Media Dinamika Global: Pendidikan
Tampilkan postingan dengan label Pendidikan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pendidikan. Tampilkan semua postingan

Kamis, 23 Juli 2026

Mahasiswa KKN UMMat Kelompok 03 Gelar Sosialisasi Kesadaran Hukum dan Kesehatan di SMPN 2 Sanggar dan Kantor Desa Piong

Foto bersama usia kegiatan, (Ist/Surya)

Piong, Bima, Media Dinamika Global - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMat) Kelompok 03 Angkatan ke- 40 menggelar sosialisasi bertajuk “Kesadaran Hukum dan Kesehatan: Membangun Generasi Taat Hukum, Cerdas, dan Sehat melalui Pencegahan Pernikahan Dini, Penyalahgunaan Narkoba, dan Edukasi Swamedikasi” di SMP Negeri 2 Sanggar dan Kantor Desa Piong, Kecamatan Sanggar, Kabupaten Bima.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program pengabdian kepada masyarakat yang bertujuan meningkatkan pemahaman serta kesadaran hukum dan kesehatan, khususnya terkait pencegahan pernikahan dini, bahaya penyalahgunaan narkoba, dan pentingnya swamedikasi yang benar.

Sosialisasi pertama dilaksanakan di SMP Negeri 2 Sanggar dan diikuti oleh kepala sekolah, dewan guru, serta siswa-siswi. Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa KKN memberikan pemahaman mengenai dampak pernikahan dini terhadap kesehatan reproduksi, pendidikan, kondisi psikologis, hingga masa depan remaja. Selain itu, para siswa juga mendapat edukasi mengenai bahaya penyalahgunaan narkoba dari sisi kesehatan maupun hukum, serta pentingnya penggunaan obat secara mandiri sesuai aturan dan anjuran tenaga kesehatan.

Kegiatan berlangsung interaktif melalui pemaparan materi, diskusi, dan sesi tanya jawab. Antusiasme peserta terlihat dari banyaknya pertanyaan yang diajukan terkait pernikahan dini, narkoba, dan penggunaan obat yang tepat.

Selanjutnya, sosialisasi digelar di Kantor Desa Piong dengan melibatkan pemerintah desa, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda, kader desa, serta masyarakat setempat. Kegiatan ini menghadirkan narasumber dari berbagai instansi sebagai bentuk kolaborasi dalam memberikan edukasi kepada masyarakat.

Bhabinkamtibmas Desa Piong dalam kesempatan tersebut menyampaikan materi mengenai bahaya penyalahgunaan narkoba, termasuk dampaknya terhadap kesehatan, keluarga, dan lingkungan sosial, serta konsekuensi hukum bagi pelaku penyalahgunaan maupun peredaran narkoba.

Sementara itu, Pihak Puskesmas Sanggar memaparkan materi tentang pencegahan pernikahan dini yang mencakup aspek kesehatan reproduksi, kesiapan mental, pendidikan, serta kondisi sosial ekonomi keluarga. Kemi juga berkolaborasi dengan mahasiswa KKN dalam memberikan edukasi mengenai swamedikasi yang aman dan rasional, mulai dari pentingnya membaca aturan pakai, memperhatikan dosis, mengenali jenis obat bebas, hingga memahami kapan harus berkonsultasi dengan tenaga kesehatan.

Seluruh rangkaian kegiatan mendapat sambutan positif dari peserta. Antusiasme masyarakat terlihat dari aktifnya diskusi dan pertanyaan yang diajukan kepada para narasumber. Kegiatan kemudian ditutup dengan penyerahan piagam penghargaan kepada para narasumber sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi mereka dalam menyukseskan kegiatan tersebut.

Ketua KKN UMMat Kelompok 03, Aditia Ramdani, mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk nyata kontribusi mahasiswa dalam memberikan edukasi kepada masyarakat terkait berbagai persoalan yang dihadapi generasi muda saat ini.

“Melalui kegiatan sosialisasi ini, kami berharap masyarakat, khususnya para pelajar dan remaja, dapat memahami dampak negatif pernikahan dini, menjauhi penyalahgunaan narkoba, serta lebih bijak dalam melakukan swamedikasi. Kami juga berharap kegiatan ini dapat meningkatkan kesadaran hukum dan kesehatan masyarakat serta memperkuat sinergi antara mahasiswa, pemerintah desa, pihak sekolah, tenaga kesehatan, aparat kepolisian, dan seluruh elemen masyarakat,” ujarnya.

