Media Dinamika Global: Sosial
Tampilkan postingan dengan label Sosial. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sosial. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 28 Maret 2026

Kapolda NTB Pimpin Aksi Bersih Pantai di Tanjung Aan, Dorong Kepedulian Lingkungan


Mataram, Media Dinamika Global – Kapolda NTB Edy Murbowo bersama jajaran pejabat utama Polda NTB menggelar aksi gotong royong bersih-bersih pantai di Pantai Tanjung Aan, Sabtu (28/03/2026).

Kegiatan ini turut dihadiri Ketua dan Pengurus Bhayangkari Daerah NTB, Kapolres Lombok Tengah beserta personelnya, serta melibatkan berbagai unsur yang bersama-sama membersihkan kawasan wisata unggulan tersebut.

Di sela kegiatan, Kapolda NTB menegaskan bahwa aksi ini merupakan bagian dari implementasi dukungan Polri terhadap program pemerintah dalam menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan, khususnya di kawasan wisata.

“Ini adalah langkah nyata Polri dalam menjaga lingkungan, terutama di kawasan wisata. Kami berharap kegiatan ini bisa menjadi contoh dan motivasi bagi masyarakat untuk ikut peduli terhadap kebersihan,” ujarnya.

Menurutnya, menjaga kebersihan pantai bukan hanya tanggung jawab pemerintah atau aparat, tetapi juga seluruh elemen masyarakat. Dengan lingkungan yang bersih dan terawat, kawasan wisata seperti Tanjung Aan diharapkan tetap menjadi daya tarik utama bagi wisatawan.

Aksi gotong royong ini juga menjadi bentuk sinergi antara Polri dan masyarakat dalam menjaga kelestarian alam, sekaligus memperkuat kesadaran bersama akan pentingnya menjaga lingkungan demi keberlanjutan pariwisata di Nusa Tenggara Barat.

Redaksi |

Jumat, 27 Maret 2026

Penuh Khidmat, Kapolres Bima Ikuti Haflah Al-Qur’an di Kediaman DPP BMWI

Kapolres Bima AKBP Muhammad Anton Bhayangkara Gaisar, S.I.K., M.H
menghadiri kegiatan Haflah Al-Qur’an, (Ist/Surya)

Bima, Media Dinamika Global – Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Kabupaten Bima Polda NTB, AKBP Muhammad Anton Bhayangkara Gaisar, S.I.K., M.H., menghadiri kegiatan Haflah Al-Qur’an yang digelar pada Jumat malam, 27 Maret 2026, sekitar pukul 19.30 Wita.

Kegiatan tersebut dilaksanakan dalam rangka memperingati 44 hari wafatnya almarhumah Hj. Hariah Binti Yusuf, yang merupakan nenek dari Ketua Nasional Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Barisan Muda Wirausaha Indonesia (BMWI) periode 2023–2026, Syamsul Hidayah.

Acara berlangsung di Kelurahan Kodo, Kecamatan Rasanae Timur, Kota Bima, dengan suasana penuh khidmat dan kekhusyukan. Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wakapolres Bima Kota Kompol Herman, S.H., Kasdim 1608/Bima Mayor Inf. Asep Okinawa Muas, Kepala Subdenpom IX/2-2 Bima Kapten Saputra, serta para Pejabat Utama (PJU) Polres Bima Kota.

Rangkaian kegiatan diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, dilanjutkan dengan tausiah keagamaan, dan ditutup dengan pembacaan doa bersama untuk almarhumah.

Dalam kesempatan tersebut, Kapolres Bima Kabupaten menyampaikan ungkapan duka cita yang mendalam.

“Kami hadir dan turut berdukacita atas kepergian almarhumah. Semoga amal ibadah beliau diterima oleh Allah SWT dan mendapatkan tempat terbaik di sisi-Nya,” ujar Kapolres.

Kegiatan Haflah Al-Qur’an ini menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi antara unsur TNI-Polri, tokoh masyarakat, dan keluarga besar yang hadir, sekaligus sebagai bentuk doa bersama bagi almarhumah.

Seluruh rangkaian kegiatan berjalan dengan lancar, aman, dan penuh khidmat hingga selesai.

Redaksi |

Ditpolairud Polda NTB Bersama Stakeholder Gelar Aksi Bersih Pantai di Loang Baloq


Mataram, Media Dinamika Global – Dalam rangka menjaga kebersihan lingkungan pesisir, Ditpolairud Polda NTB bersama Polresta Mataram, TNI AD, serta instansi terkait dan masyarakat melaksanakan kegiatan bersih-bersih pantai di kawasan Pantai Loang Baloq.(27/3/2026) 

Kegiatan ini turut melibatkan berbagai pihak, di antaranya Kelurahan Sekarbela, Dinas Pariwisata, Rumah Sakit Kota Mataram, serta masyarakat setempat yang secara bersama-sama membersihkan sampah di area pantai.

