Media Dinamika Global: Pendidikan
Tampilkan postingan dengan label Pendidikan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pendidikan. Tampilkan semua postingan

Senin, 17 Agustus 2026

SMPN 2 Soromandi Ikuti Gerak Jalan Dan Guru Mengucapkan Selamat HUT Kemerdekaan RI Ke-81


Soromandi. Media Dinamika Global.Id.- SMPN 2 Soromandi Ikuti Gerak Jalan Dan Guru Mengucapkan Selamat HUT Kemerdekaan RI Ke-81, serta turut meramaikan semangat kebangsaan dengan menyampaikan ucapan resmi Dirgahayu Republik Indonesia Ke-81. 

Ucapan ini menjadi wujud partisipasi aktif Sekolah Menengah Pertama Negeri 2 Soromandi & Crewnya dan seluruh Siswa dalam memaknai kemerdekaan bangsa tahun 2026.

Melalui Gerak Jalan ini, jajaran Guru dan Kepala Sekolah yang dipimpin oleh Kepala Sekolah SMPN 2 Soromandi Suherman, S. Pd.,M. Pd. didampingi oleh Para Siswa, dan lainnya, menyampaikan pesan persatuan.

Mengusung semangat nasional "Indonesia Berdaulat, Adil dan Makmur", peringatan ini memperkuat rasa cinta tanah air dan kebersamaan di tingkat masyarakat.

SMPN 2 Soromandi berkomitmen menjaga persatuan serta berkontribusi bagi kemajuan daerah selaras dengan cita-cita bangsa yang telah diperjuangkan sejak 17 Agustus 1945. 

Jumat, 14 Agustus 2026

28 Pelajar Lolos Paskibraka Provinsi NTB 2026, Ini Daftar Lengkap per Kabupaten / Kota


Mataram. Media Dinamika Global.Id.- 28 Pelajar Lolos Paskibraka Provinsi NTB 2026, Ini Daftar Lengkap per Kabupaten / Kota. Pemerintah Provinsi NTB resmi mengumumkan 28 pelajar terbaik yang lolos seleksi jadi Calon Pasukan Pengibar Bendera Pusaka di Tingkat Provinsi NTB Tahun 2026. Mereka terdiri dari 15 putra dan 13 putri yang berasal dari seluruh kabupaten/kota di NTB.

Dan para calon Paskibraka ini akan mengikuti Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Paskibraka Provinsi NTB pada 6 sampai 19 Agustus 2026 sebelum bertugas pada peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Berikut daftar Calon Paskibraka Provinsi NTB 2026 berdasarkan daerah:

1. Kabupaten Bima:

I. Nasrullah – SMAN 1 Lambu (Putra)

II. Muhammad Kaisar Pamungkas – SMAN 1 Sape (Putra)

III. Ainun Jariyah – SMAN 1 Madapangga (Putri)

2. Kota Bima:

I. Athallah Khairy Dzakwan – SMAN 1 Kota Bima (Putra)

II. M. Rifqi Mubarak – MAN 2 Kota Bima (Putra)

III. Danissa Humaira Syawal – SMAN 1 Kota Bima (Putri)

3. Kabupaten Dompu:

I. Muh. Adahil Akbar – SMAN 1 Dompu (Putra)

II. Siti Sufratun Syafirrah Salman – SMA 1 Dompu (Putri)

4. Kabupaten Sumbawa:

I. Ghilbert Halomoan Sinurat – SMAN 1 Sumbawa Besar (Putra)

II. G.P. Widhi Antara – SMAN 2 Sumbawa Besar (Putra)

III. Shafa Nur Aini – SMAN 3 Sumbawa Besar (Putri)

5. Kabupaten Sumbawa Barat:

I. Wira Kamandaka Wibawa – SMAN 1 Poto Tano (Putra)

II. Jhasmine Avara Agustine – Amman Academy (Putri)

6. Kabupaten Lombok Timur:

I. Ardika Maulana Saputra – MAN 1 Lombok Timur (Putra)

II. Muhammad Fatih Nandana Maulana – SMAN 1 Aikmel (Putra)

III. Fitri Fadhila Putri Andini – MAN 1 Lombok Timur (Putri)

IV. Akifa Naila Khaerani – SMA 1 Selong (Putri)

7. Kabupaten Lombok Tengah:

I. Aizar Ahmad Syuja – SMAN 1 Praya (Putra)

II. Lalu Deni Rahman – SMAN 1 Batukliang (Putra)

III. Tsamara Ufaira Azka – SMAN 1 Praya (Putri)

8. Kabupaten Lombok Utara:

I. I Kadek Ngurah Sindhu Maendra Wijaya – SMAN 1 Gangga (Putra)

II. Khansa Iwana Sharikha – SMAN 1 Pemenang (Putri)

9. Kota Mataram:

I. Muhammad Gilang Ramdani – SMAN 9 Mataram (Putra)

II. Ni Komang Anindya Prasista Satya Dewi – SMAN 1 Mataram (Putri)

III. Baiq Aliza Nur – MAN 1 Mataram (Putri)

10. Kabupaten Lombok Barat:

I. Wira Aji Anugrah – SMKN 1 Lingsar (Putra)

II. Zahsya Amira Calystha – SMAN 1 Narmada (Putri)

III. Ni Kadek Oktaviani Putri – SMAN 1 Gunungsari (Putri)

Dari total 28 calon Paskibraka Provinsi NTB 2026, Kabupaten Lombok Timur menjadi daerah dengan wakil terbanyak, yakni empat orang. Sementara Kota Bima, Kabupaten Bima, Kota Mataram, Lombok Tengah, Lombok Barat, dan Kabupaten Sumbawa masing-masing mengirimkan tiga wakil. Adapun Kabupaten Sumbawa Barat, Dompu, dan Lombok Utara masing-masing diwakili dua pelajar.

Kamis, 13 Agustus 2026

Semarak HUT RI, SMPN 2 Soromandi Terus Beri Kontribusi Positif


Soromandi. Media Dinamika Global.Id.-Semarak HUT RI, SMPN 2 Soromandi Terus Beri Kontribusi Positif. Kegiatan tersebut dipimpin oleh Kepala Sekolah SMP Negeri 2 Soromandi, Suherman, S. PD. M. PD  memberikan apresiasi tinggi atas partisipasi, semangat, dan kekompakan seluruh guru di lingkungannya yang turut memeriahkan peringatan HUT Kemerdekaan RI ke-81 melalui kegiatan Gerak Jalan Indah tingkat Instansi dan Umum se-Kecamatan Soromandi, Kamis (13/8/2026).

Kontingen guru SMPN 2 Soromandi tampil memukau dengan penampilan rapi, barisan yang solid, serta semangat kebangsaan yang membara sepanjang rute yang dilalui, berdampingan dengan berbagai unsur masyarakat dan instansi lain di Kecamatan Soromandi, Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB). 

"Saya sangat bangga dan mengapresiasi semangat serta kekompakan rekan-rekan guru. Kehadiran kita di sini bukan sekadar mengikuti kegiatan, melainkan memberikan teladan nyata kedisiplinan, persatuan, dan cinta tanah air yang baik bagi peserta didik serta masyarakat luas," ujar Suherman, S. PD. M. Pd.


Ia menambahkan bahwa kebersamaan ini semakin mempererat ikatan kekeluargaan di lingkungan sekolah dan menjadi energi positif untuk terus meningkatkan pengabdian dalam memajukan pendidikan. Partisipasi ini juga menjadi bukti dukungan penuh pihak sekolah dalam menyukseskan rangkaian perayaan kemerdekaan di Kecamatan Soromandi.

Kegiatan berjalan dengan lancar, tertib, dan aman, turut menyemarakkan suasana peringatan hari kemerdekaan bangsa di tengah masyarakat. Kemudian nampak hadir seluruh Guru yang ada di SMPN 2 Soromandi, Wakasek dan lainnya.(MDG01).