Redaksi |

Rabu, 22 Juli 2026

Mahasiswa KKN UMMat Kelompok 55 Laksanakan Program Kerja Kreativitas Anak Usia Dini di TK Super Semar

Mahasiswa KKN UMMat Kelompok 55 saat melaksanakan Proker, (Ist/Surya)

SUMBAWA, Media Dinamika Global – Semangat keceriaan dan kreativitas memenuhi ruang belajar TK Super Semar, Desa Baru, Kecamatan Alas, Kabupaten Sumbawa, saat Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMat) Kelompok 55 Desa Baru melaksanakan program kerja Kreasi Kreativitas Anak Usia Dini, Rabu (22/7/2026).

Kegiatan yang diikuti puluhan anak usia dini tersebut menjadi wujud nyata kepedulian mahasiswa terhadap pentingnya pendidikan anak sebagai pondasi awal dalam membentuk generasi yang cerdas, kreatif, dan berkarakter. Melalui aktivitas menggambar dan mewarnai, anak-anak diajak untuk belajar sambil bermain dalam suasana yang menyenangkan.

Terlihat para siswa TK Super Semar begitu antusias mengikuti setiap rangkaian kegiatan. Dengan penuh semangat, mereka menuangkan imajinasi dan kreativitasnya melalui berbagai gambar yang telah disiapkan. Mahasiswa KKN turut mendampingi dan memberikan arahan sehingga anak-anak dapat mengekspresikan ide serta kemampuan mereka dengan bebas.

Sejumlah anggota KKN UMMat Kelompok 55 Desa Baru diwakili Tiara, mengatakan bahwa program ini bertujuan untuk mengembangkan kreativitas anak sejak usia dini sekaligus melatih keberanian mereka dalam berkarya dan berekspresi.

"Masa kanak-kanak merupakan periode emas yang sangat menentukan perkembangan anak di masa depan. Melalui kegiatan mewarnai dan menggambar ini, kami ingin membantu menumbuhkan kreativitas, imajinasi, serta rasa percaya diri mereka sejak dini," ujar Tiara.

Menurut Tiara, pendidikan anak usia dini tidak hanya berfokus pada kemampuan akademik, tetapi juga pada pengembangan karakter, keterampilan sosial, dan kreativitas yang menjadi bekal penting dalam kehidupan mereka kelak.

Suasana hangat dan penuh kebersamaan tampak selama kegiatan berlangsung. Tawa ceria anak-anak berpadu dengan semangat para mahasiswa yang dengan sabar mendampingi setiap peserta.

"Momen ini menjadi pengalaman berharga, baik bagi anak-anak maupun kami sebagai mahasiswa KKN yang sedang menjalankan pengabdian kepada masyarakat," tutur perempuan asal Pekat kabupaten Dompu ini.

Pihak TK Super Semar menyambut baik program yang dilaksanakan mahasiswa KKN UMMat tersebut. Kehadiran mahasiswa dinilai mampu memberikan warna baru dalam proses pembelajaran sekaligus menambah motivasi belajar anak-anak melalui metode yang kreatif dan interaktif.

Program Kreativitas Anak Usia Dini ini menjadi salah satu bentuk kontribusi mahasiswa KKN UMMat Kelompok 55 dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan di Desa Baru. Melalui kegiatan sederhana namun penuh makna ini, diharapkan anak-anak semakin termotivasi untuk belajar, berani berkarya, serta tumbuh menjadi generasi yang kreatif, mandiri, dan siap menghadapi tantangan masa depan.

Selain memberikan manfaat bagi peserta didik, kegiatan tersebut juga menjadi sarana bagi mahasiswa untuk mengimplementasikan ilmu pengetahuan sekaligus memperkuat nilai-nilai pengabdian kepada masyarakat. Kolaborasi antara mahasiswa, guru, dan peserta didik diharapkan dapat terus terjalin demi mendukung tumbuh kembang anak-anak sebagai aset berharga bangsa.

Redaksi |

Sabtu, 18 Juli 2026

Dugaan Kecurangan SPMB di SMAN 1 Mataram, Wali Murid Pertanyakan Perubahan Status Kelulusan

SMAN 1 Mataram, (Geogle)

Mataram, Media Dinamika Global - Dugaan ketidakberesan dalam Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026 di SMAN 1 Mataram kembali mencuat. Seorang wali murid mengeluhkan perubahan status kelulusan anaknya yang semula dinyatakan diterima melalui jalur domisili, namun beberapa jam kemudian berubah menjadi tidak lulus.