Dirpolairud Polda NTB, Boyke F. S. Samola, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian Polri terhadap kebersihan pantai dan laut, sekaligus sebagai upaya membangun kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga lingkungan.

“Kegiatan ini adalah wujud nyata kepedulian Polri terhadap kebersihan lingkungan, khususnya di wilayah pesisir. Kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga kebersihan pantai dan laut,” ungkapnya.

Baca juga: 

https://www.mediadinamikaglobal.id/2026/03/merasa-difitnah-bupati-dompu-resmi.html

Lebih lanjut, kegiatan bersih-bersih pantai ini merupakan agenda rutin Ditpolairud Polda NTB yang dilaksanakan setiap hari Selasa dan Jumat sebagai bentuk komitmen berkelanjutan dalam menjaga kelestarian lingkungan.

Diharapkan melalui kegiatan ini, tercipta lingkungan pantai yang bersih, sehat, dan nyaman, serta dapat mendukung sektor pariwisata di Kota Mataram. Sinergi antara aparat, instansi terkait, dan masyarakat pun diharapkan terus terjalin demi menjaga kelestarian alam dan meningkatkan kesadaran bersama akan pentingnya kebersihan lingkungan.

Redaksi |

Senin, 23 Maret 2026

Alumni SLTPN 5 Dompu Angkatan 2000 Gelar Reuni Penuh Kebersamaan di Pantai Wadu Jao

Foto bersama Alumni SLTPN 5 Dompu Angkatan 2000 saat gelar reunian  di Pantai Wadu Jao-Dompu, (Ist/Subagio)

Dompu-NTB, Media Dinamika Global – Suasana hangat penuh kebersamaan terlihat dalam kegiatan reuni alumni SLTPN 5 Dompu angkatan 2000 yang digelar di Pantai Wadu Jao, Kecamatan Pajo, Kabupaten Dompu, pada Senin (23/3/2026).

Puluhan alumni tampak hadir dalam kegiatan tersebut, memanfaatkan momen untuk kembali menjalin silaturahmi setelah sekian lama berpisah sejak masa sekolah. Dengan latar keindahan pantai dan perbukitan hijau, suasana reuni berlangsung penuh keakraban dan canda tawa.

Ama La One salah konten kreator Bima dan Dompu dan nama akun Facebooknya " Ama La Onee" menyampaikan bahwa reuni ini tidak hanya sekadar ajang temu kangen, tetapi juga menjadi momentum mempererat hubungan kekeluargaan antar sesama alumni. “Kami ingin menjaga silaturahmi agar tetap terjalin dengan baik meskipun sudah lama tidak bertemu,” ujar Ama La One pria asal Desa Manggenae-Dompu.

Kegiatan reuni diisi dengan berbagai aktivitas santai seperti foto bersama, berbagi cerita pengalaman hidup, hingga makan bersama di tepi pantai. Para alumni juga berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara rutin di masa mendatang.

Sementara, Subagio salah satu peserta reuni mengungkapkan rasa bahagianya bisa kembali berkumpul dengan teman-teman lama. “Ini momen yang sangat berharga, bisa bertemu kembali, mengenang masa-masa sekolah dulu,” kata Subagio, pria asal Tololara Desa Madawau.

Dengan semangat kebersamaan yang terbangun, reuni ini diharapkan menjadi awal dari kegiatan positif lainnya yang dapat memberikan manfaat bagi sesama alumni maupun masyarakat sekitar.

Redaksi |

Minggu, 22 Maret 2026

H. Maman DPRD NTB Siap Turun Tangan, Pasutri di Kota Bima Puluhan Tahun Tinggal di Rumah Nyaris Roboh

Anggota DPRD NTB, H. Muhamad Aminurlah, S.E
Rumah Pasutri di Kota Bima Nyaris Roboh, (Ist/Surya)

Kota Bima, Media Dinamika Global -- Kondisi memprihatinkan dialami pasangan suami-istri Siti Mariam dan Jaharudin, warga Lingkungan Sigi RT 10 RW 03, Kelurahan Paruga, Kecamatan Rasanae Barat, Kota Bima. Selama puluhan tahun, keduanya terpaksa tinggal di rumah tidak layak huni yang kondisinya nyaris roboh, tanpa pernah tersentuh bantuan pemerintah.

