presiden Prabowo menekankan bahwa keberhasilan menjaga keamanan dan ketertiban tidak dapat diwujudkan oleh Polri seorang diri. Karena itu, sinergi dengan TNI, pemerintah, tokoh masyarakat, ulama, akademisi, media, pelaku usaha, petani, nelayan, buruh, serta seluruh elemen bangsa harus terus diperkuat.

“Kelima, perkuat sinergi. Polri tidak bisa bekerja sendiri. Polri harus selalu bersama institusi lain, bersama TNI, bersama pemerintah, bersama semua institusi pemerintah, bersama tokoh masyarakat, bersama ulama, bersama akademisi, bersama media, bersama pengusaha, bersama petani, nelayan, dan buruh, bersama seluruh rakyat Indonesia,” tutur Presiden.

Presiden Prabowo juga mengajak seluruh insan Bhayangkara untuk terus berbenah dan membangun institusi yang rendah hati serta terbuka terhadap perubahan. Presiden menegaskan bahwa institusi yang besar adalah institusi yang mau mendengar, sedangkan institusi yang kuat adalah institusi yang berani berubah demi menjaga kepercayaan masyarakat.

“Keenam, jangan pernah berhenti memperbaiki diri. Jangan sombong. Semakin berisi, semakin menunduk. Rendah hati tidak berarti rendah diri. Justru mereka yang kuat akan semakin sopan dan semakin berperilaku baik. Institusi yang besar adalah institusi yang mau mendengar. Institusi yang kuat adalah institusi yang berani berubah. Institusi yang dicintai oleh rakyat adalah institusi yang selalu rendah hati,” pungkas Presiden.

Enam pesan tersebut menjadi penegasan arah pembinaan Polri ke depan, yakni membangun institusi yang semakin profesional, modern, berintegritas, serta senantiasa berpihak kepada kepentingan rakyat. Melalui kepercayaan publik, penegakan hukum yang berkeadilan, peningkatan profesionalisme, sinergi nasional, dan komitmen untuk terus berbenah, Polri diharapkan semakin kokoh sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat sekaligus pengawal utama stabilitas nasional.

Redaksi |

Liburan Sekolah Penuh Inspirasi, Siswi SDN 1 Taliwang Jelajahi Wisata NTB hingga Bertemu Gubernur


MATARAM, Media Dinamika Global – Liburan sekolah tidak selalu identik dengan menghabiskan waktu di rumah atau bermain gawai. Bagi Felisia Zakira Nazafarin, siswi SDN 1 Taliwang, Kabupaten Sumbawa Barat, masa liburan justru dimanfaatkan untuk belajar langsung mengenal kekayaan pariwisata Nusa Tenggara Barat (NTB).

Pada Sabtu (27/6/2026), Felisia bersama kakak-kakaknya melakukan perjalanan mengelilingi sejumlah destinasi wisata unggulan di Pulau Lombok. Perjalanan tersebut menjadi pengalaman berharga yang tidak hanya memberikan hiburan, tetapi juga menambah wawasan tentang potensi wisata yang dimiliki daerahnya sendiri.

Salah satu destinasi yang dikunjungi adalah Lombok Wildlife Park. Di tempat ini, Felisia melihat secara langsung berbagai satwa dari berbagai daerah bahkan mancanegara.

Pengalaman berinteraksi dengan satwa menjadi momen yang sangat berkesan baginya.

Perjalanan kemudian dilanjutkan menuju Sirkuit Mandalika, salah satu ikon sport tourism Indonesia yang telah dikenal hingga tingkat internasional. 

Di kawasan tersebut, Felisia dapat menyaksikan secara langsung megahnya sirkuit yang selama ini hanya dilihat melalui televisi dan media sosial.

Tidak berhenti di sana, perjalanan edukatif tersebut juga membawanya ke Kota Mataram. Momen yang paling berkesan adalah ketika Felisia berkesempatan bertemu langsung dengan Gubernur Nusa Tenggara Barat.