Wali murid, enggan memberikan nama, sebut saja IF mengaku kecewa dengan proses penerimaan yang dinilainya tidak transparan. Menurutnya, perubahan status tersebut dijelaskan oleh pihak sekolah sebagai akibat gangguan sistem.

“Anak saya awalnya dinyatakan lolos jalur domisili, tetapi beberapa jam kemudian statusnya berubah menjadi tidak diterima. Alasannya karena sistem error,” ujar kepada wartawan, Sabtu (18/7/2026).

Ia mengaku mempertanyakan penyebab perubahan tersebut. Berdasarkan informasi yang diperolehnya, ia menduga adanya siswa titipan dalam proses penerimaan peserta didik baru.

“Saya meminta pihak sekolah membuka data siswa yang dinyatakan lulus agar proses ini transparan dan tidak menimbulkan kecurigaan di masyarakat,” katanya.

Sementara itu, Kepala SMAN 1 Mataram belum dapat ditemui saat sejumlah awak media mendatangi sekolah. Melalui stafnya, disampaikan bahwa kepala sekolah sedang mengikuti rapat.

Keterangan kemudian diberikan oleh Ketua Panitia SPMB SMAN 1 Mataram, Lalu Abdul Hayi. Ia menegaskan seluruh proses penerimaan siswa baru dilaksanakan sesuai petunjuk teknis (juknis) yang berlaku.

“Kami melaksanakan seluruh tahapan sesuai juknis. Juknis itu menjadi dasar hukum kami dalam pelaksanaan SPMB,” ujarnya.

Saat ditanya terkait dugaan adanya siswa titipan, Abdul Hayi membantah adanya praktik tersebut di lingkungan sekolah. Namun, ia mengakui pihak sekolah menerima sejumlah nama siswa yang dikirim melalui dinas terkait.

“Kalau soal dugaan titipan, kami tidak ada menerima titipan. Tetapi memang ada nama-nama siswa yang dikirim oleh dinas dan kami layani. Informasinya juga diketahui oleh dinas,” katanya.

Terkait permintaan data siswa yang dinyatakan lulus, Abdul Hayi mengatakan pihak sekolah tidak berani memberikan daftar nama peserta yang lulus.

“Total siswa yang diterima sebanyak 512 orang. Namun untuk data nama-nama siswa yang lulus, kami tidak berani memberikan,” jelasnya.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Dikpora) Provinsi Nusa Tenggara Barat terkait pernyataan mengenai adanya nama-nama siswa yang dikirim kepada pihak sekolah maupun dugaan ketidakberesan dalam proses SPMB tersebut.

Redaksi |

Rabu, 15 Juli 2026

KKN UMMat Kelompok 55 Gelar Seminar Program Kerja, Ajak Warga Kampung Baru Bersinergi Bangun Desa

Mahasiswa KKN UMMat saat Gelar Seminar Program Kerja
di Kantor Desa, (Ist/Surya)

Sumbawa, Media Dinamika Global – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMat) Kelompok 55 menggelar Seminar Program Kerja di Kantor Desa Kampung Baru, Kecamatan Alas, Kabupaten Sumbawa, Selasa (15/7/2026). Kegiatan tersebut menjadi langkah awal membangun sinergi antara mahasiswa, pemerintah desa, dan masyarakat dalam mendukung pembangunan desa.

Seminar dihadiri oleh Kepala Desa Kampung Baru beserta jajaran pemerintah desa, Babinsa, Bhabinkamtibmas, Ketua PPK, tokoh pemuda, tokoh perempuan, serta tokoh masyarakat. Kehadiran berbagai unsur tersebut menunjukkan komitmen bersama dalam mendukung program pengabdian mahasiswa selama berada di desa.

Dalam kesempatan itu, mahasiswa KKN Kelompok 55 memaparkan sejumlah program kerja yang akan dilaksanakan selama masa pengabdian. Program-program tersebut disusun berdasarkan kebutuhan masyarakat dan difokuskan pada bidang pendidikan, sosial, lingkungan, kesehatan, serta pemberdayaan masyarakat.

Kepala Desa Kampung Baru, Syafruddin, S.Sos., menyambut baik kehadiran mahasiswa KKN UMMat dan berharap seluruh program yang telah dirancang dapat berjalan lancar serta memberikan dampak positif bagi masyarakat.

“Kami mengucapkan selamat datang kepada adik-adik mahasiswa KKN UMMat. Kehadiran mahasiswa KKN merupakan energi baru bagi desa yang kami cintai ini. Kami berharap masyarakat dapat memberikan dukungan dan berpartisipasi aktif dalam setiap kegiatan yang dilaksanakan sehingga manfaatnya dapat dirasakan bersama,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua KKN UMMat Kelompok 55, Nova Pauzan Amri, mengatakan bahwa seluruh program yang disusun merupakan bentuk komitmen mahasiswa untuk mengabdi sekaligus belajar langsung dari masyarakat.

