Bima NTB, Media Dinamika Global.Id.– berubah menjadi lautan massa. Mahasiswa, pemuda, dan masyarakat Desa Tolouwi menggelar aksi unjuk rasa besar-besaran menuntut pemerintah Desa Tolouwi, Kecamatan Monta, kabupaten Bima transparansi pengelolaan Dana Desa (DD) yang diduga gelapkan anggaran kurang lebih selama tiga tahun kepemimpinan Kepala Desa Ahmad, S.H. Aksi tersebut di kantor desa setempat. Selasa, (10/2/26).
Aksi ini meledak setelah warga mengaku tidak pernah mendapatkan penjelasan yang jelas terkait penggunaan anggaran desa. Ketidakjelasan tersebut memicu kemarahan publik yang merasa hak-haknya telah dirampas.
“Pemerintah Desa Tolouwi harus diadili karena telah mengorbankan hak masyarakat!” teriak Saiful di hadapan massa aksi.
Gelombang protes tidak hanya menyasar kepala desa. Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Tolouwi ikut menjadi sorotan tajam. Massa menilai lembaga yang seharusnya menjadi pengawas justru dianggap gagal menjalankan fungsi kontrol.
“BPD Tolouwi seharusnya menjadi benteng pengawasan, bukan malah dianggap sebagai stempel kebijakan kepala desa,” tegas Saiful di tengah orasi yang disambut sorakan massa.
Kekecewaan warga semakin memuncak setelah pernyataan Kepala Desa Ahmad, S.H. dinilai tidak memberikan kejelasan terkait tuntutan masyarakat. Jawaban yang disampaikan dianggap berputar-putar dan tidak menyentuh inti persoalan transparansi anggaran.
Situasi ini membuat masyarakat Desa Tolouwi bersiap menempuh langkah hukum. Warga mengancam akan membawa persoalan tersebut ke Inspektorat hingga Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) apabila pemerintah desa tidak segera membuka seluruh penggunaan Dana Desa kepada publik.
“Kami tidak akan diam melihat desa kami dirampok. Perjuangan ini tidak akan berhenti sampai keadilan ditegakkan,” pungkas Saiful.(Team)
