Akibat Saling Tebas Menggunakan Senjata Tajam, Dua Pria Mengalami Luka Serius dan Kondisi Kritis Saat di Larikan ke RSUD


Samarinda. Media Dinamika Global.Id. Warga yang berada di kawasan Taman Cerdas Jalan S Parman (eks Jalan Ruhuy Rahayu) Kelurahan Gunung Kelua, Kecamatan Samarinda Ulu, Kota Samarinda, dibuat histeris oleh aksi saling tebas menggunakan senjata tajam yang dilakukan dua kelompok warga Senin (4/07/22) sore tadi sekitar pukul 16.30 WITA.

Akibatnya, dua pria mengalami luka dan dalam kondisi kritis saat dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Abdoel Wahab Syahranie.

Riski, saksi mata di lokasi kejadian kepada Korankaltim.com menjelaskan, saat dirinya bersama anak dan istri sedang menikmati sore di taman yang lokasinya bersebelahan dengan rumah jabatan wali kota Samarinda tersebut. 

Tak lama pria 39 tahun itu melihat seorang pria mengenakan jaket warna cokelat keluar dari dalam warung sambil memegang sajam, berlari ke arah lapangan tenis tak jauh dari pinggir sungai, menyusul sekitar enam pria lain yang juga membawa sajam dan ikut berlari ke arah yang sama, diduga mengejar pria yang lebih dulu lari tadi.

Benar saja, di lapangan tenis itu terjadi insiden berdarah dimana sekelompok pria saling bacok menggunakan sajam, satu lawan enam orang.

"Setelah satu orang ini diserang, terdengar teriakan dan ada seseorang yang dievakuasi dengan kondisi berlumuran darah, tetapi tidak tahu itu kelompok yang mana," ujar Riski.

Belakangan diketahui ada dua pria yang mengalami luka tebasan akibat senjata tajam dan dibawa menggunakan ambulans relawan ke RSUD AW Syahranie di Jalan Dr Soetomo, tak jauh dari lokasi kejadian.

"Yang satu mengalami luka dibagian lengan dan paha, satunya lagi tidak tahu, karena dibawa ambulans yang lain," ungkap anggota relawan, Dean, secara terpisah.

Leleng, anak dari satu dari beberapa terduga pelaku mengatakan dirinya tak tahu pasti saat kejadian berlangsung.

"Orang itu pernah bermasalah sama bapak saya dan sempat masuk penjara, mungkin pas tahu dia bebas bapak emosi," pungkas pemuda 23 tahun itu.

Terpisah, Kapolsek Samarinda Ulu AKP Zaenal Arifin melalui Kanit Reskrim Iptu Fahrudi mengatakan, saat ini pihaknnya masih melakukan penyelidikan penyebab peristiwa tersebut. 

"Kami masih selidiki dan dua orang terduga sudah kami amankan," kalimat Seperti dikutip dari Korankaltim. com. (MDG 002).

Load disqus comments

0 komentar