Ironisnya, meski rumah mereka telah berulang kali didata dan difoto oleh petugas, nama pasangan ini tak kunjung masuk dalam daftar penerima program Rumah Tidak Layak Huni (RTLH). Fakta ini memunculkan tanda tanya besar terhadap akurasi pendataan dan keseriusan pemerintah dalam menangani warga miskin ekstrem.

“Kami sudah lama sekali tinggal di sini. Rumah ini sudah sering didata, tapi tidak pernah dapat bantuan,” ungkap Siti Mariam dengan nada kecewa.

Kondisi tersebut dinilai sebagai bentuk nyata lemahnya perhatian pemerintah terhadap masyarakat kecil. Program bantuan yang seharusnya menyasar warga paling membutuhkan justru terkesan tidak tepat sasaran.

Menanggapi hal itu, Anggota DPRD NTB, H. Muhamad Aminurlah, S.E atau yang akrab disapa H. Maman, menyatakan keprihatinannya sekaligus mengkritisi kinerja pihak terkait.

“Ini tidak boleh terus terjadi. Kalau sudah didata berkali-kali tapi tidak pernah terealisasi, berarti ada yang salah dalam sistem. Pemerintah harus bertanggung jawab,” tegasnya.

Rumah Pasutri di Kota Bima Nyaris Roboh, (Ist/Surya)

Ia menegaskan akan segera turun langsung untuk memastikan pasangan tersebut mendapatkan bantuan. H. Maman juga berjanji akan mengawal persoalan ini hingga tuntas, termasuk berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan lembaga terkait.

“InsyaAllah saya akan bantu dan kawal. Ini bukan hanya soal satu keluarga, tapi soal keadilan sosial. Jangan sampai warga miskin ekstrem terus terabaikan,” tambahnya.

Selain berharap kepada pemerintah, Siti Mariam dan Jaharudin juga menggantungkan harapan kepada Baznas Kota Bima agar dapat mengakomodir mereka dalam program bedah rumah.

Diketahui, pasangan ini hidup dalam kondisi serba kekurangan dan masuk kategori miskin ekstrem. Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, mereka hanya mengandalkan pekerjaan serabutan yang tidak menentu.

Kasus ini menjadi tamparan keras bagi pemerintah, khususnya dalam hal validasi data dan distribusi bantuan sosial. Diperlukan evaluasi menyeluruh agar program bantuan benar-benar tepat sasaran dan tidak sekadar formalitas pendataan semata.

Redaksi: Surya Ghempar

Rabu, 18 Maret 2026

Potret Indah Toleransi di NTB: Pawai Ogoh-Ogoh Digelar di Tengah Suasana Ramadhan


Mataram, Media Dinamika Global - Semangat toleransi dan keberagaman terpancar kuat di Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB). Ribuan umat Hindu Dharma menggelar Pawai Ogoh-Ogoh dalam rangka menyambut Hari Raya Nyepi dan Tahun Baru Saka yang tahun ini kembali bertepatan dengan suasana bulan suci Ramadan.

Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal didampingi Ketua TP. PKK NTB, Hj. Sinta Agathia M Iqbal dan Walikota Mataram, H. Mohan Roliskana, S. Sos., MH., mengungkapkan kekagumannya atas kreativitas dan keseriusan umat Hindu dalam mempersiapkan perhelatan seni budaya ini. Ia menyebutkan bahwa karya-karya Ogoh-Ogoh yang ditampilkan merupakan ekspresi seni tingkat tinggi yang dipersiapkan dengan sangat matang.

"Kami berdua bersama Walikota Mataram merasakan kekaguman bagaimana umat Hindu Dharma mengekspresikan rasa seninya dan kesungguhannya. Tidak ada satu pun Ogoh-Ogoh yang tampak 'ecek-ecek', semuanya dipersiapkan dengan baik," ujarnya di Mataram, Rabu (18/3/2026).

Momentum tahun ini dinilai sangat istimewa karena dua hari besar keagamaan, yakni Nyepi bagi umat Hindu dan Idul Fitri bagi umat Islam, jatuh dalam waktu yang hampir bersamaan. Gubernur menyebut fenomena ini sebagai "berkah luar biasa" di mana sekitar 99 persen penduduk NTB secara kolektif sedang menjalani proses pensucian diri.

"Hampir 96 persen masyarakat NTB adalah Muslim dan sekitar 3 persen Hindu. Artinya, 99 persen masyarakat kita tengah mengalami proses pensucian secara bersamaan. Ini pertanda baik bahwa kedamaian, kenyamanan, dan ketertiban akan selalu menyertai kita," tambahnya.

