Media Dinamika Global: Pendidikan
Tampilkan postingan dengan label Pendidikan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pendidikan. Tampilkan semua postingan

Senin, 03 Agustus 2026

Pasang Papan Edukasi, Mahasiswa KKN UMMat Kelompok 55 Tinggalkan Warisan Kepedulian di Desa Baru

Mahasiswa KKN UMMat Kelompok 55 Desa Baru, (Ist/Surya)

SUMBAWA, Media Dinamika Global - Jejak pengabdian tak selalu berbentuk bangunan megah atau program bernilai besar. Terkadang, sebuah papan sederhana yang berdiri di sudut kampung mampu menjadi pengingat bahwa pernah ada sekelompok anak muda yang datang membawa harapan, ilmu, dan kepedulian.

Semangat itulah yang diwujudkan Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMat) Kelompok 55 melalui pemasangan papan edukasi pemilahan sampah organik dan anorganik di setiap dusun di Desa Baru, Kecamatan Alas, Kabupaten Sumbawa.

Program tersebut merupakan salah satu agenda utama mahasiswa KKN dalam mengedukasi masyarakat tentang pentingnya pengelolaan sampah sejak dari rumah. Sebanyak empat papan edukasi dipasang di empat dusun sebagai media informasi sekaligus pengingat bagi warga agar membiasakan diri memilah sampah sesuai jenisnya.

Ketua KKN UMMat Kelompok 55 Desa Baru, Nova Pauzan Amri, mengatakan bahwa papan edukasi tersebut bukan sekadar pelengkap fasilitas desa, melainkan sarana pembelajaran yang diharapkan mampu mengubah kebiasaan masyarakat menuju lingkungan yang lebih bersih dan sehat.

"Kami memasang empat papan edukasi, masing-masing satu di setiap dusun. Harapan kami sederhana, semoga masyarakat semakin memahami pentingnya memilah sampah organik dan anorganik sebelum dibuang," ujarnya.

Nova menjelaskan, sampah organik merupakan limbah yang mudah terurai secara alami, seperti sisa makanan, kulit buah, sayuran, daun kering, rumput, ranting, hingga kotoran hewan. Sementara itu, sampah anorganik berasal dari bahan buatan yang sulit terurai, seperti plastik, botol kaca, kaleng, besi, styrofoam, dan berbagai jenis kemasan lainnya.

Menurutnya, kebiasaan memilah sampah adalah langkah kecil yang dapat memberikan dampak besar bagi kebersihan lingkungan serta mengurangi pencemaran di masa depan.

"Papan edukasi ini kami hadirkan agar masyarakat memiliki panduan sederhana dalam membedakan sampah organik dan anorganik. Kami berharap kesadaran menjaga lingkungan dapat tumbuh menjadi budaya yang diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya," tuturnya.

Ia juga berharap masyarakat dapat menjaga papan edukasi tersebut agar tetap berdiri kokoh dan terus memberikan manfaat meski masa pengabdian mahasiswa KKN telah berakhir.

"Ketika nanti kami kembali ke kampus dan tak lagi berada di Desa Baru, semoga papan ini tetap berdiri. Bukan karena papan itu istimewa, tetapi karena ia menjadi saksi bahwa kami pernah hadir, belajar bersama masyarakat, dan mengabdi dengan sepenuh hati," ucap Nova.

Bagi Mahasiswa KKN UMMat Kelompok 55, pengabdian bukan hanya tentang menyelesaikan program kerja, melainkan meninggalkan nilai yang dapat terus hidup di tengah masyarakat. Sebab, ilmu yang dibagikan akan terus bertumbuh ketika diterapkan, dan kepedulian akan tetap dikenang ketika menghadirkan manfaat.

Di kemudian hari, mungkin nama-nama mahasiswa KKN itu akan terlupakan. Namun setiap kali mata warga memandang papan edukasi tersebut, akan selalu ada pesan sederhana yang terus berbicara tanpa suara.

Menjaga lingkungan adalah tanggung jawab bersama, dan perubahan besar selalu berawal dari langkah kecil. Itulah warisan paling berharga yang ingin ditinggalkan oleh Mahasiswa KKN UMMat Kelompok 55 untuk Desa Baru-bukan sekadar papan informasi, melainkan semangat kepedulian yang diharapkan terus tumbuh, bahkan setelah mereka pulang.

Redaksi |

Sabtu, 01 Agustus 2026

Mahasiswa KKN UMMat Kelompok 03 Dorong Daya Saing Madu Desa Piong Melalui Rebranding Produk dan Pembentukan Koperasi


BIMA, Media Dinamika Global - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT) Kelompok 03 menggelar sosialisasi bertajuk "Rebranding Identitas Produk Madu" di Aula Kantor Desa Piong, Kabupaten Bima. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui penguatan identitas, legalitas, dan kelembagaan usaha madu lokal.