Senin, 03 Agustus 2026

Pasang Papan Edukasi, Mahasiswa KKN UMMat Kelompok 55 Tinggalkan Warisan Kepedulian di Desa Baru

Mahasiswa KKN UMMat Kelompok 55 Desa Baru, (Ist/Surya)

SUMBAWA, Media Dinamika Global - Jejak pengabdian tak selalu berbentuk bangunan megah atau program bernilai besar. Terkadang, sebuah papan sederhana yang berdiri di sudut kampung mampu menjadi pengingat bahwa pernah ada sekelompok anak muda yang datang membawa harapan, ilmu, dan kepedulian.

Semangat itulah yang diwujudkan Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMat) Kelompok 55 melalui pemasangan papan edukasi pemilahan sampah organik dan anorganik di setiap dusun di Desa Baru, Kecamatan Alas, Kabupaten Sumbawa.

Program tersebut merupakan salah satu agenda utama mahasiswa KKN dalam mengedukasi masyarakat tentang pentingnya pengelolaan sampah sejak dari rumah. Sebanyak empat papan edukasi dipasang di empat dusun sebagai media informasi sekaligus pengingat bagi warga agar membiasakan diri memilah sampah sesuai jenisnya.

Ketua KKN UMMat Kelompok 55 Desa Baru, Nova Pauzan Amri, mengatakan bahwa papan edukasi tersebut bukan sekadar pelengkap fasilitas desa, melainkan sarana pembelajaran yang diharapkan mampu mengubah kebiasaan masyarakat menuju lingkungan yang lebih bersih dan sehat.

"Kami memasang empat papan edukasi, masing-masing satu di setiap dusun. Harapan kami sederhana, semoga masyarakat semakin memahami pentingnya memilah sampah organik dan anorganik sebelum dibuang," ujarnya.

Nova menjelaskan, sampah organik merupakan limbah yang mudah terurai secara alami, seperti sisa makanan, kulit buah, sayuran, daun kering, rumput, ranting, hingga kotoran hewan. Sementara itu, sampah anorganik berasal dari bahan buatan yang sulit terurai, seperti plastik, botol kaca, kaleng, besi, styrofoam, dan berbagai jenis kemasan lainnya.

Menurutnya, kebiasaan memilah sampah adalah langkah kecil yang dapat memberikan dampak besar bagi kebersihan lingkungan serta mengurangi pencemaran di masa depan.

"Papan edukasi ini kami hadirkan agar masyarakat memiliki panduan sederhana dalam membedakan sampah organik dan anorganik. Kami berharap kesadaran menjaga lingkungan dapat tumbuh menjadi budaya yang diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya," tuturnya.

Ia juga berharap masyarakat dapat menjaga papan edukasi tersebut agar tetap berdiri kokoh dan terus memberikan manfaat meski masa pengabdian mahasiswa KKN telah berakhir.

"Ketika nanti kami kembali ke kampus dan tak lagi berada di Desa Baru, semoga papan ini tetap berdiri. Bukan karena papan itu istimewa, tetapi karena ia menjadi saksi bahwa kami pernah hadir, belajar bersama masyarakat, dan mengabdi dengan sepenuh hati," ucap Nova.

Bagi Mahasiswa KKN UMMat Kelompok 55, pengabdian bukan hanya tentang menyelesaikan program kerja, melainkan meninggalkan nilai yang dapat terus hidup di tengah masyarakat. Sebab, ilmu yang dibagikan akan terus bertumbuh ketika diterapkan, dan kepedulian akan tetap dikenang ketika menghadirkan manfaat.

Di kemudian hari, mungkin nama-nama mahasiswa KKN itu akan terlupakan. Namun setiap kali mata warga memandang papan edukasi tersebut, akan selalu ada pesan sederhana yang terus berbicara tanpa suara.

Menjaga lingkungan adalah tanggung jawab bersama, dan perubahan besar selalu berawal dari langkah kecil. Itulah warisan paling berharga yang ingin ditinggalkan oleh Mahasiswa KKN UMMat Kelompok 55 untuk Desa Baru-bukan sekadar papan informasi, melainkan semangat kepedulian yang diharapkan terus tumbuh, bahkan setelah mereka pulang.

