Cegah Kegiatan Ilegal, Anggota Satgas Pamtas RI-PNG Yonif 711/Raksatama Gelar Sweeping di Perbatasan


Keerom, Media Dinamika Global. Id.- Guna mencegah terjadinya kegiatan ilegal di wilayah perbatasan antara Indonesia dan Papua Nugini, personel Satgas Pamtas RI-PNG Yonif 711/Rks menggelar sweeping di sepanjang jalan perbatasan RI-PNG.

Hal tersebut disampaikan Danpos Wambes Satgas Pamtas RI-PNG Yonif 711/Rks Letda Inf Dwi Setio Ngabekti, dalam rilis tertulisnya di jalan Trans Wambes, Distrik Arso Timur, Kabupaten Keerom, Papua, Jumat (18/03/2022).

Danpos mengatakan, Sweeping yang dilakukan diantaranya dengan memeriksa kelengkapan identitas pengendara dan surat kendaraan serta dokumen-dokumen resmi terhadap kendaraan yang memuat barang.

"sasarannya adalah barang-barang yang patut diduga ilegal/terlarang atau yang akan diselundupkan ke negara sebelah. Tujuan dari dilaksanakan sweeping juga bermaksud agar masyarakat dapat melaksanakan peraturan yang berlaku dengan baik, dan pemeriksaan dilakukan kepada seluruh kendaraan yang melintas melewati jalan perbatasan." jelasnya

Menurutnya, daerah perbatasan merupakan daerah yang berpotensi sangat rawan untuk terjadi penyelundupan barang-barang ilegal oleh karena itu pemeriksaan harus dilakukan secara teliti guna mengantisipasi hal-hal terlarang yang dilakukan oleh masyarakat di wilayah perbatasan.

"Kegiatan sweeping dilakukan oleh personel di Pos Wambes Satgas Pamtas RI-PNG Yonif 711/Rks, tidak menutup kemungkinan pos yang lain juga akan melakukan hal yang sama dengan waktu yang bervariasi agar kegiatan tersebut tidak mudah terdeteksi dan dimanfaatkan oleh oknum-oknum yang mencoba mencari kesempatan dan memperoleh ruang gerak sesuai keinginan mereka." ungkapnya


Dalam kegiatan sweeping tidak ditemukan barang-barang maupun identitas yang mencurigakan. Dengan adanya kegiatan ini diharapkan masyarakat dapat taat dan tidak melakukan tindakan terlarang untuk keamanan lingkungan dan berupaya ikut serta dalam menjaga wilayah perbatasan, tutur '' Danpos.(Pen Yonif 711/RKS)

Load disqus comments

0 komentar