“Kami hadir bukan hanya menjalankan program kampus, tetapi juga belajar dari masyarakat dan mengimplementasikan ilmu yang telah kami peroleh selama di bangku perkuliahan. Kami berharap dukungan dan partisipasi aktif masyarakat agar setiap kegiatan dapat berjalan dengan baik dan memberikan manfaat yang berkelanjutan,” ungkap Nova.

Ia menambahkan, keberhasilan program KKN tidak hanya ditentukan oleh mahasiswa, tetapi juga oleh keterlibatan masyarakat. Karena itu, KKN diharapkan menjadi wadah mempererat silaturahmi, menumbuhkan semangat gotong royong, serta meningkatkan kepedulian bersama demi kemajuan Desa Kampung Baru.

Anggota KKN UMMat Kelompok 55, Tiara, menjelaskan bahwa program kerja yang akan dijalankan terbagi dalam tiga kategori, yaitu program umum, program khusus, dan program pilihan.

Program umum meliputi gotong royong bersama masyarakat, edukasi pengelolaan sampah, membantu kegiatan posyandu, serta pemanfaatan lahan pekarangan melalui penanaman apotek hidup.

Adapun program khusus mencakup pendataan cabang dan ranting Muhammadiyah, pendataan alumni Universitas Muhammadiyah Mataram, pembagian brosur kepada calon mahasiswa baru, serta sosialisasi mengenai Universitas Muhammadiyah Mataram.

Sementara program pilihan meliputi kegiatan mengajar baca tulis Al-Qur’an, mengajar siswa sekolah dasar, pembuatan pojok literasi, serta penyelenggaraan berbagai perlombaan edukatif.

Seminar program kerja berlangsung dalam suasana hangat dan penuh antusiasme. Berbagai masukan dan saran dari peserta menjadi bahan evaluasi bagi mahasiswa untuk menyempurnakan pelaksanaan program selama berada di Desa Kampung Baru.

Melalui kolaborasi antara mahasiswa, pemerintah desa, dan masyarakat, seluruh program KKN UMMat Kelompok 55 diharapkan dapat berjalan sukses serta memberikan manfaat nyata bagi kemajuan Desa Kampung Baru.

Pembangunan desa tidak hanya lahir dari gagasan besar, tetapi juga dari semangat kebersamaan, kepedulian, dan langkah-langkah sederhana yang dilakukan secara bersama-sama demi masa depan desa yang lebih baik.

Redaksi |

Kamis, 09 Juli 2026

Mahasiswa KKN UMMat Kelompok 55 Hadir Menyentuh Hati Masyarakat Desa Kampung Baru Melalui Edukasi dan Pengabdian

Mahasiswa KKN UMMat Kelompok 55 saat edukasi ke Warga, (Ist/Surya)

Sumbawa, Media Dinamika Global – Kehadiran Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMat) Kelompok 55 di Desa Kampung Baru, Kecamatan Alas, Kabupaten Sumbawa, tidak hanya membawa program kerja, tetapi juga menghadirkan semangat kebersamaan, kepedulian, dan pengabdian yang menyentuh hati masyarakat.

Melalui kegiatan silaturahmi dari rumah ke rumah, diskusi bersama warga, hingga edukasi di lingkungan dusun, para mahasiswa berupaya membangun kedekatan dengan masyarakat sekaligus mendengarkan berbagai aspirasi yang berkembang di tengah kehidupan warga. Suasana akrab terlihat saat mahasiswa duduk bersama masyarakat di lorong-lorong kampung, berdialog, berbagi pengalaman, dan mencari solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi warga.

Ketua KKN UMMat Kelompok 55, Nova Pauzan Amri, mengatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya mempererat hubungan antara mahasiswa dan masyarakat selama masa pengabdian di Desa Kampung Baru.

"Kami ingin hadir bukan hanya sebagai mahasiswa yang menjalankan program KKN, tetapi juga sebagai sahabat masyarakat. Kami datang untuk belajar, mendengar, berbagi ilmu, dan bersama-sama membangun semangat kemajuan desa," ujar Nova Pauzan Amri. Kamis, (9/7/26). 