Sosialisasi diikuti oleh para petani madu, Pemerintah Desa Piong, serta masyarakat setempat. Program ini merupakan salah satu agenda kerja KKN UMMAT yang berfokus pada pengembangan usaha mikro berbasis potensi desa agar mampu meningkatkan nilai tambah produk unggulan daerah.

Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa memberikan edukasi mengenai pentingnya membangun identitas produk melalui penentuan merek (branding), desain kemasan yang menarik, pembuatan label produk, hingga strategi pemasaran yang efektif. Langkah tersebut dinilai penting agar madu khas Desa Piong memiliki daya saing yang lebih kuat dan mampu menjangkau pasar yang lebih luas.

Mahasiswa KKN menjelaskan bahwa rebranding bukan hanya sebatas mengubah tampilan kemasan, tetapi merupakan strategi membangun citra produk yang profesional, meningkatkan kepercayaan konsumen, serta memperkuat posisi produk lokal di tengah persaingan pasar yang semakin kompetitif.

Tidak hanya memberikan materi, mahasiswa juga melakukan pendampingan langsung kepada para petani madu dalam mendesain ulang logo dan kemasan produk. Pendampingan ini diharapkan mampu meningkatkan nilai jual madu Desa Piong sekaligus memperkuat identitasnya sebagai salah satu produk unggulan Kabupaten Bima.

Selain aspek pemasaran, mahasiswa turut membantu proses pengurusan Nomor Induk Berusaha (NIB) sebagai langkah awal legalisasi usaha. Kepemilikan NIB menjadi fondasi penting dalam proses pengajuan sertifikasi halal dan perizinan dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), sehingga produk madu memiliki legalitas yang lebih lengkap dan peluang pemasaran yang semakin luas.

Sebagai bentuk penguatan kelembagaan ekonomi masyarakat, Mahasiswa KKN UMMAT juga memfasilitasi pembentukan Koperasi Madu Piong Lereng Tambora. Koperasi tersebut diharapkan menjadi wadah bagi para petani dalam mengelola produksi, pengemasan, pemasaran, hingga pengembangan usaha secara lebih profesional, efektif, dan berkelanjutan.

Melalui koperasi, para petani diharapkan mampu memperkuat kerja sama, meningkatkan efisiensi usaha, memperluas jaringan pemasaran, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat Desa Piong.

Kegiatan berlangsung interaktif dengan sesi diskusi dan tanya jawab. Para petani madu tampak antusias menyampaikan berbagai pengalaman serta kendala yang dihadapi dalam proses produksi maupun pemasaran. Diskusi tersebut menjadi ruang kolaborasi antara mahasiswa dan masyarakat untuk merumuskan strategi pengembangan madu Desa Piong agar semakin dikenal oleh masyarakat luas.

Mahasiswa KKN UMMAT berharap program ini mampu mendorong para petani untuk terus meningkatkan kualitas produk, memperkuat legalitas usaha, serta membangun kelembagaan ekonomi yang mandiri. Dengan identitas produk yang kuat dan tata kelola usaha yang baik, madu khas Desa Piong diharapkan mampu bersaing di pasar regional hingga nasional serta memberikan dampak nyata bagi peningkatan perekonomian masyarakat.

Kegiatan ditutup dengan foto bersama antara Mahasiswa KKN UMMAT Kelompok 03, Pemerintah Desa Piong, dan para petani madu sebagai simbol komitmen bersama dalam mengembangkan potensi unggulan Desa Piong melalui produk madu yang berkualitas, berdaya saing, dan memiliki legalitas yang memadai.

Redaksi |

Camat Alas Hadiri Pembukaan Turnamen Lomba Olahraga Tradisional, Diselenggarakan Mahasiswa KKN UMMat Desa Kalimango

Foto bersama, (Ist/Surya)

SUMBAWA, Media Dinamika Global - Camat Alas, Dr. Usman, S.E., M.E., menghadiri pembukaan Turnamen Lomba Olahraga Tradisional yang diselenggarakan oleh Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT) Kelompok 01, berempat di Lapangan Sport Center Desa Kalimango, Kecamatan Alas, Kabupaten Sumbawa, Sabtu (1/8/2026).

Turnamen yang mengusung tema "Wujudkan Generasi Muda yang Kreatif, Kolaboratif, dan Berkarakter" tersebut merupakan salah satu program kerja mahasiswa KKN UMMAT dalam rangka menyemarakkan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia sekaligus melestarikan olahraga dan permainan tradisional di tengah masyarakat.

Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Desa Kalimango Hery Darfan, S.P., Camat Alas Dr. Usman, S.E., M.E., Anggota DPRD Kabupaten Sumbawa Fraksi PKB Dapil V Sri Wahyuni, perangkat desa, BPD, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, mahasiswa KKN UMMAT, serta ratusan warga yang memadati lokasi kegiatan.

Dalam wawancara di sela-sela pertandingan, Camat Alas mengapresiasi dedikasi mahasiswa KKN UMMAT, khususnya Kelompok 01 Desa Kalimango dan Kelompok 55 Desa Baru, yang dinilainya telah menunjukkan kontribusi nyata melalui berbagai program kerja yang hampir seluruhnya berhasil direalisasikan.

"Alhamdulillah, adik-adik mahasiswa KKN dari UMMAT telah menunjukkan kontribusi yang sangat positif. Hampir seluruh program kerja mereka telah terlaksana dengan baik. Momentum HUT RI ini mereka aktif menjadi penyelenggara berbagai kegiatan, mulai dari lomba seni hingga permainan rakyat dan olahraga tradisional," ujar Dr. Usman.

Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya menghadirkan hiburan bagi masyarakat, tetapi juga menjadi sarana edukasi bagi generasi muda agar lebih mengenal dan mencintai permainan tradisional sebagai bagian dari warisan budaya bangsa.

"Kegiatan seperti ini memberikan edukasi kepada anak-anak bahwa Indonesia memiliki kekayaan budaya melalui berbagai permainan tradisional. Selain itu, kegiatan ini juga menghidupkan pusat-pusat keramaian yang berdampak positif terhadap perputaran ekonomi masyarakat, khususnya pelaku UMKM," jelasnya.

Atas nama Pemerintah Kecamatan Alas, Dr. Usman turut menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Desa Kalimango, Pemerintah Desa Baru, serta seluruh pemerintah desa di Kecamatan Alas yang turut menyemarakkan peringatan HUT Kemerdekaan RI melalui berbagai kegiatan masyarakat.

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada Anggota DPRD Kabupaten Sumbawa Dapil V, Sri Wahyuni, yang memberikan dukungan penuh dan menjadi sponsor terhadap terselenggaranya kegiatan tersebut.

"Terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung sehingga kegiatan ini dapat berjalan dengan baik," katanya.

Dr. Usman menjelaskan, rangkaian kegiatan yang dilaksanakan meliputi lomba sendok kelereng, balap karung, pukul periuk, latihan drum band, hingga persiapan Pasukan Pengibar Bendera (Paskibraka) menjelang upacara HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia pada 17 Agustus 2026.

Ia menambahkan, Lapangan Sport Center Desa Kalimango selalu menjadi tuan rumah, dipercaya menjadi lokasi pelaksanaan upacara peringatan HUT RI 2026.

Selain itu, Pemerintah Kecamatan Alas juga telah menyiapkan sejumlah agenda dalam rangka memeriahkan HUT RI, di antaranya gerak jalan yang akan dilaksanakan pada 10–12 Agustus 2026, karnaval pada 17 Agustus, serta berbagai perlombaan olahraga dan pentas seni yang melibatkan seluruh desa di Kecamatan Alas.

"Melalui kegiatan ini, camat berharap semangat gotong royong, persatuan, serta kecintaan terhadap budaya lokal ini terus tumbuh di kalangan generasi muda sebagai bagian dari upaya memperkuat nilai-nilai kebangsaan," pungkasnya.

Redaksi |

Rabu, 29 Juli 2026

Mahasiswa KKN UMMAT Kelompok 14 Desa Nusa Jaya Gelar Pelatihan Pembuatan Emping dari Biji Asam

Mahasiswa KKN UMMat Kelompok 14 saat melaksanakan
pelatihan pembuatan emping dari biji asam, (Ist/Surya)

Dompu, Media Dinamika Global - Komitmen mahasiswa dalam memberikan manfaat langsung kepada masyarakat kembali ditunjukkan oleh Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMat) Kelompok 14 melalui kegiatan sosialisasi dan pelatihan pembuatan emping dari biji asam yang dilaksanakan di Aula Kantor Desa Nusa Jaya, Kecamatan Manggelewa, Kabupaten Dompu, pada Senin (29/7/2026).

Kegiatan ini merupakan program KKN dan bentuk pengabdian nyata mahasiswa kepada masyarakat dengan memanfaatkan potensi sumber daya lokal yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal. Melalui pelatihan tersebut, mahasiswa berupaya memberikan solusi inovatif dalam mengolah biji asam yang umumnya dianggap sebagai limbah menjadi produk pangan bernilai ekonomi.

