KOTA BIMA. Media dinamika global_id.– Masalah lingkungan seringkali dianggap selesai dengan diskusi, namun mahasiswa KKN Politeknik Muhammad Dahlan memilih cara yang lebih progresif. Memasuki wilayah Kampung Nggarolo, tepatnya di RT 09 dan RT 10, para mahasiswa jurusan Kebidanan ini menjadikan aksi gotong royong sebagai "senjata" utama dalam program kerja (proker) perdana mereka.
Aksi ini bukan gerakan kecil. Dengan melibatkan 6 posko di mana setiap pos beranggotakan 10 hingga 11 mahasiswa mereka menyisir setiap sudut kampung. Fokus utamanya sangat krusial: pembersihan dua aliran sungai yang selama ini menjadi elemen vital bagi kenyamanan warga Nggarolo.
Kebersihan: Antara Iman dan Aksi Nyata
Hajrah, salah satu mahasiswi yang terjun langsung, menyoroti bahwa kesehatan masyarakat (khususnya dari perspektif kebidanan dan sanitasi) berakar pada kebersihan lingkungan. Ia melihat bahwa teori di bangku kuliah harus berpadu dengan realita di lapangan.
"Kami merasa sangat bahagia bisa berkunjung dan diterima sebagai bagian dari keluarga Kampung Nggarolo. Harapan kami sederhana namun mendalam: masyarakat terus sadar bahwa kebersihan adalah sebagian dari iman. Kami ingin semangat ini tetap hidup meski nantinya kami sudah tidak di sini," ungkap Hajrah dengan antusias.
Mematahkan Stigma "Mahasiswa Menara Gading"
Ketua RT 09, Pak Jaharuddin, memberikan testimoni yang cukup kritis sekaligus menyentuh. Baginya, Nggarolo sudah sering menjadi saksi bisu datang dan perginya mahasiswa KKN dari berbagai kampus, namun kelompok dari Politeknik Muhammad Dahlan ini memberikan kesan yang berbeda.
Pak Jaharuddin memuji sikap mahasiswa yang dianggap sangat rendah hati. Ia menekankan pentingnya sifat sosialisasi tinggi; mahasiswa tidak boleh "judes" atau sombong saat berhadapan dengan warga.
Kekompakan: Mahasiswa terlihat melebur tanpa sekat saat membersihkan sungai.
* Motivasi: Pak RT berharap kehadiran mereka tidak hanya meninggalkan kampung yang bersih secara fisik, tapi juga meninggalkan mentalitas yang peduli pada kenyamanan jangka panjang.
Sinergi untuk Kenyamanan Bersama
Kegiatan ini menjadi pengingat bahwa kehadiran mahasiswa di tengah masyarakat seharusnya menjadi katalisator perubahan. Kekompakan dalam membersihkan sungai adalah simbol bahwa masalah lingkungan hanya bisa diatasi jika kaum intelektual dan warga bergerak dalam satu irama.
Kampung Nggarolo hari ini bukan sekadar lebih bersih, tapi juga lebih bersemangat berkat sentuhan kepedulian dari para calon tenaga kesehatan Politeknik Muhammad Dahlan. Pungkasnya.
(Oriza Sativa Nabatiyah Amiruddin wartawati MDG)


