Media Dinamika Global: Pendidikan
Tampilkan postingan dengan label Pendidikan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pendidikan. Tampilkan semua postingan

Kamis, 01 Oktober 2026

Kepala SLB Al-Ghifari Harap Perhatian Pemerintah Bangun Ruang Kelas Baru, Lahan Masih Luas dan Memungkinkan


Kota Bima. Media Dinamika Global.id. Sekolah Luar Biasa (SLB) Al-Ghifari Kel Kumbe Kecamatan Rasanae' Timur Kota Bima di bawah Kepemimpinan Sanusi, S.Pd masih membutuhkan Ruang Belajar (Rombel).

Melalui Media ini disampaikan sebuah harapan besar akan adanya perhatian serius dari Pemerintah Provinsi NTB dalam hal ini Kepala Kantor Cabang (KCD) Dikbudpora Propinsi maupun Pemerintah Pusat untuk membantu pembangunan ruang kelas baru di SLB yang ia pimpinnya.

Hal itu disampaikan Sanusi saat ditemui di sela-sela kegiatannya. Kamis, (28/09/26).

Menurut Sanusi, saat ini jumlah siswa berkebutuhan khusus yang bersekolah di SLB Al-Ghifari Alhamdulillah mengalami peningkatan. Sementara jumlah ruang kelas yang ada masih sangat terbatas dan belum ideal untuk proses belajar mengajar yang nyaman bagi Anak Berkebutuhan Khusus (ABK).

"Kami sangat berharap ada perhatian dari pemerintah untuk memberikan bangunan tambahan kelas. Karena terus terang, siswa kami ada dan mereka membutuhkan ruang belajar agar mereka mendapatkan ilmu ditempat yang aman dan nyaman, sementara ruangan kami masih kurang," ujar Sanusi.

Lanjutnya, Ia juga menjelaskan, kondisi lahan sekolah saat ini masih sangat memungkinkan untuk dilakukan pengembangan, "Alhamdulillah, lahan sekolah kami ini masih kosong dan luas. Sangat memungkinkan untuk membangun beberapa ruang kelas lagi, mungkin 2 sampai 3 lokal lagi bisa. Lokasinya juga sudah siap, tinggal bagaimana dukungan anggaran dari pemerintah agar semuanya terwujud," jelasnya.


Sanusi menambahkan, dengan adanya tambahan ruang kelas baru, proses belajar akan lebih efektif. Akibat kekurangan rombel, kalau ga kami gabung, terpaksa kami gunakan bangunan yang terbuka, tanpa memiliki dinding pada bagian sampingnya, namun persoalannya mereka tidak begitu fokus dalam menerima pelajaran, sehingga konsentrasi anak-anak kurang maksimal.

"Kami tidak minta yang mewah, kami hanya minta ruang kelas yang layak untuk anak-anak istimewa ini. Mereka punya hak yang sama untuk mendapatkan pendidikan di tempat yang layak dan nyaman seperti anak-anak lainnya," harapnya.

"Semoga melalui pemberitaan ini, aspirasi kami didengar. Kami yakin pemerintah pasti punya perhatian untuk memberikan fasilitas yang layak untuk anak-anak SLB," tutupnya. (Tim MDG)

Minggu, 27 September 2026

EW-LMND NTB Apresiasi Lalu Hadrian Irfani Hadir di Dialog Publik, Titip Aspirasi Pendidikan NTB

Dialog publik, (Ist/Surya)

MATARAM, Media Dinamika Global - Eksekutif Wilayah Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (EW-LMND) Nusa Tenggara Barat (NTB) memberikan apresiasi atas kehadiran H. Lalu Hadrian Irfani, S.T., M.Si., Wakil Ketua Komisi X DPR RI, sebagai salah satu narasumber dalam Dialog Publik yang membahas masa depan pendidikan di NTB.

Dialog publik tersebut mengangkat tema “Membaca Arah Pendidikan: Pemerataan Akses, Peningkatan Mutu, Kesejahteraan Guru, dan Keadilan Anggaran.” Kegiatan berlangsung di Bhumi Resto, depan Kampus UIN Mataram, Minggu (27/9/2026), mulai pukul 16.00 WITA.