Pertemuan dengan orang nomor satu di NTB itu menjadi pengalaman yang tidak akan mudah dilupakan oleh siswi sekolah dasar tersebut.

Baginya, kesempatan bertemu pemimpin daerah merupakan sebuah kebanggaan sekaligus motivasi untuk terus belajar dan meraih cita-cita.

Felisia mengaku sangat bersyukur dapat mengisi liburan sekolah dengan kegiatan yang bermanfaat bersama kakak-kakaknya.

"Saya senang sekali dan bersyukur bisa keliling Lombok bersama kakak-kakak. Saya jadi tahu banyak tempat wisata yang indah di NTB. Yang paling membuat saya bahagia adalah bisa bertemu langsung dengan Bapak Gubernur NTB. Ini menjadi pengalaman yang tidak akan saya lupakan," ujar Felisia.

Menurutnya, perjalanan tersebut membuat dirinya semakin bangga menjadi bagian dari NTB yang memiliki banyak destinasi wisata menarik, mulai dari wisata alam, edukasi, hingga kawasan olahraga bertaraf internasional.

Sementara itu, kakak perempuan Felisia, Ferisya, mengatakan bahwa perjalanan tersebut memang sengaja dirancang sebagai liburan yang memiliki nilai edukasi.

Menurutnya, masa liburan sekolah merupakan waktu yang tepat untuk mengajak anak-anak mengenal daerahnya sendiri agar tumbuh rasa cinta terhadap potensi yang dimiliki NTB.

"Kami ingin mengisi liburan dengan sesuatu yang bermanfaat. Tidak hanya sekadar jalan-jalan, tetapi juga mengenalkan adik kami tentang destinasi wisata, kekayaan alam, dan berbagai ikon kebanggaan NTB. Harapannya, anak-anak semakin mencintai daerahnya dan termotivasi untuk ikut menjaga serta mempromosikan pariwisata NTB," kata Ferisya.

Ia menambahkan, perjalanan tersebut juga menjadi kesempatan untuk mempererat hubungan keluarga sekaligus memberikan pengalaman nyata yang tidak didapatkan di ruang kelas.

Menurutnya, mengenalkan anak pada destinasi wisata lokal merupakan bagian dari pendidikan karakter agar mereka lebih mengenal sejarah, budaya, lingkungan, dan potensi daerah sendiri.

Liburan edukatif seperti yang dilakukan Felisia menjadi contoh bahwa masa libur sekolah dapat dimanfaatkan secara positif. Selain memberikan pengalaman baru, kegiatan tersebut juga mampu menumbuhkan rasa syukur, kecintaan terhadap daerah, serta memperluas wawasan anak-anak sejak dini.

Nusa Tenggara Barat sendiri memiliki beragam destinasi wisata kelas dunia yang menawarkan keindahan alam, kekayaan budaya, hingga wisata edukasi yang layak dikenalkan kepada generasi muda.

Dengan mengenal daerahnya secara langsung, anak-anak diharapkan tumbuh menjadi generasi yang bangga terhadap identitas daerah sekaligus siap menjadi duta wisata di masa depan.

Perjalanan Felisia Zakira Nazafarin menjadi pengingat bahwa liburan sekolah bukan sekadar waktu untuk beristirahat, tetapi juga kesempatan emas untuk belajar di luar kelas.

Melalui eksplorasi pariwisata NTB, setiap perjalanan dapat menjadi pengalaman berharga yang menginspirasi, menumbuhkan rasa cinta tanah kelahiran, serta memotivasi anak-anak untuk terus bermimpi dan meraih masa depan yang lebih baik. (Red).

Hari Pertama KKN, Mahasiswa UMMat Kelompok 55 Bangun Silahturahmi dengan Pemdes dan Pendekatan dengan Warga Desa Kampung Baru

Mahasiswa KKN UMMat Kelompok 55 saat silahturahmi dengan
Pemdes Kampung Baru, (Ist/KKN)


Sumbawa, Media Dinamika Global – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Angkatan ke-40 Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMat) yang tergabung dalam Kelompok 55 resmi memulai pengabdian di Desa Kampung Baru, Kecamatan Alas, Kabupaten Sumbawa, pada Rabu (1/7/2026).

