Talk Show HANI 2026, SEMMI NTB Perkuat Sinergi Berantas Narkoba dan Usulkan Rumah Rehabilitasi di Sumbawa - Media Dinamika Global

Sabtu, 04 Juli 2026

Talk Show HANI 2026, SEMMI NTB Perkuat Sinergi Berantas Narkoba dan Usulkan Rumah Rehabilitasi di Sumbawa

Talk Show SEMMI NTB, (Ist/Surya)

Sumbawa, Media Dinamika Global – Pengurus Wilayah Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia (PW SEMMI) Nusa Tenggara Barat menggelar Talk Show SEMMI NTB Bicara dalam rangka memperingati Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) 2026. Kegiatan yang bekerja sama dengan Liputan Sumbawa tersebut berlangsung di Chicken Chili, Samota, Kabupaten Sumbawa, Kamis (2/7/2026).

Mengangkat tema "NTB Pasar Narkotika" dengan subtema "NTB Bersih Narkoba: Komitmen Aksi dan Evaluasi Berkala SEMMI NTB, APH dan Pemerintah Daerah", forum ini menjadi ruang dialog lintas sektor guna memperkuat kolaborasi dalam pencegahan, pemberantasan penyalahgunaan, dan peredaran gelap narkotika di Nusa Tenggara Barat.

Talk show menghadirkan sejumlah narasumber dari berbagai unsur, di antaranya aktivis antinarkoba Uswatun Hasanah, Kasat Resnarkoba Polres Sumbawa IPTU Harirustaman, SH, perwakilan Kejaksaan Negeri Sumbawa Yuda, SH, Ketua Tim P2M BNNK Sumbawa Nursyafruddin, A.Md., Ketua MUI Kabupaten Sumbawa H. Faisal Salim, S.Ag., M.M.Inov., Ketua LATS Dr. M. Ikhsan Safitri, SH., M.Si., serta Kepala Desa Labuhan Burung Iwan Iskandar Putra.

Kegiatan juga dihadiri unsur Pemerintah Kabupaten Sumbawa, KNPI, organisasi kepemudaan, HMI, PMII, JMSI, MIO, akademisi, tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat, insan pers, hingga mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi.

Ketua PW SEMMI NTB, Muhammad Rizal Ansari, SH, mengatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan bentuk komitmen organisasi dalam membangun sinergi seluruh elemen masyarakat untuk mencari solusi atas persoalan narkotika yang semakin mengkhawatirkan di NTB.

Menurutnya, pemberantasan narkoba tidak dapat dibebankan hanya kepada aparat penegak hukum. Dibutuhkan keterlibatan aktif pemerintah, tokoh agama, tokoh adat, dunia pendidikan, organisasi kepemudaan, media, hingga masyarakat agar upaya pencegahan dan penindakan berjalan secara beriringan.

"Kami ingin forum ini menjadi ruang konsolidasi gagasan dan komitmen bersama. Perang melawan narkoba tidak cukup hanya melalui penindakan hukum, tetapi juga harus diperkuat dengan edukasi, pencegahan, pemberdayaan masyarakat, dan pengawasan bersama," ujar Rizal.

Ia menegaskan, Talk Show SEMMI NTB Bicara merupakan bagian dari komitmen organisasi dalam mengawal berbagai isu strategis di daerah, khususnya ancaman narkotika yang dinilai dapat merusak masa depan generasi muda.

Rizal berharap hasil diskusi tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi mampu melahirkan rekomendasi yang dapat ditindaklanjuti oleh seluruh pemangku kepentingan.

"Harus ada langkah nyata, evaluasi berkala, dan kerja sama lintas sektor agar cita-cita mewujudkan NTB Bersih Narkoba benar-benar dapat diwujudkan. SEMMI NTB akan terus mengawal isu ini sebagai bentuk tanggung jawab moral dalam menyelamatkan generasi muda dari ancaman narkotika," tegasnya.

Salah satu rekomendasi penting yang dihasilkan dalam forum tersebut adalah mendorong Pemerintah Provinsi NTB, pemerintah kabupaten/kota di Pulau Sumbawa, Badan Narkotika Nasional (BNN), serta kementerian dan lembaga terkait untuk membangun Rumah Rehabilitasi Narkoba yang representatif di Pulau Sumbawa.

Keberadaan fasilitas rehabilitasi tersebut dinilai sangat mendesak agar masyarakat yang menjadi korban penyalahgunaan narkotika dapat memperoleh layanan rehabilitasi medis, rehabilitasi sosial, hingga pascarehabilitasi secara cepat, mudah dijangkau, dan berkelanjutan tanpa harus dirujuk ke luar Pulau Sumbawa.

Melalui rekomendasi tersebut, PW SEMMI NTB berharap penanganan persoalan narkotika di Pulau Sumbawa tidak hanya berorientasi pada aspek penegakan hukum, tetapi juga memperkuat layanan rehabilitasi sebagai bagian dari pendekatan yang lebih komprehensif dalam menyelamatkan korban penyalahgunaan narkotika dan menekan angka penyalahgunaan di masa mendatang.

Redaksi |

Comments