Sejak kegiatan dimulai, masyarakat Desa Nusa Jaya tampak antusias mengikuti setiap rangkaian pelatihan. Para peserta tidak hanya memperoleh pengetahuan mengenai kandungan gizi biji asam, tetapi juga mendapatkan keterampilan praktis dalam proses pengolahan hingga menjadi emping yang siap dikonsumsi maupun dipasarkan.

Ketua Kelompok KKN UMMAT 14 menyampaikan bahwa program ini dirancang untuk mendorong pemberdayaan masyarakat melalui pemanfaatan bahan baku lokal yang mudah diperoleh. Menurutnya, pengolahan biji asam menjadi emping dapat menjadi peluang usaha baru bagi masyarakat sekaligus mengurangi limbah yang selama ini belum memiliki nilai guna.

Sementara itu, pemateri pelatihan, Widia, menjelaskan bahwa biji asam memiliki kandungan karbohidrat, protein, serat, mineral, serta berbagai senyawa bioaktif yang berpotensi dikembangkan menjadi produk pangan inovatif. Dengan metode pengolahan yang sederhana dan dapat diterapkan di tingkat rumah tangga maupun usaha mikro, emping biji asam memiliki peluang untuk menjadi produk unggulan desa.

Dalam sesi praktik, peserta diajarkan secara langsung tahapan pembuatan emping, mulai dari perebusan biji asam, pengupasan kulit, penumbukan, pencetakan, penjemuran, hingga penggorengan. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa emping biji asam memiliki tekstur renyah, cita rasa gurih dengan sentuhan asam yang khas, serta tampilan yang menarik.

Kehadiran program ini mendapat sambutan positif dari masyarakat. Banyak peserta mengaku baru mengetahui bahwa biji asam yang selama ini dibuang ternyata dapat diolah menjadi produk makanan ringan yang memiliki nilai jual. Mereka menilai pelatihan tersebut tidak hanya menambah wawasan, tetapi juga membuka peluang usaha yang dapat meningkatkan pendapatan keluarga.

Kepala Desa Nusa Jaya memberikan apresiasi kepada Mahasiswa KKN UMMAT Kelompok 14 yang telah menghadirkan inovasi sederhana namun bermanfaat bagi masyarakat. Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilakukan dan dikembangkan sehingga mampu melahirkan produk-produk unggulan berbasis potensi lokal desa.

Melalui program ini, Mahasiswa KKN UMMAT Kelompok 14 berharap masyarakat dapat terus mengembangkan keterampilan yang telah diperoleh. Selain itu, dukungan dari pemerintah desa dan berbagai pihak terkait diharapkan dapat memperkuat aspek pengemasan, pemasaran, dan pengembangan usaha sehingga emping biji asam mampu bersaing di pasar yang lebih luas.

Pelatihan pembuatan emping dari biji asam ini menjadi bukti bahwa kehadiran mahasiswa di tengah masyarakat tidak hanya sebatas menjalankan program akademik, tetapi juga menghadirkan solusi nyata yang mampu mendorong kemandirian ekonomi, kreativitas, serta pemanfaatan potensi lokal secara berkelanjutan.

Redaksi |

Kamis, 23 Juli 2026

Mahasiswa KKN UMMat Kelompok 03 Gelar Sosialisasi Kesadaran Hukum dan Kesehatan di SMPN 2 Sanggar dan Kantor Desa Piong

Foto bersama usia kegiatan, (Ist/Surya)

Piong, Bima, Media Dinamika Global - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMat) Kelompok 03 Angkatan ke- 40 menggelar sosialisasi bertajuk “Kesadaran Hukum dan Kesehatan: Membangun Generasi Taat Hukum, Cerdas, dan Sehat melalui Pencegahan Pernikahan Dini, Penyalahgunaan Narkoba, dan Edukasi Swamedikasi” di SMP Negeri 2 Sanggar dan Kantor Desa Piong, Kecamatan Sanggar, Kabupaten Bima.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program pengabdian kepada masyarakat yang bertujuan meningkatkan pemahaman serta kesadaran hukum dan kesehatan, khususnya terkait pencegahan pernikahan dini, bahaya penyalahgunaan narkoba, dan pentingnya swamedikasi yang benar.

Sosialisasi pertama dilaksanakan di SMP Negeri 2 Sanggar dan diikuti oleh kepala sekolah, dewan guru, serta siswa-siswi. Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa KKN memberikan pemahaman mengenai dampak pernikahan dini terhadap kesehatan reproduksi, pendidikan, kondisi psikologis, hingga masa depan remaja. Selain itu, para siswa juga mendapat edukasi mengenai bahaya penyalahgunaan narkoba dari sisi kesehatan maupun hukum, serta pentingnya penggunaan obat secara mandiri sesuai aturan dan anjuran tenaga kesehatan.