Redaksi |

Sabtu, 01 Agustus 2026

Mahasiswa KKN UMMat Kelompok 03 Dorong Daya Saing Madu Desa Piong Melalui Rebranding Produk dan Pembentukan Koperasi


BIMA, Media Dinamika Global - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT) Kelompok 03 menggelar sosialisasi bertajuk "Rebranding Identitas Produk Madu" di Aula Kantor Desa Piong, Kabupaten Bima. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui penguatan identitas, legalitas, dan kelembagaan usaha madu lokal.

Sosialisasi diikuti oleh para petani madu, Pemerintah Desa Piong, serta masyarakat setempat. Program ini merupakan salah satu agenda kerja KKN UMMAT yang berfokus pada pengembangan usaha mikro berbasis potensi desa agar mampu meningkatkan nilai tambah produk unggulan daerah.

Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa memberikan edukasi mengenai pentingnya membangun identitas produk melalui penentuan merek (branding), desain kemasan yang menarik, pembuatan label produk, hingga strategi pemasaran yang efektif. Langkah tersebut dinilai penting agar madu khas Desa Piong memiliki daya saing yang lebih kuat dan mampu menjangkau pasar yang lebih luas.

Mahasiswa KKN menjelaskan bahwa rebranding bukan hanya sebatas mengubah tampilan kemasan, tetapi merupakan strategi membangun citra produk yang profesional, meningkatkan kepercayaan konsumen, serta memperkuat posisi produk lokal di tengah persaingan pasar yang semakin kompetitif.

Tidak hanya memberikan materi, mahasiswa juga melakukan pendampingan langsung kepada para petani madu dalam mendesain ulang logo dan kemasan produk. Pendampingan ini diharapkan mampu meningkatkan nilai jual madu Desa Piong sekaligus memperkuat identitasnya sebagai salah satu produk unggulan Kabupaten Bima.

Selain aspek pemasaran, mahasiswa turut membantu proses pengurusan Nomor Induk Berusaha (NIB) sebagai langkah awal legalisasi usaha. Kepemilikan NIB menjadi fondasi penting dalam proses pengajuan sertifikasi halal dan perizinan dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), sehingga produk madu memiliki legalitas yang lebih lengkap dan peluang pemasaran yang semakin luas.

Sebagai bentuk penguatan kelembagaan ekonomi masyarakat, Mahasiswa KKN UMMAT juga memfasilitasi pembentukan Koperasi Madu Piong Lereng Tambora. Koperasi tersebut diharapkan menjadi wadah bagi para petani dalam mengelola produksi, pengemasan, pemasaran, hingga pengembangan usaha secara lebih profesional, efektif, dan berkelanjutan.

Melalui koperasi, para petani diharapkan mampu memperkuat kerja sama, meningkatkan efisiensi usaha, memperluas jaringan pemasaran, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat Desa Piong.

Kegiatan berlangsung interaktif dengan sesi diskusi dan tanya jawab. Para petani madu tampak antusias menyampaikan berbagai pengalaman serta kendala yang dihadapi dalam proses produksi maupun pemasaran. Diskusi tersebut menjadi ruang kolaborasi antara mahasiswa dan masyarakat untuk merumuskan strategi pengembangan madu Desa Piong agar semakin dikenal oleh masyarakat luas.

Mahasiswa KKN UMMAT berharap program ini mampu mendorong para petani untuk terus meningkatkan kualitas produk, memperkuat legalitas usaha, serta membangun kelembagaan ekonomi yang mandiri. Dengan identitas produk yang kuat dan tata kelola usaha yang baik, madu khas Desa Piong diharapkan mampu bersaing di pasar regional hingga nasional serta memberikan dampak nyata bagi peningkatan perekonomian masyarakat.

Kegiatan ditutup dengan foto bersama antara Mahasiswa KKN UMMAT Kelompok 03, Pemerintah Desa Piong, dan para petani madu sebagai simbol komitmen bersama dalam mengembangkan potensi unggulan Desa Piong melalui produk madu yang berkualitas, berdaya saing, dan memiliki legalitas yang memadai.