Forum ini menghadirkan sejumlah narasumber dari berbagai latar belakang yang memiliki perhatian terhadap dunia pendidikan dan kebijakan publik. Selain H. Lalu Hadrian Irfani, Isnaini, S.Pd., M.H., M.Pd, (Akademisi UMMAT), Assoc. Prof. Dr. Syamsuriansyah, M.M., M.Kes. dari Universitas Bima Internasional MFH (UNBIM), serta Sadrul Imam, S.Ip., M.Ip., (Praktisi pendidikan NTB).

Ketua EW-LMND NTB, Arif Haryadin, dalam sambutannya menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada seluruh narasumber, khususnya H. Lalu Hadrian Irfani yang telah meluangkan waktu untuk hadir dan berdialog bersama mahasiswa serta masyarakat.

Menurut Arif, kehadiran Wakil Ketua Komisi X DPR RI dalam forum ini menjadi momentum penting untuk menyampaikan berbagai aspirasi yang selama ini berkembang di tengah masyarakat NTB, khususnya terkait akses dan kualitas pendidikan.

“Kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada Bapak H. Lalu Hadrian Irfani yang telah hadir di tengah-tengah kami. Ini merupakan kesempatan penting bagi mahasiswa dan masyarakat untuk menyampaikan aspirasi secara langsung, terutama terkait persoalan pendidikan di NTB,” ujar Arif dalam sambutannya.

Arif menilai, pendidikan tidak hanya berbicara mengenai ruang kelas dan proses belajar mengajar. Lebih dari itu, pendidikan berkaitan erat dengan masa depan generasi muda, kesempatan masyarakat memperoleh pendidikan yang layak, kualitas tenaga pendidik, hingga kebijakan anggaran yang mampu menjangkau masyarakat secara merata.

Karena itu, EW-LMND NTB berharap dialog ini menjadi ruang terbuka untuk membicarakan berbagai persoalan pendidikan secara konstruktif dan melahirkan gagasan yang dapat diperjuangkan pada tingkat kebijakan.

Di akhir sambutannya, Arif secara khusus menitipkan harapan kepada H. Lalu Hadrian Irfanti sebagai Wakil Ketua Komisi X DPR RI agar aspirasi masyarakat NTB yang berkaitan dengan pendidikan dapat terus diperjuangkan di tingkat nasional.

Salah satu perhatian yang dititipkan adalah perluasan akses beasiswa bagi putra-putri NTB, baik untuk jenjang S1 maupun S2, bahkan S3, sehingga semakin banyak generasi muda daerah yang memiliki kesempatan melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi.

“Kami berharap Bapak H. Lalu Hadrian Irfanti dapat terus memperjuangkan kepentingan pendidikan masyarakat NTB, termasuk memperluas akses dan kuota beasiswa S1 maupun S2 bagi anak-anak NTB. Banyak generasi muda kita yang memiliki potensi, tetapi masih membutuhkan dukungan dan kesempatan,” tegas Arif.

Selain persoalan beasiswa, EW-LMND NTB juga berharap perhatian terhadap pemerataan akses pendidikan, peningkatan mutu sekolah, kesejahteraan guru, serta keadilan dalam pengalokasian anggaran pendidikan dapat terus menjadi bagian dari perjuangan kebijakan di tingkat nasional.

Bagi Arif, forum dialog publik bukan kegiatan seremoni, melainkan ruang untuk mempertemukan gagasan antara mahasiswa, akademisi, praktisi pendidikan, dan pengambil kebijakan.

Lewat dialog ini, kita bisa menyampaikan aspirasi secara langsung kepada DPR RI, sekaligus menjadi bahan masukan dalam merumuskan kebijakan pendidikan yang lebih berpihak pada kebutuhan masyarakat.

“Pendidikan adalah investasi masa depan. Karena itu, suara mahasiswa dan masyarakat harus terus didengar agar arah kebijakan pendidikan benar-benar menjawab kebutuhan daerah,” pungkas Arif.

(Surya Ghempar).

Sabtu, 26 September 2026

Hadiri Wisuda STKIP Tamsis, Wabup Bima Tekankan Adaptasi Digital


Bima NTB. Media Dinamika Global.id. Wakil Bupati Bima dr. H. Irfan Zubaidy menghadiri Rapat Senat Terbuka Wisuda Sarjana XXII STKIP Taman Siswa Bima di Auditorium Sudirman STKIP Taman Siswa Bima. Sabtu (26/09/26) 

Pada prosesi pengukuhan lulusan tahun ini, sebanyak 530 wisudawan resmi disematkan gelar sarjananya. 265 orang sarjana Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD), 122 orang Pendidikan Jasmani, Kesehatan, dan Rekreasi (PJKR), 96 orang Pendidikan Teknologi Informasi (PTI), 12 orang Pendidikan Sejarah, 11 orang Pendidikan Matematika dan 24 wisudawan berprestasi dan terbaik.

