25 Ribu NIB Terbit, Ketua BMWI NTB Is Karyanto Kini Fokus Perluas Link dan Kolaborasi - Media Dinamika Global

Sabtu, 28 Maret 2026

25 Ribu NIB Terbit, Ketua BMWI NTB Is Karyanto Kini Fokus Perluas Link dan Kolaborasi

Ketua BMW Is Karyanto saat diwawancara
sejumlah awak Media, (Ist/Surya Ghempar)

Mataram, Media Dinamika Global – Ketua Barisan Muda Wirausaha Indonesia (BMWI) Nusa Tenggara Barat, Is Karyanto, menegaskan bahwa kekuatan utama dalam pengembangan usaha bukan hanya pada bisnis yang dimiliki, melainkan pada jaringan atau “link” yang terbangun secara kuat dan strategis.

Hal tersebut disampaikannya dalam wawancara beberapa waktu lalu. Menurutnya, BMWI hadir bukan sekadar sebagai wadah berkumpulnya para pelaku usaha, tetapi sebagai ruang kolaborasi yang membuka akses luas ke berbagai sektor penting, mulai dari pemerintah hingga sektor keamanan.

“Kalau saya melihat, link itu yang paling utama. Bukan usahanya dulu, karena teman-teman ini sudah punya usaha masing-masing. Tinggal bagaimana link itu dimanfaatkan untuk mengembangkan usaha,” ujar Is Karyanto.

Ia menjelaskan, komposisi anggota BMWI NTB yang mayoritas merupakan pemilik usaha, CEO, hingga owner perusahaan di berbagai bidang menjadi kekuatan besar dalam membangun ekosistem bisnis berbasis kolaborasi.

Sejak awal berdiri, BMWI NTB telah menjalankan berbagai program strategis, khususnya dalam membantu pelaku usaha mengurus legalitas dan memperkuat kapasitas kewirausahaan, terutama bagi pelaku UMKM.

Hasilnya, BMWI NTB berhasil mendorong penerbitan sekitar 25.000 Nomor Induk Berusaha (NIB), yang turut mengantarkan Provinsi NTB meraih peringkat kedua secara nasional dalam capaian tersebut, di bawah Jawa Timur. Capaian ini bahkan mendapat pengakuan dari pemerintah pusat.

“Waktu itu kita fokus menciptakan wirausaha yang berizin dan membuka lapangan kerja. Itu menjadi kontribusi nyata BMWI NTB,” jelasnya.

Keberhasilan tersebut juga tidak terlepas dari dukungan berbagai pihak, termasuk tokoh daerah seperti Niken Saptarini Widyastuti yang saat itu menjabat sebagai Ketua Dewan Penasehat BMWI NTB.

Memasuki fase selanjutnya, BMWI NTB kini mulai menggeser fokus dari pengurusan legalitas ke penguatan jaringan dan akses bisnis. Is Karyanto menilai, di tengah persaingan usaha yang semakin ketat, akses terhadap pasar, permodalan, hingga kemitraan menjadi faktor penentu keberhasilan.

“Link itu adalah aset terbesar. Dari link, kita bisa buka akses permodalan, fasilitas, sampai pemasaran,” tegasnya.

Ia juga mencontohkan bahwa jaringan yang kuat mampu mempercepat pertumbuhan usaha anggota. Melalui koneksi yang dimiliki, anggota BMWI dapat terhubung dengan mitra strategis, baik di tingkat lokal, nasional, hingga internasional.

BMWI bahkan disebut telah memiliki jejaring hingga ke luar negeri yang diharapkan mampu mendukung berbagai program besar pada tahun 2026 mendatang.

Di sisi internal, hampir seluruh anggota BMWI NTB telah aktif menjalankan usaha masing-masing. Beberapa di antaranya bahkan menunjukkan perkembangan pesat dengan bisnis yang terus tumbuh dan diminati pasar.

Selain itu, BMWI NTB juga mulai mengembangkan program berbasis sektor riil, seperti pengelolaan lahan seluas 56 hektare di Kabupaten Lombok Utara (KLU) untuk program pertanian, termasuk penanaman pisang yang sempat bekerja sama dengan pihak Jepang.

“Walaupun sempat ada kendala, program itu akan terus kita lanjutkan. Ini bagian dari upaya membangun usaha yang berkelanjutan,” katanya.

Ke depan, BMWI NTB menargetkan penguatan kolaborasi lintas sektor sebagai strategi utama. Dengan memaksimalkan jaringan yang dimiliki, organisasi ini optimistis mampu menciptakan ekosistem wirausaha yang lebih kuat, mandiri, dan berdaya saing tinggi.

“Intinya, semua anggota harus punya usaha. Dari situ berkembang. Tapi yang mempercepat pertumbuhan itu adalah link. Link itulah yang akan membuka semua peluang,” pungkas Is Karyanto.

Redaksi |

Comments


EmoticonEmoticon