Kegiatan berlangsung interaktif melalui pemaparan materi, diskusi, dan sesi tanya jawab. Antusiasme peserta terlihat dari banyaknya pertanyaan yang diajukan terkait pernikahan dini, narkoba, dan penggunaan obat yang tepat.

Selanjutnya, sosialisasi digelar di Kantor Desa Piong dengan melibatkan pemerintah desa, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda, kader desa, serta masyarakat setempat. Kegiatan ini menghadirkan narasumber dari berbagai instansi sebagai bentuk kolaborasi dalam memberikan edukasi kepada masyarakat.

Bhabinkamtibmas Desa Piong dalam kesempatan tersebut menyampaikan materi mengenai bahaya penyalahgunaan narkoba, termasuk dampaknya terhadap kesehatan, keluarga, dan lingkungan sosial, serta konsekuensi hukum bagi pelaku penyalahgunaan maupun peredaran narkoba.

Sementara itu, Pihak Puskesmas Sanggar memaparkan materi tentang pencegahan pernikahan dini yang mencakup aspek kesehatan reproduksi, kesiapan mental, pendidikan, serta kondisi sosial ekonomi keluarga. Kemi juga berkolaborasi dengan mahasiswa KKN dalam memberikan edukasi mengenai swamedikasi yang aman dan rasional, mulai dari pentingnya membaca aturan pakai, memperhatikan dosis, mengenali jenis obat bebas, hingga memahami kapan harus berkonsultasi dengan tenaga kesehatan.

Seluruh rangkaian kegiatan mendapat sambutan positif dari peserta. Antusiasme masyarakat terlihat dari aktifnya diskusi dan pertanyaan yang diajukan kepada para narasumber. Kegiatan kemudian ditutup dengan penyerahan piagam penghargaan kepada para narasumber sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi mereka dalam menyukseskan kegiatan tersebut.

Ketua KKN UMMat Kelompok 03, Aditia Ramdani, mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk nyata kontribusi mahasiswa dalam memberikan edukasi kepada masyarakat terkait berbagai persoalan yang dihadapi generasi muda saat ini.

“Melalui kegiatan sosialisasi ini, kami berharap masyarakat, khususnya para pelajar dan remaja, dapat memahami dampak negatif pernikahan dini, menjauhi penyalahgunaan narkoba, serta lebih bijak dalam melakukan swamedikasi. Kami juga berharap kegiatan ini dapat meningkatkan kesadaran hukum dan kesehatan masyarakat serta memperkuat sinergi antara mahasiswa, pemerintah desa, pihak sekolah, tenaga kesehatan, aparat kepolisian, dan seluruh elemen masyarakat,” ujarnya.

Redaksi |

Rabu, 22 Juli 2026

Mahasiswa KKN UMMat Kelompok 55 Laksanakan Program Kerja Kreativitas Anak Usia Dini di TK Super Semar

Mahasiswa KKN UMMat Kelompok 55 saat melaksanakan Proker, (Ist/Surya)

SUMBAWA, Media Dinamika Global – Semangat keceriaan dan kreativitas memenuhi ruang belajar TK Super Semar, Desa Baru, Kecamatan Alas, Kabupaten Sumbawa, saat Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMat) Kelompok 55 Desa Baru melaksanakan program kerja Kreasi Kreativitas Anak Usia Dini, Rabu (22/7/2026).

Kegiatan yang diikuti puluhan anak usia dini tersebut menjadi wujud nyata kepedulian mahasiswa terhadap pentingnya pendidikan anak sebagai pondasi awal dalam membentuk generasi yang cerdas, kreatif, dan berkarakter. Melalui aktivitas menggambar dan mewarnai, anak-anak diajak untuk belajar sambil bermain dalam suasana yang menyenangkan.

Terlihat para siswa TK Super Semar begitu antusias mengikuti setiap rangkaian kegiatan. Dengan penuh semangat, mereka menuangkan imajinasi dan kreativitasnya melalui berbagai gambar yang telah disiapkan. Mahasiswa KKN turut mendampingi dan memberikan arahan sehingga anak-anak dapat mengekspresikan ide serta kemampuan mereka dengan bebas.

Sejumlah anggota KKN UMMat Kelompok 55 Desa Baru diwakili Tiara, mengatakan bahwa program ini bertujuan untuk mengembangkan kreativitas anak sejak usia dini sekaligus melatih keberanian mereka dalam berkarya dan berekspresi.