Dalam sambutannya di hadapan Wakil Gubernur NTB Hj. Indah Dhamayanti Putri, Kepala LLDIKTI Wilayah VIII Dr. Ir. I Gusti Lanang Bagus Eratodi, serta jajaran Forkopimda, Wabup menegaskan bahwa wisuda merupakan gerbang awal memasuki dunia kerja yang dinamis di tengah pesatnya era transformasi digital dan kecerdasan buatan (AI).

"Perkembangan teknologi dan dinamika dunia kerja menuntut generasi muda untuk terus belajar dan beradaptasi.

 Kemampuan digital harus selalu berjalan seiring dengan integritas, karakter, serta kepedulian terhadap masyarakat," tegas dr. H. Irfan Zubaidy.


Wabup juga menyoroti peran strategis STKIP Tamsis sebagai mitra Pemkab Bima dalam mencetak SDM berkualitas, khususnya di bidang pendidikan. Ia mengajak para lulusan untuk aktif berpartisipasi dalam pembangunan daerah dengan memegang teguh nilai Maja Labo Dahu.

Sementara itu, Ketua STKIP Taman Siswa Bima, Assoc. Prof. Dr. Ibnu Khaldun, M.Si., mengapresiasi kelulusan 530 alumni tersebut dan menegaskan komitmen kampus untuk terus meningkatkan kualitas riset serta sarana pendidikan agar lulusannya siap bersaing.

Perwakilan wisudawan terbaik, Nur Halizah Andini, dalam pesan dan kesannya menyampaikan rasa terima kasih serta haru mendalam kepada seluruh dosen, jajaran pimpinan civitas akademika dan orang tua yang telah mendampingi perjalanan studi mereka hingga meraih gelar sarjana. (Tim MDG/ADV)

Selasa, 15 September 2026

Kepala SDN Inpres Sarae Me, e Rela Mengajar Gantikan Guru Yang Berhalangan, Demi Siswa Tak Kehilangan Jam Belajar


Kabupaten Bima. Media Dinamika Global.id. Sosok kepala sekolah yang tidak hanya duduk di balik meja kantor, ditunjukkan oleh Kepala SDN Inpres Sarae Me,e "Yunus, S.Pd. Dedikasi dan totalitasnya dalam dunia pendidikan menuai pujian dan apresiasi dari dewan guru dan wali murid.

Bukan hanya sekali, aktivitas mulia tersebut rutin ia lakukan. Setiap kali ada guru yang tidak hadir dan kelas kosong tanpa pengajar, tanpa menunggu lama dan tanpa banyak bertanya, Yunus, S.Pd. langsung mengambil alih dan masuk ke kelas untuk mengisi kekosongan jam pelajaran tersebut.

Hal ini dilakukan semata-mata agar para siswa tidak kehilangan hak belajarnya dan jam pelajaran tidak terbuang sia-sia.

Salah seorang guru yang melihat langsung aktivitas Kepala SDN Inpres Sarae Me,e mengungkapkan, keteladanan kepala sekolah itu menjadi motivasi tersendiri bagi dewan guru lainnya.

"Masya Allah pemanasan di jam PJOK Kelas 6, Bapak Kepala Sekolah yang ambil alih. Contoh pemimpin yang begitu peduli terhadap anak bangsa. Kami atas nama guru SD inpres Sarae Me'e bangga mempunyai pemimpin seperti Pak Yunus, S.Pd", ungkapnya penuh bangga. Selasa, (15/09/26)

"Beliau adalah contoh pemimpin yang luar biasa. Tidak gengsi untuk masuk kelas maupun dilapangan dan mengajar. Begitu tahu ada kelas kosong atau Siswa duduk dilapangan karena gurunya berhalangan, beliau langsung ambil dan langsung mengajar. Ini bukan pencitraan, tapi sudah menjadi kebiasaan beliau setiap hari," ujar salah seorang Warga sekaligus wali murid.

Saat dikonfirmasi terkait aksinya tersebut, Kepala SDN Inpres Sarae Me,e, Yunus, S.Pd. memberikan pernyataan yang menyentuh.