Mengawali kegiatan KKN, para mahasiswa melakukan silaturahmi dengan Pemerintah Desa di kantor Desa Kampung Baru dan pendekatan kepada serta perkenalan dengan warga, perangkat desa, serta tokoh masyarakat. Langkah tersebut dilakukan sebagai upaya membangun hubungan yang harmonis sebelum melaksanakan berbagai program kerja selama masa pengabdian.

Ketua Kelompok 55 KKN UMMat, Nova, mengatakan bahwa komunikasi dan kedekatan dengan masyarakat menjadi prioritas utama pada hari pertama pelaksanaan KKN.

"Di hari pertama ini kami melakukan pendekatan kepada masyarakat melalui kegiatan perkenalan. Kami ingin membangun komunikasi yang baik agar program-program yang akan kami jalankan nantinya dapat diterima dan memberikan manfaat bagi warga Desa Kampung Baru," ujar Nova kepada awak media.

Nova menjelaskan, selain memperkenalkan diri, seluruh anggota kelompok juga mulai melakukan observasi terhadap kondisi sosial masyarakat serta menggali potensi desa yang dapat dikembangkan bersama selama pelaksanaan KKN.

"Masa KKN kami berlangsung selama 40 hari. Kami berharap dapat memberikan kontribusi nyata melalui program-program yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat," tambahnya.

Kehadiran mahasiswa UMMat disambut hangat oleh masyarakat dan Pemerintah Desa Kampung Baru. Warga berharap keberadaan mahasiswa dapat membawa semangat baru, memberikan inovasi, serta membantu mendorong pembangunan dan pemberdayaan masyarakat di desa.

Mahasiswa KKN saat silahturahmi dengan Pemerintah Desa, (Ist/KKN)

Sementara itu, Kepala Desa Kampung Baru, Syafruddin, S.Sos, menyampaikan apresiasi atas dipilihnya desanya sebagai lokasi pelaksanaan KKN Angkatan ke-40 UMMat.

"Atas nama Pemerintah Desa Kampung Baru, kami mengucapkan selamat datang kepada adik-adik mahasiswa KKN UMMat Kelompok 55. Kehadiran mereka merupakan suatu kehormatan sekaligus menjadi harapan baru bagi desa kami. Kami berharap mahasiswa dapat berbaur dengan masyarakat, memahami kondisi desa, serta memberikan kontribusi nyata melalui program-program yang bermanfaat," ujar Syafruddin, S.Sos.

Menurutnya, sinergi antara mahasiswa, pemerintah desa, dan masyarakat menjadi kunci keberhasilan pelaksanaan KKN sehingga setiap program yang dirancang mampu memberikan manfaat yang berkelanjutan.

"Pemerintah Desa siap mendukung seluruh kegiatan mahasiswa selama KKN berlangsung. Semoga terjalin kerja sama yang baik sehingga seluruh program dapat berjalan lancar dan memberikan manfaat bagi masyarakat Desa Kampung Baru," katanya.

Di akhir penyampaiannya, Syafruddin, S.Sos berpesan agar para mahasiswa menjaga etika, menjunjung tinggi nilai-nilai kebersamaan, serta memanfaatkan momentum KKN sebagai sarana belajar sekaligus mengabdi kepada masyarakat.

"Dengan semangat pengabdian dan kolaborasi, Kelompok 55 KKN UMMat berkomitmen menghadirkan berbagai program yang edukatif, inovatif, dan berorientasi pada pemberdayaan masyarakat selama 40 hari pelaksanaan KKN di Desa Kampung Baru," tutupnya.

Redaksi |

Selasa, 30 Juni 2026

Buruh NTB Serukan Persatuan, Kedamaian, dan Demokrasi yang Berkeadilan


Mataram, Media Dinamika Global - 30 Juni 2026 – Ketua Exco Partai Buruh Nusa Tenggara Barat, Lalu Wira Sakti, S.H., mengajak seluruh elemen masyarakat, khususnya kaum buruh, pekerja, dan rakyat NTB untuk tetap menjaga persatuan, kedamaian, serta mengedepankan sikap demokratis di tengah dinamika politik nasional.