"Masa kanak-kanak merupakan periode emas yang sangat menentukan perkembangan anak di masa depan. Melalui kegiatan mewarnai dan menggambar ini, kami ingin membantu menumbuhkan kreativitas, imajinasi, serta rasa percaya diri mereka sejak dini," ujar Tiara.

Menurut Tiara, pendidikan anak usia dini tidak hanya berfokus pada kemampuan akademik, tetapi juga pada pengembangan karakter, keterampilan sosial, dan kreativitas yang menjadi bekal penting dalam kehidupan mereka kelak.

Suasana hangat dan penuh kebersamaan tampak selama kegiatan berlangsung. Tawa ceria anak-anak berpadu dengan semangat para mahasiswa yang dengan sabar mendampingi setiap peserta.

"Momen ini menjadi pengalaman berharga, baik bagi anak-anak maupun kami sebagai mahasiswa KKN yang sedang menjalankan pengabdian kepada masyarakat," tutur perempuan asal Pekat kabupaten Dompu ini.

Pihak TK Super Semar menyambut baik program yang dilaksanakan mahasiswa KKN UMMat tersebut. Kehadiran mahasiswa dinilai mampu memberikan warna baru dalam proses pembelajaran sekaligus menambah motivasi belajar anak-anak melalui metode yang kreatif dan interaktif.

Program Kreativitas Anak Usia Dini ini menjadi salah satu bentuk kontribusi mahasiswa KKN UMMat Kelompok 55 dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan di Desa Baru. Melalui kegiatan sederhana namun penuh makna ini, diharapkan anak-anak semakin termotivasi untuk belajar, berani berkarya, serta tumbuh menjadi generasi yang kreatif, mandiri, dan siap menghadapi tantangan masa depan.

Selain memberikan manfaat bagi peserta didik, kegiatan tersebut juga menjadi sarana bagi mahasiswa untuk mengimplementasikan ilmu pengetahuan sekaligus memperkuat nilai-nilai pengabdian kepada masyarakat. Kolaborasi antara mahasiswa, guru, dan peserta didik diharapkan dapat terus terjalin demi mendukung tumbuh kembang anak-anak sebagai aset berharga bangsa.

Redaksi |

Sabtu, 18 Juli 2026

Dugaan Kecurangan SPMB di SMAN 1 Mataram, Wali Murid Pertanyakan Perubahan Status Kelulusan

SMAN 1 Mataram, (Geogle)

Mataram, Media Dinamika Global - Dugaan ketidakberesan dalam Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026 di SMAN 1 Mataram kembali mencuat. Seorang wali murid mengeluhkan perubahan status kelulusan anaknya yang semula dinyatakan diterima melalui jalur domisili, namun beberapa jam kemudian berubah menjadi tidak lulus.

Wali murid, enggan memberikan nama, sebut saja IF mengaku kecewa dengan proses penerimaan yang dinilainya tidak transparan. Menurutnya, perubahan status tersebut dijelaskan oleh pihak sekolah sebagai akibat gangguan sistem.

“Anak saya awalnya dinyatakan lolos jalur domisili, tetapi beberapa jam kemudian statusnya berubah menjadi tidak diterima. Alasannya karena sistem error,” ujar kepada wartawan, Sabtu (18/7/2026).

Ia mengaku mempertanyakan penyebab perubahan tersebut. Berdasarkan informasi yang diperolehnya, ia menduga adanya siswa titipan dalam proses penerimaan peserta didik baru.

“Saya meminta pihak sekolah membuka data siswa yang dinyatakan lulus agar proses ini transparan dan tidak menimbulkan kecurigaan di masyarakat,” katanya.

Sementara itu, Kepala SMAN 1 Mataram belum dapat ditemui saat sejumlah awak media mendatangi sekolah. Melalui stafnya, disampaikan bahwa kepala sekolah sedang mengikuti rapat.

Keterangan kemudian diberikan oleh Ketua Panitia SPMB SMAN 1 Mataram, Lalu Abdul Hayi. Ia menegaskan seluruh proses penerimaan siswa baru dilaksanakan sesuai petunjuk teknis (juknis) yang berlaku.

“Kami melaksanakan seluruh tahapan sesuai juknis. Juknis itu menjadi dasar hukum kami dalam pelaksanaan SPMB,” ujarnya.

Saat ditanya terkait dugaan adanya siswa titipan, Abdul Hayi membantah adanya praktik tersebut di lingkungan sekolah. Namun, ia mengakui pihak sekolah menerima sejumlah nama siswa yang dikirim melalui dinas terkait.

“Kalau soal dugaan titipan, kami tidak ada menerima titipan. Tetapi memang ada nama-nama siswa yang dikirim oleh dinas dan kami layani. Informasinya juga diketahui oleh dinas,” katanya.