Dalam setiap pertemuan, mahasiswa memberikan edukasi kepada warga terkait kesehatan, pendidikan, lingkungan, ekonomi kreatif, serta pemanfaatan teknologi informasi. Selain itu, mereka juga membagikan informasi mengenai penerimaan mahasiswa baru Program Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Mataram sebagai bentuk motivasi bagi masyarakat untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan.

Kegiatan yang berlangsung di beberapa titik lingkungan desa tersebut mendapat sambutan hangat dari masyarakat. Warga terlihat antusias mengikuti diskusi, menyampaikan pendapat, serta berbagi pengalaman yang menjadi bahan pembelajaran berharga bagi mahasiswa.

Bagi mahasiswa KKN, pengabdian bukan sekadar menjalankan kewajiban akademik. Lebih dari itu, KKN menjadi ruang untuk mengimplementasikan ilmu pengetahuan sekaligus menumbuhkan rasa empati dan kepedulian sosial terhadap masyarakat.

"Kami berharap kehadiran kami dapat memberikan manfaat, walaupun sederhana. Yang paling penting adalah terjalinnya hubungan baik dan tumbuhnya semangat bersama untuk membangun Desa Kampung Baru yang lebih maju," tambah Nova sapaan akrabnya.

Sementara itu, Sekretaris Desa Kampung Baru menyampaikan apresiasi atas dedikasi mahasiswa KKN UMMat yang telah aktif berinteraksi dan memberikan edukasi kepada masyarakat.

"Kami sangat berterima kasih atas kehadiran mahasiswa KKN di desa ini. Mereka tidak hanya menjalankan program kerja, tetapi juga membaur dengan masyarakat, mendengar keluhan warga, dan memberikan wawasan yang bermanfaat. Pemerintah desa siap mendukung seluruh kegiatan yang dilaksanakan selama masa KKN," ungkapnya.

Melalui semangat pengabdian yang tulus, Mahasiswa KKN UMMat Kelompok 55 membuktikan bahwa pendidikan tidak hanya tumbuh di ruang kuliah, tetapi juga hadir di tengah masyarakat melalui aksi nyata yang membawa manfaat, memperkuat persaudaraan, dan menumbuhkan harapan bagi kemajuan Desa Kampung Baru, Kecamatan Alas, Kabupaten Sumbawa.

Redaksi | 

Kamis, 02 Juli 2026

Hari Kedua KKN, Mahasiswa UMMat Kelompok 55 Perkuat Sinergi dengan Camat Alas, Dr. Usman: Jadilah Teladan di Tengah Masyarakat

Mahasiswa KKN UMMat dan Camat Alas, (Ist/KKN)

Alas, Media Dinamika Global – Memasuki hari kedua pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN), mahasiswa Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMat) Kelompok 55 menggelar silaturahmi dengan Camat Alas, Dr. Usman, S.E., M.E., di Kantor Camat Alas, Kabupaten Sumbawa, Kamis (2/7/2026).

Kunjungan tersebut dipimpin Ketua Kelompok 55, Nova, bersama seluruh anggota KKN sebagai bentuk penghormatan sekaligus memperkuat koordinasi dengan Pemerintah Kecamatan Alas sebelum melaksanakan berbagai program pengabdian di Desa Kampung Baru selama 40 hari.

Dalam pertemuan yang berlangsung penuh keakraban itu, mahasiswa memperkenalkan diri sekaligus memaparkan sejumlah program kerja yang akan dijalankan. Program-program tersebut dirancang untuk mendukung pembangunan desa melalui kegiatan pemberdayaan masyarakat, edukasi, serta penguatan kolaborasi dengan pemerintah desa dan seluruh elemen masyarakat.

Ketua KKN Kelompok 55, Nova, menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Camat Alas atas sambutan hangat yang diberikan kepada rombongan mahasiswa.

"Kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Camat yang telah menerima kami dengan baik. Kami berharap dapat membangun komunikasi dan kerja sama yang harmonis dengan pemerintah kecamatan maupun pemerintah desa agar seluruh program kerja yang telah kami susun dapat berjalan lancar dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Desa Kampung Baru," ucap Nova.

Sementara itu, Camat Alas, Dr. Usman, S.E., M.E., menyambut baik kehadiran mahasiswa KKN UMMat Kelompok 55. Ia mengapresiasi semangat pengabdian para mahasiswa dan berharap momentum KKN dimanfaatkan sebagai sarana belajar sekaligus mengimplementasikan ilmu pengetahuan di tengah masyarakat.