Menurut Lalu Wira Sakti, perbedaan pandangan politik merupakan hal yang wajar dalam negara demokrasi. Namun, jangan sampai perbedaan tersebut memecah persaudaraan, mengganggu stabilitas daerah, atau mengalihkan perhatian dari perjuangan utama rakyat, yaitu mewujudkan kesejahteraan, keadilan sosial, dan perlindungan terhadap hak-hak pekerja.

Sebagai Ketua Exco Partai Buruh NTB sekaligus Perwakilan Daerah KSPI NTB dan Ketua DPD SPN NTB, Lalu Wira Sakti menginstruksikan seluruh anggota Serikat Pekerja Nasional (SPN) yang merupakan bagian dari Federasi KSPI di Nusa Tenggara Barat untuk tetap menjadi pelopor persatuan, menjaga kondusivitas, serta mengedepankan dialog dalam menyikapi setiap perkembangan politik nasional.

Kaum buruh memiliki tanggung jawab moral untuk menjadi kekuatan sosial yang menjaga persatuan bangsa. Perjuangan buruh tidak hanya berkaitan dengan upah layak, jaminan sosial, dan perlindungan tenaga kerja, tetapi juga menjaga stabilitas nasional agar pembangunan ekonomi dapat berjalan dan kesejahteraan rakyat semakin meningkat.

Lalu Wira Sakti juga mengajak seluruh pengurus, kader, dan anggota Partai Buruh, keluarga besar KSPI, SPN, serta seluruh organisasi pekerja di NTB untuk tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum tentu benar, mengedepankan semangat persaudaraan, serta menjaga komunikasi yang baik dengan seluruh elemen bangsa.

Mari kita buktikan bahwa kaum buruh adalah kekuatan yang dewasa dalam berdemokrasi. Kita tetap kritis terhadap setiap kebijakan yang tidak berpihak kepada rakyat dan pekerja, namun tetap menjunjung tinggi hukum, menjaga keamanan, serta mengutamakan kepentingan bangsa di atas kepentingan kelompok," tegas Lalu Wira Sakti.

Di akhir pernyataannya, Lalu Wira Sakti mengajak seluruh masyarakat Nusa Tenggara Barat untuk bersama-sama memperkuat semangat gotong royong, menjaga persatuan, dan terus mengawal demokrasi agar tetap berjalan sesuai konstitusi demi Indonesia yang adil, makmur, dan sejahtera.

Buruh Bersatu, Rakyat Kuat, Indonesia Bermartabat.

Redaksi |

Senin, 29 Juni 2026

Ketua DPC PDIP Kabupaten Bima Tegas, Jika Kader Terbukti Terlibat Narkoba, Langsung Dipecat!


Kabupaten Bima, Media Dinamika Global – Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Bima, Nurdin Amin, S.H menegaskan tidak akan memberikan toleransi terhadap kader partainya yang terbukti terlibat dalam kasus penyalahgunaan maupun peredaran narkotika.

Pernyataan tersebut disampaikan menyusul beredarnya isu di media sosial yang mengaitkan seorang oknum anggota DPRD Kabupaten Bima dengan pengungkapan kasus narkoba seberat 535 gram yang dilakukan Satresnarkoba Polres Bima.

"Kalau memang terbukti secara hukum ada kader atau anggota DPRD dari PDI Perjuangan yang terlibat narkoba, kami akan bertindak tegas. Tidak ada ruang bagi pelaku narkoba di partai ini," tegas Nurdin Amin dan juga anggota DPRD kabupaten Bima Dapil II (Bolo-Madapangga) saat diwawancarai, Senin (29/6/2026).

Namun demikian, ia menegaskan bahwa hingga saat ini isu yang beredar belum memiliki dasar hukum yang jelas. Menurutnya, partai tidak bisa menjatuhkan sanksi hanya berdasarkan kabar atau opini yang beredar di media sosial.