Terkait permintaan data siswa yang dinyatakan lulus, Abdul Hayi mengatakan pihak sekolah tidak berani memberikan daftar nama peserta yang lulus.

“Total siswa yang diterima sebanyak 512 orang. Namun untuk data nama-nama siswa yang lulus, kami tidak berani memberikan,” jelasnya.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Dikpora) Provinsi Nusa Tenggara Barat terkait pernyataan mengenai adanya nama-nama siswa yang dikirim kepada pihak sekolah maupun dugaan ketidakberesan dalam proses SPMB tersebut.

Redaksi |

Rabu, 15 Juli 2026

KKN UMMat Kelompok 55 Gelar Seminar Program Kerja, Ajak Warga Kampung Baru Bersinergi Bangun Desa

Mahasiswa KKN UMMat saat Gelar Seminar Program Kerja
di Kantor Desa, (Ist/Surya)

Sumbawa, Media Dinamika Global – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMat) Kelompok 55 menggelar Seminar Program Kerja di Kantor Desa Kampung Baru, Kecamatan Alas, Kabupaten Sumbawa, Selasa (15/7/2026). Kegiatan tersebut menjadi langkah awal membangun sinergi antara mahasiswa, pemerintah desa, dan masyarakat dalam mendukung pembangunan desa.

Seminar dihadiri oleh Kepala Desa Kampung Baru beserta jajaran pemerintah desa, Babinsa, Bhabinkamtibmas, Ketua PPK, tokoh pemuda, tokoh perempuan, serta tokoh masyarakat. Kehadiran berbagai unsur tersebut menunjukkan komitmen bersama dalam mendukung program pengabdian mahasiswa selama berada di desa.

Dalam kesempatan itu, mahasiswa KKN Kelompok 55 memaparkan sejumlah program kerja yang akan dilaksanakan selama masa pengabdian. Program-program tersebut disusun berdasarkan kebutuhan masyarakat dan difokuskan pada bidang pendidikan, sosial, lingkungan, kesehatan, serta pemberdayaan masyarakat.

Kepala Desa Kampung Baru, Syafruddin, S.Sos., menyambut baik kehadiran mahasiswa KKN UMMat dan berharap seluruh program yang telah dirancang dapat berjalan lancar serta memberikan dampak positif bagi masyarakat.

“Kami mengucapkan selamat datang kepada adik-adik mahasiswa KKN UMMat. Kehadiran mahasiswa KKN merupakan energi baru bagi desa yang kami cintai ini. Kami berharap masyarakat dapat memberikan dukungan dan berpartisipasi aktif dalam setiap kegiatan yang dilaksanakan sehingga manfaatnya dapat dirasakan bersama,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua KKN UMMat Kelompok 55, Nova Pauzan Amri, mengatakan bahwa seluruh program yang disusun merupakan bentuk komitmen mahasiswa untuk mengabdi sekaligus belajar langsung dari masyarakat.

“Kami hadir bukan hanya menjalankan program kampus, tetapi juga belajar dari masyarakat dan mengimplementasikan ilmu yang telah kami peroleh selama di bangku perkuliahan. Kami berharap dukungan dan partisipasi aktif masyarakat agar setiap kegiatan dapat berjalan dengan baik dan memberikan manfaat yang berkelanjutan,” ungkap Nova.

Ia menambahkan, keberhasilan program KKN tidak hanya ditentukan oleh mahasiswa, tetapi juga oleh keterlibatan masyarakat. Karena itu, KKN diharapkan menjadi wadah mempererat silaturahmi, menumbuhkan semangat gotong royong, serta meningkatkan kepedulian bersama demi kemajuan Desa Kampung Baru.

Anggota KKN UMMat Kelompok 55, Tiara, menjelaskan bahwa program kerja yang akan dijalankan terbagi dalam tiga kategori, yaitu program umum, program khusus, dan program pilihan.

Program umum meliputi gotong royong bersama masyarakat, edukasi pengelolaan sampah, membantu kegiatan posyandu, serta pemanfaatan lahan pekarangan melalui penanaman apotek hidup.

Adapun program khusus mencakup pendataan cabang dan ranting Muhammadiyah, pendataan alumni Universitas Muhammadiyah Mataram, pembagian brosur kepada calon mahasiswa baru, serta sosialisasi mengenai Universitas Muhammadiyah Mataram.

Sementara program pilihan meliputi kegiatan mengajar baca tulis Al-Qur’an, mengajar siswa sekolah dasar, pembuatan pojok literasi, serta penyelenggaraan berbagai perlombaan edukatif.