Redaksi |

Camat Alas Hadiri Pembukaan Turnamen Lomba Olahraga Tradisional, Diselenggarakan Mahasiswa KKN UMMat Desa Kalimango

Foto bersama, (Ist/Surya)

SUMBAWA, Media Dinamika Global - Camat Alas, Dr. Usman, S.E., M.E., menghadiri pembukaan Turnamen Lomba Olahraga Tradisional yang diselenggarakan oleh Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT) Kelompok 01, berempat di Lapangan Sport Center Desa Kalimango, Kecamatan Alas, Kabupaten Sumbawa, Sabtu (1/8/2026).

Turnamen yang mengusung tema "Wujudkan Generasi Muda yang Kreatif, Kolaboratif, dan Berkarakter" tersebut merupakan salah satu program kerja mahasiswa KKN UMMAT dalam rangka menyemarakkan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia sekaligus melestarikan olahraga dan permainan tradisional di tengah masyarakat.

Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Desa Kalimango Hery Darfan, S.P., Camat Alas Dr. Usman, S.E., M.E., Anggota DPRD Kabupaten Sumbawa Fraksi PKB Dapil V Sri Wahyuni, perangkat desa, BPD, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, mahasiswa KKN UMMAT, serta ratusan warga yang memadati lokasi kegiatan.

Dalam wawancara di sela-sela pertandingan, Camat Alas mengapresiasi dedikasi mahasiswa KKN UMMAT, khususnya Kelompok 01 Desa Kalimango dan Kelompok 55 Desa Baru, yang dinilainya telah menunjukkan kontribusi nyata melalui berbagai program kerja yang hampir seluruhnya berhasil direalisasikan.

"Alhamdulillah, adik-adik mahasiswa KKN dari UMMAT telah menunjukkan kontribusi yang sangat positif. Hampir seluruh program kerja mereka telah terlaksana dengan baik. Momentum HUT RI ini mereka aktif menjadi penyelenggara berbagai kegiatan, mulai dari lomba seni hingga permainan rakyat dan olahraga tradisional," ujar Dr. Usman.

Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya menghadirkan hiburan bagi masyarakat, tetapi juga menjadi sarana edukasi bagi generasi muda agar lebih mengenal dan mencintai permainan tradisional sebagai bagian dari warisan budaya bangsa.

"Kegiatan seperti ini memberikan edukasi kepada anak-anak bahwa Indonesia memiliki kekayaan budaya melalui berbagai permainan tradisional. Selain itu, kegiatan ini juga menghidupkan pusat-pusat keramaian yang berdampak positif terhadap perputaran ekonomi masyarakat, khususnya pelaku UMKM," jelasnya.

Atas nama Pemerintah Kecamatan Alas, Dr. Usman turut menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Desa Kalimango, Pemerintah Desa Baru, serta seluruh pemerintah desa di Kecamatan Alas yang turut menyemarakkan peringatan HUT Kemerdekaan RI melalui berbagai kegiatan masyarakat.

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada Anggota DPRD Kabupaten Sumbawa Dapil V, Sri Wahyuni, yang memberikan dukungan penuh dan menjadi sponsor terhadap terselenggaranya kegiatan tersebut.

"Terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung sehingga kegiatan ini dapat berjalan dengan baik," katanya.

Dr. Usman menjelaskan, rangkaian kegiatan yang dilaksanakan meliputi lomba sendok kelereng, balap karung, pukul periuk, latihan drum band, hingga persiapan Pasukan Pengibar Bendera (Paskibraka) menjelang upacara HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia pada 17 Agustus 2026.

Ia menambahkan, Lapangan Sport Center Desa Kalimango selalu menjadi tuan rumah, dipercaya menjadi lokasi pelaksanaan upacara peringatan HUT RI 2026.

Selain itu, Pemerintah Kecamatan Alas juga telah menyiapkan sejumlah agenda dalam rangka memeriahkan HUT RI, di antaranya gerak jalan yang akan dilaksanakan pada 10–12 Agustus 2026, karnaval pada 17 Agustus, serta berbagai perlombaan olahraga dan pentas seni yang melibatkan seluruh desa di Kecamatan Alas.

"Melalui kegiatan ini, camat berharap semangat gotong royong, persatuan, serta kecintaan terhadap budaya lokal ini terus tumbuh di kalangan generasi muda sebagai bagian dari upaya memperkuat nilai-nilai kebangsaan," pungkasnya.

