Meninggal di Malaysia, Jenazah Ahmad Supriandi Asal Lotim Akhirnya Tiba di Kediaman dan Dimakamkan - Media Dinamika Global

Rabu, 07 Januari 2026

Meninggal di Malaysia, Jenazah Ahmad Supriandi Asal Lotim Akhirnya Tiba di Kediaman dan Dimakamkan


Lombok Timur, Media Dinamika Global.Id – Duka mendalam menyelimuti keluarga Ahmad Supriandi, (42 tahun) warga asal Dusun Ulu, Desa Wakan, Kecamatan Jerowaru, Kabupaten Lombok Timur (Lotim), yang meninggal dunia saat berada di Negara Malaysia pada hari Minggu, tanggal, 28 Desember 2025 Pukul 19.30 Wita bagian Malaysia. Setelah melalui proses pemulangan yang cukup panjang, jenazah almarhum akhirnya tiba di kediaman keluarga dan disambut oleh pemerintah, keluarga, kerabat serta masyarakat setempat.

Kedatangan jenazah Ahmad Supriandi menjadi pengobat duka bagi keluarga, setelah sebelumnya almarhum dinyatakan meninggal dunia di Malaysia (Negeri Jiran).

Proses pemulangan jenazah melibatkan berbagai pihak, mulai dari sejumlah pihak, keluarga, relawan, hingga dukungan masyarakat yang turut membantu hingga jenazah dapat kembali ke tanah kelahirannya hari ini.

Adik Kandung Almarhum Ahmad Supriandi, Mawardi menceritakan bahwa pada hari Senin, 29 Desember 2025, dirinya sedang berada di kantornya, kemudian mendapatkan telepon dari Pak Ci (orang tua angkat) almarhum di tempat kerja, yang memberitahukan informasi bahwa almarhum telah meninggal dunia kerena sakit.

"Almarhum meninggal pada hari Minggu, 28 Desember 2025 (satu hari almarhum meninggal)," ucapnya Mawardi sekaligus Ketua DPD LBH HKTI NTB.

Lebih lanjut Mawardi, usai mendapatkan kabar duka tersebut, saya pulang memberitahukan kepada saudara maupun saudari kami yang lain, bahwa saudara kita telah meninggal dunia di Negara Malaysia.

"Kami melakukan musyawarah keluarga, dalam musyawarah tersebut lahir sebuah keputusan bahwa jenazah almarhum harus dipulangkan ke kampung halaman ini," jelasnya.

Kemudian, kata Mawardi, ia membuka komunikasi dan koordinasi dengan Pemprov NTB melalui dinas-dinas terkait, dan para relawan-relawan untuk mencarikan solusi agar jenazah almarhum dipulangkan dan dimakamkan di kampung halamam kami.

"Al hasilnya upaya kami, bahwa pemerintah hanya memfasilitasi mobil ambulance saja," terangnya.

Kemudian, soalnya biaya transportasi atas pemulangan jenazah almarhum saudara kami, semua biaya dari keluarga sendiri.

"Intinya, tidak ada biaya dari pemerintah maupun dari perusahaan," tuturnya.

Mawardin menyampaikan terimakasih kepada kerjasama/bantuan teman -teman, dari Kadis Disnaker Kabupaten Lombok Timur dan Dinas Disnaker NTB, BP2MI, BP3MI, KJRI, Basarnas Kabupaten Lombok Timur dan Barsarnas NTB,  Yayasan YPTKIS, Sahabat saya di Malaysia Jiran Yayasan (TITIAN UMMAH ENTERPRISE, SDN BHD),  dan teman-teman kedutan Malaysia dan seluruh lapisan masyarakat setempat yang telah memberikan bantuan, doa, moril maupun materil, dan dukungan selama proses pemulangan jenazah sehingga bisa kembali ke rumah atau kediaman kami.

"Alhamdulillah hari ini, almarhum sudah dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) setempat," pungkasnya.

Redaksi ||

Comments


EmoticonEmoticon