"Kami tidak bisa bertindak hanya berdasarkan isu atau katanya. Semua harus berdasarkan fakta dan proses hukum yang sah," ujarnya.

Pria yang akrab disapa Om Digon itu menegaskan PDI Perjuangan menghormati asas praduga tak bersalah dan menyerahkan sepenuhnya penanganan perkara kepada aparat penegak hukum.

Ia juga mengingatkan bahwa sebelumnya Kasat Resnarkoba Polres Bima, AKP Dediansyah, telah membantah isu adanya keterlibatan oknum anggota DPRD Kabupaten Bima dalam kasus pengungkapan narkoba di wilayah Talabiu.

"Polres Bima sudah menyampaikan bahwa isu tersebut tidak benar atau hoaks. Karena itu, kami menghormati proses hukum dan menunggu kepastian resmi," katanya.

Meski begitu, Om Digon memastikan partainya tidak akan melindungi siapa pun apabila nantinya terbukti bersalah.

"Kalau nanti ada putusan hukum yang menyatakan kader kami terlibat narkoba, sanksinya jelas. Akan ditindak tegas sesuai mekanisme partai, termasuk pemberhentian sebagai kader," tandasnya.

Di akhir pernyataannya, ia mengimbau masyarakat agar tidak mudah percaya dan menyebarkan informasi yang belum terbukti kebenarannya karena dapat menyesatkan opini publik.

"Saya sejak lama konsisten menyuarakan perang terhadap narkoba. Mari kita lawan narkoba bersama, tetapi jangan sampai menyebarkan fitnah atau informasi yang belum terbukti," pungkasnya.

Redaksi |

Minggu, 28 Juni 2026

Polda NTB Ungkap 163 Kasus 3C, Ditreskrimum Kembalikan Motor Curian ke Pemilik


Mataram, Media Dinamika Global —Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda NTB, Senin (29/6/2026), membeberkan hasil pengungkapan tindak pidana pencurian dengan pemberatan (curat), pencurian dengan kekerasan (curas), serta pencurian kendaraan bermotor (curanmor) selama periode 21 Mei hingga 27 Juni 2026. Sejumlah kendaraan hasil curian juga kembali ke tangan pemilik usai proses pengungkapan.

Direktur Reskrimum Polda NTB Kombes Pol. Arisandi, S.H., S.I.K., M.Si. menjelaskan, pengungkapan tersebut lahir lewat rangkaian penyelidikan intensif, termasuk pelaksanaan Operasi Jaran Rinjani 2026.

"Dari pelaksanaan kegiatan kepolisian dan Operasi Jaran Rinjani 2026 sejak 21 Mei, sampai hari ini tercatat 163 laporan polisi berhasil diungkap dengan jumlah tersangka mencapai 212 orang. Rinciannya, 97 kasus curat, 16 kasus curas, serta 45 kasus curanmor," ujarnya.

Kombes Arisandi memaparkan, tim penyidik juga berhasil mengusut sejumlah perkara menonjol, mulai aksi pencurian sepeda motor di Lombok Tengah dan Lombok Barat, pencurian telepon genggam di Kota Mataram, hingga aksi penjambretan jalanan. Para pelaku memiliki peran berbeda, mulai eksekutor lapangan sampai penadah barang hasil kejahatan.

"Sebagian pelaku beraksi saat malam hari ketika situasi sepi. Mereka merusak pintu, gembok, jendela, memakai kunci palsu, hingga memanfaatkan kelalaian pemilik kendaraan. Untuk kasus curas, sasaran dipilih di lokasi minim penerangan agar pelaku mudah melarikan diri," katanya.

Saat konferensi pers di Tribun Bhara Daksa, penyidik juga menyerahkan sejumlah sepeda motor hasil pengungkapan kasus curanmor kepada pemilik sah. Langkah tersebut menjadi bagian dari komitmen Polda NTB, menghadirkan kepastian hukum sekaligus mengembalikan hak masyarakat.