Seminar program kerja berlangsung dalam suasana hangat dan penuh antusiasme. Berbagai masukan dan saran dari peserta menjadi bahan evaluasi bagi mahasiswa untuk menyempurnakan pelaksanaan program selama berada di Desa Kampung Baru.

Melalui kolaborasi antara mahasiswa, pemerintah desa, dan masyarakat, seluruh program KKN UMMat Kelompok 55 diharapkan dapat berjalan sukses serta memberikan manfaat nyata bagi kemajuan Desa Kampung Baru.

Pembangunan desa tidak hanya lahir dari gagasan besar, tetapi juga dari semangat kebersamaan, kepedulian, dan langkah-langkah sederhana yang dilakukan secara bersama-sama demi masa depan desa yang lebih baik.

Redaksi |

Kamis, 09 Juli 2026

Mahasiswa KKN UMMat Kelompok 55 Hadir Menyentuh Hati Masyarakat Desa Kampung Baru Melalui Edukasi dan Pengabdian

Mahasiswa KKN UMMat Kelompok 55 saat edukasi ke Warga, (Ist/Surya)

Sumbawa, Media Dinamika Global – Kehadiran Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMat) Kelompok 55 di Desa Kampung Baru, Kecamatan Alas, Kabupaten Sumbawa, tidak hanya membawa program kerja, tetapi juga menghadirkan semangat kebersamaan, kepedulian, dan pengabdian yang menyentuh hati masyarakat.

Melalui kegiatan silaturahmi dari rumah ke rumah, diskusi bersama warga, hingga edukasi di lingkungan dusun, para mahasiswa berupaya membangun kedekatan dengan masyarakat sekaligus mendengarkan berbagai aspirasi yang berkembang di tengah kehidupan warga. Suasana akrab terlihat saat mahasiswa duduk bersama masyarakat di lorong-lorong kampung, berdialog, berbagi pengalaman, dan mencari solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi warga.

Ketua KKN UMMat Kelompok 55, Nova Pauzan Amri, mengatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya mempererat hubungan antara mahasiswa dan masyarakat selama masa pengabdian di Desa Kampung Baru.

"Kami ingin hadir bukan hanya sebagai mahasiswa yang menjalankan program KKN, tetapi juga sebagai sahabat masyarakat. Kami datang untuk belajar, mendengar, berbagi ilmu, dan bersama-sama membangun semangat kemajuan desa," ujar Nova Pauzan Amri. Kamis, (9/7/26). 

Dalam setiap pertemuan, mahasiswa memberikan edukasi kepada warga terkait kesehatan, pendidikan, lingkungan, ekonomi kreatif, serta pemanfaatan teknologi informasi. Selain itu, mereka juga membagikan informasi mengenai penerimaan mahasiswa baru Program Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Mataram sebagai bentuk motivasi bagi masyarakat untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan.

Kegiatan yang berlangsung di beberapa titik lingkungan desa tersebut mendapat sambutan hangat dari masyarakat. Warga terlihat antusias mengikuti diskusi, menyampaikan pendapat, serta berbagi pengalaman yang menjadi bahan pembelajaran berharga bagi mahasiswa.

Bagi mahasiswa KKN, pengabdian bukan sekadar menjalankan kewajiban akademik. Lebih dari itu, KKN menjadi ruang untuk mengimplementasikan ilmu pengetahuan sekaligus menumbuhkan rasa empati dan kepedulian sosial terhadap masyarakat.

"Kami berharap kehadiran kami dapat memberikan manfaat, walaupun sederhana. Yang paling penting adalah terjalinnya hubungan baik dan tumbuhnya semangat bersama untuk membangun Desa Kampung Baru yang lebih maju," tambah Nova sapaan akrabnya.

Sementara itu, Sekretaris Desa Kampung Baru menyampaikan apresiasi atas dedikasi mahasiswa KKN UMMat yang telah aktif berinteraksi dan memberikan edukasi kepada masyarakat.

"Kami sangat berterima kasih atas kehadiran mahasiswa KKN di desa ini. Mereka tidak hanya menjalankan program kerja, tetapi juga membaur dengan masyarakat, mendengar keluhan warga, dan memberikan wawasan yang bermanfaat. Pemerintah desa siap mendukung seluruh kegiatan yang dilaksanakan selama masa KKN," ungkapnya.

Melalui semangat pengabdian yang tulus, Mahasiswa KKN UMMat Kelompok 55 membuktikan bahwa pendidikan tidak hanya tumbuh di ruang kuliah, tetapi juga hadir di tengah masyarakat melalui aksi nyata yang membawa manfaat, memperkuat persaudaraan, dan menumbuhkan harapan bagi kemajuan Desa Kampung Baru, Kecamatan Alas, Kabupaten Sumbawa.

Redaksi |