Pembina FMPH Desak Polda dan Polres Bima Tangkap Bandar Narkoba Inisial U di Sanggar, Soroti Dugaan Keterlibatan Oknum - Media Dinamika Global

Senin, 02 Maret 2026

Pembina FMPH Desak Polda dan Polres Bima Tangkap Bandar Narkoba Inisial U di Sanggar, Soroti Dugaan Keterlibatan Oknum


Bima NTB, Media Dinamika Global.Id.– Hendriawan, Pembina Forum Mahasiswa Pemerhati Hukum (FMPH), mendesak Kapolda NTB dan Polres Bima untuk segera menangkap seorang bandar narkoba berinisial U yang diduga kuat mengendalikan peredaran narkotika di Kecamatan Sanggar, Kabupaten Bima.

Menurut Hendri sapaan akrabnya, peredaran narkoba di wilayah Sanggar sudah sangat meresahkan masyarakat. Ia menyebut aktivitas transaksi diduga dilakukan secara terang-terangan oleh sejumlah oknum bandar, dan salah satu penyuplai terbesar diduga berasal dari Desa Piong, Kecamatan Sanggar.

“Bandar berinisial U diduga menjadi salah satu pengendali utama peredaran narkoba di dua wilayah di Sanggar. Dampaknya sudah sangat terasa. Masyarakat resah karena efek narkoba memicu meningkatnya kasus kriminalitas,” tegas Hendri.

Ia mencontohkan kasus pencurian yang terjadi di Desa Taloko yang berujung pada dugaan tindak penganiayaan terhadap korban. Menurutnya, tindakan tersebut diduga dipicu oleh pengaruh konsumsi narkoba.

Hendriawan menegaskan bahwa narkoba adalah musuh bersama dan harus diperangi demi menyelamatkan generasi muda serta menjaga keamanan tanah kelahiran.

Tak hanya mendesak penangkapan bandar berinisial U, Hendri juga meminta Kapolda NTB serta jajaran melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap dugaan keterlibatan oknum anggota Polres Bima sampai Polsek setempat. Ia menyoroti isu yang berkembang di masyarakat terkait dugaan adanya setoran kepada oknum tertentu demi melancarkan bisnis haram tersebut.

FMPH mendesak evaluasi terhadap kinerja Kasat Narkoba Polres Bima serta meminta pemeriksaan transparan terhadap jajaran yang bertanggung jawab dalam penanganan kasus narkotika di wilayah hukum setempat.

“Kami meminta Kapolda NTB dan Kapolres Bima bertindak tegas dan transparan. Jika tidak ada langkah konkret, kepercayaan publik terhadap institusi penegak hukum bisa semakin tergerus,” ujarnya.

Hendri menegaskan bahwa dalam waktu dekat pihaknya akan melaporkan secara resmi dugaan tersebut kepada aparat penegak hukum (APH) agar dilakukan penyelidikan dan pembuktian sesuai prosedur hukum yang berlaku.

Hendri berharap aparat penegak hukum bekerja profesional, objektif, dan tanpa tebang pilih dalam memberantas peredaran narkoba di wilayah Kabupaten Bima.

Kasat Narkoba Polres Bima belum memberikan keterangan resmi dan pihak-pihak terkait belum juga memberikan keterangan resmi hingga berita diterbitkan.

Redaksi |

Comments


EmoticonEmoticon