PT. Dunia Mas Dinilai Tidak Mampu Bayar Lahan, Warga Lakukan Pemblokiran Jalan


Kananta. Media Dinamika Global. Id. - Kembali Warga Pemilik Lahan melalukan Pemblokiran jalan,pasalnya PT.Dunia Mas tak mampu menyelesaikan masalah Tunggakan Pembayaran Lahan dan Gaji Penjaga,Pembebasan Lahan. Pembayaran tersebut dinilai lamban melakukan Pembayaran. Kejadian itu dimulai sekitar pukul 10.00 Wita hingga Pukul 13.47 pada Rabu,16/03/2022

Sekitar Pukul 10.00 Wita Warga Pemilik Lahan Lakukan Pemblokiran Jalan diduga Lahan Warga tidak terbayarkan dan Masalah Gaji Pembayaran bagi Penjaga. Selama 7 Bulan Gaji yang menjaga Bahan itu tidak dibayar karena itu Warga Pemilik Tanah Melakukan Pemblokiran Jalan.

Muhlis selaku Penjaga yang juga sebagai Pemilik Lahan sekitar mengungkapkan bahwa selama 7 Bulan ini saya tidak pernah memperoleh Gaji dari PT.Dunia Mas,saya hanya dijanjikan saja,sehingga saya melakukan Pemblokiran itu.

Awalnya saya datang baik-baik kepada Pelaksananya,namun tidak diperhatikan oleh Mereka. Karena melihat gelagat yang kurang enak,dan tidak sesuai dengan Perjanjiannya,maka saya lakukan Pemblokiran Jalan sebab saya juga berhak memperoleh Hak apalagi Tanah yang dibangun itu di atas Tanah yang belum dibayar oleh PT.Dunia Mas

Kalau memang PT.Dunia Mas tidak kunjung Bayar selama Waktu Yang ditentukan,yaitu janjinya pada pukul 10 tadi pagi,maka saya akan lakukan Pemblokiran jalan. Tuturnya

Lanjutnya,jika dalam waktu tersebut diatas tidak ditepati,maka saya berhak untuk memagar dengan menggunakan Kayu. Jika memang apa yang dijanjikan itu sesuai dengan kesepakatannya, maka kami akan membukannya secara Sukarela. Bayangkan selama 7 Bulan saya menjaganya,semua Bahannya saya yang bertanggung jawab. Pungkasnya


Sementara itu,Pihak Dunia tidak menanggapinya hanya saja saat itu Kepala Desa Kananta cepat merespons dengan melakukan Komunikasi dengan PT. Dunia Mas serta Pelaksananya. Kemudian melakukan mediasi di Rumah Pemilik Lahan yang di hadiri juga oleh Bhabikamtibmas, Babinsa,Pol PP Desa setempat,Paralegal,dan Pemilik Lahan serta Stakeholder lainnya.

Juga nampak hadir pada Penghujung Acara Mediasi itu,Kapolsek Soromandi dan Perwakilan dari Dinas PU Prop.NTB yang sejak pagi mengamati situasi dan keadaan Masyarakat yang melakukan Kegiatan Pemblokiran itu.

Dilain hal Kepala Desa Kananta Aidin Abdullah pada saat Mediasi di Rumah Pemilik Lahan tersebut mengungkapkan bahwa apa yang dilakukan oleh Bapak dan Ibu merupakan sesuatu yang Lumrah, hanya saja kedepannya jauh akan lebih baik jika kita semuanya mampu menyelesaikan dengan baik. Dengan melakukan pendekatan Konstruktif saja.


Saya sarankan agar setiap kita menyampaikan sesuatu harus dengan Sopan,konstruktif dan elegan. Sehingga nantinya bisa menjadi lebih baik tentunya. Kemudian terkait dengan bagaimana caranya untuk mengatasi Masalah itu, saya sudah maksimal memgatasinya dengan cara membayar Langsung kepada Warga Pemilik lahan dimaksud.Pungkasnya

Lahan tersebut selama 7 Bulan di Tagih,namun dari Pihak PT.Dunia Mas sepertinya Apatis atau acuh tak acuh bahkan terkesan tidak ada niat baik untuk memyelesaikan Masalah itu. Belum lagi terkait dengan dugaan Penjualan Semen ke Warga Sekitar yang Duga di lakukan oleh Para Pekerja Jembatan hingga Ratusan Zak.

Ini juga pemicu terlambatnya serta terhambatnya Proses Percepatan Pembangunan Jembatan yang dinilai tidak Optimal untuk menyelesaikan pekerjaan itu. Akibatnya,Warga Masyarakat merasa kesal atas sikap dan tindakan yang dilakukan oleh Oknum itu.


Di sisi lainnya,Pantaun kami bahwa terkait dengan Peristiwa Pemblokiran jalan itu,PT.Dunia Mas tidak memiliki Uang untuk melakulan Pembayaran Gaji Penjaga Logistik di tempat itu,untung saja Bapak Kades Kananta menyanggupinya dengan membayarkan uang Pribadinya sebanyak Puluhan Juta kepada Warga itu.

Begitu antusiasnya Kades ini terhadap upaya penyelesaian masalah,upaya untuk mempercepat Pembangunan itu. Namun apakah PT.Dunia Mas akan Tau Diri atau kah hanya memanfaatkan Moment saja. Mari kita nantikan Episode selanjutnya ?(Saidin MDG).
Load disqus comments

0 komentar