Ia juga menegaskan kepada awak media bahwa perhelatan ini adalah bukti nyata kepada dunia internasional bahwa masyarakat NTB telah dewasa dalam beragama dan memiliki akar toleransi yang kuat yang telah dijaga selama ratusan tahun.

Acara yang berlangsung tertib ini diharapkan menjadi standar baru bagi penyelenggaraan di tahun-tahun mendatang, memperkokoh posisi NTB sebagai provinsi yang harmonis dalam keberagaman.

Redaksi |

Jumat, 13 Maret 2026

Gubernur Iqbal: Desa Berdaya Hadir Entaskan Kemiskinan Ekstrem


Sumbawa Barat, Media Dinamika Global – Di balik bentang alam yang mempesona, kawasan barat pulau Sumbawa menyimpan potensi besar yang terus bertumbuh melalui semangat kemandirian desa. Pesona kaki perbukitan hingga garis pantai yang cantik menjadi saksi geliat pembangunan berbasis masyarakat di Sumbawa barat kini kian nyata dibingkai dalam konsep desa berdaya.

Konsep desa berdaya yang digaungkan pemerintah provinsi NTB dibawah kepemimpinan Iqbal Dinda di pulau Sumbawa tidak hanya bergelut di pembangunan fisik, tetapi juga tentang penguatan sumber daya manusia. Kelompok Tani, nelayan, pelaku UMKM, hingga komunitas perempuan dan pemuda dilibatkan aktif dalam perencanaan dan pengelolaan potensi lokal.

Gubernur NTB Lalu Muhammad Iqbal dalam kunjungannya ke Kelurahan Telaga Bertong, Kecamatan Taliwang, Kabupaten Sumbawa Barat,pada Jumat (13/3), mengungkapkan, salah satu tujuan hadirnya  desa berdaya yakni menjadi solusi dalam upaya menyelesaikan berbagai persoalan di tingkat desa hingga dusun termasuk kemiskinan ekstreme.

"Semua harus bottom up, berbasis identifikasi masyarakat desa itu sendiri. Desa berdaya hadir, sebagai sebuah program solutif  yang miliki dua karakter, yakni orkestratif dan kolaboratif," jelas Iqbal. 

Tak hanya itu, memaksimalkan potensi desa juga menjadi fokus dari desa berdaya. Iqbal menilai potensi Sumbawa Barat sangat melimpah untuk menjadi motor penggerak ekonomi. Untuk itu Iqbal berharap sebagai roda penggerak desa beserta sumberdayanya harus memaksimalkan potensinya secara kolektif  dengan Pendekatan kolaboratif antara pemerintah daerah, aparat desa, dan masyarakat sehingga fondasi ekonomi berbasis lokal semakin kuat.

"Jadi arahnya nanti melalui desa Berdaya kita intervensi persoalan tingkat desanya Dan juga intervensi persoalan di tingkat KK Sehingga harapannya setiap KK dalam setahun ke depan  sudah punya mandiri sudah punya income," katanya.

Gubernur Iqbal juga mengungkapkan, insentif seperti bantuan modal usaha juga tetap diberikan kepada warga yang memiliki usaha kecil sebagai dukungan keberlanjutan kegiatan ekonomi keluarga.

Dukungan tersebut diharapkan dapat memperkuat usaha yang dijalankan, meningkatkan pendapatan, serta mendorong kemandirian ekonomi sehingga tidak lagi bergantung pada bantuan sosial. Ia menambahkan penyaluran bantuan harus lebih tepat sasaran, baik dalam bentuk bantuan konsumtif bagi warga yang tidak berdaya maupun bantuan produktif bagi masyarakat yang masih memiliki potensi usaha.

“Target kita bukan sekadar memberikan bantuan, tetapi memastikan masyarakat dapat berdaya dan hidup lebih sejahtera,” tutupnya.

Redaksi |

Polda NTB Gelar Pasar Murah dalam Gerakan Pangan Murah Polri Serentak


Mataram, Media Dinamika Global – Dalam rangka mendukung program pemerintah menjaga stabilitas harga bahan pokok menjelang Hari Raya Idul Fitri, Polda NTB menggelar Pasar Murah di Tribun Bhara Daksa Polda NTB, Jumat (13/03/2026).

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari Gerakan Pangan Murah Polri yang dipimpin langsung oleh Listyo Sigit Prabowo dan dilaksanakan secara serentak oleh seluruh Polda serta Polres/Polresta di Indonesia melalui sambungan virtual.