Redaksi |

Jelang HUT ke-81 RI, Mahasiswa KKN UMMAT Kelompok 01 Desa Kalimango Gelar Turnamen Lomba Tradisional



SUMBAWA, Media Dinamika Global - Dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT) Kelompok 01 Desa Kalimango menggelar Turnamen Lomba Tradisional di Lapangan Sport Center Desa Kalimango, Kecamatan Alas, Kabupaten Sumbawa, Sabtu (1/8/2026).

Kegiatan yang mengusung tema "Wujudkan Generasi Muda yang Kreatif, Kolaboratif, dan Berkarakter" tersebut diikuti antusias oleh masyarakat Desa Kalimango. Turnamen menjadi salah satu program kerja mahasiswa KKN sebagai upaya melestarikan permainan tradisional sekaligus mempererat kebersamaan masyarakat dalam menyambut peringatan Hari Kemerdekaan.

Pembukaan kegiatan dihadiri Kepala Desa Kalimango Hery Darfan, S.P., Camat Alas Dr. Usman, S.E., M.E., Anggota DPRD Kabupaten Sumbawa Fraksi PKB Dapil V Sri Wahyuni, perangkat desa, BPD, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, serta masyarakat setempat.

Ketua KKN UMMAT Kelompok 01 Desa Kalimango, Muhamad Isfar, mengatakan bahwa turnamen tersebut merupakan bagian dari pengabdian mahasiswa kepada masyarakat melalui kegiatan yang bersifat edukatif, rekreatif, dan membangun kebersamaan.

"Kami berharap kegiatan ini dapat mempererat silaturahmi antarwarga, menjadi ruang positif bagi generasi muda untuk menyalurkan bakat, serta menumbuhkan semangat kebersamaan dalam membangun Desa Kalimango," ujarnya.

Sementara itu, Kepala Desa Kalimango, Hery Darfan, S.P., mengapresiasi berbagai program kerja yang telah dilaksanakan mahasiswa KKN selama berada di desa tersebut.

Menurutnya, mahasiswa berhasil menghadirkan inovasi melalui Sistem Informasi Desa (SID) yang mempermudah pelayanan administrasi masyarakat. Selain itu, mereka juga melaksanakan berbagai kegiatan keagamaan, seperti lomba hafalan surat pendek dan lomba adzan bagi anak-anak.

"Hari ini mahasiswa kembali menggelar lomba olahraga tradisional seperti sendok kelereng, balap karung, dan pukul priuk. Antusiasme masyarakat sangat tinggi. Kami mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada adik-adik mahasiswa KKN UMMAT yang telah berkontribusi bagi Desa Kalimango," kata Hery Darfan.

Ia juga menyampaikan bahwa selama pelaksanaan KKN, mahasiswa aktif berkoordinasi dengan berbagai pihak, di antaranya BPP Pertanian, Posyandu, serta sejumlah lembaga lainnya guna mendukung keberhasilan program kerja di desa.

Pantau langsung Media Dinamika Globa, Usai memberikan sambutan, Kepala Desa Kalimango secara resmi membuka Turnamen Lomba Tradisional yang ditandai dengan pelepasan peserta dan disambut tepuk tangan meriah dari masyarakat.

Melalui kegiatan tersebut, Mahasiswa KKN UMMAT Kelompok 01 berharap semangat gotong royong, sportivitas, dan kecintaan terhadap budaya lokal terus tumbuh di tengah masyarakat. Turnamen ini juga diharapkan menjadi salah satu rangkaian kegiatan yang semakin menyemarakkan peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Desa Kalimango.

Redaksi |

Rabu, 29 Juli 2026

Mahasiswa KKN UMMAT Kelompok 14 Desa Nusa Jaya Gelar Pelatihan Pembuatan Emping dari Biji Asam

Mahasiswa KKN UMMat Kelompok 14 saat melaksanakan
pelatihan pembuatan emping dari biji asam, (Ist/Surya)

Dompu, Media Dinamika Global - Komitmen mahasiswa dalam memberikan manfaat langsung kepada masyarakat kembali ditunjukkan oleh Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMat) Kelompok 14 melalui kegiatan sosialisasi dan pelatihan pembuatan emping dari biji asam yang dilaksanakan di Aula Kantor Desa Nusa Jaya, Kecamatan Manggelewa, Kabupaten Dompu, pada Senin (29/7/2026).