"Bagi saya, tidak boleh ada satu jam pun siswa dibiarkan tanpa belajar di kelas maupun dilapangan bagi yang yang berolahraga. Ketika guru berhalangan hadir, itu tanggung jawab saya sebagai kepala sekolah untuk memastikan proses belajar tetap berjalan," tegas Yunus, S.Pd.

"Saya tidak menunggu laporan, saya langsung isi. Kenapa? Karena saya tidak mau anak-anak kehilangan waktu, kehilangan ilmu, hanya karena gurunya tidak hadir. Ini bukan soal menggantikan sekali dua kali, tapi ini soal komitmen. Setiap kali ada kekosongan, saya wajib hadir. Itu sudah menjadi tugas dan panggilan hati saya sebagai pendidik," tambahnya.

Menurutnya, disiplin dan kehadiran guru adalah kunci, namun jika ada kendala, kepala sekolah harus menjadi garda terdepan sebagai solusi, bukan membiarkan kelas kosong.

Aksi nyata yang dilakukan Yunus, S.Pd. ini diharapkan menjadi inspirasi bagi kepala sekolah lainnya. Bahwa jabatan kepala sekolah bukan hanya soal manajerial, tetapi juga soal keteladanan, pengabdian, dan memastikan tidak ada satu anak pun yang tertinggal dalam pelajaran. (Tim MDG)

Minggu, 13 September 2026

Baru Memimpin, Kepala SDN Inpres Sie 2 Aryani, Tuai Pujian Berkat Terobosan Disiplin


Kabupaten Bima. Media Dinamika Global.id. Kehadiran Kepala Sekolah baru SDN Inpres Sie 2, Aryani, S.Pd., membawa angin segar dan semangat baru bagi dunia pendidikan di lingkungan sekolah tersebut. Baru dalam masa kepemimpinannya, beliau telah mendapat apresiasi tinggi dari dewan guru, siswa, dan wali murid, hingga masyarakat yang ada di wilayah tersebut. 

Sosok Aryani, S.Pd. dinilai berhasil menegakkan budaya disiplin yang selama ini menjadi kunci kemajuan sekolah. Tidak hanya disiplin siswa, namun juga keteladanan disiplin bagi para dewan guru.

"Perubahannya sangat terasa. Beliau datang paling pagi, pulang paling akhir. Guru-guru menjadi lebih tertib dalam kehadiran dan perangkat pembelajaran. Siswa pun menjadi lebih disiplin waktu dan seragam," ungkap salah seorang guru SDN Inpres Sie 2.

Penerapan disiplin yang tegas namun humanis ini menciptakan lingkungan belajar yang lebih kondusif, aman, dan nyaman. Apel pagi rutin, kebersihan lingkungan sekolah, dan jam belajar yang efektif kembali berjalan optimal.

"Kepala Sekolah kami Ibu Aryani sangat perhatian. Kami diajarkan untuk disiplin tapi dengan cara yang baik dan penuh motivasi," ujar salah satu siswa. Senin, (14/09/26)

Warga sekolah berharap, di bawah kepemimpinan Ibu Aryani, S.Pd., SDN Inpres Sie 2 akan terus maju menjadi sekolah yang unggul dalam prestasi, kuat dalam karakter, dan menjadi kebanggaan masyarakat.

Keluarga besar SDN Inpres Sie 2 memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Kepala Sekolah baru kami, Ibu Aryani, S.Pd.

Baru memimpin, Ibu Aryani telah menunjukkan dedikasi luar biasa dengan berhasil menerapkan budaya "DISIPLIN GURU DAN SISWA" yang menjadi teladan bagi kita semua.

Terima kasih, Ibu, atas ketegasan, ketulusan, dan kepedulian Ibu untuk kemajuan SDN Inpres Sie 2.

Mari bersama kita dukung program beliau untuk SDN Inpres Sie 2 yang lebih Maju dan Berprestasi! (Tim MDG)

Kamis, 10 September 2026

Kepala SMPN 6 Satap Monta Dorong Peningkatan Program Pendidikan dan Disiplin Guru


Kabupaten Bima. Media Dinamika Global.id. Kepala SMPN 6 Satap Monta, Kecamatan Monta, Kabupaten Bima, Nurdinyati, S.Pd., merupakan salah satu wanita tangguh dan memiliki tekad yang kuat untuk meningkatkan kualitas program pendidikan sekaligus kedisiplinan tenaga pendidik di SMPN 6 Satap Monta Kecamatan Monta Kabupaten Bima (NTB).

