Sub Kontraktor Pengaspalan Jalan di Rumah Relokasi Banjir Diduga Kerja Asal-asalan

Keterangan Foto: Isla Chaha dan Jalan aspal rusak di rumah relokasi banjir di desa Tambe

Bima-NTB, Media Dinamika Global.Id -- Beberapa persoalan yang menyuap di permukaan publik hingga muncul mosis ketidak percayaan masyarakat kabupaten Bima, terkait pengaspalan jalan Rumah relokasi banjir di Desa Tambe, kecamatan Bolo, kabupaten Bima. Kini menjadi momok bagi warga kabupaten Bima yang terdampak banjir.

Abdurahman, S.Pd selaku tokoh Muda Desa Tambe mengatakan, Pekerjaan pengaspalan jalan di Rumah relokasi banjir diduga Asal-asalan yang di kerjakan oleh PT. 35 sebagai sub Kontraktor di PT. Hutama Karya (HK). selaku penanggung jawab Proyek besar dengan angkatan puluhan milyar.

"Kualitas pekerjaan yang di kerjakan oleh sub kontraktor PT. 35  tidak berkualitas," ungakapan Abdurahman biasa sapa Isla Chaha pada awak media ini. Minggu (13/3).

Sambung Isla Chaha, Pekerjaan ini baru beberapa bulan kok jalannya sudah rusak parah, kami mengindikasikan perkejaan tersebut tidak berbobot dan langgar prosedural.

"Sub kontraktor harus berkerja sesuai dengan bestek pekerjaan dong, jangan berkerja sembarangan seperti itu," ujar Chaha.

Menurut Isla Chaha, Pihak sub kontraktor harus sesuai dengan prosedur, yakni, Aspal harus berkualitas begitupun campuran aspal harus pas hingga kualitas pekerjaan itu bagus.

"Fakta lapangan bahwa Aspal banyak sekali yang rusak, karena Aspalnya tak berkualitas" kata Chaca.
Chaha menegaskan, kepada pengawas proyek jangan tutup mata dengan Pengaspalan Jalan ini. Pasalnya, pekerjaan ini sangat merugikan Negara, demi kepentingan Sub kontraktor dan Pihak HK itu sendiri.

"Intinya, pekerjaan ini, kami menduga kuat kuat konspirasi selubung antara pihak sub kontraktor dengan pihak HK," tegasnya.

Dia sesalkan kepada sub kontraktor pengaspalan jalan, sebelum dilakukan pengaspalan harus memenuhi dulu prosedurnya agar pengaspalan tidak sembarangan seperti ini.

"Jangankan untuk beberapa bulan kedepan atau beberapa tahun kedepannya, ini saja sudah rusak. Padahal ini masih tahap proses pekerjaan" sesalnya.

Ditambahkannya, jangan salahkan kami ketika nanti instabilitas Pekerjaan akan kami tahan, kerana ini menyangkut keselamatan dan kesejahteraan warga yang terdampak banjir.

"Dikhawatirkan selesai serah terima proyek ini dan ditempati oleh warga, baru di tempati beberapa hari atau bulan, Aspal tersebut akan hancur begitu saja," pungkasnya.

Terkait Persoalan tersebut, Pihak sub kontraktor pengaspalan / PT. 35 Dompu dan Pihak PT. Hutama Karya (HK) belum dikonfirmasi, hingga berita dipublikasikan. (MDG.01).
Load disqus comments

0 komentar