‎Memasuki Panen Raya, Kabupaten Bima Siap Optimalkan Distribusi Jagung dan Ternak ‎ - Media Dinamika Global

Jumat, 27 Februari 2026

‎Memasuki Panen Raya, Kabupaten Bima Siap Optimalkan Distribusi Jagung dan Ternak ‎


Kabupaten Bima. Media Dinamika Global.id. Pemerintah Kabupaten Bima menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Optimalisasi Distribusi Jagung dan Ternak dalam rangka menghadapi puncak Panen Raya Jagung serta momentum Lebaran Idul Adha Tahun 2026. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai langkah strategis untuk penguatan tata niaga jagung, kesiapan armada distribusi, pengendalian harga ternak, serta antisipasi lonjakan permintaan menjelang Hari Raya Idul Adha.

‎Rakor yang berlangsung di ruang rapat forkopimda Kantor Bupati Bima pada Jum'at (27/02/26) tersebut dipimpin langsung oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Bima Adel Linggi Ardi dan didampingi oleh Staf Ahli Bidang Pembangunan Ekonomi dan Keuangan, Para Assisten Lingkup Setda, dan para Kabag lingkup Setda Kabupaten Bima. 

‎Rakor juga turut dihadiri oleh Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Bima, Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Bima, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Bima, Kepala Dinas dinas Perindag Kabupaten Bima, Kepala Dinas Peternakan Kabupaten Bima Serta perwakilan Bulog, pelaku usaha, asosiasi peternak, distributor, serta unsur TNI/Polri. 

‎Memasuki masa panen raya jagung tahun 2026, produksi di Kabupaten Bima diperkirakan mencapai lebih dari setengah juta ton, dengan realisasi hingga Juli 2026 mendekati 489.227 ton. Capaian ini menegaskan posisi Kabupaten Bima sebagai salah satu penyumbang signifikan kebutuhan jagung nasional.

‎Besarnya produksi tersebut memerlukan pengelolaan serius, mulai dari aspek kualitas, kepastian harga, penyerapan, hingga distribusi dan pemasaran. Pemerintah di bawah kepemimpinan Prabowo Subianto memberikan perhatian besar terhadap kesejahteraan petani jagung dan komoditas pangan lainnya sebagai bagian dari upaya mewujudkan swasembada pangan.

‎ Adel Linggi Ardi dalam arahannya menegaskan bahwa Kabupaten Bima merupakan salah satu sentra produksi jagung dan ternak sapi di Nusa Tenggara Barat. Oleh karena itu, sinergi lintas sektor sangat diperlukan agar hasil panen raya dapat terserap optimal oleh pasar dan tidak merugikan petani akibat anjloknya harga saat produksi melimpah.

‎“Kita ingin memastikan distribusi berjalan lancar, harga tetap stabil, dan kesejahteraan petani serta peternak tetap terjaga. Momentum panen raya dan Idul Adha harus menjadi peluang peningkatan ekonomi masyarakat,” tegasnya.

‎Sebagai bentuk dukungan, pemerintah telah menetapkan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) jagung berdasarkan Perbadan Nomor 381 Tahun 2025 sebesar Rp5.500/kg pada kadar air 18–20 persen. Sementara itu, harga penyerapan ke gudang Perum Bulog ditetapkan Rp6.400/kg (kemas) dan Rp6.250/kg (curah), menjadi acuan bagi BUMN pangan, pelaku usaha, dan offtaker.

‎Selain jagung, sektor peternakan khususnya sapi dan kerbau juga menjadi komoditas unggulan daerah, terutama menjelang Idul adha. 

‎"Pada 2025, distribusi ternak melalui Pelabuhan Bima tercatat 9.099 ekor dari total 16.337 ekor sapi dan kerbau, sementara sisanya didistribusikan melalui jalur darat dan Pelabuhan Sape, Momentum panen raya jagung yang bertepatan dengan meningkatnya permintaan ternak menjelang Idul adha menjadi periode krusial." Ungkap Sekda

‎Melimpahnya produksi jagung berpotensi menekan harga di tingkat petani, sementara lonjakan pengiriman ternak menuntut kesiapan armada dan kapasitas pelabuhan. Tanpa manajemen terpadu, dikhawatirkan terjadi persaingan jadwal pengiriman, keterbatasan armada, hingga ketidakseimbangan harga.

‎Karena itu, diperlukan pengaturan distribusi yang terintegrasi dan terkoordinasi antar pemangku kepentingan. Rapat koordinasi yang menghadirkan Asisten Deputi Distribusi Pangan Kemenko Pangan RI Mawardi serta Kapolres Bima menjadi langkah strategis dalam menyusun kebijakan optimalisasi distribusi jagung dan ternak selama puncak panen raya dan menjelang Idul adha 2026

‎Melalui sinergi pemerintah pusat dan daerah, Kabupaten Bima diharapkan mampu menjadi contoh tata kelola distribusi pangan yang efisien, terukur, dan berpihak pada kesejahteraan petani dan peternak. (Tim)

Comments


EmoticonEmoticon