Kegiatan ini merupakan program KKN dan bentuk pengabdian nyata mahasiswa kepada masyarakat dengan memanfaatkan potensi sumber daya lokal yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal. Melalui pelatihan tersebut, mahasiswa berupaya memberikan solusi inovatif dalam mengolah biji asam yang umumnya dianggap sebagai limbah menjadi produk pangan bernilai ekonomi.

Sejak kegiatan dimulai, masyarakat Desa Nusa Jaya tampak antusias mengikuti setiap rangkaian pelatihan. Para peserta tidak hanya memperoleh pengetahuan mengenai kandungan gizi biji asam, tetapi juga mendapatkan keterampilan praktis dalam proses pengolahan hingga menjadi emping yang siap dikonsumsi maupun dipasarkan.

Ketua Kelompok KKN UMMAT 14 menyampaikan bahwa program ini dirancang untuk mendorong pemberdayaan masyarakat melalui pemanfaatan bahan baku lokal yang mudah diperoleh. Menurutnya, pengolahan biji asam menjadi emping dapat menjadi peluang usaha baru bagi masyarakat sekaligus mengurangi limbah yang selama ini belum memiliki nilai guna.

Sementara itu, pemateri pelatihan, Widia, menjelaskan bahwa biji asam memiliki kandungan karbohidrat, protein, serat, mineral, serta berbagai senyawa bioaktif yang berpotensi dikembangkan menjadi produk pangan inovatif. Dengan metode pengolahan yang sederhana dan dapat diterapkan di tingkat rumah tangga maupun usaha mikro, emping biji asam memiliki peluang untuk menjadi produk unggulan desa.

Dalam sesi praktik, peserta diajarkan secara langsung tahapan pembuatan emping, mulai dari perebusan biji asam, pengupasan kulit, penumbukan, pencetakan, penjemuran, hingga penggorengan. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa emping biji asam memiliki tekstur renyah, cita rasa gurih dengan sentuhan asam yang khas, serta tampilan yang menarik.

Kehadiran program ini mendapat sambutan positif dari masyarakat. Banyak peserta mengaku baru mengetahui bahwa biji asam yang selama ini dibuang ternyata dapat diolah menjadi produk makanan ringan yang memiliki nilai jual. Mereka menilai pelatihan tersebut tidak hanya menambah wawasan, tetapi juga membuka peluang usaha yang dapat meningkatkan pendapatan keluarga.

Kepala Desa Nusa Jaya memberikan apresiasi kepada Mahasiswa KKN UMMAT Kelompok 14 yang telah menghadirkan inovasi sederhana namun bermanfaat bagi masyarakat. Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilakukan dan dikembangkan sehingga mampu melahirkan produk-produk unggulan berbasis potensi lokal desa.

Melalui program ini, Mahasiswa KKN UMMAT Kelompok 14 berharap masyarakat dapat terus mengembangkan keterampilan yang telah diperoleh. Selain itu, dukungan dari pemerintah desa dan berbagai pihak terkait diharapkan dapat memperkuat aspek pengemasan, pemasaran, dan pengembangan usaha sehingga emping biji asam mampu bersaing di pasar yang lebih luas.

Pelatihan pembuatan emping dari biji asam ini menjadi bukti bahwa kehadiran mahasiswa di tengah masyarakat tidak hanya sebatas menjalankan program akademik, tetapi juga menghadirkan solusi nyata yang mampu mendorong kemandirian ekonomi, kreativitas, serta pemanfaatan potensi lokal secara berkelanjutan.