"Saya mengucapkan selamat datang kepada adik-adik mahasiswa KKN UMMat Kelompok 55 di Kecamatan Alas. Jadikan KKN sebagai wadah untuk belajar dari masyarakat, membangun komunikasi yang baik, menjaga nama baik almamater, serta memberikan pengabdian terbaik bagi Desa Kampung Baru. Semoga seluruh program kerja yang telah direncanakan dapat berjalan dengan baik dan memberikan dampak positif bagi masyarakat," ungkapnya.

Dr. Usman juga berharap para mahasiswa mampu menjadi agen perubahan dengan menghadirkan edukasi dan inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat. Menurutnya, keberadaan mahasiswa KKN bukan hanya menjalankan kewajiban akademik, tetapi juga menjadi teladan dalam kehidupan bermasyarakat.

"Kami berharap mahasiswa dapat mengimplementasikan ilmu yang diperoleh di bangku kuliah untuk meningkatkan wawasan masyarakat. Kehadiran mahasiswa hendaknya memberikan edukasi yang positif, pembinaan di bidang keagamaan maupun sosial, serta turut berperan aktif dalam berbagai kegiatan kemasyarakatan di Desa Kampung Baru," harapnya.

Silaturahmi tersebut ditutup dengan sesi foto bersama sebagai simbol terjalinnya sinergi antara Pemerintah Kecamatan Alas dan mahasiswa KKN UMMat Kelompok 55. Diharapkan, kolaborasi yang telah dibangun sejak awal ini dapat menjadi fondasi kuat dalam mewujudkan program-program pengabdian yang bermanfaat dan berkelanjutan bagi masyarakat Desa Kampung Baru.

Redaksi |

Rabu, 24 Juni 2026

Hari Pertama Buka Pendaftaran SPMB, SMPN 2 Dompu Diserbu Calon Siswa Baru

SMPN 2 Dompu melaksanakan SPMB Tahun 2026/2027, (Ist/Surya)

Dompu, Media Dinamika Global – Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 2 Dompu resmi melaksanakan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Pelajaran 2026/2027 di Sekolah setempat. Rabu (24/6/26).

Hari pertama pendaftaran, antusiasme calon peserta didik baru terlihat cukup tinggi dengan puluhan siswa telah mendaftarkan diri melalui jalur prestasi, afirmasi, dan mutasi.

Kepala SMPN 2 Dompu, Efendi, S.Ag., M.M.Inov, menjelaskan bahwa tahapan pendaftaran jalur prestasi, afirmasi, dan mutasi berlangsung mulai 24 hingga 27 Juni 2026. Selanjutnya proses seleksi dilaksanakan pada 26–28 Juni 2026 dan hasil seleksi diumumkan pada 29 Juni 2026.

"Hari ini merupakan hari pertama pendaftaran jalur prestasi, afirmasi, dan mutasi. Kegiatan pelayanan pendaftaran dimulai pukul 07.30 Wita hingga pukul 10.00 Wita," ujar Efendi, Rabu (24/6/2026).

Kepala Sekolah mengungkapkan bahwa kuota penerimaan siswa baru tahun ini ditargetkan sebanyak 6 (Enam) rombongan belajar (Rombel), dengan kapasitas 32 siswa pada setiap rombel. Proses seleksi saat ini masih dilakukan secara manual karena sistem pendaftaran online belum dibuka dan dijadwalkan mulai aktif pada 30 Juni 2026 untuk proses input data.

"Alhamdulillah, pada hari pertama ini sudah ada puluhan siswa yang mendaftar," ungkapnya.

Kepala sekolah menyebutkan sejumlah sekolah dasar yang menjadi sekolah pendukung dan wilayah zonasi SMPN 2 Dompu, di antaranya, SDN 30 Dompu (Manggenae) yang berbagi zonasi dengan SMPN 8 Dompu, SDN 28 Dompu (Katua-Lagara), SDN 34 Dompu (Doro Kore-Katua), SDN 26 Dompu (O'o Timur), SDN 29 Dompu (O'o Barat), SDN 9 Dompu (Rasa Nggaro), SDN 35 Dompu (Mangge Asi), SDN 14 Dompu (Doro Tangga), serta SD SDIT As-Salam Dompu.

Sementara jalur domisili akan dibuka mulai tanggal 30 Juni hingga 3 Juli 2026. Kami mengimbau kepada seluruh calon peserta didik dan orang tua agar mempersiapkan seluruh persyaratan yang dibutuhkan sejak dini agar proses pendaftaran berjalan lancar.

"Hasil seleksi akan diumumkan pada 5 Juli 2026, kemudian peserta didik yang dinyatakan diterima wajib melakukan pendaftaran ulang pada tanggal 6 sampai 8 Juli 2026," tutur Kepala Sekolah.