Tentunya tujuan ini adalah agar dapat mewujudkan peningkatkan mutu dan kualitas hasil belajar, agar setiap siswa tidak hanya menerima nilai di atas kertas, tetapi juga memperoleh fondasi karakter, keterampilan dan pengetahuan yang menjadi modal utama dalam menatap masa depan

Hal tersebut disampaikan Nurdinyati kepada Media ini di ruang kerjanya, Kamis (10/09/26).

Nurdinyati mengatakan, program pendidikan yang dilaksanakan ke depan diharapkan dapat mengalami peningkatan dibandingkan pelaksanaan sebelumnya. Menurutnya, upaya tersebut membutuhkan dukungan dan keterlibatan seluruh pihak, terutama tenaga pendidik dan unsur terkait lainnya.

Selain meningkatkan kualitas pendidikan, pihak sekolah juga terus berupaya meningkatkan jumlah peserta didik baru pada tahun ajaran mendatang. Salah satu langkah yang dilakukan adalah melakukan kunjungan ke sejumlah sekolah dasar (SD) di wilayah setempat.

Selain mengunjungi Sekolah, kami juga akan mendatangi rumah-rumah warga, guna memperkuat dukungan dari para wali murid agar bersama-sama memajukan pendidikan di SMPN 6 Satap Monta, dan akan berupaya menghadirkan terobosan-terobosan baru sehingga bisa menarik minat para peserta didik maupun masyarakat pada umumnya, katanya.

Ia berharap berbagai program sekolah dapat berjalan lebih baik dengan dukungan seluruh pihak, termasuk dalam menjalankan berbagai ketentuan pemerintah, baik Pemerintah daerah, lebih-lebih pada program Pemerintah Pusat.

“Program pendidikan ini juga diharapkan dapat meningkat dibandingkan pelaksanaan sebelumnya.

Ia juga menyampaikan terimakasih dan apresiasi yang mendalam atas kehadiran para jurnalis dalam mendukung kemajuan dunia pendidikan, khususnya di lingkungan SMPN 6 Satap Monta, Sinergi antara pihak sekolah dan media massa dinilai sangat strategis untuk menyebarkan informasi positif, serta memotivasi masyarakat.

Disisi lain menurut Nurdinyati, pelaksanaan pendidikan tidak hanya berorientasi pada kegiatan belajar mengajar saja, tetapi juga perlu memperhatikan nilai-nilai agama serta kondisi masyarakat di sekitar lingkungan sekolah.

Dan yang paling penting lagi adalah kehadiran guru dan kepala sekolah menjadi bagian penting dalam memastikan seluruh kegiatan pendidikan berjalan sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan.

Karena itu, pihak sekolah akan terus mendorong peningkatan kedisiplinan, terutama dalam hal waktu dan kehadiran tenaga pendidik di sekolah. “Seluruh pihak diharapkan lebih disiplin dan sudah berada di sekolah sebelum jam pelajaran dimulai,” katanya.

Nurdinyati menegaskan, dengan kehadiran guru tepat waktu, maka kegiatan pembelajaran tentunya dapat berlangsung secara optimal.

Kedisiplinan guru adalah kunci utama dalam membentuk karakter dan kedisiplinan siswa melalui tindakan nyata yang dapat ditiru. Karena sesungguhnya Siswa-siswi cenderung meniru perilaku guru yang dilihat setiap hari di sekolah, sehingga besar harapan saya agar tenaga pendidik memiliki kesadaran tinggi, tanggung jawab moral dalam menjalankan tugasnya demi tercapainya kemajuan pendidikan di SMPN 6 Satap Monta, tutup Nurdinyanti. (Tim MDG)

Selasa, 08 September 2026

Kepala SMA Negeri 2 Woha : Bentuk Kedisiplinan Guru Sebagai Teladan Bagi Siswa


Kabupaten Bima. Media Dinamika Global.id. Pentingnya kedisiplin guru merupakan salah satu faktor penting dalam menciptakan lingkungan kerja yang kondusif dan pelayanan pendidikan yang berkualitas. Kedisiplinan tidak hanya berkaitan dengan pelaksanaan tugas dan tanggung jawab, tetapi juga mencerminkan komitmen seorang guru sebagai pendidik dalam menjaga nama baik institusi dan memberikan teladan kepada peserta didik.

