Pendiri LAPAS NTB Dikeroyok Oknum Kejati NTB

Foto: Hasil Screenshot Video saat Oknum pegawai Kejati NTB memukul Adi Alfaisal (Korban).

Mataram,
Media Dinamika Global.Id.-- Adi Faisal Selaku Pendiri Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Lembaga Advoksi Pemuda Anti Korupsi Nusa Tenggara Barat (LAPAS NTB) di keroyok oknum pegawai Kejaksaan Tinggi (Kejati) Provinsi NTB. Kejadian tersebut di Kantor Kejati NTB. Jum'at, (1/4/22).

Korlap LAPAS NTB, Juwaedin mengatakan, saat aksi demonstrasi LAPAS NTB di Depan kantor kejaksaan tinggi (Kejati) Provinsi NTB, massa aksi diminta kejati 5 orang untuk perwakilan massa aksi, namun massa tidak menerima 5 perwakilan, massa minta 8 orang akhirnya diijinkan.

"Massa aksi menerima tawaran audiensi, Akhirnya massa aksi masuk ke kantor Kejati," ungkapan Juwaedin Sapaan Jul saat diwawancarai awak media ini.

Sambungnya, belum mulai audiensi,  Oknum pegawai Kejati langsung melakukan pengeroyokan terhadap Pendiri LAPAS NTB, Saudara Adi Alfaisal. Kami heran belum audiensi kok main-main pukul aja.

"Kami minta APH segera tangkap oknum-oknum pegawai Kejati, apabila tidak diindahkan, maka kami akan melakukan aksi besar-besaran di Polda NTB," tegas Ketua LAPAS NTB.

Foto: Hasil Screenshot Video saat Oknum pegawai Kejati NTB memukul Adi Alfaisal (Korban).

Sementara, Adi Alfaisal (Korban) pengeroyokan, membenarkan saya di pukul oleh oknum pegawai Kejati.

"Belum mulai audiensi kok saya langsung dipukul tanpa alasan," ujar Adi Alfaisal saat di wawancarai di Mapolresta Mataram.

Lanjut Adi Alfaisal, saya dipukul pakai tangan dan saya tidak melakukan perlawanan.

"Ia, saya mengalami kesakitan, di kepala, Telinga, leher, dan Punggung," ceritanya.

Ditambahkannya, saya lagi masukan laporan di Polresta Mataram, atas musibah yang dialami oleh saya.

"Saya menegaskan Kepada APH, segera tangkap oknum-oknum pegawai kejati melakukan pengeroyokan atau penganiayaan yang menimpah saya," tegas Adi Alfaisal. 

Pihak Kejati belum bisa dikonfirmasi, hingga berita dipublikasikan. (MDG.01).
Load disqus comments

0 komentar