Luar Biasa : Aksara Bima dilombakan di tingkat Propinsi NTB


Mataram, Media Dinamika Global.Id. __
Ada rasa gembira berselimut haru mendapatkan surat permohonan menjadi juri pada lomba menulis Aksara dan patu Mbojo dalam Bahasa Mbojo pada festival Tunas Bahasa Ibu tingkat propinsi NTB yang diselenggarakan pada hari Senin-Rabu, 7-9 November 2022 yang bertempat di hotel Lombok Raya, Jalan Panca Usaha No. 11, Mataram.  


Perasaan haru dan gembira itu muncul karena perjuangan memperkenalkan, melestarikan dan mengembangkan Aksara Bima sebagaimana yang dicita-citakan oleh al-Marhumah Hj. Siti Maryam R. Salahuddin (Ina Kau Mari) semakin hari semakin nampak jalan terangnya.

Pada tahun-tahun sebelumnya, menurut ibu Puji Retno Hardiningtyas (ketua kantor Bahasa Propinsi NTB) dalam laporannya saat acara pembukaan festival, kegiatan seperti ini belum pernah dilakukan oleh kantor Bahasa Propinsi NTB, namun dengan adanya program perlindungan dan revitalisasi Bahasa dan sastra daerah oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi, maka untuk merespon program tersebut, Kantor Bahasa Propinsi NTB berinisiatif mengadakan kegiatan festival Tunas Bahasa Ibu seperti ini. Kegiatan seperti ini, imbuh ibu Retno, akan dilakukan secara kontinu tiap tahu agar Bahasa dan sastra daerah di NTB terus terawat dan terlindung dari ancaman kepunahan.

Sebelum kegiatan festival tunas Bahasa ibu ini dilangsungkan, kantor Bahasa Propinsi NTB telah mengadakan Pelatihan Guru Master pada tanggal 22-25 Juli 2022 di Hotel Aruna Senggigi Lombok. Mereka dilatih untuk memperdalam Bahasa dan aksara masing-masing daerah. Hasil dari pelatihan tersebut, mereka tularkan lagi ke guru-guru dan murid-murid di daerah masing-masing sehingga mereka benar-benar mengenal, menguasai dan mahir dalam bidang bahasa dan aksara daerah.  

Festival ini sendiri diikuti oleh perwakilan murid SD dan SMP di seluruh daerah Propinsi NTB, Sasak, Samawa, dan Mbojo (Sasambo), dimana sebelumnya sudah dilombakan di tingkat kabupaten kota. Mata lomba disesuaikan dengan suku masing-masing daerah. Mata lomba untuk Kota Bima, Kabupaten Bima dan Kabupaten Dompu, di antaranya menulis aksara Bima, Komedi Tunggal (Nggahi Mbojo), Patu Mbojo, Pidato Nggahi Mbojo, Baca Puisi Nggahi Mbojo. Ke depan, menurut bang Alan Malingi, salah satu juri pada festival tersebut, harus ditambahkan satu mata Lomba yakni Rawa Mbojo.

Hasil lomba tulis Aksara Bima yang diikuti oleh perwakilan murid SD dan SMP Kota Bima, Kab. Bima dan Kab. Dompu kemarin memperlihatkan bahwa rata-rata mereka  telah mengenal huruf (aksara Bima) dan dapat menulis dengan baik dan benar. Namun terdapat beberapa hal yang kurang tepat seperti penempatan tanda baca yang tidak pas, tanda baca huruf vokal yang kurang, penggunaan huruf sengau yang tidak tepat dan penambahan tanda apostrof yang tidak dikenal dalam aksara Bima.

Oleh karena itu, juri menilai hasil tulisan peserta berdasarkan kriteria yang telah ditentukan oleh panitia yang terdiri dari ketepatan penulisan (kesesuaian penulisan, ejaan dan tanda baca) 50 %, kerapian dan keindahan 25 %, dan keutuhan 25 %. 

Selamat untuk para peserta menulis aksara Bima yang telah memenangi lomba, mudah-mudahan pengetahuan aksara Bimanya dapat dipraktekkan untuk menulis dalam keseharian baik berupa Patu Mbojo, Rawa Mbojo, atau lainnya. Begitu juga harapannya agar pengetahuan aksara Bimanya dapat ditularkan kepada teman-temannya yang lain.  

Sebagai info tambahan panitia menuturkan bahwa dalam festival yang akan datang, aksara Bima akan dilombakan dalam bentuk membaca dan menulis teks. Wallahu a’lam. 

Mori, Mori, Mori Aksara Mbojo!. (MDG.01).
Load disqus comments

1 comments: