Imam Setiawan: Waspada Sambaran Petir Saat Musim Hujan


Opini. Media Dinamika Global. Id. - Senin,10/10/22 pukul 12.30 wita Lagi-lagi seorang petani tersambar petir saat melakukan penjemuran bawang di persawahan, Korba bernama  Alanda,Umur, 57 tahun, Alamat: Dusun Wila Desa Sai kecamatan Soromandi kabupaten Bima NTB.

Sejak pagi, korban melakukan penjemuran bawang merah di lokasi persawahan miliknya di So medu Desa sai Kec. Soromandi Kab. Bima Pukul 11.50 wita  korban melihat cuaca yang sudah mulai mendung kemudian korban mulai mengumpulkan dan merapikan bawang merah miliknya ke tenda untuk di tutup kembali dengan terpal agar tidak terkena hujan,  Pukul 12.30 wita pada saat korban sedang menutup tenda bawang merah miliknya, hujan pun turun di sertai petir hingga mengenai korban dan menyebabkan korban meninggal dunia. 

Pada saat kejadian ada banyak warga yang melihat kejadian tersebut. Pukul 13.00 wita korban langsung di evakuasi oleh warga setempat bersama keluarga nya ke tempat kediaman korban. 

Jadi untuk menghindari kejadian tersebut saya menghimbau kepada masyarakat lebih-lebih yang beraktifitas di luar ruanga agar menghindari tempat-tempat di bawah ini agar kita terhindar dari sambaran petir.

1. Berada di jalan raya dan tempat terbuka lainnya

Jalan raya, lapangan, sawah, dan tempat terbuka lainnya merupakan tempat yang harus dihindari ketika ada petir. Hal ini karena petir biasanya akan menyambar benda tertinggi di sekitarnya. Maka dari itu, kita dilarang untuk berada di tempat yang datar, rendah dan menjadikan kita sebagai objek tertinggi. 

Menurut National Oceanic and Atmospheric Administration, tempat terbuka bukan merupakan tempat yang aman ketika ada petir. Kita diwajibkan untuk segera berteduh di dalam ruangan saat mendengar guntur yang disertai kilat.

Berada di tempat terbuka, menurut Weather akan meningkatkan risiko tersambar petir secara langsung. Serangan petir secara langsung berpotensi mematikan korbannya. Sesaat setelah tersambar, sebagian dari arus petir bergerak tepat di atas permukaan kulit dan sisanya bergerak melalui tubuh, tepatnya pada sistem kardiovaskular atau saraf. Panas yang dihasilkan akan menyebabkan luka bakar pada tubuh. Kemungkinan selamat setelah terkena petir tergantung pada kecepatan penanganan medis sesaat setelah tersambar dan jumlah arus yang mengalir melalui tubuh.

2. Berteduh di bawah pohon atau benda yang tinggi lainnya

Ketika terjebak hujan di jalan, terkadang seseorang sengaja berteduh di bawah pohon untuk menghindari terkena air hujan. Namun, ternyata hal ini tidak diperbolehkan dan sangat berbahaya. Berada di bawah atau di samping pohon yang tinggi dapat meningkatkan risiko tersambar petir. 

Melansir Weather, pada saat petir menyambar pohon yang tinggi dan terdapat seseorang berada di bawah atau dekat pohon tersebut, maka sebagian arus akan melompat dari pohon ke korban, hal ini disebut dengan kilatan samping (side flash).

Side flash  terjadi ketika petir menyambar benda yang lebih tinggi di dekat korban dan sebagian arus melompat dari benda tersebut ke korban. Oleh sebab itu, selain pohon kita juga harus menghindari objek tinggi lainnya. Karena tidak langsung mengenai korban, side flash masuk dalam kategori indirect strike (sambaran tidak langsung). 

Meskipun terjadi secara tidak langsung, sambaran ini tetap berbahaya bagi korban. Semoga bermanfaat,, hati-hati dalam beraktifitas lebih-lebih bagi kita para petani jauhi dari tempat diatas agar kita terhindar dari sambaran petir dan pohon tumbang Himbauannya.  (Imam769 MDG)

Load disqus comments

0 komentar