Redaksi |

Kamis, 23 Juli 2026

Mahasiswa KKN UMMat Kelompok 03 Gelar Sosialisasi Kesadaran Hukum dan Kesehatan di SMPN 2 Sanggar dan Kantor Desa Piong

Foto bersama usia kegiatan, (Ist/Surya)

Piong, Bima, Media Dinamika Global - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMat) Kelompok 03 Angkatan ke- 40 menggelar sosialisasi bertajuk “Kesadaran Hukum dan Kesehatan: Membangun Generasi Taat Hukum, Cerdas, dan Sehat melalui Pencegahan Pernikahan Dini, Penyalahgunaan Narkoba, dan Edukasi Swamedikasi” di SMP Negeri 2 Sanggar dan Kantor Desa Piong, Kecamatan Sanggar, Kabupaten Bima.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program pengabdian kepada masyarakat yang bertujuan meningkatkan pemahaman serta kesadaran hukum dan kesehatan, khususnya terkait pencegahan pernikahan dini, bahaya penyalahgunaan narkoba, dan pentingnya swamedikasi yang benar.

Sosialisasi pertama dilaksanakan di SMP Negeri 2 Sanggar dan diikuti oleh kepala sekolah, dewan guru, serta siswa-siswi. Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa KKN memberikan pemahaman mengenai dampak pernikahan dini terhadap kesehatan reproduksi, pendidikan, kondisi psikologis, hingga masa depan remaja. Selain itu, para siswa juga mendapat edukasi mengenai bahaya penyalahgunaan narkoba dari sisi kesehatan maupun hukum, serta pentingnya penggunaan obat secara mandiri sesuai aturan dan anjuran tenaga kesehatan.

Kegiatan berlangsung interaktif melalui pemaparan materi, diskusi, dan sesi tanya jawab. Antusiasme peserta terlihat dari banyaknya pertanyaan yang diajukan terkait pernikahan dini, narkoba, dan penggunaan obat yang tepat.

Selanjutnya, sosialisasi digelar di Kantor Desa Piong dengan melibatkan pemerintah desa, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda, kader desa, serta masyarakat setempat. Kegiatan ini menghadirkan narasumber dari berbagai instansi sebagai bentuk kolaborasi dalam memberikan edukasi kepada masyarakat.

Bhabinkamtibmas Desa Piong dalam kesempatan tersebut menyampaikan materi mengenai bahaya penyalahgunaan narkoba, termasuk dampaknya terhadap kesehatan, keluarga, dan lingkungan sosial, serta konsekuensi hukum bagi pelaku penyalahgunaan maupun peredaran narkoba.

Sementara itu, Pihak Puskesmas Sanggar memaparkan materi tentang pencegahan pernikahan dini yang mencakup aspek kesehatan reproduksi, kesiapan mental, pendidikan, serta kondisi sosial ekonomi keluarga. Kemi juga berkolaborasi dengan mahasiswa KKN dalam memberikan edukasi mengenai swamedikasi yang aman dan rasional, mulai dari pentingnya membaca aturan pakai, memperhatikan dosis, mengenali jenis obat bebas, hingga memahami kapan harus berkonsultasi dengan tenaga kesehatan.

Seluruh rangkaian kegiatan mendapat sambutan positif dari peserta. Antusiasme masyarakat terlihat dari aktifnya diskusi dan pertanyaan yang diajukan kepada para narasumber. Kegiatan kemudian ditutup dengan penyerahan piagam penghargaan kepada para narasumber sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi mereka dalam menyukseskan kegiatan tersebut.

Ketua KKN UMMat Kelompok 03, Aditia Ramdani, mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk nyata kontribusi mahasiswa dalam memberikan edukasi kepada masyarakat terkait berbagai persoalan yang dihadapi generasi muda saat ini.

“Melalui kegiatan sosialisasi ini, kami berharap masyarakat, khususnya para pelajar dan remaja, dapat memahami dampak negatif pernikahan dini, menjauhi penyalahgunaan narkoba, serta lebih bijak dalam melakukan swamedikasi. Kami juga berharap kegiatan ini dapat meningkatkan kesadaran hukum dan kesehatan masyarakat serta memperkuat sinergi antara mahasiswa, pemerintah desa, pihak sekolah, tenaga kesehatan, aparat kepolisian, dan seluruh elemen masyarakat,” ujarnya.

Redaksi |