Hal ini menjadi perhatian dan perioritas utama yang diterapkan di SMA Negeri 2 Woha Kabupaten Bima, guna menciptakan lingkungan pendidikan yang tertib, efektif, dan kondusif bagi proses pembelajaran.

Kepala SMA Negeri 2 Woha, Drs. Lukman, M.Si, menegaskan seluruh guru harus menjalankan tugas dan tanggung jawab sesuai dengan ketentuan serta regulasi pendidikan yang berlaku.

Hal tersebut disampaikan Lukman saat memberikan pengarahan dan melakukan pendekatan secara langsung kepada guru dan siswa di ruang kerjanya, Selasa (08/09/26).

Menurut Lukman, kedisiplinan merupakan salah satu prioritas sekolah. Sebelumnya, masih terdapat sejumlah siswa yang dinilai belum sepenuhnya menerapkan kedisiplinan dalam lingkungan sekolah. Namun, melalui pendekatan dan komunikasi secara tatap muka, kondisi tersebut mulai menunjukkan perubahan positif.

“Alhamdulillah, melalui pendekatan secara tatap muka bersama guru dan siswa, kesadaran terhadap kedisiplinan mulai terlihat. Ini akan terus kami lakukan,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya kehadiran guru setiap hari sesuai dengan aturan yang telah ditetapkan. Menurutnya, kedisiplinan tenaga pendidik menjadi bagian penting dalam menciptakan suasana sekolah yang tertib sekaligus mendukung keberhasilan proses belajar mengajar.

“Guru harus hadir dan melaksanakan tugas setiap hari sesuai regulasi pendidikan. Kedisiplinan harus menjadi prioritas dalam lingkungan sekolah,” tegasnya.

Selain meningkatkan kedisiplinan guru, pihak sekolah juga terus memberikan pengarahan kepada siswa secara langsung. Langkah tersebut dilakukan untuk membangun kesadaran peserta didik agar mematuhi tata tertib, menjaga kedisiplinan, serta memiliki rasa tanggung jawab selama berada di lingkungan sekolah.

Lukman menegaskan, kedisiplinan bukan hanya menjadi tanggung jawab guru, melainkan seluruh warga sekolah. Kepatuhan terhadap aturan diharapkan mampu menciptakan lingkungan pendidikan yang tertib dan kondusif.

“Semua warga sekolah memiliki tanggung jawab untuk menjaga kedisiplinan. Dengan komunikasi yang baik, berbagai persoalan dapat kita selesaikan bersama,” katanya.

Pengarahan secara langsung kepada guru dan siswa tersebut menjadi bagian dari upaya SMA Negeri 2 Woha dalam memperkuat komunikasi antara pimpinan sekolah, tenaga pendidik, dan peserta didik.

Melalui pendekatan yang dilakukan secara berkelanjutan, pihak sekolah berharap budaya disiplin semakin tertanam di lingkungan SMA Negeri 2 Woha sehingga proses pendidikan dapat berjalan secara efektif dan sesuai dengan tujuan serta regulasi yang berlaku. (Tim MDG)

Senin, 07 September 2026

Baru 40 Hari Menjalankan Tugas, Arsyad Konsisten Bangun Lingkungan Sekolah Yang Aman dan Nyaman.


Kabupaten Bima. Media Dinamika Global.id. Selain fokus pada koridor tugas administratif Kepala sekolah juga memegang peran krusial sebagai inovator dalam merancang lingkungan sekolah yang indah tertib dan nyaman, yang tentunya sangat memengaruhi motivasi belajar siswa serta kenyamanan guru.

Hal itu disampaikan Kepala SDN Penapali, Arsyad, S.Pd., kepada media ini di ruang kelas SDN Penapali, Senin (07/09/26). Ia mengatakan, program yang telah direncanakan harus dijalankan secara konsisten agar membawa perubahan bagi sekolah.

“Tidak ada hari tanpa kerja. Apa yang menjadi program harus berjalan,” ujar Arsyad.

Menurutnya, kemajuan sekolah tidak hanya diukur dari aspek akademik. Jika peningkatan akademik membutuhkan proses panjang, maka aspek nonakademik juga harus menjadi perhatian, terutama dalam menciptakan lingkungan sekolah yang bersih, indah, tertib, dan nyaman bagi siswa maupun guru.

