KKN UMMat Kelompok 55 Gelar Seminar Program Kerja, Ajak Warga Kampung Baru Bersinergi Bangun Desa - Media Dinamika Global

Rabu, 15 Juli 2026

KKN UMMat Kelompok 55 Gelar Seminar Program Kerja, Ajak Warga Kampung Baru Bersinergi Bangun Desa

Mahasiswa KKN UMMat saat Gelar Seminar Program Kerja
di Kantor Desa, (Ist/Surya)

Sumbawa, Media Dinamika Global – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMat) Kelompok 55 menggelar Seminar Program Kerja di Kantor Desa Kampung Baru, Kecamatan Alas, Kabupaten Sumbawa, Selasa (15/7/2026). Kegiatan tersebut menjadi langkah awal membangun sinergi antara mahasiswa, pemerintah desa, dan masyarakat dalam mendukung pembangunan desa.

Seminar dihadiri oleh Kepala Desa Kampung Baru beserta jajaran pemerintah desa, Babinsa, Bhabinkamtibmas, Ketua PPK, tokoh pemuda, tokoh perempuan, serta tokoh masyarakat. Kehadiran berbagai unsur tersebut menunjukkan komitmen bersama dalam mendukung program pengabdian mahasiswa selama berada di desa.

Dalam kesempatan itu, mahasiswa KKN Kelompok 55 memaparkan sejumlah program kerja yang akan dilaksanakan selama masa pengabdian. Program-program tersebut disusun berdasarkan kebutuhan masyarakat dan difokuskan pada bidang pendidikan, sosial, lingkungan, kesehatan, serta pemberdayaan masyarakat.

Kepala Desa Kampung Baru, Syafruddin, S.Sos., menyambut baik kehadiran mahasiswa KKN UMMat dan berharap seluruh program yang telah dirancang dapat berjalan lancar serta memberikan dampak positif bagi masyarakat.

“Kami mengucapkan selamat datang kepada adik-adik mahasiswa KKN UMMat. Kehadiran mahasiswa KKN merupakan energi baru bagi desa yang kami cintai ini. Kami berharap masyarakat dapat memberikan dukungan dan berpartisipasi aktif dalam setiap kegiatan yang dilaksanakan sehingga manfaatnya dapat dirasakan bersama,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua KKN UMMat Kelompok 55, Nova Pauzan Amri, mengatakan bahwa seluruh program yang disusun merupakan bentuk komitmen mahasiswa untuk mengabdi sekaligus belajar langsung dari masyarakat.

“Kami hadir bukan hanya menjalankan program kampus, tetapi juga belajar dari masyarakat dan mengimplementasikan ilmu yang telah kami peroleh selama di bangku perkuliahan. Kami berharap dukungan dan partisipasi aktif masyarakat agar setiap kegiatan dapat berjalan dengan baik dan memberikan manfaat yang berkelanjutan,” ungkap Nova.

Ia menambahkan, keberhasilan program KKN tidak hanya ditentukan oleh mahasiswa, tetapi juga oleh keterlibatan masyarakat. Karena itu, KKN diharapkan menjadi wadah mempererat silaturahmi, menumbuhkan semangat gotong royong, serta meningkatkan kepedulian bersama demi kemajuan Desa Kampung Baru.

Anggota KKN UMMat Kelompok 55, Tiara, menjelaskan bahwa program kerja yang akan dijalankan terbagi dalam tiga kategori, yaitu program umum, program khusus, dan program pilihan.

Program umum meliputi gotong royong bersama masyarakat, edukasi pengelolaan sampah, membantu kegiatan posyandu, serta pemanfaatan lahan pekarangan melalui penanaman apotek hidup.

Adapun program khusus mencakup pendataan cabang dan ranting Muhammadiyah, pendataan alumni Universitas Muhammadiyah Mataram, pembagian brosur kepada calon mahasiswa baru, serta sosialisasi mengenai Universitas Muhammadiyah Mataram.

Sementara program pilihan meliputi kegiatan mengajar baca tulis Al-Qur’an, mengajar siswa sekolah dasar, pembuatan pojok literasi, serta penyelenggaraan berbagai perlombaan edukatif.

Seminar program kerja berlangsung dalam suasana hangat dan penuh antusiasme. Berbagai masukan dan saran dari peserta menjadi bahan evaluasi bagi mahasiswa untuk menyempurnakan pelaksanaan program selama berada di Desa Kampung Baru.

Melalui kolaborasi antara mahasiswa, pemerintah desa, dan masyarakat, seluruh program KKN UMMat Kelompok 55 diharapkan dapat berjalan sukses serta memberikan manfaat nyata bagi kemajuan Desa Kampung Baru.

Pembangunan desa tidak hanya lahir dari gagasan besar, tetapi juga dari semangat kebersamaan, kepedulian, dan langkah-langkah sederhana yang dilakukan secara bersama-sama demi masa depan desa yang lebih baik.

Redaksi |

Comments