Efendi menambahkan bahwa setelah proses penerimaan selesai, sekolah akan melaksanakan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) pada 9–11 Juli 2026 sebagai sarana bagi siswa baru untuk mengenal lingkungan sekolah, guru, serta tata tertib yang berlaku.

"Kami berharap, seluruh peserta didik baru dapat mengikuti MPLS dengan baik sehingga siap memulai proses pembelajaran pada hari pertama masuk sekolah yang dijadwalkan pada 13 Juli 2026. SMPN 2 Dompu berkomitmen memberikan layanan pendidikan yang berkualitas, berkarakter, dan berorientasi pada prestasi," tambahnya.

Kepala Sekolah juga berharap lulusan dari SDN 29 Dompu (Desa O'o Barat) dan SDN 26 Dompu (O'o Timur), SDN 28 Dompu (Katua-Lagara) tetap menjadikan SMPN 2 Dompu sebagai pilihan sebagaimana tahun-tahun sebelumnya.

"Tahun lalu rata-rata mereka memilih bersekolah di sini," harapnya.

Diakhir disampaikannya, kami berkomitmen dalam pelaksanaan penerimaan murid baru yang transparan, akuntabel, dan berkeadilan.

"Ayo daftarkan segera putra-putrinya ke SMPN 2 Dompu sekolah aman, nyaman, unggul, berprestasi, berkarakter, berbudaya, dan sekolah berkualitas untuk semua," tutupnya.

Redaksi |

Minggu, 21 Juni 2026

SDN Rada Bergejolak, Guru Semprot Kebijakan Kepsek dan Persoalkan Bendahara BOS

SDN Rada Bolo, (Ist/Surya)

Bima, Media Dinamika Global - 20 Juni 2026 — Polemik internal di SDN Rada kembali memanas. Puluhan guru dikabarkan mengancam mogok mengajar setelah muncul ketidakpuasan terhadap sejumlah kebijakan di lingkungan sekolah, mulai dari pembagian tugas mengajar hingga pengelolaan administrasi sekolah.

Persoalan ini mencuat dalam rapat internal sekolah yang digelar pada Sabtu (20/6/2026). Dalam forum tersebut, para guru menyoroti adanya dugaan diskriminasi dalam pembagian tugas mengajar. Mereka menilai pembagian tugas tidak berjalan adil dan menimbulkan ketegangan di kalangan pendidik.

Sejumlah guru juga menyampaikan bahwa surat tugas yang dikeluarkan oleh BKD dan ditandatangani Sekda justru tidak diakui secara penuh oleh kepala sekolah, bahkan dianggap “tidak kuat” dan disebut sebagai “titipan”. Hal ini memicu kekecewaan di kalangan guru.

“Seharusnya surat tugas resmi dari BKD menjadi dasar pembagian tugas, bukan dipersoalkan,” ujar salah seorang guru yang enggan disebutkan namanya.

Selain itu, para guru juga menyoroti pengangkatan Bendahara Dana BOS yang dinilai tidak melalui mekanisme rapat dan kesepakatan bersama dengan dewan guru. Kondisi ini dianggap tidak transparan dan merugikan kebersamaan di lingkungan sekolah.

Sementara itu, Plt Kepala Sekolah SDN Rada, Eni Dahlia, S.Pd, yang dihubungi media ini memberikan klarifikasi terkait berbagai persoalan yang berkembang, namun meminta agar tidak dipublikasikan dalam pemberitaan media.

Tidak hanya itu, sejumlah guru juga meminta kepada Dinas Pendidikan, Kebudayaan, Pemuda, dan Olahraga (Dikbudpora) serta Bupati Bima agar segera mengevaluasi dan mempertimbangkan penetapan kepala sekolah definitif di SDN Rada. Mereka menilai kepemimpinan saat ini belum memberikan dampak positif dalam membangun sekolah.

Selain itu, para guru menyoroti kondisi fasilitas sekolah, khususnya area pintu gerbang masuk yang dinilai kurang diperhatikan. Mereka menyebut adanya besi-besi yang berceceran di sekitar pintu masuk yang dikhawatirkan membahayakan keselamatan siswa.

Para guru berharap pemerintah daerah segera turun tangan agar persoalan ini dapat diselesaikan dan kegiatan belajar mengajar kembali berjalan normal serta kondusif.

Hingga berita ini diturunkan, situasi di SDN Rada masih menjadi perhatian berbagai pihak.