Kombes Arisandi menegaskan, proses penyidikan terhadap seluruh tersangka terus berjalan sesuai ketentuan hukum. Para pelaku dijerat pasal pencurian, curas, curanmor, hingga penadahan sesuai peran masing-masing.

"Kami akan terus bertindak tegas terhadap setiap pelaku kejahatan jalanan. Tidak ada ruang bagi pelaku kriminal mengganggu rasa aman masyarakat. Upaya pencegahan dan penindakan terus kami optimalkan, agar angka kriminalitas dapat ditekan," tegasnya.

Sementara itu, Kabid Humas Polda NTB melalui Kasi Media Subbid Penmas Ipda Mohammad Hatta menuturkan, konferensi pers tersebut menjadi wujud keterbukaan informasi kepada masyarakat terkait penanganan kasus 3C di wilayah NTB.

"Pengungkapan ini menjadi bentuk transparansi kepolisian, sekaligus komitmen menghadirkan rasa aman bagi seluruh masyarakat Nusa Tenggara Barat," ucap Ipda Hatta.

Hatta juga mengimbau masyarakat tetap meningkatkan kewaspadaan saat memarkir kendaraan, mengamankan rumah ketika ditinggal, menghindari lokasi rawan saat malam hari, serta segera melapor jika menemukan dugaan tindak pidana maupun gangguan kamtibmas.

"Kami mengajak seluruh masyarakat bersama-sama menjaga keamanan lingkungan. Jangan memberi kesempatan kepada pelaku kejahatan. Jangan jadi korban, apalagi menjadi pelaku tindak pidana," ucapnya.

Redaksi |

Sekda Lotim Kenalkan Program "Lotim Berkembang" di Hadapan Wamenkop RI

Sekda Lotim, H. Muhammad Juaini Taofik sambut
Wamenkop RI Hj. Farida Farichah, (Ist/Surya)

Lombok Timur, Media Dinamika Global – Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Lombok Timur, H. Muhammad Juaini Taofik, memanfaatkan kunjungan kerja Wakil Menteri Koperasi Republik Indonesia, Hj. Farida Farichah, untuk memperkenalkan program unggulan daerah "Lotim Berkembang", sebuah skema kredit tanpa bunga yang berhasil meraih Juara I Tingkat Nasional pada kategori percepatan akses keuangan daerah.

Kunjungan yang berlangsung di Koperasi Konsumen Syariah Karya Terpadu Madani, Desa Rarang, Selasa (28/6/2026), menjadi momentum memperkuat sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam mendorong penguatan ekonomi kerakyatan berbasis koperasi syariah.

Didampingi Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Lombok Timur, Baiq Farida Apriani, Sekda menyampaikan apresiasi atas kehadiran Wamenkop yang dinilai menjadi penyemangat bagi pelaku koperasi di Lombok Timur.

Dalam sambutannya, Juaini Taofik menjelaskan bahwa program Lotim Berkembang dirancang untuk memberikan akses pembiayaan tanpa bunga kepada masyarakat sekaligus memutus ketergantungan terhadap praktik rentenir.

"Kami memiliki program unggulan bernama Lotim Berkembang, yaitu program pemberian kredit tanpa bunga yang bertujuan menggerakkan ekonomi masyarakat dan memberantas praktik rentenir. Nilai-nilai kawasan bebas riba ini terus kami kembangkan," ujarnya.

Menurutnya, keberhasilan program tersebut hingga meraih penghargaan tingkat nasional menunjukkan bahwa inovasi daerah mampu memberikan solusi nyata bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Sekda juga mengungkapkan bahwa Pemerintah Kabupaten Lombok Timur banyak belajar dari keberhasilan Koperasi Konsumen Syariah Karya Terpadu Madani yang dipimpin Hj. Baiq Rusmiati. Koperasi yang sebelumnya berstatus Koperasi Serba Usaha (KSU) itu bertransformasi menjadi koperasi konsumen berbasis syariah sejak 2022 dengan mengusung konsep kawasan bebas riba.