Ia berharap SDN Penapali ke depan dapat menjadi sekolah yang memiliki daya tarik dan menjadi kebanggaan masyarakat.

“Dari segi nonakademik, dari lingkungan sekolahnya, saya ingin sekolah di Penapali ini menjadi ikon Kabupaten Bima. Mulai dari keindahan, ketertiban dan lainnya. Niat saya, SD Penapali menjadi ikon,” katanya.

Arsyad mengungkapkan, dirinya baru sekitar 40 hari menjalankan tugas sebagai Kepala SDN Penapali. Ia mulai aktif bekerja setelah pelantikan pada sekitar 22 Juli 2026, meski terdapat jeda beberapa hari sebelum mulai bertugas di sekolah tersebut.

Sejak pertama datang, ia mengaku langsung melihat berbagai potensi yang dapat dikembangkan. Salah satunya adalah penataan lingkungan sekolah agar terlihat lebih baik dan representatif.

Ia juga berharap adanya dukungan pemerintah melalui program bantuan pembangunan dan peningkatan sarana prasarana sekolah. Salah satu kebutuhan yang diharapkan dapat direalisasikan adalah paving block untuk lingkungan sekolah.

“Kalau ada bantuan pemerintah terkait biaya dan pembangunan, insyaallah semakin hebat sekolah Penapali ini. Mudah-mudahan tahun 2027 bisa mendapatkan paving block untuk lingkungan sekolah,” harapnya.

Arsyad menegaskan, pihak sekolah akan terus melakukan upaya dan komunikasi dengan pemerintah untuk memperjuangkan peningkatan sarana prasarana sekolah, sepanjang sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Saat ini, SDN Penapali memiliki sekitar 126 siswa, dengan jumlah tersebut masih didominasi siswa yang melanjutkan dari tahun sebelumnya.

Masa kepemimpinannya yang baru bukan menjadi alasan bagi Arsyad untuk membuat sekolah yang dipimpinnya menjadi lebih baik. Ia ingin SDN Penapali dibawah kepemimpinannya, tidak hanya berkembang dari sisi pembelajaran, tetapi juga mampu tampil sebagai sekolah yang bersih, tertata, indah, dan menjadi kebanggaan masyarakat Penapali, juga masyarakat Kabupaten Bima pada umumnya. (Tim MDG)

Sabtu, 29 Agustus 2026

H.Rusdin Ismail, S.H Putra Donggo Raih Gelar Sarjana Hukum di Usia Senja


Bima NTB.Media Dinamika Global.Id.- H.Rusdin Ismail, S.H Putra Donggo Raih Gelar Sarjana Hukum di Usia Senja. Wisudawan pada Fakultas Hukum UM Bima juga memberi semangat baru untuk tidak menunda-nunda dalam meniti karir dan masa depannya. Wisuda tersebut berlangsung di Halaman Kampus Universitas Muhammadiyah Bima yang dimulai sejak pukul 09.45 Wita.

H.Rusdin Ismail, S.H atau yang biasa disapa H. Ongki pada kesempatan itu menyatakan Saya belajar di Kampus UM bima sebagai Mahasiswa Reguler Murni selama lebih kurang 4 tahun,  yang pasti setiap usaha kecil hari ini akan menjadi bagian dari keberhasilan besar di masa depan. 

Ketika melihat para wisudawan berjalan dengan bangga, saya merasa seakan melihat bayangan diri saya di masa depan dimana saya disitu terlihat sosok diri saya yang lebih dewasa, lebih kuat, dan lebih siap menghadapi dunia nyata. Ujarnya

Lanjutnya, Saya ingin momen itu menjadi bukti bahwa setiap langkah kecil, setiap tugas yang diselesaikan dengan sungguh-sungguh, dan setiap doa yang dipanjatkan, tidak akan pernah sia-sia.

H.Rusdin Ismail,S.H yang belajar di Fakultas hukum dan Prodi ilmu hukum, mengatakan Momen wisuda bagi saya adalah saat berharga yang menandai akhir dari perjuangan kuliah di UM Bima dan awal dari langkah baru di masa depan.

Wisuda bukan hanya soal seremonial, tetapi bukti nyata bahwa kerja keras dan air mata selama kuliah terbayar lunas. Momen ini terasa istimewa karena dirayakan bersama keluarga, sahabat, dan orang-orang tersayang.(Team).