Pewarta: Syuryadin

Sabtu, 13 Juni 2026

Sekolah Vokasi Pakuan Jadi Pusat Pengabdian: Workshop Pemrograman Robot Obstacle Avoidance dari D4 Kecerdasan Buatan dan Robotika

 

Foto bersama Dosen dan Peserta Workshop


Bogor, MDG — Sebanyak 20 siswa dari sejumlah Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) mitra mengikuti Workshop Perakitan dan Pemrograman Mobile Robotik yang diselenggarakan oleh Program Studi D4 Kecerdasan Buatan dan Robotika (KBR), Sabtu (13/6/2026). Bertempat di Laboratorium Hardware dan Software Sekolah Vokasi, kegiatan ini bertujuan menjembatani kesenjangan teknologi otomasi di institusi pendidikan menengah sekaligus menjadi bukti optimalisasi sarana prasarana kampus untuk kepentingan publik.

Ketua Program Studi D4 Kecerdasan Buatan dan Robotik, Fikri Adzikri, ST., MT., yang juga bertindak sebagai penanggung jawab kegiatan, menegaskan bahwa workshop ini merupakan wujud nyata hilirisasi kepakaran dosen di era disrupsi industri.

"Kami melihat banyak sekolah menengah memiliki antusiasme tinggi tetapi terbatas akses terhadap perangkat robotika mutakhir. Melalui skema shared facilities, kami membuka laboratorium dan perangkat mikrokontroler, sensor, dan komponen elektronika lainnya untuk digunakan langsung oleh para siswa. Ini adalah kontribusi nyata Tridharma Perguruan Tinggi sekaligus pemenuhan standar mutu akreditasi prodi," ujar Fikri saat membuka acara.

Penyampaian Materi Workshop oleh Instruktur

Kegiatan yang berlangsung dari pukul 08.30 hingga 14.00 WIB ini menghadirkan instruktur ahli, Mu'amar Fadlil, ST., MT., CEH. Para peserta tidak hanya diberikan teori, tetapi langsung merakit robot beroda tiga (obstacle avoidance) dari awal. Mereka mempelajari prinsip kerja sensor ultrasonik yang meniru sistem ekolokasi kelelawar, yaitu mendeteksi rintangan berdasarkan waktu tempuh pantulan gelombang suara (time-of-flight).

"Robot yang kalian buat hari ini adalah miniatur dari Autonomous Mobile Robot (AMR) yang digunakan di industri manufaktur dan logistik. Prinsipnya sama: sense (mendeteksi), think (memproses di ESP32), lalu act (bergerak menghindar). Ini fondasi teknologi otonom yang kelak akan kalian temui di dunia kerja," jelas Mu'amar di hadapan peserta.

Praktik Merakit Mobile Robot "Obstacle Avoidance"

Salah satu siswa mengungkapkan kegembiraannya karena untuk pertama kalinya dapat memprogram logika navigasi robot secara langsung. Dalam sesi inti, peserta diajarkan mengunggah kode program ke mikrokontroler ESP32, mengatur sinyal PWM untuk kecepatan motor, serta menulis logika if-else untuk mengambil keputusan belok saat jarak dengan rintangan kurang dari 30 sentimeter.

Kegiatan ini juga menjadi momen penting bagi internal program studi. Selain melaksanakan program kerja pengabdian masyarakat, workshop ini menghasilkan bukti empiris pemanfaatan fasilitas laboratorium robotika terapan. Hal tersebut merupakan indikator kinerja krusial dalam instrumen akreditasi program studi vokasi, khususnya terkait keterlibatan Dosen Tetap Perguruan Tinggi (DTPR) dan optimalisasi sarana prasarana PkM.

Penyerahan Sertifikat oleh Ketua Prodi D4 KBR kepada Instruktur

Pelaksanaan workshop yang didukung penuh oleh tim dosen dan mahasiswa, termasuk Ariel Alfaro, S.Kom., MSI. sebagai koordinator acara dan Adi Susila Putera, S.Kom., M.Kom. selaku koordinator perlengkapan, berjalan interaktif. Setelah sesi perakitan dan pemrograman, robot-robot buatan para siswa diuji coba di lintasan sederhana untuk menguji ketepatan logika penghindaran rintangan.

Simbolis Penyerahan Sertifikat oleh PIC Laboratorium Prodi D4 KBR kepada Peserta

Melalui kegiatan ini, Prodi D4 Kecerdasan Buatan dan Robotik berharap dapat terus mencetak generasi muda yang siap bersaing di era otomasi, sekaligus membuktikan bahwa perguruan tinggi vokasi hadir sebagai solusi bagi tantangan teknologi di masyarakat. (Red)