Model pengelolaan tersebut dinilai sejalan dengan karakter masyarakat Lombok Timur yang mayoritas beragama Islam dan memiliki semangat kuat dalam mengembangkan ekonomi berbasis syariah.

"Program ini mendapat pengakuan di tingkat nasional dan dapat menjadi contoh bagi koperasi lainnya. Semua butuh proses, tidak ada yang instan," kata Juaini.

Ia berharap kunjungan Wakil Menteri Koperasi dapat memotivasi anggota koperasi untuk terus berkembang.

"Dari satu anggota dapat berkembang menjadi tiga, lalu sembilan, dan seterusnya, sebagaimana telah dicontohkan oleh Koperasi Karya Terpadu Madani," tambahnya.

Sementara itu, Wakil Menteri Koperasi RI, Hj. Farida Farichah, memberikan apresiasi atas perkembangan Koperasi Madani Rarang yang kini memiliki aset lebih dari Rp16,5 miliar.

Menurutnya, keberhasilan sebuah koperasi tidak hanya ditentukan oleh besarnya modal, tetapi juga oleh integritas pengurus dan kepercayaan anggota.

"Ada dua kunci sukses koperasi, yaitu pengurus yang amanah dan anggota yang memiliki kepercayaan penuh terhadap pengelolaan dana," ungkapnya.

Kunjungan tersebut turut dihadiri Ketua Koperasi Hj. Baiq Rusmiati beserta jajaran pengurus dan anggota. Pemerintah Kabupaten Lombok Timur berharap sinergi dengan Kementerian Koperasi RI dapat semakin memperkuat koperasi sebagai pilar utama ekonomi kerakyatan yang inklusif, berkeadilan, dan berkelanjutan. 

Redaksi | Surya Ghempar 

Terbongkar! APBD Sumbawa Barat Tembus Rp2,29 Triliun, Hampir 20 Ribu Warga Masih Hidup Miskin

Warga KSB Yanti Komal dan Pemda terima
penyerahan APBD Pemda KSB, (Ist/Surya)

Sumbawa Barat, Media Dinamika Global – Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) Tahun Anggaran 2026 melonjak hingga mencapai Rp2,29 triliun. Nilai tersebut naik sekitar Rp588,45 miliar dari APBD murni sebesar Rp1,71 triliun.

Di tengah peningkatan kapasitas fiskal tersebut, kondisi sosial masyarakat justru masih menyisakan pekerjaan rumah yang besar. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) per Maret 2025, jumlah penduduk miskin di Kabupaten Sumbawa Barat masih mencapai sekitar 19.460 jiwa atau 10,98 persen dari total penduduk. Artinya, hampir satu dari sepuluh warga KSB masih hidup di bawah garis kemiskinan.

Kondisi ini menuai sorotan dari warga KSB, Yanti Komalasari. Menurutnya, besarnya anggaran daerah seharusnya diikuti dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat yang lebih merata.

Di sisi lain, Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat berhasil menekan angka kemiskinan ekstrem hingga tersisa 0,40 persen. Capaian tersebut menjadi prestasi yang patut diapresiasi karena sejalan dengan target nasional penghapusan kemiskinan ekstrem.

Namun, keberhasilan itu dinilai belum sepenuhnya mencerminkan kondisi riil masyarakat, mengingat jumlah penduduk miskin secara keseluruhan masih tergolong tinggi.

Selain itu, Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat juga mencatat Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SiLPA) Tahun Anggaran 2025 mencapai Rp1,14 triliun. Pemda menjelaskan besarnya SiLPA bukan disebabkan rendahnya penyerapan anggaran, melainkan karena realisasi pendapatan daerah melampaui target hingga sekitar Rp966 miliar. Dana tersebut akan menjadi kapasitas fiskal tambahan untuk membiayai program pembangunan pada tahun berikutnya.

Meski demikian, besarnya kemampuan fiskal daerah memunculkan pertanyaan publik. Mengapa peningkatan anggaran yang signifikan belum mampu mempercepat penurunan angka kemiskinan secara lebih drastis?

