Honor Tertunggak Hingga 5 Bulan, Guru Honorer SMA Negeri 1 Woha Segel Mobil Bendahara. - Media Dinamika Global

Sabtu, 03 Januari 2026

Honor Tertunggak Hingga 5 Bulan, Guru Honorer SMA Negeri 1 Woha Segel Mobil Bendahara.

foto : Suasana penyegelan mobil bendahara di depan pintu keluar sekolah, sabtu (03/01/26.

Bima | Media Dinamika Global.id — Kesabaran para tenaga honorer SMA Negeri 1 Woha, Kabupaten Bima, akhirnya habis. Puluhan guru honorer dan tenaga tata usaha (TU) menggelar aksi protes keras dengan menyegel mobil pribadi bendahara sekolah, Makhrus, M.Pd.I, pada Sabtu (03/03/2026).

Aksi tersebut dipicu oleh tunggakan pembayaran honor selama tiga hingga lima bulan yang hingga kini tak kunjung dibayarkan. Ironisnya, di tengah keterlambatan tersebut, para guru honorer dan tenaga TU tetap menjalankan kewajiban mengajar serta pelayanan administrasi sekolah secara penuh, tanpa kejelasan kapan hak mereka akan diterima.

Penyegelan mobil bendahara menjadi simbol akumulasi kekecewaan dan kemarahan para honorer, yang merasa diabaikan dan diperlakukan tidak adil. Keterlambatan pembayaran honor dinilai bukan lagi sekadar persoalan administratif, melainkan bentuk pembiaran yang secara langsung menggerus kesejahteraan dan keberlangsungan hidup mereka beserta keluarganya.

Pelaksana Tugas (PLT) Kepala SMA Negeri 1 Woha, Fahri, S.Pd, membenarkan terjadinya aksi tersebut. Ia mengakui bahwa persoalan honor tenaga honorer telah berlangsung cukup lama dan belum menunjukkan penyelesaian konkret.


“Benar, honor guru honorer dan tenaga TU belum dibayarkan. Ada yang tertunggak tiga bulan, bahkan sampai lima bulan, karena bendahara dalam beberapa pekan terakhir jarang hadir di sekolah,” ungkap Fahri.

Fahri menegaskan bahwa dana honor sebenarnya telah tersedia dan berada di tangan bendahara sekolah. Ia mengaku telah berulang kali melayangkan surat panggilan resmi agar bendahara hadir di sekolah untuk menyelesaikan persoalan tersebut. Namun, panggilan tersebut disebut tidak pernah diindahkan.

“Saya sudah menegaskan agar honor segera dibayarkan karena dananya ada. Jangan sampai persoalan ini terus berlarut-larut dan merugikan para honorer,” 

Sementara itu, Bendahara SMA Negeri 1 Woha, Makhrus, M.Pdi, menanggapi aksi tersebut dengan menyatakan bahwa keterlambatan pembayaran terjadi karena belum adanya komunikasi yang jelas sejak pergantian PLT kepala sekolah.

Ia menegaskan bahwa pembayaran honor akan dilakukan setelah ada koordinasi dan komunikasi antara pihak terkait.

“Pasca pergantian PLT baru, belum ada komunikasi dengan PLT lama. Pembayaran akan dilakukan setelah ada kejelasan dan komunikasi,” Ujarnya.

Namun, alasan tersebut menuai kritik keras dari para honorer. Mereka menilai dalih miskomunikasi tidak dapat dijadikan pembenaran untuk menunda hak tenaga kerja yang telah mengabdikan diri menjalankan tugas pendidikan. Bagi para honorer, honor bukan sekadar angka administrasi, melainkan sumber penghidupan untuk memenuhi kebutuhan keluarga.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada kepastian waktu pembayaran honor, sementara para guru honorer dan tenaga TU masih berada dalam tekanan ekonomi yang kian berat. (Mdg/04)

Comments


EmoticonEmoticon