Di NTB, pasar murah dihadiri langsung oleh Edy Murbowo bersama para pejabat utama Polda NTB. Sementara itu, jajaran Polres/Polresta juga menyelenggarakan kegiatan serupa di wilayah hukum masing-masing.

Kabid Humas Polda NTB, Kombes Pol. Mohammad Kholid, S.I.K., menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan upaya konkret untuk membantu masyarakat mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau, sekaligus menjaga stabilitas harga pangan di pasaran.

“Gerakan Pangan Murah ini dilaksanakan untuk membantu masyarakat memperoleh bahan pokok dengan harga lebih terjangkau, sekaligus menjaga stabilitas harga pangan, khususnya beras,” ujarnya.

Dalam pasar murah tersebut, sejumlah bahan pokok penting dijual kepada masyarakat, di antaranya beras SPHP produksi Bulog, minyak goreng Minyakita, serta gula pasir. Komoditas tersebut diketahui mengalami peningkatan permintaan menjelang perayaan Idul Fitri.

Menurut Kholid, kegiatan ini merupakan bentuk dukungan nyata Polri terhadap program pemerintah dalam menjaga stabilitas harga bahan pokok penting (Bapokting) menjelang hari raya maupun Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) lainnya.

“Melalui pasar murah ini, kami berharap masyarakat dapat terbantu dalam memenuhi kebutuhan pokok, sekaligus membantu menjaga stabilitas harga pangan di wilayah NTB,” tambahnya.

Polda NTB berharap kegiatan serupa yang dilaksanakan oleh jajaran Polres/Polresta di berbagai daerah dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat, khususnya dalam menghadapi peningkatan kebutuhan menjelang Hari Raya Idul Fitri.

Redaksi ||

Rabu, 11 Maret 2026

Kadis Sosial Akan Periksa Agen Brilink di Karampi Langgudu Karena Diduga Raup Keuntungan Besar di KPM BPNT


Langgudu. Media Dinamika Global.Id.-Kadis Sosial Akan Periksa Agen Brilink di Karampi Langgudu Karena Diduga Raup Keuntungan Besar di KPM BPNT. Pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) sebagai pendamping sosial dari Kemensos yang juga membantu pemantauan berbagai program bansos, termasuk Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT).

Kadis Sosial Kabupaten Bima, Zunaidin, MM mengatakan, pendamping PKH bertugas mendampingi, memberi informasi dan memastikan KPM menerima bantuan dengan benar, bukan mengelola atau menentukan transaksi bantuan.

"Pendamping PKH boleh mendampingi KPM BPNT dengan memberikan edukasi, membantu administrasi dan monitoring. Tapi bukan pengelola dana atau yang menentukan KPM harus belanja Sembako dimana," katanya, Selasa 10 Maret 2026.

Zunaidin tegaskan, berdasarkan aturan, pendamping PKH tidak boleh intervensi tentang belanja KPM sebagaimana diatur dalam Permensos nomor 4 tahun 2023 tentang program sembako

"Ketentuannya yaitu KPM tidak boleh dipaksa membeli di toko atau e-warung atau agen bank tertentu, bantuan yang sudah masuk ke rekening atau KKS menjadi hak KPM untuk mengatur penggunaannya, bantuan tidak boleh dipaketkan atau dipaksakan dalam bentuk sembako tertentu oleh pihak lain. Pendamping PKH hanya mendampingi, bukan mengarahkan transaksi. Jika ada paksaan belanja di agen tertentu, itu bisa dianggap pelanggaran atau penyimpangan," tegas Kadis.

Tambah Zunaidin, sementara informasi yang diberitakan oleh media bimakini tentang agen BRILink yang berikan bantuan Sembako ke KPM BPNT dengan meraup keuntungan Rp 66 ribu perorang berdasarkan arahan pendamping PKH, prinsipnya tidak sesuai dengan tujuan program Bansos.

"Program ini bertujuan membantu kebutuhan pangan KPM, bukan untuk keuntungan besar pihak penyalur. Jika ada indikasi paket sembako nilainya jauh di bawah bantuan dan ada keuntungan besar dari setiap KPM, maka hal tersebut bisa masuk kategori penyimpangan Bansos," terangnya.

Kata Zunaidin, pada prinsipnya, pendamping PKH boleh mendampingi KPM BPNT, tapi tidak mengatur transaksi. Tidak boleh memaksa KPM belanja di agen tertentu atau mengambil paket sembako.

"Jika ada yang meraup keuntungan besar dari pembagian Sembako, itu patut diperiksa karena bisa menjadi penyimpangan," tegas Zunaidin.