Dandim Bima Mediasi Kasus Tawuran Pelajar, Danramil Rasanae : Fasilitasi Islah Kedua Pihak.


Kota Bima, Media Dinamika Global.Id.-- 
Kodim 1608/Bima melalui Jajaran Koramil 1608-01/Rasanae  bersama Polsek Rasanae Barat melakukan pertemuan guna mediasi Kampung Soro dangan Kampung Melaju, di Ruang Kapolsek Asakota, Minggu, (17/04/22).

Hadir dalam kegiatan itu yakni, Kabag Kesra Pemkot. Bima Sirajudin, Danramil 1608/01 Kapten S. Sribakti, Kapolsek Asakota Iptu Mujahidin, Lurah Melayu, Tokoh Pemuda Mulyadi, Babinsa dan Babinkamtibmas Melayu serta Ketua RT/RW kedua Kampung yang tawuran. 

Dandim 1608/Bima Letkol Inf M.Zia Ulhaq, S.Sos Dalam mediasi tersebut   melalui Danramil Rasanae Kapten Inf Seninot bersama Kapolsek Asakota menyatakan bahwa  akibat aksi tawuran yang dilakukan oleh Kedua warga tersebut dapat dipidanakan, serta pihak kepolisian juga menjalankan Proses hukum terkait anak-anak muda yang meminta untuk dipertemukan agar masing-masing  RT/RW mendata anak-anak mudanya yang terlibat tawuran dan kita tindak lanjuti pertemukan disalah satu tempat apa keinginan dari mereka dan kita beri tekanan bila mengulangi lagi tawuran. Pungkas Danramil.

Saat di lokasi Statement Danramil dari hasil mediasi permasalahan tersebut bahwa  dari beberapa kejadian tersebut Pihak Sinergitas Tiga Pilar Akan memfasilitasi perkelahian kampung lewat  Islah antara Kampung Soro dangan Kampung Melayu Kel Melayu dengan meminta dari RT Setempat bersama Babinsa dan Bhabinkamtibmas segera mendata anak - anak muda yang terlibat tawuran serta diberikan tekanan bila melanggar lagi akan diproses secara hukum, Paparnya.

Tambah Danramil, Dengan Kejadian kejadian Tawuran seperti  ini dapat menghambat apabila para pemuda di dua kelurahan apabila masih pelajar dan  akan masuk menjadi pegawai, Polri maupun TNI, karena memiliki catatan pidana, akan susah untuk mendapatkan kelulusan.

Sangat Penting "  Peran kedua orang tua serta Peran pemerintah desa sangat penting untuk mengontrol pergaulan anak-anak  muda, mereka harus membangun sinergitas dengan Lurah,, ketua RT/RW dan tokoh masyarakat bila perlu batasi jam begadang anak muda agar tidak  berkeliaran sehingga mengurangi kejadian diluar nalar bagi pemuda yang bertikai umumnya di wilayah Kota Bima.

Sementara itu sambutan Lurah Melayu  Bapak Zulkarnain saat bersama Ketua RW/RT serta Beberapa Tokoh Pemuda Mengatakan " Saya sebagai lurah Melayu sangat merasa malu karena kesekian kalinya di mediasi antara dua Kampung tetapi terjadi lagi tawuran, harapannya  Semoga ini yang terakhir kalinya mengadakan mediasi, dan permasalahan tidak terulang lagi, kedepannya Proses Hukum sudah diserahkan ke pihak aparat Kepolisian. Tutupnya. (MDG 002).
Load disqus comments

0 komentar