Data BPS juga menunjukkan garis kemiskinan di Kabupaten Sumbawa Barat mencapai Rp629.139 per kapita per bulan, tertinggi di Pulau Sumbawa. Kondisi ini mengindikasikan bahwa biaya memenuhi kebutuhan dasar masyarakat di KSB relatif lebih tinggi dibandingkan daerah lain di wilayah tersebut.

Karena itu, upaya menekan angka kemiskinan dinilai tidak cukup hanya melalui bantuan sosial. Pemerintah juga dituntut memperluas lapangan kerja, meningkatkan produktivitas masyarakat, mendorong investasi yang berdampak langsung terhadap penyerapan tenaga kerja, serta memastikan pertumbuhan ekonomi berlangsung secara inklusif.

Masyarakat berharap besarnya APBD dan kapasitas fiskal daerah benar-benar diterjemahkan menjadi program yang mampu meningkatkan kesejahteraan rakyat, sehingga manfaat pembangunan dapat dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat, bukan hanya tercermin dalam angka-angka statistik.

Redaksi | Surya Ghempar 

Sabtu, 27 Juni 2026

GAKADA BIDOM Bangkit! Wadah Perjuangan Pemuda untuk Mengawal Aspirasi Rakyat dan Masa Depan NTB

Pengurus GAKADA BIDOM Pulau Lombok, (Ist/Surya)

Mataram, Media Dinamika Global – Semangat baru lahir dari kalangan pemuda. Gabungan Kawula Muda Bima Dompu (GAKADA BIDOM) Pulau Lombok menggelar rapat pemantapan menjelang pelantikan kepengurusan di Sekretariat GAKADA BIDOM, Sabtu (27/6/26).

Rapat tersebut menjadi momentum konsolidasi organisasi sekaligus penegasan komitmen GAKADA BIDOM untuk hadir sebagai wadah perjuangan, pengabdian, dan penyalur aspirasi masyarakat. Organisasi ini menegaskan siap mengawal berbagai kebijakan pemerintah agar berpihak pada kepentingan rakyat serta berkontribusi dalam pembangunan bangsa.

Ketua Umum GAKADA BIDOM, Arif Kurniadin, mengatakan bahwa generasi muda tidak boleh hanya menjadi penonton di tengah berbagai persoalan bangsa. Menurutnya, pemuda harus tampil sebagai motor perubahan yang membawa gagasan, solusi, dan semangat kolaborasi.

"GAKADA BIDOM hadir sebagai rumah besar bagi pemuda yang ingin berkontribusi untuk masyarakat. Kami ingin melahirkan generasi yang kritis, berintegritas, dan mampu mengawal kebijakan pemerintah demi kepentingan rakyat, dengan tetap menjunjung tinggi norma sosial, adat, budaya, dan nilai-nilai demokrasi," ujarnya.

Arif menambahkan, NTB merupakan daerah yang memiliki potensi luar biasa. Kekayaan sumber daya alam di sektor pertambangan, pertanian, kehutanan, perikanan, hingga pariwisata menjadi modal besar untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat apabila dikelola secara transparan, berkeadilan, dan berkelanjutan.

Ia menegaskan, sudah saatnya pemuda menjadi garda terdepan dalam mengawal pengelolaan kekayaan daerah agar manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat, bukan hanya segelintir pihak.

Pelantikan kepengurusan GAKADA BIDOM diharapkan menjadi titik awal lahirnya gerakan kepemudaan yang lebih progresif, inklusif, dan berdampak nyata. Organisasi ini juga mengajak seluruh pemuda, khususnya generasi Bima dan Dompu di Pulau Lombok, untuk bersatu membangun daerah melalui pemikiran, karya, dan aksi nyata.

"Jangan hanya menjadi penonton perubahan. Jadilah pelaku yang menciptakan masa depan. Ketika pemuda bersatu, daerah akan maju, dan Indonesia akan semakin kuat," tutup Arif.

Redaksi |